| | ||||
| Kala Cinta Meranggas Aqidah | ||||
| Author: Abu Aufa | ||||
| Kesepian memang kadang menyakitkan, menoreh setiap senyum dan tawa, serta menciptakan riak anak sungai di sudut mata. Pedih dan sedih silih berganti kunjung mengunjungi. Pupus segala harap, melukai semua impian yang kadang memabukkan. Hingga, jiwa yang rapuh menciptakan serpihan kegelisahan yang memilukan. Saat temaram rembulan menyuguhkan hidangan, terlintas sekelebat bayang. Disibaknya kegelapan, namun entah dimana ia berada. Kecewa, hingga guratan keresahan menyibukkan kelamnya malam. Kebisuan yang menusuk-nusuk, membuat kedukaan semakin berat, hingga menghujam akal dan aqidah. Air mata semakin deras tumpah, lelah, tubuh pun mencoba rebah. Namun jiwa ini lemah, mata air di telaga yang coba dibendungnya kembali menerobos kelopak mata, ke pipi, hingga membasahi sarung bantal dan kapuk di dalamnya. Cinta... Namun, impian berbeda dengan kenyataan. Sepi semakin menggerogoti hari, sendiri... dan masih sendiri. Ukhti sholehah yang dicintai Allah Ta'ala... Cinta yang membara tak akan dapat menghapus ketentuan Allah Subhanahu wa Ta'ala, "Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu'min) sebelum mereka beriman..." [Al Baqarah: 221]. Namun, ajaran junjungan Rasulullah Sallallaahu Alayhi Wasallam akan pupus, tidak dengan senjata tapi dengan kata-kata, tidak dengan kekuatan tapi dengan logika, dan tidak dalam benci tapi dalam cinta [Henry Martyn, missionaris, 1812 M]. Cinta akan membentuk sebuah keluarga samara (sakinah, mawaddah wa rahmah) karena kesamaan iman dan aqidah, dalam naungan ridho Allah Subhanahu wa Ta'ala. Jangan biarkan sedikitpun celah hatimu terbuka dengan cinta berselaput halleluyah, karena cinta seperti itu akan meranggas aqidah. Pernikahan dengan keyakinan yang berbeda, tak akan melahirkan ketenteraman jiwa, karena ia adalah zina. Dapatkah engkau menjawab saat anakmu bertanya, mengapa ayah selalu pergi setiap hari Minggu, sedangkan dirimu ruku' dan sujud? Bisakah engkau menjelaskan saat anak laki-lakimu bertanya, mengapa ayah tidak pergi sholat Jum'at padahal dirimu berbicara panjang lebar tentang kewajiban menunaikannya? Atau, mengapa ayah tidak mengucapkan bismillah tapi atas nama Bapa, Putera dan Roh Kudus? Juga, mengapa Tuhannya ayah ada 3 sedangkan dirimu selalu mengucapkan ahad... ahad... ahad? Duhai ukhti, sanggupkah engkau menahan murkanya Allah Subhanahu wa Ta'ala? Saat jiwamu lelah bertanya dimanakah gerangan kekanda berada, kembalilah kepada Sang Pemilik Rahasia, lantunkan munajat dan do'a, mohon tetapkan iman untuk selalu terhatur kepada-Nya. Jadikan hati ini selalu ikhlas serta rela atas setiap keputusan-Nya. As'alukallahummar ridha ba'dal qadha, wa burdal 'iisyi ba'dal maut, wa ladzdzatan nazhori ila wajhika, wa syauqon ila liqaa'ika. Mohonkan juga kepada-Nya, agar Ia menguatkan niat dan azzam kepada lelaki yang belum menikah untuk segera menyempurnakan setengah agama, sehingga dirimu serta pasangan jiwa tercinta dapat bersama membangun sebuah istana kecil nan indah dalam naungan ridho-Nya. Duhai ukhti sholehah... Wallahua'lam bi showab. *IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA*
"Kebajikan yang ringan adalah menunjukkan muka berseri-seri dan mengucapkan kata-kata yang lemah lembut"(Umar bin Khattab)
|
Thursday, May 10, 2007
Sepenggal Doa Untukmu,...sahabatku
Tuesday, May 8, 2007
Jalim Kebersamaan,...
Saudara-saudaraku warga Bandung yang budiman, sudah kita saksikan dan kita rasakan bersama betapa tindakan-tindakan yang tidak bijaksana, bahkan anarkis (membuat kerusakan) selain tidak menyelesaikan masalah, yang terjadi malah menambah masalah. Betapa tindakan-tindakan yang membuat kerusakan dimana pun dan kapan pun ternyata mengakibatkan beragam masalah yang tiba-tiba muncul, secara diduga atau tidak. Diantara akibat yang dapat kita amati dari kejadian aksi anarkis yang terjadi di kota tercinta ini adalah :
Pertama, nama baik warga kota tercinta ini menjadi tercoreng. Betapa seluruh warga merasakan aib dan malu yang tentu tidak begitu saja untuk melupakannya. Lebih dari itu, tidak begitu mudah pula bagi kita untuk mengembalikan citra kota tercinta ini sebagai kota yang aman, tenteram, damai, dan berperilaku mulia.
Kedua, bagi saudara-saudara kita yang khilaf melakukan perusakan dalam aksi yang sepatutnya kita hormati bersama ini, maka justru institusi buruh yang diatasnamakannya, kini harus menanggung citra yang kurang bagus. Sebagian masyarakat merasa kurang berkenan dengan aksi-aksi yang membuat kerusakan seperti ini, walaupun sangat mungkin kejadian ini bagian dari ulah provokator, yang memang sedang mencari-cari kesempatan untuk memperkeruh keadaan kota kita ini. Apalagi untuk mengembalikan citra sebagai kota yang cinta kedamaian ini pun butuh waktu yang lama dan perjuangan keras.
Ketiga, timbul keresahan di masyarakat. Kejadian ini memunculkan pula suasana masyarakat yang kurang nyaman. Aktivitas kehidupan sehari-hari terganggu, kepentingan umat terabaikan, dan bahkan mengakibatkan warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat pun tidak terlayani. Begitulah yang dapat kita amati dari kejadian yang menimpa kota tercinta ini.
Saudara-saudaraku warga Bandung sekalian, kejadian ini sudah semestinya menjadi pelajaran bagi kita semua. Dan diantara yang bisa kita ambil hikmahnya adalah kita harus punya tekad yang sama untuk membangun kebersamaan di kota tercinta ini. Jangan biarkan kekerasan menjadi solusi dari permasalahan yang ada.
Lebih dari itu masalah yang sedang menimpa kita semua adalah bagian dari karunia Allah SWT yang dapat membuat kita menjadi lebih maju, lebih beradab, dan lebih kuat dalam menghadapi masa yang akan datang, sepanjang kita menyikapinya dengan cara yang benar. Bagi orang yang imannya kokoh tidak pernah ada kejadian yang merugikan. Diberi nikmat kita bersyukur, syukur itulah kebaikan. Diberi ujian kita bersabar, sabar itu pun kebaikan. Kerugian hanyalah milik orang-orang yang tidak punya keyakinan yang kokoh dan tidak punya akhlak yang mulia.
Oleh karenanya, dalam kondisi bangsa yang kurang kondusif ini, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan :
1. Marilah kita budayakan hidup bersahaja. Karena hidup bermewah-mewah, hidup glamour, hidup senang kepada yang bermerek, hidup menjadi korban mode, adalah hidup dengan biaya yang sangat tinggi. Hidup bersahaja terbukti membuat hidup ini lebih indah, lebih murah, dan lebih terhormat. Apalagi dalam hidup keseharian kita pun, kita akan lebih suka dan terpesona kepada orang yang gaya hidupnya bersahaja dibanding dengan orang yang menyiksa diri dengan menjadi korban mode, menjadi korban zaman, menjadi korban sesuatu yang tidak bernilai dalam pandangan Allah SWT.
2. Marilah kita budayakan total hemat. Aktivitas apapun yang mampu kita hemat, tanpa mengurangi produktivitas, ada baiknya jika kita lakukan penghematan. Yang namanya rejeki tidak harus dari yang tidak ada, tapi dari yang ada kita hemat sekuat kemampuan, maka itu pun menjadi rejeki karunia-Nya. Mulai sekarang biasakanlah kita untuk menghemat listrik, air, minyak, bensin, ongkos, jajan, atau apa saja yang bisa kita hemat. Lihatlah, kalau kita melakukan penghematan ini, sepertinya kita akan kaget, karena walaupun dari satu sisi rejeki kita hanya sedikit tapi kalau yang kecil-kecil kita hemat dan gabungkan maka akan menjadi sebuah bekal yang lebih dari memadai.
3. Marilah kita biasakan hidup terencana dengan baik. Jangan melakukan apapun tanpa direncanakan terlebih dahulu. Kita tahu rumusnya, "gagal dalam merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan". Bayangkan saja jikalau kita berangkat ke suatu tempat tanpa peraencanaan yang matang, maka kita hanya akan buang-buang waktu, buang-buang tenaga, dan buang-buang biaya saja. Begitu pun dalam mengeluarkan anggaran kehidupan ini, biasakanlah kita menjadi warga yang selalu merencanakan apapun yang akan kita lakukan. Insya Allah kita akan hemat waktu, hemat biaya, hemat pikiran, dan lebih dari itu, dekat dengan kesuksesan.
