ikatlah ilmu dengan menuliskannya"sanitomichie"

Monday, May 28, 2007

Sudahkah Kita Merasa Memiliki Agama

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Sudahkah Kita Merasa Memilki Agama

Pernahkan anda merasa kehilangan barang, uang, anggota keluarga, anggota tubuh, atau apapun yang merupakan milik anda. Apalagi jika sesuatu yang hilang itu adalah benda atau sesuatu yang anda cintai. Bagaimana perasaan anda. Anda tentu sedih bukan? Mungkin kesedihan anda atas kehilangan sesuatu yang anda cintai itu membuat anda jadi merasa sangat kehilangan. Atau malah kesedihan anda akan berhari-hari sehingga membuat anda masgul, bingung, kalut, pikiran kacau, kehilangan konsentrasi dalam bekerja, susah tidur, susah makan dan lain sebagainya. Banyak diantara kita jika kehilangan sesuatu maka kita akan merasa sedih bukan main. Apalagi barang yang hilang tersebut menyimpan sejarah atau memiliki arti penting buat kita. Atau bahkan anda selalu terbayang betapa anda sudah bersusah payah untuk mendapatkan barang tersebut. Sedih sekali bukan?

Allah Swt. menghendaki kesedihan pada kita dengan cara menghilangkan sesuatu atau barang yang ada pada diri kita, yang hakekatnya adalah ujian buat kita. Ini adalah sarana kita untuk berlatih untuk menghilangkan kecintaan-kecintaan yang ada pada diri kita terhadap sesuatu yang sebenarnya adalah titipan Allah Swt. Dengan kehilangan sesuatu atau barang juga merupakan teguran Allah Swt. agar senantiasa hati kita tidak cenderung kepada sesuatu atau barang tersebut. Karena maksud Allah ta’ala sesungguhnya menciptakan hati kita adalah bagaimana hati kita ada kecintaan kepada Allah. Karena hak utama yang harus dipenuhi oleh sebuah hati adalah agar begaimana hati ini sepenuhnya memilki kecintaan kepada Allah Swt.. Bagi seseorang yang memilki iman yang baik, maka dengan kehilangan benda-benda tersebut dia akan merasa bersyukur karena sesungguhnya Allah telah mengambil kembali titipanNya. Dengan diambilnya titipan tersebut sesungguhnya dia telah lepas dari tanggung jawab dalam menjaga dan mempergunakan titipanNya itu dengan sebaik-baiknya. Ironinya kita selalu merasa bahwa benda-benda yang kita miliki adalah seolah-olah benda tersebut milik kita sepenuhnya. Perasaan inilah yang sesungguhnya yang telah membuat hati susah dan menderita jika kita kehilangan sesuatu. Justru yang menjadi masalah adalah seberapa siap diri kita jika suatu saat sesuatu yang kita anggap milik kita tersebut diambil kembali oleh Yang Maha Pemberi. Sedangkan hakekat kehidupan dunia selalu Allah Swt. ciptakan dengan keadaan-keadaan datang dan pergi serta ada dan tiada. Ada awal dan akhir. Semua barang yang hebat-hebat yang ada disekitar kita sesungguhnya akan berakhir. Semua berasal dari tanah dan akan kembali menjadi tanah. Lantas alasan apa yang menyebabkan kita bersedih jika benda-benda yang hakekatnya berasal dari tanah hilang dari diri kita.

Sebenarnya kecintaaan kita yang demikian besarlah yang membuat hati kita menjadi susah. Memang sangat susah sekali menata hati kita ini, agar hati kita tidak memilki rasa cinta yang besar terhadap sesuatu barang. Karena telah menjadi suatu kebiasaan dalam diri kita yang senantiasa selalu membangga-banggakan kebendaaan (keduniawian) tanpa adanya rasa syukur yang besar kepada Allah Swt. Sifat tamak yang ada dalam diri kitalah yang membuat kita seperti itu. Kelemahan iman kita menjadikan kita lemah dalam mensyukuri nikmat-nikmat Allah Swt.

Lalu bagaimana jika kita kehilangan amal-amal agama yang ada pada diri kita? Apakah kita juga akan merasa bersedih seperti jika kita kehilangan barang-barang yang kita sukai? Bagaimana perasaan kita jika melihat amalan agama yang mulia telah banyak berkurang baik dalam jumlah dan kualitas? Apakah kita juga akan merasa bersedih jika masjid-masjid di sekitar kita kosong dari amalan agama? Apakah kita akan merasa bersedih jika banyak saudara-saudara kita yang meninggalkan sholat dan puasa wajib? Apakah kita akan bersedih jika saudara wanita kita belum menutup aurat dengan sempurna? Bersedihkah kita jika kekhusuan dalam sholat dan baca quran sirna dari diri kita? Apakah kita akan merasa gundah gulana jika melihat ahklaq dan perilaku generasi muda kita sekarang yang cenderung meniru budaya barat dan kufur kepada Allah Swt.? Berapa banyak hari ini sudah sunnah-sunnah Rasulullah saw. telah hilang dan tidak menjadi pegangan dalam diri orang islam dan menjadi barang yang asing serta terlalu berat untuk kita amalkan. Apakah kita akan menangis melihat agama demikian cacat diamalkan dan nampak dengan jelas di depan hidung kita? Lalu apakah kita akan berpikir bahwa Rasulullah saw. akan tersenyum melihat keadaan ummat islam sekarang ini? Sementara kita saat ini masih tertawa dan sibuk untuk membuat angan-angan panjang tentang dunia dan kemajuan materi yang ada pada diri kita.

Kita akan merasa sangat kehilangan jika ada barang-barang milik kita hilang. Akan tetapi jika amal-amal agama ini hilang, maka kesedihan tidak ada pada diri kita. Atau jika kita sedihpun kadar kesedihan itu tidak sebesar jika kita kehilangan benda-benda kesukaan kita. Satu misal jika kita kehilangan amalan sholat malam, maka kita tidak akan merasa sedih seperti kita kehilangan sebuah jam tangan kesayangan kita. Jika kita kehilangan kesempatan untuk bersedekah kepada seseorang yang datang kepada kita maka kita tidak akan bersedih seperti kita kehilangan sebuah handphone terbaru yang baru kita beli dengan susah payah. Padahal kalau kita mau berpikir secara mendalam, nilai dari amal-amal agama yang bisa kita buat dengan mudah harganya jauh lebih tinggi dari benda-benda dunia. Apakah kita rela kehilangan sesuatu yang nilainya tinggi di sisi Allah Swt. daripada kehilangan benda-benda yang sifatnya fana dan merupakan titipan Allah.

Ini adalah indikator bahwa sebenarnya kita ini benar-benar belum merasa bahwa agama dan amalan-amalan yang terkandung di dalamnya adalah milik kita. Seseorang yang merasa memilki sesuatu barang maka dia akan berusaha menjaga barang tersebut dengan sebaik-baiknya. Begitu pula seseorang yang merasa memilki iman dan islam maka dia akan menjaga iman dan islam yang ada pada dirinya dengan sungguh-sungguh. Saya pernah lewat di sebuah rumah, dan melihat seseorang sedang mencuci sebuah mobil bagus dengan hati-hati sekali. Begitu telitinya dia membersihkan mobil itu sampai-sampai setiap sudut dari mobil itu dia bersihkan hingga mengkilat dan nampak seperti baru. Ketika ada sisi bagian mobil yang cacat karena tergores sedikit saja, maka dia panggil anaknya dan memarahinya kenapa mobil itu bisa sampai tergores. Dalam hati saya berkata apakah dia akan bersedih dan marah jika dirinya atau satu anggota keluarganya ada yang tergores dan cacat dalam hal iman dan amal shaleh.

Ini adalah salah satu kebodohan dan kejahilan kita. Berapa banyak sudah kesempatan dan amal-amal agama telah hilang dan kita lewatkan tanpa adanya rasa sadar dan perasaan rugi dalam diri kita. Berapa banyak sudah malam-malam yang mulia kita sia-siakan berlalu begitu saja. Berapa banyak sudah peluang dan kesempatan untuk berbuat baik hilang tanpa ada kesedihan dalam diri kita. Padahal Allah Swt. telah memberikan waktu yang sama kepada kita semua. Yakni 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Justru kita telah banyak membuat rencana-rencana dan skala prioritas kepada sesuatu yang yang sifatnya kebendaan untuk mengisi waktu-waktu kita. Kapan kita beli kendaraan untuk keluarga, kapan kita beli baju baru untuk anak-anak, kapan kita memperbaiki pagar garasi dan mengecat tembok rumah yang sudah kusam, kapan kita makan bersama teman dan kolega, kapan rencana-renana bisnis kita bisa dimulai, serta masih banyak lagi renana-rencana lain tercatat dengan tebalnya di buku agenda kita. Tapi pernahkan kita mencatat dan berusaha dengan keras untuk memperbaiki amalan-amalan kita yang hilang, kapan saya menambah rakaat dalam sholat tahajud, kapan kita menambah jumlah uang untuk sedekah, kapan menambah bacaan quran dan dzikir, kapan memulai silaturrahim dengan tetangga, kapan meningkatkan sholat berjamaah dimasjid, kapan memberi makan kepada fakir miskin yang ada di lingkungan kita, kapan mulai belajar berdagang dengan jujur, kapan memulai amalan dengan ikhlas, kapan memulai untuk menjaga pandangan mata, kapan memulai menambah sholat-sholat sunnah, kapan mencoba untuk amal ma’ruf nahi munkar, kapan memulai untuk belajar taqwa dan tawakkal. Padahal di sela-sela waktu kita untuk bekerja dan keluarga, masih banyak waktu tersisa yang bisa kita isi dengan kegiatan-kegiatan guna perbaikan diri. Dan untuk melakukan itu kita bisa memulainya dari hal-hal yang kecil terlebih dahulu. Kadar dan kualitas amal kita akan bertambah sesuai dengan usaha dan kesungguhan kita dalam melakukannya. Ibarat seorang ayah yang mengulurkan tangan untuk membantu anaknya melakukan sebuah lompatan kecil untuk menyeberangi sebuah kolam kecil, Allah Ta’ala pun akan mengulurkan tanganNya kepada kita untuk membantu kita melakukan sebuah lompatan besar dalam hidup kita untuk untuk menjadi baik dan memilki kemuliaan di sisi Allah Swt. Sejauh mana kita mau berusaha keras dan sungguh-sungguh maka Allah Ta’ala akan sungguh-sungguh membantu kita.

