ikatlah ilmu dengan menuliskannya"sanitomichie"

Thursday, May 10, 2007

Ada Apa Dengan kita,...

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

blogs SAPO
RSS
�Lelah, tersinggung, terhina, kekurangan, uang, tertimpa penyakit, dan masih begitu banyak lagi masalah yang akan membuat orang menjadi goyah, tapi kalau terkelola hatinya, subhanallaah, ia tetap akan punya nilai produktif. Banyak orang yang sangat sibuk memikirkan kecerdasannya, memikirkan kesehatan fisiknya, tapi sangat sedikit memikirkan kondisi hatinya. Kalaulah kita harus memilih, seharusnya kita banyak meluangkan waktu untuk memikirkan qolbu ini. Karena jika qolbu ini baik, yang lainnya pun menjadi baik, Insya Allah.� (AA Gym)



Karena Wanita Ingin Dimengerti

Pernah-pernik kisah kehidupan berumah tangga kadang membuat saya sedih, tapi banyak juga yang membuat saja tersenyum ketika membaca atau mendengarnya. Seperti Ibu saya. Pernah suatu ketika ayah saya sedikit marah kepada Ibu saya. Ibu saya tak mau berkomentar atau membalas dengan kemarahan serupa. Hanya saja, langsung masuk ke kamar dan menangis sejadinya. Kalau sudah begitu, ayah saya luluh juga, kemudian minta maaf karena mungkin telah berlaku kasar atau marah yang kadang hanya karena persoalan sepele saja. Untuk mereka berdua, salam cinta, semoga dirumah baik-baik saja

Ada cerita dari dosen dan juga “guru mengaji “ saya. Suatu ketika istrinya bepergian untuk urusan tertentu dan sang suaminya belum berkesempatan menemani karena alasan kesibukan. Perjalanan cukup jauh dan melelahkan. Dalam kondisi seperti itu, istrinya ingin sekali mendapatkan hiburan dari suaminya. Yah, sebuah SMS menanyakan kabarnya cukuplah. Tapi itu tidak dilakukan oleh suaminya. Dan tentu saja, istrinya bete. “Suamiku tega sekali, nggak khawatir apa dengan diriku” begitu kira-kira.

Setelah urusan selesai, pulanglah sang istri ke rumah. Mengucapkan salam lantas masuk kerumahnya. Apa yang terjadi, ternyata suaminya biasa saja. Tak mengekspresikan rasa kangennya kepada istrinya. Dan bagi istrinya, ibarat sebuah pertandingan, itu merupakan pukulan telak, kecewa..kecewa. Awalnya suaminya cuek saja. Tapi pada akhirnya dia menyadari bahwa sikapnya kurang benar. Ya, setidaknya membukakan pintu dan tersenyum sambil basa-basi menanyakan apakah perjalanannya baik-baik saja itu cukup. Tapi sayang, hal itu tak dilakukannya. Dia baru sadar ketika melihat gelagat istrinya yang lagi benar-benar BT alias butuh tatih tayang….

Ada juga kisah imajinatif yang inspiratif….tentang ayam dan bebek.

Suatu ketika sepasang pengantin baru berjalan-jalan menikmati indahnya perkampungan yang masih belum tersentuh bising dan aroma kota. Ketika mereka bercanda, tiba-tiba terdengar suara dari kejauhan “Kuek.kuek..kuek”

“Dengar sayang, ada ayam” kata istrinya

“bukan..bukan, itu suara bebek” kata suaminya.

“nggak, itu suara ayam” istrinya bersikeras.

“istriku..itu suara bebek, suara ayam itu bunyinya kukururyuuuuk, kalau bebek itu ya kuek..kuek..kuek, nah itu bebek sayang, bukan ayam “kata suaminya mencoba menjelaskan.

“Nggak, aku yakin itu suara ayam” kata istrinya

“Sayang, itu bebek, kamu ini..kamuuuuuuuu” suaminya agak kesal

seketika itu basahlah pipi istrinya, dia menangis sambil tersendu tapi tetap berkata.

“Aku yakin itu ayam, bukan bebek” masih kata istrinya.

Kemudian sang suami sadar tak mau ribut lagi dan berkata.

“Ya kamu benar sayang, itu suara ayam” kata suaminya bersamaan dengan suara dari kejauhan ..kuek..kuek..kuek..

Kadang seorang suami memang perlu bersikap demikian. Untuk sesuatu yang kecil dan sepele tak perlu terlalu diributkan. Yang terpenting adalah membangun keharmonisan rumah tangga. Pertikaian dan hancurnya rumah tangga seringkali terjadi karena kita meributkan hal-hal sepele. Maka dari itu, untuk mencegahnya kita perlu sesekali memahami isi hati seorang wanita yang kita cintai itu

Dan pada akhirnya, untuk menghormati dia, seorang wanita yang kita cintai, kita perlu bersikap bijaksana. Itu semua perlu dilakukan, seperti syair dalam lagu pop… karena wanita ingin dimengerti. Itu saja. (yon’s revolta)





"Jika Allah menahan pemberian-Nya padamu, maka pahamilah bahwa itu adalah suatu (kemuliaan) untukmu selama kau pertahankan keislaman dan keimananmu, higga segenap apa yang dilakukan Allah kepada dirimu menjadi karunia pula kepadamu".(Ibnu Athaillah)







Ada Apa dengan Cinta ??

C-I-N-T-A

Apaan sih ngomong2 "cinta" itu ? telapak tangan anda berkeringat, hati anda deg-degan, suara anda nyangkut di dalam tenggorokan anda?
Hal itu bukanlah cinta, tapi suka ...

Apakah tangan anda tidak dapat berhenti memegang dan menyentuhnya?
Hal itu bukanlah cinta, tapi birahi ...
Apakah anda bangga dan selalu ingin memamerkannya kepada semua orang?
Hal itu bukanlah cinta, tapi anda sedang mujur...
Apakah anda menginginkannya karena anda tahu dia akan selalu di samping anda?
Hal itu bukanlah cinta, tapi kesepian ...

Apakah anda masih bersama dia karena semua orang menginginkannya?
Hal itu bukanlah cinta, tapi kesetiaan ...
Apakah anda menerima pernyataan cintanya karena anda tidak mau menyakiti hatinya?
Hal itu bukanlah cinta, tapi rasa kasihan ...

Apakah anda bersedia untuk memberikan semua yang anda suka untuk dia?
Hal itu bukanlah cinta, tapi kemurahan hati ...
Apakah anda cemburu bila dia bicara dengan lelaki/wanita lain ?
Hal itu bukanlah cinta, tapi takut kehilangan ...
Apakah anda mengatakan padanya bahwa dia adalah satu satunya hal yang anda pikirkan?
GOMBAL ...

Apakah anda masih bersamanya karena campuran dari rasa nyeri dan kegembiraan yang tidak dapat digambarkan kata-kata? Itulah cinta ...
Apakah anda masih menerima kesalahannya karena hal itu adalah bagian dari kepribadiannya?
Itulah cinta ...

Apakah anda tertarik pada orang lain, tapi masih bersamanya dengan setia?
Itulah cinta ...

Apakah anda rela memberikan hati anda, kehidupan anda, dan kematian anda?
Itulah cinta ...

Apakah hati anda tercabik bila dia sedang sedih?
Itulah cinta ...
Apakah anda menangis untuk kepedihannya biarpun dia cukup tegar?
Itulah cinta ...
Apakah anda ikut terluka bila dia sedang sakit?
Itulah cinta ...
Apakah anda selalu ingin menyentuhnya, memeluknya karena anda sayang kepadanya?
Itulah cinta ...

Apakah matanya melihat hati anda yang sesungguhnya dan menyentuh jiwa anda secara dalam sekali sampai terasa nyeri?
Itulah cinta ...

