ikatlah ilmu dengan menuliskannya"sanitomichie"

Thursday, April 19, 2007

hikmah


Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

"Wahai anak manusia, setiap kali engkau meminta kepada-Ku dan mengharap dari-Ku, maka Aku akan ampunkan bagimu apa yang telah lalu dan Aku tidak peduli betapapun besar dan banyaknya dosamu. Wahai anak manusia, seandainya dosa-dosamu mencapai setinggi langit, kemudian engkau meminta ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak manusia, seandainya engkau datang kepada-Ku dengan membawa setumpuk dosa sebesar bumi, kemudian engkau berjumpa dengan-Ku tanpa menyekutukan Aku dengan sesuatu apapun, maka Aku akan memberikan ampunan sebesar bumi itu pula" (Hadits Qudsi Riwayat Turmudzi)

















Sholat Khusyu


Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Rasulullah saw bersabda, Tali temali Islam akan terlepas (putus), orang-orang akan berpegangan kepada tali berikutnya. Tali yang pertama kali lepas (putus) adalah hukum (syariah) dan yang terakhir adalah sholat." HR Ahmad, Ibnu Hibban, al-Haakim)



SHOLAT KHUSYU’

Salah seorang teman sejawat dokter menceritakan pengalamannya sewaktu mengerjakan sholat siang hari di rumahnya. Pada mulanya sholat berjalan adem ayem aman sentosa. Sampai akhirnya ada seekor ayam menerobos kamarnya dan bertengger di dekat makan siangnya yang rencananya mau disantap selepas sholat. Sholat yang tadinya dirasakan penuh hikmat kebijaksanaan, mulai berubah menjadi degup kekhawatiran.

Terjadi dilema ala buah simalakama. Pilihan antara mbatalin sholat buat ngusir ayam, atau sholat tetep diteruskan dengan resiko makan siangnya diembat dan dithotholi sang pithik. Akhirnya terbersit ide cemerlang melintas di benaknya. Jian, ngawur tenan.. sholat kok nyari ide. Apa itu idenya?

Saat rukuk, bacaan takbir biasa-biasa saja. Namun saat bangkit dari rukuk, bacaannya dibaca dengan kenceng dan sedikit membentak…. “Sssshhaaa…. mi’allohu liman hamidah..!!” Tak lupa kedua tangannya diangkat ke atas dengan lambaian tangan ala sabetannya Ki Dalang Oye Mantebh Sudarsono. Kontan saja si ayam kaget dan terbirit-birit lari sambil pethok-pethok. Si ayam minggat, dan teman sejawat tadi tetap bisa sholat. Tapi apakah khusyu’ ?? Embuh!! Yang jelas simbah jadi ngakak dengar cerita yang diragukan kebenarannya itu… :))

Lain lagi dengan rekan sejawat yang sekarang dines di Malang. Pemuja Gus Dur ini anak emasnya pak Kyai satu Pondok di Jawa Timur. Gaya sholatnya agak beda dari kebanyakan orang. Kalo lagi sholat cepetnya minta ampun. Tak hanya kilat, bahkan kilat khusus. Simbah suka nanya, “Kok cepet temen rek kon olehe solat..??”
Dia jawab singkat, “Halah, malaikate wis apal… ha wong podho wingi.. :DWooo.. njaluk dijantur lambene…

Memang kelihatannya banyak orang yang mulai melupakan kekhusyukan dalam sholat. Mau menjalani saja sudah syukur. Karena banyak juga yang gak mau menjalani dan meninggalkan sholat dengan alasan nyembah Allah itu banyak caranya, gak harus dengan sholat. Padahal yang ngomong itu muslim juga. Gak nyadar bahwa seorang yang menyembah Allah dengan cara yang dia karang sendiri itu sebenarnya dia sedang menyembah dirinya sendiri.

Imam Ghazali memberikan beberapa kiat agar sholat kita bisa khusyu’. Salah satunya adalah persiapan hati. Beberapa saat menjelang sholat, siapkan hati. Hadapkan hati pada Allah, dan kosongkan dari segala kesibukan yang melalaikan. Ini point paling penting. Coba simak lafadz adzan! Kalimat pertama adalah “ALLAHU AKBAR”. Artinya Allah Maha Besar. Maka saat itu, yang lain haruslah dianggap kecil. Segala sesuatu selain Allah adalah kecil, maka hanya Allah yang Maha Besar. Segala kesibukan apapun adalah kecil, yang Besar hanyalah Allah.

Dari sisi dzohir Imam Ghazali menyarankan agar saat sholat hendaknya dijauhkan dari pandangan yang mengganggu. Misalnya kain buat sholat, tempat sujud, baju, seyogyanya dihindarkan dari warna-warni gambar dan tulisan yang mengganggu. Ini susah. Lha sajadah mesjid saja diorek-orek dengan gambar yang macem-macem. Bahkan mesjidnya tak luput dari orek-orekan warna-warni dengan alasan seni. Belum lagi saat sholat jamaah, ada jamaah sholat yang memakai kaos bergambar dan bertulisan di punggungnya. Simbah pernah sholat di belakang mahasiswa yang pake kaos Dagadu, yang punggungnya ditulisi. Sialnya, isi tulisannya adalah kumpulan pisuhan Aseli Djogdja. Dari sejak “dengkulmu mlotrok” sampai “cangkemmu suwek” ada semua. Walah, sholat sinambi misuh-misuh ki… :((

Hal lain yang perlu dijaga adalah suara. Maka di saat ada orang sedang sholat, jangan mengangkat suara tinggi-tinggi. Mbikin bising, ribut-ribut atau gaduh. Herannya malah ada sebagian ibu-ibu ngrumpi di masjid di saat orang sedang sholat trus ditegur, malah njawab dengan kethus, “Eh situ kalo mau sholat ya sholat aja. Jangan dengerin kita-kita. Wong situnya yang gak khusyu kok kitanya disalahin!”

Dasar lambe sumur, asal nyobrot ya gitu itu. Simbah pernah usul, ibu-ibu model gitu dibledhosi mercon saja yang gedenya sak kempol. Jarak 5 meter lah. Begitu mbledos, lihat saja reaksi para simbok itu. Kalo protes tinggal bilang, “kalo mau ngrumpi ya ngrumpi aja. Jangan dengerin merconnya.. ntar malah kaget lho!!” Tapi usul simbah itu dianggep ekstrim plus berbau terorisme… :D Makanya gak pernah dijalani.

Kiat yang lain adalah memahami makna dari bacaan doa dan surat-surat yang dibaca. Ini membutuhkan pembelajaran. Agar diri kita tidak umak-umik, jopa-japu, hewes-hewes tapi gak paham maksudnya. Makanya yang namanya belajar itu seumur idup. Dikasih umur sewidak rolas, tapi al patekah gak mudeng maknane. Wah, muspro umure… gek wingi-wingi dho ngopo?? Kecuali memang baru mertobat dari mbegajul. Allah Maha Pemaap.

Yang jelas sholat khusyu itu perlu latihan terus. Bahkan latihan seumur hidup. Sambil terus berdoa, semoga diberi kekhusyu’an oleh Allah. Karena yang menguasai hati kita adalah Allah. Yang mbolak-mbalik hati kita juga Allah.

Berteman YES !,Pacaran No!.........


Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

"Barangsiapa yang memegang kuasa tentang sesuatu urusan kaum muslimin, lalu dia memberikan suatu tugas kepada seseorang, sedangkan dia mengetahui bahwa ada orang yang lebih baik daripada orang itu, dia telah mengkhianati Allah, RasulNya dan kaum muslimin." (Hadis Riwayat Al-Hakim)


Berteman Yes!, Pacaran No!

Laki-laki dan wanita "ditakdirkan" untuk saling tertarik. Pesonanya kerap memberikan suasana yang lain daripada yang lain. Pokoknya, bikin hidup lebih hidup. Lihat deh iklan salah satu produk rokok untuk pasar remaja, edisi "jatuh cinta". Bener-bener lain dari yang lain. Maksudnya, rasakan sendiri deh bedanya. Lho, kok nyuruh?

