ikatlah ilmu dengan menuliskannya"sanitomichie"

Tuesday, May 29, 2007

Kelapangan Hati...Mentebrangi sungai

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

"Keuntungan hakiki adalah keuntungan yang tidak hanya menguntungkan diri pribadi, tapi juga menguntungkan sebanyak mungkin hamba-hamba Allah lainnya. Usahakanlah apa yang menjadi nikmat tidak menjadi musibah bagi orang lain." (Aa Gym)

Kelapangan Hati
Oleh K.H. ABDULLAH GYMNASTIAR

SEANDAINYA orang-orang kaya mengetahui betapa bahagianya hati yang lapang, maka pastilah mereka akan membelinya. Namun sayang, kelapangan hati tidak bisa dibeli dengan uang.

Betapa banyak rumah yang besar tetapi terasa sempit, ruang ber-AC terasa membara, kasur empuk tidak membuat kantuk, uang banyak terasa sedikit, persoalan kecil terasa besar dan mencekik, semua itu terjadi karena hati pemiliknya demikian sempit. Gajah di tanah lapang yang luas tidak membuat takut bahkan justru dinikmati, tetapi kecoak di kamar mandi yang sempit membuat orang menjerit-jerit.

Ya Fattaah, Ya Fattaah Wahai Yang Maha Pembuka, Wahai Yang Memberikan Kemenangan!

Dia-lah yang membuka segala yang tertutup. Hapalan, selama masih terkunci, maka betapa pun berusaha tetap tidak teringat. Kata-kata, betapa pun sudah dirancang dan dipersiapkan, selama masih terkunci maka tidak dapat keluar dengan lancar dari mulut. Persoalan, selama masih tertutup jalan pemecahannya maka akan tetap buntu, gelap, dan pekat. Ide, usaha, rezeki, urusan, semuanya akan sulit selama belum terbuka jalan-nya. Memperbanyak membaca Ya Fattaah, Ya Fattaah sambil berharap Allah membuka jalan-jalan yang masih tertutup akan sangat berguna. Ikhtiar mencari jalan bagaikan benih yang ditabur, doa bagaikan siraman air hujan yang menumbuhkan benih.

Nabi Musa a.s. telah meminta kepada Al-Fattah, Allah Azza wa Jalla, dengan satu doa yang indah yang diabadikan dalam Alquran, Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, lepaskanlah kekeluan dari lisanku agar mereka memahami perkataanku. (Q.S. Thoha [20]: 25-28)

Lapang dada atau lapang hati yang dimohonkan oleh Nabi Musa kepada Allah, adalah kunci kesuksesan hidup. Bila hati lapang maka pandangan menjadi bijak, emosi tenang dan stabil, pikiran jernih, sabar menahan goncangan, hikmah kejadian akan mudah terlihat, yang semua itu adalah kekayaan yang tak terhingga dalam menyikapi perubahan-perubahan yang senantiasa terjadi dalam kehidupan.

Memahami orang lain adalah usaha aktif, yang dilakukan oleh perasaan dan pikiran dalam menilai tindakan-tindakan orang lain secara jujur dan penuh kasih sayang. Suatu saat pembantu berlaku sembrono sampai piring pecah, maka tindakan pertama dilakukan adalah berempati dengan perasaan dan berpikir secara positif untuk memahami kesembronoan pembantu. Mana ada pembantu yang mempunyai hobi memecahkan piring. Keteledorannya mungkin karena kurang tidur, atau anaknya sedang sakit di kampung atau ia sendiri sedang sakit atau mau menikah tetapi tidak punya uang.

Bagi pembantu, pecahnya piring sudah menimbulkan perasaan bersalah yang menyiksa. Lagi pula cacian dan makian tidak akan membuat piring pecah menjadi utuh kembali, tetapi hanya membuat bertambahnya luka di hati pembantu. Dengan memahami orang lain, kita akan bertambah bijaksana tetapi kalau hanya berharap untuk dipahami maka bersiap-siaplah untuk sengsara.

Tidak mempersulit diri adalah tindakan penuh kesadaran dalam menilai situasi seperti apa adanya, tidak ditambah-tambah, dan tidak dikurang-kurangi. Kenyataan yang mengecewakan akan bertambah parah kalau kita membesar-besarkan sisi yang mengecewakan. Padahal, pada setiap kejadian tidak semua sisi mengecewakan, selalu ada sisi yang menyenangkan. Beli durian, kata penjual duriannya manis, begitu dibuka bukannya manis malahan busuk. Tentu ini kejadian yang mengecewakan. Tetapi, kebanyakan orang mendramatisasi dan menimbulkan kekesalan-kekesalan baru dan pemborosan energi yang tidak perlu.

Pikiran bekerja mencari keburukan penjual, lalu menyebarkan berita kepada sanak famili dan menyimpan kebusukan durian di dalam hati, membuat hati pun ikut busuk. Orang yang bijak dan tidak mempersulit diri akan berpikir, jual beli adalah ibadah dan sudah sampai ganjarannya di sisi Allah. Untung durian ini yang dibeli bukannya orang yang uangnya pas-pasan. Untung yang beli durian ini bukan orang yang istrinya lagi ngidam durian. Terbelinya durian ini oleh kita, menjadi rahmat besar bagi orang lain, toh kita tidak mati gara-gara tidak jadi makan durian. Meskipun durian busuk tetapi hati tetap mulia.

Memberi maaf berarti mengampuni dan melupakan kesalahan orang lain. Mengingat-ingat kesalahan orang hanya membuat hati keruh, pikiran kotor, perasaan tidak enak, dan tidur pun tidak nyenyak. Mengapa mesti merusak kebahagiaan yang dua puluh empat jam gara-gara memikirkan kesalahan satu orang. Mengapa mesti tercuri hati ini gara-gara seorang murid yang menjengkelkan, bukankah ada empat puluh murid lain yang tidak menjengkelkan. Mengapa mesti sengsara oleh seorang tetangga yang menyebalkan, bukankah ada dua ratus tetangga yang tidak menyebalkan. Belajarlah memaafkan yang satu orang maka kebahagiaan dari seribu orang yang lain akan berdatangan. Wallahua'lam.***


Menyeberangi Sungai

Oleh : Andri Wongso*)
Suatu hari di dalam kelas sebuah sekolah, di tengah-tengah pelajaran, pak guru memberi sebuah pertanyaan kepada murid-muridnya : Anak-anak, jika suatu hari kita berjalan-jalan di suatu tempat, di depan kita terbentang sebuah sungai kecil, walaupun tidak telalu lebar tetapi airnya sangat keruh sehingga tidak diketahui berapa dalam sungai tersebut. Sedangkan satu-satunya jembatan yang ada untuk menyeberangi sungai, tampak di kejauhan berjarak kira-kira setengah kilometer dari tempat kita berdiri.

Pertanyaan saya adalah, apa yang akan kalian perbuat untuk menyeberangi sungai tersebut dengan cepat dan selamat? Pikirkan baik-baik, jangan sembarangan menjawab. Jawablah dengan memberi alasan kenapa kalian memilih jalan itu. Tuliskan jawaban kalian di selembar kertas. Kita akan diskusikan setelah ini.

Seisi kelas segera ramai, masing-masing anak memberi jawaban yang beragam. Setelah beberapa saat menunggu murid-murid menjawab di kertas, pak guru segera mengumpulkan kertas dan mulailah acara diskusi. Ada sekelompok anak pemberani yang menjawab: kumpulkan tenaga dan keberanian, ambil ancang-ancang dan lompat ke seberang sungai. Ada yang menjawab, kami akan langsung terjun ke sungai dan berenang sampai ke seberang.

Kelompok yang lain menjawab : Kami akan mencari sebatang tongkat panjang untuk membantu menyeberang dengan tenaga lontaran dari tongkat tersebut. Dan ada pula yang menjawab : Saya akan berlari secepatnya ke jembatan dan menyeberangi sungai, walaupun agak lama karena jarak yang cukup jauh, tetapi lari dan menyeberang melalui jembatan adalah yang paling aman.

Setelah mendengar semua jawaban anak-anak, pak guru berkata, ”Bagus sekali jawaban kalian. Yang menjawab melompat ke seberang, berarti kalian mempunyai semangat berani mencoba. Yang menjawab turun ke air berarti kalian mengutamakan praktek. Yang memakai tongkat berarti kalian pintar memakai unsur dari luar untuk sampai ke tujuan. Sedangkan yang berlari ke jembatan untuk menyeberang berarti kalian lebih mengutamakan keamanan. Bapak senang kalian memiliki alasan atas jawaban itu. Semua jalan yang kalian tempuh adalah positif dan baik selama kalian tahu tujuan yang hendak dicapai. Asalkan kalian mau berusaha dengan keras, tahu target yang hendak dicapai, tidak akan lari gunung di kejar, pasti tujuan kalian akan tercapai. Pesan bapak, mulai dari sekarang dan sampai kapanpun, Kalian harus lebih rajin belajar dan berusaha menghadapi setiap masalah yang muncul agar berhasil sampai ke tempat tujuan”.cyberMq








myspace codes
Myspace Codes: MyNiceSpace.com







Jangan melarikan diri dari kesulitan

Dalam kenyataan hidup, kita semua sebagai manusia selalu mempunyai masalah atau problem yang harus di hadapi, selama kita tidak melarikan diri dari masalah, dan sadar bahwa semua masalah dan rintangan itu harus diatasi, melalui pola pikir dan cara2 yang positif serta keberanian kita menghadapi semua itu, tentu hasilnya akan maksimal. Hanya dengan action dan belajar, belajar dan action lagi. Manusia baru bisa mencapai pertumbuhan mental yang sehat dan meraih kesuksesan seperti yang di idam idamkan!


myspace codes
Myspace Codes: MyNiceSpace.com


"Janganlah kamu sekalian memperbanyak bicara selain berdzikir kepada Allah, sesungguhnya memperbanyak perkataan tanpa dzikir kepada Allah akan mengeraskan hati, dan sejauh-jauh manusia adalah yang hatinya keras." (HR. Turmudji)





Menggali cinta yang terkubur mati

Jarum jam yang menunjukkan pukul 11 malam sepertinya sudah tak dihiraukan oleh orang-orang yang berserakan di sepanjang jalan ini. Gelapnya malam yang dicahayai sedikit lampu temaram seperti halnya “lighting” pada film-film atau sinetron di layar kaca. Ya, orang-orang itu sedang memainkan perannya, menjadi pemeran pembantu alias para figuran malam. Aku perhatikan mereka satu per satu, oh .. kebanyakan wanita, tampaknya mereka sudah sangat piawai memainkan perannya masing-masing.

Aku dekati mereka, lalu aku tanyai salah satu di antara mereka, “Apa yang kau lakukan di sini ?” Dia menatapku dengan sinis, “aku tidak munafik, aku punya roda !”, tukasnya. Lalu aku bertanya lagi padanya, “apa yang terjadi dengan rodamu, hingga kau berada di sini ?” Lantas dia membalas, “rodaku harus berputar, jadi aku berada di sini.!” Aku membatin, lalu kulontarkan pertanyaan lagi, “kenapa harus di tempat ini?” Dia langsung membalas, “Hei, apa kau pura-pura buta, roda orang lain sibuk berputar di siang hari ke sana kemari, sementara mereka tak menyisakan jalan bagi rodaku untuk bergerak, apalagi berputar!!”