Cinta memang merupakan sesuatu yg ABSURD and Unexplain, tapi yg terpenting mencintailah karena itu adalah sesuatu yang dianugerahi oleh TUHAN Terimalah pasangan anda dgn segala kekurangan dan kelebihannya.
Cinta itu harus saling memberi dan menerima dgn segala keikhlasan hati

Sepenggal Doa Untukmu,...sahabatku

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Mata adalah penuntun, dan hati adalah pendorong dan penuntut. Mata memiliki kenikmatan pandangan dan hati memiliki kenikmatan pencapaian. Keduanya merupakan sekutu yang mesra dalam setiap tindakan dan amal perbuatan manusia, dan tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lain.



Kala Cinta Meranggas Aqidah
Author: Abu Aufa

Kesepian memang kadang menyakitkan, menoreh setiap senyum dan tawa, serta menciptakan riak anak sungai di sudut mata. Pedih dan sedih silih berganti kunjung mengunjungi. Pupus segala harap, melukai semua impian yang kadang memabukkan. Hingga, jiwa yang rapuh menciptakan serpihan kegelisahan yang memilukan.

Saat temaram rembulan menyuguhkan hidangan, terlintas sekelebat bayang. Disibaknya kegelapan, namun entah dimana ia berada. Kecewa, hingga guratan keresahan menyibukkan kelamnya malam. Kebisuan yang menusuk-nusuk, membuat kedukaan semakin berat, hingga menghujam akal dan aqidah. Air mata semakin deras tumpah, lelah, tubuh pun mencoba rebah. Namun jiwa ini lemah, mata air di telaga yang coba dibendungnya kembali menerobos kelopak mata, ke pipi, hingga membasahi sarung bantal dan kapuk di dalamnya.

Cinta...
Entah berapa banyak pahlawan yang tercipta karenanya, namun cinta juga kadang melahirkan para pecundang. Ia laksana kobaran api yang berasal dari setitik bara, menyuluh, namun dapat pula membakar. Impian cinta membuat hati dan raga terselimuti bahagia, memompa harapan yang keluar masuk melalui butiran darah. Mengharapkan kakanda tercinta yang siap mendampingi saat tawa dan air mata, hingga terbentang siluet istimewanya seorang wanita yang telah menikah, mengandung, dan melahirkan si kecil dengan selimut kasih sayang.

Namun, impian berbeda dengan kenyataan. Sepi semakin menggerogoti hari, sendiri... dan masih sendiri.
Duhai belahan hati, entah dimana kakanda bersembunyi.

Ukhti sholehah yang dicintai Allah Ta'ala...
Cinta dan impian membentuk sebuah keluarga memang begitu indah. Namun takkala ia belum menyapa, janganlah membuat gundah dan resah, bahkan merubah pandangan terhadap Sang Pemilik Cinta. Kegelisahan jangan pula membuatmu menggadaikan aqidah, karena sungguh harta itu tak ternilai harganya. Tak ada yang dapat membelinya, apalagi dengan basa-basi cinta yang menyelubungi halleluyah.

Cinta yang membara tak akan dapat menghapus ketentuan Allah Subhanahu wa Ta'ala, "Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu'min) sebelum mereka beriman..." [Al Baqarah: 221]. Namun, ajaran junjungan Rasulullah Sallallaahu Alayhi Wasallam akan pupus, tidak dengan senjata tapi dengan kata-kata, tidak dengan kekuatan tapi dengan logika, dan tidak dalam benci tapi dalam cinta [Henry Martyn, missionaris, 1812 M].

Cinta akan membentuk sebuah keluarga samara (sakinah, mawaddah wa rahmah) karena kesamaan iman dan aqidah, dalam naungan ridho Allah Subhanahu wa Ta'ala. Jangan biarkan sedikitpun celah hatimu terbuka dengan cinta berselaput halleluyah, karena cinta seperti itu akan meranggas aqidah. Pernikahan dengan keyakinan yang berbeda, tak akan melahirkan ketenteraman jiwa, karena ia adalah zina.

Dapatkah engkau menjawab saat anakmu bertanya, mengapa ayah selalu pergi setiap hari Minggu, sedangkan dirimu ruku' dan sujud? Bisakah engkau menjelaskan saat anak laki-lakimu bertanya, mengapa ayah tidak pergi sholat Jum'at padahal dirimu berbicara panjang lebar tentang kewajiban menunaikannya? Atau, mengapa ayah tidak mengucapkan bismillah tapi atas nama Bapa, Putera dan Roh Kudus? Juga, mengapa Tuhannya ayah ada 3 sedangkan dirimu selalu mengucapkan ahad... ahad... ahad?
Mampukah engkau menjelaskan semua itu dan banyak lagi kepada buah hatimu?

Duhai ukhti, sanggupkah engkau menahan murkanya Allah Subhanahu wa Ta'ala?

Saat jiwamu lelah bertanya dimanakah gerangan kekanda berada, kembalilah kepada Sang Pemilik Rahasia, lantunkan munajat dan do'a, mohon tetapkan iman untuk selalu terhatur kepada-Nya. Jadikan hati ini selalu ikhlas serta rela atas setiap keputusan-Nya.

As'alukallahummar ridha ba'dal qadha, wa burdal 'iisyi ba'dal maut, wa ladzdzatan nazhori ila wajhika, wa syauqon ila liqaa'ika.
Ya Allah, aku mohon kerelaan atas setiap keputusan-Mu, kesejukan setelah kematian, dan kelezatan memandang wajah-Mu serta kerinduan berjumpa dengan-Mu.

Mohonkan juga kepada-Nya, agar Ia menguatkan niat dan azzam kepada lelaki yang belum menikah untuk segera menyempurnakan setengah agama, sehingga dirimu serta pasangan jiwa tercinta dapat bersama membangun sebuah istana kecil nan indah dalam naungan ridho-Nya.

Duhai ukhti sholehah...
Sabar... dan bertahanlah. Kalaulah Allah Subhanahu wa Ta'ala menakdirkan dirimu sebagai lajang di dunia ini, yakinlah di surga ada yang setia menanti. Kuatkan hati, tegar... dan selalu tegar, karena dirimu memiliki harta yang tak ternilai harganya, yaitu aqidah.

Wallahua'lam bi showab.

*IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA*
Al-Hubb Fillah wa Lillah,


Abu Aufa
(Terhatur kepada para ukhti yang masih sendiri, yakinlah cinta-Nya jauh lebih berharga dari cinta yang berselimutkan halleluyah)

"Kebajikan yang ringan adalah menunjukkan muka berseri-seri dan mengucapkan kata-kata yang lemah lembut"(Umar bin Khattab)


Sepenggal doa Untukmu

Robb,...
Aku datang pada Mu dengan penuh kepasrahan
Ketika dihadapkan kepada pilihan terberat

Robb,...
Beri ketetapan hati untukku
Hati yang terbaik yang sama-sama kita lihat
Hati yang bukan saja menyejukkan dalam pandanganku
Tapi hati yang telah kau lihat sampai menembus relung kalbunya...

Alloh yang Maha Kuasa,
Maha melihat masa depan,
Maha mengetahui yang akan terjadi
Engkau jua yang mengetahui keinginan terdalam hatiku

Ya Alloh,...
Jika mendambanya adalah kesalahan
dan merindunya adalah kekeliruan
Tolong jangan biarkan hati ini terbuai dalam keindahan fatamorgana semu...

Jika kesempurnaannya bukan untukku...
Tolong bawa jauh dari relung hati...
Hapuskan khayalan keindahan tentangnya
dan jangan biarkan aku terlena dalam keindahannya...
Gantikan aku dengan kesempurnaan yang sebenarnya untuk dia

Tapi Tuhan,...
Jika kesempurnaanku adalah bersamanya
Beri aku kekuatan menentukan pilihan
Beri aku kesabaran dalam menjalani proses menggapainya
Jika dia memang untukku...
Jangan biarkan aku menyerah & terpuruk dalam belenggu masa lalu............

Smoga kau ridhoi kami untuk bersatu
Mengarungi sisa umur...
Menapaki jalan kearah Mu...
Dan melukis keindahan untuk dunia dan akhirat kami...

Tolong beri kesabaran yang penuh...
dalam melalui detik-detik waktu yang berjalan...

