| |
| Berkirim Email Secara Menyenangkan |
| Manfaat email sejak ditemukannya internet sungguh-sungguh luar biasa. Kita bisa menghemat waktu, tenaga dan uang untuk bertukar informasi dengan rekan-rekan kita di bagian belahan dunia yang tidak bisa terjamah dengan mudah. Bahkan dengan surat elektronik ini kita bisa menggaet teman baru sebanyak-banyaknya, karena di internet kita bisa dengan mudah menemukan profile-profile baru yang kita kehendaki. Bagi yang sudah bertahun-tahun �mengabdikan� diri menghadapi layar monitor menatap dunia maya, pasti tidak heran kalau dia sering menerima email-email, yang berguna dan yang tidak berguna. Yang tidak berguna contohnya email iklan, bom email, email virus, email fishing (pemancing) dll. Malah terkadang kita menerima email dari orang yang kita kenal secara bertubi-tubi, padahal yang bersangkutan belum tentu mengirim email itu. Seperti berikirim surat lewat pos, berkirim email juga punya etika. Berikut TOP TEN etiket dalam berkirim email : Spamming adalah pengiriman email secara berulang-ulang dengan topik berbeda atau sama. Orang yang menerima spam ini akan jengkel, karena bisanya isinya menawarkan informasi, produk atau jasa yang sebenarnya tidak kita butuhkan. Sedang email bomb adalah pengiriman email dengan subject sama secara bertubi-tubi dengan maksud mailbox penerima cepat penuh. Termasuk spamming adalah mengirim email terlalu sering, kecuali diminta. Kenapa? Karena orang yang dikirimi email akan merasa jenuh. Memang kita kadang menyangka kalau orang yang kita kirimi email akan selalu merasa senang. Padahal belum tentu. Apalagi kalau isi emailnya itu-itu saja. Supaya tidak membosankan, kirimlah email lagi kalau anda sudah mendapat balasan. Tapi jangan juga terlalu lama tidak mengirim email. Teman anda bisa lupa. 2. Jangan memforward email tanpa diedit. Seringkali kita punya berita bagus yang perlu kita teruskan/forward ke orang lain. Kalau setting si penerima masih manual, pesan yang diforward itu setiap line akan dihiasi oleh tag seperti ini: > . Usahakan tag-tag ini dibuang dulu biar email kelihatan rapi. Kalau anda orang pertama yg memforward, baru satu tag saja setiap barisnya. Tapi kalau anda yang ke 2, 3, 4 dst, maka tagnya terus bertambah. Email jadi tidak menyenangkan. Dalam memforward ini, rule #1 juga harus digunakan yaitu, jangan terlalu sering. 3. Ganti judul email bila perlu. Biasanya ini musti dilakukan dalam sebuah forum atau mailing list. Saking asyiknya balas-balasan, topiknya jadi bergeser. Kalau subject pembicaraan sudah bergeser, gantilah subjeknya. Tentu ini ada alasanya, selain tidak membingungkan peserta lain, pencarian/pelacakan file-file topik diskusi yang sudah lewat jadi mudah. 4. Body reply jangan dikirim semua. Lama-lama email yang kita reply akan tertambah sizenya. Hal ini terjadi karena tiap kali kita membalas email, seluruh email yang akan kita balas kita kirimkan lagi. Untuk menghindarinya, hapuslah sebagian body email yang akan kita reply. Sisakan kalimat-kalimat yang perlu kita jawab saja. Anda mungkin pernah menerima email yang menyuruh anda untuk meneruskannya ke sejumlah orang, supaya bernasib baik. Kalau tidak diteruskan ke sekian orang, maka anda akan ketimpa sial. Email semacam ini jangan ditanggapi. Ini namanya email TBC (takhayul, bid'ah dan khurafat). Teruskan saja ke tong sampah. 6. Jaga account orang lain. Kalau anda mereply atau berkirim email, jangan sertakan email-email yang tidak anda kenal atau anda kenal dalam heading �To� nya. Kalau itu anda lakukan, sama saja anda memaksakan anak gadis anda berkenalan dengan lelaki yang bukan muhrimnya. Akibatnya accaount email-email orang yang muncul di email orang lain, bisa tersebar luas, dibajak, dan dispam. Kalau terpaksa mengirim email ke puluhan atau ratusan orang, gunakan header BCC (blind carbon copy), supaya alamat-alamat email yg banyak itu tidak muncul di halaman muka penerima email anda.
Supaya menarik perhatian pembaca, kadang kita menggunakan huruf besar alias capital word, yang di keyboard disebut caps lock. Menggunakan huruf besar secara full, akan mendapat image, bahwa anda sedang marah dan tidak tahu etika. Tampilan email pun jadi tidak menarik kalau penulisannya menggunakan huruf besar semua. Gunakan caps bila mana PERLU saja. Kalau tidak PERLU tidak perlu DIGUNAKAN. Misalkan teman anda panjang lebar menulis email, bercerita tentang keindahan alam Mesopotamia . Lalu anda membalasnya dengan kalimat singkat, �oh ya?� atau �enak ya�, �benarkah� dan semacamnya. Kalau belum punya konsep, mendingan tidak usah mereply emailnya. Sebab kalimat ungkapan begitu cuma bikin gregetan dan hanya pantas diketik di chating saja. 9. Cek ulang sebelum di �send�. Setelah email rapi ditulis, luangkan waktu untuk mengecek ulang ejaan, susunan kalimat dan kalau perlu tata bahasanya. Sebab sekali tombol �send� kita klik, tidak bisa dicancel atau dibatalkan. Semuanya langsung terkirim ke recipient dalam hitungan detik. 10. Bersabarlah menerima balasan. Kalau sudah dikirim, sabarlah menanti balasannya. Sebab tidak semua orang punya akses yang mudah untuk berinternet ria. Tidak semua orang punya waktu luang membaca email-email anda. Sambil menanti balasan, bagaimana kalau anda menyebar-luaskan email ini ke teman-teman anda? Barangsiapa memforward email ini maka hidupnya akan beruntung. He he he, bukan TBC lho. M.Abdullah http://istanasurgaku.blogspot.com |
Sunday, June 10, 2007
Berkirim Email Secara Menyenangkan
Kisah Cinta Manusia Manusia Langit
| | |||||
| Bila Aku Jatuh Cinta | |||||
| Allahu Rabbi aku minta izin Allahu Rabbi Allahu Rabbi Allahu Rabbi Allahu Rabbi Amin !
|
Ketika Setan Jadi Pahlawan
Ketika Setan Jadi Pahlawan
Ketika guru itu hampir frustrasi karena sekolah budi pekerti yang dibukanya ternyata tak membuat seorang pun berminat untuk menjadi muridnya, suatu hari datanglah setan mendaftarkan diri.