Catatan:
Khalifah Abu Bakar Shidiq r.a. yang mulia mengatakan "Aku lebih rela istri-istri nabi diserang musuh dan bangkainya dicabik-cabik serigala daripada agama dan usaha agama terhenti"

oggix.com

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Free Shoutbox Technology Pioneer

Beramal Saleh Tanpa Mengharap Imbalan

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.


Beramal Saleh Tanpa Mengharap Imbalan


Oleh : Rahmat Hidayat Nasution
Hamba yang bertakwa adalah hamba yang mendengarkan hati nuraninya dan selalu berbuat menurut al-Qur’ an. Di dalam al-Qur’ an, Allah memerintahkan manusia untuk melakukan amal saleh tanpa mengharapkan imbalan keduniaan sedikit pun. Sehingga, tujuan amal saleh yang dilakukan tulus meringankan beban orang lain dari kekurangan dan kesulitan yang menghimpitnya. Larangan yang disitir al-Qur’ an dalam surat al-Muddatsir ayat 6,”Dan janganlah engkau menyebut-nyebut (pemberianmu), karena menginginkan balasan lebih banyak”, benar-benar menjadi pedoman dalam melakukan amal saleh, yaitu untuk mengharap ridho Ilahi bukan untuk mengharap balasan duniawi.

Ikhlas, kunci utama diterimanya amal saleh. Tanpa keikhlasan,hanya kelelahan yang akan dirasakan, sedangkan nilainya menjadi sia-sia, tidak memberikan sedikitpun pengaruhnya bagi pelakunya dan tidak mendapatkan pahala dari sisi Allah. Sungguh, seseorang akan mengalami kerugian di dunia dan akhirat, bila tidak memiliki keikhlasan dalam beramal. Kerana banyaknya amal bukan jaminan di akhirat. Sebagaimana Allah berfirman, ”(Dia) yang menjadikan mati dan hidup, supaya dia menguji kamu siapa yang lebih baik amalnya dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Mulk [67] :2). Berdasarkan ayat di atas, sangat jelas sekali bahwa Allah tidak menilai siapa yang lebih banyak amalnya, tapi yang dinilai adalah amal yang lebih baik. Menurut Fudail bin Iyadh, amal yang lebih baik hanyalah amal yang diiringi keikhlasan dan kebenaran tata caranya. Sesungguhnya amal yang benar namun tidak dilakukan dengan ikhlas tidak akan diterima. Begitu juga sebaliknya, amal yang ikhlas namun tata cara ibadahnya tidak benar, juga tidak akan diterima. Kekhawatiran inilah yang mendorong Umar bin Khaththab untuk selalu mewiridkan doa ini dalam setiap berdoa,” Ya Allah, jadikanlah amalku semuanya saleh dan jangan kau jadikan amal itu untuk seseoarang sedikitpun.”

Memelihara keikhlasan bukanlah hal yang mudah. Ia membutuhkan ikhtiar (usaha) dalam mewujudkannya. Bahkan, usaha yang kita lakukan untuk menjaga keikhlasan jauh lebih sulit ketimbang melakukan amal itu sendiri. Tidak sedikit godaan-godaan dunia yang kerap menyapa kita dalam beribadah sehingga dapat menyelewengkan niat dan tujuan kita, akhirnya amal itu tidak sampai kepada Allah, padahal Allah senantiasa mengingatkan kita ketika membaca kalam-Nya,”Siapa yang ingin bertemu dengan Allah, hendaklah ia mengerjakan amal saleh dan janganlah dia mempersekutukan seseorang pun dalam beribadat kepada Tuhannya.” (QS. al-Kahfi [18]: 110).

Oleh karena itu, sangat diperlukan usaha yang maksimal, yang salah satunya sering melakukan evaluasi diri (Muhasabah), baik ketika akan melakukan amal ataupun sesudahnya. Merenungkan niat sebelum melakukan amal saleh adalah hal yang sangat dianjurkan. Apakah niat kita semata-mata ikhlas karena mengharap ridlo Allah atau tidak? Bila tidak, maka itulah saatnya untuk merenovasi kembali niat kita. Demikian juga halnya setelah melakukan ibadah, maka sangatlah penting menjaga hati dari agar tidak terkotori oleh “debu-debu” riya dan ujub yang ditiupkan Syaitan, yang dapat menghalangi sampainya amal kita kepada Allah. Hal ini sangat membutuh perjuangan yang berbentuk kesungguhan dan kehati-hatian, karena syetan senantiasa siaga untuk meniupkan was-was ke dalam dada manusia. Salah seorang Tabi’in pernah berujar, “aku akan menjadi manusia yang paling bahagia di dunia ini jika aku mengetauhi bahwa salah satu sujudku (dalam shalat) diterima Allah Swt.”.

Sejatinya, keikhlasan itu dapat memberikan beberapa manfaat bagi manusia: Pertama, menjaga amal manusia. Sebagaimana dijelaskan diatas, bahwa ikhlas merupakan syarat diterima amal saleh. Tanpa keikhlasan, maka amal tidak akan diterima Allah Swt dan tidak ada nilainya di akhirat. Allah Swt. telah menyatakan hal ini dalam surat al-Baqarah ayat 264, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu, dengan menyebut-nyebutnya dan menyakitinya (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpaan itu adalah seperti batu licin yang diatasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu batu itu menjadi bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu apapun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.”. Kedua, Ikhlas dapat memberikan kesan yang mendalam bagi semua orang. Hal ini dapat dilihat dari esensi ikhlas sendiri sebagai ruh amal dan dia akan menjadikan amal itu menjadi begitu hidup sehingga menimbulkan pengaruh bukan hanya bagi pelakunya, tapi juga akan memberikan kesan yang mendalam bagi semua orang. Bahkan, kesan ikhlas juga bisa merupakan kesan tersendiri bagi seoarang para da’i bagi para objek dakwahnya. Setiap kata dan perbuatannya menjadi demikian bermakna meskipun terlihat sederhana. Perkataannya yang biasa-biasa saja namun meluncur dari hati yang ikhlas, itulah yang mampu menyentuh hati dan mengantar para penerima dakwah menuju pintu hidayah dan taufik Allah, bukan perkataan yang dihiasi dengan retorika yang menarik tapi tidak ada nilai keikhlasan. Tidak jarang kita saksikan orang berbicara dengan semangat berapi-api, nada yang tinggi, dan retorika yang hebat, tapi terasa ringan di hati bagai kapas yang mudah terbang ditiup angin. Sangat jauh sekali perbedaannya dengan da’i dengan penampilan sederhana dan gaya bicaranya biasa-biasa, namun pembicaraannya mampu menusuk jauh ke dalam relung hati, sehingga terasa benar bobotnya. Ini tidak lain adalah buah dari berkahnya keikhlasan. Ketiga, keikhlasan juga mampu menjaga kestabilitasan amal seseorang. Hamba allah yang ikhlas tidak akan mudah berkobar-kobar semangatnya hanya karena pujian dan tidak mudah down (lemah) jika ada kritikan ataupun cemohan yang menyapanya. Bagi hamba yang ikhlas, pujian dan kritikan dari manusia tidak ada bedanya, sama-sama tidak ada nilai baginya. Karena semua amal salehnya hanya ditujukan untuk Allah dan menggapai ridlonya, tidak peduli dengan selain itu. Ia tidak akan berani menukar keridloan Allah dengan dengan keridloan manusia, apalagi mencari keridloan manusia dengan sesuatu yang mendatangkan murka Allah. Sebagaimana Rasulullah pernah berpesan,” Siapa yang mencari keridloan manusia dengan sesuatu yang mendatangkan murka Allah, maka Allah akan murka kepadanya dan menjadikan orang yang semula meridhoinya menjadi murka kepadanya. Begitu juga sebaliknya, siapa yang mencari keridloan Allah meskipun manusia murka kepadanya, maka Allah akan menjadikan orang yang semula murka menjadi ridlo kepadanya sehingga Allah memperindahnya, memperindah ucapan dan perbuatanya dalam pandangan-Nya.” Keempat, sabar dan tabah menghadapi ujian. Dengan modal keikhlasan, seseorang tidak akan mudah lelah dalam beramal, tetap tabah dan semangat sekalipun perlbagai ujian datang silih berganti. Seakan-akan ia memiliki cadangan energi yang tidak habis-habis. Ia tetap beramal disaat orang-orang tidak mampu lagi melakukannya. Ia mampu melalu ujian demi ujian dengan jiwa yang lapang di saat orang-orang merasa sempit dadanya.