Amien......

Doa ini untuk seseorang yang telah mengingatkan tentang kekuasaan-Nya, menjadikan aku kembali merindukan cinta-Nya. Terimakasih atas semua yg pernah kita lalui.....
Smoga Alloh slalu membimbing & membahagiakan mu... Amien






Tuesday, May 8, 2007

Jalim Kebersamaan,...

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Orang yang hidup dengan berprinsip yang teguh tidak akan hilang (dilupakan), tidak akan kehilangan dan tidak akan mati ((Arif bijak)






Saudara-saudaraku warga Bandung yang budiman, sudah kita saksikan dan kita rasakan bersama betapa tindakan-tindakan yang tidak bijaksana, bahkan anarkis (membuat kerusakan) selain tidak menyelesaikan masalah, yang terjadi malah menambah masalah. Betapa tindakan-tindakan yang membuat kerusakan dimana pun dan kapan pun ternyata mengakibatkan beragam masalah yang tiba-tiba muncul, secara diduga atau tidak. Diantara akibat yang dapat kita amati dari kejadian aksi anarkis yang terjadi di kota tercinta ini adalah :

Pertama, nama baik warga kota tercinta ini menjadi tercoreng. Betapa seluruh warga merasakan aib dan malu yang tentu tidak begitu saja untuk melupakannya. Lebih dari itu, tidak begitu mudah pula bagi kita untuk mengembalikan citra kota tercinta ini sebagai kota yang aman, tenteram, damai, dan berperilaku mulia.

Kedua, bagi saudara-saudara kita yang khilaf melakukan perusakan dalam aksi yang sepatutnya kita hormati bersama ini, maka justru institusi buruh yang diatasnamakannya, kini harus menanggung citra yang kurang bagus. Sebagian masyarakat merasa kurang berkenan dengan aksi-aksi yang membuat kerusakan seperti ini, walaupun sangat mungkin kejadian ini bagian dari ulah provokator, yang memang sedang mencari-cari kesempatan untuk memperkeruh keadaan kota kita ini. Apalagi untuk mengembalikan citra sebagai kota yang cinta kedamaian ini pun butuh waktu yang lama dan perjuangan keras.

Ketiga, timbul keresahan di masyarakat. Kejadian ini memunculkan pula suasana masyarakat yang kurang nyaman. Aktivitas kehidupan sehari-hari terganggu, kepentingan umat terabaikan, dan bahkan mengakibatkan warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat pun tidak terlayani. Begitulah yang dapat kita amati dari kejadian yang menimpa kota tercinta ini.

Saudara-saudaraku warga Bandung sekalian, kejadian ini sudah semestinya menjadi pelajaran bagi kita semua. Dan diantara yang bisa kita ambil hikmahnya adalah kita harus punya tekad yang sama untuk membangun kebersamaan di kota tercinta ini. Jangan biarkan kekerasan menjadi solusi dari permasalahan yang ada.

Lebih dari itu masalah yang sedang menimpa kita semua adalah bagian dari karunia Allah SWT yang dapat membuat kita menjadi lebih maju, lebih beradab, dan lebih kuat dalam menghadapi masa yang akan datang, sepanjang kita menyikapinya dengan cara yang benar. Bagi orang yang imannya kokoh tidak pernah ada kejadian yang merugikan. Diberi nikmat kita bersyukur, syukur itulah kebaikan. Diberi ujian kita bersabar, sabar itu pun kebaikan. Kerugian hanyalah milik orang-orang yang tidak punya keyakinan yang kokoh dan tidak punya akhlak yang mulia.

Oleh karenanya, dalam kondisi bangsa yang kurang kondusif ini, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan :


1. Marilah kita budayakan hidup bersahaja. Karena hidup bermewah-mewah, hidup glamour, hidup senang kepada yang bermerek, hidup menjadi korban mode, adalah hidup dengan biaya yang sangat tinggi. Hidup bersahaja terbukti membuat hidup ini lebih indah, lebih murah, dan lebih terhormat. Apalagi dalam hidup keseharian kita pun, kita akan lebih suka dan terpesona kepada orang yang gaya hidupnya bersahaja dibanding dengan orang yang menyiksa diri dengan menjadi korban mode, menjadi korban zaman, menjadi korban sesuatu yang tidak bernilai dalam pandangan Allah SWT.

2. Marilah kita budayakan total hemat. Aktivitas apapun yang mampu kita hemat, tanpa mengurangi produktivitas, ada baiknya jika kita lakukan penghematan. Yang namanya rejeki tidak harus dari yang tidak ada, tapi dari yang ada kita hemat sekuat kemampuan, maka itu pun menjadi rejeki karunia-Nya. Mulai sekarang biasakanlah kita untuk menghemat listrik, air, minyak, bensin, ongkos, jajan, atau apa saja yang bisa kita hemat. Lihatlah, kalau kita melakukan penghematan ini, sepertinya kita akan kaget, karena walaupun dari satu sisi rejeki kita hanya sedikit tapi kalau yang kecil-kecil kita hemat dan gabungkan maka akan menjadi sebuah bekal yang lebih dari memadai.

3. Marilah kita biasakan hidup terencana dengan baik. Jangan melakukan apapun tanpa direncanakan terlebih dahulu. Kita tahu rumusnya, "gagal dalam merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan". Bayangkan saja jikalau kita berangkat ke suatu tempat tanpa peraencanaan yang matang, maka kita hanya akan buang-buang waktu, buang-buang tenaga, dan buang-buang biaya saja. Begitu pun dalam mengeluarkan anggaran kehidupan ini, biasakanlah kita menjadi warga yang selalu merencanakan apapun yang akan kita lakukan. Insya Allah kita akan hemat waktu, hemat biaya, hemat pikiran, dan lebih dari itu, dekat dengan kesuksesan.

4. Marilah kita budayakan untuk selalu berhati-hati, berperhitungan, dan tidak ceroboh. Kita tahu betapa banyak biaya yang keluar karena kecerobohan diri kita. Kelalaian dalam berwirausaha, misalnya, akan membuat kita tertipu, kelalaian menjaga diri akan membuat kita celaka. Setiap kecerobohan ternyata akan selalu menguras biaya yang tinggi. Orang yang hidupnya selalu berhati-hati akan selalu meminimalisir resiko, yang berarti meminimalisir pula kebutuhan-kebutuhan dan biaya yang akan keluar jikalau kita ceroboh.

5. Allah Mahatahu kebutuhan kita lebih dari kita sendiri. Sesulit apapun keadaan, rejeki kita tetap ada. Hanya saja kita harus lebih kreatif dan sungguh-sungguh. Karenanya, marilah kita bersunguh-sungguh berikhtiar secara lahir, juga ikhtiar batin dengan memperkuat ibadah kita. Diantaranya dengan shalat tepat pada waktunya, setiap malam kita bertahajud, Senin – Kamis kita shaum, tiap hari kita upayakan membaca Al-Qur’an, dan juga tiap hari kita usahakan untuk bersedekah walaupun dalam keadan terbatas. Insya Allah dengan kekuatan fisik, kekuatan pikir, dan kekuatan batin, maka semoga ujian yang menimpa kita semua ini malah akan meningkatkan kualitas diri kita sehingga kita bisa menyongsong masa depan yang lebih baik, lebih barokah, dan lebih sukses dunia maupun akhirat.