Teriakan Antiperang dari Tubuh Tony Broer
Tubuh-tubuh merangkai membentuk lingkaran. Dalam posisi tidur, kepala dan sebagian besar wajahnya dibalut kain. Cahaya lampu melingkari tepat sebesar lingkaran tubuh. Tak ada kata atau desah napas sedikit pun, semuanya terbujur kaku. Lewat tayangan foto-foto slide dan film dokumenter perang di layar putih, tubuh-tubuh korban perang tampak bergelimpangan di mana-mana. Besamaan dengan itu ilustrasi musik memperkuat dan mengantarkan aroma kegetiran, kehancuran, dan kematian. Tubuh-tubuh itu lahir, tubuh-tubuh itu bangkit, tubuh-tubuh itu mengerang, menggeliat penuh kewaspadaan dan protes.
Saturday, June 9, 2007
Syair Lagu Cerminan Masa Hidup
Putus Tali Tempat Bergantung
** BAGI kaum wanita umumnya, kebaikan suami adalah sumber sebuah kebahagiaan. Apalah artinya harta yang menumpuk, bila batin disakiti. Cinta dan perhatian seorang suami yang bertanggung jawab adalah segala-galanya. Itulah yang dirasakan Nyonya Retni Wulandari ( 43 tahun). Walaupun hidupnya tidak kaya, ia merasa aman dan damai di tengah keluarganya. Hidup mereka terjamin dari hasil kerjanya sebagai buruh pabrik . "Walaupun belum punya rumah sendiri, saya merasa bahagia bersama anak-anak yang sehat dan lucu-lucu. Begitu bertemu, kami sudah merasa cocok satu sama lain. Oleh karenanya kami tidak berpacaran lama-lama, segera menikah saja. Kelahiran anak-anak yang berjarak dua tahun sekali, rasanya melengkapi kebahagiaan kami. Untuk mencoba peruntungan, kami pindah ke Kota kembang, meninggalkan kampung halaman yang telah membesarkan kami. Kebutuhan hidup yang semakin banyak sudah tidak mungkin terpenuhi oleh gaji kami sebagai pegawai pabrik," katanya memulai curahan hatinya. Kedua suami istri itu lalu usaha berjualan makanan di pinggir jalan. Ternyata usaha mereka laris manis. Dagangan yang dijajakan selalu habis dan mendatangkan uang. Satu-satu perabotan yang diperlukan bisa terbeli. Bahkan mereka bisa menabung. Dari hasil tabungan itu mereka bisa membeli sebuah motor bekas, untuk berbagai keperluan. Namun begitulah hidup manusia, tak pernah ada yang abadi. Begitu juga nasib Retni. "Suatu hari suami saya mengeluh pusing kepala, sakit perut dan mual-mual. Saya mengira ia masuk angin, karena kami berjualan di pinggir jalan. Ia membeli obat warung untuk menyembuhkannya. Tetapi, sampai sore sakitnya tak juga hilang, bahkan pusingnya semakin menjadi-jadi. Saya sarankan agar ia ke dokter. Tetapi suami saya tidak mau. Saya minta ia beristirahat saja, berbaring di rumah, tak usah ikut berjualan. Namun, kondisi suami saya ternyata malah semakin memburuk. Padahal ia sudah seminggu tidak ikut berjualan. Akhirnya ia mau juga memeriksakan dirinya ke dokter. Hasilnya sungguh membuat kami kaget. Ia dinyatakan gagal ginjal. Ia harus cuci darah, dua kali seminggu. Biayanya sangat mahal, hampir Rp. 400.000,00 sekali datang. Saya waktu itu tak berpikir apa-apa, yang penting suami bisa sembuh kembali. Karena suami sakit dan anak-anak tak ada yang menjaga, saya memutuskan berhenti dulu berjualan. Akibatnya tak ada uang yang masuk. Mulailah saya menjual barang yang bisa diuangkan demi kesembuhan suami. Bahkan motor pun akhirnya kami jual. Setelah semua barang yang bisa diuangkan tak tersisa lagi, mulailah saya memakai uang modal. Hanya beberapa bulan saja, semuanya habis tak tersisa. Tetapi saya tetap ingin melihat suami sembuh lagi. Mulailah saya memberanikan diri meminjam uang. Didorong rasa cinta kepada suami, saya tidak berpikir panjang, berapa pun bunga yang dikenakan peminjam, saya ambil, asal suami sembuh. Tetapi akhirnya saya tak bisa lagi mendapatkan uang pinjaman untuknya cuci darah. Tadinya saya mau menjual salah satu organ tubuh. Tetapi bila melepas salah satu organ tubuh ini, apakah saya mungkin akan sehat ? Padahal saya harus berjuang keras demi kelangsungan hidup anak-anak. Akhirnya saya menyerah, dan ia semakin lemah, semakin lemah, terbaring tanpa berobat. Allah Swt memanggilnya, ia meninggal dunia, pertengahan tahun lalu." Wulandari terus berusaha tegar, demi buah hatinya. Seseorang memberinya pinjaman modal untuk berdagang lagi. Untuk keperluan hidup anak-anak yatim saja, nyaris tak tercukupi bila mengandalkan hasil berjualan itu. Apalagi untuk membayar utang-utangnya. Kadang ia terpaksa meminjam dari orang lain, untuk membayar bunga. Jadilah gali lubang tutup lubang. Akibatnya, utangnya jadi bunga berbunga, hingga semakin menumpuk. Ia tak bisa apa-apa lagi. "Ya Allah, tolonglah saya, segera lepaskan dari kemelut ini. Saya sering dirasuki perasaan takut. Bila tidur malam hari saya takut tak bangun lagi. Bagaimana nasib anak-anak saya? Bagaimana sekolah mereka, haruskah terputus? Kepada siapa mereka akan meminta tolong? Siapa yang akan menghidupi mereka? Perasaan takut itu, mungkin karena siangnya saya sering dimarahi penagih utang. Mereka tidak bisa disalahkan, karena meminta kembali uangnya. Semua salah saya. Saya hanya bisa menyisakan beberapa ratus ribu saja untuk membayar, sedangkan utang saya sudah mencapai jutaan rupiah. Andaikan ada Dermawan yang mau menalangi utang saya tanpa bunga, dan bersedia dibayar sebulan Rp 300.000, terlepaslah saya dari beban ketakutan ini. Artinya utang saya hanya kepada satu lubang, mungkin bisa tenang mencicilnya. Saya masih berkabung, kehilangan suami yang begitu baik dan penuh tanggung jawab. Namun, saya hanya bisa menangisi kepergiannya setiap malam tiba. Siangnya saya sibuk