Demikianlah, karena memang keikhlasan merupakan sumber mata air kekuatan. Keikhlasan itulah sumber kenikmatan yang tidak pernah kering dan bertepi senantiasa memancarkan keutamaan dan keberkahan. Ya rabb...

Penulis adalah mahasiswa universitas al-Azhar Kairo, Mesir, Fakultas Syariah Islamiyah, Tingkat IV, dan Kru media TeROBOSAN Kairo, Mesir.


"Amal apakah yg paling dicintai Allah?" Rasulullah berkata,"yg dikerjakan secara tetap walaupun sedikit." Sabdanya lagi,"Lakukanlah amal perbuatan yang sanggup kamu lakukan" (HR. Bukhori)

myspace codes
Myspace Codes: MyNiceSpace.com



Sunday, May 27, 2007

Bicara Dari Hati Akan Kena Kehati

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.
Gunakanlah setiap kesempatanmu hari ini. Anda tidak boleh bergantung pada hari esok. Perhatikanlah hari ini!


Bicara dari hati akan kena ke hati
Oleh : Wibowo

Ada sebuah ungkapan yang pernah saya dengar, yaitu "Kalau orang bicara dari hati, akan kena ke hati !" Mungkin banyak orang yang sepakat dan setuju dengan ungkapan itu. Saya pun pada dasarnya setuju, tapi kenapa dibenak saya ada terpikir hal lain dari ungkapan tsb dan saya ingin mengomentarinya lebih lanjut.

Dalam keseharian kadang kita pernah melihat atau bahkan mengalami juga kejadiannya, yaitu perselisihan dengan orang lain karena sebuah masalah yang akhirnya timbul perdebatan. Bisa jadi saat itu kita memang tidak bersalah dan berusaha menerangkan kejadian yang sebenarnya (Bicara dari Hati). Tetapi pada kenyataannya dan sayangnya orang yang bermasalah pada kita itu tidak mau mengerti, bahkan bisa lebih seru lagi...sampai ada istilah seperti ini "Koq jadi Galakan dia..." ha..ha..ha !

Setelah saya pikir-pikir...ternyata ungkapan "bicara dari hati, akan kena ke hati " itu berlaku hanya bagi orang yang hatinya hidup saja, dalam istilah agamanya (Qolbun Salim). Tapi untuk yang hatinya kurang hidup...yaaa seperti itu tadi walaupun kita sudah berusaha menerangkan/menjelaskan permasalahannya dengan baik (Bicara dari Hati), tetap saja tidak mengena ke hatinya untuk menerima kenyataan dengan Fair.

Contoh respond baik dari orang yang hatinya hidup biasanya diakhir pembicaraan seperti ini "Oh...jadi begitu ya masalah yang sebenarnya, maaf ya...saya pikir tadi begini begitu bla bla bla..." ada lagi yang merespondnya begini " Ya sudah kalau begitu tidak apa-apa..." ada juga yang respondnya " Ya sudah deh, mau gimana lagi kalau sudah begitu..." dan masih ada lagi contoh respond-respond baik lainnya...dan untuk orang yang hatinya hidup, kalau toh dia meminta ganti rugi, dia akan meminta penggantian dengan sewajarnya.

Tapi beda lagi respond dari orang yang hatinya kurang hidup, contoh : "Pokoknya saya ngga mau tau, anda harus bla bla bla..." lalu ada lagi "Udah deh anda ngga usah banyak omong !!!" dan ada juga yang begini "saya tau !!! saya tau !!! tapi anda kan bla bla bla..." mungkin masih banyak lagi expresi lainnya yang pada intinya tidak bijaksana/arif menyikapi dan merespond atas masalah yang sebenarnya.

Sebenarnya sih kalau mau Fair, orang yang hatinya kurang hidup itu...hati kecilnya sih mungkin memahami apa yang dibicarakan oleh lawan bicaranya, tapi ya begitu deh berhubung hatinya kurang hidup (jarang diberi pupuk Ilmu Agama), jadi sesuatu yang tadi itu sudah sempat mengena dihati kecilnya berat untuk bisa membias dalam bentuk prilaku yang baik. Ibarat pohon yang pada dasarnya bisa tumbuh tanpa pupuk (hanya sekedar tumbuh saja), beda dengan pohon yang diberi pupuk, tentu tumbuhnya bisa lebih baik daripada pohon yang tanpa pupuk.

Tapi ada lagi orang yang Supplai ilmunya cukup...tapi prilakunya tetap saja kurang baik, saya berfikir ternyata itu masalahnya ada pada tekad dan kemauannya yang Macet, sehingga ilmu yang sudah didapat hanya Parkir saja pada dirinya. Itu sama halnya seperti masalah lampu yang apinya kecil tapi kondisi sumbu dan minyaknya dalam keadaan baik ?! ternyata masalahnya ada pada alat Volume untuk membesarkan apinya "alat volume-nya macet", wal hasil tetap saja lampu itu sulit/berat untuk bisa menerangi dengan terang benda-benda yang ada disekelilingnya, karena itu tadi ada masalah (Macet) pada alat Volume lampunya.

Begitulah uraian sederhana dari saya tentang ungkapan bagus itu yang seharusnya bila memang sudah benar mengena ke hati, biaskan lah dalam bentuk prilaku yang baik, sehingga setiap masalah bisa berakhir dengan sebuah solusi yang baik. Semoga kita termasuk orang-orang yang hatinya hidup (Qolbun Salim), Aamiin ya Rabbal 'alamin. dudung.net

Pada saat detik2 terakhir kehidupannya, Rosulullah ditanya oleh para istri beliau, ''Siapa di antara kami yang pertama kali akan menemui Anda kelak?''. Dengan suara yang menggetarkan hati, Nabi menjawab, ''Tangan siapa di antara kalian yang paling panjang, itulah yang lebih dulu menemuiku.'' Mereka lalu mengulurkan tangan masing-masing dan membandingkannya satu sama lain. Dugaan mereka, tangan Saudah yang paling panjang. Dialah istri Nabi yang paling tinggi dan besar. Sekitar 10 tahun setelah Rasulullah wafat, ternyata Zainab yang lebih dulu menyusul beliau. Dialah istri Nabi yang perawakannya paling kecil dan dijuluki ''ibu kaum miskin'' yang pemurah hati.

Saturday, May 26, 2007

Al Quran Selular

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

"Jalan cinta selalu melahirkan perubahan besar dg cara yg sangat sederhana. Karena ia menjangkau pangkal hati secara langsung darimana segala perubahan dalam diri seseorang bermula. Bahkan ketika ia menggunakan kekerasan, cinta selalu mengubah efeknya, dan seketika ia berujung haru" (M. Anis Matta)

Luqman al-Hakiim berkata, "Wahai anakku, barangsiapa suka berbohong, ia telah kehilangan air mukanya (malunya), dan siapa yang buruk akhlaknya akan banyak susahnya. Memindahkan batu yang besar lebih mudah daripada memberi pemahaman kepada orang yang bodoh."


Shaleh dengan Al-Quran Seluler

detikcom - Jakarta,Bagi kaum muslim, berbahagialah! Pasalnya, Al-Quran kini bisa diakses via telepon. Layanan Al-Quran Seluler akan memberikan akses ilmu dan hikmah dari Al-Quran melalui telepon biasa maupun ponsel.

Al-Quran Seluler akan memberikan kajian harian atau 6 menit per hari dari Al-Quran dan hikmah penceramah Indonesia. Hari pertama dengan Surah Al Fatihah dan khatam kira-kira tiga tahun hingga Surah An Naas.

Pesan enam menit tersebut mencakup satu menit untuk pembacaan terjemahan Al-Quran, 2-3 menit untuk hikmah dari penceramah pilihan, dan satu menit lainnya untuk pembacaan murotal ayat.

Penceramahnya dapat dipilih sesuai keinginan anggota. Selain mubaligh KH. Abdullah Gymnastiar, yang akrab dipanggil Aa Gym, ada juga Ustad Ihsan Tandjung dan Ustad M. Arifin Ilham.

Untuk ponsel, layanan ini bisa juga diakses dengan menggunakan SMS. Pesan SMS mencakup posisi anggota dalam pemahaman Al-Quran, waktu shalat harian, dan layanan informasi acara muslim.