Terpecut hatiku mendengar jawaban wanita tadi. Sungguh malang nasib mereka. Lantaran pergulatan hidup yang menyebabkan rodanya berputar, membawa beban domestik di sebuah tempat penuh laknat, markas maksiat. Setiap malam mereka jajakan dirinya demi memuaskan nafsu manusia hina, pria berakhlak bejat. Dengan dalih sibuk proyek dan rapat luar kota, istri dan anak ditinggalkan dalam sebuah rumah mewah berkapasitas barang-barang manja, sementara “sang pencari nafkah utama” ini asyik bergurau mengobral cinta dengan wanita lain. Padahal cintanya sudah kadung terkubur mati. Astaghfirullah, begitu rendahnya kah?

“Wanita itu sebenarnya makhluk apa ?” tanya pria bangsa Eropa. “Mereka adalah iblis yang ditampilkan dalam wujud manusia”, jawab pria yang lainnya. Kalau memang begitu, lalu bagaimana dengan standarisasi yang diberikan oleh junjungan kita yang mulia, Rasulullah empat belas abad silam, jauh sebelum para pria Eropa itu berdialog panjang tanpa makna ? Tak kan memuliakan wanita kecuali seorang yang mulia dan tak kan menghinakan mereka, kecuali manusia yang hina pula!!

Aku ingin tahu jawaban para penguasa di negeri ini. Adakah yang peduli dengan nasib “para figuran malam itu”? Yang siang harinya malu menampakkan wajahnya, namun ketika malam tiba mereka seperti keluar dari sarangnya, maaf, menyediakan “kotak amal” sambil membuka jengkal demi jengkal kehormatan dirinya yang seharusnya mereka tutup rapat. Untuk apa? Ya.. untuk hidup, bertahan hidup. Ah… aku lupa, para pengusa sedang sibuk rupanya, saat ini mereka tengah mengurusi hal-hal yang lain. Ada anggaran dana sekian M yang harus mereka habiskan dalam akhir tahun ini, proyek apa lagi yang harus dibuat. Apa lagi yang harus di “mark up” ? Mall pusat konsumerisme paling mutakhir atau rumah mewah bernilai ratusan juta .

Ada lagi kampanye anti AIDS, dengan slogan menekankan seks aman ! Seks aman tapi bebas, begitu kukira. Padahal yang mereka gaungkan itu adalah “kau boleh lakukan, kami punya pengaman, pencegah kehamilan”. Kalau begitu apanya yang aman, seksnya yang aman ? Tetapi sadarkah bahwa pelakunya sebenarnya tidak akan aman karena di balik itu semua ada murka Allah menghadang ? Sungguh jangan sekali-kali pernah kau merasa aman dengan murka-Nya!!

Masih pada malam yang sama, menapaki jalan-jalan kota, beberapa pria nampak berdiri dan berjaga-jaga di sebuah bilangan Jakarta Pusat. Aku hentikan langkahku, ketika sebuah mobil bermerk jetset melintas dan menepi, mendekati para pria tadi. Mobil mewah itu ditumpangi sepasang muda-mudi belia yang sebaya umurnya. Sepertinya mereka tersesat Pemuda itu membuka kaca mobilnya, lalu bertanya pada pria tadi sebentar, lantas kemudian dia keluarkan beberapa ribuan. Aneh, kenapa mesti memberi mereka uang ? Lalu mobil itu pun melaju perlahan menuju suatu tempat yang ditunjukan oleh para pria itu. Selang beberapa waktu, dari arah yang berbeda, datang lagi mobil yang tak kalah licinnya, juga menghampiri para pria tadi. Penumpangnya melakukan hal yang sama. Aku semakin heran, sepertinya ada sesuatu yang aneh, janggal.

Aku beranikan diriku mendekati para pria itu untuk mendengarkan perbincangan mereka. Dan dadaku pun tersentak, astaghfirullah….Ya Allah, mereka itu juga sama seperti para wanita tadi, para “figuran malam”, yang berprofesi sebagai para calo penunjuk jalan bagi “orang-orang yang tersesat tadi’. Mereka menjadikan malam sebagai kesempatan untuk mengais rezeki dari orang-orang yang ingin mengunjungi sebuah tempat. Lalu yang menjadi pertanyaan, tempat apakah itu ? Mengapa harus malam hari dikunjungi ? Teka-teki ini harus segera dipecahkan !!

Kedua kakiku pun akhirnya tak bisa kucegah untuk terus beranjak, bergerak menyusuri alur mobil para pemuda-pemudi belia tadi. Hingga aku temukan sebuah jawaban, kenyataan yang sekian lama tersembunyi dan tertutupi oleh hingar bingar dan deru debu kepulan asap kota metropolitan Jakarta ini. Bahwa ternyata tempat yang dikunjungi oleh pemuda-pemudi bermobil jetset itu adalah sebuah rumah yang lumayan cukup besar dan megah. Sepintas memang rumah itu seperti layaknya rumah –rumah lain yang berjejer di sebelah kanan dan kirinya. Tidak menunjukan aktivitas yang berarti pada malam ini. Namun, siapa sangka, siapa yang mengira, sungguh tak ada yang menduga bahwa rumah itu sebenarnya adalah “markas pembunuhan berencana”, pembunuhan janin-janin tak berdosa yang tak diberikan hak hidup oleh darah daging mereka sendiri.Pelanggaran Hak Asasi Manusia kelas tinggi.Praktik Aborsi !!

Ya Allah…. aku harus berkata apalagi ? Setan macam apakah yang menuntun pemuda-pemudi tadi berlaku hina dan keji ? Apa yang ada di dalam benak mereka, kenikmatan sesaat ataukah hanya menuruti keinginan syahwat yang begitu mendera ? Ekspresi ilegal di ujung cinta sepasang insan manusia? Lalu, kalau sudah begitu, apakah mereka masih punya cinta ? Mengapa saling mencintai tetapi janin hasil “ekspresi cinta” itu yang harus dipertaruhkan demi cinta itu sendiri ? Mengapa ? Mengapa ? Ketahuilah, mereka sesungguhnya tidak punya cinta !! Cinta mereka sudah terkubur mati!!

Ada kenyataan lain tak bisa dipungkiri, berikut ini kisah tuan berdasi. Selamat pagi tuan, ada kesibukan apa hari ini ? “Oh.. tentu kau tahu, aku sibuk, sangat sibuk, aku harus memimpin perusahaan ini dengan kerja keras”, begitu jawaban tuan berdasi. “Aku harus memenangkan sejumlah proyek”. Dia tersenyum puas…. lalu tertawa meledak ha…ha.. ha… Aku mengernyit, tuan berdasi, kau tak perlu melanjutkan, aku sudah tahu jalan ceritanya. Kau ini memang sibuk, sangat sibuk, mengisi hari demi hari dengan harapan kau dapatkan segunung perhiasan dan intan duniawi. Aku juga tahu bahwa kesibukanmu sudah sangat tak bisa kau tinggalkan. Menumpuk, mengumpulkan dan menyimpan harta curian, sibuk korupsi sudah jadi kebiasaan.

Kemudian, kau pulang menemui istri dan anak-anakmu, mencekoki mereka dengan makanan dan minuman yang kau beli dari uang haram. Kau biarkan makanan dan minuman itu masuk menjalari kerongkongan dan perut keluargamu. Lantas… kau tak pedulikan mereka berlaku semaunya, jauh dari nilai nilai kebaikan. Istrimu yang setiap hari berdialog dengan dirinya sendiri di depan cermin. Sambil mendempuli “wajah kelamnya” dengan seperangkat kosmetika, lalu tersenyum sambil berkata , “hari ini akulah yang paling cantik”. Juga ada aktivitas yang tak kalah serunya, belanja super “wah” yang tak bisa dicegah karena sudah menjadi hobinya, atau hanya sekedar berkumpul disebuah sanggar senam bersama ibu-ibu lainnya yang “tidak punya pekerjaan” kecuali melenggangkan, melenturkan, melemaskan tubuh mereka seiring dengan gerakan musik dan bimbingan instruktur mereka Ya Allah, padahal tubuh mereka itu sangat demikian kaku untuk sekedar berdiri, ruku’ dan sujud bersimpuh kepada-Mu !!

Tuan berdasi, apa yang terjadi dengan anak-anak manjamu ? Kau juga tak hiraukan mereka ketika bahaya seks bebas mengintai, sementara angan –angan semu semakin menenggelamkan mereka dengan janji janji surga yang ditampilkan di layar televisi. Tontonan murahan, jauh dari nilai edukasi. Lalu di luar sana, komunitas “edan” menghampiri, jarum suntik dipakai silih berganti. Narkoba jadi candu dan sumber energi sehari – hari. Astaghfirullah, tuan berdasi, cintakah kau pada mereka ? Cintakah ? Kau tak bisa menjawab pertanyaanku bukan ? Aku tahu bahwa sesungguhnya kau tak mencintai mereka, karena sejatinya cintamu sudah kadung terkubur mati !!

Sekarang para penguasa…. kumohon padamu wahai para penguasa. Rakyatmu ini sudah terjatuh, jatuh dan jatuh lagi. Namun rakyatmu bukanlah terjatuh di atas jerami, melainkan jatuh di atas duri yang semakin dalam semakin tajam. Lihatlah dihadapanmu, data-data matematis dibuat untuk dijadikan informasi. “Manusia tanpa ladang rezeki”, para pengangguran melepas penat di rumah, maupun di jalan –jalan, sambil hilir mudik berusaha mencari sesuap nasi. Ada yang bimbang setengah hati, dan penuh kekhawatiran bagaimana nanti, dan akhirnya pun harus berakhir di bui karena membunuh dan mencuri. Adegan menumpahkan darah pun terjadi, untuk sebuah arogansi. Sementara para jawara-jawara korupsi berkeliaran bebas meluaskan ekspansi.

Ya Allah, aku tidak bisa memicingkan sebelah mataku hingga detik ini, aku juga tidak bisa begitu saja menyalahkan ketika kusaksikan bocah-bocah tirus itu harus rela disuapi oleh makanan apa adanya, sementara perut mereka semakin membuncit dan sorot mata semakin kuyu lantaran kurang gizi. Allah, duhai Allah…tak adakah re-generasi manusia tegas tapi lembut sepeduli Sayyidina Umar bin Khattab, yang membuktikan kesungguhan cintanya, rela merondai rakyatnya setiap malam, kemudian serta merta pergi ke gudang logistik negara untuk memanggul sendiri bahan makanan yang akan beliau serahkan untuk rakyatnya yang menderita kelaparan. Adakah sosok pemimpin yang seagung beliau ? Yang siangnya sibuk membangun negeri dan malamnya terjaga dari tidurnya karena khawatir akan keadaan rakyatnya. “Bagaimana aku bisa tidur, bagaimana, aku takut akan murka-Nya jika aku tidak bisa menjalankan tanggung jawab ini”, tegas beliau suatu hari.

