ikatlah ilmu dengan menuliskannya"sanitomichie"

Sunday, June 10, 2007

Berkirim Email Secara Menyenangkan

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

"Jiwa manusia, apabila telah terputus tali-tali ikatannya, kemudian tidak diikat dengan satu peraturan yang dapat mengatur segala macam urusan kehidupannya dan memusatkan kekuatannya, maka perasaan dan pikirannya akan sama seperti biji-bijian yang bercerai berai, tertumpah berserakan. Tidak ada kebaikan sama sekali padanya, serta tidak memiliki kekuatan sedikitpun". (Muhammad Al-Ghazali)



Berkirim Email Secara Menyenangkan

Manfaat email sejak ditemukannya internet sungguh-sungguh luar biasa. Kita bisa menghemat waktu, tenaga dan uang untuk bertukar informasi dengan rekan-rekan kita di bagian belahan dunia yang tidak bisa terjamah dengan mudah.

Bahkan dengan surat elektronik ini kita bisa menggaet teman baru sebanyak-banyaknya, karena di internet kita bisa dengan mudah menemukan profile-profile baru yang kita kehendaki.

Bagi yang sudah bertahun-tahun �mengabdikan� diri menghadapi layar monitor menatap dunia maya, pasti tidak heran kalau dia sering menerima email-email, yang berguna dan yang tidak berguna. Yang tidak berguna contohnya email iklan, bom email, email virus, email fishing (pemancing) dll. Malah terkadang kita menerima email dari orang yang kita kenal secara bertubi-tubi, padahal yang bersangkutan belum tentu mengirim email itu.

Sebelum kita membicarakan tentang seluk beluk manfaat dan madlarat email dan macam-macamnya, baik kita bicara mulai dari dasar dulu, bagaimana berkirim email secara menyenangkan.

Seperti berikirim surat lewat pos, berkirim email juga punya etika. Berikut TOP TEN etiket dalam berkirim email :

1. Hindari spam, bombing.

Spamming adalah pengiriman email secara berulang-ulang dengan topik berbeda atau sama. Orang yang menerima spam ini akan jengkel, karena bisanya isinya menawarkan informasi, produk atau jasa yang sebenarnya tidak kita butuhkan. Sedang email bomb adalah pengiriman email dengan subject sama secara bertubi-tubi dengan maksud mailbox penerima cepat penuh.

Termasuk spamming adalah mengirim email terlalu sering, kecuali diminta.

Kenapa? Karena orang yang dikirimi email akan merasa jenuh. Memang kita kadang menyangka kalau orang yang kita kirimi email akan selalu merasa senang. Padahal belum tentu. Apalagi kalau isi emailnya itu-itu saja. Supaya tidak membosankan, kirimlah email lagi kalau anda sudah mendapat balasan. Tapi jangan juga terlalu lama tidak mengirim email. Teman anda bisa lupa.

2. Jangan memforward email tanpa diedit.

Seringkali kita punya berita bagus yang perlu kita teruskan/forward ke orang lain. Kalau setting si penerima masih manual, pesan yang diforward itu setiap line akan dihiasi oleh tag seperti ini: > . Usahakan tag-tag ini dibuang dulu biar email kelihatan rapi. Kalau anda orang pertama yg memforward, baru satu tag saja setiap barisnya. Tapi kalau anda yang ke 2, 3, 4 dst, maka tagnya terus bertambah. Email jadi tidak menyenangkan.

Dalam memforward ini, rule #1 juga harus digunakan yaitu, jangan terlalu sering.

3. Ganti judul email bila perlu.

Biasanya ini musti dilakukan dalam sebuah forum atau mailing list. Saking asyiknya balas-balasan, topiknya jadi bergeser. Kalau subject pembicaraan sudah bergeser, gantilah subjeknya. Tentu ini ada alasanya, selain tidak membingungkan peserta lain, pencarian/pelacakan file-file topik diskusi yang sudah lewat jadi mudah.

4. Body reply jangan dikirim semua.

Lama-lama email yang kita reply akan tertambah sizenya. Hal ini terjadi karena tiap kali kita membalas email, seluruh email yang akan kita balas kita kirimkan lagi. Untuk menghindarinya, hapuslah sebagian body email yang akan kita reply. Sisakan kalimat-kalimat yang perlu kita jawab saja.

5. Jangan tanggapi emailTBC�.

Anda mungkin pernah menerima email yang menyuruh anda untuk meneruskannya ke sejumlah orang, supaya bernasib baik. Kalau tidak diteruskan ke sekian orang, maka anda akan ketimpa sial. Email semacam ini jangan ditanggapi. Ini namanya email TBC (takhayul, bid'ah dan khurafat). Teruskan saja ke tong sampah.

6. Jaga account orang lain.

Kalau anda mereply atau berkirim email, jangan sertakan email-email yang tidak anda kenal atau anda kenal dalam heading �To� nya. Kalau itu anda lakukan, sama saja anda memaksakan anak gadis anda berkenalan dengan lelaki yang bukan muhrimnya. Akibatnya accaount email-email orang yang muncul di email orang lain, bisa tersebar luas, dibajak, dan dispam. Kalau terpaksa mengirim email ke puluhan atau ratusan orang, gunakan header BCC (blind carbon copy), supaya alamat-alamat email yg banyak itu tidak muncul di halaman muka penerima email anda.