�Dengan biaya yang murah, kami mencoba mengupayakan agar Al-Quran Seluler terjangkau oleh kebanyakan orang yang berpenghasilan rendah. Semoga dengan harga ini bisa membuka pintu hati, pintu keberkahan, dan pintu kebahagiaan dunia akhirat,�ungkap Aa Gym, Mubaligh sekaligus Presiden Direktur Manajemen Qolbu Corporation kepada pers di Hotel Sari Pan Pasifik, Jakarta, Kamis (27/6/2002).

Dengan telepon biasa, Layanan enam menit ini diperkirakan hanya mencapai Rp 850 per hari, dan untuk ponsel Rp 1.000 per hari, termasuk SMS harian.

Soft launcing akan dimulai 1 Juli 2002. Saat itu, Al-Quran Seluler dapat diakses dengan mendaftar di 021-7883-1001. Dan mulai 1-14 Juli 2002, bagi 5.000 pendaftar pertama tidak akan dikenakan biaya. Masa uji coba tersebut diberikan kepada 2.500 pendaftar yang berada di Jakarta dan 2.500 pendaftar di Bandung.

Menjelang Agustus, Al-Quran Seluler berencana memperbesar kapasitas agar mampu melayani 10.000 anggota dari Jakarta dan 5.000 anggota dari Bandung. Selain itu, akan ditambahkan pula layanan bagi kota lain seperti Bogor dan Surabaya. Layanan ini baru akan diresmikan pada September 2002.

Selain itu, Al-Quran Seluler juga bisa diakses di www.alquranseluler.com. Bagaimana jika muslim yang supersibuk tidak memiliki ponsel? "Ya beli ponsel dulu," canda Aa Gym sambil menutup percakapannya dengan pers.

Berminat?(tna)

calendar hijriyah

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Thursday, May 24, 2007

Bila Manusia Jatuh Cinta

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Janganlah Engkau Mengangkat Kepalamu

Janganlah engkau mengangkat kepalamu, wahai manusia. Sungguh tak pantas bagimu untuk menyombongkan. Ingatlah, kesombongan adalah selendang Sang Maha Pemilik Kerajaan, yang Ia tak suka jika ada manusia mengenakan selendangNya itu. Bukankah Iblis diusir dan dilaknat Allah yang karena kesombongannya, ia enggan bersujud pada Adam as, meskipun itu adalah perintah Allah

Janganlah engkau merasa jadi yang terkuat, karena sesungguhnya engkau tak mampu berbuat apa-apa. Engkau hanyalah seorang manusia yang akan selalu membutuhkan Allah, karena engkau takkan pernah mampu, bahkan hanya untuk mengedipkan mata, tanpa kuasaNya.

Jangan pernah merasa engkau "paling", karena hanya diserang oleh virus, atau bakteri saja, makhluk kecil yang bahkan tak terlihat oleh mata telanjang, engkau tak mampu berbuat apa-apa...engkau hanya akan berbaring tak berdaya setelah serangannya...

Saat kesombongan mengahampiri jiwamu, ingatlah wahai manusia, masih banyak makhluk yang lebih kuat darimu, sekalipun ia hanyalah sebuah virus...

Jangan pernah meremehkan siapapun, atau apapun, karena engkau takkan bisa hidup tanpa mereka. Engkau mungkin tak sadar, mereka berperan penting atas perkembangan dunia yang kau diami saat ini...Virus, nyamuk, dan makhluk kecil lainnya yang keberadaannya terkadang kau anggap sebagai pembawa petaka... Karena kau harus ingat pula, bahwa tak satupun di dunia ini yang Allah ciptakan secara main-main atau sia-sia...

Jangan pernah kau anggap keberadaan mereka sia-sia, dan jangan pernah kau melupakan jasa makhluk lain yang sering kau rasakan, namun jarang sekali kau syukuri...

Tanpa mereka, kau tak dapat mengangkut barang-barangmu yang tak sanggup kau pikul. Tanpa mereka, kau takkan mendapatkan tubuh yang sehat. Tanpa mereka, kau tak akan mendapatkan indahnya dunia...


Masih banyak hewan yang tak kau ketahui manfaatnya secara langsung, namun bersimbiosis baik dengan alam. Masih banyak tumbuhan yang kau sakiti tanpa alasan, padahal mereka adalah penopang kehidupanmu...

Dan masih banyak nikmat Allah lainnya yang masih kau abaikan untuk kau syukuri...

Maka dari itu, yang tidak membutuhkanmu sedikitpun.

Tapi angkatlah kepalamu, untuk menikmati ciptaan Allah, lalu ucapkanlah "..Robbanaa maa kholaqta haadzaa baathilaa, subhaanaka faqinaa 'adzaabannaar.." wahai Robb kami, tidaklah Engkau ciptakan semua ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka jauhkanlah kami dari adzab neraka...

myspace icons
Myspace Icons



Bila Manusia Jatuh Cinta




Apakah benar akan membuatnya lupa akan diri sendiri.? Mungkin saja, tapi hakikatnya saat manusia jatuh cinta, semakin ia ingat dengan cintanya. Semakin kuat ingatannya pada drinya sendiri.

Suatu ketika Hasan dan Husein melihat ibunya, Fatimah (semoga Allah senantiasa merahmati) sedang berdoa. lalu mereka mendengarkan doa yang dipanjatkan oleh ibunya. Fatimah menyebut banyak nama dalam doanya termasuk juga untuk saudara seimannya di banyak tempat, di doakannya semua dengan doa-doa yang penuh kebaikan. Namun mereka heran. Mengapa sang ibu tak menyebut dirinya sendiri. Ya, Fatimah mendoakan banyak orang namun tidak melupakan dirinya sendiri. Dan itu terjadi terus saat Fatimah berdoa.

Sahabat mungkin kita juga masih menemui orang-orang seperti Fatimah. Yang seringkali memanjatkan doa, dengan khusyuk dan menangis bahkan. Semua doanya berisi kebaikan. namun ternyata orang tersebut tak mendoakan dirinya sendiri. Lupakah dirinya? Atau bodohkah?

Saya yakin tidak, tapi saya yakin itu semua karena pemahaman yang amat sangat tentang arti cinta.

Ingatkah kejadian sahabat yang ditegur oleh Rosul ketika ditanya sebesar apa cintanya terhadap dirinya. Sahabat itu menjawab kalau dia mencintai Rosul sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri, yang kemudian di tegur oleh rosul itu bukanlah cinta. Tapi cinta Rosul adalah saat Rosul lebih kita cintai daripada diri kita sendiri, itulah koreksinya. yang kemudian sahabat itu mengatakan hal tersebut.

Sahabat, pecinta senjati lebih cinta pada cintanya daripada dirinya sendiri. Dia lebih ingat cintanya daripada dirinya sendiri. Maka saat kita melihat ada orang yang dengan tulus pada kita mendoakan diri kita dengan banyak hal yang baik, namun dia sendiri tidak atau hanya sedikit doa untuk dirinya sendiri, percayalah cintanya lebih besar dari apa yang pernah kita kira.

Mengendaplah mendengar tangisan doa seorang ibu di tengah malam, maka Anda akan tahu betapa benar nyata cintanya.

Mengendaplah mendengar lantunan doa dari seorang ayah di tengah lelahnya bekerja. Maka Anda akan temui, betapa luas lautan cintanya.

Bukalah lembaran sejarah umat ini. Saat seorang pribadi agung menyebut “umatku,umatku,umatku” di akhir hayatnya, maka Anda akan yakini betapa besar dan kokoh cintanya pada umatnya.

Ya, bila manusia jatuh cinta.
Cintanya lah yang sering diingat,
Cintanyalah yang yang sering disebut,
Cintanyalah yang selalu menjadi harapannya,
Dan dia yakin semakin besar dia cinta,
Semakin besarpula cintanya membalas,
Semakin sering dia menyebut cintanya,
Semakin sering sang cinta menyebut namanya,
Semakin dia agungkan nama sang cinta,
Semakin diagungkan namanya oleh sang cinta,…
Pada siapapun,…
Ayah,ibu,suami,istri,anak,umat,orang yang Anda kasihi, Rosul atau Allah pencipta segala alam..
Hukum jatuh cinta tetap sama…

“Cinta sejati tak pernah bertepuk sebelah tangan”
“Ingatlah Aku, maka Aku pun akan ingat kepadamu.. “(QS Al Baqoroh:152)

myspace icons
Myspace Icons


Perkenankan Aku Mencintai-Mu Semampuku...

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.



Perkenankan aku mencintaimu semampuku

Tuhanku,
Aku masih ingat, saat pertama dulu aku belajar mencintai-Mu.

Kajian demi kajian tarbiyah kupelajari, untai demi untai kata para ustadz kuresapi.
Tentang cinta para nabi, tentang kasih para sahabat, tentang muhabbah orang shalih, tentang kerinduan para syuhada. Lalu kutanam di jiwa dalam-dalam, kutumbuhkan dalam mimpi idealisme yang mengawang di awan.

Tapi Rabbi…
Berbilang hari demi hari dan kemudian tahun berlalu, tapi aku masih juga tak menemukan cinta tertinggi untuk-Mu, aku makin merasakan gelisahku memadai dalam cita yang mengawang, sedang kakiku mengambang. Hingga aku terhempas dalam jurang dan kegelapan.