harus membanting tulang. Ditambah lagi perasaan saya terus dihantui ketakutan dan ketegangan. Rasa malu dan takut bercampur menjadi satu, karena saya belum bisa melunasi utang saya kepada beberapa orang. Sepertinya saya ini orang tak tahu membalas guna. Sudah dipinjami uang, tak mau membayar. Padahal saya memang tak mampu. Sejak suami meninggal, rasanya terputuslah tali tempat kami bergantung di dunia ini. Hanya kepada-Mu lah hamba memohon pertolongan, ya Allah. Saya kasihan pada anak-anak, batinnya sangat tertekan dengan keadaan ini. Kepergian ayah masih menyisakan kepedihan pada mereka, ditambah keadaan yang semakin sulit. Saya mohon kekuatan dari-Mu ya Allah, tolonglah hamba-Mu ini," katanya mengakhiri curahan hatinya. ***. Dari Pengasuh. *NONA Irena ( 27 tahun) gadis manis, mencoba mencari jodoh lewat rubrik ini. Sudah beberapa kali karyawati sebuah perusahaan swasta ini menjalin cinta, tetapi belum ada yang mulus sampai jenjang pernikahan. Dengan berbagai sebab, ia menerima kegagalan dalam bercinta dengan hati pasrah. "Saya berharap seorang jejaka atau duda mati satu anak akan mendampingi saya. Saya inginkan pria yang sabar, baik, seagama, taat beribadah, bertanggung jawab, dan sudah mempunyai penghasilan tetap," ujarnya. * PEMBACA yang ingin mencurahkan isi hati, melepaskan unek-unek atau memohon bantuan pada Pembaca, bisa langsung mengirimkannya kepada Pengasuh melalui surat. Isi surat di-tik, atau ditulis dengan jelas, mudah dibaca, tidak bolak balik, maksimal enam halaman tik folio. Lampiri curahan hati Anda dengan fotocopy KTP, Kartu Keluarga atau surat identitas lain yang masih berlaku. Tulis juga nama samaran yang Anda inginkan, lengkap dengan foto ukuran bebas dan nomor telepon atau HP yang bisa dihubungi. Khusus untuk yang memohon bantuan harus disertai bukti tertulis dan surat keterangan tidak mampu dari RT setempat. Kepada yang telah mengirimkan surat keluhannya tetapi belum dimuat, harap bersabar. Terima kasih.***
Syair Lagu Cerminan Makna Hidup Grup band asal Yogyakarta, Letto, merupakan salah satu band pendatang baru yang mengupayakan munculnya pemaknaan hidup yang lebih baik melalui lagu. Simak saja lagu "Sandaran Hati" yang bila ditelisik lebih jauh menyiratkan hubungan antara manusia dan Tuhannya. Ada pula "Sampai Nanti", "Sampai Mati" yang memberi semangat bagi mereka yang depresi untuk bangkit lagi karena semua manusia toh pernah merasakan kejatuhan.. Letto mungkin bukan yang pertama. Lirik-lirik puitis yang mencerahkan pikiran sudah pernah kita dengar melalui karya grup sebelumnya, bahkan musisi folk sejak generasi 70-an. Namun, di saat banyak band muda yang kini menonjolkan lirik-lirik cinta dalam hubungan antarkekasih, Letto hadir cukup menyejukkan dengan lirik yang menyentuh hubungan horizontal maupun vertikal dalam kehidupan manusia. Itu pun telah menjadi kekuatan tersendiri pada grup band itu sehingga lagu-lagunya banyak dipakai untuk theme song sinetron. Dan, pada album kedua yang rencananya dirilis Juli mendatang, Arian, Patub, Dedy, dan Noe akan tetap mempertahankan ciri itu. "Cinta hanya menjadi salah satu wajah kita karena lagu-lagu kita juga ngomong masalah sosial, ketuhanan. Itu selalu kita jaga meski ada yang tersamar," kata Noe (vokal) yang lengkapnya Sabrang Mowo Damar Panuluh, saat acara "Indosat Community Festival" di Apartemen Majesty Ciumbuleuit Bandung, Sabtu (2/6). Laki-laki yang 10 Juni ini berulang tahun ke -28 menambahkan, keragaman tema kehidupan itu dipertahankan pada album kedua. Cord dasarnya pun dikatakannya masih sama dengan album pertama karena menganggap hal-hal itu menjadi kekuatan positif yang harus dipertahankan dan dikembangkan. Noe memang masih berperan besar dalam penggarapan liriknya. Namun, musik tetap dibuat secara bersama sehingga mereka dengan tegas menyatakan kerja sama dalam pembuatan lagu telah dilakukan dengan demokratis. Orang-orang di sekitar mereka pun memberikan kontribusi dalam proses berkaryanya. Dengan ciri khas yang menjadi kekuatan Letto, salah satu lagu dari album kedua itu pun sudah dipesan untuk menjadi theme song sebuah sinetron. Mengenai hal itu, Noe menyatakan bahwa kerja sama itu berbentuk simbiosis mutualisme seperti yang sudah terjadi sebelumnya. "Ada yang bilang lagu mengangkat popularitas sinetron, ada juga yang mengatakan sinetron memopulerkan lagunya. Sama-sama menguntungkan," ucap lulusan Mathematics and Physics University of Alberta, Kanada itu. Menjelang perilisan album kedua itu, Patub (gitar) yang bernama lengkap Agus Riyono menyatakan, mereka tidak merasa terbebani atau takut album kedua tidak sesukses album pertamanya. Untuk jangka panjang pun mereka tidak terlalu memusingkannya. "Ya, kami nggak bisa jawab. Sekarang hanya sebaik-baiknya bekerja. Kalau (popularitas) naik, kami terima, kalau (popularitas) turun pun kami terima," ucap Noe . (Vebertina Manihuruk/"PR")***
Meletakkan perhatian pada kelemahan-kelemahan dan kekurangan-kekurangan diri sendiri sama seperti berpegang erat pada tangkai berduri. |
Friday, June 8, 2007
Bandung Zaman Baheula
Bandung Zaman Belanda
Oleh T. BACHTIAR
SESUNGGUHNYA, untuk apa penjajah Belanda di Bandung repot-repot membangun taman-taman kota dengan baik? Sejak 1917, ketika dibentuk Komite Bagi Perlindungan Alam Bandung, Pemerintah Kolonial itu telah merancang Kota Bandung sebagai kota taman. Bahkan, mereka berambisi menjadikan Bandung ini sebagai kota yang ideal di daerah tropika.