Hubungan yang terjadi di antara mereka pun nggak jarang bikin heboh. Bahkan banyak "diabadikan" melalui karya sastra dan seni yang bertebaran dalam puisi, lagu, film, dan juga dalam cerpen atawa novel. Dalam lagu misalnya, kayaknya nggak seru kalo nggak ada unsur hubungan antara dua jenis manusia ini. Kamu bisa lihat sendiri, banyak musisi yang menjadikan "kisah" hubungan antara kaum Adam dan kaum Hawa ini. Kisah cinta di antara keduanya pun senantiasa menjadi cerita tersendiri yang menarik untuk disimak. Kisah tentang kepedihan ataupun tentang kebahagiaan, kedua sisi itu tetap punya pesona.

Jelasnya, laki-laki dan wanita ibarat magnet yang berbeda kutub. Satu sama lain saling memiliki daya tarik. Kalo yang laki kutub selatan, maka yang perempuan sudah pasti kutub utara. Atau sebaliknya. Dua kutub ini pasti saling tertarik dan menarik. Kalo nggak saling menarik berarti ada apa-apanya. Misalnya, kedua magnet itu tidak saling berdekatan. Sebab, "hukum asalnya", magnet hanya akan saling menarik bila masih dalam medan magnet yang bisa dijangkaunya. Kalo berjauhan dijamin kagak bakalan saling menarik. Coba aja, satu magnet sepatu kuda di letakkan di Bandung, dan magnet lainnya disimpan di Jakarta. Walah? He..he..he..

Sobat muda muslim, hubungan antara lelaki dan wanita selalu menarik perhatian. Bahkan ada teman yang bilang, bahwa intensitas pertemuan dua lawan jenis ini bisa menimbulkan "energi" lain. Seperti rasa senang, suka, cinta, bahagia, bahkan juga bisa kebencian. Wah, wah, wah. Kok?

Begini, lelaki dan wanita memang diciptakan dengan kondisi yang berbeda satu sama lain. Baik itu postur tubuh, cara bicara, cara berjalan, juga model suaranya. Wis, pokoke berbeda banget di antara keduanya. Itu pulalah yang kemudian dalam kehidupan sehari-hari memerlukan aturan baku yang bisa menjaga hubungan di antara keduanya.

Dalam batasan aurat misalnya, lelaki dan perempuan berbeda aturannya. Kalo perempuan sekujur tubuhnya adalah aurat, kecuali muka dan kedua telapak tangannya. Itu artinya, kalo keluar rumah, dan kalo ada lawan jenis yang bukan mahrom di hadapannya, maka auratnya wajib tertutup rapat. Kalo anak laki gimana? Wah, pasti kamu udah pada tahu dong. Yup, anak laki lebih "ringan". Maksudnya cuma bagian pusar sampe lutut. Dengan begitu, anak laki kalo keluar rumah atau bertemu dengan lawan jenisnya kudu menutup daerah batas aurat tersebut. Kalo melanggar, ya berdosa, dong.

Sobat muda muslim, dalam kondisi di lapangan, kita memang nggak mungkin bisa menghindarkan diri 100 persen dari lawan jenis. Nggak. Nggak mungkin. Kalo pun bisa, gharizah an-na'u (naluri mempertahankan jenis) akan senantiasa hadir dalam diri kita. Bedanya, dalam hal kuat atau tidaknya gelombang perasaan tersebut. Mungkin kalo sering bertemu, gelombangnya makin kenceng, bahkan mungkin menandingi gelombang tsunami (emangnya bisa?). Tapi kalo jarang ketemu, bisa tenang. Terdeteksi sih, kalo ada gelombang perasaan itu, tapi tak sedahsyat kalo sering bertatap wajah atau dengerin suaranya di gagang telepon saat kita mengontaknya.

Nah, karena kita nggak mungkin hidup menyendiri, maka antara lelaki dan wanita juga bisa dibangun mitra kerja. Anggaplah untuk beberapa keperluan, kita bisa bekerjasama dengan lawan jenis. Dalam bahasa mudahnya, kita bisa berteman; entah di kampus, di pesantren, di sekolah, atau di antara pengurus pengajian di lingkungan tempat kita tinggal. Bisa aja kan itu terjadi. Dan memang mutlak terjadi. Hanya saja, perlu aturan main juga, biar nggak kebablasan. Sebab, adakalanya di antara kita yang lupa dan nggak ngeh. Mentang-mentang berteman, tapi yang terjadi adalah gaul bebas. Kan itu bahaya binti gawat, iya nggak? Jadi hati-hati deh!

Berteman dengan lawan jenis

Sebut saja Rina, anak kelas 3 SMU ini terkenal sering curhat sama Ferry, teman sekelasnya. Bagi Rina, punya teman curhat lawan jenis betul-betul mengasyikkan. Alasan beliau, kalo dengan anak cewek lagi suka nggak enak ati. Masih ada perasaan ragu dan khawatir. Apalagi kebetulan temen-temen Rina mulutnya lebih dari satu. Maksudnya doyan ngegosip ke sana kemari. Jadi Rina nggak mau curhat sama temen ceweknya itu. Sebab, terlalu berisiko. Jangan-jangan masalah dirinya bakalan diobral kepada siapa aja. Kan malu. Itu sebabnya Rina lebih percaya sama anak cowok. Menurutnya, anak laki nggak banyak omong. Lagi pula, berdasarkan pengalamannya, Ferry amat ngertiin kondisi dirinya. Karuan aja, itu membuat Rina makin percaya sama anak cowok sekelasnya itu. Maklumlah, anak cowok kan berbeda dalam mengendalikan emosinya ketimbang anak cewek. Benarkah?
Jadi deh, Rina lengket sama Ferry, bahkan punya lagu kebangsaan segala. Apalagi kalo bukan lagu Sobat-nya Padi. Wah, Rina-Ferry ini deket banget bergaulnya. Meski mereka menampik kalo hubungan keduanya adalah pacaran. "Nggak kok, kita cuma berteman," kilah Rina. Hmm...

Sobat muda muslim, Allah memang menciptakan dua jenis manusia ini. Bahkan bukan hanya itu, Allah Swt. telah menciptakan manusia ini menjadi bersuku-suku dan berbangsa-bangsa. Tujuannya adalah untuk saling mengenal. Firman Allah Swt.: "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal." (TQS al-Hujur�t [49]:13)

Tapi jangan salah, meski tujuan kita adalah berteman, tapi tetep kudu mematuhi rambu-rambu pergaulan. Maklum, dengan lawan jenis kan ada "magnetnya". Khawatir nggak tahan godaan. Entar "kecebur" aja. Bahaya banget. Itu sebabnya, nggak boleh sesuka kita dalam berbuat. Tapi ada aturan mainnya. Nah, karena kita adalah seorang muslim, maka tentu saja yang dipakai adalah aturan Islam. Bukan aturan lain. Pastikan standarnya adalah Islam.

Berteman dengan lawan jenis, bukan berarti secara 'saklek' haram. Nggak. Silakan saja, asal masing-masing memegang prinsip pergaulan yang diajarkan Islam. Sebab, berteman adalah bagian dari sosialisasi kita. Dan yang namanya sosialisasi, bukan berarti hanya dengan kawan sejenis aja kan? Tapi bisa lintas jenis. Anak laki dengan anak puteri.

Kamu yang kebetulan aktif di masjid sekolahan atau lembaga keislaman di kampus, pasti saling membutuhkan peran masing-masing. Anak laki butuh teman dari kalangan anak puteri, dan sebaliknya. Itu ada gunanya pas kita mengelola dakwah di sekolah atau di kampus. Utamanya ketika kita harus berorganisasi untuk keperluan pembinaan. Berarti berteman itu boleh-boleh saja, selama masih menjaga batasan-batasan yang diajarkan Islam.