7. Hindari Full Caps Lock / huruf besar semua.

Supaya menarik perhatian pembaca, kadang kita menggunakan huruf besar alias capital word, yang di keyboard disebut caps lock. Menggunakan huruf besar secara full, akan mendapat image, bahwa anda sedang marah dan tidak tahu etika. Tampilan email pun jadi tidak menarik kalau penulisannya menggunakan huruf besar semua. Gunakan caps bila mana PERLU saja. Kalau tidak PERLU tidak perlu DIGUNAKAN.

8. Hindari kalimat singkat dalam mereply.

Misalkan teman anda panjang lebar menulis email, bercerita tentang keindahan alam Mesopotamia . Lalu anda membalasnya dengan kalimat singkat, �oh ya?� atau �enak ya�, �benarkah� dan semacamnya. Kalau belum punya konsep, mendingan tidak usah mereply emailnya. Sebab kalimat ungkapan begitu cuma bikin gregetan dan hanya pantas diketik di chating saja.

9. Cek ulang sebelum di �send�.

Setelah email rapi ditulis, luangkan waktu untuk mengecek ulang ejaan, susunan kalimat dan kalau perlu tata bahasanya. Sebab sekali tombol �send� kita klik, tidak bisa dicancel atau dibatalkan. Semuanya langsung terkirim ke recipient dalam hitungan detik.

10. Bersabarlah menerima balasan.

Kalau sudah dikirim, sabarlah menanti balasannya. Sebab tidak semua orang punya akses yang mudah untuk berinternet ria. Tidak semua orang punya waktu luang membaca email-email anda.

Sambil menanti balasan, bagaimana kalau anda menyebar-luaskan email ini ke teman-teman anda? Barangsiapa memforward email ini maka hidupnya akan beruntung. He he he, bukan TBC lho.

M.Abdullah
emabdulah@yahoo.com
tommy_ikhsan@yahoo.com

http://istanasurgaku.blogspot.com

myspace icons
Myspace Icons



Kisah Cinta Manusia Manusia Langit

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Barangsiapa mengerjakan amal saleh, itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa mengerjakan kejahatan, itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan al-Jaatsiyah : 15




Bila Aku Jatuh Cinta

Allahu Rabbi aku minta izin
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
Hingga membuat lalai akan adanya Engkau

Allahu Rabbi
Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh

Allahu Rabbi
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan
kasih-Mu
dan membuatku semakin mengagumi-Mu

Allahu Rabbi
Bila suatu saat aku jatuh hati
Pertemukanlah kami
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu

Allahu Rabbi
Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu...
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu

Amin !


myspace codes
Myspace Codes: MyNiceSpace.com




Kisah Cinta Manusia-Manusia Langit
Author: Abu Saifulhaq Asaduddin

Cinta adalah karunia Allah. Bahkan Allah menciptakan alam semesta ini karena cintaNya. Karenanya ALAM DAN DUNIA INI ADALAH LAUTAN CINTA. Kekuatannya mampu meluluhlantahkan arogansi diri dan kerendahan materi. Maka bukan tanpa alasan seorang Saini KM menuliskan bait-bait terakhirnya dalam puisi Burung Hijau :

Saat kamu tengadah dan dengan tersipu berkata: / 'Memang, yang terbaik dari diri kita layak disatukan.' / Saya pun mabuk karena manis buah berkah, dan melihat: / Malaikat menghapus batas antara dunia dan akhirat.

Ibnu Qoyyim Al jauziyah pernah berkata tentang arti sebuah cinta : 'Tidak ada batasan cinta yang lebih jelas daripada kata cinta itu sendiri; membatasinya justru hanya akan menambah kabur dan kering maknanya. Maka batasan dan penjelasan cinta tersebut tidak bisa dilukiskan hakikatnya secara jelas, kecuali dengan kata cinta itu sendiri.'

Kenyataannya, SEJARAH ISLAM MENCATAT KISAH-KISAH CINTA MANUSIA-MANUSIA LANGIT DENGAN TINTA EMAS DALAM LEMBARAN-LEMBARAN SEJARAH PERADABAN. Sebuah sejarah yang mengartikan cinta bukanlah utopia dan angan-angan kosong belaka dalam sebuah potret realita.