Sekali lagi aku bertanya, adakah re-generasi ? Adakah yang cintanya sebesar pengorbanan beliau ? Lagi lagi jawabannya, tidak !! Cinta mereka sudah terkubur mati !!

Akhirnya aku harus mengakui bahwa semua ini, ya semua kenyataan yang kutemui adalah kumpulan dari sebuah makna yang semakin membuncah dan menggunung tinggi. Makna kezhaliman, perilaku manusia yang umum terjadi sepanjang manusia hidup di muka bumi. Bahwa apa yang dikhawatirkan para malaikat ketika mengajukan #“objection” kepada Allah Azza wa Jalla, mengenai berita akan diciptakannya manusia sebagai khalifah di muka bumi memang akhirnya menjadi kenyataan.

* “Mengapa Engkau hendak menjadikan seorang (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau ?”

Dan Allah pun menjawab keberatan para malaikat dengan mengatakan, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Aku tahu, semestinya kisah cinta diliputi oleh hal-hal yang menyenangkan jiwamu, melegakan dadamu, penuh syahdu lautan rindu. Namun, aku tidak bisa membalut kisah ini dengan keadaan yang serba nikmat itu. Karena yang ada dihadapanku semuanya adalah bukan cinta yang sesungguhnya, bukan cinta yang murni lahir dari Sang Pemilik Cinta. Cinta yang sebenarnya sudah mati, cintanya sudah terkubur mati !!

Ah… aku belum bisa bernapas lega, rona-rona kehidupan terus bergulir. Para figuran-figuran masih harus melakoni peran dunianya masing-masing. Sementara Pemeran Utama ini terus melangkah, menapaki jalan, menyusuri lorong demi lorong, mencari sekelumit kisah cinta malang, untuk sebuah episode, episode menggali cinta yang terkubur mati. Sebelum kutuntaskan, bolehkah aku bertanya, adakah ruang di hatimu untuk sebuah cinta ? Ataukah cintamu juga sudah terkubur mati ?

Maafkan aku, aku bukanlah siapa-siapa, hanya seorang pemeran utama dalam episode cinta ini.

------
a2n
contact available : tary_a2nhasanah@yahoo.com

myspace codes
Myspace Codes: MyNiceSpace.com















Kekuatan Cinta

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.


Kekuatan Cinta
Oleh Aam Amirudin

Andai di dunia ini tidak ada cinta, maka hidup akan serasa gersang, hampa dan tidak ada dinamika. Cinta bisa membuat sesuatu yang berat menjadi ringan, yang sulit menjadi sederhana, permusuhan menjadi perdamaian dan yang jauh menjadi dekat. Itulah gambaran kekuatan cinta.

Cinta, ditilik dari sudut manapun selalu menarik untuk dibahas. Sejarah mencatat, sejumlah seniman, teolog sampai filosop membicarakan cinta dari berbagai perspektifnya baik dalam bentuk roman, puisi, syair bahkan sampai dalam bentuk tulisan ilmiah yang bernuansa teologis, fenomenologis, psikologis ataupun sosiologis.

Filosop sekaliber Plato bahkan pernah mengatakan �Siapa yang tidak terharu oleh cinta, berarti berjalan dalam gelap gulita�. Pernyataan ini menggambarkan betapa besar perhatian Plato pada masalah cinta, sampai-sampai dia menyebut orang yang tidak tertarik untuk membicarakannya sebagai orang yang berjalan dalam kegelapan.

Peranan cinta dalam kehidupan tidak diragukan lagi pentingnya. Cinta diyakini sebagai dasar dari perdamaian, keharmonisan, ketentraman, kebahagiaan bahkan kebangkitan peradaban. Namun apa sesungguhnya cinta itu ?
Diakui, problem yang dihadapi saat membicarakan cinta biasanya adalah persoalan definisi. Belum pernah ditemui suatu rumusan tentang cinta yang singkat, padat dan mewakili pemahaman akan hakikat cinta secara tepat.

Jalauddin Rumi pernah mengatakan bahwa cinta itu misteri, tidak ada kata-kata yang bisa mewakili kedalamannya.
Cinta tak dapat termuat dalam pembicaraan atau pendengaran kita,
Cinta adalah sebuah samudera yang kedalamannya tak terukur �
Cinta tak dapat ditemukan dalam belajar dan ilmu pengetahuan,
buku-buku dan lembaran-lembaran halaman.
Apapun yang orang bicarakan itu, bukanlah jalan para pecinta.
Apapun yang engkau katakan atau dengar adalah kulitnya;
Intisari cinta adalah misteri yang tak dapat kau buka !
Cukuplah ! Berapa banyak lagi kau akan lengketkan kata-kata di lidahmu ?
Cinta memiliki banyak penyataan melampaui pembicaraan. . .

Oleh sebab itu, disini kita tidak akan mendefinisikan cinta karena khawatir mereduksi kedalamannya. Biarlah cinta berbicara dalam perbuatan kita. Disini, kita akan mencoba mencermati unsur-unsur yang selalu ada dalam cinta.

Erich fromm, murid kesayangannya Sigmund Freud menyebutkan empat unsur yang harus ada dalam cinta, yaitu :

  1. Care (perhatian). Cinta harus melahirkan perhatian pada objek yang dicintai. Kalau kita mencintai diri sendiri, maka kita akan memperhatikan kesehatan dan kebersihan diri. Kalau kita mencintai orang lain, maka kita akan memperhatikan kesulitan yang dihadapi orang tersebut dan akan berusaha meringankan bebannya. Kalau kita mencintai Allah Swt., maka kita akan memperhatikan apa saja yang Allah ridhai dan yang dimurkai-Nya.
  2. Responsibility (tanggung jawab). Cinta harus melahirkan sikap bertanggungjawab terhadap objek yang dicintai. Orang tua yang mencintai anaknya, akan bertanggung jawab akan kesejahteraan material, spiritual dan masa depan anaknya. Suami yang mencintai isterinya, akan bertanggung jawab akan kesejahteraan dan kebahagiaan rumah tangganya. Karyawan yang mencintai perusahaannya, akan bertanggung jawab akan kemajuan perusahaannya. Orang yang mencintai Tuhannya, akan bertanggung jawab untuk melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Itulah Responsibility.
  3. Respect (hormat). Cinta harus melahirkan sikap menerima apa adanya objek yang dicintai, kelebihannya kita syukuri, kekurangannya kita terima dan perbaiki. Tidak bersikap sewenang-wenang dan selalu berikhtiar agar tidak mengecewakannya. Inilah yang disebut respect.
  4. Knowledge (pengetahuan). Cinta harus melahirkan minat untuk memahami seluk beluk objek yang dicintai. Kalau kita mencintai seorang wanita atau pria untuk dijadikan isteri atau suami, maka kita harus berusaha memahami kepribadian, latar belakang keluarga, minat, dan ketaatan beragamanya. Kalau kita mencintai Tuhan, maka harus berusaha memahami ajaran-ajaran-Nya.

Kalau empat unsur ini ada dalam kehidupan kita, Insya Allah hidup ini akan bermakna. Apapun yang kita lakukan, kalau berbasiskan cinta pasti akan terasa ringan. Karena itu nabi Saw pernah bersabda: �Tidak sempurna iman seseorang kalau dia belum mencintai orang lain sebagaimana dia mencintai dirinya sensiri�. � Cintai oleh mu mahluk yang ada di muka bumi, pasti Allah akan mencintaimu�. (HR. Muslim)

Supremasi kebahagiaan tertinggi, kalau kita mampu mencintai orang lain dengan tulus tanpa pamrih, mencintai diri sendiri secara proporsional, mencintai Allah Swt dengan penuh loyalitas dan selalu merasa dincintai-Nya. Inginkah hidup kita bermakna ? Let Love be Your Energy ! Selamat bercinta !

myspace codes
Myspace Codes: MyNiceSpace.com


Rencana jahat apabila terdapat pada diri seseorang maka akan kembali akibatnya kepadanya."Rencana jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri." (Faathir: 43)

Belajar Meredam Rasa Tersinggung

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.


Jika Anda Mudah Tersinggung - BELAJARLAH Meredam Rasa Tersinggung

Salah satu hal yang sering membuat energi kita terkuras adalah timbulnya rasa ketersinggungan diri. Munculnya perasaan ini sering disebabkan oleh ketidaktahanan kita terhadap sikap orang lain.

Ketika tersinggung, minimal kita akan sibuk membela diri dan selanjutnya akan memikirkan kejelekan orang lain. Hal yang paling membahayakan dari ketersinggungan adalah habisnya waktu kita menjadi buah roh.

Efek yang biasa ditimbulkan oleh rasa tersinggung adalah kemarahan. Jika kita marah, kata-kata jadi tidak terkendali, stress meningkat, dan lainnya. Karena itu, kegigihan kita untuk tidak tersinggung menjadi suatu keharusan.

Apa yang menyebabkan orang tersinggung? Ketersinggungan seseorang timbul karena menilai dirinya lebih dari kenyataan, merasa pintar, berjasa, baik, tampan, dan merasa sukses.

Setiap kali kita menilai diri lebih dari kenyataan bila ada yang menilai kita kurang sedikit saja akan langsung tersinggung. Peluang tersinggung akan terbuka jika kita salah dalam menilai diri sendiri. Karena itu, ada sesuatu yang harus kita perbaiki, yaitu proporsional menilai diri.

Teknik pertama agar kita tidak mudah tersinggung adalah tidak menilai lebih kepada diri kita. Misalnya, jangan banyak mengingat-ingat bahwa saya telah berjasa, saya seorang guru, saya seorang pemimpin, saya ini orang yang sudah berbuat. Semakin banyak kita mengaku-ngaku tentang diri kita, akan membuat kita makin tersinggung.

Ada beberapa cara yang cukup efektif untuk meredam ketersinggungan

Pertama, belajar melupakan.

Jika kita seorang sarjana maka lupakanlah kesarjanaan kita. Jika kita seorang direktur lupakanlah jabatan itu. Jika kita pemuka agama lupakan kepemuka agamaan kita. Jika kita seorang pimpinan lupakanlah hal itu, dan seterusnya. Anggap semuanya ini berkat dari Allah agar kita tidak tamak terhadap penghargaan. Kita harus melatih diri untuk merasa sekadar hamba Allah yang tidak memiliki apa-apa kecuali berkat ilmu yang dipercikkan oleh Allah sedikit. Kita lebih banyak tidak tahu. Kita tidak mempunyai harta sedikit pun kecuali sepercik titipan berkat dari Allah. Kita tidak mempunyai jabatan ataupun kedudukan sedikit pun kecuali sepercik yang Allah telah berikan dan dipertanggung jawabkan. Dengan sikap seperti ini hidup kita akan lebih ringan. Semakin kita ingin dihargai, dipuji, dan dihormati, akan kian sering kita sakit hati.