4. Marilah kita budayakan untuk selalu berhati-hati, berperhitungan, dan tidak ceroboh. Kita tahu betapa banyak biaya yang keluar karena kecerobohan diri kita. Kelalaian dalam berwirausaha, misalnya, akan membuat kita tertipu, kelalaian menjaga diri akan membuat kita celaka. Setiap kecerobohan ternyata akan selalu menguras biaya yang tinggi. Orang yang hidupnya selalu berhati-hati akan selalu meminimalisir resiko, yang berarti meminimalisir pula kebutuhan-kebutuhan dan biaya yang akan keluar jikalau kita ceroboh.
5. Allah Mahatahu kebutuhan kita lebih dari kita sendiri. Sesulit apapun keadaan, rejeki kita tetap ada. Hanya saja kita harus lebih kreatif dan sungguh-sungguh. Karenanya, marilah kita bersunguh-sungguh berikhtiar secara lahir, juga ikhtiar batin dengan memperkuat ibadah kita. Diantaranya dengan shalat tepat pada waktunya, setiap malam kita bertahajud, Senin – Kamis kita shaum, tiap hari kita upayakan membaca Al-Qur’an, dan juga tiap hari kita usahakan untuk bersedekah walaupun dalam keadan terbatas. Insya Allah dengan kekuatan fisik, kekuatan pikir, dan kekuatan batin, maka semoga ujian yang menimpa kita semua ini malah akan meningkatkan kualitas diri kita sehingga kita bisa menyongsong masa depan yang lebih baik, lebih barokah, dan lebih sukses dunia maupun akhirat.
Selamat berjuang saudara-saudaraku.***
Monday, May 7, 2007
Syair Cinta,....Sanitomichie
rindu 29 november
Friday, February 2nd, 2007
apakah arti kata cinta untukmu?
apakah hanya sebuah kata-kata untuk mengungkapkan perasaan kecilmu pada seorang lelaki?
dan apakah arti kata rindu yang kau katakan padaku?
apakah hanya sebuah guratan lidah untuk membuat perasaanku senang?
cinta, rindu adalah sebuah kata-kata yang takkan pernah berarti bagiku, jikala kata kata itu hanya engkau katakan berulang kali, dan tak pernah berbuat apapun untuk membuktikan hal itu
adakah kekuatan yang lebih menakutkan dirimu selain cinta?
apakah ada orang yang mampu mengatur jiwa dan ragamu selain cinta?
sepasang kaki dan tanganmu tak terbelenggu apapun untuk mendatangi diriku yang kau cintai
dan mengapakah engkau takut kepada mereka ?
apakah cintamu hanya berakhir pada sebuah ketakutan kepada seseorang?
jika aku mengetahui keberadaanmu sekarang, aku akan menyusulmu saat ini, dimanapun itu
perasaan ku telah membuat jiwaku gila karenamu
sebuah ungkapan perasaan yang tak bisa diartikan siapapun termasuk diriku
aku teramat merinduimu
aku rindu..
Ikatan tanpa cinta
Tuesday, February 27th, 2007
kuatkah ku menjalani ini??
kebersamaan kita memang indah, bahkan terasa sangat manis
kau teman berbagiku, kau tempat bersandarku
mendengarkan gelak tawaku, meredakan tangisanku,,,
menghangatkan tubuh dan jiwaku
Tapi, dalam tawa itu aku menjerit
dalam kehangatan dekapanmu ku menggigil
kau “teman” terbaikku, tapi bukan pemilik cintaku
Hatiku hanya untuknya
cinta inipun telah utuh menjadi miliknya
walau takkan pernah bersatu,,
karena aku tak mungkin memilikinya
dan tak akan pernah bisa memiliki seutuhnya
Kabarkan Padaku
Wednesday, February 28th, 2007
pastilah terselip di halaman buku
rindu yang sering kau terima
entah saat matahari baru merekah
atau senja yang beranjak tenggelam
pernahkah kau cari
lembaran yang berisi sunyi
kau bersihkan dari debu
dan lipatan yang kaburkan isi
sedang rindumu tetap ada
kusimpan rapi di almari jiwa
nanti jika kau datang lagi
bisa kau baca ulang
biar tahu apakah masih ada
rindumu ataukah perlahan hilang
jika lembaran rinduku
kau temukan kembali
kabarkan padaku
“Syair Cinta”
Semoga, sayap patahku
cukup menghangatkan pangeran hati
Yang melambungkan bahagiaku,
meneduhkan di saat diri telah merapuh
Kini kumengerti arti penantian
memahami makna gelombang sebelum daratan
saat ksatria kejora memanah mendung di angkasa
derai tawaku menjadi bintang di langit terang
binar mataku cahaya di jiwanya
dia labuhan hatiku
Merindu bidadari kecil
kau pasti tahu
aku terpenjara di antara bulat 2 bola matamu
kau pasti tahu
tawa kecilmu mendera mimpi-mimpi malamku
aduh sayang, aku lara dalam rindu
termangu di lentik mata, ikal rambut mayang
dan sayap kecil putihmu
tring-tring…
tongkatmu menaburkan bintang-bintang kecil
menyihir lamunan ayah memendar canda kita
tring-tring…
sayang,
kapan kamu terbang ke perut ibumu?
kamu tertawa riang lagi
menarik lenganku ke kumpulan awan
tring-tring….
mataku terbuka
terbangun dari mimpi
gadis kecilku
ayah lara dalam rindu
Gaun Putih Berenda
Ayah,
bila senja menjelang nanti
akan kukenakan gaun putih indah
berenda-renda dan bertabur mutiara-mutiara
Ingatkah ayah,
kala ibu mejahitkan gaun itu
titik air-matanya berubah menjadi mutiara-mutiara mungil
yang menghiasi gaun indah itu
Tahukah ayah,
kata-kata yang terangkai
adalah puisi-puisi yang merendai gaun itu
Ayah,
bila senja menjadi gelap
ada sepasang lilin dalam genggamanku
lilin yang ada disebelah kanan adalah
yang ibu pernah berikan
masih kuingat ketika ayah menaruh lilin
digenggam tangan kiriku
ayah berbisik lirih:
(lilin ini akan menerangimu dalam kegelapan, anak ku!)
ayah tahu aku takut dengan gelap
Ayah,
gaun indah ini akan juga kukenakan
selama lelap tidurku sepanjang malam nanti
agar esok pagi ketika fajar menjelang
tiada lagi titik air-mata duka ibu
tiada lagi rangkaian kata puisi-puisi lara
Ayah,
ada tujuh kurcaci dan dua bidadari
yang menemaniku di hari-hari penuh tawa-bahagia
kelak akan ada tiga, empat dan lima bidadari?.
« masih menantikanmu
Diskusi ‘Di Lengkung Alis Matamu’ »
hari menjelang tenang
hari menjelang tenang
badan ku lelah
seperti di hantam godamnya sang bima
kaki ku. kaki ku, bergetar
seakan bumi ini bergempa
saat nya pulang
lihat anak dan istri tercinta menanti
ayah bawa apa ? tanya anak ku
istri ku yang cantik hanya tersenyum
dengan malas aku menjawab
ayah hanya bawa pisang goreng, untuk neng
selalu saja begitu
setiap hari tidak ada sesuatu yang hebat yang dapat ku bawa pulang
tapi meski pun
anak ku masih melompat ke girangan
dan istri ku yang manis menyuguhkan ku teh hangat
terimakasih
Apa sih Cinta?
Banyak orang bilang CINTA itu indah..
Tapi mengapa selalu banyak pula yang dipertaruhkan..
Hati, perasaan, logika, waktu, atau bahkan mungkin UANG..
Sepi menyelimuti kala ia tak hadir disisi..
Gundah berkecamuk kala ia jauh dari pandangan..
Benci hadir kala ia menjauh..
Begitu mahal harga cinta yang harus dikorbankan.
Sangat sedikit hasil yang didapat..
Sakit, sakit, sakit saat ia mulai berpaling..
Tetapi ketabahan selalu dapat meredam amarah..
Tuhan, jika memang CINTA itu indah..
Berikanlah aku hati yang tulus untuk selalu dapat menerima kekurangan
dan kelebihan CINTA itu..
Biarkan aku hanya menCINTAiMU sampai akhir hayatku..
Jangan biarkan CINTA membuat lupa akan KAU..
Apa sebenarnya makna CINTA?
Sunday, May 6, 2007
Ada Yang Salah
<>Ada yang salah
::
Ada yang salah dan aku yang salah.
Tidak seperti itu sebuah persahabatan, harap berlebih darimu akhirnya.