Allahu Rahiim, Illahi Rabbii,

perkenankanlah aku mencintai-Mu semampuku….
Perkenankanlah aku mencintai-Mu, sebisaku. Dengan segala kelemahanku.

Ilaahi aku tak sanggup mencintai-Mu dengan kesabaran menanggung derita.
Umpama Nabi Ayyub, Musa, Isa hingga Al-Mustafa. Karena itu ijinkan aku mencintai-Mu melalui keluh kesah pengaduanku pada-Mu, atas derita batin dan jasadku, atas sakit dan ketakutanku.

Rabbii,

aku tak sanggup mencintai-Mu seperti Abu Bakar, yang menyedekahkan seluruh hartanya dan hanya meninggalkan Engkau dan Rasul-Mu bagi diri dan keluarganya. Atau layaknya Umar yang menyerahkan separo hartanya demi jihad. Atau Ustman yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan Dien-Mu.

Ijinkan aku mencintai-Mu, melalui 100-500 perak yang terulur pada tangan-tangan kecil di perempatan jalan, pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di pojok-pojok jembatan. Pada makanan-makanan yang terkirim ke handai taulan.

Illahi,

aku tak sanggup mencintai-Mu dengan khusyuknya shalat salah seorang sahabat nabi-Mu, hingga tiada terasa anak panah musuh terhujam di kakinya. Karena itu Ya Allah, perkenankanlah aku tertatih menggapai cinta-Mu, dalam shalat yang coba kudirikan dengan terbata-bata, meski ingatan kadang melayang ke berbagai permasalahan dunia.

Rabbii,

aku tak dapat beribadah ala orang-orang shalih atau bagai para al hafidz dan hafidzah yang membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta dengan-Mu dalam satu putaran malam. Perkenankanlah aku mencintai-Mu, melalui satu - dua rakaat sholat lailku, atau sekedar sunnah nafilahku, selembar dua lembar tilawah harianku. Lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku.

Yaa Rahiim,

aku tak sanggup mencintai-Mu semisal para syuhada, yang menjual dirinya dalam jihad bagi-Mu. Maka perkenankanlah aku mencintai-Mu dengan mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwah-Mu, dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru.

Allahu Kariim,

aku tak sanggup mencintai-Mu di atas segalanya, ijinkan aku mencintai-Mu dengan mencintai keluargaku, membawa mereka pada nikmatnya hidayah dalam naungan Islam, manisnya iman dan ketabahan. Dengan mencintai sahabat-sahabatku, mengajak mereka untuk lebih mengenal-Mu, dengan mencintai manusia dan alam semesta.

Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku, Yaa Allah. Agar cinta itu mengalun dalam jiwa. Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku.



Tahajudku & Dhuhurku

Allah Tuhanku
Kadang Aku Berpikir
Apa Beda Shalat Tahajudku Dan Dhuhaku
Apa Pula Beda Shalat Isya & Dhuhurku

Aku Memulai Keduanya
Dengan Takbir Membesarkan Asmamu
Aku Membaca Al Fatihah
Untuk Memuji Dan Mohon Petunjukmu
Aku Ruku Dan Sujud
Mengagungkan & Meninggikan Mu
Aku Berselawat Kepada Rasulmu
Muhammad Yang Mulia
& Ibrahim Kesayanganmu
Dan Akhirnya Aku Mengucapkan Doa Dan Salam
Kepada Seluruh Saudara-Saudaraku
Di Penghujung Pertemuanku Denganmu

Allah, Sang Penguasa Waktu
Seringkali Aku Terpekur Merenungi
Apa Bedanya Siang Dan Malam
Saat Aku Shalat Isya Disini
Saudaraku Di Afrika Shalat Dhuhur
Saudaraku Di Amerika Shalat Shubuh
Saudaraku Di Arab Saudi Shalat Dhuha
Saudaraku Di Hawai Shalat Tahajud
Dan Saudaraku Astronot Sedang Kebingungan Shalat Apa
Karena Ia Tidak Menemui Siang Dan Malam

Tuhan Sang Maha Agung
Aku Tahu Persis
Engkau Tidak Memerlukan Ruang Dan Waktu
Engkau Hanya Ingin Menguji
Ketaatan Hamba Mu
Apakah Dia Masih Tetep Shalat Ketika Di Indonesia
Apakah Dia Masih Tetep Beribadat Ketika Di Amerika
Apakah Dia Masih Tetep Menghadap Mu Ketika Di Afrika
Apakah Dia Masih Tetep Menemui Mu Ketika Di Kutub
Bahkan Di Luar Angkasa Sekalipun



Kekasihku
Bagiku Tak Ada Beda Ruang Dan Waktu
Saat Ingin Bertemu Dengan Mu
Engkau Selalu Hadir
Di Pagiku, Siangku, Malamku
Engkau Selalu Ada Dimanapun
Di Penjuru Bumi Kupijakkan Kakiku
Wajah Mu Yang Maha Luas
Menguasai Seluruh Ufuk Barat Dan Timur
Dzat Mu Yang Maha Agung
Meliputi Seluruh Penjuru Alam Semesta
7 Petala Langit Dan Bumi
Eksistensimu Yang Lembut Telah Menyatu
Dalam Kehidupan Kami
Lebih Dekat Dari Urat Leher Diri Kami Sendiri
Maka
Jangan Biarkan Kami Terjebak Dalam Semu Pesona Dunia Ini Ya Allah
Aku Ingin Selalu Bersama Mu Dalam Seluruh Ruang Dan Waktuku
Dalam Segala Keterbatasanku
Dalam Segala Kelemahanku
Dalam Segala kebodohanku
Dalam Segala Pengabdianku
Untuk Membuktikan Syahadatku Bahwa Seluruh Realitas Ini
Hanyalah Bayang-Bayang Semu Dari Keberadaan Mu

Seluruh Isi Jagad Semesta Sedang Bertasbih
Memuji Keagungan Mu
Dalam Shalat & Zikir Yang Tak Kumengerti
Seluruh Aliran Darahku Berdesir
Mengagungkan Kebesaran Mu
Seluruh Nafasku Menggelora
Memuji-Muji Kekuasaan Mu
Pusaran Energi Di Miliaran Bio Elektronku
Memancar Dan Menyemburkan
Tasbih Yang Tiada Henti-Hentinya

Kami Semua Bersaksi Ya Rabb
Engkau Dzat Maha Dahsyat
Yang Menggenggam Hidup Mati Kami
Diiringi Deburan Ombak Yang Bertasbih
Diikuti Desau Angin Yang Bertasbih
Disirami Cahaya Matahari Yang Bertasbih
Disaksikan Berjuta-Juta Malaikat Yang Terus Bertasbih,
Bahkan Para Setan Iblis Dan Gelegak Api Neraka Takut Kepada Engkau
Dan Kemudian Bertasbih
Seluruh Makhluk Memuji Dan Mengagungkan Engkau
Allah Azza Wa Jalla




Surat Sayang Dari ALLAH SWT


Saat kau bangun pagi hari, AKU memandangmu dan berharap engkau akan berbicara kepada KU, walaupun hanya sepatah kata meminta pendapatKU atau bersyukur kepada-KU atas sesuatu hal yang indah yang terjadi dalam hidupmu hari ini atau kemarin ......


Tetapi AKU melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja .......
AKU kembali menanti saat engkau sedang bersiap, AKU tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapa-KU, tetapi engkau terlalu sibuk..........


Disatu tempat, engkau duduk disebuah kursi selama lima belas menit tanpa melakukan apapun. Kemudian AKU Melihat engkau menggerakkan kakimu. AKU berfikir engkau akan berbicara kepada-KU tetapi engkau berlari ke telephone dan menghubungi seorang teman untuk mendengarkan kabar terbaru.


AKU melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan AKU menanti dengan sabar sepanjang hari. Dengan semua kegiatanmu AKU berfikir engkau terlalu sibuk mengucapkan sesuatu kepadaKU.


Sebelum makan siang AKU melihatmu memandang sekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk berbicara kepada-KU, itulah sebabnya mengapa engkau tidak menundukkan kepalamu. Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara dan menyebut namaKU dengan lembut sebelum menyantap rizki yang AKU berikan, tetapi engkau tidak melakukannya .......


Masih ada waktu yang tersisa dan AKU berharap engkau akan berbicara kepadaKU, meskipun saat engkau pulang ke rumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan.
Setelah tugasmu selesai, engkau menyalakan TV, engkau menghabiskan banyak waktu setiap hari didepannya, tanpa memikirkan apapun dan hanya menikmati acara yg ditampilkan. Kembali AKU menanti dengan sabar saat engkau menontonTV dan menikmati makananmu tetapi kembali kau tidak berbicara kepadaKU..........


Saat tidur, KU pikir kau merasa terlalu lelah. Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, kau melompat ke tempat tidur dan tertidur tanpa sepatahpun nama-KU, kau sebut ...... Engkau menyadari bahwa AKU selalu hadir untukmu.