Kedua, kita harus melihat bahwa apa pun yang dilakukan orang kepada kita akan bermanfaat jika kita dapat menyikapinya dengan tepat.

Kita tidak akan pernah rugi dengan perilaku orang kepada kita, jika bisa menyikapinya dengan tepat. Kita akan merugi apabila salah menyikapi kejadian dan sebenarnya kita tidak bisa memaksa orang lain berbuat sesuai dengan keinginan kita. Yang bisa kita lakukan adalah memaksa diri sendiri menyikapi orang lain dengan sikap terbaik kita. Apa pun perkataan orang lain kepada kita, tentu itu terjadi dengan izin Allah. Anggap saja ini episode atau ujian yang harus kita alami untuk menguji keimanan kita.

Ketiga, kita harus berempati.

Yaitu, mulai melihat sesuatu tidak dari sisi kita. Perhatikan kisah seseorang yang tengah menu ntun gajah dari depan dan seorang lagi mengikutinya di belakang Gajah tersebut.

Yang di depan berkata, "Oh indah nian pemandangan sepanjang hari". Kontan ia didorong dan dilempar dari belakang karena dianggap menyindir. Sebab, sepanjang perjalanan, orang yang di belakang hanya melihat pantat gajah.

Karena itu, kita harus belajar berempati. Jika tidak ingin mudah tersinggung cari seribu satu alasan untuk bisa memaklumi orang lain. Namun yang harus diingat, berbagai alasan yang kita buat semata-mata untuk memaklumi, bukan untuk membenarkan kesalahan, sehingga kita dapat mengendalikan diri.

Keempat, jadikan penghinaan orang lain kepada kita sebagai ladang peningkatan kwalitas diri dan kesempatan untuk mempraktekkan buah - buah roh Yaitu, dengan memaafkan orang yang menyakiti dan membalasnya dengan kebaikan

myspace codes
Myspace Codes: MyNiceSpace.com




Cerita Cinta

Alkisah, di suatu pulau kecil tinggallah berbagai benda abstrak ada CINTA, kesedihan, kegembiraan, kekayaan, kecantikan dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik. Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu.

Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. CINTA sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tidak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air semakin naik membasahi kakinya.

Tak lama CINTA melihat kekayaan sedang mengayuh perahu, �Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!,� teriak CINTA �Aduh! Maaf, CINTA!,� kata kekayaan �Aku tak dapat membawamu serta nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini.� Lalu kekayaan cepat-cepat pergi mengayuh perahunya. CINTA sedih sekali, namun kemudian dilihatnya kegembiraan lewat dengan perahunya. �Kegembiraan! Tolong aku!,� teriak CINTA. Namun kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak dapat mendengar teriakan CINTA. Air semakin tinggi membasahi CINTA sampai ke pinggang dan CINTA semakin panik.

Tak lama lewatlah kecantikan �Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!,� teriak CINTA �Wah, CINTA kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu pergi. Nanti kau mengotori perahuku yang indah ini,� sahut kecantikan. CINTA sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak. Saat itulah lewat kesedihan �Oh kesedihan, bawlah aku bersamamu!,� kata CINTA. �Maaf CINTA. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja..,� kata kesedihan sambil terus mengayuh perahunya. CINTA putus asa.

Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya. Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara �CINTA! Mari cepat naik ke perahuku!� CINTA menoleh ke arah suara itu dan cepat-cepat naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya. Di pulau terdekat, CINTA turun dan perahu itu langsung pergi lagi. Pada saat itu barulah CINTA sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa yang menolongnya. CINTA segera bertanya pada penduduk pulau itu. �Yang tadi adalah WAKTU,� kata penduduk itu �Tapi, mengapa ia menyelamatkan aku? Aku tidak mengenalinya. Bahkan teman-temanku yang mengenalku pun enggan menolong� tanya CINTA heran �Sebab��HANYA WAKTULAH YANG TAHU BERAPA NILAI SESUNGGUHNYA DARI CINTA ITU

hikmah...

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

"Wahai anak manusia, setiap kali engkau meminta kepada-Ku dan mengharap dari-Ku, maka Aku akan ampunkan bagimu apa yang telah lalu dan Aku tidak peduli betapapun besar dan banyaknya dosamu. Wahai anak manusia, seandainya dosa-dosamu mencapai setinggi langit, kemudian engkau meminta ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak manusia, seandainya engkau datang kepada-Ku dengan membawa setumpuk dosa sebesar bumi, kemudian engkau berjumpa dengan-Ku tanpa menyekutukan Aku dengan sesuatu apapun, maka Aku akan memberikan ampunan sebesar bumi itu pula" (Hadits Qudsi Riwayat Turmudzi)

myspace codes
Myspace Codes: MyNiceSpace.com







































Monday, May 28, 2007

Sudahkah Kita Merasa Memiliki Agama

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Sudahkah Kita Merasa Memilki Agama

Pernahkan anda merasa kehilangan barang, uang, anggota keluarga, anggota tubuh, atau apapun yang merupakan milik anda. Apalagi jika sesuatu yang hilang itu adalah benda atau sesuatu yang anda cintai. Bagaimana perasaan anda. Anda tentu sedih bukan? Mungkin kesedihan anda atas kehilangan sesuatu yang anda cintai itu membuat anda jadi merasa sangat kehilangan. Atau malah kesedihan anda akan berhari-hari sehingga membuat anda masgul, bingung, kalut, pikiran kacau, kehilangan konsentrasi dalam bekerja, susah tidur, susah makan dan lain sebagainya. Banyak diantara kita jika kehilangan sesuatu maka kita akan merasa sedih bukan main. Apalagi barang yang hilang tersebut menyimpan sejarah atau memiliki arti penting buat kita. Atau bahkan anda selalu terbayang betapa anda sudah bersusah payah untuk mendapatkan barang tersebut. Sedih sekali bukan?

Allah Swt. menghendaki kesedihan pada kita dengan cara menghilangkan sesuatu atau barang yang ada pada diri kita, yang hakekatnya adalah ujian buat kita. Ini adalah sarana kita untuk berlatih untuk menghilangkan kecintaan-kecintaan yang ada pada diri kita terhadap sesuatu yang sebenarnya adalah titipan Allah Swt. Dengan kehilangan sesuatu atau barang juga merupakan teguran Allah Swt. agar senantiasa hati kita tidak cenderung kepada sesuatu atau barang tersebut. Karena maksud Allah ta’ala sesungguhnya menciptakan hati kita adalah bagaimana hati kita ada kecintaan kepada Allah. Karena hak utama yang harus dipenuhi oleh sebuah hati adalah agar begaimana hati ini sepenuhnya memilki kecintaan kepada Allah Swt.. Bagi seseorang yang memilki iman yang baik, maka dengan kehilangan benda-benda tersebut dia akan merasa bersyukur karena sesungguhnya Allah telah mengambil kembali titipanNya. Dengan diambilnya titipan tersebut sesungguhnya dia telah lepas dari tanggung jawab dalam menjaga dan mempergunakan titipanNya itu dengan sebaik-baiknya. Ironinya kita selalu merasa bahwa benda-benda yang kita miliki adalah seolah-olah benda tersebut milik kita sepenuhnya. Perasaan inilah yang sesungguhnya yang telah membuat hati susah dan menderita jika kita kehilangan sesuatu. Justru yang menjadi masalah adalah seberapa siap diri kita jika suatu saat sesuatu yang kita anggap milik kita tersebut diambil kembali oleh Yang Maha Pemberi. Sedangkan hakekat kehidupan dunia selalu Allah Swt. ciptakan dengan keadaan-keadaan datang dan pergi serta ada dan tiada. Ada awal dan akhir. Semua barang yang hebat-hebat yang ada disekitar kita sesungguhnya akan berakhir. Semua berasal dari tanah dan akan kembali menjadi tanah. Lantas alasan apa yang menyebabkan kita bersedih jika benda-benda yang hakekatnya berasal dari tanah hilang dari diri kita.

Sebenarnya kecintaaan kita yang demikian besarlah yang membuat hati kita menjadi susah. Memang sangat susah sekali menata hati kita ini, agar hati kita tidak memilki rasa cinta yang besar terhadap sesuatu barang. Karena telah menjadi suatu kebiasaan dalam diri kita yang senantiasa selalu membangga-banggakan kebendaaan (keduniawian) tanpa adanya rasa syukur yang besar kepada Allah Swt. Sifat tamak yang ada dalam diri kitalah yang membuat kita seperti itu. Kelemahan iman kita menjadikan kita lemah dalam mensyukuri nikmat-nikmat Allah Swt.

Lalu bagaimana jika kita kehilangan amal-amal agama yang ada pada diri kita? Apakah kita juga akan merasa bersedih seperti jika kita kehilangan barang-barang yang kita sukai? Bagaimana perasaan kita jika melihat amalan agama yang mulia telah banyak berkurang baik dalam jumlah dan kualitas? Apakah kita juga akan merasa bersedih jika masjid-masjid di sekitar kita kosong dari amalan agama? Apakah kita akan merasa bersedih jika banyak saudara-saudara kita yang meninggalkan sholat dan puasa wajib? Apakah kita akan bersedih jika saudara wanita kita belum menutup aurat dengan sempurna? Bersedihkah kita jika kekhusuan dalam sholat dan baca quran sirna dari diri kita? Apakah kita akan merasa gundah gulana jika melihat ahklaq dan perilaku generasi muda kita sekarang yang cenderung meniru budaya barat dan kufur kepada Allah Swt.? Berapa banyak hari ini sudah sunnah-sunnah Rasulullah saw. telah hilang dan tidak menjadi pegangan dalam diri orang islam dan menjadi barang yang asing serta terlalu berat untuk kita amalkan. Apakah kita akan menangis melihat agama demikian cacat diamalkan dan nampak dengan jelas di depan hidung kita? Lalu apakah kita akan berpikir bahwa Rasulullah saw. akan tersenyum melihat keadaan ummat islam sekarang ini? Sementara kita saat ini masih tertawa dan sibuk untuk membuat angan-angan panjang tentang dunia dan kemajuan materi yang ada pada diri kita.

Kita akan merasa sangat kehilangan jika ada barang-barang milik kita hilang. Akan tetapi jika amal-amal agama ini hilang, maka kesedihan tidak ada pada diri kita. Atau jika kita sedihpun kadar kesedihan itu tidak sebesar jika kita kehilangan benda-benda kesukaan kita. Satu misal jika kita kehilangan amalan sholat malam, maka kita tidak akan merasa sedih seperti kita kehilangan sebuah jam tangan kesayangan kita. Jika kita kehilangan kesempatan untuk bersedekah kepada seseorang yang datang kepada kita maka kita tidak akan bersedih seperti kita kehilangan sebuah handphone terbaru yang baru kita beli dengan susah payah. Padahal kalau kita mau berpikir secara mendalam, nilai dari amal-amal agama yang bisa kita buat dengan mudah harganya jauh lebih tinggi dari benda-benda dunia. Apakah kita rela kehilangan sesuatu yang nilainya tinggi di sisi Allah Swt. daripada kehilangan benda-benda yang sifatnya fana dan merupakan titipan Allah.