Tiada penyelesaian, kutinggal di awang-awang
pedih buatmu, maaf, batinku, kutak punya pilihan…
Perih kau rasa sejuk kubawa
itu bermula… Ada yang salah dan aku yang salah
Cela kau ungkapkan, mulia kutampilkan
itu berlanjut…
embun pagi mentari punahkan
harap di hati aku musnahkan
lambai putih beralun sunyi menanti hening
semua harus usai, juga kita…
Tidak seperti ini sebuah persahabatan
Laku berlebih, dariku
sebab awal sebuah kekeliruan
Maafku, …
kutak punya pilihan.
Rindu Indahmu,..Enggan Berpaling
Rindu Indahmu
::
sayang,
sungguh kasihku padamu
tak berujungtak bertepi
walau harus kususuri lorong gelap tanpa akhir
ku takkan berbalik dan mencari terang yang lain
terangku ada di sini
di dadamu
di pelukmu yang erat
::
kasih,
betapa lelah dan luka jiwa ini mencarimu
betapa salah telah mengukiri sluruh hidupku
hanya karena ku ingin bertemu denganmu
kasih,
hati yang tlah lelah ini
kerap berteriak nyalang
dan ia tak pernah henti menjeritkan
kerinduannya padamu
seduku tertahan
bila teringat betapa airmata tlah melumuri jiwaku
yang selalu berlinang
dan terus berlinang
mengapa tak kunjung berakhir perjalanan ini
ketika kutemu dirimu
tetes bahagia membasah di sudut mataku
apakah kaki yang renta ini
tlah menemukan perhentiannya?
kurasakan cintamu
yang sangat dalam
menjelajahi relung hatiku
memberi kesejukan dalam dahaga yang kering
cinta,
siapa yang berani berkata telah menemukan cinta,
bila ia tak pernah diuji
dengan hati yang pedih menahan perih
dengan mata yang sembab membasah
dengan tubuh yang lunglai
dan kelemahan yang terus berderai-derai
dihantam dera
dan cinta pun hadir,
mengusap wajah penuh airmata
membelai tubuh ringkih meringkuk
menenangkan hati yang meratap lirih
dan cinta,
hanya cinta yang mampu merubuhkan gunung
yang mampu menenggelamkan gurun
yang mampu memberi hidup diantara mati
dalam matiku
kutemukan lagi hidupku
dalam rinai pelangi cintamu
menuntunku menyusuri alur yang pernah hilang
cinta,
kumohon,
jangan pernah lagi hilang
walau sekejap
cinta,
kumohon,
izinkan dirimu menjadi perhentian akhirku
karena tak pernah lagi kuingin
memulai perjalanan penuh luka
cinta,
kumohon,
jangan pernah lagi meneteskan airmataku
cinta,
aku membutuhkanmu
karena aku mencintaimu,
cinta,
aku mencintaimu
karena aku mencintaimu ...
Enggan Berpaling
Mungkin dia tidak tahu ada yang terluka di sisinya
Mereka bahagia tampaknya, penuh kasih, penuh mesra
masih menghangat raga baru empat bulan lamanya.
Tidak ingin, hanya pilu
kemana milikku yang selalu terbawa angin.
Aku juga punya tapi aku tak punya.
Wujud hanya desir lembut
Laku hanya tergores di angan
desah hanya bisik perlahan
memang tiada
Aku punya, tapi mana dirinya ?
Ku tlah enggan berpaling, hanya punya satu.
Tidak berbanding dengan dirinya
aku tersenyum, selalu ada yang ingin merebutnya dariku.
Kupandang dengan sudut mata
aku harus bersabar.
Hanya penantian,
Ku tak ingin berpaling, dramaku tlah berakhir.
Andai Kau Tahu Lelahku,..
Andai kau tahu lelahku ...
::
Kukira langkahku telah berakhir disini
Di persimpangan jalan yang sunyi
Menanti kereta usang menjemputku
Membawaku ke tempat menyepi
Kereta usang urung menjemputku
Seekor kuda yang gagah menghampiri dan merundukkan punggungnya
Memintaku untuk naik dan mengikutinya pergi
Ku terpana dan tiada kusadar kakiku menapak di sadelnya
Kuda gagah membawaku ke tempat yang indah
Lembah yang penuh warna ceria dan tawa
Hingga ku lupa luka dan duka yang hendak kubawa pergi
Hingga ku lupa bahagia tiada mungkin seindah ini
Kuda gagah telah berhenti di tepian sungai
Melepas lelah dan menatapku lemah
Seketika ku tersadar
Bahagia tiada mungkin seindah ini
Tiada cinta tanpa luka
Tiada rindu tanpa duka
Pekikku pada diri
mengapa ku tak belajar dari lukaku
mengapa lagi-lagi kubiarkan cinta menghajarku
tanpa ampun
Di sudut lembah penuh warna ceria dan tawa
Ada sepi disini
Ada ngilu yang merambati seluruh pembuluh darahku
Getir
Tiada pernah kumemilih suka diatas luka
Tiada pernah kuingin tawa diatas duka
Angin berhembus mengelus pelan pipiku
Bulir bening mengalir cepat dan memecah di udara
Cukup!
Takkan kubiarkan pipi ini menghangat lagi
Takkan kubiarkan mata ini memerah lagi
Takkan ...

I Miss U Forever
I miss you forever! (TB)
::
Hari hari yang sempurna
Ketika selalu melihat rembulan tersenyum
Ketika selalu berada di naungan sinar senja yang hangat
Ketika dua tangan terpaut erat tak ingin melepaskan nafasnya
Hari-hari yang sempurna
Ketika hangatnya mentari mampu mengeringkan luka yang menganga
Ketika gelap merapat dipeluk hangat senyum manis bidadari
Ketika kebersamaan membuat jiwa ini dapat bertahan
Hari-hari yang sempurna
Ketika bersamamu
Hari-hari yang sempurna
Ketika selalu kau bantu jiwa ini bertahan
Bertahan sampai sejauh ini ...
Bertahan sampai hari ini ...
Hari-hari yang sempura
Ketika rasanya semua masalah sirna
Ketika semua penuh tawa dan keceriaan
Hari-hari yang sempurna
Ketika kau membuatku lupa dimana seharusnya ku berpijak
Ketika kau bantu untuk melupakan siapa diriku
Ketika kau bantu aku untuk menjadi manusia baru
Walau masih merangkak, tertatih, mencari jati diri baru
Walau masih banyak tabir yang harus disingkap satu demi satu
Kau telah memperoleh apa yang kau inginkan
Kau telah memperoleh apa yang kau mau
Kegetiran dalam jiwa yang hancur bergantung padamu
Gelap yang menggelayut resah,
Tergulung ombak... lepas terhempas dibatu karang yang menyayat tubuh
Hari-hari sempurna telah berlalu
Kesendirian dan kehampaan yang tinggal
Merengas di tanah kering kerontang
Menggelepar...
Berdebu...
Menanti kematian yang tidak kunjung tiba...
Seorang Lelaki Sederhana,Kau Tlah Bersama Yang BAru
Seorang lelaki sederhana
Seorang lelaki sederhana
dengan keinginan yang sederhana
…dan mimpi yang sederhana
menegurku halus,
……ah, ternyata
aku mencinta kesederhanaan.
Kau tlah bersama yang baru
::
Rinai hujan telah reda
Lantunan tetes bersentuh batu tlah lama usai
Di balik tirai dia masih menekuri kaca
bening menembus kehidupan di luar sana.
Ada yang kau nanti, Manis ?
Pangeran tampan dengan kreta kudanya,
atau pemuda gagah dengan bajaknya,
Sendu pias wajahnya menyerut kalbu.
Mengapa kau masih menantinya, Manis ?
Dia tlah pergi dengan gadisnya,
Dia tlah tinggalkan engkau,
Mengapa kau masih percaya padanya, Manis?
Setelah semua kebohongannya,
setelah semua dusta rayunya.
Muram di telaga hitamnya
mengalir alir melewati halus kulitnya
membasah,...
Terlalu lembut untuk disakiti
Parasnya menyorot duka, apakah ini upah setia ?
Manisku, lupakan dirinya
yang tlah berubah muka
yang tlah menjilat ludahnya
yang tlah membuatmu tersia-sia
Manisku, jangan salah duga
Ku tak sodorkan diri
Ku hanya ingin unjuk hati
Bahwa ku punya rasa
Manisku, ku tak mampu lupakanmu
wajah sendumu
mata lukamu
pipi basahmu
Andai ku mampu balaskan dendammu...
Manisku, itu crita lama
Karena kini ku tahu
Kau tlah bersama yang baru
Puisi Cinta Mengapa seperti Ini,..
Mengapa Seperti Ini?
::
Apa rencanaMu, ya Cintaku ?
Kuterjerembab dalam lubang
Yang kugali sendiri
Bermain rasa dan biarkan meraja
Tidak mengerti makna,
Apakah ini akhir penderitaan
Atau awal kehancuran
Sungguh tidak kumengerti
Masih terasa sembilu menusuk di dada
Masih membekas airmata
Masih terkoyak
Masih kerap tersedu
Aku hilang rasa
Hilang raga
Hilang rupa
Hilang melayang
Bintang tertutup awan
Tak tentu arahkan kemudi
Mana yang dituju
Mana yang diharap
Walau harus menjadi puing
Kalau memang harus dilewati
Aku tak perduli
Pasti kan kujalani
Puisi Ada Yang Tertinggal Disana,..