Selamat berjuang saudara-saudaraku.***

Monday, May 7, 2007

Syair Cinta,....Sanitomichie

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

rindu 29 november
Friday, February 2nd, 2007


apakah arti kata cinta untukmu?
apakah hanya sebuah kata-kata untuk mengungkapkan perasaan kecilmu pada seorang lelaki?
dan apakah arti kata rindu yang kau katakan padaku?
apakah hanya sebuah guratan lidah untuk membuat perasaanku senang?
cinta, rindu adalah sebuah kata-kata yang takkan pernah berarti bagiku, jikala kata kata itu hanya engkau katakan berulang kali, dan tak pernah berbuat apapun untuk membuktikan hal itu

adakah kekuatan yang lebih menakutkan dirimu selain cinta?
apakah ada orang yang mampu mengatur jiwa dan ragamu selain cinta?
sepasang kaki dan tanganmu tak terbelenggu apapun untuk mendatangi diriku yang kau cintai
dan mengapakah engkau takut kepada mereka ?
apakah cintamu hanya berakhir pada sebuah ketakutan kepada seseorang?

jika aku mengetahui keberadaanmu sekarang, aku akan menyusulmu saat ini, dimanapun itu
perasaan ku telah membuat jiwaku gila karenamu
sebuah ungkapan perasaan yang tak bisa diartikan siapapun termasuk diriku

aku teramat merinduimu
aku rindu..


Ikatan tanpa cinta
Tuesday, February 27th, 2007

kuatkah ku menjalani ini??
kebersamaan kita memang indah, bahkan terasa sangat manis
kau teman berbagiku, kau tempat bersandarku
mendengarkan gelak tawaku, meredakan tangisanku,,,
menghangatkan tubuh dan jiwaku

Tapi, dalam tawa itu aku menjerit
dalam kehangatan dekapanmu ku menggigil
kau “teman” terbaikku, tapi bukan pemilik cintaku

Hatiku hanya untuknya
cinta inipun telah utuh menjadi miliknya
walau takkan pernah bersatu,,
karena aku tak mungkin memilikinya
dan tak akan pernah bisa memiliki seutuhnya

Kabarkan Padaku
Wednesday, February 28th, 2007

pastilah terselip di halaman buku
rindu yang sering kau terima
entah saat matahari baru merekah
atau senja yang beranjak tenggelam

pernahkah kau cari
lembaran yang berisi sunyi
kau bersihkan dari debu
dan lipatan yang kaburkan isi

sedang rindumu tetap ada
kusimpan rapi di almari jiwa
nanti jika kau datang lagi
bisa kau baca ulang
biar tahu apakah masih ada
rindumu ataukah perlahan hilang

jika lembaran rinduku
kau temukan kembali
kabarkan padaku

“Syair Cinta”

Semoga, sayap patahku
cukup menghangatkan pangeran hati
Yang melambungkan bahagiaku,
meneduhkan di saat diri telah merapuh

Kini kumengerti arti penantian
memahami makna gelombang sebelum daratan

saat ksatria kejora memanah mendung di angkasa
derai tawaku menjadi bintang di langit terang
binar mataku cahaya di jiwanya
dia labuhan hatiku

Merindu bidadari kecil

kau pasti tahu
aku terpenjara di antara bulat 2 bola matamu

kau pasti tahu
tawa kecilmu mendera mimpi-mimpi malamku

aduh sayang, aku lara dalam rindu

termangu di lentik mata, ikal rambut mayang
dan sayap kecil putihmu

tring-tring…
tongkatmu menaburkan bintang-bintang kecil
menyihir lamunan ayah memendar canda kita

tring-tring…
sayang,
kapan kamu terbang ke perut ibumu?

kamu tertawa riang lagi
menarik lenganku ke kumpulan awan

tring-tring….
mataku terbuka
terbangun dari mimpi

gadis kecilku

ayah lara dalam rindu

Gaun Putih Berenda

Ayah,
bila senja menjelang nanti
akan kukenakan gaun putih indah
berenda-renda dan bertabur mutiara-mutiara

Ingatkah ayah,
kala ibu mejahitkan gaun itu
titik air-matanya berubah menjadi mutiara-mutiara mungil
yang menghiasi gaun indah itu

Tahukah ayah,
kata-kata yang terangkai
adalah puisi-puisi yang merendai gaun itu

Ayah,
bila senja menjadi gelap
ada sepasang lilin dalam genggamanku
lilin yang ada disebelah kanan adalah
yang ibu pernah berikan
masih kuingat ketika ayah menaruh lilin
digenggam tangan kiriku
ayah berbisik lirih:
(lilin ini akan menerangimu dalam kegelapan, anak ku!)
ayah tahu aku takut dengan gelap

Ayah,
gaun indah ini akan juga kukenakan
selama lelap tidurku sepanjang malam nanti
agar esok pagi ketika fajar menjelang
tiada lagi titik air-mata duka ibu
tiada lagi rangkaian kata puisi-puisi lara

Ayah,
ada tujuh kurcaci dan dua bidadari
yang menemaniku di hari-hari penuh tawa-bahagia
kelak akan ada tiga, empat dan lima bidadari?.


« masih menantikanmu
Diskusi ‘Di Lengkung Alis Matamu’ »
hari menjelang tenang

hari menjelang tenang

badan ku lelah
seperti di hantam godamnya sang bima
kaki ku. kaki ku, bergetar
seakan bumi ini bergempa

saat nya pulang
lihat anak dan istri tercinta menanti

ayah bawa apa ? tanya anak ku
istri ku yang cantik hanya tersenyum
dengan malas aku menjawab
ayah hanya bawa pisang goreng, untuk neng

selalu saja begitu
setiap hari tidak ada sesuatu yang hebat yang dapat ku bawa pulang

tapi meski pun
anak ku masih melompat ke girangan
dan istri ku yang manis menyuguhkan ku teh hangat

terimakasih

Apa sih Cinta?

Banyak orang bilang CINTA itu indah..
Tapi mengapa selalu banyak pula yang dipertaruhkan..
Hati, perasaan, logika, waktu, atau bahkan mungkin UANG..
Sepi menyelimuti kala ia tak hadir disisi..
Gundah berkecamuk kala ia jauh dari pandangan..
Benci hadir kala ia menjauh..

Begitu mahal harga cinta yang harus dikorbankan.
Sangat sedikit hasil yang didapat..

Sakit, sakit, sakit saat ia mulai berpaling..
Tetapi ketabahan selalu dapat meredam amarah..

Tuhan, jika memang CINTA itu indah..
Berikanlah aku hati yang tulus untuk selalu dapat menerima kekurangan
dan kelebihan CINTA itu..
Biarkan aku hanya menCINTAiMU sampai akhir hayatku..
Jangan biarkan CINTA membuat lupa akan KAU..
Apa sebenarnya makna CINTA?

Sunday, May 6, 2007

clip


Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Ada Yang Salah

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

<>Ada yang salah

::
Ada yang salah dan aku yang salah.
Tidak seperti itu sebuah persahabatan, harap berlebih darimu akhirnya.
Tiada penyelesaian, kutinggal di awang-awang
pedih buatmu, maaf, batinku, kutak punya pilihan…

Perih kau rasa sejuk kubawa
itu bermula… Ada yang salah dan aku yang salah
Cela kau ungkapkan, mulia kutampilkan
itu berlanjut…

embun pagi mentari punahkan
harap di hati aku musnahkan
lambai putih beralun sunyi menanti hening
semua harus usai, juga kita…

Tidak seperti ini sebuah persahabatan
Laku berlebih, dariku
sebab awal sebuah kekeliruan
Maafku, …
kutak punya pilihan.