Ini adalah indikator bahwa sebenarnya kita ini benar-benar belum merasa bahwa agama dan amalan-amalan yang terkandung di dalamnya adalah milik kita. Seseorang yang merasa memilki sesuatu barang maka dia akan berusaha menjaga barang tersebut dengan sebaik-baiknya. Begitu pula seseorang yang merasa memilki iman dan islam maka dia akan menjaga iman dan islam yang ada pada dirinya dengan sungguh-sungguh. Saya pernah lewat di sebuah rumah, dan melihat seseorang sedang mencuci sebuah mobil bagus dengan hati-hati sekali. Begitu telitinya dia membersihkan mobil itu sampai-sampai setiap sudut dari mobil itu dia bersihkan hingga mengkilat dan nampak seperti baru. Ketika ada sisi bagian mobil yang cacat karena tergores sedikit saja, maka dia panggil anaknya dan memarahinya kenapa mobil itu bisa sampai tergores. Dalam hati saya berkata apakah dia akan bersedih dan marah jika dirinya atau satu anggota keluarganya ada yang tergores dan cacat dalam hal iman dan amal shaleh.

Ini adalah salah satu kebodohan dan kejahilan kita. Berapa banyak sudah kesempatan dan amal-amal agama telah hilang dan kita lewatkan tanpa adanya rasa sadar dan perasaan rugi dalam diri kita. Berapa banyak sudah malam-malam yang mulia kita sia-siakan berlalu begitu saja. Berapa banyak sudah peluang dan kesempatan untuk berbuat baik hilang tanpa ada kesedihan dalam diri kita. Padahal Allah Swt. telah memberikan waktu yang sama kepada kita semua. Yakni 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Justru kita telah banyak membuat rencana-rencana dan skala prioritas kepada sesuatu yang yang sifatnya kebendaan untuk mengisi waktu-waktu kita. Kapan kita beli kendaraan untuk keluarga, kapan kita beli baju baru untuk anak-anak, kapan kita memperbaiki pagar garasi dan mengecat tembok rumah yang sudah kusam, kapan kita makan bersama teman dan kolega, kapan rencana-renana bisnis kita bisa dimulai, serta masih banyak lagi renana-rencana lain tercatat dengan tebalnya di buku agenda kita. Tapi pernahkan kita mencatat dan berusaha dengan keras untuk memperbaiki amalan-amalan kita yang hilang, kapan saya menambah rakaat dalam sholat tahajud, kapan kita menambah jumlah uang untuk sedekah, kapan menambah bacaan quran dan dzikir, kapan memulai silaturrahim dengan tetangga, kapan meningkatkan sholat berjamaah dimasjid, kapan memberi makan kepada fakir miskin yang ada di lingkungan kita, kapan mulai belajar berdagang dengan jujur, kapan memulai amalan dengan ikhlas, kapan memulai untuk menjaga pandangan mata, kapan memulai menambah sholat-sholat sunnah, kapan mencoba untuk amal ma’ruf nahi munkar, kapan memulai untuk belajar taqwa dan tawakkal. Padahal di sela-sela waktu kita untuk bekerja dan keluarga, masih banyak waktu tersisa yang bisa kita isi dengan kegiatan-kegiatan guna perbaikan diri. Dan untuk melakukan itu kita bisa memulainya dari hal-hal yang kecil terlebih dahulu. Kadar dan kualitas amal kita akan bertambah sesuai dengan usaha dan kesungguhan kita dalam melakukannya. Ibarat seorang ayah yang mengulurkan tangan untuk membantu anaknya melakukan sebuah lompatan kecil untuk menyeberangi sebuah kolam kecil, Allah Ta’ala pun akan mengulurkan tanganNya kepada kita untuk membantu kita melakukan sebuah lompatan besar dalam hidup kita untuk untuk menjadi baik dan memilki kemuliaan di sisi Allah Swt. Sejauh mana kita mau berusaha keras dan sungguh-sungguh maka Allah Ta’ala akan sungguh-sungguh membantu kita.

Catatan:
Khalifah Abu Bakar Shidiq r.a. yang mulia mengatakan "Aku lebih rela istri-istri nabi diserang musuh dan bangkainya dicabik-cabik serigala daripada agama dan usaha agama terhenti"

oggix.com

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Free Shoutbox Technology Pioneer

Beramal Saleh Tanpa Mengharap Imbalan

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.


Beramal Saleh Tanpa Mengharap Imbalan


Oleh : Rahmat Hidayat Nasution
Hamba yang bertakwa adalah hamba yang mendengarkan hati nuraninya dan selalu berbuat menurut al-Qur’ an. Di dalam al-Qur’ an, Allah memerintahkan manusia untuk melakukan amal saleh tanpa mengharapkan imbalan keduniaan sedikit pun. Sehingga, tujuan amal saleh yang dilakukan tulus meringankan beban orang lain dari kekurangan dan kesulitan yang menghimpitnya. Larangan yang disitir al-Qur’ an dalam surat al-Muddatsir ayat 6,”Dan janganlah engkau menyebut-nyebut (pemberianmu), karena menginginkan balasan lebih banyak”, benar-benar menjadi pedoman dalam melakukan amal saleh, yaitu untuk mengharap ridho Ilahi bukan untuk mengharap balasan duniawi.

Ikhlas, kunci utama diterimanya amal saleh. Tanpa keikhlasan,hanya kelelahan yang akan dirasakan, sedangkan nilainya menjadi sia-sia, tidak memberikan sedikitpun pengaruhnya bagi pelakunya dan tidak mendapatkan pahala dari sisi Allah. Sungguh, seseorang akan mengalami kerugian di dunia dan akhirat, bila tidak memiliki keikhlasan dalam beramal. Kerana banyaknya amal bukan jaminan di akhirat. Sebagaimana Allah berfirman, ”(Dia) yang menjadikan mati dan hidup, supaya dia menguji kamu siapa yang lebih baik amalnya dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Mulk [67] :2). Berdasarkan ayat di atas, sangat jelas sekali bahwa Allah tidak menilai siapa yang lebih banyak amalnya, tapi yang dinilai adalah amal yang lebih baik. Menurut Fudail bin Iyadh, amal yang lebih baik hanyalah amal yang diiringi keikhlasan dan kebenaran tata caranya. Sesungguhnya amal yang benar namun tidak dilakukan dengan ikhlas tidak akan diterima. Begitu juga sebaliknya, amal yang ikhlas namun tata cara ibadahnya tidak benar, juga tidak akan diterima. Kekhawatiran inilah yang mendorong Umar bin Khaththab untuk selalu mewiridkan doa ini dalam setiap berdoa,” Ya Allah, jadikanlah amalku semuanya saleh dan jangan kau jadikan amal itu untuk seseoarang sedikitpun.”

Memelihara keikhlasan bukanlah hal yang mudah. Ia membutuhkan ikhtiar (usaha) dalam mewujudkannya. Bahkan, usaha yang kita lakukan untuk menjaga keikhlasan jauh lebih sulit ketimbang melakukan amal itu sendiri. Tidak sedikit godaan-godaan dunia yang kerap menyapa kita dalam beribadah sehingga dapat menyelewengkan niat dan tujuan kita, akhirnya amal itu tidak sampai kepada Allah, padahal Allah senantiasa mengingatkan kita ketika membaca kalam-Nya,”Siapa yang ingin bertemu dengan Allah, hendaklah ia mengerjakan amal saleh dan janganlah dia mempersekutukan seseorang pun dalam beribadat kepada Tuhannya.” (QS. al-Kahfi [18]: 110).

Oleh karena itu, sangat diperlukan usaha yang maksimal, yang salah satunya sering melakukan evaluasi diri (Muhasabah), baik ketika akan melakukan amal ataupun sesudahnya. Merenungkan niat sebelum melakukan amal saleh adalah hal yang sangat dianjurkan. Apakah niat kita semata-mata ikhlas karena mengharap ridlo Allah atau tidak? Bila tidak, maka itulah saatnya untuk merenovasi kembali niat kita. Demikian juga halnya setelah melakukan ibadah, maka sangatlah penting menjaga hati dari agar tidak terkotori oleh “debu-debu” riya dan ujub yang ditiupkan Syaitan, yang dapat menghalangi sampainya amal kita kepada Allah. Hal ini sangat membutuh perjuangan yang berbentuk kesungguhan dan kehati-hatian, karena syetan senantiasa siaga untuk meniupkan was-was ke dalam dada manusia. Salah seorang Tabi’in pernah berujar, “aku akan menjadi manusia yang paling bahagia di dunia ini jika aku mengetauhi bahwa salah satu sujudku (dalam shalat) diterima Allah Swt.”.

Sejatinya, keikhlasan itu dapat memberikan beberapa manfaat bagi manusia: Pertama, menjaga amal manusia. Sebagaimana dijelaskan diatas, bahwa ikhlas merupakan syarat diterima amal saleh. Tanpa keikhlasan, maka amal tidak akan diterima Allah Swt dan tidak ada nilainya di akhirat. Allah Swt. telah menyatakan hal ini dalam surat al-Baqarah ayat 264, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu, dengan menyebut-nyebutnya dan menyakitinya (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpaan itu adalah seperti batu licin yang diatasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu batu itu menjadi bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu apapun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.”. Kedua, Ikhlas dapat memberikan kesan yang mendalam bagi semua orang. Hal ini dapat dilihat dari esensi ikhlas sendiri sebagai ruh amal dan dia akan menjadikan amal itu menjadi begitu hidup sehingga menimbulkan pengaruh bukan hanya bagi pelakunya, tapi juga akan memberikan kesan yang mendalam bagi semua orang. Bahkan, kesan ikhlas juga bisa merupakan kesan tersendiri bagi seoarang para da’i bagi para objek dakwahnya. Setiap kata dan perbuatannya menjadi demikian bermakna meskipun terlihat sederhana. Perkataannya yang biasa-biasa saja namun meluncur dari hati yang ikhlas, itulah yang mampu menyentuh hati dan mengantar para penerima dakwah menuju pintu hidayah dan taufik Allah, bukan perkataan yang dihiasi dengan retorika yang menarik tapi tidak ada nilai keikhlasan. Tidak jarang kita saksikan orang berbicara dengan semangat berapi-api, nada yang tinggi, dan retorika yang hebat, tapi terasa ringan di hati bagai kapas yang mudah terbang ditiup angin. Sangat jauh sekali perbedaannya dengan da’i dengan penampilan sederhana dan gaya bicaranya biasa-biasa, namun pembicaraannya mampu menusuk jauh ke dalam relung hati, sehingga terasa benar bobotnya. Ini tidak lain adalah buah dari berkahnya keikhlasan. Ketiga, keikhlasan juga mampu menjaga kestabilitasan amal seseorang. Hamba allah yang ikhlas tidak akan mudah berkobar-kobar semangatnya hanya karena pujian dan tidak mudah down (lemah) jika ada kritikan ataupun cemohan yang menyapanya. Bagi hamba yang ikhlas, pujian dan kritikan dari manusia tidak ada bedanya, sama-sama tidak ada nilai baginya. Karena semua amal salehnya hanya ditujukan untuk Allah dan menggapai ridlonya, tidak peduli dengan selain itu. Ia tidak akan berani menukar keridloan Allah dengan dengan keridloan manusia, apalagi mencari keridloan manusia dengan sesuatu yang mendatangkan murka Allah. Sebagaimana Rasulullah pernah berpesan,” Siapa yang mencari keridloan manusia dengan sesuatu yang mendatangkan murka Allah, maka Allah akan murka kepadanya dan menjadikan orang yang semula meridhoinya menjadi murka kepadanya. Begitu juga sebaliknya, siapa yang mencari keridloan Allah meskipun manusia murka kepadanya, maka Allah akan menjadikan orang yang semula murka menjadi ridlo kepadanya sehingga Allah memperindahnya, memperindah ucapan dan perbuatanya dalam pandangan-Nya.” Keempat, sabar dan tabah menghadapi ujian. Dengan modal keikhlasan, seseorang tidak akan mudah lelah dalam beramal, tetap tabah dan semangat sekalipun perlbagai ujian datang silih berganti. Seakan-akan ia memiliki cadangan energi yang tidak habis-habis. Ia tetap beramal disaat orang-orang tidak mampu lagi melakukannya. Ia mampu melalu ujian demi ujian dengan jiwa yang lapang di saat orang-orang merasa sempit dadanya.