Pada 1929 dibuatlah rencana besar pembangunan kota, yang sekarang disebut Plan Karsten. Dalam rencana itu disebutkan bahwa standar taman kota Bandung adalah 6,7 m2/orang. Empat tahun sebelum merdeka, jauh sebelum Malaysia menetapkan standar kebutuhan taman 1,9 m2 per orang dan Jepang minimal 5 m2 per orang, Thomas Nix sudah merencanakan bahwa kebutuhan taman untuk Bandung adalah 3,5 m2/orang.
Berapa luas sesungguhnya standar luas dari taman yang harus dibangun di sebuah kota? Ada yang berpendapat 7-11,5 m2 per orang, ada juga yang berdasar pada luas dan jarak jangkauan dari tempat tinggal. Ada taman kecil yang luasnya kurang dari 2 ha yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari lingkungan rumah. Taman menengah luasnya 20 ha yang terletak 1,5 km dari perumahan dan taman besar yang luasnya minimal 60 ha dengan jarak 8 km dari perumahan.
Pemerintah kolonial pengisap kekayaan bumi nusantara itu nyatanya masih membangun taman-taman kota Bandung dengan kesungguhan hati sehingga taman-taman kota berdiri di berbagai tempat, dari ukurannya yang luas hingga yang kecil-kecil. Tidak kurang dari 58 ha lahan dibangun menjadi taman-taman kota, yang sampai saat ini masih dapat dibanggakan, kecuali yang sudah dengan sengaja dialihfungsikan dengan restu pemerintah era kemerdekaan.
Apa yang terjadi setelah negeri ini merdeka? Dalam dokumen tertulis sudah ada. Taman kota mendapat perhatian dalam berbagai dokumen, seperti dapat dibaca dalam Master Plan 1971-1991, Rencana Induk Kota Bandung 1985-2005, Rencana Umum Tata Ruang Kota, atau Rencana Detail Tata Ruang Kota 1996-2003, atau dokumen lainnya. Sayangnya, rencana itu sekadar tertulis dalam perencanaan menjadi dokumen semata karena tak ada kesungguhan untuk mewujudkannya.
Taman kota, disadari atau tidak, telah membentuk dan membangun citra Kota Bandung. Pencitraan yang baik tentang sebuah kota, sesungguhnya itu hanya dampak dari keadaan yang sesungguhnya tentang lingkungan perkotaan yang nyaman. Taman-taman kota menjadi penting karena dapat berperan sebagai sarana pengembangan budaya kota, pendidikan, dan menjadi pusat-pusat kegiatan kemasyarakatan.
Pohon-pohon dalam taman kota juga memberikan manfaat keindahan, penangkal angin, dan penyaring cahaya matahari. Jalanan yang dinaungi pohon, suhunya 20 derajat C lebih rendah daripada jalan aspal yang tidak dinaungi pepohonan. Namun sayang, ada kecenderungan dari warga Kota Bandung, justru menebangi pohon pinggir jalan ketika memperbaharui rumahnya ketika berbagai factory outlet (FO) dan mal diresmikan sehingga lingkungannya benar-benar menjadi dibakar matahari.
Lihat saja kampus, supermarket, apartemen di Jln. Setiabudi, mal di Jln. Merdeka, di Jln. Gatot Subroto, Jln. Naripan, Jln. Kopo, Jln. Pelajar Pejuang, Jln. Ibrahim Aji, atau FO di Jln. Sukajadi, di Jln. Martadina, Jln. Cihampelas, pom bensin di Jln. Lembong, dan banyak lagi, adalah beberapa contoh bagaimana orang Bandung kini tidak paham akan manfaat pohon.
Pada era kemerdekaan, ketika ibu kota Kabupaten Bandung pindah ke Soreang, kita bisa saksikan, adakah taman kota yang dibangun anak negeri di zaman reformasi ini di ibu kota kabupaten yang sesuai dengan standar yang dibuat Thomas Nix, prakemerdekaan, misalnya?
Melihat ketidakmampuan anak negeri membangun taman-taman kota, seorang pewawancara di radio Mara beberapa waktu yang lalu menanyai narasumbernya, "Apakah menyesal merdeka?" itu pertanyaan berbahaya sekaligus menggambarkan bagaimana perasaan jengkelnya karena justru bangsa sendiri tak mampu membuat, bahkan memelihara taman yang sudah dibangun penjajah.
Pembangunan mal-mal di batas kota, pabrik, jalan tol, dan pusat perkantoran pemerintahan telah menaikkan suhu di kawasan itu karena pembangunannya tidak diimbangi dengan membuat taman, hutan kota, membuat situ, jalur hijau, menanami bahu jalan, menghijaukan sempadan sungai, dan kawasan terbuka lainnya. Akibatnya, terjadilah pulau-pulau panas yang semakin meluas di hampir seluruh kawas
Kita tahu bahwa dalam tubuh manusia terdapat organ hypothalamus yang mengatur mekanisme suhu tubuh agar tetap pada kisaran 37 derajat C. Tingginya suhu telah menyebabkan hypothalamus bekerja lebih keras dan merangsang pori-pori kulit membesar sehingga peredaran darah menjadi cepat, dan keringat akan deras ke luar, atau timbulnya reaksi tubuh yang berguna untuk mengurangi panas tubuh yang berlebih.
Bila hypothalamus sudah bekerja maksimal, tetapi suhu lingkungan tetap panas, akan terjadi gejala-gejala: gelisah, lelah, letih, lesu, sakit kepala, mual-mual, dan ingin muntah. Kemudian gejalanya meningkat menjadi mengigau, tidak sadar, dan bahkan bisa meninggal karena otak diserang panas yang berlebihan. Bisa juga berupa gejala jenuh, gelisah, sakit kepala, nafsu makan rendah, gampang tersinggung, insomnia, atau terjadi serangan jantung karena jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh untuk menurunkan suhu tubuh yang berlebih tadi.
Kalau selama ini warga Kota Bandung terkenal karena kreativitasnya, karena gagasannya, sangat mungkin itu karena tumbuh di lingkungannya yang nyaman. Lalu, bagaimana dengan lingkungan Kota Bandung dengan kenaikan suhu udaranya yang terus meningkat? Inilah hal yang harus mendapat perhatian agar generasi muda Bandung tidak semakin menurun prestasinya, tidak menurunkan kesehatan mentalnya, tidak muncul sifat-sifat beringasnya, yang belakang ini sudah terlihat dengan munculnya geng-geng ABG yang meresahkan warga kota.