Rindu Indahmu,..Enggan Berpaling

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Rindu Indahmu

::
sayang,
sungguh kasihku padamu
tak berujungtak bertepi

walau harus kususuri lorong gelap tanpa akhir
ku takkan berbalik dan mencari terang yang lain

terangku ada di sini
di dadamu
di pelukmu yang erat

::
kasih,
betapa lelah dan luka jiwa ini mencarimu
betapa salah telah mengukiri sluruh hidupku
hanya karena ku ingin bertemu denganmu

kasih,
hati yang tlah lelah ini
kerap berteriak nyalang
dan ia tak pernah henti menjeritkan
kerinduannya padamu

seduku tertahan
bila teringat betapa airmata tlah melumuri jiwaku
yang selalu berlinang
dan terus berlinang
mengapa tak kunjung berakhir perjalanan ini

ketika kutemu dirimu
tetes bahagia membasah di sudut mataku
apakah kaki yang renta ini
tlah menemukan perhentiannya?

kurasakan cintamu
yang sangat dalam
menjelajahi relung hatiku
memberi kesejukan dalam dahaga yang kering

cinta,
siapa yang berani berkata telah menemukan cinta,
bila ia tak pernah diuji
dengan hati yang pedih menahan perih
dengan mata yang sembab membasah
dengan tubuh yang lunglai
dan kelemahan yang terus berderai-derai
dihantam dera

dan cinta pun hadir,
mengusap wajah penuh airmata
membelai tubuh ringkih meringkuk
menenangkan hati yang meratap lirih

dan cinta,
hanya cinta yang mampu merubuhkan gunung
yang mampu menenggelamkan gurun
yang mampu memberi hidup diantara mati

dalam matiku
kutemukan lagi hidupku
dalam rinai pelangi cintamu
menuntunku menyusuri alur yang pernah hilang

cinta,
kumohon,
jangan pernah lagi hilang
walau sekejap

cinta,
kumohon,
izinkan dirimu menjadi perhentian akhirku
karena tak pernah lagi kuingin
memulai perjalanan penuh luka

cinta,
kumohon,
jangan pernah lagi meneteskan airmataku

cinta,
aku membutuhkanmu
karena aku mencintaimu,

cinta,
aku mencintaimu
karena aku mencintaimu ...

Enggan Berpaling

Mungkin dia tidak tahu ada yang terluka di sisinya
Mereka bahagia tampaknya, penuh kasih, penuh mesra
masih menghangat raga baru empat bulan lamanya.

Tidak ingin, hanya pilu
kemana milikku yang selalu terbawa angin.
Aku juga punya tapi aku tak punya.

Wujud hanya desir lembut
Laku hanya tergores di angan
desah hanya bisik perlahan
memang tiada

Aku punya, tapi mana dirinya ?
Ku tlah enggan berpaling, hanya punya satu.
Tidak berbanding dengan dirinya
aku tersenyum, selalu ada yang ingin merebutnya dariku.

Kupandang dengan sudut mata
aku harus bersabar.
Hanya penantian,
Ku tak ingin berpaling, dramaku tlah berakhir.




































Andai Kau Tahu Lelahku,..

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Andai kau tahu lelahku ...

::

Kukira langkahku telah berakhir disini
Di persimpangan jalan yang sunyi
Menanti kereta usang menjemputku
Membawaku ke tempat menyepi

Kereta usang urung menjemputku
Seekor kuda yang gagah menghampiri dan merundukkan punggungnya
Memintaku untuk naik dan mengikutinya pergi
Ku terpana dan tiada kusadar kakiku menapak di sadelnya

Kuda gagah membawaku ke tempat yang indah
Lembah yang penuh warna ceria dan tawa
Hingga ku lupa luka dan duka yang hendak kubawa pergi
Hingga ku lupa bahagia tiada mungkin seindah ini

Kuda gagah telah berhenti di tepian sungai
Melepas lelah dan menatapku lemah
Seketika ku tersadar
Bahagia tiada mungkin seindah ini

Tiada cinta tanpa luka
Tiada rindu tanpa duka

Pekikku pada diri
mengapa ku tak belajar dari lukaku
mengapa lagi-lagi kubiarkan cinta menghajarku
tanpa ampun

Di sudut lembah penuh warna ceria dan tawa
Ada sepi disini
Ada ngilu yang merambati seluruh pembuluh darahku
Getir

Tiada pernah kumemilih suka diatas luka
Tiada pernah kuingin tawa diatas duka
Angin berhembus mengelus pelan pipiku
Bulir bening mengalir cepat dan memecah di udara

Cukup!
Takkan kubiarkan pipi ini menghangat lagi
Takkan kubiarkan mata ini memerah lagi
Takkan ...

Bunga untuk istriku Anita erni Purwati

I Miss U Forever

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

I miss you forever! (TB)

::
Hari hari yang sempurna
Ketika selalu melihat rembulan tersenyum
Ketika selalu berada di naungan sinar senja yang hangat
Ketika dua tangan terpaut erat tak ingin melepaskan nafasnya

Hari-hari yang sempurna
Ketika hangatnya mentari mampu mengeringkan luka yang menganga
Ketika gelap merapat dipeluk hangat senyum manis bidadari
Ketika kebersamaan membuat jiwa ini dapat bertahan

Hari-hari yang sempurna
Ketika bersamamu

Hari-hari yang sempurna
Ketika selalu kau bantu jiwa ini bertahan

Bertahan sampai sejauh ini ...
Bertahan sampai hari ini ...

Hari-hari yang sempura
Ketika rasanya semua masalah sirna
Ketika semua penuh tawa dan keceriaan

Hari-hari yang sempurna
Ketika kau membuatku lupa dimana seharusnya ku berpijak
Ketika kau bantu untuk melupakan siapa diriku
Ketika kau bantu aku untuk menjadi manusia baru
Walau masih merangkak, tertatih, mencari jati diri baru
Walau masih banyak tabir yang harus disingkap satu demi satu

Kau telah memperoleh apa yang kau inginkan
Kau telah memperoleh apa yang kau mau

Kegetiran dalam jiwa yang hancur bergantung padamu
Gelap yang menggelayut resah,
Tergulung ombak... lepas terhempas dibatu karang yang menyayat tubuh

Hari-hari sempurna telah berlalu
Kesendirian dan kehampaan yang tinggal
Merengas di tanah kering kerontang

Menggelepar...
Berdebu...
Menanti kematian yang tidak kunjung tiba...
The image “http://arnita.blogsome.com/images/P1070226.jpg” cannot be displayed, because it contains errors. True love,by san

Seorang Lelaki Sederhana,Kau Tlah Bersama Yang BAru

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Seorang lelaki sederhana

Seorang lelaki sederhana
dengan keinginan yang sederhana
…dan mimpi yang sederhana
menegurku halus,
……ah, ternyata
aku mencinta kesederhanaan.

Kau tlah bersama yang baru

::
Rinai hujan telah reda
Lantunan tetes bersentuh batu tlah lama usai
Di balik tirai dia masih menekuri kaca
bening menembus kehidupan di luar sana.

Ada yang kau nanti, Manis ?
Pangeran tampan dengan kreta kudanya,
atau pemuda gagah dengan bajaknya,
Sendu pias wajahnya menyerut kalbu.

Mengapa kau masih menantinya, Manis ?
Dia tlah pergi dengan gadisnya,
Dia tlah tinggalkan engkau,
Mengapa kau masih percaya padanya, Manis?
Setelah semua kebohongannya,
setelah semua dusta rayunya.

Muram di telaga hitamnya
mengalir alir melewati halus kulitnya
membasah,...
Terlalu lembut untuk disakiti
Parasnya menyorot duka, apakah ini upah setia ?

Manisku, lupakan dirinya
yang tlah berubah muka
yang tlah menjilat ludahnya
yang tlah membuatmu tersia-sia
Manisku, jangan salah duga
Ku tak sodorkan diri
Ku hanya ingin unjuk hati
Bahwa ku punya rasa

Manisku, ku tak mampu lupakanmu
wajah sendumu
mata lukamu
pipi basahmu
Andai ku mampu balaskan dendammu...
Manisku, itu crita lama
Karena kini ku tahu
Kau tlah bersama yang baru



Puisi Cinta Mengapa seperti Ini,..

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Mengapa Seperti Ini?

::
Apa rencanaMu, ya Cintaku ?
Kuterjerembab dalam lubang
Yang kugali sendiri
Bermain rasa dan biarkan meraja

Tidak mengerti makna,
Apakah ini akhir penderitaan
Atau awal kehancuran
Sungguh tidak kumengerti

Masih terasa sembilu menusuk di dada
Masih membekas airmata
Masih terkoyak
Masih kerap tersedu

Aku hilang rasa
Hilang raga
Hilang rupa
Hilang melayang

Bintang tertutup awan
Tak tentu arahkan kemudi
Mana yang dituju
Mana yang diharap

Walau harus menjadi puing
Kalau memang harus dilewati
Aku tak perduli
Pasti kan kujalani

Puisi Ada Yang Tertinggal Disana,..