  • Tak apalah meregang nyawa bagi seorang Hisyam bin �eAsh takkala mendengar seorang saudaranya merintih kehausan dalam peperangan Yarmuk, memberikan air miliknya sementara bibir bejana hampir menyentuh bibirnya.
  • Atau indahnya ungkapan yang diberikan seorang sahabat yang mencintai sahabatnya karena Rabb-Nya.
  • Atau seorang Rasul yang memanggil umatnya takkala sakaratul maut menyapa dirinya.
  • Teringat episode cantik dalam sejarah seorang wanita yang rela menukar cinta dan hatinya dengan Islam sebagai maharnya. Takkala Rumaisha binti Milhan dengan suara lantang menjawab pinangan Abu Tholhah, seorang terpandang, kaya raya, dermawan dan ksatria 'Kusaksikan kepada anda, hai Abu Tholhah, kusaksikan kepada Allah dan Rasul Nya, sesungguhnya jika engkau Islam, aku rela engkau menjadi suamiku tanpa emas dan perak. Cukuplah Islam itu menjadi mahar bagiku !' Akhirnya tinta emas sejarah mencatatnya sebagai seorang ummu Sulaim yang mendidik anaknya, Anas bin Malik dan dirinya sebagai perawi hadits Rasulullah sementara suaminya menjadi mujahid dalam sejarah Islam.
  • Melagu hati Sayyid Qutb dalam nada angan akan sebuah keinginan. Lompatan jiwanya melebihi energi yang ada. Baginya kehidupan dunia bukanlah segalanya. Ia belokkan gelora yang ada hanya pada pencipta-Nya yang dengannya syahid menjadi pilihan hidupnya. Tiada mengapa tanpa wanita.
  • Gejolak gelora percintaan Rabiah dengan Rabbnya mengajarkan keikhlasan akan sebuah arti penghambaan. Tak sanggup rasanya mengikutinya yang mengharap Ridho-Nya sekalipun neraka menjadi pilihan akhir tempat tinggalnya.
  • Lain pula kisah sang Kekasih Allah, Nabiyullah Ibrahim �eAlaihissalam. Sebuah kisah yang menggoreskan samudra hikmah kehidupan bagi manusia yang mengedepankan ketundukan dan kepasrahan yang terbalut cinta daripada darah daging sendiri untuk menjadi persembahan.

Adakah CINTA YANG MASIH ADA DI HATI KITA MENYAMAI ATAU BAHKAN MELEBIHI CINTA MEREKA TERHADAP APA YANG MEREKA CINTAI? Jika tidak, lantas APA YANG MEMBUAT KITA MEMBUSUNGKAN DADA DAN MENGKLAIM SEBAGAI PECINTA SEJATI HANYA LANTARAN BUNGA-BUNGA KATA TANPA MAKNA REALITA YANG KITA LONTARKAN?

Diri KITA SERINGKALI MENCARI PEMBENARAN (APOLOGI) ATAS KETIDAKMAMPUAN DAN KETIDAKBERDAYAAN DALAM MENGAKUI SEGALA KELEMAHAN YANG KITA MILIKI. Jika cinta yang mereka hadirkan dapat begitu mempesona bukan hanya karena mereka para sahabat dan shabiyah atau para Nabi dan Rasul. Perlu diingat, mereka juga adalah manusia yang mempunyai keinginan dan kecenderungan sebagaimana manusia biasa. Artinya kecintaan mereka dapat kita duplikasikan pada diri kita.

Lihatlah bagaimana SEJARAH MENCATAT KEMBALI ARTI SEBUAH CINTA ANAK MANUSIA DALAM AKHIR HAYATNYA, sebuah cinta yang dihadirkan oleh mujaddid akhir zaman, Hasan Al Banna yang mendahulukan iparnya Abdul Karim Mansur untuk diberi pertolongan justru pada saat tujuh peluru masih bersarang ditubuhnya...

Ibnu Taimiyah berkata, 'MENCINTAI APA YANG DICINTAI KEKASIH ADALAH KESEMPURNAAN DARI CINTA PADA KEKASIH.' Teori ini bukanlah teori belaka. Teori ini merupakan SEBUAH KONSEKUENSI LOGIS DARI SEBUAH CINTA. Segala daya dan upaya �ekan menjadi tak berharga jika ia dapat menjadi serupa. Hal ini berlaku kebalikannya. MEMBENCI APA SAJA YANG DIBENCI KEKASIH ADALAH KESEMPURNAAN DARI CINTA PADA KEKASIH. Amboi, indahnya jika semua itu dilandasi atas kecintaan kepada Rabb-Nya. Dan menundukkan kecintaan lainnya karena ia hanyalah kenikmatan sesaat.

Sesungguhnya siapakah kita ini kekasihku? / Hanya setitik debu melekat di bintang mati. / Menggeliat sejenak karena embun dan matahari: / Hanya sedetik dalam hitungan tahun cahaya. (Saini KM)

Jika saja Sapardi mengungkapkan kekuatan keinginan cintanya dengan bait-baitnya : Aku ingin, / Aku ingin mencintaimu dengan sederhana / dengan kata yang tak sempat diucapkan / kayu kepada api yang menjadikannya abu / Aku ingin mencintaimu dengan sederhana / dengan isyarat yang tak sempat disampaikan / awan kepada hujan yang menjadikannya tiada (Sapardi Dj. D), maka ISLAM MENGAJARKAN INDAHNYA CINTA DALAM UNTAIAN DO'A :

' Ya Alloh, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu. Telah berjumpa dalam taat pada-Mu. Telah bersatu dalam da'wah pada-Mu. Telah terpadu dalam membela syari'at-Mu. Kokohkanlah, Ya Allah ikatannya, kekalkan cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal pada-Mu. Nyalakanlah hati kami dengan ma'rifat kepada-Mu. Matikanlah ia dalam syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong...'

*IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA*
Al-Hubb Fillah wa Lillah,

Abu Aufa


myspace codes
Myspace Codes: MyNiceSpace.com



Dudung.net









































test 10 juni 07

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

myspace icons
Myspace Icons

Ketika Setan Jadi Pahlawan

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya, Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (al-Baqarah: 286)



Ketika Setan Jadi Pahlawan
Ketika guru itu hampir frustrasi karena sekolah budi pekerti yang dibukanya ternyata tak membuat seorang pun berminat untuk menjadi muridnya, suatu hari datanglah setan mendaftarkan diri.
Tentu saja guru itu terkejut! Apa yang sesungguhnya terjadi sehingga setan yang satu ini datang dan ingin berguru budi pekerti kepadanya? Bukankah setan adalah makhluk jahat yang menghembuskan kejahatan ke dalam diri manusia sehingga ia tidak lagi punya budi pekerti? Guru itu merasa gugup dan takut, terlebih ketika setan itu memaksa agar ia diterima sebagai muridnya. Tapi di tengah ketakutannya, guru tersebut masih sempat bertanya tentang alasan mengapa setan yang satu itu ingin belajar budi pekerti.

Teriakan Antiperang dari Tubuh Tony Broer
Tubuh-tubuh merangkai membentuk lingkaran. Dalam posisi tidur, kepala dan sebagian besar wajahnya dibalut kain. Cahaya lampu melingkari tepat sebesar lingkaran tubuh. Tak ada kata atau desah napas sedikit pun, semuanya terbujur kaku. Lewat tayangan foto-foto slide dan film dokumenter perang di layar putih, tubuh-tubuh korban perang tampak bergelimpangan di mana-mana. Besamaan dengan itu ilustrasi musik memperkuat dan mengantarkan aroma kegetiran, kehancuran, dan kematian. Tubuh-tubuh itu lahir, tubuh-tubuh itu bangkit, tubuh-tubuh itu mengerang, menggeliat penuh kewaspadaan dan protes.



Perempuan Kedua
Cerpen LABIBAH ZAIN

Perempuan berumah di ujung gang itu benar-benar membuat sekujur tubuhku tegang. Cara bicaranya yang lembut, membuat aku kalang kabut. Sungguh aku tak mengira akan jatuh cinta macam anak-anak SMA.

Aku bertemu perempuan itu, ketika menghindari tabrakan dengan ojek. Motor yang aku kendarai dengan memboncengkan Dina, anak perempuanku itu, terjerembab di salah satu got, dekat rumahnya. Tangis anakku yang meraung-raung, membuat perempuan itu datang menawarkan bantuan. Gini, nama perempuan itu. Dia menggandeng Dina ke rumahnya dengan kasih sayang seorang ibu.

Aroma sabun wangi badan Gini tercium tanpa sengaja olehku, ketika dia memberikan secangkir air putih.

Sejak pertemuan itu, hidupku tak tenang. Aku mulai membanding-bandingkan keadaan perempuan itu dengan Gami, istriku. Seandainya istriku bisa serapi Gini, pastilah aku tambah betah di rumah. Seandainya perut istri serata Gini, pastilah aku tak harus mencari-cari foto-foto wanita setengah telanjang di tabloid jalanan hanya untuk meningkatkan gairahku di kasur. Tetapi, semua membuatku frustrasi. Begitu membuka mata, yang kulihat hanyalah tubuh Gami yang mulai berlemak di sana-sini.

Otakku mulai berputar-putar tak karuan. Bagaimana cara agar aku bisa mengunjungi Gini tanpa ada yang curiga. Sungguh! Dua hari tak bertemu Gini, membuatku seperti orang gila. Mulailah kuatur rencana demi rencana untuk bisa menemuinya.

**

Kucukur habis bulu-bulu yang ada diwajahku. Kusemprotkan minyak wangi di tubuhku. Ah, ternyata aku masih ganteng juga. Kutatap wajahku di cermin. Tak kalahlah dengan Doni Damara, pikirku. Melihat penampilanku, istriku bertanya-tanya. Katanya, aku seperti orang yang sedang puber kedua. Aku bilang saja, semuanya kulakukan karena aku harus foto buat kartu identitas di kantorku besok pagi. Istriku pun tampak paham.

Aku tidak bohong. Memang besok paginya ada acara foto-foto untuk melengkapi kartu identitas perusahaan. Hanya saja, sepulang dari kantor, aku mengajak Dina untuk mengunjungi Gini.

Gini dan dua anaknya, Tono dan Tini menyambut kedatangan kami dengan gembira. Dina langsung bermain sepeda dengan mereka. Aku pun duduk berdua dengan Gini di ruang tamu. Dari percakapan sore itu, aku tahu kalau Gini seorang pengajar bahasa Inggris di salah satu lembaga bahasa. Satu ide melintas. Saat itu, aku meminta Gini untuk memberikan kursus bahasa Inggris buat Dina, karena Dina berumur 4 tahun. Sudah saatnya belajar bahasa Inggris. Gini setuju untuk memberi kursus Dina setiap hari Senin dan Rabu. Ketika pulang ke rumah dan kurundingkan dengan Gami tentang kursus itu, dia tak keberatan sedikit pun.

Sejak itu, hari Senin dan Rabu merupakan hari yang sangat kutunggu-tunggu. Kursus hanya berlangsung selama satu jam saja, tetapi Dina selalu meminta untuk tinggal di rumah Gini agak lama, karena dia ingin bermain bersama Tini dan Tono. Jadilah aku punya alasan untuk ngobrol panjang lebar dengan Gini.