Demikianlah, karena memang keikhlasan merupakan sumber mata air kekuatan. Keikhlasan itulah sumber kenikmatan yang tidak pernah kering dan bertepi senantiasa memancarkan keutamaan dan keberkahan. Ya rabb...

Penulis adalah mahasiswa universitas al-Azhar Kairo, Mesir, Fakultas Syariah Islamiyah, Tingkat IV, dan Kru media TeROBOSAN Kairo, Mesir.


"Amal apakah yg paling dicintai Allah?" Rasulullah berkata,"yg dikerjakan secara tetap walaupun sedikit." Sabdanya lagi,"Lakukanlah amal perbuatan yang sanggup kamu lakukan" (HR. Bukhori)

myspace codes
Myspace Codes: MyNiceSpace.com



Sunday, May 27, 2007

Bicara Dari Hati Akan Kena Kehati

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.
Gunakanlah setiap kesempatanmu hari ini. Anda tidak boleh bergantung pada hari esok. Perhatikanlah hari ini!


Bicara dari hati akan kena ke hati
Oleh : Wibowo

Ada sebuah ungkapan yang pernah saya dengar, yaitu "Kalau orang bicara dari hati, akan kena ke hati !" Mungkin banyak orang yang sepakat dan setuju dengan ungkapan itu. Saya pun pada dasarnya setuju, tapi kenapa dibenak saya ada terpikir hal lain dari ungkapan tsb dan saya ingin mengomentarinya lebih lanjut.

Dalam keseharian kadang kita pernah melihat atau bahkan mengalami juga kejadiannya, yaitu perselisihan dengan orang lain karena sebuah masalah yang akhirnya timbul perdebatan. Bisa jadi saat itu kita memang tidak bersalah dan berusaha menerangkan kejadian yang sebenarnya (Bicara dari Hati). Tetapi pada kenyataannya dan sayangnya orang yang bermasalah pada kita itu tidak mau mengerti, bahkan bisa lebih seru lagi...sampai ada istilah seperti ini "Koq jadi Galakan dia..." ha..ha..ha !

Setelah saya pikir-pikir...ternyata ungkapan "bicara dari hati, akan kena ke hati " itu berlaku hanya bagi orang yang hatinya hidup saja, dalam istilah agamanya (Qolbun Salim). Tapi untuk yang hatinya kurang hidup...yaaa seperti itu tadi walaupun kita sudah berusaha menerangkan/menjelaskan permasalahannya dengan baik (Bicara dari Hati), tetap saja tidak mengena ke hatinya untuk menerima kenyataan dengan Fair.

Contoh respond baik dari orang yang hatinya hidup biasanya diakhir pembicaraan seperti ini "Oh...jadi begitu ya masalah yang sebenarnya, maaf ya...saya pikir tadi begini begitu bla bla bla..." ada lagi yang merespondnya begini " Ya sudah kalau begitu tidak apa-apa..." ada juga yang respondnya " Ya sudah deh, mau gimana lagi kalau sudah begitu..." dan masih ada lagi contoh respond-respond baik lainnya...dan untuk orang yang hatinya hidup, kalau toh dia meminta ganti rugi, dia akan meminta penggantian dengan sewajarnya.

Tapi beda lagi respond dari orang yang hatinya kurang hidup, contoh : "Pokoknya saya ngga mau tau, anda harus bla bla bla..." lalu ada lagi "Udah deh anda ngga usah banyak omong !!!" dan ada juga yang begini "saya tau !!! saya tau !!! tapi anda kan bla bla bla..." mungkin masih banyak lagi expresi lainnya yang pada intinya tidak bijaksana/arif menyikapi dan merespond atas masalah yang sebenarnya.

Sebenarnya sih kalau mau Fair, orang yang hatinya kurang hidup itu...hati kecilnya sih mungkin memahami apa yang dibicarakan oleh lawan bicaranya, tapi ya begitu deh berhubung hatinya kurang hidup (jarang diberi pupuk Ilmu Agama), jadi sesuatu yang tadi itu sudah sempat mengena dihati kecilnya berat untuk bisa membias dalam bentuk prilaku yang baik. Ibarat pohon yang pada dasarnya bisa tumbuh tanpa pupuk (hanya sekedar tumbuh saja), beda dengan pohon yang diberi pupuk, tentu tumbuhnya bisa lebih baik daripada pohon yang tanpa pupuk.

Tapi ada lagi orang yang Supplai ilmunya cukup...tapi prilakunya tetap saja kurang baik, saya berfikir ternyata itu masalahnya ada pada tekad dan kemauannya yang Macet, sehingga ilmu yang sudah didapat hanya Parkir saja pada dirinya. Itu sama halnya seperti masalah lampu yang apinya kecil tapi kondisi sumbu dan minyaknya dalam keadaan baik ?! ternyata masalahnya ada pada alat Volume untuk membesarkan apinya "alat volume-nya macet", wal hasil tetap saja lampu itu sulit/berat untuk bisa menerangi dengan terang benda-benda yang ada disekelilingnya, karena itu tadi ada masalah (Macet) pada alat Volume lampunya.

Begitulah uraian sederhana dari saya tentang ungkapan bagus itu yang seharusnya bila memang sudah benar mengena ke hati, biaskan lah dalam bentuk prilaku yang baik, sehingga setiap masalah bisa berakhir dengan sebuah solusi yang baik. Semoga kita termasuk orang-orang yang hatinya hidup (Qolbun Salim), Aamiin ya Rabbal 'alamin. dudung.net

Pada saat detik2 terakhir kehidupannya, Rosulullah ditanya oleh para istri beliau, ''Siapa di antara kami yang pertama kali akan menemui Anda kelak?''. Dengan suara yang menggetarkan hati, Nabi menjawab, ''Tangan siapa di antara kalian yang paling panjang, itulah yang lebih dulu menemuiku.'' Mereka lalu mengulurkan tangan masing-masing dan membandingkannya satu sama lain. Dugaan mereka, tangan Saudah yang paling panjang. Dialah istri Nabi yang paling tinggi dan besar. Sekitar 10 tahun setelah Rasulullah wafat, ternyata Zainab yang lebih dulu menyusul beliau. Dialah istri Nabi yang perawakannya paling kecil dan dijuluki ''ibu kaum miskin'' yang pemurah hati.

Saturday, May 26, 2007

Al Quran Selular

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

"Jalan cinta selalu melahirkan perubahan besar dg cara yg sangat sederhana. Karena ia menjangkau pangkal hati secara langsung darimana segala perubahan dalam diri seseorang bermula. Bahkan ketika ia menggunakan kekerasan, cinta selalu mengubah efeknya, dan seketika ia berujung haru" (M. Anis Matta)

Luqman al-Hakiim berkata, "Wahai anakku, barangsiapa suka berbohong, ia telah kehilangan air mukanya (malunya), dan siapa yang buruk akhlaknya akan banyak susahnya. Memindahkan batu yang besar lebih mudah daripada memberi pemahaman kepada orang yang bodoh."


Shaleh dengan Al-Quran Seluler

detikcom - Jakarta,Bagi kaum muslim, berbahagialah! Pasalnya, Al-Quran kini bisa diakses via telepon. Layanan Al-Quran Seluler akan memberikan akses ilmu dan hikmah dari Al-Quran melalui telepon biasa maupun ponsel.

Al-Quran Seluler akan memberikan kajian harian atau 6 menit per hari dari Al-Quran dan hikmah penceramah Indonesia. Hari pertama dengan Surah Al Fatihah dan khatam kira-kira tiga tahun hingga Surah An Naas.

Pesan enam menit tersebut mencakup satu menit untuk pembacaan terjemahan Al-Quran, 2-3 menit untuk hikmah dari penceramah pilihan, dan satu menit lainnya untuk pembacaan murotal ayat.

Penceramahnya dapat dipilih sesuai keinginan anggota. Selain mubaligh KH. Abdullah Gymnastiar, yang akrab dipanggil Aa Gym, ada juga Ustad Ihsan Tandjung dan Ustad M. Arifin Ilham.

Untuk ponsel, layanan ini bisa juga diakses dengan menggunakan SMS. Pesan SMS mencakup posisi anggota dalam pemahaman Al-Quran, waktu shalat harian, dan layanan informasi acara muslim.

�Dengan biaya yang murah, kami mencoba mengupayakan agar Al-Quran Seluler terjangkau oleh kebanyakan orang yang berpenghasilan rendah. Semoga dengan harga ini bisa membuka pintu hati, pintu keberkahan, dan pintu kebahagiaan dunia akhirat,�ungkap Aa Gym, Mubaligh sekaligus Presiden Direktur Manajemen Qolbu Corporation kepada pers di Hotel Sari Pan Pasifik, Jakarta, Kamis (27/6/2002).

Dengan telepon biasa, Layanan enam menit ini diperkirakan hanya mencapai Rp 850 per hari, dan untuk ponsel Rp 1.000 per hari, termasuk SMS harian.

Soft launcing akan dimulai 1 Juli 2002. Saat itu, Al-Quran Seluler dapat diakses dengan mendaftar di 021-7883-1001. Dan mulai 1-14 Juli 2002, bagi 5.000 pendaftar pertama tidak akan dikenakan biaya. Masa uji coba tersebut diberikan kepada 2.500 pendaftar yang berada di Jakarta dan 2.500 pendaftar di Bandung.

Menjelang Agustus, Al-Quran Seluler berencana memperbesar kapasitas agar mampu melayani 10.000 anggota dari Jakarta dan 5.000 anggota dari Bandung. Selain itu, akan ditambahkan pula layanan bagi kota lain seperti Bogor dan Surabaya. Layanan ini baru akan diresmikan pada September 2002.