Frances Kuo dari Landscape and Human Health Laboratory University of Illinois. Kuo menyimpulkan, "Tanpa akses ke rerumputan dan pepohonan, manusia adalah makhluk yang sangat berbeda. Mereka yang tinggal di gedung-gedung dekat areal hijau, memiliki rasa kemasyarakatan yang lebih kuat dan lebih baik dalam mengatasi tekanan dan kesulitan hidup." Frances Kuo yang mengadakan penelitian dampak ruang hijau bagi kesehatan warga kota di USA setelah mengadakan penelitian pada anak usia 5-18 tahun di 98 apartemen di berbagai negara bagian, Kuo sampai pada kesimpulan, "Anak-anak dengan gangguan konsentrasi memperlihatkan berkurangnya gejala-gejala gangguan saat mereka menghabiskan waktunya di lingkungan alami. Setelah bermain di ruang terbuka hijau, anak-anak itu dapat berkonsentrasi dan menyelesaikan tugas-tugas serta dapat mengikuti perintah dengan baik. Hasil penelitian lainnya adalah, semakin hijau lingkungan sekitar, semakin rendah kriminalitas terhadap manusia dan properti."
"Pepohonan dan rerumputan", begitu tulis Kuo, "dapat memengaruhi kesehatan mental warga kota karena memberikan tempat yang ramah dan nyaman untuk berkumpul."
Ini terjadi di USA tahun 2003, saat diadakan konferensi para Wali Kota se-Amerika Serikat. Mereka menandatangani resolusi hutan kota untuk meningkatkan dan pertumbuhan pepohonan dan hutan perkotaan. Dua tahun kemudian, di San Francisco, 50 pemimpin kota dari seluruh dunia menandatangani deklarasi kota hijau. Salah satu resolusinya adalah, "2015 di kota-kota itu telah dibangun taman-taman kota dan lahan terbuka hijau setiap setengah km dari rumah penduduk.
Taman-taman kota menjadi berarti bagi warganya bila taman kota itu dapat digunakan untuk berbagai kegiatan dan kepentingan, dapat digunakan oleh masyarakat umum dari berbagai latar belakang sosial, ekonomi, dan budaya serta nyaman bagi berbagai kondisi manusia, serta memiliki pertautan antara manusia, ruang, dunia luas, dan konteks sosial. Oleh karena itu, taman-taman kota dapat berfungsi sebagai tempat interaksi warga kota, dapat menjaga dan meningkatkan kualitas modal sosial warga kota.
Modal sosial itu merupakan kekuatan yang dapat menggerakkan warga kota yang merupakan bagian dari organisasi sosial, berupa hubungan sosial dan rasa saling percaya yang memfasilitasi koordinasi dan kerja sama untuk kepentingan bersama. Modal sosial ini dapat memengaruhi peningkatan perekonomian sampai terciptanya masyarakat madani yang kuat. Modal sosial mempunyai peranan yang penting dalam penciptaan pemerintahan kota yang responsif dan efisien, yang ditandai dengan adanya masyarakat madani yang kuat dan dinamis.
Mengakhiri tulisan ini, bahwa pohon yang sering dinilai tidak ekonomis di perkotaan, justru menjadi daya tarik yang luar biasa. Ini contohnya: apa yang diceritakan wisatawan sepulang dari Jln. Cihampelas? "Ada pohon besar yang rindang begitu memasuki pelataran C-Walk." Lainnya? "Sama saja, seragam bergaya dunia." Begitupun saat turis mengunjungi USA, mereka tertarik dengan adanya hutan kota di tengah Kota New York yang dinamai Central Park. Demikian juga Paris yang berhasil mengembalikan kota itu menjadi kota taman.
Bandung yang terkenal sebagai kota taman pada masa prakemerdekaan dapat ditata kembali dan dikembalikan menjadi kota yang ramah bagi warganya. Mengapa? Kalau kota ini masih bisa membangun dua tiga mal di perkotaan, itu sama artinya, kalau ada iktikad baik, juga dapat membangun dua tiga taman kota yang sesungguhnya. Masa kalah sama penjajah?***
Penulis, anggota Masyarakat Geografi Indonesia dan Kelompok Riset Cekungan Bandung.
Kau memilihnya....
Kau Memilihnya
ku sangat kecewa
sakit hatiku
perih yang kurasa
saat melihat kau bersamanya
saat ku tahu kau memilihnya
apa salahku
apa kurangku
sudah kukorbankan semua hanya dan demi mu
sudah kuturuti pintamu
kini hatiku terasa sedih
kini diriku menangis perih
kau tukar semua pengorbananku dengan sakit ini
kau tukar semua kebahagiaan ini dengan senyummu yang telah lukai
kadang kau memberi harapan yg membuat hatiku senang
tapi dalam waktu tak lama kau memberi harapan kosong
kenapa kau seperti itu
jika kau tak suka perglah dari hidupku
jauhi diriku untuk selamanya
jangan kau beri harapan dengan cepat kau ubah semua itu
sungguh kusangat mencintaimu
kusangat menyayangimu
Myspace Codes: MyNiceSpace.com
Dunia Memang Tempat Memilih....
Seberapa indah yang kau rasakan
Seberapa Enak yang kau rasakan di dunia ini
itu semua hanyalah fatamorgana, sesaat dan pasti ada akhirnya
Seberapa sakit yang kau rasakan
seberapa kelam hidup yang kau rasakan
Seberapa sunyi yang kau rasakan di dunia ini
itu semua hanya sementara,
kenapa masih bersedih memikirkan itu semua
Ingat kembali yuk, kemana kita akan pulang
disana tempat kita...
dan disanalah kita akan kekal, abadi…
kalo kita masih yakin dengan itu
kenapa ujian kesenangan itu melalaikan kita
kenapa ujian kesusahan membuat kita jauh dari bersyukur
di dunia adalah tempat memilih
kemana, apa yang kita pilih..
baik, buruk, susah, senang..
dan yang paling penting Surga atau Neraka
itulah pilihan kita…
semuanya terserah kita…
memang Dunia adalah tempat memilih…
Myspace Codes: MyNiceSpace.com
Sepenggal Doa Untukmu
Robb,...
Aku datang pada Mu dengan penuh kepasrahan
Ketika dihadapkan kepada pilihan terberat
Robb,...
Beri ketetapan hati untukku
Hati yang terbaik yang sama-sama kita lihat
Hati yang bukan saja menyejukkan dalam pandanganku
Tapi hati yang telah kau lihat sampai menembus relung kalbunya...