AKU telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari. AKU bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar terhadap orang lain. AKU sangat menyayangimu, setiap hari AKU menantikan sepatah kata, do'a, pikiran atau syukur dari hatimu.


Keesokan harinya ...... engkau bangun kembali dan kembali AKU menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini kau akan memberi sedikit waktu untuk menyapa-KU ........
Tapi yang KU tunggu ........ tak kunjung tiba ...... tak juga kau menyapaKU.

Subuh ........Dzuhur .......Ashyar ..........Magrib .........Isya dan Subuh kembali, kau masih mengacuhkan AKU .....tak ada sepatah kata, tak ada seucap do'a, dan tak ada rasa, tak ada harapan dan keinginan untuk bersujud kepada-KU..........


Apa salah-KU padamu ...... wahai Ummat-KU?????Rizki yang KU limpahkan, kesehatan yang KU-berikan, harta yang KU-relakan,makanan yang KU-hidangkan, anak-anak yang KU-rahmatkan, apakah hal itu tidak membuatmu ingat kepada-KU ............!!!!!!!


Percayalah AKU selalu mengasihimu .....dan AKU tetap berharap suatu saat engkau akan menyapa-KU .....memohon perlindungan-KU .....bersujud menghadap-KU ......Yang selalu menyertaimu setiap saat ........

Note: apakah kita memiliki cukup waktu untuk mengirimkan surat ini kepada orang - orang yang kita sayangi??? Untuk mengingatkan mereka bahwa segala apapun yang kita terima hingga saat ini, datangnya hanya dari ALLAH SWT...... semata.






SURAT DARI SETAN

SURAT DARI SETAN UNTUK MU

Aku melihatmu kemarin, saat engkau memulai aktifitas harianmu.
Kau bangun tanpa sujud mengerjakan subuhmu
Bahkan kemudian, kau juga tidak mengucapkan “Bismillah” sebelum memulai santapanmu, juga tidak sempat mengerjakan shalat Isha sebelum berangkat ke tempat tidurmu.
Kau benar2 orang yang bersyukur, aku menyukainya.

Aku tak dapat mengungkapkan betapa senangnya aku melihatmu tidak mengubah cara hidupmu.
Hai Bodoh, Kamu millikku.
Ingat, kau dan aku sudah bertahun-tahun bersama, dan aku masih belum bisa benar2 mencintaimu .
Malah aku masih membencimu, karena aku benci Allah.
Aku hanya menggunakanmu untuk membalas dendamku kepada Allah.

DIA sudah mencampakkan aku dari surga, dan aku akan tetap memanfaatkanmu sepanjang masa untuk membalaskannya

Kau lihat, ALLAH MENYAYANGIMU dan dia masih memiliki rencana-rencana untukmu di hari depan.

Tapi kau sudah menyerahkan hidupmu padaku, dan aku akan membuat kehidupanmu seperti neraka.
Sehingga kita bisa bersama dua kali dan ini akan menyakiti hati ALLAH.

Aku benar-benar berterimakasih padamu, karena aku sudah menunjukkan kepada NYA siapa yang menjadi pengatur dalam hidupmu dalam masa2 yang kita jalani.

Kita nonton film porno bersama, memaki orang, mencuri, berbohong, munafik, makan sekenyang-kenyangya, guyon2an jorok, >http://tausyiah275.blogsome.com/2005/12/11/ngerumpi-dan-menggosip-adalah-ghibah/">bergosip, manghakimi orang, menghujam orang dari belakang, tidak hormat pada orang tua, tidak menghargai masjid, berperilaku buruk.

TENTUNYA kau tak ingin meninggalkan ini begitu saja.
Ayolah, Hai Bodoh, kita terbakar bersama, selamanya.
Aku masih memiliki rencana2 hangat untuk kita.
Ini hanya merupakan surat penghargaanku untuk mu.

Aku ingin mengucapkan ‘TERIMAKASIH’ karena sudah mengizinkanku memanfaatkan hampir semua masa hidupmu.

Kamu memang sangat mudah dibodohi, aku menertawakanmu.
Saat kau tergoda berbuat dosa kamu menghadiahkan tawa.
Dosa sudah mulai mewarnai hidupmu.
Kamu sudah 20 tahun lebih tua, dan sekarang aku perlu darah muda.

Jadi, pergi dan lanjutkanlah mengajarkan orang-orang muda bagaimana berbuat dosa.
Yang perlu kau lakukan adalah merokok, mabuk-mabukan, berbohong, berjudi, bergosip, dan hiduplah se-egois mungkin.

Lakukan semua ini di depan anak-anak dan mereka akan menirunya.
Begitulah anak-anak .
Baiklah, aku persilakan kau bergerak sekarang.
Aku akan kembali beberapa detik lagi untuk menggoda mu lagi.
Jika kau cukup cerdas, kau akan lari sembunyi, dan bertaubat atas dosa-dosamu.
Dan hidup untuk Allah dengan sisa umurmu yang tinggal sedikit.

Memperingati orang bukan tabiatku, tapi di usiamu sekarang dan tetap melakukan dosa, sepertinya memang agak aneh.
Jangan salah sangka, aku masih tetap membencimu.
Hanya saja kau harus menjadi orang tolol yang lebih baik di mata ALLAH.


myspace icons
Myspace Icons







Monday, May 21, 2007

Resep Ampuh Jadi Pribadi Tangguh



Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

"Hendaknya kita menyedari bahawa musibah yang menimpa kita bukanlah untuk memusnahkan kita, sesungguhnya kehadiran musibah tersebut hanyalah untuk menguji sampai dimana kesabaran kita" (Ibnu Qayyim)


"Niat untuk selalu tampak indah dan menarik adalah suatu kewajaran, namun Allah Maha Mengetahui apa-apa yang melintas di hati kita, apabila niat kita tergelincir ke dalam kemaksiatan dan kesia-siaan bisa jadi Allah akan memberikan jalan terbukanya bencana bagi kita, oleh karenanya bersungguh-sungguhlah berniat hanya untuk menggapai ridha Allah." (Aa Gym)
________

Resep Ampuh Jadi Pribadi Tangguh

Para pakar kejiwaan memandang pikiran sebagai faktor terpenting bagi kehidupan manusia. Hampir semua sistem kehidupan kita, gerak tubuh, suasana hati, bahkan hidup kita, dikontrol oleh pikiran. Ketika kita melihat pacar atau pasangan kita berjalan di depan kita, pikiran kita mungkin akan memerintahkan mulut kita untuk menegurnya, menyuruh kaki kita mempercepat langkah, atau meminta kita untuk tidak melakukan apa-apa.

Demikian pula halnya dengan perasaan kita, dengan informasi yang terkumpul di otak, pikiran memberikan perintah-perintah khusus kepada "hati" untuk menentukan suasana yang diinginkan. Umpamanya, suatu hari kita ditinggal kekasih, pikiran kita akan memilih informasi-informasi yang berhubungan dengan kehidupan cinta kita dengannya, yang terekam oleh otak. Katakanlah pikiran kita memilih informasi yang berhubungan dengan hal-hal indah, yang pernah kita alami bersamanya. Pikiran kita akan mengolahnya dan menghasilkan instruksi, umpamanya, kita menyesal dan sedih karena semua keindahan itu harus berakhir.

Instruksi akan diteruskan ke "hati" melalui perangkat psikologis kita, dan perasaan kita pun menjadi sedih. Sebaliknya, apabila pikiran kita memilih informasi-informasi yang berhubungan dengan hal-hal menyebalkan dari si dia, umpamanya hidung peseknya, kebiasaan buruknya, atau kesukaannya berutang, pikiran kita akan mengolahnya menjadi instruksi bahwa kita senang dan bahagia karena mimpi buruk itu telah berakhir. Hati kita pun senang karenanya.

Faktual dan sensitif

Bila pengaruh pikiran sangat kuat terhadap perasaan kita, berarti kita orang faktual, orang yang selalu bertindak atau bersikap berdasarkan fakta. Tetapi bila pengaruh pikiran sangat lemah terhadap perasaan kita, maka kita termasuk orang sensitif.

Orang faktual biasanya lebih mampu mengendalikan perasaan. Soalnya, pikirannya mampu mengolah fakta-fakta yang terekam di otak secara lebih mendetil sebelum dimasukkan ke "hati". Sebaliknya, orang sensitif akan cenderung emosional, karena biasanya pada saat merespons realitas yang tengah dihadapi, pikirannya tidak mengolah kembali fakta-fakta yang terekam di otak, akan tetapi langsung memasukkannya ke dalam "hati" apa adanya. Ia mengolah informasi dengan perasaannya.

Untuk memperjelas, ambilah contoh seseorang tanpa sengaja melihat kekasihnya tengah duduk berdua dengan orang lain yang berlainan jenis kelamin dan tidak ia kenal. Bila dia orang sensitif, otaknya merekam semua kejadian yang dilihatnya. Pikirannya tidak mengolah melainkan langsung meneruskannya ke dalam "hati" untuk diolah. Karena "hati"-nya yang mengolah, ia mungkin segera mendatangi mereka dan tanpa babibu langsung melayangkan bogem mentah.