Ada yang tertinggal di sana
::
Kasih, telah kususuri jejak alur yang berliku.
Penuh rencah berduri, belukar hitam berderak, lumpur menutupi setiap tapak yang melekat.
Tak pernah kutolehkan pandangku ke belakang,
karena aku tak ingin menjadi ragu dan berbalik arah.
Jejak tlah tak terlihat. Alur tak berbekas. Semua jalanku menujumu tertutup rapat.
Tlah kumusnahkan semua tentangmu. Tentangmu, tentu, semua yang bisa terlihat di mataku.
Bertahun kucari hidupku, bertahun kutipu diriku, bertahun kuingkari hatiku, bertahun kujalani apa yang kusebut menebus dosaku padamu…
Tak pernah kumengerti jalan yang kini ada di hadapanku.
Mengapa semua berbalik arah menatapku?
Mengapa semua mengulurkan tangan meraihku ke dalam derainya?
Mengapa aku tak diizinkan menghilangkanmu?
Seperti aku telah menghilangkan yang lain.
Mungkin kau sudah memahami semua yang telah terjadi.
Mungkin kau sudah mendapat kebijaksanaan dan kerendah hatian untuk menerima semua yang telah terjadi.
Mungkin kau sudah bisa melangkah menuju hidupmu yang baru.
Mungkin, …
Tapi aku masih tetap di sana.
Kakiku berlari, sementara belenggu masa lalu masih terjuntai di dadaku.
Harapan, sejujurnya, aku sudah tak punya.
Ku sadar salahku padamu, ku sadar lukaku padamu, ku sadar perihku padamu, ku sadar ku tak pantas punya harapan.
Bertahun kumimpikan yang sama. Kebahagiaan, yang telah kutinggalkan tanpa hati. Dan sekarang, tiada hakku untuk bermimpi.
Ku terjerat di simpang masa laluku.
Tak pernah benar-benar hilang. Tak pernah ada yang hilang.
Ku tetap hidup dengan masa laluku.
Setiap sudut yang bercerita tentang kita, selalu terngiang.
Setiap lagu yang kita nyanyikan bersama, selalu membuatku berlinang.
Dan kini, tak tentu arahku kemana.
Menyadari apa yang sudah tak patut kumiliki.
Hanya langkah-langkah hati yang membawaku, entah kemana.
Puisi Cinta Maafku Padamu,...
Maafku, padamu
::
Laut,
perasaanmu setajam pedang
kala kau meradang, menatapku curiga
tak pernah kau percaya hatiku sudah milikmu
Langit,
ku biarkan awan menyaput kelabu
sehingga ku bisa berlindung dibaliknya
sehingga ku bisa berlari darimu
Laut,
gelombang tinggi menghajar seluruh relung
perahu sobek terombang-ambing
mulai karam
Langit,
ku tatap dirimu
ku sadar
kau terlalu jauh, sekarang
Laut,
dalammu bisa merasakan
hatiku tak pernah kembali untukmu
Langit,
apa yang bisa kuperbuat sekarang
tak satupun,
karena apapun takkan membuatmu kembali padaku
Kau sudah terlalu jauh
Laut,
takkan kuulangi kesalahan yang lalu
segala kesemuan
kusudahi
Langit,
rintikmu membasahiku
dengan tubuh basah berpeluh pedih
ku melangkah menerima takdirku
Puisi Cinta Hati Wanita
Hati Wanita
::
Cinta itu indah sekaligus menyakitkan
Dulu pernah kau katakan
Indahnya dicintai oleh orang yang kita cintai
Lalu mengapa indahnya kau hapus
Hanya karena ratap tangisku
Hanya karena lemahnya hati yang kubiarkan lemah
Hanya karena aku ingin merasa menjadi seorang wanita?
Salahkah bila saat ku menjadi wanita
Kutangisi hubungan panjang tak jelas kapan berakhir?
Salahkah bila saat ku menjadi wanita
Kuinginkan diriku menjadi segalanya untukmu?
Salahkah bila saat ku menjadi wanita
Kuinginkan dirimu hanya untukku seorang?
Bila itu salah
Maka menjadi wanita adalah salah
Mungkin
Memiliki hati seperti wanita adalah hal yang paling salah
Karena pernah kukatakan dulu
Kehadiranmu membuatku menjadi seorang wanita yang sempurna
Dan mungkin itu kini menjadi salah ...
Puisi Cinta Letihku Mencintaimu,..
Letihku karena mencintaimu
::
Petir,
Kini ku sadar apa sebab sakitku berhari-hari,
berminggu-minggu, berbulan-bulan ...
Kelelahan yang amat sangat membuat tubuh ini tak mampu lagi melawan
penyakit apa pun.
Mencintaimu telah membuatku kehabisan energi
Mencintaimu telah membuatku mengeluarkan semua harapan yang kupunya
Mencintaimu membuat setiap hari buatku adalah tangisan keletihan
Letih ... sebab aku sangat mencintaimu
sangat mengharapkanmu
Tapi harapan itu selalu dihantam badai
sehingga kini karam di dasar lautan
Dan tubuh yang telah banyak berharap ini, kehilangan penopangnya
karena hati terus memaksa untuk tetap mencintaimu
walau tak tentu apa yang harus dituju
Aku mencintaimu, sayang
Walau kumencintai tanpa boleh punya harapan.
Dan setiap harapan itu muncul, selalu kutikam dalam-dalam
Agar sakit yang meretas-retas bisa kunikmati perlahan.
Sehingga sakit pun tak lagi terasa sakit
Karena semua cara kulakukan agar ku bisa menikmati sakit
agar cinta ini tak pernah lelah ...
Dan itu yang kini membuat ku kehabisan darah.
Sebuah jiwa yang bening (TB)
::
Sebuah jiwa yang bening, selalu ku ungkap ketika mengenangmu
Jiwa yang jujur, luluh dalam tautan benang kasih
Irama yang mengalun merdu selalu mengiring bayangmu
Kemana pun mimpi ini berjalan
Kasih,
Lengkap sudah kebahagiaan memilikimu
Ketulusan hatimu yang sejuk seperti tetesan embun pagi
Menghilangkan dahaga prasangkaku.
Prasangka yang telah lama mencengkeram hati
Hingga menjadi panas membara
Kini tlah dingin
Menjadi debu yang tertiup angin
Tlah kulihat jiwamu yang tulus mencintaiku,
Kebeningan kasihmu memeluk kelelahan hatiku
Yang tlah lama mengharap
Kasih,
Seandainya kau tahu prasangka yang mencengkeramku
Akankah kau tetap mencintaiku?
Akankah cinta yang kau beri tetap mengalir seperti saat ini?
Kasih,
Kebeningan hatimu tlah luluhkan hatiku
Ketegaranmu mencintaiku telah memelukku
Hingga ku tak ingin mengembara lagi
Kasih,
Cintamu seperti rumah bagiku,
Rumah yang nyaman untuk kutinggali
Rumah yang akan kuhias
Kurawat dengan ribuan kasih yang tertumpuk di dada ini,
Yang belum pernah terungkap selama hidupku
Kasih,
Biarlah masa lalu menjadi masa lalu,
Seiring dengan prasangka yang hilang terbang tertiup angin
Biarlah rumah yang dulu lenyap dari anganku
dan anganmu
Biarkan rumah kita sekarang tumbuh menjadi rumah yang baru
Sebuah rumah cinta tempat kebeningan hati saling berbagi
Biarlah yang dulu tetap menjadi dulu
dan kekinian cinta kita menjadi penguasa
Cinta,
dalam hati ini, hanya ada anganmu selalu
sebuah jiwa yang bening
dan sebuah rumah cinta yang baru.
Puisi Cinta ...Dan Iapun Berlalu
Dan ia pun berlalu ...
::
Akhirnya kau ciptakan
Jarak yang tak terlihat
Ada hati yang perlahan menjauh
Ada rindu yang perlahan melemah
Ada cinta yang perlahan mengigaukan lolongan panjangnya
Langit tlah meredup
Harap di hati tlah pudar
Mimpi pun tlah terbunuh
Bukan dirimu yang patut kau cemaskan, kawan
Kau tak pernah tahu pahitnya diperdaya cinta
Kau tak pernah tahu indahnya cinta
Sebelum kau mati karenanya
Tlah kulihat pias pucat di wajahnya
Tlah kulihat airmata yang mengering di pipinya
Tlah kulihat binar itu yang kini tlah padam
Ia hanya menggeleng lemah
Tak ingin bicara
Ia masih seperti gadisku sepuluh tahun yang lalu
Gadis yang sama
Dengan paras yang sama
Ketika ia memilih untuk meninggalkanku
Tiada seorang pun yang dapat meredakan ombak
Tiada seorang pun yang dapat menenangkan angin
Hanya ia
Yang mampu membuatku bersimpuh
Memohon hatinya kembali untukku
Ia, sang pemetik badai
Tak pernah kulupa tatap matanya
Menghunjam ke jiwaku
Dan ia pun berlalu
Tak mudah memahami hatinya
keras bagai pualam, lembut laksana sutra
Tiada hati yang abu-abu
Hitam dan putih
Tegas dan tegar
Tak ragu berkeputusan
walau harus menangisi jejak sepanjang jalan
Dan aku tahu,
ia tlah melakukan hal yang sama padamu
Seperti sepuluh tahun yang lalu
Tiada sedu,
Parasnya beku menatapku.