Alloh yang Maha Kuasa,
Maha melihat masa depan,
Maha mengetahui yang akan terjadi
Engkau jua yang mengetahui keinginan terdalam hatiku
Ya Alloh,...
Jika mendambanya adalah kesalahan
dan merindunya adalah kekeliruan
Tolong jangan biarkan hati ini terbuai dalam keindahan fatamorgana semu...
Jika kesempurnaannya bukan untukku...
Tolong bawa jauh dari relung hati...
Hapuskan khayalan keindahan tentangnya
dan jangan biarkan aku terlena dalam keindahannya...
Gantikan aku dengan kesempurnaan yang sebenarnya untuk dia
Tapi Tuhan,...
Jika kesempurnaanku adalah bersamanya
Beri aku kekuatan menentukan pilihan
Beri aku kesabaran dalam menjalani proses menggapainya
Jika dia memang untukku...
Jangan biarkan aku menyerah & terpuruk dalam belenggu masa lalu............
Smoga kau ridhoi kami untuk bersatu
Mengarungi sisa umur...
Menapaki jalan kearah Mu...
Dan melukis keindahan untuk dunia dan akhirat kami...
Tolong beri kesabaran yang penuh...
dalam melalui detik-detik waktu yang berjalan...
Amien......
Doa ini untuk seseorang yang telah mengingatkan tentang kekuasaan-Nya, menjadikan aku kembali merindukan cinta-Nya. Terimakasih atas semua yg pernah kita lalui.....
Smoga Alloh slalu membimbing & membahagiakan mu... Amien
Myspace Codes: MyNiceSpace.com
My Ghirah......yang kembali
GHIRAH
Ini adalah cerita baruku yang telah lama terkubur namun kini tergugah kembali
sewaktu dulu aku berjalan menapaki kerikil kerikil kecil
kerasnya batu yang kuinjak membuat aku goyah dalam melangkahkan kakiku
namun semuanya tak terasa lagi setelah lama kucoba untuk melaluinya
tiada yang besar ataupun kecil semua sama batu batu itulah yang menghadangku
terkadang kerasnya membuat aku ragu untuk melewatinya
Aku tetap berjalan dengan keyakinan batu batu itu bukanlah penghalang bagiku
mereka kelak akan menjadi sahabatku,sahabat perjalananku
mereka setia menemaiku berjalan melewati saat saat perjalananku
telah lama semua kulalui mereka kini menjadi sahabat kukembali
mereka trersenyum ketika aku kembali melewatinya
ada lamabayan yang hangat ,ada keakraban yang tersirat
dan kini aku yakin aku tak sendiri lagi dalam perjalananku
tak kan ada lagi keringat kelelahan yang selalu membasahiku
yang ku tau mereka sahabatku yang lama tlah kutinggalkan
Aku rindu padamu sahabat laluku
Aku mengharap semua takan berakhir begitu saja
seperti dulu...........
Ghirah yang pernah tertanam dalam jiwa kini bangkit kembali
melahirkan semangat yang baru
untuk menapaki jalan yang masih jauh
entah berapa lagi aku sanggup bertahan
aku tidak tau
sampai kapan
Girahku temanilah aku selalu
istanasurgaku.blogspot.com
Thursday, June 7, 2007
Selamat Tinggal 2006......
Tahun 2006 sudah pun bermula dan aku masih tercari-cari sesuatu!
Aku sendiri menjadi bingung...
Masa berlalu begitu pantas.
Yang muda semakin tua ...
Dan yang tua semakin tua .... dan bakal menghadapi kematian!
Apakah erti sebenar kehidupan ini?!
Apakah yang dikejar2 olih ramai manusia didunia ini?
Kekayaan?
Kemewahan?
Kedamaian?
Ketenangan?
Kasih sayang?
Persahabatan?......
Kebenaran?
Atau....Apa?!
Dimana-mana kita dapat melihat berbagai2 kejadian.
Hari demi hari......
Suka dan duka.
Senyum dan tangis
Tenang dan gelisah
Air-mata dan pertumpahan darah
Jaya dan gagal
Kelahiran dan kematian!
Aku masih mengira-ngira tentang itu semua.
Yang aku pasti ialah....
Masa tetap akan bejalan terus tanpa belas kasihan dan tanpa menolih kebelakang!
Manusia Bodoh......apakah Aku....
Tak ingin lupakan
Bermesraan selalu jadi Satu kenangan manis
Tiada yang salah
Hanya aku manusia bodoh
Yang biarkan semua ini permainkanku
Berulang ulang kali
Reff :
Mencoba bertahan sekuat hati
Layaknya karang yang dihempas sang ombak
Jalani hidup dalam buai belaka
Serahkan cinta tulus di dalam takdir
Tak ayal tingkah lakumu
Buatku putus asa
Kadang akal sehat ini
Tak cukup membendungnya
Hanya kepedihan
Yang selalu datang menertawakanku
Engkau belahan jiwa
Tega menari indah di atas tangisanku
Bridge :
Semua kisah pasti ada akhir
Yang harus dilalui
Begitu juga akhir kisah ini
Yakinku indah
Tapi sampai kapankah kuharus
Menanggungnya kutukan cinta ini
Bersemayam dalam kalbu
|
Terbang bersama karpetku...
Hiburlah Dirimu....
| Do'a dikala ragu akan dirinya...:) |
| Bagi yang sedang bimbang oleh sang kekasih, nih ada do'a yang bagus untuk diamalkan. Selamat Mengamalkan ya....:) Ya Allah... Tetapi ya Allah... Dan peliharalah aku dari kekecewaan Dan ya Allah yang tercinta... Ya Allah ya Tuhanku... Ya Allah... ---------------------------------------- Menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran Amin... Ya Rabbal 'Alamin |
Kerja Adalah Kehormatan.....
Kemuliaan dalam kesederhanaan
Sobat, kalo kita nyadar bahwa potret masa depan telah kita bingkai sejak saat ini, tentu hidup sederhana dalam keseharian lebih keren dibanding terjebak dalam hingar-bingar kesenangan dunia belaka. Hidup sederhana yang kita maksud adalah membelanjakan harta dengan tidak berlebihan untuk memuaskan nafsunya serta nggak pelit dalam berbuat kebaikan. Allah Swt. berfirman:
“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan, dan janganlah kamu menghamburkan hartamu secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu saudaranya setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya”(QS al-Isrâ [17]: 26-27)
Jadi, kalo punya harta berapa pun, kita ikhlas membaginya untuk berbuat kebaikan, nggak semuanya dilalap untuk memenuh hasrat belanja kita yang nggak ketulungan. Oya, kalo pun mo beli barang untuk memenuhi keperluan, ya disesuaikan dengan kebutuhan kita. Bukan dipaksa memenuhi keinginan kita yang gampang tergoda oleh iklan yang bombastis. Tetep kalem, Bro! Nggak usah tergesa untuk tergoda.