Seperti apa sih aturan mainnya? Singkatnya begini, anak putra dan anak puteri kalo bertemu untuk membicarakan suatu keperluan dakwah misalnya, harus tetap menjaga diri. Keduanya usahakan harus bertemu di tempat umum; seperti masjid, jalan, atau ruang kelas. Selain itu, kudu tetap menutup aurat. Terus, menjaga pandangan, artinya mata kamu jangan jelalatan kayak mau maling jemuran (uppsss..). Meski tentu nggak perlu terus menunduk (emangnya lagi ngegojlok semut?). Jangan lupa, kita juga kudu sopan santun dalam berbahasa, artinya kita jangan sembarangan ngomong. Anak puteri kalo pas ngomong dengan anak laki, suaranya jangan dibuat-buat. Tahu kan yang kita maksud? Yes, dibuat semerdu mungkin atau mendesah kayak para pesinden musik dangdut. Sebab, khawatir diterjemahkan lain sama anak laki. Maklum, hubungan ini tetap menyimpan pesona. Sekali lagi, hati-hati!

Untuk semua itu, Allah Swt. telah mengajarkan kepada kita melalui firman-Nya: "Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, (TQS an-N�r [24]: 31)

Dalam ayat lain Allah Swt. Berfirman: "Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat". (TQS an-N�r [24]: 30)

Dengan begitu, kamu kudu mampu untuk menjaga dan mempertahankan aturan main itu sebagai tameng dalam berteman dengan lawan jenis. Sebab, banyak juga di antara teman remaja yang ngakunya berteman, eh, buktinya malah pacaran. Kan itu berbahaya sobat. Dosa!

Pacaran? No Way!

Bagi sebagian teman remaja, berteman dengan lawan jenis bisa dijadikan sebagai sarana untuk menjajaki hubungan di antara keduanya. Malah lucunya, banyak juga teman remaja yang sulit membedakan antara berteman dengan pacaran. Maklum, kalo kita lihat di lapangan, anak laki dan anak puteri banyak juga yang main bareng layaknya dengan kawan sejenis. Kadang ada juga yang suka main timpuk-timpukan, atau saling curhat. Perbuatan itu menurut sebagian besar teman remaja adalah wajar alias nggak ada yang perlu dikhawatirkan. Padahal dalam ajaran Islam, hubungan mereka sudah termasuk gaul bebas, meski tidak kelewat batas memang. Tapi celah itu bisa menjadi peluang untuk berhubungan ke arah yang lebih jauh. Maksudnya bisa bikin deket, makin deket dan pengen deket aja. Nggak heran kalo kemudian banyak yang akhirnya nekat z-i-n-a. Naudzubillah min dzalik.

Sobat muda muslim, pacaran adalah salah satu jalan menuju perzinaan. Itu sebabnya, Allah Swt. sudah mewanti-wanti umat Nabi Muhammad ini melalui firman-Nya: "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (Al Isra: 32).

Sobat muda muslim, pacaran bagi sebagian besar teman remaja adalah aktivitas normal. Yakni aktivitas yang tidak perlu dipersoalkan. Malah seringkali para aktivis beratnya punya dalil, bahwa pacaran adalah bagian dari proses kehidupan, khususnya dalam mengenal seseorang. Siapa tahu, suatu saat bisa terus ke pernikahan. Walah? Padahal faktanya, banyak juga yang udah bertualang "luar-dalam", akhirnya kagak jadian alias salah satu mengkhianati, yakni menikah dengan orang lain. Wuah?

Kamu jangan heran or bingung, dalam kondisi kehidupan yang jauh dari ajaran Islam ini, banyak orang, termasuk remaja menjadi liar. Gaya hidup hedonis (mendewakan kenikmatan materi dan jasmani) yang kemudian melahirkan gaya hidup permisivisme (serba boleh). Akibatnya, banyak teman remaja yang memiliki gaya hidup "semau gue". Khususnya, dalam ajang gaul bebas.Kasihaaan deh kamu....

Oke deh, berteman yes, pacaran no!

Cuplikan :Dudung.net

Keridhaan Ilahi Cita-Cita Di Hati

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

"Lihatlah hari ini, sebab ia adalah kehidupan,kehidupan dari kehidupan. Dalam sekejap dia telah melahirkan berbagai hakikat dari wujudmu. Nikmat pertumbuhan. Pekerjaan yg indah. Indahnya kemenangan. Karena hari kemarin tak lebih dari sebuah mimpi. Dan esok hari hanyalah bayangan. Namun hari ini ketika anda hidup sempurna telah membuat hari kemarin sebagai impian yg indah. Setiap hari esok adalah bayangan yg penuh harapan. Maka lihatlah hari ini". (Kalidasa)

keredhaan ilahi cita cita dihati

Wednesday, August 18 2004 @ 12:41 MYT

Contributed by: mummybear

Syurga rumahtangga itu fitrah hati
Naluri semulajadi yang pinta diisi
Kerananya jejaka rela menjadi suami
Kerananya perawan rela menjadi isteri
Masing-masing dengan harapan
Agar rumahtangga membawa kebahagiaan
Matlamat yang satu tapi jalannya berliku
Destinasinya sama tapi kaedahnya berbeza
Lalu bermacamlah jalan ke sana

Ada yang mengatakan
Bahagia itu pada harta
Diukir dari intan permata ( Gah , suamiku seorang jutawan)
Tidak kurang merasakan bahagia itu pada rupa..
Ditempa oleh wajah rupawan ( Wah, isteriku seorang celeberity)
Ramai juga yang merasakan bahagia itu pada kuasa
Dituai oleh pangkat dan jawatan ( Wah, suamiku seorang negarawan)
Pelbagai jalan menimbulkan dilema
Mencari yang benar mempelai tersasar
Kalaulah bahagia itu pada harta
Kalaulah bahagia itu pada nama
Kalaulah bahagia itu pada rupa
Kalaulah bahagia itu pada kuasa
Kenapa Charles dan Diana berpisah
Kenapa Elvis dan Priscilla berpecah
Kenapa Onassis dan Jackie bertelagah.

Bahagia itu dari dalam hati
Kesannya zahir rupanya maknawi
Terpendam bagai permata dalam hati
Terbenam bagai mutiara disalut nurani
Bahagia itu pada HATI
Bertakhta di kerajaan diri
Bahagia itu pada JIWA
Mahkota di singgahsana rasa
Bahagia itu KESABARAN
Bila susah tak gelisah
Bila miskin tak pemarah
Bila gagal tidak resah
Hakikatnya bahagia itu ketenangan
Bila hati mengingati tuhan

Firman Allah: Ketahuilah dgn mengingati Allah itu memberi ketenangan pada hati suami isteri.
Sama-sama mengerti maksud tersemi takdir ilahi
Itulah zikir yg hakiki.

Binalah rumahtangga atas tapak iman
Tuluskan niat luruskan matlamat
'Suamiku, kaulah pemimpin menuju ilahi'
'Isteriku, kaulah permaisuri hati... Penyeri Islamku'
Nanti muktamadlah akad
Sahlah nikah dengan nama Allah
Gerbang perkahwinan pun terserlah
Di atas tapak iman dirikanlah hukum tuhan
Iman itu tujuan
Syariat itu jalan
Tempat merujuk segala permasalahan
Tempat mencari semua penyelesaian
'Isteriku, taatilah hukum Allah... '
'Suamiku, patuhilah sunnah Rasululah S.A.W.'
Binalah hidup di neraca maaruf
Rumah jadi sambungan madrasah...
Seninya kerana solat...
Indahnya oleh munajat
Tapaknya ....iman
Jalannya ....syariat
Natijahnya.....akhlak

Tiga penjamin segala kunci kebahagian rumahtangga dan terciptalah:
"Setia dan penyayang suami"
"Cinta dan kasih isteri"
lalu berbuahlah mahmudah demi mahmudah yang melahirkan.....
"Soleh dan solehah."