Berbicara dengan Gini, aku serasa menemukan masa mudaku lagi. Ternyata Gini suka puisi. Lantaran bicara puisi-puisi Gibran, kami menjadi semakin akrab dan terbuka.

Gini juga bercerita tentang seorang duda, yang menjadi direktur lembaga bahasa tempat ia bekerja itu, beberapa kali memintanya untuk menjadi istrinya. Bagi Gini, penampilan duda itu tak menarik. Dia lebih suka lelaki yang suka menghadiahinya puisi, seperti almarhum suaminya.

Tahu akan hal itu, aku pun getol menghadiahi satu puisi buat Gini setiap pagi. Puisi itu aku serahkan sebelum aku pergi ke kantor. Sepulang kerja, aku pun sering mampir ke rumahnya hanya untuk mencekoki Gini dengan kata-kata yang menghiba-hiba tentang penderitaanku sejak menikahi Gami.

"Jangankan merawat anak dan suami, merawat diri pun dia tak mampu. Daster kumalnya menjadi pemandanganku sehari-hari. Makanan hambar alakadarnya menjadi menuku sehari-hari. Tempat tidur bau ompol anak, menjadi alas tidurku sepanjang malam. Dengkuran istriku menjadi musik pengantar tidurku. Secangkir teh atau kopi sepulang kerja hanyalah impian. Aku sangat menderita!"

Gini memandangku dengan muka murung. Sepertinya aku sudah berhasil menarik simpatinya dengan rahasia-rahasia rumah tanggaku.

''Seandainya istriku itu adalah kamu, Gini…… ''

Pipi Gini merona. Matanya berkejapan. Aku merasa terbang ke langit ketujuh. Seperti berdendang, kata-kata itu terus ku ulang-ulang.

Lama-kelamaan, aku punya keyakinan, kalau Gini juga menaruh perhatian terhadapku. Oleh karenanya, dengan mengumpulkan segala keberanian, aku menyatakan cinta di beranda rumahnya! Gini tersentak. Tetapi di wajahnya, aku melihat kebahagiaan yang menggelegak.

Dia berkata, "Mas ‘kan sudah punya istri...."

"Tapi kau kan tahu kalau aku menderita?"

"Selesaikan baik-baik hubungan Mas dengan Isteri. Kalau memang Mas tak bahagia, Mas harus menceraikannya secara baik-baik atau minta izin kepadanya untuk menikahiku."

Aku bersorak. Masalah dengan istriku? Gampanglah diatur.

Dengan hati berbunga-bunga, aku pulang ke rumah. Begitu malam tiba, kutidurkan Dina sebelum jamnya. Setelah itu, aku mulai mencumbui Gami seperti layaknya pengantin baru. Usai bercinta, kubuatkan istriku mi goreng instant. Sepiring berdua kami makan bersama. Selama dua minggu kami tampak mesra. Gami menatap curiga tetapi dia tampak bahagia.

Pada minggu ketiga, mulailah aku bercerita tentang banyaknya orang-orang yang perlu disantuni. Anak yatim dan janda yang terlunta-lunta. Gami yang mudah tersentuh sangat terharu, tetapi menjadi pilu ketika aku mulai mengemukakan pintu surga bagi istri yang merelakan suaminya menikahi janda miskin.

Dari tatapan matanya, aku tahu hatinya teriris. Tapi tekatku tak terkikis. Kupeluk dia. Di telinganya, kubisikan betapa aku mencintai dia dan berjanji semuanya takkan berubah. Istriku menatapku. Dia bilang, dia ingin bertemu Gini. Aku pun setuju. Kucium keningnya. Kuusap-usap rambutnya sampai dengkurnya terdengar. Malam itu, dia terlelap di pelukanku.

**

Akhirnya di rumahku, kedua perempuan itu bertemu. Dari jendela rumahku, aku bisa melihat kalau istriku tampak tegang dan Gini tampak salah tingkah. Tetapi, beberapa saat kemudian mereka bersalaman, mulai bicara dan akhirnya tertawa-tawa. Sejak itu, keduanya memang tambah akrab. Aku lega. Hajadku ada di depan mata!

**

Pagi ini, ketika aku hendak menyelipkan satu puisi di rumah Gini, aku mendapati rumah Gini lengang. Suara keributan anak-anak Gini karena hendak bersiap-siap berangkat ke sekolah, tak kudengar.

Kuketuk rumahnya berkali-kali. Tak ada yang menjawab. Aku semakin keras mengetuk pintunya. Sepi!

Kugedor dan kugedor lagi pintunya. Kali ini, Ibu Karto, tetangga sebelah rumahnya, muncul dan mengabarkan bahwa Gini dan anak-anaknya pulang ke kampung halaman untuk mempersiapkan pernikahannya dengan direkturnya!

Gini, perempuan ranum yang hendak kujadikan istri keduaku, hendak menikah tanpa memberitahuku sama sekali.