Untuk itu, kita bisa menauladani kehidupan Rasulullah saw. Umar Ibnu Khattab bercerita: “Aku pernah minta izin menemui Rasulullah, aku mendapatkan beliau sedang berbaring di atas tikar yang sangat kasar, sebagian tubuh beliau berada di atas tanah, beliau hanya berbantal pelepah kurma yang keras. Aku ucapkan salam kepadanya dan duduk di dekatnya, aku tidak sanggup menahan tangisku.
“Mengapa engkau menangis, hai putra Khaththab?” Rasulullah bertanya. Aku berkata, “Bagaimana aku tidak menangis, tikar ini telah menimbulkan bekas pada tubuh engkau. Engkau ini nabi Allah, kekasihNya, kekayaanmu hanya yang aku lihat sekarang ini. Padahal di tempat sana, Kisra dan Kaisar duduk di atas kastil emas, berbantalkan sutra”.
Nabi yang mulia berkata, “Mereka telah menyegerakan kesenangannya sekarang juga, kesenangan yang akan cepat berakhir. Kita adalah kaum yang menangguhkan kesenangan kita untuk hari akhir kita. Perumpamaanku dengan dunia seperti seseorang yang bepergian pada musim panas, ia berlindung sejenak di bawah pohon, kemudian berangkat dan meninggalkannya”. (Hayat al- Shahabah 2: 352)
Untuk mewujudkan pola hidup sederhana dalam keseharian, bisa kita mulai dengan: Pertama, jinakkan perasaan tidak puas terhadap kenikmatan yang udah Allah kasih buat kita. Hidup kita bakal dibikin tekor dunia dan akhirat kalo pikiran selalu terfokus pada apa yang belum kita miliki, bukan mensyukuri apa yang sudah kita punya.
Kedua, lejitkan rasa percaya diri dalam diri kita. Orang psikologi bilang, Orang yang punya merasa rendah diri akan mudah terjebak dalam pola hidup yang tidak sederhana dengan cara menipu diri -self deception (Hamacheck: 1987). Dia takut memunculkan identitas aslinya sehingga menipu dirinya dengan menghadirkan jati diri orang lain yang dipercaya bisa diterima oleh lingkungan dibanding dirinya. Maka, sebagai remaja muslim, kudu tetep confident dengan kesederhanaan hidup kita yang terbalut ridho ilahi. Nggak mesti jadi bebek kan? Nggak usah semangat ikut yang salah.
Nah sobat, alangkah indahnya jika kita bisa menghiasi hidup kita dengan kesederhanaan. Kita bisa ngasih nilai tambah pada momen perpisahan sekolah tanpa harus menyeretnya dalam budaya pesta berbalut maksiat. Kegiatan bakti sosial, foto bareng temen-temen sekelas di halaman sekolah, atau bikin buku angkatan yang berisi biodata singkat semua sohib satu angkatan dengan catatan dan harapan masing-masing, bisa jadi alternatif agenda di akhir tahun ajaran.
So, yang penting mari kita sama-sama belajar mencontoh kehidupan Rasulullah saw. maupun para sahabat yang sederhana dalam penampilan namun berlimpah dalam kebaikan serta memberikan manfaat bagi semua orang. Itu baru cool, calm, en confident as a moslem![hafidz: hafidz341@telkom.net]
KERJA ADALAH KEHORMATAN
Oleh : Andrie Wongso*)
Seorang eksekutif muda sedang beristirahat siang di sebuah kafe terbuka. Sambil sibuk mengetik di laptopnya, saat itu seorang gadis kecil yang membawa beberapa tangkai bunga menghampirinya.
”Om beli bunga Om.”
”Tidak Dik, saya tidak butuh,” ujar eksekutif muda itu tetap sibuk dengan laptopnya.
”Satu saja Om, kan bunganya bisa untuk kekasih atau istri Om,” rayu si gadis kecil.
Setengah kesal dengan nada tinggi karena merasa terganggu keasikannya si pemuda berkata, ”Adik kecil tidak melihat Om sedang sibuk? Kapan-kapan ya kalo Om butuh Om akan beli bunga dari kamu.”
Mendengar ucapan si pemuda, gadis kecil itu pun kemudian beralih ke orang-orang yang lalu lalang di sekitar kafe itu. Setelah menyelesaikan istirahat siangnya, si pemuda segera beranjak dari kafe itu. Saat berjalan keluar ia berjumpa lagi dengan si gadis kecil penjual bunga yang kembali mendekatinya.
”Sudah selesai kerja Om, sekarang beli bunga ini dong Om, murah kok satu tangkai saja.” Bercampur antara jengkel dan kasihan si pemuda mengeluarkan sejumlah uang dari sakunya.
”Ini uang 2000 rupiah buat kamu. Om tidak mau bunganya, anggap saja ini sedekah untuk kamu,” ujar si pemuda sambil mengangsurkan uangnya kepada si gadis kecil. Uang itu diambilnya, tetapi bukan untuk disimpan, melainkan ia berikan kepada pengemis tua yang kebetulan lewat di sekitar sana.
Pemuda itu keheranan dan sedikit tersinggung. ”Kenapa uang tadi tidak kamu ambil, malah kamu berikan kepada pengemis?” Dengan keluguannya si gadis kecil menjawab, ”Maaf Om, saya sudah berjanji dengan ibu saya bahwa saya harus menjual bunga-bunga ini dan bukan mendapatkan uang dari meminta-minta. Ibu saya selalu berpesan walaupun tidak punya uang kita tidak bolah menjadi pengemis.”
Pemuda itu tertegun, betapa ia mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari seorang anak kecil bahwa kerja adalah sebuah kehormatan, meski hasil tidak seberapa tetapi keringat yang menetes dari hasil kerja keras adalah sebuah kebanggaan. Si pemuda itu pun akhirnya mengeluarkan dompetnya dan membeli semua bunga-bunga itu, bukan karena kasihan, tapi karena semangat kerja dan keyakinan si anak kecil yang memberinya pelajaran berharga hari itu.