KEREDHAAN ILAHI CITA-CITA DI HATI.


tentang cita cita ku



Yang Di Rindui,...


Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.


Kebaikan tidak terletak dalam melakukan dengan benar karena peraturan, melainkan melakukan yang benar karena alasan yang benar.




Yang Dirindui

"aku tak bisa mencintaimu sebagaimana
aku mahu mencintai yang aku rindu"

Demi membubarkan kekaburan itu
kusimpan tiap rasa dalam cengkerang keras yang melindung
seperti siput-siput laut di tepi pantai aku diam di gigi air
merasakan isi dan hati dikahis badai yang datang menepi.
Hai angin, ombak, buih-buih putih yang jernih dan batu keras dan karang
yang tegar, resapkan di sukma kosong ini dengan cerita-cerita
sebuah pantai sepi. Moga-moga berbaur kesedihan yang semakin pedih
pada cerita-cerita kau dan aku yang terasing dan tak pernah bersatu.

Lukaku yang terbuka kian parah waktu kusembunyikan diri
di dalam cengkerang kosong menumpang kasih di daerah ini
yang tidak pernah aku jejaki, tidak pernah tanahnya aku miliki
dan tak pernah aku merasa dicintai.
Tak mampu menahan luka dicicip air mata duyung yang berbaur kisah
lampias kecewa sang kelasi lemas, aku tiba-tiba menjadi gemas dan berdoa.
Turunlah hujan semoga bertambah panuh air laut
(pause) ... semoga asin airnya akan menjadi surut.

Tetapi kenapa tetap lukaku terasa dihiris-hiris oleh ketawa alam penuh sinis.

Saat awan lebat menurunkan hujan
cengkerang terapung-apung di dada air
berpusar berpadu deru ombak dan angin
miring melintas di corong-corong udara
membawa bau asin samudra air mata
merusuh dalam keluhanku yang bersungguh-sungguh.

Tenggelamlah aku di dalam debur yang seolah menghancur.
Tapi nanti! Kau harus tahu bahwa aku tidak akan apa-apa karena sarat rindu
yang ku bawa itu sudah terlalu sebati dengan setia berbasa basi.

Sampai kapanpun luka itu parutnya akan tinggal dan kekal
lewat tempoh waktu sembuh sangat perlahan dan penuh rasa kasihan.


sent by : Kak Leha
email :
pantunbahari@hotmail.com
date : Thu, 20 Aug 1998

Sebaik-baik manusia


"Sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain" (Al-hadits)

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.



Ketika ku lihat matamu, bergetar hati ini...
Kini kupercaya akan cinta pandangan pertama...
Rasa lain tumbuh di hati,
tak terasa tangan ini tlah jauh melangkah n'tuk mengenal lebih jauh..
Perlahan tapi pasti, aku pasti akan mengetahui...
Satu demi satu
dengan debar hati yang galau,
kubuka apa yang ada di hadapanku..
Dan pada akhirnya....
hanya satu kata yang terucap.....
"Alhamdulillah..."
aku tlah diperkenalkan dengan hamba Mu..
semoga membawa kebaikan bagiku dan baginya...
Aminnnnnnnnnnn.....

sent by : bugi
email :
bugi@iptn.co.id
date : Thu, 25 Jun 1998

Tuanku

Tuanku
malam larut
hamba mohon diri
jutaan tahun lewat dan jutaan akan datang
ruang melampaui ruang
proses datang dan pergi
keabadian ini menggelisahkan
ada kerlip kecil di celah malam
kulihat
kulihat
sergapan iman dalam jiwa
beribu kesadaran dalam hati
kepasrahan yang satu
Tuanku
malam larut
hamba mohon diri
Ah, kerlip itu lenyap!

sent by : alfa
email :
safudi@hotmail.com
date : Wed, 1 Jul 1998

~Best Friend~

When I am feeling sorrow and need to talk someone......
you are always there.
when I feel lonely and need to share my thoughts.....
I turn to you and you listen.
when I am feeling joy and want to celebrate.......
you are the to share it with.
You listen you care......
that's what good friends are all about.
I cherish our friendship.....
It is truly a treasure.
I hold your friendship lovingly within in my heart....
Thank you for being my friend.

sent by : yaya as'ad
email :
asad_10@hotmail.com
date : Mon, 13 Jul 1998

YAA.. ALLAH
SETIAP HARI AKU SELALU SEBUT NAMAMU
SAAT AKU DUKA
SAAT AKU SUKA
DALAM MIMPIKU PUN
AKU MENGHARAP SELALU BERSAMAMU

RASA DEMI RASA
DARI HATI NURANI
YA ALLAH ..
KEPADAMU JUALAH AKHIRNYA
AKU BERPULANG..


sent by : siswanto - 0351892366
email :
parlin@indo.net.id
date : Tue, 28 Jul 1998

Kala surya beranjak ke peraduan
Temaram senja menghias langit luas
Terbersit wajah ayu
Sang Penghias Senja
Terngiang suara lembut
penyejuk kalbu nan resah
Bilakah hati bertaut
Tertambat pelabuhan cinta???
Hamba kiranya andai tak terucap
kata jawab darimu...

sent by : NN
email :
ytsp@hotmail.com
date : Sun, 9 Aug 1998

Matamu,....

MATAMU

Aku bermimpi
Dan dalam mimpiku
Kulihat matamu
Yang mengisi hatiku dengan surga

Aku melayang
Dan di langit
Kulihat matamu
Yang menjawab semua kerinduanku
Padamu

Hidupku di alam khayal
Yang tiada perubahan
Tiada patah hati

Tapi kini kau raih tanganku
Dan kau buat 'ku mengerti
Dua mimpi
Bisa bersatu selamanya

Pagi hari
Ketika 'ku bangun
Kulihat matamu
Itulah alasanku
Itulah jawabanku kini:
Karena aku mencintaimu
Satu yang membuat mimpiku nyata

sent by : "seseorang yang kamu kenal"
email : "kamu juga tahu"
date : Mon 15 Jun 1998

I LOVE YOU

"I love you" are just three words
Together as a phrase
If said, they must be sincere
Not just a passing phase
These words have strength in meaning
Sincerely pleasing to hear
If these words are said
They must be loud and clear
You musn't say "I love you"
Or I will say it back
'Coz if I feel it, I will say it
And then my love shan't lack
Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Kabut Kebodohan,...


Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

"Tampilkanlah dengan sesungguhnya sifat-sifat kekuranganmu, niscaya Allah menolongmu dengan sifat-sifat kesempurnaan-Nya. Bersungguh-sungguhlah dengan kehinaanmu, niscaya Ia menolongmu dengan kemuliaan-Nya. Bersungguh-sungguhlah dalam ketidakberdayaanmu, niscaya Ia menolongmu dengan daya dan kekuatan-Nya." (Ibnu Athailah)


Kabut Kebodohan

Terselimuti di kenyamanan yang berbahaya.
Bersuka-cita di luar batas.

Berbicara tanpa berpikir.
Berpikir tanpa berkarya.
Berkarya tanpa manfaat.
Bermanfaat untuk siapa
dan mengapa untuk mereka?

Terkurung dalam kebodohan diri.
Terpuruk dalam kehinaan.
Tuli dalam nasehat.
Lantang dalam mengutuk.
Tertipu sujud sembah abdi dalam.

Menaikkan pandangan,
membusungkan dada.
Sebuah lingkaran kesombongan
yang sangat mematikan.
Kekerasan adalah cirinya.

Puisi Cinta,....UntukSahabat,..


Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Hasratku...