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Ada yang tertinggal di sana

::
Kasih, telah kususuri jejak alur yang berliku.
Penuh rencah berduri, belukar hitam berderak, lumpur menutupi setiap tapak yang melekat.
Tak pernah kutolehkan pandangku ke belakang,
karena aku tak ingin menjadi ragu dan berbalik arah.

Jejak tlah tak terlihat. Alur tak berbekas. Semua jalanku menujumu tertutup rapat.
Tlah kumusnahkan semua tentangmu. Tentangmu, tentu, semua yang bisa terlihat di mataku.
Bertahun kucari hidupku, bertahun kutipu diriku, bertahun kuingkari hatiku, bertahun kujalani apa yang kusebut menebus dosaku padamu…

Tak pernah kumengerti jalan yang kini ada di hadapanku.
Mengapa semua berbalik arah menatapku?
Mengapa semua mengulurkan tangan meraihku ke dalam derainya?
Mengapa aku tak diizinkan menghilangkanmu?
Seperti aku telah menghilangkan yang lain.

Mungkin kau sudah memahami semua yang telah terjadi.
Mungkin kau sudah mendapat kebijaksanaan dan kerendah hatian untuk menerima semua yang telah terjadi.
Mungkin kau sudah bisa melangkah menuju hidupmu yang baru.
Mungkin, …

Tapi aku masih tetap di sana.
Kakiku berlari, sementara belenggu masa lalu masih terjuntai di dadaku.
Harapan, sejujurnya, aku sudah tak punya.
Ku sadar salahku padamu, ku sadar lukaku padamu, ku sadar perihku padamu, ku sadar ku tak pantas punya harapan.

Bertahun kumimpikan yang sama. Kebahagiaan, yang telah kutinggalkan tanpa hati. Dan sekarang, tiada hakku untuk bermimpi.

Ku terjerat di simpang masa laluku.
Tak pernah benar-benar hilang. Tak pernah ada yang hilang.
Ku tetap hidup dengan masa laluku.
Setiap sudut yang bercerita tentang kita, selalu terngiang.
Setiap lagu yang kita nyanyikan bersama, selalu membuatku berlinang.

Dan kini, tak tentu arahku kemana.
Menyadari apa yang sudah tak patut kumiliki.
Hanya langkah-langkah hati yang membawaku, entah kemana.





Puisi Cinta Maafku Padamu,...

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Maafku, padamu

::
Laut,
perasaanmu setajam pedang
kala kau meradang, menatapku curiga
tak pernah kau percaya hatiku sudah milikmu

Langit,
ku biarkan awan menyaput kelabu
sehingga ku bisa berlindung dibaliknya
sehingga ku bisa berlari darimu

Laut,
gelombang tinggi menghajar seluruh relung
perahu sobek terombang-ambing
mulai karam

Langit,
ku tatap dirimu
ku sadar
kau terlalu jauh, sekarang

Laut,
dalammu bisa merasakan
hatiku tak pernah kembali untukmu

Langit,
apa yang bisa kuperbuat sekarang
tak satupun,
karena apapun takkan membuatmu kembali padaku
Kau sudah terlalu jauh

Laut,
takkan kuulangi kesalahan yang lalu
segala kesemuan
kusudahi

Langit,
rintikmu membasahiku
dengan tubuh basah berpeluh pedih
ku melangkah menerima takdirku

Puisi Cinta Hati Wanita

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Hati Wanita

::
Cinta itu indah sekaligus menyakitkan


Dulu pernah kau katakan
Indahnya dicintai oleh orang yang kita cintai
Lalu mengapa indahnya kau hapus
Hanya karena ratap tangisku
Hanya karena lemahnya hati yang kubiarkan lemah
Hanya karena aku ingin merasa menjadi seorang wanita?

Salahkah bila saat ku menjadi wanita
Kutangisi hubungan panjang tak jelas kapan berakhir?
Salahkah bila saat ku menjadi wanita
Kuinginkan diriku menjadi segalanya untukmu?
Salahkah bila saat ku menjadi wanita
Kuinginkan dirimu hanya untukku seorang?

Bila itu salah
Maka menjadi wanita adalah salah
Mungkin
Memiliki hati seperti wanita adalah hal yang paling salah
Karena pernah kukatakan dulu
Kehadiranmu membuatku menjadi seorang wanita yang sempurna

Dan mungkin itu kini menjadi salah ...

Puisi Cinta Letihku Mencintaimu,..

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Letihku karena mencintaimu

::
Petir,

Kini ku sadar apa sebab sakitku berhari-hari,
berminggu-minggu, berbulan-bulan ...

Kelelahan yang amat sangat membuat tubuh ini tak mampu lagi melawan
penyakit apa pun.

Mencintaimu telah membuatku kehabisan energi
Mencintaimu telah membuatku mengeluarkan semua harapan yang kupunya
Mencintaimu membuat setiap hari buatku adalah tangisan keletihan

Letih ... sebab aku sangat mencintaimu
sangat mengharapkanmu

Tapi harapan itu selalu dihantam badai
sehingga kini karam di dasar lautan

Dan tubuh yang telah banyak berharap ini, kehilangan penopangnya
karena hati terus memaksa untuk tetap mencintaimu
walau tak tentu apa yang harus dituju

Aku mencintaimu, sayang
Walau kumencintai tanpa boleh punya harapan.
Dan setiap harapan itu muncul, selalu kutikam dalam-dalam
Agar sakit yang meretas-retas bisa kunikmati perlahan.

Sehingga sakit pun tak lagi terasa sakit
Karena semua cara kulakukan agar ku bisa menikmati sakit
agar cinta ini tak pernah lelah ...

Dan itu yang kini membuat ku kehabisan darah.


Sebuah jiwa yang bening (TB)

::
Sebuah jiwa yang bening, selalu ku ungkap ketika mengenangmu
Jiwa yang jujur, luluh dalam tautan benang kasih
Irama yang mengalun merdu selalu mengiring bayangmu
Kemana pun mimpi ini berjalan

Kasih,
Lengkap sudah kebahagiaan memilikimu
Ketulusan hatimu yang sejuk seperti tetesan embun pagi
Menghilangkan dahaga prasangkaku.
Prasangka yang telah lama mencengkeram hati
Hingga menjadi panas membara
Kini tlah dingin
Menjadi debu yang tertiup angin

Tlah kulihat jiwamu yang tulus mencintaiku,
Kebeningan kasihmu memeluk kelelahan hatiku
Yang tlah lama mengharap

Kasih,
Seandainya kau tahu prasangka yang mencengkeramku
Akankah kau tetap mencintaiku?
Akankah cinta yang kau beri tetap mengalir seperti saat ini?

Kasih,
Kebeningan hatimu tlah luluhkan hatiku
Ketegaranmu mencintaiku telah memelukku
Hingga ku tak ingin mengembara lagi

Kasih,

Cintamu seperti rumah bagiku,
Rumah yang nyaman untuk kutinggali
Rumah yang akan kuhias
Kurawat dengan ribuan kasih yang tertumpuk di dada ini,
Yang belum pernah terungkap selama hidupku

Kasih,
Biarlah masa lalu menjadi masa lalu,
Seiring dengan prasangka yang hilang terbang tertiup angin
Biarlah rumah yang dulu lenyap dari anganku
dan anganmu

Biarkan rumah kita sekarang tumbuh menjadi rumah yang baru
Sebuah rumah cinta tempat kebeningan hati saling berbagi

Biarlah yang dulu tetap menjadi dulu
dan kekinian cinta kita menjadi penguasa

Cinta,

dalam hati ini, hanya ada anganmu selalu
sebuah jiwa yang bening
dan sebuah rumah cinta yang baru.

Puisi Cinta ...Dan Iapun Berlalu

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Dan ia pun berlalu ...