Sebaliknya, bila ia seorang faktual, kejadian-kejadian tadi direkam di otaknya, diolah terlebih dahulu oleh pikiran sebelum diteruskan ke "hati". Pikirannya akan membuat pertimbangan-pertimbangan yang diperlukan. Bila kekurangan data, maka ia akan menghasilkan kemungkinan-kemungkinan lain. Misalnya, kemungkinan orang lain itu adalah saudara atau sahabat kekasihnya. Atau mungkin pula teman selingkuh kekasihnya. Kemungkinan-kemungkinan itu kemudian diteruskan ke "hati" sebagai perasaan ingin tahu. Karena pertimbangan pikiran inilah ia mungkin akan mendekatinya untuk mencari tahu hal sebenarnya, ketimbang langsung menghakimi.

Proses itulah yang menyebabkan orang faktual cenderung tenang, penuh perhitungan, dan mampu mengendalikan diri. Sebaliknya, orang sensitif cenderung cepat gelisah, tergesa-gesa dalam mengambil kesimpulan, tidak sabar, dan sukar mengendalikan diri.

Persepsikan kenyataan secara positif

Dengan pengoptimalan pikiran, kita dapat mengendalikan perasaan dan juga kehidupan ke arah yang kita inginkan. Dengan pikiran kita dapat mengubah perasaan sedih menjadi perasaan senang, takut menjadi berani, minder menjadi percaya diri, pesimis menjadi optimis, atau bosan menjadi penuh gairah. Maka tidak salah bila seorang filsuf, Marcus Aurelius, memiliki pandangan bahwa "Hidup kita ditentukan oleh pikiran".

Kalau berpikir tentang hal-hal menyenangkan, maka kita akan menjadi senang. Jika memikirkan hal-hal menyedihkan, kita akan sedih. Begitu pula bila berpikir soal hal-hal menakutkan kita akan menjadi takut.

Rasanya memang sulit dipercaya. Namun, itulah adanya. Stanley R. Welty, Presiden Wooster Brush Company, berpendapat, "Pada saat keluar rumah di pagi hari, kita sendirilah yang menentukan apakah hari itu akan jadi baik atau buruk, karena tergantung bagaimana kita menjalankan pikiran kita. Dapat tidaknya kita menikmati hari itu sangat tergantung pada cara kita berpikir."

Kalau merasa kantung kita menipis, lalu mengeluh seakan-akan kita orang paling sial, bisa jadi hari itu menjadi hari paling membosankan. Tapi bila kita bangun pagi, memandang keluar jendela dan melihat bagaimana burung-burung bersiul menyambut pagi sambil merasakan kesejukan embun, tanpa mempedulikan kantung yang semakin kempis, mungkin kita akan mendapati hari itu sebagai hari baik. Bagaimana pun cuaca hari itu, bagaimana pun beratnya masalah yang dipikul hari itu, pikiranlah yang menentukan kehidupan kita. Yang kita pikirkan ketika itu, itulah hidup kita.

Yang bisa dilakukan adalah mengendalikan pikiran. Jangan biarkan pikiran kita membuat perasaan menjadi tidak enak. Senantiasa persepsikan kenyataan secara positif.

"Bila perlu berusahalah tersenyum dalam menghadapi situasi sesulit apa pun. Ada saat-saat di mana kita harus pasrah dan tertawa. Humor dalam hidup ini sangat penting. Jangan lupa bahwa hal-hal sederhana ini dapat membantu Anda mempertahankan perspektif," kata Dale Carnegie, pendiri Dale Carnegie & Associates.

Bila dalam kesedihan kita mencoba tersenyum, sebenarnya kita tengah mencoba melepaskan diri dari perasaan sedih itu. Saat itu kita tengah menetralkan perasaan negatif di dalam diri. Hal ini sangat baik dan bisa membantu agar kita tidak terlalu larut dalam duka.

Demikian pula ketika tengah dihadapkan pada masalah-masalah berat, senyum kita sedikit banyak akan membantu melepaskan ketegangan. Selanjutnya, biarkan diri relaks, pandang kenyataan di hadapan kita secara positif, karena dengan begitu kita bisa mengambil hikmah dari apa yang tengah dihadapi. Lalu pikirkan hal-hal yang dapat mengembalikan kegembiraan kita.

"Kalau ada masalah, relakslah. Santai saja. Pikirkan saja apa yang akan Anda lakukan selanjutnya, dan apa tindakan Anda untuk itu," kata Welty.

Memang, ada banyak hal yang menyakitkan, yang membuat kita cemas atau kesal. Namun jangan larutkan diri di dalamnya. Jangan biarkan masalah apa pun membuat kita patah semangat. Berpikirlah pada hal-hal positif yang bisa dilakukan. Biarkan semua masalah berlalu tanpa meninggalkan luka fatal.

Dengan begitu kita akan menjadi orang tangguh yang tak mudah jatuh. Pikiran kita menjadi terbiasa untuk selalu positif, dan kita akan lebih mudah mencapai cita-cita. Bukan cuma itu, pikiran positif serta kepercayaan diri kita akan menarik orang lain bergabung dengan kita. Mereka tidak akan membiarkan kita berjalan sendiri menghadapi semua masalah. Malah dengan senang hati akan menemani dan membantu kita melewati semua kesulitan. Dan yang lebih penting, hidup kita akan menjadi lebih menyenangkan


myspace icons
Myspace Icons





ADA BAND lyrics


myspace codes
Myspace Codes: MyNiceSpace.com


"Niat untuk selalu tampak indah dan menarik adalah suatu kewajaran, namun Allah Maha Mengetahui apa-apa yang melintas di hati kita, apabila niat kita tergelincir ke dalam kemaksiatan dan kesia-siaan bisa jadi Allah akan memberikan jalan terbukanya bencana bagi kita, oleh karenanya bersungguh-sungguhlah berniat hanya untuk menggapai ridha Allah." (Aa Gym)

Mother day....ibu tersayang

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.
Aku mengumpulkan perkataan sahabat dan aku mendapati jumlah dosa besar anggota badan sebagai berikut. Empat dalam hati: syirik, bertahan dalam kemaksiatan, putus asa dari rahmat Allah, dan merasa aman dari makar Allah. Empat di lidah: kesaksian dusta, menuduh muslim/ah yang baik, sumpah palsu dan sihir. Tiga dalam perut: minum minuman keras, memakan harta anak yatim, dan memakan riba. Dua di kemaluan: zina dan homoseks. Dua di tangan: membunuh dan mencuri. Satu di kaki: lari dari medan pertempuran. Satu di seluruh anggota badan: durhaka kepada kedua orangtua. (Abu Thalib Al Makky)



Belajar Mencintai Seseorang Yg Tdk Sempurna Dgn Cara Yg Sempurna


Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk dicintai, Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat, Itulah kesempatan. Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, Itu bukan pilihan, itu kesempatan. Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, Itupun adaah kesempatan.

Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, Bahkan dengan segala kekurangannya, Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan. Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi, Itu adalah pilihan. Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain Yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu Dan tetap memilih untuk mencintainya, Itulah pilihan.

Perasaan cinta, simpatik, tertarik, Datang bagai kesempatan pada kita. Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan. Pilihan yang kita lakukan. Berbicara tentang pasangan jiwa, Adasuatu kutipan dari film yang Mungkin sangat tepat : "Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil" Pasangan jiwa bisa benar-benar ada. Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang Yang diciptakan hanya untukmu. Tetapi tetap berpulang padamu Untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin Melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak... Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita, Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, Adalah pilihan yang harus kita lakukan. Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna





BPM lyrics

myspace codes
Myspace Codes: MyNiceSpace.com



myspace codes
Myspace Codes: MyNiceSpace.com


Jujur....




Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Rasulullah saw. bersabda, "Orang yang paling aku benci dan yang paling jauh majelisnya dari aku pada hari kiamat adalah orang yang banyak omong, yang membuat dan bicara seenaknya, serta yang menyombongkan diri (angkuh)." (HR Ahmad, Ibnu Hibban, Abu Nuaim)



Karena Wanita Ingin Dimengerti

Pernah-pernik kisah kehidupan berumah tangga kadang membuat saya sedih, tapi banyak juga yang membuat saja tersenyum ketika membaca atau mendengarnya. Seperti Ibu saya. Pernah suatu ketika ayah saya sedikit marah kepada Ibu saya. Ibu saya tak mau berkomentar atau membalas dengan kemarahan serupa. Hanya saja, langsung masuk ke kamar dan menangis sejadinya. Kalau sudah begitu, ayah saya luluh juga, kemudian minta maaf karena mungkin telah berlaku kasar atau marah yang kadang hanya karena persoalan sepele saja. Untuk mereka berdua, salam cinta, semoga dirumah baik-baik saja

Ada cerita dari dosen dan juga “guru mengaji “ saya. Suatu ketika istrinya bepergian untuk urusan tertentu dan sang suaminya belum berkesempatan menemani karena alasan kesibukan. Perjalanan cukup jauh dan melelahkan. Dalam kondisi seperti itu, istrinya ingin sekali mendapatkan hiburan dari suaminya. Yah, sebuah SMS menanyakan kabarnya cukuplah. Tapi itu tidak dilakukan oleh suaminya. Dan tentu saja, istrinya bete. “Suamiku tega sekali, nggak khawatir apa dengan diriku” begitu kira-kira.