Suatu saat di musim penghujan
ketika hati mudah untuk jatuh
Rasa ini bergejolak tiada henti
Hasrat tubuh untuk sedikit menyentuh
Namun entah kenapa kelemahan ini selalu menghantui
Memukul, menekan, menghina, menahan 1001 hasratku


Apa takdir, mengapa takdir, bagaimanakah takdir.
Sudah tiada berarti dan bermakna lagi
Saat ku menyianyiakan my one chance to be happy
Semuanya terasa hampa dan hambar tanpa cinta
Cintaku adalah dirinya, tanpanya hilang cinta


Apakah bunga, mengapa bunga, ingatkah bungaku?
Sudah kehilangan momentum untuk memupuk kisah kasih
Sudah tiada lagi yang kuinginkan bila tanpa kehadirannya
Kenikmatan, pelacuran, aturan, insanity, kebajikan = pupus
Senyumnya, tatapannya telah mengikat perjanjian revolusi damai
Pesonanya, keramahannya, keindahan jiwa & raganya oh sempurna


KALAU

Kalau engkau ada disini bersamaku,
sirna sudah rasa rinduku yang meradang ini.
Aku pergi menyempurnakan perjanjian
dengan takdir.
Setahun, dua tahun sampai aku dapat
menggapai rembulan untuk kekasihku.

Rasa sayangmu begitu lembut dan halus
menyentuh diriku
Panas dan mengalir melalui pembuluh-pembuluh.
Jika engkau hadir disini,
aku akan meyakinkanmu bahwa
I'm so in love with you, Mom & Dad...

Surat buat yang kusayangi..

kemana anda pegi?
meninggalkan kami disini.
Andai engkau disini,
tentu kami menikmati
keindahanmu.
Kembalilah sayang janganlah
murung bermuram muka sendirian.
Temani kami bersenandung puisi.
Biarlah dunia mengeluarkan keburukannya,
namun kenyataanlah yang pasti.
Mendengar lagu untuk mencari
inspirasi membuat puisi.
Entah mengapa hati ini pedih,
mengingat engkau yang menyendiri.
Buat engkau sahabatku yang sedang
menyendiri terbebani kondisi diri.
Ingat dan yakinlah bahwa aku disini
tetap menginginkan hadirmu.

Apakah Kesetiaan Itu

Dalam Islam mengajak umat agar senantiasa menjaga lisan. Dengan begitu, lisan menjadi selalu digunakan untuk sesuatu yang baik, tidak bertentangan dengan kehendak Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, "Lisan orang yang berakal muncul dari balik hati nuraninya. Maka ketika hendak berbicara, terlebih dahulu ia kembali pada nuraninya. Apabila ada manfaat baginya, ia berbicara dan apabila dapat berbahaya, maka ia menahan diri. Sementara hati orang yang bodoh berada di mulut, ia berbicara sesuai apa saja yang ia maui." (HR Bukhari-Muslim).

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Apakah Kesetiaan Itu (Sebuah Cerita)

Masuk Kategori: Hikmah

*dari sebuah milis*

Ada yang mengartikan kesetiaan sebagai sebuah ikhtiar untuk menjaga hubungan yang telah dibina. misalnya, antara sahabat dengan sahabat, bawahan dengan atasan, rakyat dengan tanah airnya, dan lain-lain. Lebih kepada wujud cinta yang diaplikasikan untuk memberikan yang terbaik agar “sesuatu” yang sedang dimiliki tidak hilang. Lain lagi bagi suami istri. Mungkin kesetiaan bisa diartikan sebagai utuhnya kasih sayang yang diterima dari pasangannya, yang diiring ketulusan untuk selalu mendampingi dalam kondisi apapun.

Mungkin artikel dibawah ini bisa menjadi tauladan bagi kita , terutama untuk pasangan suami istri ….. AMIIIIIN

Regards,

D3V1

===================================================

Hari itu, pelajaran Embriologi yang membosankan ditiadakan. Karena ibu dosen yang bersangkutan tidak datang. Aku dan teman-teman bisa bernafas lega, karena otak bisa diistirahatkan dari gambar-gambar perubahan bentuk yang susah sekali untuk di mengerti. Namun, ada sesuatu yang terasa lain .. “menurutku, tidak biasanya Ibu absen”, . Dalam keadaan sakit sekalipun, ibu memaksakan diri datang.

Jujur saja, dunia kuliah kadang menjemukan. Dalam canda, sering aku dan teman-teman melontarkan pertanyaan “Kapan ya giliran si ibu sakit ?”. Sulit juga mencari standar sakit buat Ibu, karena sudah sekitar lima tahun beliau berperang melawan kanker. Padahal menurut prediksi dokter luar negeri yang menangani pengobatannya, seharusnya diperkirakan dua tahun yang lalu usianya habis. Ternyata Alhamdulilah, sampai kini Ibu masih segar bugar.

Dalam kegembiraan, mau tidak mau ada juga rasa gelisah yang hadir dalam pikiranku “Ada apa dengan ibu yah ? “. Masih teringat senyum dan semangat Ibu saat memberi kuliah seminggu yang lalu. Walau sebelah matanya sudah diperban. Namun, sedikitpun tidak terbersit wajah putus asa. Seperti lazimnya terlihat pada pasien penderita kanker lainnya. Saat sedang merenung, tiba-tiba muncul Bang Rudi (asisten ibu) sambil berkata, “Ibu masuk Rumah Sakit.”, ujarnya. Kontan, diam-diam muncul pertanyaan di hati… ” Buah dari doa kita kah ?”. Mata-mata yang tadinya jail berubah jadi sendu. Inikah saatnya perjuangan Ibu berakhir ?, pikirku kembali.

Perlahan. ., aku dan teman-teman melangkah ke kantor Jurusan dengan alam pikiran masing-masing. Tepat di depan Dekanat, Suami ibu yang juga dosenku melintas dan menyapa dengan keramahannya yang khas “Habis kuliah ya? Kuliah apa ?”, sapa beliau.

Lalu, Bagai berondongan senapan mesin, kami semua ingin bersuara untuk menjawab sambil mengajukan perrtanyaan, “jadwal kuliah sama Ibu Pak, tapi kami dapat kabar Ibu dirawat.” “Ibu nggak apa-apa kan Pak ?”, “Ibu kenapa Pak? “, tanya kami.

Sambil tersenyum, Bapak tersebut menjawab “Ibu anfal semalam, menurut dokter … kanker ibu sudah menjalar ke kepala sehingga harus dioperasi, mohon doa dari kalian semua” , ujar beliau penuh harap.

“Wah, gue salut banget sama Bapak. Beliau gagah. padahal ibu nggak gitu cantik, ga punya anak lagi tapi setianya itu. gue benar-benar salut deh !” tiba-tiba Anti nyerocos tanpa diminta. “Gue mau deh jadi isteri keduanya Bapak” tambah Anti lagi, kontan semua rekanku menjadi tertawa.

========== *** =========

Hari itu, sudah dua pekan Ibu dirawat di Rumah Sakit, namun selalu saja cari-cari alasan untuk tidak menjenguk beliau. Kuliah Exacta-lah, Jadwal kuliah dan praktikum yang sangat padat lah, belum lagi setumpuk tugas dan laporan yang harus diselesaikan. Kalaupun ada waktu, siang hari di saat mentari sedang bersinar garang. Melelahkan.

Dari kejauhan, di ujung koridor.. wajah Bapak terlihat sendu, tidak seperti biasanya. “Apa yang terjadi dengan ibu yah ?, tanyaku. “Jangan-jangan.” , diriku mulai berpikir cemas.

Kali ini, setengah berlari aku dan teman-teman menyongsong Bapak, tidak sabar ingin dapat jawaban.

“Pak, maafin ya.. kami belum sempat menjenguk ibu.” Dengan penyesalan yang dalam Dida membuka percakapan.

“Bapak ngerti. ” , sambil tersenyum, walaupun dalam sorot matanya tidak bisa menyembunyikan kesenduan.

“Ibu kalian mulai tidak sadarkan diri, dan juga Bapak telah melakukan kesalahan”, kata beliau memulai ceritanya pada kami. “Dua hari yang lalu, ujar beliau, seperti biasa Bapak papah Ibu ke kamar kecil. tapi Bapak ceroboh sehingga Ibu tergelincir. bapak spontan menarik tangan Ibu agar jangan jatuh. Ibu memang tidak jadi jatuh, tapi tangan kiri Ibu patah, sesalnya.