::
Akhirnya kau ciptakan
Jarak yang tak terlihat

Ada hati yang perlahan menjauh
Ada rindu yang perlahan melemah
Ada cinta yang perlahan mengigaukan lolongan panjangnya

Langit tlah meredup
Harap di hati tlah pudar
Mimpi pun tlah terbunuh

Bukan dirimu yang patut kau cemaskan, kawan
Kau tak pernah tahu pahitnya diperdaya cinta
Kau tak pernah tahu indahnya cinta
Sebelum kau mati karenanya

Tlah kulihat pias pucat di wajahnya
Tlah kulihat airmata yang mengering di pipinya
Tlah kulihat binar itu yang kini tlah padam

Ia hanya menggeleng lemah
Tak ingin bicara

Ia masih seperti gadisku sepuluh tahun yang lalu
Gadis yang sama
Dengan paras yang sama
Ketika ia memilih untuk meninggalkanku


Tiada seorang pun yang dapat meredakan ombak
Tiada seorang pun yang dapat menenangkan angin

Hanya ia
Yang mampu membuatku bersimpuh
Memohon hatinya kembali untukku
Ia, sang pemetik badai

Tak pernah kulupa tatap matanya
Menghunjam ke jiwaku
Dan ia pun berlalu

Tak mudah memahami hatinya
keras bagai pualam, lembut laksana sutra
Tiada hati yang abu-abu
Hitam dan putih
Tegas dan tegar
Tak ragu berkeputusan
walau harus menangisi jejak sepanjang jalan


Dan aku tahu,
ia tlah melakukan hal yang sama padamu
Seperti sepuluh tahun yang lalu

Tiada sedu,
Parasnya beku menatapku.
Akhirnya ia bersuara,
“Tlah kusudahi sebuah perjalanan
perjalanan sia-sia sebuah harap dan mimpi.
Kini kuyakin harap dan mimpi tak pernah ada.
Yang ada hanyalah kenyataan yang harus dihadapi.
Dan aku akan melaluinya, lagi.
Tanpa airmata.”

Suara datar itu serasa mencabik-cabikku,
Kesedihannya tak terbias di paras bekunya

Paras yang sama
Sepuluh tahun yang lalu
ketika ia memilih untuk meninggalkanku

Bertahun kubiarkan kenangan mengisi anganku
Gadis ceria penuh semangat
Matanya yang slalu berbinar
Kerinduannya yang membuncah saat bertemu
Hangat peluknya masih terasa di tubuhku
Dan akhirnya semua lenyap karena kesalahanku

Setiap detik kujeritkan sesalku
Betapa permata indah
tlah terlepas dari genggamanku
Seorang gadis
Yang mampu meredakan ombak
Menenangkan angin
Setia menantiku dalam harap
Yang kukandaskan dalam kebodohanku

Paras beku itu
Sepuluh tahun yang lalu
Hanya menatapku
dan ia pun berlalu
Kini
Paras beku itu tercenung
Di sini, di sebuah tempat yang sunyi

Ku rasakan keletihannya
Kesendiriannya
Tiada pernah bisa dibagi

“Mungkin aku memang tak boleh memiliki.
Sebuah hidup hanya berdua.
Mungkin aku harus dimiliki oleh semua,
sehingga tiada yang terluka.”

Suara yang tetap datar,
kurasakan kebencian yang amat sangat
telah melelehkan hatinya yang lembut
berganti dengan dendam panjang tak berkesudahan

Dan aku hanya bisa tertunduk
kecewa
mengapa kau tiada berbeda denganku
mengeringkan airmatanya
lalu memohon ampun padanya

Sungguh
ia hanya akan menatapmu
dan berlalu.

:: Maafkan aku


Puisi Cinta... Menanti DalamSepi

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

"Barangsiapa yang memegang kuasa tentang sesuatu urusan kaum muslimin, lalu dia memberikan suatu tugas kepada seseorang, sedangkan dia mengetahui bahwa ada orang yang lebih baik daripada orang itu, dia telah mengkhianati Allah, RasulNya dan kaum muslimin." (Hadis Riwayat Al-Hakim)

Menanti dalam sepi

::

Kemarin kulihat ia menangis

dalam hening
dalam diam
tanpa airmata
Namun kutahu ia menangis

Sekarang kulihat ia telah tertawa
walau masih ada luka di matanya
walau masih terasa lelah di hatinya
namun ia telah tertawa

Kutahu ia telah pasrah
Kutahu ia telah menyerah
tak berdaya pada kuasa hatinya
tak kuasa pada kehendak cintanya

Dan kini ia hanya diam
menanti
dalam rindu yang amat sangat
dalam sepi yang menyengat


Menanti sesuatu yang tak pasti
tapi ia tak peduli
ia hanya tahu
cinta yang ia miliki
pasti.


Aku, kau dan dia

::

Apa yang tersisa dari sepotong hati yang terluka?

Aku telah menemuinya. Menatapnya dalam diam.
Matanya teduh, lembut dan penuh sabar.
Tiada riak emosi. Yang kurasakan hanya kepasrahan yang mengalir.
Sebuah ketenangan yang luar biasa.

Aku telah menemuimu. Menatapmu dengan airmata.
Andai kau beri aku sebuah ruang untuk berpikir dan memilih.
Tapi kutahu kau takkan pernah berikan ruang itu.
Karena kau sangat mengenalku.

Lalu kini, semua membeku.
Cair lalu kembali membeku.
Membeku dalam heningku.
Membeku dalam ketidaktegasanmu.

Apakah kau pernah mencoba memahami hati wanita?
Apakah kau pernah tahu berkorban adalah jalan hidup wanita?
Wanita selalu memilih untuk berkorban,
mengorbankan dirinya, demi yang dicintainya.

Lalu kini, siapa yang kau inginkan untuk berkorban?
Ketika semua memilih untuk berkorban, lalu apa yang yang kau dapatkan?
Ketika semua memilih untuk membahagiakan yang lain,
lalu siapa yang sebenarnya akan bahagia?

Aku telah menemuinya. Memeluknya erat.
Aku tahu ia tak pernah membenciku.
Aku tahu aku tak pernah bisa menyakitinya.
Aku tahu kasih tlah hadir di ruang itu.

Namun aku tak pernah yakin, apakah aku sanggup melaluinya.
Aku tidak siap dengan kenyataan ini.
Aku tahu kau pun tak siap.
Dan juga dia.

Bagaimana semua ini bisa terjadi, tak pernah bisa kumengerti.
Mengapa kau bersikukuh mengejar awan di langit?
Mengapa kau bersikeras meredakan ombak?
Mengapa kau berkorban demikian besar tuk meruntuhkan hatiku?

Cinta ini tak pernah padam. Cinta ini selalu ada.
Cinta ini terus berharap. Harapan yang membuatnya selalu hidup.
Menanti seseorang yang pantas menerimanya.
Tuk selamanya.

Ku tak sanggup memadamkan api yang telah kau kobarkan.

Kuharap kau mengerti.

::

Tak bisakah kau menungguku

::
hatiku bimbang namun tetap pikirkanmu
selalu slalu dalam hatiku
ku melangkah sejauh apapun itu
selalu kau di dalam hatiku

ku berjalan berjalan memutar waktu
berharap temukan sisa hatimu
mengertilah kuingin engkau begitu
mengerti kau di dalam hatiku

tak bisakah kau menungguku
hingga nanti tetap menunggu
tak bisakah kau menuntunku
menemani dalam hidupku

tak ada kau mencari hidupku
kemana kau tahu isi hatiku
tunggu sejenak aku di situ
jalanku jalan menemukanmu





















Ikhlas,....

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Meletakkan perhatian pada kelemahan-kelemahan dan kekurangan-kekurangan diri sendiri sama seperti berpegang erat pada tangkai berduri.