Akhirnya ia bersuara,
“Tlah kusudahi sebuah perjalanan
perjalanan sia-sia sebuah harap dan mimpi.
Kini kuyakin harap dan mimpi tak pernah ada.
Yang ada hanyalah kenyataan yang harus dihadapi.
Dan aku akan melaluinya, lagi.
Tanpa airmata.”
Suara datar itu serasa mencabik-cabikku,
Kesedihannya tak terbias di paras bekunya
Paras yang sama
Sepuluh tahun yang lalu
ketika ia memilih untuk meninggalkanku
Bertahun kubiarkan kenangan mengisi angankuKini
Gadis ceria penuh semangat
Matanya yang slalu berbinar
Kerinduannya yang membuncah saat bertemu
Hangat peluknya masih terasa di tubuhku
Dan akhirnya semua lenyap karena kesalahanku
Setiap detik kujeritkan sesalku
Betapa permata indah
tlah terlepas dari genggamanku
Seorang gadis
Yang mampu meredakan ombak
Menenangkan angin
Setia menantiku dalam harap
Yang kukandaskan dalam kebodohanku
Paras beku itu
Sepuluh tahun yang lalu
Hanya menatapku
dan ia pun berlalu
Paras beku itu tercenung
Di sini, di sebuah tempat yang sunyi
Ku rasakan keletihannya
Kesendiriannya
Tiada pernah bisa dibagi
“Mungkin aku memang tak boleh memiliki.
Sebuah hidup hanya berdua.
Mungkin aku harus dimiliki oleh semua,
sehingga tiada yang terluka.”
Suara yang tetap datar,
kurasakan kebencian yang amat sangat
telah melelehkan hatinya yang lembut
berganti dengan dendam panjang tak berkesudahan
Dan aku hanya bisa tertunduk
kecewa
mengapa kau tiada berbeda denganku
mengeringkan airmatanya
lalu memohon ampun padanya
Sungguh
ia hanya akan menatapmu
dan berlalu.
:: Maafkan aku
Puisi Cinta... Menanti DalamSepi
Menanti dalam sepi
::
Kemarin kulihat ia menangis
dalam hening
dalam diam
tanpa airmata
Namun kutahu ia menangis
Sekarang kulihat ia telah tertawa
walau masih ada luka di matanya
walau masih terasa lelah di hatinya
namun ia telah tertawa
Kutahu ia telah pasrah
Kutahu ia telah menyerah
tak berdaya pada kuasa hatinya
tak kuasa pada kehendak cintanya
Dan kini ia hanya diam
menanti
dalam rindu yang amat sangat
dalam sepi yang menyengat
Menanti sesuatu yang tak pasti
tapi ia tak peduli
ia hanya tahu
cinta yang ia miliki
pasti.
Aku, kau dan dia
::
Apa yang tersisa dari sepotong hati yang terluka?
Aku telah menemuinya. Menatapnya dalam diam.
Matanya teduh, lembut dan penuh sabar.
Tiada riak emosi. Yang kurasakan hanya kepasrahan yang mengalir.
Sebuah ketenangan yang luar biasa.
Aku telah menemuimu. Menatapmu dengan airmata.
Andai kau beri aku sebuah ruang untuk berpikir dan memilih.
Tapi kutahu kau takkan pernah berikan ruang itu.
Karena kau sangat mengenalku.
Lalu kini, semua membeku.
Cair lalu kembali membeku.
Membeku dalam heningku.
Membeku dalam ketidaktegasanmu.
Apakah kau pernah mencoba memahami hati wanita?
Apakah kau pernah tahu berkorban adalah jalan hidup wanita?
Wanita selalu memilih untuk berkorban,
mengorbankan dirinya, demi yang dicintainya.
Lalu kini, siapa yang kau inginkan untuk berkorban?
Ketika semua memilih untuk berkorban, lalu apa yang yang kau dapatkan?
Ketika semua memilih untuk membahagiakan yang lain,
lalu siapa yang sebenarnya akan bahagia?
Aku telah menemuinya. Memeluknya erat.
Aku tahu ia tak pernah membenciku.
Aku tahu aku tak pernah bisa menyakitinya.
Aku tahu kasih tlah hadir di ruang itu.
Namun aku tak pernah yakin, apakah aku sanggup melaluinya.
Aku tidak siap dengan kenyataan ini.
Aku tahu kau pun tak siap.
Dan juga dia.
Bagaimana semua ini bisa terjadi, tak pernah bisa kumengerti.
Mengapa kau bersikukuh mengejar awan di langit?
Mengapa kau bersikeras meredakan ombak?
Mengapa kau berkorban demikian besar tuk meruntuhkan hatiku?
Cinta ini tak pernah padam. Cinta ini selalu ada.
Cinta ini terus berharap. Harapan yang membuatnya selalu hidup.
Menanti seseorang yang pantas menerimanya.
Tuk selamanya.
Ku tak sanggup memadamkan api yang telah kau kobarkan.
Kuharap kau mengerti.
::
Tak bisakah kau menungguku
::
hatiku bimbang namun tetap pikirkanmu
selalu slalu dalam hatiku
ku melangkah sejauh apapun itu
selalu kau di dalam hatiku
ku berjalan berjalan memutar waktu
berharap temukan sisa hatimu
mengertilah kuingin engkau begitu
mengerti kau di dalam hatiku
tak bisakah kau menungguku
hingga nanti tetap menunggu
tak bisakah kau menuntunku
menemani dalam hidupku
tak ada kau mencari hidupku
kemana kau tahu isi hatiku
tunggu sejenak aku di situ
Ikhlas,....
Ikhlas
Semoga Allah mengaruniakan kepada kita hati yang ikhlas. karena betapapun kita melakukan sesuatu hingga bersimbah peluh berkuah keringat, habis tenaga dan terkuras pikiran, kalau tidak ikhlas melakukannya, tidak akan ada nilainya di hadapan Allah. Bertempur melawan musuh, tapi kalau hanya ingin disebut sebagai pahlawan, ia tidak memiliki nilai apapun. Menafkahkan seluruh harta kalau hanya ingin disebut sebagai dermawan, ia pun tidak akan memiliki nilai apapun. Mengumandangkan adzan setiap waktu shalat, tapi selama adzan bukan Allah yang dituju, hanya sekedar ingin memamerkan keindahan suara supaya menjadi juara adzan atau menggetarkan hati seseorang, maka itu hanya teriakan-teriakan yang tidak bernilai di hadapan Allah, tidak bernilai!
Ikhlas, terletak pada niat hati. Luar biasa sekali pentingnya niat ini, karena niat adalah pengikat amal. Orang-orang yang tidak pernah memperhatikan niat yang ada di dalam hatinya, siap-siaplah untuk membuang waktu, tenaga, dan harta dengan tiada arti. Keikhlasan seseorang benar-benar menjadi amat penting dan akan membuat hidup ini sangat mudah, indah, dan jauh lebih bermakna.
Apakah ikhlas itu? Orang yang ikhlas adalah orang yang tidak menyertakan kepentingan pribadi atau imbalan duniawi dari apa yang dapat ia lakukan. Konsentrasi orang yang ikhlas cuma satu, yaitu bagaimana agar apa yang dilakukannya diterima oleh Allah SWT. Jadi ketika sedang memasukan uang ke dalam kotak infaq, maka fokus pikiran kita tidak ke kiri dan ke kanan, tapi pikiran kita terfokus bagaimana agar uang yang dinafkahkan itu diterima di sisi Allah.
Apapun yang dilakukan kalau konsentrasi kita hanya kepada Allah, itulah ikhlas. Seperti yang dikatakan Imam Ali bahwa orang yang ikhlas adalah orang yang memusatkan pikirannya agar setiap amalnya diterima oleh Allah. Seorang pembicara yang tulus tidak perlu merekayasa kata-kata agar penuh pesona, tapi ia akan mengupayakan setiap kata yang diucapkan benar-benar menjadi kata yang disukai oleh Allah. Bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Bisa dipertanggungjawabkan artinya. Selebihnya terserah Allah. Kalau ikhlas walaupun sederhana kata-kata kita, Allah-lah yang kuasa menghujamkannya kepada setiap qalbu.
Oleh karena itu, jangan terjebak oleh rekayasa-rekayasa. Allah sama sekali tidak membutuhkan rekayasa apapun dari manusia. Allah Mahatahu segala lintasan hati, Mahatahu segalanya! Makin bening, makin bersih, semuanya semata-mata karena Allah, maka kekuatan Allah yang akan menolong segalanya.