Namun, dalam sakitnya Ibu masih bisa tersenyum dan menghibur. bahwa itu bukan salah Bapak”, kata beliau sambil merenung.

Belum selesai Bapak bercerita.., bulir-bulir air mata beliau perlahan turun menuruni pipinya.

Suasana itu pun membawa kami jadi ikut bersedih, sehingga menangis bersama. Aku pun bertanya dalam hati, kenapa dalam duka kebersamaan itu baru terasa ?, Ya Rabb, beri kami kesempatan untuk tetap menikmati semangat Ibu, harapku.

Entahlah, mungkin doa yang sama terucap dari batin masing-masing ketika itu.

Sore itu, kami akhirnya menjenguk Ibu ke Rumah Sakit. Dan memang Ibu mulai tidak sadarkan diri. Dia mengigau. Sebentar-sebentar memanggil Bapak. Lalu dengan setia, Bapak mengusap tangan Ibu yang mulai bengkak karena telah lama dipasok infus dan terus berbaring. Dengan tatapan cinta dan senyuman Bapak membesarkan hati Ibu dan meyakinkannya bahwa ibu Insya Alloh bisa sembuh.

Pemandangan itu meluluh lantakkan segala kearoganan. Sampai akhirnya ada seorang teman Bapak bersuara “Sebenarnya istrimu sudah lama ingin menghadap Rabbnya, tapi kasih sayangmu masih membelenggunya, sehingga dia belum bisa pergi tenang. Lepaskanlah dia.. biarkanlah dia kembali. Allah mencintainya lebih dari cinta yang kau punya. Yakinlah saudaraku ! Allah pun takkan mengambilnya tanpa restumu, orang yang telah menjaga cinta yang dititipkan-Nya”, jelas bapak tersebut memberi nasehat.

Genangan air mata yang tadi tertahan, sekarang meluncur deras . mengiringi perjuangan seorang hamba mempertaruhkan cintanya. Semua terpaku diam.. hening..

“Ya Rabb, bantu Bapak untuk mengikhlaskan Ibu pergi. Jangan hukum Bapak karena rasa cintanya” , kataku dalam hati ini berharap.

Lalu, dengan suara tersendat, Bapak berujar “Pergilah kekasih hatiku. sudah banyak kebahagiaan yang kau beri untukku, dengan sabarmu telah kau buat aku SETIA, dengan ketegasanmu telah kau antar aku menjadi seorang yang berarti. Dia lebih mencintaimu sayang. kembalilah kepadanya dengan tenang. Semoga kedamaian rumah tangga yang selama ini kita bina akan mempertemukan kita kembali di surga-Nya. Aku mencintaimu isteriku. Asyhaadu allaa ilaaha illallaah wa asyhaadu anna muhammaadurrasuulullaah..” Bapak terkulai di dahi Ibu. seakan tak rela berpisah. Ibu pun tersenyum perlahan. Dan ternyata itulah senyumannya yang terakhir.

“Innalillaahi wa ina ilaihi raaji’un.”

Ibu kembali ke pangkuan Yang Kuasa. Akankah Embriologi tetap menjemukan ?

Tidak !! Kami harus semangat. tidak boleh gagal ! Setidaknya, Ibu tetap bisa tersenyum dari alam sana. karena perjuangannya tidak sia-sia.

“Ringankan siksa Ibu di kuburnya ya Rabb. Izinkan Ibu tetap tersenyum dalam menjalani penantian menunggu hisabnya. Beri kami semangat dan ketabahan seperti yang Ibu punya ya Allah. Sampaikan kalau kami sangat kehilangan.

Ampuni kesalahan kami pada Ibu. Kami menyayanginya ya Rahman”

Saudaraku yang baik. mungkin kesetiaan menjadi lain artinya dalam versi sahabat semua. Mudah-mudahan cerita ini menjadi bahan renungan, bahwa setia itu tidak diukur oleh faktor yang tampak, tapi lebih didominasi oleh komitmen dan cinta yang terarah. Mudah-mudahan SETIA yang terbentuk hanya berasal dari cinta kepada Allah.

Wallaahu’alam

Dinukil tanpa ijin dari Tausyiah275

Karena Wanita Ingin Dimengerti,...

Bertekadlah untuk melakukan apa yang harus dilakukan tanpa ketakutan dan keraguan. Bersikaplah berani dan penuh pengharapan. Percayalah kepada Alloh SWT dan kepada semangat keberanianmu sendiri.

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.



Karena Wanita Ingin Dimengerti

Pernah-pernik kisah kehidupan berumah tangga kadang membuat saya sedih, tapi banyak juga yang membuat saja tersenyum ketika membaca atau mendengarnya. Seperti Ibu saya. Pernah suatu ketika ayah saya sedikit marah kepada Ibu saya. Ibu saya tak mau berkomentar atau membalas dengan kemarahan serupa. Hanya saja, langsung masuk ke kamar dan menangis sejadinya. Kalau sudah begitu, ayah saya luluh juga, kemudian minta maaf karena mungkin telah berlaku kasar atau marah yang kadang hanya karena persoalan sepele saja. Untuk mereka berdua, salam cinta, semoga dirumah baik-baik saja

Ada cerita dari dosen dan juga “guru mengaji “ saya. Suatu ketika istrinya bepergian untuk urusan tertentu dan sang suaminya belum berkesempatan menemani karena alasan kesibukan. Perjalanan cukup jauh dan melelahkan. Dalam kondisi seperti itu, istrinya ingin sekali mendapatkan hiburan dari suaminya. Yah, sebuah SMS menanyakan kabarnya cukuplah. Tapi itu tidak dilakukan oleh suaminya. Dan tentu saja, istrinya bete. “Suamiku tega sekali, nggak khawatir apa dengan diriku” begitu kira-kira.

Setelah urusan selesai, pulanglah sang istri ke rumah. Mengucapkan salam lantas masuk kerumahnya. Apa yang terjadi, ternyata suaminya biasa saja. Tak mengekspresikan rasa kangennya kepada istrinya. Dan bagi istrinya, ibarat sebuah pertandingan, itu merupakan pukulan telak, kecewa..kecewa. Awalnya suaminya cuek saja. Tapi pada akhirnya dia menyadari bahwa sikapnya kurang benar. Ya, setidaknya membukakan pintu dan tersenyum sambil basa-basi menanyakan apakah perjalanannya baik-baik saja itu cukup. Tapi sayang, hal itu tak dilakukannya. Dia baru sadar ketika melihat gelagat istrinya yang lagi benar-benar BT alias butuh tatih tayang….

Ada juga kisah imajinatif yang inspiratif….tentang ayam dan bebek.

Suatu ketika sepasang pengantin baru berjalan-jalan menikmati indahnya perkampungan yang masih belum tersentuh bising dan aroma kota. Ketika mereka bercanda, tiba-tiba terdengar suara dari kejauhan “Kuek.kuek..kuek”

“Dengar sayang, ada ayam” kata istrinya

“bukan..bukan, itu suara bebek” kata suaminya.

“nggak, itu suara ayam” istrinya bersikeras.

“istriku..itu suara bebek, suara ayam itu bunyinya kukururyuuuuk, kalau bebek itu ya kuek..kuek..kuek, nah itu bebek sayang, bukan ayam “kata suaminya mencoba menjelaskan.

“Nggak, aku yakin itu suara ayam” kata istrinya

“Sayang, itu bebek, kamu ini..kamuuuuuuuu” suaminya agak kesal

seketika itu basahlah pipi istrinya, dia menangis sambil tersendu tapi tetap berkata.

“Aku yakin itu ayam, bukan bebek” masih kata istrinya.

Kemudian sang suami sadar tak mau ribut lagi dan berkata.

“Ya kamu benar sayang, itu suara ayam” kata suaminya bersamaan dengan suara dari kejauhan ..kuek..kuek..kuek..