Setelah urusan selesai, pulanglah sang istri ke rumah. Mengucapkan salam lantas masuk kerumahnya. Apa yang terjadi, ternyata suaminya biasa saja. Tak mengekspresikan rasa kangennya kepada istrinya. Dan bagi istrinya, ibarat sebuah pertandingan, itu merupakan pukulan telak, kecewa..kecewa. Awalnya suaminya cuek saja. Tapi pada akhirnya dia menyadari bahwa sikapnya kurang benar. Ya, setidaknya membukakan pintu dan tersenyum sambil basa-basi menanyakan apakah perjalanannya baik-baik saja itu cukup. Tapi sayang, hal itu tak dilakukannya. Dia baru sadar ketika melihat gelagat istrinya yang lagi benar-benar BT alias butuh tatih tayang….

Ada juga kisah imajinatif yang inspiratif….tentang ayam dan bebek.

Suatu ketika sepasang pengantin baru berjalan-jalan menikmati indahnya perkampungan yang masih belum tersentuh bising dan aroma kota. Ketika mereka bercanda, tiba-tiba terdengar suara dari kejauhan “Kuek.kuek..kuek”

“Dengar sayang, ada ayam” kata istrinya

“bukan..bukan, itu suara bebek” kata suaminya.

“nggak, itu suara ayam” istrinya bersikeras.

“istriku..itu suara bebek, suara ayam itu bunyinya kukururyuuuuk, kalau bebek itu ya kuek..kuek..kuek, nah itu bebek sayang, bukan ayam “kata suaminya mencoba menjelaskan.

“Nggak, aku yakin itu suara ayam” kata istrinya

“Sayang, itu bebek, kamu ini..kamuuuuuuuu” suaminya agak kesal

seketika itu basahlah pipi istrinya, dia menangis sambil tersendu tapi tetap berkata.

“Aku yakin itu ayam, bukan bebek” masih kata istrinya.

Kemudian sang suami sadar tak mau ribut lagi dan berkata.

“Ya kamu benar sayang, itu suara ayam” kata suaminya bersamaan dengan suara dari kejauhan ..kuek..kuek..kuek..

Kadang seorang suami memang perlu bersikap demikian. Untuk sesuatu yang kecil dan sepele tak perlu terlalu diributkan. Yang terpenting adalah membangun keharmonisan rumah tangga. Pertikaian dan hancurnya rumah tangga seringkali terjadi karena kita meributkan hal-hal sepele. Maka dari itu, untuk mencegahnya kita perlu sesekali memahami isi hati seorang wanita yang kita cintai itu

Dan pada akhirnya, untuk menghormati dia, seorang wanita yang kita cintai, kita perlu bersikap bijaksana. Itu semua perlu dilakukan, seperti syair dalam lagu pop… karena wanita ingin dimengerti. Itu saja. (yon’s revolta)


"Tampilkanlah dengan sesungguhnya sifat-sifat kekuranganmu, niscaya Allah menolongmu dengan sifat-sifat kesempurnaan-Nya. Bersungguh-sungguhlah dengan kehinaanmu, niscaya Ia menolongmu dengan kemuliaan-Nya. Bersungguh-sungguhlah dalam ketidakberdayaanmu, niscaya Ia menolongmu dengan daya dan kekuatan-Nya." (Ibnu Athailah)





JAMRUD lyrics


myspace icons
Myspace Icons

Marahlah Secara Benar


Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

�Setiap amal itu ada masa semangatnya, dan pada setiap masa semangat itu ada masa futur (bosan). Barangsiapa yang ketika futur tetap berpegang kepada sunnahku, maka sesungguhnya ia telah memperoleh petunjuk dan barangsiapa yang ketika futur berpegang kepada selain sunnahku, maka sesungguhnya ia telah tersesat.� (HR al-Bazaar)
________

Marahlah secara benar ....

Apa pula ini? Masak marah aja ada aturannya. Emang sih kamu berhak meluapkan amarah, tapi dalam banyak situasi ada batasan-batasannya.

Misalnya, kurang menguntungkan bila kamu marah-marah di depan kelas. Bahkan meskipun kamu merasa benar dan dapat menunjukkan semua bukti dan argumen yang mendukung. Soalnya, orang lain akan cenderung berisikap defensif dan parahnya bisa berkembang pada keinginan balas dendam. Demikian dituturkan Dr. Sandra Thomas, R.N, Ph.D seorang peneliti perihal amarah dan direktur Center for Nursing Research di University of Tennese, Knoxville.

Asal tahu aja, tidak hanya etika sosial budaya menyebabkan kita kudu membatasi rasa marah tapi masalah kesehatan juga ikut berperan. "Ketika marah, tubuh kita mengalami berbagai perubahan fisiologis, karena amarah memicu reaksi melawan atau lari," kata Christopher Peterson, PhD, pengarang Health anda Optimism dan dosen psikologi di University of Michigan, Ann Harbor.

"Kadar adrenalin meningkat, jantung berdegup lebih kencang, napas memburu dan dangkal, pencernaan berhenti," imbuhnya. So, sering marah-marah bisa mengingkatkan reriko pernyakit jantung, tekanan darah tinggi dan penyakit-penyakit mematikan.

Malah dalam penelitian terakhir para dokter di Universitas of North Carolina, mereka menemukan orang yang temperamental (pemarah) memiliki tiga kali resiko terkena penyakit jantung yang akut dan fatal. Hasil ini didapat sewaktu mereka meneliti sebanyak 13 ribu orang di North Carolina selama enam tahun.

"Semua emosi mempunyai pengaruh tertentu kepada cara berpikir kita. Tapi emosi-emosi yang kuat dapat memperlambat kemampuan penalaran, kemampuan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan kita," kata Dr. Mara Julius, Sc.D, ahli ilmu epidemi psikososial di Univesity og Michigan School of Public Health yang telah lebih dari 20 tahun mempelajari cara mengatasi marah yang berpengaruh pada kesehatan laki-laki dan perempuan.

"Ketika kamu merasa marah atau terbelenggu oleh dendam, semua itu menjadi beban. Pada sebagian orang , ini memperlambat proses berpikir dan pada sebagian yang lain bakal menghentikan proses berpikir sama sekali," sambungnya.

Cara Marah yang Benar
Bila perasaan marah kamu ditangani secara benar, menurut Dr. Julius, kamu bakal terhindar dari masalah-masalah hubungan sosial dan kesehatan. So, di bawah ini adalah cara marah yang bener.

1. Cari tempat aman.
Carilah tempat "aman" untuk meluapkan marah kamu. Caranya, sebelum kamu ngomong ama orang yang bikin kamu jengkel, bicarakan dulu ama orang yang kamu percaya. Pilih teman dekat, pacar, atau seseorang yang kamu percayai untuk mengungkapkan perasaan marah Anda. Soalnya, kalau kamu nekat nglabrak malah bisa nambah masalah. Dan ujung-ujungnya kamu tambah mangkel, jengkel dll.

2. Dekati orang yang bikin kamu marah
Setelah rasa marah kamu reda, bicaralah pada orang yang menjadi "sumber masalah". Ini penting untuk membuat jernih semua permasalahan. Awali pembicaraan, misalnya dengan, " Tindakan atau perkataan kamu, mengganggu perasaanku. Ada yang kudu diluruskan dan dibicarakan. Apa kita bisa membicarakan ini dengan baik?"

3. Kenali hal-hal yang jadi penyebab kemarahan kamu.
Temukan akar masalah untuk menemukan faktor pemicunya. Pasti ada hal-hal tertentu yang biasanya mendasari reaksi marah kamu. Bila tidak berhasil, mulailah mencatat ketika reaksi-reaksi marah itu timbul dan menulis pengalaman-pengalaman amarah kamu. Cara ini bakal memberikan kamu kesempatan untuk mempelajari segala sesuatunya dan bereaksi lebih rasional. Akhirnya, kamu bakal merasa mampu mengendalikan diri dengan menghentikan konfrontasi langsung.

4. Temukan cara melepaskan diri.
Kalau kamu mudah naik darah, ada anjuran agar menggunakan energi yang meluap-luap itu secara positif. Misalnya menggunakan energi itu untuk kegiatan fisik. Seperti jogging atau olah raga lainnya. Soalnya olahraga menyalurkan adrenalin lebih positif ketimbang membiarakannya larut sendiri. Dan kamu pun dapat menjernihkan pikiran untuk sementara.

5. Atur Nafas
Ketika diselimuti kemarahan, cobalah mengulur waktu untuk menenangkan diri. Kamu bisa pergi sejenak dari situasi tersebut. Carilah tempat sepi dan lakukan semacam meditasi dengan menarik nafas dalam-dalam. Setelah pikiran tenang, baru kamu kemukanan apa yang ingin kamu katakan. (dari berbagai sumber)

---------
percikan-iman.com

myspace codes
Myspace Codes: MyNiceSpace.com


myspace codes
Myspace Codes: MyNiceSpace.com







PADI lyrics

ilmu adalah investasi tiada henti