Buah apa yang didapat dari seorang hamba yang ikhlas itu? Seorang hamba yang ikhlas akan merasakan ketentraman jiwa, ketenangan batin. Betapa tidak? Karena ia tidak diperbudak oleh penantian untuk mendapatkan pujian, penghargaan, dan imbalan. Kita tahu bahwa penantian adalah suatu hal yang tidak menyenangkan. Begitu pula menunggu diberi pujian, juga menjadi sesuatu yang tidak nyaman. Lebih getir lagi kalau yang kita lakukan ternyata tidak dipuji, pasti kita akan kecewa.
Tapi bagi seorang hamba yang ikhlas, ia tidak akan pernah mengharapkan apapun dari siapapun, karena kenikmatan baginya bukan dari mendapatkan, tapi dari apa yang bisa dipersembahkan. Jadi kalau saudara mengepel lantai dan di dalam hati mengharap pujian, tidak usah heran jikalau nanti yang datang justru malah cibiran.
Tidak usah heran pula kalau kita tidak ikhlas akan banyak kecewa dalam hidup ini. Orang yang tidak ikhlas akan banyak tersinggung dan terkecewakan karena ia memang terlalu banyak berharap. Karenanya biasakanlah kalau sudah berbuat sesuatu, kita lupakan perbuatan itu. Kita titipkan saja di sisi Allah yang pasti aman. Jangan pula disebut-sebut, diingat-ingat, nanti malah berkurang pahalanya.
Lalu, dimanakah letak kekuatan hamba-hamba Allah yang ikhlas? Seorang hamba yang ikhlas akan memiliki kekuatan ruhiyah yang besar. Ia seakan-akan menjadi pancaran energi yang melimpah. Keikhlasan seorang hamba Allah dapat dilihat pula dari raut muka, tutur kata, serta gerak-gerik perilakunya. Kita akan merasa aman bergaul dengan orang yang ikhlas. Kita tidak curiga akan ditipu, kita tidak curiga akan dikecoh olehnya. Dia benar-benar bening dari berbuat rekayasa. Setiap tumpahan kata-kata dan perilakunya tidak ada yang tersembunyi. Semua itu ia lakukan tanpa mengharap apapun dari orang yang dihadapinya, yang ia harapakan hanyalah memberikan yang terbaik untuk siapapun.
Sungguh akan nikmat bila bergaul dengan seorang hamba yang ikhlas. Setiap kata-katanya tidak akan bagai pisau yang akan mengiris hati. Perilakunya pun tidak akan menyudutkan dan menyempitkan diri. Tidak usah heran jikalau orang ikhlas itu punya daya gugah dan daya ubah yang begitu dahsyat.
Dikisahkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad, sebagai berikut :
Tatkala Allah SWT menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptkana gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya? "Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?"
Allah menjawab, "Ada, yaitu besi" (Kita mafhum bahwa gunung batu pun bisa menjadi rata ketika dibor dan diluluhlantakkan oleh buldozer atau sejenisnya yang terbuat dari besi).
Para malaikat pun kembali bertanya, "Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada besi?"
Allah yang Mahasuci menjawab, "Ada, yaitu api" (Besi, bahkan baja bisa menjadi cair, lumer, dan mendidih setelah dibakar bara api).
Bertanya kembali para malaikat, "Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada api?"
Allah yang Mahaagung menjawab, "Ada, yaitu air" (Api membara sedahsyat apapun, niscaya akan padam jika disiram oleh air).
"Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?" Kembali bertanya para malaikta.
Allah yang Mahatinggi dan Mahasempurna menjawab, "Ada, yaitu angin" (Air di samudera luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung, dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tersimbah dan menghempas karang, atau mengombang-ambingkan kapal dan perahu yang tengah berlayar, tiada lain karena dahsyatnya kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat).
Akhirnya para malaikat pun bertanya lagi, "Ya Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?"
Allah yang Mahagagah dan Mahadahsyat kehebatan-Nya menjawab, "Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya."
Artinya, orang yang paling hebat, paling kuat, dan paling dahsyat adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah yang dilakukannya bersih, tulus, dan ikhlas tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan untuk diketahui orang lain.
Inilah gambaran yang Allah berikan kepada kita bagaimana seorang hamba yang ternyata mempunyai kekuatan dahsyat adalah hamba yang bersedekah, tetapi tetap dalam kondisi ikhlas. Karena naluri dasar kita sebenarnya selalu rindu akan pujian, penghormatan, penghargaan, ucapan terima kasih, dan sebagainya. Kita pun selalu tergelitik untuk memamerkan segala apa yang ada pada diri kita ataupun segala apa yang bisa kita lakukan. Apalagi kalau yang ada pada diri kita atau yang tengah kita lakukan itu berupa kebaikan.
Nah, sahabat. Orang yang ikhlas adalah orang yang punya kekuatan, ia tidak akan kalah oleh aneka macam selera rendah, yaitu rindu pujian dan penghargaan. Allaahuakbar.***
Masih ku tak berdaya…
melupakan mu…
dihatiku berkata…
apakah sebenarnya cinta…
di hati ini…
hanya mainan semata…
namun kau tak mengerti…
apa sebenarnya yang telah terjadi…
di diri ini…
kau yang masih di hati…
tidak terdaya untuk mengundur diri…
dari mu…
Setelah engkau pergi…
tiada apa yang ada di diri ini…
kuharapkan kau berubah hati…
semoga kau akan kembali di diri ini…
Hakikat Cinta,...
Getaran Allah Di Padang Araffah
Etika Berwira Usaha
Hikam:
"Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa dan janganlah kamu tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksanya." (QS. Al-Maidah: 2)
Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah SWT suka kepada hamba yang berkarya dan terampil. Barang siapa bersusah payah mencari nafkah untuk keluarganya, maka dia serupa dengan seorang mujahid fisabilillah." (HR.Imam Ahmad)
Rasul Adalah seorang entrepreunership atau wirausahawan. Mulai usia 8 tahun 2 bulan sudah mulai menggembalakan kambing. Pada usia 12 tahun berdagang sebagai kafilah ke negeri Syiria dan pada usia 25 tahun Rasul menikahi Khadijah dengan mahar 20 ekor unta muda. Ini menunjukan bahwa Rasul merupakan seorang wirausahawan yang sukses.
Jiwa wirausaha harus benar-benar ditanamkan dari kecil, karena kalau tidak maka potensi apapun tidak bisa dibuat menjadi manfaat. Prinsip dari wirausahawan adalah memanfaatkan segala macam benda menjadi bermanfaat. Tidak ada kegagalan dalam berusaha, yang gagal yaitu yang tidak pernah mencoba berusaha.
Gagal merupakan informasi menuju sukses, keuntungan bukan hanya untung untuk diri sendiri tapi juga untuk orang lain. Kredibilitas diri kita adalah modal utama dalam berwira usaha, dengan menahan diri untuk tidak menikmati kebahagiaan orang lain sebagai keberuntungan kita. Jual beli bukan hanya transaksi uang dan barang, tapi jual beli harus dijadikan amal soleh yaitu dengan niat dan cara yang benar.
Uang yang tidak barokah tidak akan dapat memberi ketenangan, walau sebanyak apapun akan tetap kekurangan dan akan membuat kita hina. Berjualan dengan akhlak yang mulia, pembeli tidak hanya mendapat fasilitas dan tidak hanya mendapatkan barang tapi juga melihat kemuliaan akhlak seorang penjual.
Getaran Allah Dipadang Araffah
Saudaraku para tamu Allah dan juga saudaraku di Tanah Air yang kali ini atas izin Allah bisa merasakan getaran orang-orang yang bersyukur di tanah Arafah. Inilah saat yang paling dirindukan oleh orang-orang yang beriman, saat diundang ke tanah di mana Allah menghadapkan hamba-hamba-Nya kepada para malaikat di hari Arafah. Pada saat inilah Allah menjanjikan pembebasan dari api jahanam sebanyak-banyak hamba-hamba-Nya. Dan pada hari ini Allah juga menjanjikan diampuni lumuran dosa-dosa, dihapus aib-aib yang menyelimuti, kerak-kerak kenistaan disingkirkan, dibukanya lembaran-lembaran baru yang putih bersih.
Saudaraku para tamu Allah. Begitu banyak orang yang bertawakal dan bersimpuh di hadapan Allah. Diseluruh pelosok negeri. Mungkin di pedesaan, di lereng-lereng, maupun dipersawahan. Mereka ini mungkin siang malam bersandar kepada Allah. Mereka tiada henti memuja Allah. Bahkan mungkin bisa jadi kedudukan mereka lebih tinggi di sisi Allah dibanding kita yang sehari-hari melumuri diri dengan dosa, lebih banyak dipakai memuaskan diri kita dibanding memuaskan perintah Allah. Tapi sampai sekarang mereka belum pernah merasakan nikmatnya jamuan Allah di Arafah ini. Inilah saatnya kita harus merasa malu. Karena, lebih banyak orang yang berhak wukuf di Arafah ini dibanding kita.