Kadang seorang suami memang perlu bersikap demikian. Untuk sesuatu yang kecil dan sepele tak perlu terlalu diributkan. Yang terpenting adalah membangun keharmonisan rumah tangga. Pertikaian dan hancurnya rumah tangga seringkali terjadi karena kita meributkan hal-hal sepele. Maka dari itu, untuk mencegahnya kita perlu sesekali memahami isi hati seorang wanita yang kita cintai itu

Dan pada akhirnya, untuk menghormati dia, seorang wanita yang kita cintai, kita perlu bersikap bijaksana. Itu semua perlu dilakukan, seperti syair dalam lagu pop… karena wanita ingin dimengerti. Itu saja. (yon’s revolta)

~Snow Man Alone~ awal September 2006

freelance_corp (at) yahoo.com

dinukil dari : Dudung.net

Wednesday, April 18, 2007

Untuk Calon Istriku,....

"Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu kebahagiaan yg lain akan terbuka. tetapi acapkali kita hanya terpaku terutama pada pintu yg tertutup sehingga kita tidak melihat pintu lain yg dibukakan untuk kita".(Anonymous)

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.


Untuk Calon Istriku
Oleh : Cucuk Hariyanto

Assalammu'alaikum Wr... Wb...

Apa kabar calon istriku? Hope u well and do take care...
Allah selalu bersama kita

Ukhtiku...
Masihkah menungguku...?

Hm... menunggu, menanti atau whatever-lah yang sejenis dengan itu kata orang membosankan. Benarkah?!
Menunggu...
Hanya sedikit orang yang menganggapnya sebagai hal yang 'istimewa'
Dan bagiku, menunggu adalah hal istimewa
Karena banyak manfaat yang bisa dikerjakan dan yang diperoleh dari menunggu
Membaca, menulis, diskusi ringan, atau hal lain yang bermanfaat

Menunggu bisa juga dimanfaatkan untuk mengagungkan-Nya,
melihat fenomena kehidupan di sekitar tempat menunggu,
atau sekadar merenungi kembali hal yang telah terlewati
Eits, bukan berarti melamun sampai angong alias ngayal dengan pikiran kosong
Karena itu justru berbahaya, bisa mengundang makhluk dari 'dunia lain' masuk ke jiwa

Banyak hal lain yang bisa kau lakukan saat menunggu
Percayalah bahwa tak selamanya sendiri itu perih
Ngejomblo itu nikmat, jenderal!
Ups, itu judul tulisanku beberapa waktu lalu

Bahwa di masa penantian, kita sebenarnya bisa lebih produktif
Mumpung waktu kita masih banyak luang
Belum tersita dengan kehidupan rumah tangga
Jadi waktu kita untuk mencerahkan ummat lebih banyak
Karena permasalahan ummat saat ini pun makin banyak

Karenanya wahai bidadari dunia...
Maklumilah bila sampai saat ini aku belum datang
Bukan ku tak ingin, bukan ku tak mau, bukan ku menunda
Tapi persoalan yang mendera bangsa ini kian banyak dan kian rumit
Begitu banyak anak tak berdosa yang harus menderita karena busung lapar, kurang gizi, lumpuh layuh hingga muntaber
Belum lagi satu per satu kasus korupsi tingkat tinggi yang membuktikan bahwa negeri ini 'sarang tikus'
Ditambah lagi bencana demi bencana yang melanda negeri ini
Meski saat ini hidup untuk diri sendiri pun rasanya masih sulit
Namun seperti seorang ustadz pernah mengatakan bahwa hidup untuk orang lain adalah sebuah kemuliaan Memberi di saat kita sedang sangat kesusahan adalah pemberian terbaik
Bahwa kita belumlah hidup jika kita hanya hidup untuk diri sendiri

Ukhtiku...
Di mana pun engkau sekarang, janganlah gundah, janganlah gelisah
Telah kulihat wajahmu dan aku mengerti,
betapa merindunya dirimu akan hadirnya diriku di dalam hari-harimu
Percayalah padaku aku pun rindu akan hadirmu
Aku akan datang, tapi mungkin tidak sekarang
Karena jalan ini masih panjang
Banyak hal yang menghadang
Hatiku pun melagu dalam nada angan
Seolah sedetik tiada tersisakan
Resah hati tak mampu kuhindarkan
Tentang sekelebat bayang, tentang sepenggal masa depan
Karang asaku tiada 'kan terkikis dari panjang jalan perjuangan, hanya karena sebuah kegelisahan
Lebih baik mempersiapkan diri sebelum mengambil keputusan
Keputusan besar untuk datang kepadamu

Ukhtiku...
Jangan menangis, jangan bersedih, hapus keraguan di dalam hatimu
Percayalah pada-Nya, Yang Maha Pemberi Cinta,
bahwa ini hanya likuan hidup yang pasti berakhir
Yakinlah...saat itu pasti 'kan tiba
Tak usah kau risau karena makin memudarnya kecantikanmu
Karena kecantikan hati dan iman yang dicari
Tak usah kau resah karena makin hilangnya aura keindahan luarmu
Karena aura keimananlah yang utama
Itulah auramu yang memancarkan cahaya syurga,
merasuk dan menembus relung jiwa

Wahai perhiasan terindah...
Hidupmu jangan kau pertaruhkan, hanya karena kau lelah menunggu. Apalagi hanya demi sebuah pernikahan. Karena pernikahan tak dibangun dalam sesaat, tapi ia bisa hancur dalam sedetik. Seperti Kota Iraq yang dibangun berpuluh tahun, tapi bisa hancur dalam waktu sekian hari.

Jangan pernah merasa, hidup ini tak adil
Kita tak akan pernah bisa mendapatkan semua yang kita inginkan dalam hidup
Pasrahkan inginmu sedalam qalbu, pada tahajjud malammu
Bariskan harapmu sepenuh rindumu, pada istikharah di shalat malammu
Pulanglah pada-Nya, ke dalam pelukan-Nya
Jika memang kau tak sempat bertemu diriku,
sungguh...itu karena dirimu begitu mulia, begitu suci
Dan kau terpilih menjadi Ainul Mardhiyah di jannah-Nya

Ukhtiku...
Skenario Allah adalah skenario terbaik
Dan itu pula yang telah Ia skenariokan untuk kita
Karena Ia sedang mempersiapkan kita untuk lebih matang,
merenda hari esok seperti yang kita harapkan nantinya
Untuk membangun kembali peradaban ideal seperti cita kita

Ukhtiku...
Ku tahu kau merinduiku, bersabarlah saat indah 'kan menjelang jua
Saat kita akan disatukan dalam ikatan indah pernikahan
Apa kabarkah kau disana?
Lelahkah kau menungguku berkelana?
Lelahkah menungguku kau disana?
Bisa bertahankah kau disana?
Tetap bertahanlah kau disana...
Aku akan segera datang, sambutlah dengan senyum manismu
Bila waktu itu telah tiba,
kenakanlah mahkota itu,
kenakanlah gaun indah itu...
Masih banyak yang harus kucari, 'tuk bahagiakan hidup kita nanti...

Ukhtiku...
Malam ini terasa panjang dengan air mata yang mengalir
Hatiku terasa kelu dengan derita yang mendera,
kutahan derita malam ini sambil menghitung bintang
Cinta membuat hati terasa terpotong-potong
Jika di sana ada bintang yang menghilang,
mataku berpendar mencari bintang yang datang
Kalau memang kau pilihkan aku, tunggu sampai aku datang...