Selain itu, Al-Quran Seluler juga bisa diakses di www.alquranseluler.com. Bagaimana jika muslim yang supersibuk tidak memiliki ponsel? "Ya beli ponsel dulu," canda Aa Gym sambil menutup percakapannya dengan pers.

Berminat?(tna)

calendar hijriyah

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Thursday, May 24, 2007

Bila Manusia Jatuh Cinta

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Janganlah Engkau Mengangkat Kepalamu

Janganlah engkau mengangkat kepalamu, wahai manusia. Sungguh tak pantas bagimu untuk menyombongkan. Ingatlah, kesombongan adalah selendang Sang Maha Pemilik Kerajaan, yang Ia tak suka jika ada manusia mengenakan selendangNya itu. Bukankah Iblis diusir dan dilaknat Allah yang karena kesombongannya, ia enggan bersujud pada Adam as, meskipun itu adalah perintah Allah

Janganlah engkau merasa jadi yang terkuat, karena sesungguhnya engkau tak mampu berbuat apa-apa. Engkau hanyalah seorang manusia yang akan selalu membutuhkan Allah, karena engkau takkan pernah mampu, bahkan hanya untuk mengedipkan mata, tanpa kuasaNya.

Jangan pernah merasa engkau "paling", karena hanya diserang oleh virus, atau bakteri saja, makhluk kecil yang bahkan tak terlihat oleh mata telanjang, engkau tak mampu berbuat apa-apa...engkau hanya akan berbaring tak berdaya setelah serangannya...

Saat kesombongan mengahampiri jiwamu, ingatlah wahai manusia, masih banyak makhluk yang lebih kuat darimu, sekalipun ia hanyalah sebuah virus...

Jangan pernah meremehkan siapapun, atau apapun, karena engkau takkan bisa hidup tanpa mereka. Engkau mungkin tak sadar, mereka berperan penting atas perkembangan dunia yang kau diami saat ini...Virus, nyamuk, dan makhluk kecil lainnya yang keberadaannya terkadang kau anggap sebagai pembawa petaka... Karena kau harus ingat pula, bahwa tak satupun di dunia ini yang Allah ciptakan secara main-main atau sia-sia...

Jangan pernah kau anggap keberadaan mereka sia-sia, dan jangan pernah kau melupakan jasa makhluk lain yang sering kau rasakan, namun jarang sekali kau syukuri...

Tanpa mereka, kau tak dapat mengangkut barang-barangmu yang tak sanggup kau pikul. Tanpa mereka, kau takkan mendapatkan tubuh yang sehat. Tanpa mereka, kau tak akan mendapatkan indahnya dunia...


Masih banyak hewan yang tak kau ketahui manfaatnya secara langsung, namun bersimbiosis baik dengan alam. Masih banyak tumbuhan yang kau sakiti tanpa alasan, padahal mereka adalah penopang kehidupanmu...

Dan masih banyak nikmat Allah lainnya yang masih kau abaikan untuk kau syukuri...

Maka dari itu, yang tidak membutuhkanmu sedikitpun.

Tapi angkatlah kepalamu, untuk menikmati ciptaan Allah, lalu ucapkanlah "..Robbanaa maa kholaqta haadzaa baathilaa, subhaanaka faqinaa 'adzaabannaar.." wahai Robb kami, tidaklah Engkau ciptakan semua ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka jauhkanlah kami dari adzab neraka...

myspace icons
Myspace Icons



Bila Manusia Jatuh Cinta




Apakah benar akan membuatnya lupa akan diri sendiri.? Mungkin saja, tapi hakikatnya saat manusia jatuh cinta, semakin ia ingat dengan cintanya. Semakin kuat ingatannya pada drinya sendiri.

Suatu ketika Hasan dan Husein melihat ibunya, Fatimah (semoga Allah senantiasa merahmati) sedang berdoa. lalu mereka mendengarkan doa yang dipanjatkan oleh ibunya. Fatimah menyebut banyak nama dalam doanya termasuk juga untuk saudara seimannya di banyak tempat, di doakannya semua dengan doa-doa yang penuh kebaikan. Namun mereka heran. Mengapa sang ibu tak menyebut dirinya sendiri. Ya, Fatimah mendoakan banyak orang namun tidak melupakan dirinya sendiri. Dan itu terjadi terus saat Fatimah berdoa.

Sahabat mungkin kita juga masih menemui orang-orang seperti Fatimah. Yang seringkali memanjatkan doa, dengan khusyuk dan menangis bahkan. Semua doanya berisi kebaikan. namun ternyata orang tersebut tak mendoakan dirinya sendiri. Lupakah dirinya? Atau bodohkah?

Saya yakin tidak, tapi saya yakin itu semua karena pemahaman yang amat sangat tentang arti cinta.

Ingatkah kejadian sahabat yang ditegur oleh Rosul ketika ditanya sebesar apa cintanya terhadap dirinya. Sahabat itu menjawab kalau dia mencintai Rosul sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri, yang kemudian di tegur oleh rosul itu bukanlah cinta. Tapi cinta Rosul adalah saat Rosul lebih kita cintai daripada diri kita sendiri, itulah koreksinya. yang kemudian sahabat itu mengatakan hal tersebut.

Sahabat, pecinta senjati lebih cinta pada cintanya daripada dirinya sendiri. Dia lebih ingat cintanya daripada dirinya sendiri. Maka saat kita melihat ada orang yang dengan tulus pada kita mendoakan diri kita dengan banyak hal yang baik, namun dia sendiri tidak atau hanya sedikit doa untuk dirinya sendiri, percayalah cintanya lebih besar dari apa yang pernah kita kira.

Mengendaplah mendengar tangisan doa seorang ibu di tengah malam, maka Anda akan tahu betapa benar nyata cintanya.

Mengendaplah mendengar lantunan doa dari seorang ayah di tengah lelahnya bekerja. Maka Anda akan temui, betapa luas lautan cintanya.

Bukalah lembaran sejarah umat ini. Saat seorang pribadi agung menyebut “umatku,umatku,umatku” di akhir hayatnya, maka Anda akan yakini betapa besar dan kokoh cintanya pada umatnya.

Ya, bila manusia jatuh cinta.
Cintanya lah yang sering diingat,
Cintanyalah yang yang sering disebut,
Cintanyalah yang selalu menjadi harapannya,
Dan dia yakin semakin besar dia cinta,
Semakin besarpula cintanya membalas,
Semakin sering dia menyebut cintanya,
Semakin sering sang cinta menyebut namanya,
Semakin dia agungkan nama sang cinta,
Semakin diagungkan namanya oleh sang cinta,…
Pada siapapun,…
Ayah,ibu,suami,istri,anak,umat,orang yang Anda kasihi, Rosul atau Allah pencipta segala alam..
Hukum jatuh cinta tetap sama…

“Cinta sejati tak pernah bertepuk sebelah tangan”
“Ingatlah Aku, maka Aku pun akan ingat kepadamu.. “(QS Al Baqoroh:152)

myspace icons
Myspace Icons


Perkenankan Aku Mencintai-Mu Semampuku...

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.



Perkenankan aku mencintaimu semampuku

Tuhanku,
Aku masih ingat, saat pertama dulu aku belajar mencintai-Mu.

Kajian demi kajian tarbiyah kupelajari, untai demi untai kata para ustadz kuresapi.
Tentang cinta para nabi, tentang kasih para sahabat, tentang muhabbah orang shalih, tentang kerinduan para syuhada. Lalu kutanam di jiwa dalam-dalam, kutumbuhkan dalam mimpi idealisme yang mengawang di awan.

Tapi Rabbi…
Berbilang hari demi hari dan kemudian tahun berlalu, tapi aku masih juga tak menemukan cinta tertinggi untuk-Mu, aku makin merasakan gelisahku memadai dalam cita yang mengawang, sedang kakiku mengambang. Hingga aku terhempas dalam jurang dan kegelapan.

Allahu Rahiim, Illahi Rabbii,

perkenankanlah aku mencintai-Mu semampuku….
Perkenankanlah aku mencintai-Mu, sebisaku. Dengan segala kelemahanku.

Ilaahi aku tak sanggup mencintai-Mu dengan kesabaran menanggung derita.
Umpama Nabi Ayyub, Musa, Isa hingga Al-Mustafa. Karena itu ijinkan aku mencintai-Mu melalui keluh kesah pengaduanku pada-Mu, atas derita batin dan jasadku, atas sakit dan ketakutanku.

Rabbii,

aku tak sanggup mencintai-Mu seperti Abu Bakar, yang menyedekahkan seluruh hartanya dan hanya meninggalkan Engkau dan Rasul-Mu bagi diri dan keluarganya. Atau layaknya Umar yang menyerahkan separo hartanya demi jihad. Atau Ustman yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan Dien-Mu.

Ijinkan aku mencintai-Mu, melalui 100-500 perak yang terulur pada tangan-tangan kecil di perempatan jalan, pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di pojok-pojok jembatan. Pada makanan-makanan yang terkirim ke handai taulan.

Illahi,

aku tak sanggup mencintai-Mu dengan khusyuknya shalat salah seorang sahabat nabi-Mu, hingga tiada terasa anak panah musuh terhujam di kakinya. Karena itu Ya Allah, perkenankanlah aku tertatih menggapai cinta-Mu, dalam shalat yang coba kudirikan dengan terbata-bata, meski ingatan kadang melayang ke berbagai permasalahan dunia.

Rabbii,

aku tak dapat beribadah ala orang-orang shalih atau bagai para al hafidz dan hafidzah yang membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta dengan-Mu dalam satu putaran malam. Perkenankanlah aku mencintai-Mu, melalui satu - dua rakaat sholat lailku, atau sekedar sunnah nafilahku, selembar dua lembar tilawah harianku. Lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku.

Yaa Rahiim,

aku tak sanggup mencintai-Mu semisal para syuhada, yang menjual dirinya dalam jihad bagi-Mu. Maka perkenankanlah aku mencintai-Mu dengan mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwah-Mu, dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru.

Allahu Kariim,

aku tak sanggup mencintai-Mu di atas segalanya, ijinkan aku mencintai-Mu dengan mencintai keluargaku, membawa mereka pada nikmatnya hidayah dalam naungan Islam, manisnya iman dan ketabahan. Dengan mencintai sahabat-sahabatku, mengajak mereka untuk lebih mengenal-Mu, dengan mencintai manusia dan alam semesta.

Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku, Yaa Allah. Agar cinta itu mengalun dalam jiwa. Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku.