Kita lihat orang di keningnya berbekas dengan bekas sujud hanya bisa menangis sepanjang hayatnya untuk bisa dijamu oleh Allah di Padang Arafah ini. Tapi, kapan kita melakukan seperti itu? Karena itu, saudaraku yang hadir di bumi Arafah ini, hari ini adalah hari buat kita untuk bersyukur. Bisa jadi kita hadir di tempat ini bukan karena kesalehan kita. Kehadiran kita di sini mungkin karena ridlo Allah atas orang-orang yang kita sakiti yang mereka balas sakit hatinya dengan doa kemuliaan bagi kita. Mungkin kita berada di tempat ini berkat doa fakir miskin yang kita lempar dengan uang seratus rupiah tapi mereka menerimanya dengan ridlo dan memohon kepada Allah agar mengampuni kita.
Mungkin kita berada di tempat ini berkat doa para pembantu yang tidak pernah kita hargai jasa baiknya tetapi mereka sabar bangun malam dan meminta kita diberi hidayah. Mungkin kita berada ditempat ini karena doa orang tua kita yang tiada henti-hentinya agar memilik ianak yang saleh dan salehah, padahal begitu sering kita melukai hatinya. Atau, mungkin kita berada di tempat ini karena doa anak-anak kita yang sering dikecewakan contoh buruk yang kita lakukan sehingga mereka meminta kepada Allah agar memiliki orang tua yang saleh dan salehah. Tentunya tiada kebaikan yang mengantar kita ke tempat ini selain kemurahan Allah yang Maha Agung. Kita berutang banyak saudara-saudaraku sekalian.
Baiklah saudara-saudaraku sekalian. Tidak ada jalan bagi kita untuk menjadi sombong dan takabur dengan jamuan Allah di Arafah ini kecuali kita harus malu dan jujur kepada diri sendiri. Harta yang Allah titipkan kepada kita, tak jarang kita nafkahkan sekadar sisa dari uang jajan kita. Zakat enggan kita bayarkan. Sedekah bagi orang yang paling lusuh dengan cara yang paling memalukan. Bahkan, kita lebih suka membelikan barang-barang yang mahal untuk kita pamerkan kepada makhluk dari pada menafkahkan harta di jalan Allah untuk bekal kepulangan kita.
Lalu lihatlah bagaimana kita bersujud kepada Allah. Dari 24 jam satu hari Allah memberikan waktu kepada kita, sujud sering kita percepat. Bahkan, kalau perlu hampir kita tidak pernah ingat kepada Allah yang Maha Agung. Di manakah letak amal baik kita? Nikmat dari Allah tiada henti dan tiada putus. Sedangkan pengkhianatan kita tiada henti dan tiada terputus. Entah mengapa Allah memberi kesempatan kita berada di tanah Arafah ini? Rasanya lebih banyak orang yang lebih layak untuk dimuliakan Allah saat ini.
Saudara-saudaraku sekalian. Hari ini Allah menurunkan para malaikat di sekitar tenda. Sebagian para malaikat sudah menyaksikan aib-aib yang ada pada diri kita. Sebagian malaikat yang lain tahu secara persis siapa diri kita, ada yang mencatat kata-kata kita yang begitu jarang menyebut nama Allah. Lalu mereka tahu betapa banyaknya orang yang terluka hatinya, tercabik-cabik perasaannya. Allah maha tahu fitnah yang tersebar karena lisan kita selama ini, berapa banyak orang yang terjerumus ke dalam maksiat karena kita yangmenunjukkannya. Di antara malaikat yang hadir saat ini ada yang menyaksikan kita mendekati zina dengan mata kita, dengan lisan kita, karena tiada yang tersembunyi bagi Allah.
Sesungguhnya hari ini adalah hari yang paling malu bagi kita. Orang busuk seperti kita ini diberi kesempatan berada di tempat mulia, bahkan amal-amal yang paling tidak disukai Allah kita pun sering melakukannya. Kesombongan, ketakaburan adalah amal yang membuat iblis dilaknat oleh Allah selamanya. Tidak akan pernah selamat masuk surga orang yang di dalam hatinya ada takabur walau sebesar biji zarah. Lihatlah apa yang Allah titipkan bagi jalan kesombongan bagi kita. Otak kita dicerdaskan sedikit oleh Allah. Kita diberi kesempatan sekolah, kesempatan kuliah. Namun malah membuat kita jadi petentang-petenteng menganggap rendah orang tua kita yang pendidikannya tidak setinggi kita. Menganggap rendah pembantu kita yang pendidikannya tidak setinggi kita. Menganggap rendah orang lain yang tidak pernah mengenyam pendidikan setinggi kita. Padahal, demi Allah, saudara-saudaraku, otak ini adalah milik Allah. Jikalau Allah mengambil beberapa bagian saja, niscaya kita tidak bisa mengingat apa pun.
Sungguh! Gelar, pangkat adalah lambang kebodohan bagi orang-orang yang takabur. Malu kita ini mengapa diberi otak yang sulit mengenal Allah. Padahal, otak kita ini tunduk mengejar keagungan Allah. Kita diberikan harta yang cukup. Tapi kita sering tidak mempedulikan dari mana harta itu kita dapatkan. Yang haram kita ambil, hak orang lain kita tahan. Zakat lupa kita bayarkan. Kita lumuri diri kita dengan kenistaan. Naudzubilah min dzalik. Tapi kita bangga dengan kendaraan yang mewah, dengan rumah yang megah, dengan perhiasan. Padahal, sungguh, semua itu adalah sekadar titipan Allah, yang Allah juga berikan kepada makhluk-makhluk nista lainnya. Para penjahat, para pelacur, penzina, orang-orang yang durjana diberi dunia oleh Allah. Karena dunia ini bukan tanda kemuliaan bagi seseorang. Dunia adalah fitnah, cobaan bagi manusia. Sungguh malang bagi orang yang takabu dengan tempelan duniawi padahal Allah menghinakan seseorang dengan duniawi itu sendiri.
Saudaraku-saudaraku sekalian.Waspadalah sepulang dari tempat ini. Haji yang mabrur adalah haji yang merasa malu kepada Allah. Allah memberikan nikmat tiada henti. Kita jarang mensyukurinya bahkan kita mengkhianatinya. Allah yang Maha Agung, Allah yang Maha Perkasa, memberikan kesempatan kali ini kepada kita untuk mengubah sisa umur kita. Mungkin, mungkin kali ini adalah yang terakhir kali kita berada di tanah Arafah ini. Tidak ada jaminan kita tahun depan bertemu kembali ditempat ini. Tanah yang kita duduki ini akan menjadi saksi di akhirat nanti, Kita berangkat mengeluarkan harta, waktu, dan tenaga. Kita lalui jalan berjam-jam sampai tempat ini, tapi nikmat sekali. Itulah nikmat yang datang dari Allah. Nikmat adalah pengorbanan. Rasululah SAW mulia bukan karena apa yang dimilikinya, tapi karena pengorbanannya untuk umat. Harta yang dikorbankan, tenaga yang dikorbankan, waktu yang dikorbankan, perhatian yang dikorbankan, demi kemaslahatan umat. Sepulang dari sini tidak pernah akan bahagia kecuali orang yang paling menikmati berkurban untuk orang lain. Yakinkanlah bahwa apa pun yang kita miliki agar bermanfaat sebanyak-banyaknya bagi hamba Allah. Sebaik-baik manusia adalah orang yang banyak manfaatnya.
Saudaraku, percayalah bahwa kita tidak akan bahagia dengan mengumpulkan uang. Justru kebahagiaan datang dengan menafkahkan uang. Kita tidak bahagia dengan ingin ditolong orang lain. Kita bahagia justru dengan menolong orang lain. Kita tidak akan bahagia dengan dihormati orang lain, kebahagiaan hati kita dengan menghargai orang lain. Jadikanlah diri kita menjadi orang yang tidak pernah berharap apa pun selain dari Allah. Itulah kebahagiaan yang awal dari pelajaran kita. Yang kedua, ingatlah baik-baik. Kain ihram yang kita pakai ini, ternyata inilah yang menemani kita saat pulang nanti. Tidaklah harta, tidak pangkat, dan juga tidak jabatan. Semua itu adalah topeng sejenak saja yang tidak berharga sama sekali, kecuali penyandangnya memiliki rasa syukur dan takwa kepada Allah.
Saudaraku, sepulang dari tempat ini pastikan jangan sembunyi di balik jabatan. Jangan bersembunyi di balik penampilan yang bagus, jangan bersembunyi di balik rumah yang megah, jangan bersembunyi di balik gelar yang bertenteng. Tapi bersembunyilah di balik Allah. Harta, pangkat, dan jabatan tidaklah berharga kecuali orang yang bertakwa kepada-Nya. Sekuat-kuatnya jangan ubah yang Allah titipkan ini menjadi jalan kesombongan kita. Tiada yang dimuliakan oleh Allah, tiada satu pun yang diangkat derajatnya oleh Allah kecuali orang-orang yang tawadhu. Tiada seorang pun yang tawadhu di antara kamu semata-mata karena Allah, kecuali Allah akan meninggikan derajatnya. Oleh karena itu, sepulang dari sini pastikanlah menjadi orang yang paling rendah hati, yang tidak akan memamerkan topeng seperti ini. Kecuali, insya Allah, kemuliaan akhlak yang menjadi andalan bekal kepulangan dan kemuliaannya.