Ku awali hariku dengan tasbih, tahmid dan shalawat
Dan mendo'akanmu agar kau selalu sehat, bahagia,
dan mendapat yang terbaik dari-Nya
Aku tak pernah berharap, kau 'kan merindukan keberadaanku yang menyedihkan ini
Hanya dengan rasa rinduku padamu, kupertahankan hidup
Maka hanya dengan mengikuti jejak-jejak hatimu, ada arti kutelusuri hidup ini
Mungkin kau tak pernah sadar betapa mudahnya kau 'tuk dikagumi
Akulah orang yang 'kan selalu mengagumi, mengawasi, menjaga dan mencintaimu

Ukhtiku...
Saat ini ku hanya bisa mengagumimu,
hanya bisa merindukanmu
Dan tetaplah berharap, terus berharap
Berharap aku 'kan segera datang
Jangan pernah berhenti berharap,
Karena harapan-harapanlah yang membuat kita tetap hidup

Bila kau jadi istriku kelak,
jangan pernah berhenti memilikiku
dan mencintaiku hingga ujung waktu
Tunjukkan padaku kau 'kan selalu mencintaiku
Hanya engkau yang aku harap
Telah lama kuharap hadirmu di sini
Meski sulit, harus kudapatkan
Jika tidak kudapat di dunia...
'kan kukejar sang Ainul Mardhiyah yang menanti di surga

Ku akui cintaku tak hanya hinggap di satu tempat,
aku takut mungkin diriku terlalu liar bagimu
Namun sejujurnya, semua itu hanyalah persinggahan egoku,
pelarian perasaanku
dan sikapmu telah meluluhkan jiwaku
Waktu pun terus berlalu dan aku kian mengerti...
Apa yang akan ku hadapi
Dan apa yang harus kucari dalam hidup

Kurangkai sebuah tulisan sederhana ini,
untuk dirimu yang selalu bijaksana
Aku goreskan syair sederhana ini,
untuk dirimu yang selalu mempesona
Memahamiku dan mencintaiku apa adanya
Semoga Allah kekalkan nikmat ini bagiku dan bagimu
Semoga...

Kau terindah di antara bunga yang pernah aku miliki dahulu
Kau teranggun di antara dewi yang pernah aku temui dahulu
Kau berikan tanda penuh arti yang tak bisa aku mengerti
Kau bentangkan jalan penuh duri yang tak bisa aku lewati
Begitu indah kau tercipta bagi Adam
Begitu anggun kau terlahir sebagai Hawa
Kau terindah yang pernah kukagumi meski tak bisa aku miliki
Kau teranggun yang pernah kutemui meski tak bisa aku miliki
......

(Dewi Khayalan - Daun Band)

Ya Allah...
ringankanlah kerinduan yang mendera
kupanjatkan sepotong doa setiap waktu,
karena keinginan yang menyeruak di dalam diriku

Ya Allah...
ampuni segala kekhilafan hamba yang hina ini
ringankan langkah kami
beri kami kekuatan dan kemampuan
tuk melengkapkan setengah dien ini,
mengikuti sunnah RasulMu
jangan biarkan hati-hati kami
terus berkelana tak perpenghujung
yang hanya sia-sia dengan waktu dan kesempatan
yang telah Engkau berikan
Aamiin...

Wassalamu'alaikum Wr... Wb...

Penuh Cinta Selalu Untuk Selamanya, Fillah(cuplikan : Dudung.net )

Perjalanan Cinta,...

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Tentang Cacar & Sabar

Aku sedang sakit cacar, juga batuk. Aku dapat banyak sekali obat dari dokter. Lima macam! Ditambah salep dan bedak. Salepnya sehari bisa habis satu tube kecil.

Sakit cacar ini rasanya gatal sekali. Tapi tidak boleh digaruk karena kata dokter bisa bopeng. Setiap hari ayah dan bunda bergantian merawatku, juga memakaikan salep dan bedak. Senang deh. Padahal aku sudah besar ya. Tapi tetap saja bagian belakang badan tidak bisa kujangkau dengan tanganku, jadi dibantu ayah bunda.

Sebenarnya aku ingin menangis saking gatal, panas dan perihnya. Tapi setiap lihat senyum ayah dan bunda semua sakit jadi hilang. Aku pun ingin menjadi anak yang sabar dan bersyukur saja. Ini anggap saja ujian kecil yang insya Allah bisa aku atasi. Amiin.

Aku ingat apa yang dikatakan ayah bunda dan guru-guru matahari-ku di sekolah. Sabar itu tak ada batasnya. Kata bunda batas sabar adalah usia. Kata ayah, dalam sabar ada usaha. Allah mengajarkan dalam Al Quran untuk bersabar dengan sabar yang indah....

Kalau ingat itu semua, juga apa yang terjadi di sekitar kita dan dunia, alhamdulillah aku belum mengalami hal yang menuntut kesabaran banyak. Jadi stok sabarku masih penuh sekali.

"Apa? Stok sabar?" Bunda tertawa mendengar perkataanku. "Sabar itu tumbuh bersama diri yang selalu bersyukur."

Kata Ayah: "Tidak perlu distok karena sabar itu tak akan pernah habis dari diri seorang hamba yang bersyukur. Sabar itu buah takwa."

Ah, itu sangat keren, Bunda! Sangat keren, Ayah. Terimakasih sudah mengajarkanku lagi tentang sabar. Tapi ajaran yang paling keren adalah menyaksikan kesabaran ayah bunda padaku pada setiap detik dalam hidupku. Mmmmmuuuuah

Perjalanan Cinta
Bismillaahirrahmanirrahiim…
Ya Allah…kami mulai langkah-langkah kami waktu itu
dengan penuh harap memohon pada-Mu
menunjukkan dan menuntun kami kepada ridho-Mu

Bismillaahirrahmanirrahiim…
Ya Allah…kembali kami bermunajat pada-Mu
Ketika telah Engkau tunjukkan kami jalan-Mu
Dan akan kami langkahkan kaki kami menuju kesana

Ya Allah Ya Raab…
Ijinkan kami memohon
Tuntunan dan bimbingan disetiap langkah kami
Ijinkan kami meminta
Rahmat dan hidayah disepanjang perjalanan kami

Ya Allah Ya Raab…
Kami berharap untuk dapat memenuhi perjalanan kami
dengan segenap cinta karena cinta-Mu
dengan kasih sayang karena ibadah kepada-Mu
dengan kesabaran hati karena rasa syukur pada-Mu

Ya Allah…Ya Raab…
Perkenankan kami…
Dengan perjalanan ini kembali pada-Mu

Ketika kami telah bersatu, maka…
Dalam setiap tarikan napas kami…
Dalam setiap sujud kami…
Dalam setiap langkah kami…
Semoga kami tak lupa bersyukur pada-Mu Ya Allah
Semoga kami tak lalai bertawadhu pada-Mu Ya Raab
Dan menjadikannya penjaga cinta kami pada-Mu. Amien.(intanmpp.blogspot.com)


puisi "Pertanyaan Tentang Cinta "

Pertanyaan tentang cinta

cinta itu memberi

bukan menerima
apalagi meminta
seperti seorang wanita yang
rela menggadaikan hidupnya demi
melahirkan kita
seperti Rabiah yang
tak membutuhkan apaapa
kecuali cinta
untuk mencintai-Nya

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

rindu yang berdenyut di nadi
rela dan maaf di sanubari,
uluran tangan tanpa pamrih
kurasa itu cinta

dan ketika kau memutuskan
untuk memeluk Tuhan
di sepanjang jalan berliku
kurasa itu paling cinta

PERTANYAAN TENTANG CINTA



Apakah cinta

selalu menyediakan airmata?


Apakah cinta

selalu menyediakan harapan?


rindu yang berdenyut di nadi

rela dan maaf di sanubari,

uluran tangan tanpa pamrih

kurasa itu cinta


dan ketika kau memutuskan

untuk memeluk Tuhan

di sepanjang jalan berliku

kurasa itu paling cinta



hikmah

Utsman bin Affan r.a. berkata, "Barang siapa hidupnya dalam keseimbangan dunia dan akhirat, dia disenangi Allah; barangsiapa meninggalkan perbuatan dosa, dia disenangi oleh para malaikat; dan barang siapa meninggalkan keserakahan terhadap kaum muslimin, dia dicintai mereka."










ilmu adalah investasi tiada henti