Tidak jarang kita menghargai pekerjaan sebatas pada uang atau upah yang diterima. Kerja akan bernilai lebih jika itu menjadi kebanggaan bagi kita. Sekecil apapun peran dalam sebuah pekerjaan, jika kita kerjakan dengan sungguh-sungguh akan memberi nilai kepada manusia itu sendiri. Dengan begitu, setiap tetes keringat yang mengucur akan menjadi sebuah kehormatan yang pantas kita perjuangan.
Salam sukses luar biasa!
Andrie Wongso ( cyberMQ )
Bangkrutkah kita
Oleh : Amri Knowledge Entrepreneur
Suatu ketika saya berkesempatan mengisi acara di teman-teman kontraktor pengembang perumahan dengan materi “The Spiritual Financial”, yaitu bagaimana mengelola kehidupan keuangan kita secara spiritual.
Salah satu pertanyaan yang sangat mengejutkan kami adalah “Mengapa hampir 90 %, para pengembang diakhir hidupnya menjadi bangkrut secara keuangan dan kesehatan?”
Secara pribadi, saya sangat kesulitan untuk menjawab, disebabkan oleh rasa takut kalau jawaban akan menyinggung peserta. Namun karena didesak terus untuk menjawab, maka saya menjawab dengan salah satu sisi kehidupan saja.
Kalau sahabat-sahabat pernah membaca buku “The Power Of Water”, salah satu dari analisa tentang kedasyatan air adalah air yang dipuji kristalnya sangat bagus bila dipanding dengan air yang dimaki atau di cuekin. Bahkan dalam buku itu juga dibahas bahwa makanan yang dipuji akan jauh lebih lama membusuknya bila dibanding dengan makanan yang dimaki atau dicuekin saja.
Oleh karena itu, analisa tentang air yang dipuji dan air yang dimaki, berdampak dalam bentuk kristal yang berbeda dan itu akan mempengaruhi daya kesehatan air terhadap tubuh.
Tubuh kita, lebih dari 85 % komponennya mengandung air. Apabila diri kita sebagai pengembang perumahan yang sering hanya bagus di iklan dan pamflet saja, sedangkan kenyataan lapangan sering merugikan konsumen dan bahkan banyak yang sudah membayar lunas, namun tetap tidak segera dibangun atau dibangun tidak sesuai dengan janji mutu rumah dan sekaligus mutu insfra struktur, maka siap-siap saja akan dimaki-maki oleh konsumen.
Kalau ratusan dan bahkan ribuan konsumen memaki-maki kia, sehingga mempengaruhi kristal kandungan air dalam tubuh kita, maka siap-siap saja kesehatan dan ketajaman dalam menganalisis bisnis tidak seakurat bila diri kita mendapatkan pujian dan doa dari para konsumen yang sebagian besar merasa puas karena kita memberikan lebih dibanding iklan yang dijanjikan.
Sayabat CyberMQ
Sebenarnya, tidak hanya menyangkut para pengembang perumahan saja, ini hanya merupakan studi kasus saja. Namun secara garis besar, kalau kita sering merugikan banyak orang, hasil pengamatan kami, diri kita maupun perusahaan kita lama kelamaan akan bangkrut, walaupun didalamnya terdiri dari para professional dibidangnya. Sebab kristal-kristas dalam tubuh kita mutunya sangat jelek karena mendapat makian dari banyak orang dan itu mempengaruhi kejernihan dalam berpikir dan bertindak.
Apalagi kalau kita menyadari betul dengan hadist Rasulullah Muhammad saw yang intinya adalah “Hati-hati dengan mulut orang, sebab kita tidak tahu dari mulut mana yang doanya terkabul”, atau hadist lain yang salah satu intinya adalah: “Doa orang yang terdhalimi sangat terkabul”.
Lompatan kesuksesan, salah satu faktor pentingnya adalah doa-doa dari konsumen kita, begitu juga lompatan kejatuhan, salah satu faktor utamanya adalah makian-makian dari konsumen kita.
Berani hadapi tetap menjadi pengusaha apapun namanya dan selalu bersungguh-sungguh menjadikan konsumen ceria, sehingga kita mendapat pujian dan bukan makian ??? Bagaimana pendapat sahabat.
Oleh : KH Abdullah Gymnastiar
Saudaraku, terkadang kita tidak menyadari bahwa harga diri kita terletak pada sejauh mana sikap disiplin ada dalam diri. Namun tidak sedikit diantara kita yang menyadari sehingga menganggap harta, pangkat dan jabatan menjadi tolak penghargaan seseorang. Maka tak sedikit orang lebih hormat pada orang yang berpangkat tinggi tapi tidak disiplin dari pada karyawan yang disiplin.
Seseorang yang memiliki jiwa disiplin, kapan pun dimana pun berada senantiasa taat peraturan. Aturan ditempat kerja, misalnya. Di kala jam masuk kerja telah ditentukan, serta merta dia datang tepat waktu setidaknya sepuluh menit sebelum waktu kerja sudah berada di tempat kerja. Pun dia tidak akan pulang sebelum waktu yang telah ditentukan. Waktu kerjanya dimanfaatkan untuk waktu kerja, tidak untuk kepentingan pribadi.
Sesorang yang bersikap disiplin banyak orang yang kagum kepadanya. Walaupun begitu, tidak akan menyurutkan niat dan tekadnya dalam bekerja. Sehingga kerjanya betul-betul berkualitas. Yang ada dalam dirinya bagaimana caranya agar waktu dan kesemptan yang ada digunakan sebaik-baiknya. Dia menyadari betul bahwa disiplin adalah harga dirinya.
Dalam aturan adanya tuntutan kedisiplinan, jika melanggar ada resikonya. Di tempat kerja salah satunya. Jika tidak sesuai dengan aturan, waktu masuk seenaknya, kerjaan dikerjakan ogah-ogahan, dapat dipastikan dia akan menerima resikonya. Bisa jadi perusahaan tidak membutuhkannya. Sehingga disepak begitu saja. Bukan hanya itu, aturan dalam ibadah saja jelas hukumannya. Ketika kewajiban shalat tidak ditunaikaan, murka Allah menimpanya. Jika dikerjakan tidak tepat waktu pun akan berdampak juga. Nilainya akan berbeda dengan yang dikerjakan tepat waaktu apalagi disertai berjamaah.
Untuk itu, saudaraku marilah kita disiplin diri. Yakinlah bahwa disiplin merupakan harga diri yang hakiki yang tidak akan tergantikan dengan apapun. Yakini pula bahwa disiplin yang akan menyelamatkan hidup kita di dunia dan akhirat. Tentu, disertai keridhaan Allah SWT. Wallahu 'alam bishawab.