Dan yang ketiga, saudaraku sekalian, sepulang dari haji ini ingatlah baik-baik bahwa ternyata Allah menciptakan haji dengan pertemuan dari segala bangsa. Kulit hitam, mata sipit, yang tinggi, yang buruk, yang cacat; mereka semua adalah saudara kita. Terkadang kita merasa saudara karena darah, persaudaraan karena tempat, persaudaraan karena bangsa. Tapi kita lihat disini, saudara kita begitu banyak. Pepatah mengatakan satu musuh sudah mempersempit kehidupan kita, tapi memperbanyak teman tidak akan pernah cukup. Sebab, memperbanyak teman adalah memperbanyak saudara. Sesungguhnya orang yang beriman itu bersaudara. Orang-orang yang merasakan banyak saudara hidupnya akan lebih ringan. Kita berbelanja dengan harga yang mahal, kita bersyukur karena bisa menafkahi pedagang yang masih saudara kita sendiri. Kita naik kendaraan umum denganmembayar kelebihan, kita bahagia karena sudah memberikan bekal bagi keluarga keturunan para sopir saudara kita sendiri. Kita mendidik orang lain sehingga maju namun tidak berterima kasih tidak apa-apa karena mereka adalah saudara kita sendiri. Semakin banyak yang bisa kita bantu, Insya Allah semakin berbahagia dan ringan hidup kita ini.
Dan yang terakhir ingatlah baik-baik. Hari ini adalah penutup lembaran lama kita. Sudah terlalu lama hidup kita gunakan untuk mengkhianati Allah. Sudah terlalu banyak napas kita diisi lalai pada Allah. Sudah terlalu banyak keringat kita terkuras untuk menzalimi kebenaran, sudah terlalu banyak harta yang kita nafkahkan tidak dijalan Allah. Saudaraku sekalian, mau ke mana lagi. Hidup hanya sekali dan sebentar. Esok lusa mungkin malaikat maut sudah ada di hadapan kita.
Pastikan mulai saat ini, tekadkan dalam hati kita, ya Allah tiada tujuan dalam hidup kami selain Engkau. Tiada yang kami tuju selain pulang kepada-Mu, ya Allah. Dunia pasti kami tinggalkan, harta kami tinggalkan, keluarga kami tinggalkan. Kami ingin bisa berjumpa dengan-Mu, ya Allah. Tuntun dengan amal yang bisa membuat berjumpa dengan-Mu, ya Allah. Tingkatkan kepada kami segala bekal yang bisa membuat kami berjumpa dengan-Mu, ya Allah. Karuniakan segala nikmat yang bisa membuat kami bisa mensyukuri agar kami bisa berjumpa dengan-Mu. Bebaskan kami dari setiap harta dan kesibukan apa pun yang tidak bisa membuat kami berjumpa dengan-Mu. Barang siapa yang merindukan berjumpa dengan Allah, niscaya hari-hari yang dinanti adalah hari-hari pertemuan dengan Allah. Hari-hari yang diisi dengan bekal untuk pulang. Hidup di dunia adalah kesenangan yang menipu sejenak saja.
Tentang Memuji Pasangan,.....
| |
| Tentang Memuji Pasangan |
| Suatu saat saya berbincang dengan seorang ibu rumah tangga tentang memuji pasangan. Dia terkejut ketika tahu bahwa saya dan suami sering saling memuji, karena dia berpikir itu bukanlah hal penting dan bisa membuat pasangan GR. Saya tersenyum, mengingat betapa seringnya kami saling memuji hingga kadang pipi memerah karena senangnya. Tadinya saya pikir kebiasaan saling memuji ini hanya bertahan selama awal pernikahan saja, tetapi ternyata setelah sekian lama, kami masih sering melakukan hal itu. Ada perasaan berbunga bunga ketika suami memuji kecantikan saya saat saya berdandan rapi atau ekspresinya ketika memakan kue buatan saya, hmmm..uenak banget dek...padahal saya tahu kuenya tidak terlalu enak karena saya baru mulai belajar memasak ketika menikah. Saya juga pernah melihat suami saya tersenyum senyum bangga saat saya bilang..mas ganteng banget deh kalo pakai baju ini.....meskipun setelahnya dia jadi sering memakai baju itu sampai warnanya memudar dan bahannya menjadi rusak. Memuji pasangan, mungkin bukan perbuatan yang mudah tetapi juga tidak terlalu sulit,. Untuk sebagian pasangan, memuji mungkin bukan hal yang penting tetapi bisa jadi penting untuk suatu kondisi tertentu. Terkadang manusia butuh penghargaan untuk memotivasi dirinya. Seperti halnya ketika suami memuji masakan saya, meskipun saya tahu rasanya tidak jelas, tetapi itu justru membuat saya bersemangat untuk membuat masakan dengan rasa yang lebih enak lagi, saya tidak bisa membayangkan bagaimana sedihnya saya kalau suami mencela masakan saya. Seperti yang dikatakan teman saya tadi, bisa jadi pasangan GR setelah dipuji, tetapi saya yakin tidak ada orang yang tidak senang ketika dipuji, dan bukankah Islam pun menganjurkan dalam rumah tangga untuk saling menyenangkan satu sama lain. Bahkan Rasulullah pun sering menghargai dan menyenangkan hati istri-istrinya dengan pujian. Begitu banyak pahala yang bertaburan dalam suatu rumah tangga, dan memuji pasangan merupakan salah satu pahala yang bertaburan itu, tinggal bagaimana kita apakah mau meraihnya atau tidak. So...kenapa masih pelit memuji pasangan? Hanifa Syahida 160606 |
Saturday, May 5, 2007
Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.
"Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya ia hanyalah perbuatan-perbuatan kalian yang aku perhitungkan bagi kalian kemudian Aku cukupkan buat kalian; barangsiapa yang mendapatkan kebaikan, maka hendaklah ia memuji Allah dan barangsiapa yang mendapatkan selain itu, maka janganlah ia mencela selain dirinya sendiri.� (Hadits Qudsi) |
| ________ Mata adalah penuntun, dan hati adalah pendorong dan penuntut. Mata memiliki kenikmatan pandangan dan hati memiliki kenikmatan pencapaian. Keduanya merupakan sekutu yang mesra dalam setiap tindakan dan amal perbuatan manusia, dan tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lain. |
Rumah Tangga Sebagai Pusat Ketentraman Batin Dan Ketentraman Jiwa
Seharusnya rumah tangga itu dapat menjadi pangkalan ketentraman batin dan pangkalan ketentraman jiwa.Sehingga ketika suami itu berlumur keringat,bersimbah peluh,bekerja dengan keras,ia akan selalu merindukan unyuk pulang kerumah,karena rumah tangga adalah sumber ketenangan dan ketentraman yang tidak akan diperoleh dalam hiruk pikuknya kehidupan sehari-hari.
Demikian pula,sepatutnya seorang anak begitu rindu untuk pulang kerumah karena disana ia akan dapati ibu dan ayah bagaikan air pelepas dahaga dikala haus.
Sepatutnya pula seorang istri selalu merasa aman,nyaman,dan tenteram berada dirumah untuk menikmati perjumpaan dengan suami serta anak-anaknya,sehingga semua anggota keluarga sepakat menjadikan rumah sebagai pusat ketentraman batin dan ketenangan jiwa.
Namun kenyataan yang kita dapati saksikan dikiri kanan,tidak sedikit suamiyang enggan pulang kerumahnya,hanya karena setiap ia memasuki rumah yang dirasakannya adalah ketidaknyamanan lantaran sikap istri dan anak-anaknya,Bayangkan akan pulang kemana lagi seorang suami bila ia tidak mendapatkan ketentraman dirumahnyasendiri.
Demikian pula,dapat kita saksikan bagaimana anak-anak yang banyak berkeluyuran,enggan pulang kerumah karena mereka tidak mendapatkan ketentraman berada dirumah,Bahkan ada juga istri-istri yang lebih sibuk mengutamakan aktifitas diluar,disebabkan karena tidak bisa juga merasakan serta mendapatkan kenyamanan dan ketentraman hatidirumah yang ia urus.
Mengapa semua itu dapat terjadi...? padahal kalau diperhatikan,rumah sudah lapang,hartanya sudah banyak,kedudukan penghuni rumahnya begitu tinggi,mengapa...?sebab,ketentraman dan ketenangan jiwa itu hanya akan ditemui dengan satu-satunya jalan"Alaa bi dzikrillahitatmainnul quluub"( Qs Ar-Ra'd 13 ; 28 )Camkan hati ini hanya akan tenang tentram jikalau ingat kepada Allah. Dengan kata lain rumah tangga yang dibangun tanpa mengingat Allah,tanpa mengenal Allah tidak taa