Tahajudku & Dhuhurku

Allah Tuhanku
Kadang Aku Berpikir
Apa Beda Shalat Tahajudku Dan Dhuhaku
Apa Pula Beda Shalat Isya & Dhuhurku

Aku Memulai Keduanya
Dengan Takbir Membesarkan Asmamu
Aku Membaca Al Fatihah
Untuk Memuji Dan Mohon Petunjukmu
Aku Ruku Dan Sujud
Mengagungkan & Meninggikan Mu
Aku Berselawat Kepada Rasulmu
Muhammad Yang Mulia
& Ibrahim Kesayanganmu
Dan Akhirnya Aku Mengucapkan Doa Dan Salam
Kepada Seluruh Saudara-Saudaraku
Di Penghujung Pertemuanku Denganmu

Allah, Sang Penguasa Waktu
Seringkali Aku Terpekur Merenungi
Apa Bedanya Siang Dan Malam
Saat Aku Shalat Isya Disini
Saudaraku Di Afrika Shalat Dhuhur
Saudaraku Di Amerika Shalat Shubuh
Saudaraku Di Arab Saudi Shalat Dhuha
Saudaraku Di Hawai Shalat Tahajud
Dan Saudaraku Astronot Sedang Kebingungan Shalat Apa
Karena Ia Tidak Menemui Siang Dan Malam

Tuhan Sang Maha Agung
Aku Tahu Persis
Engkau Tidak Memerlukan Ruang Dan Waktu
Engkau Hanya Ingin Menguji
Ketaatan Hamba Mu
Apakah Dia Masih Tetep Shalat Ketika Di Indonesia
Apakah Dia Masih Tetep Beribadat Ketika Di Amerika
Apakah Dia Masih Tetep Menghadap Mu Ketika Di Afrika
Apakah Dia Masih Tetep Menemui Mu Ketika Di Kutub
Bahkan Di Luar Angkasa Sekalipun



Kekasihku
Bagiku Tak Ada Beda Ruang Dan Waktu
Saat Ingin Bertemu Dengan Mu
Engkau Selalu Hadir
Di Pagiku, Siangku, Malamku
Engkau Selalu Ada Dimanapun
Di Penjuru Bumi Kupijakkan Kakiku
Wajah Mu Yang Maha Luas
Menguasai Seluruh Ufuk Barat Dan Timur
Dzat Mu Yang Maha Agung
Meliputi Seluruh Penjuru Alam Semesta
7 Petala Langit Dan Bumi
Eksistensimu Yang Lembut Telah Menyatu
Dalam Kehidupan Kami
Lebih Dekat Dari Urat Leher Diri Kami Sendiri
Maka
Jangan Biarkan Kami Terjebak Dalam Semu Pesona Dunia Ini Ya Allah
Aku Ingin Selalu Bersama Mu Dalam Seluruh Ruang Dan Waktuku
Dalam Segala Keterbatasanku
Dalam Segala Kelemahanku
Dalam Segala kebodohanku
Dalam Segala Pengabdianku
Untuk Membuktikan Syahadatku Bahwa Seluruh Realitas Ini
Hanyalah Bayang-Bayang Semu Dari Keberadaan Mu

Seluruh Isi Jagad Semesta Sedang Bertasbih
Memuji Keagungan Mu
Dalam Shalat & Zikir Yang Tak Kumengerti
Seluruh Aliran Darahku Berdesir
Mengagungkan Kebesaran Mu
Seluruh Nafasku Menggelora
Memuji-Muji Kekuasaan Mu
Pusaran Energi Di Miliaran Bio Elektronku
Memancar Dan Menyemburkan
Tasbih Yang Tiada Henti-Hentinya

Kami Semua Bersaksi Ya Rabb
Engkau Dzat Maha Dahsyat
Yang Menggenggam Hidup Mati Kami
Diiringi Deburan Ombak Yang Bertasbih
Diikuti Desau Angin Yang Bertasbih
Disirami Cahaya Matahari Yang Bertasbih
Disaksikan Berjuta-Juta Malaikat Yang Terus Bertasbih,
Bahkan Para Setan Iblis Dan Gelegak Api Neraka Takut Kepada Engkau
Dan Kemudian Bertasbih
Seluruh Makhluk Memuji Dan Mengagungkan Engkau
Allah Azza Wa Jalla




Surat Sayang Dari ALLAH SWT


Saat kau bangun pagi hari, AKU memandangmu dan berharap engkau akan berbicara kepada KU, walaupun hanya sepatah kata meminta pendapatKU atau bersyukur kepada-KU atas sesuatu hal yang indah yang terjadi dalam hidupmu hari ini atau kemarin ......


Tetapi AKU melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja .......
AKU kembali menanti saat engkau sedang bersiap, AKU tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapa-KU, tetapi engkau terlalu sibuk..........


Disatu tempat, engkau duduk disebuah kursi selama lima belas menit tanpa melakukan apapun. Kemudian AKU Melihat engkau menggerakkan kakimu. AKU berfikir engkau akan berbicara kepada-KU tetapi engkau berlari ke telephone dan menghubungi seorang teman untuk mendengarkan kabar terbaru.


AKU melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan AKU menanti dengan sabar sepanjang hari. Dengan semua kegiatanmu AKU berfikir engkau terlalu sibuk mengucapkan sesuatu kepadaKU.


Sebelum makan siang AKU melihatmu memandang sekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk berbicara kepada-KU, itulah sebabnya mengapa engkau tidak menundukkan kepalamu. Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara dan menyebut namaKU dengan lembut sebelum menyantap rizki yang AKU berikan, tetapi engkau tidak melakukannya .......


Masih ada waktu yang tersisa dan AKU berharap engkau akan berbicara kepadaKU, meskipun saat engkau pulang ke rumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan.
Setelah tugasmu selesai, engkau menyalakan TV, engkau menghabiskan banyak waktu setiap hari didepannya, tanpa memikirkan apapun dan hanya menikmati acara yg ditampilkan. Kembali AKU menanti dengan sabar saat engkau menontonTV dan menikmati makananmu tetapi kembali kau tidak berbicara kepadaKU..........


Saat tidur, KU pikir kau merasa terlalu lelah. Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, kau melompat ke tempat tidur dan tertidur tanpa sepatahpun nama-KU, kau sebut ...... Engkau menyadari bahwa AKU selalu hadir untukmu.


AKU telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari. AKU bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar terhadap orang lain. AKU sangat menyayangimu, setiap hari AKU menantikan sepatah kata, do'a, pikiran atau syukur dari hatimu.


Keesokan harinya ...... engkau bangun kembali dan kembali AKU menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini kau akan memberi sedikit waktu untuk menyapa-KU ........
Tapi yang KU tunggu ........ tak kunjung tiba ...... tak juga kau menyapaKU.

Subuh ........Dzuhur .......Ashyar ..........Magrib .........Isya dan Subuh kembali, kau masih mengacuhkan AKU .....tak ada sepatah kata, tak ada seucap do'a, dan tak ada rasa, tak ada harapan dan keinginan untuk bersujud kepada-KU..........


Apa salah-KU padamu ...... wahai Ummat-KU?????Rizki yang KU limpahkan, kesehatan yang KU-berikan, harta yang KU-relakan,makanan yang KU-hidangkan, anak-anak yang KU-rahmatkan, apakah hal itu tidak membuatmu ingat kepada-KU ............!!!!!!!


Percayalah AKU selalu mengasihimu .....dan AKU tetap berharap suatu saat engkau akan menyapa-KU .....memohon perlindungan-KU .....bersujud menghadap-KU ......Yang selalu menyertaimu setiap saat ........

Note: apakah kita memiliki cukup waktu untuk mengirimkan surat ini kepada orang - orang yang kita sayangi??? Untuk mengingatkan mereka bahwa segala apapun yang kita terima hingga saat ini, datangnya hanya dari ALLAH SWT...... semata.






SURAT DARI SETAN

SURAT DARI SETAN UNTUK MU

Aku melihatmu kemarin, saat engkau memulai aktifitas harianmu.
Kau bangun tanpa sujud mengerjakan subuhmu
Bahkan kemudian, kau juga tidak mengucapkan “Bismillah” sebelum memulai santapanmu, juga tidak sempat mengerjakan shalat Isha sebelum berangkat ke tempat tidurmu.
Kau benar2 orang yang bersyukur, aku menyukainya.

Aku tak dapat mengungkapkan betapa senangnya aku melihatmu tidak mengubah cara hidupmu.
Hai Bodoh, Kamu millikku.
Ingat, kau dan aku sudah bertahun-tahun bersama, dan aku masih belum bisa benar2 mencintaimu .
Malah aku masih membencimu, karena aku benci Allah.
Aku hanya menggunakanmu untuk membalas dendamku kepada Allah.

DIA sudah mencampakkan aku dari surga, dan aku akan tetap memanfaatkanmu sepanjang masa untuk membalaskannya

Kau lihat, ALLAH MENYAYANGIMU dan dia masih memiliki rencana-rencana untukmu di hari depan.

Tapi kau sudah menyerahkan hidupmu padaku, dan aku akan membuat kehidupanmu seperti neraka.
Sehingga kita bisa bersama dua kali dan ini akan menyakiti hati ALLAH.

Aku benar-benar berterimakasih padamu, karena aku sudah menunjukkan kepada NYA siapa yang menjadi pengatur dalam hidupmu dalam masa2 yang kita jalani.

Kita nonton film porno bersama, memaki orang, mencuri, berbohong, munafik, makan sekenyang-kenyangya, guyon2an jorok, >http://tausyiah275.blogsome.com/2005/12/11/ngerumpi-dan-menggosip-adalah-ghibah/">bergosip, manghakimi orang, menghujam orang dari belakang, tidak hormat pada orang tua, tidak menghargai masjid, berperilaku buruk.

TENTUNYA kau tak ingin meninggalkan ini begitu saja.
Ayolah, Hai Bodoh, kita terbakar bersama, selamanya.
Aku masih memiliki rencana2 hangat untuk kita.
Ini hanya merupakan surat penghargaanku untuk mu.

Aku ingin mengucapkan ‘TERIMAKASIH’ karena sudah mengizinkanku memanfaatkan hampir semua masa hidupmu.

Kamu memang sangat mudah dibodohi, aku menertawakanmu.
Saat kau tergoda berbuat dosa kamu menghadiahkan tawa.
Dosa sudah mulai mewarnai hidupmu.
Kamu sudah 20 tahun lebih tua, dan sekarang aku perlu darah muda.

Jadi, pergi dan lanjutkanlah mengajarkan orang-orang muda bagaimana berbuat dosa.
Yang perlu kau lakukan adalah merokok, mabuk-mabukan, berbohong, berjudi, bergosip, dan hiduplah se-egois mungkin.

Lakukan semua ini di depan anak-anak dan mereka akan menirunya.
Begitulah anak-anak .
Baiklah, aku persilakan kau bergerak sekarang.
Aku akan kembali beberapa detik lagi untuk menggoda mu lagi.
Jika kau cukup cerdas, kau akan lari sembunyi, dan bertaubat atas dosa-dosamu.
Dan hidup untuk Allah dengan sisa umurmu yang tinggal sedikit.

Memperingati orang bukan tabiatku, tapi di usiamu sekarang dan tetap melakukan dosa, sepertinya memang agak aneh.
Jangan salah sangka, aku masih tetap membencimu.
Hanya saja kau harus menjadi orang tolol yang lebih baik di mata ALLAH.


myspace icons
Myspace Icons







ilmu adalah investasi tiada henti