Kurasakan perasaan tersinggung mulai menggelegak di dadaku! Dalam keadaan limbung, aku ingat istriku. Perempuan setia yang selalu menerimaku apa adanya. Boleh jadi tubuhnya menjadi tak terawat, karena waktunya habis buat mengurus rumah tangga dan uang belanja yang kuberikan dihabiskannya buat urusan keluarga daripada untuk dirinya sendiri. Tiba-tiba, aku ingin memeluk istriku dan meneriakkan betapa tak ada perempuan lain yang lebih aku butuhkan di dalam hidupku selain dirinya.

Sepeda motor pun kukebut dengan kecepatan tak kira-kira. Sampai di rumah, kembali aku terpana. Kudapati rumahku tak berpenghuni. Kuperiksa pot tanaman, tempat Gami biasa menyimpan kunci kalau dia harus pergi. Di situ kutemukan kunci rumahku dan sepucuk surat.

Mas Poly,

Merangkai kata, aku memang tak pandai tetapi semoga yang akan kusampaikan ini bisa kau mengerti.

Beberapa bulan yang lalu, ada seorang pria yang perhatiannya membuatku berbunga-bunga.

Tetapi kemudian aku sadar bahwa cinta itu seperti tanaman. Dia bisa mati kalau kita tak merawatnya. Nah! Cinta yang kita bina sudah layu! Hampir mati! Kalau aku mencoba merawat tanaman lain, bagaimana mungkin aku bisa yakin kalau dua-duanya tak mati? Sedang merawat satu tanaman saja, aku tak bisa?

Oleh karenanya, aku memutuskan untuk merawat cinta kita dan mematikan cinta-cinta yang lain. Bagiku keluarga berada di atas segala-galanya.

Tetapi, takdir bicara lain. Mas memilih hendak membawa tanaman lain dengan cara menikah lagi. Bagiku, dua orang istri terlalu banyak dalam satu pernikahan dan susah bagiku untuk berbagi perasaan. Daripada aku tertekan, akhirnya kuputuskan untuk melayangkan gugatan cerai ke pengadilan agama. Dengan demikian, kita bisa berbahagia dengan merawat satu cinta di keluarga masing-masing. Mas menikah dengan Gini. Aku pun akan bahagia karena Mas Mono, tetangga kita yang pernah memberikan perhatiannya kepadaku itu, berjanji akan menikahiku begitu selesai masa idahku.

Salam Gami

Aku merasa tubuhku dipukul-pukul dengan martil hingga lenyap terkubur rencana-rencanaku sendiri. Kupandangi rumah Mono. Tiba-tiba, aku ingin membunuh perjaka tua itu!***

Januari, 2007


Tan Boen Kim dan Tragedi Sang Pelacur

Cerita Fientje de Feniks yang ditulis oleh Tan Boen Kim memang fenomenal dan menginspirasi banyak penulis. Salah satunya adalah Pramoedya Ananta Toer. Ia mengadaptasi kisah nyata kematian pelacur Indo kelas atas yang legendaris ini ke dalam alur cerita Rumah Kaca (1988).
Dalam novel terakhir dari tetralogi Pulau Buru itu, nama Fientje de Feniks diubah menjadi Rientje de Roo.

Jumat, 17 Mei 1912. Batavia gempar. Sesosok mayat wanita muda ditemukan membusuk di Pintu Air Kali Baru.

Tubuh si mayat berada di dalam karung beras yang mengambang. Kedua tangannya terikat. Melihat keadaannya, tidak diragukan lagi bahwa wanita muda yang telah menjadi mayat itu adalah korban pembunuhan.

Pada bulan-bulan berikutnya, diketahui bahwa mayat itu bernama Fientje de Feniks. Seorang wanita Indo berumur sekitar dua puluh tahun yang berprofesi sebagai "nona goela-goela" alias pelacur. Ia tercatat sebagai anggota dari "roemah plesiran" yang dikelola oleh mantan pelacur kelas atas bernama Jeanne Oort.

Setelah dilakukan penyelidikan oleh polisi, pembunuhnya diketahui adalah seorang pria Belanda. Namanya Willem Frederik Gemser Brinkman. Pria ini dikenal sebagai seorang hartawan yang berstatus sebagai pegawai Gouvernement Bedrijven. Ia adalah pelanggan sang pelacur.

Brinkman membunuh Fientje karena cemburu. Asal mula permasalahannya muncul, ketika ia menggundik wanita itu dan menyuruhnya untuk tidak melacurkan diri lagi. Namun, Fientje tetap melakukan profesinya. Brinkman lalu memergoki nyai-nya bersama pria lain. Ia menjadi panas hati dan pembunuhan yang terencana pun terjadi.

Kasus ini kemudian dibawa ke Raad van Justitie. Proses peradilannya memakan waktu dua tahun. Brinkman dan puluhan saksi dihadirkan dalam persidangan. Sang tersangka dibela oleh pengacara terkenal Mr. Hoorweg. Dengan didampingi pembela yang piawai, Brinkman dinyatakan tidak bersalah.

Kasus yang menggemparkan ini terus menjadi pembicaraan masyarakat Batavia. Koran-koran terus memuatnya sebagai berita utama. Raad van Justitie pun mencatat proses persidangannya secara cermat dan teliti. Dengan data yang berlimpah, tak heran apabila kematian Fientje de Feniks ini menjadi satu di antara banyak kejadian nyata yang dibukukan sebagai novel pada dekade awal abad ke-20.