Ikhlas

Semoga Allah mengaruniakan kepada kita hati yang ikhlas. karena betapapun kita melakukan sesuatu hingga bersimbah peluh berkuah keringat, habis tenaga dan terkuras pikiran, kalau tidak ikhlas melakukannya, tidak akan ada nilainya di hadapan Allah. Bertempur melawan musuh, tapi kalau hanya ingin disebut sebagai pahlawan, ia tidak memiliki nilai apapun. Menafkahkan seluruh harta kalau hanya ingin disebut sebagai dermawan, ia pun tidak akan memiliki nilai apapun. Mengumandangkan adzan setiap waktu shalat, tapi selama adzan bukan Allah yang dituju, hanya sekedar ingin memamerkan keindahan suara supaya menjadi juara adzan atau menggetarkan hati seseorang, maka itu hanya teriakan-teriakan yang tidak bernilai di hadapan Allah, tidak bernilai!

Ikhlas, terletak pada niat hati. Luar biasa sekali pentingnya niat ini, karena niat adalah pengikat amal. Orang-orang yang tidak pernah memperhatikan niat yang ada di dalam hatinya, siap-siaplah untuk membuang waktu, tenaga, dan harta dengan tiada arti. Keikhlasan seseorang benar-benar menjadi amat penting dan akan membuat hidup ini sangat mudah, indah, dan jauh lebih bermakna.

Apakah ikhlas itu? Orang yang ikhlas adalah orang yang tidak menyertakan kepentingan pribadi atau imbalan duniawi dari apa yang dapat ia lakukan. Konsentrasi orang yang ikhlas cuma satu, yaitu bagaimana agar apa yang dilakukannya diterima oleh Allah SWT. Jadi ketika sedang memasukan uang ke dalam kotak infaq, maka fokus pikiran kita tidak ke kiri dan ke kanan, tapi pikiran kita terfokus bagaimana agar uang yang dinafkahkan itu diterima di sisi Allah.

Apapun yang dilakukan kalau konsentrasi kita hanya kepada Allah, itulah ikhlas. Seperti yang dikatakan Imam Ali bahwa orang yang ikhlas adalah orang yang memusatkan pikirannya agar setiap amalnya diterima oleh Allah. Seorang pembicara yang tulus tidak perlu merekayasa kata-kata agar penuh pesona, tapi ia akan mengupayakan setiap kata yang diucapkan benar-benar menjadi kata yang disukai oleh Allah. Bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Bisa dipertanggungjawabkan artinya. Selebihnya terserah Allah. Kalau ikhlas walaupun sederhana kata-kata kita, Allah-lah yang kuasa menghujamkannya kepada setiap qalbu.

Oleh karena itu, jangan terjebak oleh rekayasa-rekayasa. Allah sama sekali tidak membutuhkan rekayasa apapun dari manusia. Allah Mahatahu segala lintasan hati, Mahatahu segalanya! Makin bening, makin bersih, semuanya semata-mata karena Allah, maka kekuatan Allah yang akan menolong segalanya.

Buah apa yang didapat dari seorang hamba yang ikhlas itu? Seorang hamba yang ikhlas akan merasakan ketentraman jiwa, ketenangan batin. Betapa tidak? Karena ia tidak diperbudak oleh penantian untuk mendapatkan pujian, penghargaan, dan imbalan. Kita tahu bahwa penantian adalah suatu hal yang tidak menyenangkan. Begitu pula menunggu diberi pujian, juga menjadi sesuatu yang tidak nyaman. Lebih getir lagi kalau yang kita lakukan ternyata tidak dipuji, pasti kita akan kecewa.

Tapi bagi seorang hamba yang ikhlas, ia tidak akan pernah mengharapkan apapun dari siapapun, karena kenikmatan baginya bukan dari mendapatkan, tapi dari apa yang bisa dipersembahkan. Jadi kalau saudara mengepel lantai dan di dalam hati mengharap pujian, tidak usah heran jikalau nanti yang datang justru malah cibiran.

Tidak usah heran pula kalau kita tidak ikhlas akan banyak kecewa dalam hidup ini. Orang yang tidak ikhlas akan banyak tersinggung dan terkecewakan karena ia memang terlalu banyak berharap. Karenanya biasakanlah kalau sudah berbuat sesuatu, kita lupakan perbuatan itu. Kita titipkan saja di sisi Allah yang pasti aman. Jangan pula disebut-sebut, diingat-ingat, nanti malah berkurang pahalanya.

Lalu, dimanakah letak kekuatan hamba-hamba Allah yang ikhlas? Seorang hamba yang ikhlas akan memiliki kekuatan ruhiyah yang besar. Ia seakan-akan menjadi pancaran energi yang melimpah. Keikhlasan seorang hamba Allah dapat dilihat pula dari raut muka, tutur kata, serta gerak-gerik perilakunya. Kita akan merasa aman bergaul dengan orang yang ikhlas. Kita tidak curiga akan ditipu, kita tidak curiga akan dikecoh olehnya. Dia benar-benar bening dari berbuat rekayasa. Setiap tumpahan kata-kata dan perilakunya tidak ada yang tersembunyi. Semua itu ia lakukan tanpa mengharap apapun dari orang yang dihadapinya, yang ia harapakan hanyalah memberikan yang terbaik untuk siapapun.

Sungguh akan nikmat bila bergaul dengan seorang hamba yang ikhlas. Setiap kata-katanya tidak akan bagai pisau yang akan mengiris hati. Perilakunya pun tidak akan menyudutkan dan menyempitkan diri. Tidak usah heran jikalau orang ikhlas itu punya daya gugah dan daya ubah yang begitu dahsyat.

Dikisahkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad, sebagai berikut :

Tatkala Allah SWT menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptkana gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya? "Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?"

Allah menjawab, "Ada, yaitu besi" (Kita mafhum bahwa gunung batu pun bisa menjadi rata ketika dibor dan diluluhlantakkan oleh buldozer atau sejenisnya yang terbuat dari besi).

Para malaikat pun kembali bertanya, "Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada besi?"

Allah yang Mahasuci menjawab, "Ada, yaitu api" (Besi, bahkan baja bisa menjadi cair, lumer, dan mendidih setelah dibakar bara api).

Bertanya kembali para malaikat, "Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada api?"

Allah yang Mahaagung menjawab, "Ada, yaitu air" (Api membara sedahsyat apapun, niscaya akan padam jika disiram oleh air).

"Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?" Kembali bertanya para malaikta.

Allah yang Mahatinggi dan Mahasempurna menjawab, "Ada, yaitu angin" (Air di samudera luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung, dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tersimbah dan menghempas karang, atau mengombang-ambingkan kapal dan perahu yang tengah berlayar, tiada lain karena dahsyatnya kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat).

Akhirnya para malaikat pun bertanya lagi, "Ya Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?"

Allah yang Mahagagah dan Mahadahsyat kehebatan-Nya menjawab, "Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya."

Artinya, orang yang paling hebat, paling kuat, dan paling dahsyat adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah yang dilakukannya bersih, tulus, dan ikhlas tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan untuk diketahui orang lain.

Inilah gambaran yang Allah berikan kepada kita bagaimana seorang hamba yang ternyata mempunyai kekuatan dahsyat adalah hamba yang bersedekah, tetapi tetap dalam kondisi ikhlas. Karena naluri dasar kita sebenarnya selalu rindu akan pujian, penghormatan, penghargaan, ucapan terima kasih, dan sebagainya. Kita pun selalu tergelitik untuk memamerkan segala apa yang ada pada diri kita ataupun segala apa yang bisa kita lakukan. Apalagi kalau yang ada pada diri kita atau yang tengah kita lakukan itu berupa kebaikan.

Nah, sahabat. Orang yang ikhlas adalah orang yang punya kekuatan, ia tidak akan kalah oleh aneka macam selera rendah, yaitu rindu pujian dan penghargaan. Allaahuakbar.***

Masih ku tak berdaya…
melupakan mu…
dihatiku berkata…
apakah sebenarnya cinta…
di hati ini…
hanya mainan semata…

namun kau tak mengerti…
apa sebenarnya yang telah terjadi…
di diri ini…

kau yang masih di hati…
tidak terdaya untuk mengundur diri…
dari mu…

Setelah engkau pergi…
tiada apa yang ada di diri ini…
kuharapkan kau berubah hati…
semoga kau akan kembali di diri ini…




ilmu adalah investasi tiada henti