Memang, sastra Melayu-Rendah mulai membangun tradisi sejak munculnya Hikayat Nyai Dasima pada 1896. Kejadian nyata yang sensasional sering diangkat menjadi tema cerita dalam novel.

Umumnya, kejadian nyata itu berupa kasus-kasus pembunuhan. Hal ini berlangsung setidaknya hingga 1930-an. Tak aneh apabila novel-novel pada masa itu lazim mengidentifikasikan diri sebagai "satoe tjerita jang betoel soeda terdjadi".

Pembunuhan Fienjte de Feniks yang sensasional itu dibukukan menjadi novel berjudul Nona Fientje de Feniks, atawa djadi korban dari tjemboeroean. Edisi pertama novel ini diterbitkan tahun 1915. Penulisnya adalah seorang Tionghoa peranakan bernama Tan Boen Kim (TBK).

Di dalam buku Literature in Malay by the Chinese of Indonesia: a Provisional Annotated Bibliography (1981), Claudine Salmon mengatakan bahwa TBK dilahirkan pada 1887. Tidak diketahui apakah TBK mendapat pendidikan formal atau tidak. Namun yang pasti, ia adalah seorang jurnalis yang berpengalaman.

Pria ini pernah menjadi direktur harian Tionghoa peranakan Thjioen Thjioe di Surabaya 1916. Setahun kemudian, ia bekerja sebagai editor mingguan Ien Po di Batavia. Tahun 1926, TBK hijrah ke Palembang selama beberapa bulan dan bekerja untuk mingguan Kiao Po.

Tulisan-tulisan TBK terkenal sangat tajam dan kritis. Ia sering keluar masuk penjara karena buah penanya. Tak jarang, ia dianiaya oleh orang-orang yang tidak meyukai tulisan-tulisannya. Oleh karena itu, TBK menjadi terkenal sebagai orang yang kenjang dibatjok dan keloear masoek pendjara.

Nona Fientje de Feniks adalah novel TBK yang paling sukses. Karyanya ini adalah perpaduan antara keakuratan data dan kelincahan bercerita. Kesuksesan novel tersebut telah membuat TBK menulis kelanjutan ceritanya: Njai Aisah atawa djadi korban dari rasia dan G. Brinkman atawa djadi korban perboeatannja. Kedua novel ini juga diterbitkan pada 1915.

Seperti halnya novel pertama, kedua sekuel ini pun diangkat dari kisah nyata yang merupakan kelanjutan kasus Fientje de Feniks. Ceritanya seputar kisah hidup Brinkman yang menjadi buronan polisi setelah dinyatakan tidak bersalah atas tuduhan pembunuhan Fientje.

Setelah sekian lama menjadi pelarian karena melakukan perampokan-perampokan dan pembunuhan terhadap Aisah, istri dari salah satu anggota komplotannya, Brinkman akhirnya tertangkap dan diadili. Ia divonis hukuman mati. Di ujung cerita, ia dikisahkan melakukan bunuh diri di penjara. Kematian Brinkman mengakhiri cerita berantai Fientje de Feniks.

Kedua novel lanjutan ini juga terbilang sukses. Dengan latar belakang kesuksesan itu, pada 1916 TBK menggabungkan trilogi Fientje de Feniks-nya ke dalam satu buku. Akan tetapi, ceritanya tidaklah lagi berbentuk prosa melainkan dalam bentuk syair. Buku itu berjudul Sair Nona Fientje de Feniks dan sekalian ia poenja korban jang bener terdjadi di Betawi antara taon 1912-1915.

Cerita Fientje de Feniks yang ditulis oleh TBK memang fenomenal dan menginspirasi banyak penulis. Salah satunya adalah Pramoedya Ananta Toer. Ia mengadaptasi kisah nyata kematian pelacur Indo kelas atas yang legendaris ini ke dalam alur cerita Rumah Kaca (1988).

Dalam novel terakhir dari tetralogi Pulau Buru itu, nama Fientje de Feniks diubah menjadi Rientje de Roo. Wanita ini juga dikisahkan menjadi seorang pelacur yang dibunuh. Bedanya, Pram mengisahkan Rientje de Roo memiliki seorang pelanggan bernama Jacques Pangemanann yang menjadi tokoh utama cerita.

Ketika Rientje dipanggil untuk "dipakai", Pangemanann mendengar kabar bahwa bahwa sang pelacur telah mati. Tidak diceritakan siapa pembunuhnya dan bagaimana kelanjutan kasusnya. Cerita Rientje hanya dipaparkan sebatas hubungannya dengan tokoh utama. Akan tetapi, kisah kematian yang diselipkan ini turut membangun cerita utama Rumah Kaca secara keseluruhan.

Selain Pram, penulis lain yang tampaknya terinspirasi oleh karya TBK ini adalah seorang pria berkebangsaan Belanda bernama Peter van Zonneveld. Ia menulis buku De Moord op Fientje de Feniks (Pembunuhan Fientje de Feniks) yang diterbitkan pada 1992.

Kesuksesan trilogi Fientje de Feniks dan buku syairnya ternyata tidak berbanding lurus dengan kehidupan sang penulis. TBK menjalani tahun-tahun terakhir kehidupannya dalam kemelaratan. Ia diketahui tinggal menumpang dalam sepetak ruangan Jinde Yuan, salah satu kelenteng tertua di Jakarta hingga akhir hayatnya. Sungguh sangat ironis.

Untungnya, satu perhargaan tak terhingga diberikan kepada TBK oleh Leo Suryadinata. Sinolog terkemuka ini mengabadikan riwayat hidup TBK di dalam bukunya Prominent Indonesian Chinese: Biographical Sketches (1995).

Lewat buku yang berisi biografi orang-orang Tionghoa peranakan terkemuka ini, Leo menyatakan bahwa TBK adalah seorang Tionghoa peranakan yang unggul di bidangnya. Penilaian ini bukan tanpa alasan.

Kesuksesan menulis trilogi Fientje de Feniks menjadi salah satu pertimbangannya. Selain itu, produktivitas TBK dalam menulis juga menjadi nilai tambah. Ia tercatat telah menghasilkan lebih dari 20 karya selama periode 1912-1933. Umumnya, karyanya berupa novel yang diangkat dari kisah nyata.

TBK memang telah meninggal pada 1959. Namun, kisah tentang tragedi sang pelacurnya tetap hidup dan menginspirasi banyak orang.*** Pikira Rakyat.9 juni 07

IRAWAN SANTOSO S.B.
Penulis, tinggal di Bandung


myspace icons
Myspace Icons





Saturday, June 9, 2007

Syair Lagu Cerminan Masa Hidup

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.


"Demi Tuhan yang diriku berada dalam genggaman-Nya, sesungguhnya seseorang telah datang pada hari kiamat dengan amal-amal saleh yang bila diletakkan di atas gunung maka ia akan memberatinya. Lalu bangkitlah salah satu nikmat dari nikmat-nikmat Allah, maka nikmat itu hampir saja menghabiskan semua amal saleh orang tadi, kalau saja Allah tidak mengaruniakan kepadanya rahmat-Nya."(HR. al-Mundziry)




Putus Tali Tempat Bergantung

DISANGKA panas sampai petang, hujan turun di tengah hari. Sampiran untuk peruntungan manusia yang tidak bisa diduga sebelumnya, serta serba tidak pasti.

**

BAGI kaum wanita umumnya, kebaikan suami adalah sumber sebuah kebahagiaan. Apalah artinya harta yang menumpuk, bila batin disakiti. Cinta dan perhatian seorang suami yang bertanggung jawab adalah segala-galanya. Itulah yang dirasakan Nyonya Retni Wulandari ( 43 tahun). Walaupun hidupnya tidak kaya, ia merasa aman dan damai di tengah keluarganya. Hidup mereka terjamin dari hasil kerjanya sebagai buruh pabrik .

"Walaupun belum punya rumah sendiri, saya merasa bahagia bersama anak-anak yang sehat dan lucu-lucu. Begitu bertemu, kami sudah merasa cocok satu sama lain. Oleh karenanya kami tidak berpacaran lama-lama, segera menikah saja. Kelahiran anak-anak yang berjarak dua tahun sekali, rasanya melengkapi kebahagiaan kami. Untuk mencoba peruntungan, kami pindah ke Kota kembang, meninggalkan kampung halaman yang telah membesarkan kami. Kebutuhan hidup yang semakin banyak sudah tidak mungkin terpenuhi oleh gaji kami sebagai pegawai pabrik," katanya memulai curahan hatinya.

Kedua suami istri itu lalu usaha berjualan makanan di pinggir jalan. Ternyata usaha mereka laris manis. Dagangan yang dijajakan selalu habis dan mendatangkan uang. Satu-satu perabotan yang diperlukan bisa terbeli. Bahkan mereka bisa menabung. Dari hasil tabungan itu mereka bisa membeli sebuah motor bekas, untuk berbagai keperluan. Namun begitulah hidup manusia, tak pernah ada yang abadi. Begitu juga nasib Retni.

"Suatu hari suami saya mengeluh pusing kepala, sakit perut dan mual-mual. Saya mengira ia masuk angin, karena kami berjualan di pinggir jalan. Ia membeli obat warung untuk menyembuhkannya. Tetapi, sampai sore sakitnya tak juga hilang, bahkan pusingnya semakin menjadi-jadi. Saya sarankan agar ia ke dokter. Tetapi suami saya tidak mau. Saya minta ia beristirahat saja, berbaring di rumah, tak usah ikut berjualan. Namun, kondisi suami saya ternyata malah semakin memburuk. Padahal ia sudah seminggu tidak ikut berjualan. Akhirnya ia mau juga memeriksakan dirinya ke dokter. Hasilnya sungguh membuat kami kaget. Ia dinyatakan gagal ginjal. Ia harus cuci darah, dua kali seminggu. Biayanya sangat mahal, hampir Rp. 400.000,00 sekali datang. Saya waktu itu tak berpikir apa-apa, yang penting suami bisa sembuh kembali.

Karena suami sakit dan anak-anak tak ada yang menjaga, saya memutuskan berhenti dulu berjualan. Akibatnya tak ada uang yang masuk. Mulailah saya menjual barang yang bisa diuangkan demi kesembuhan suami. Bahkan motor pun akhirnya kami jual. Setelah semua barang yang bisa diuangkan tak tersisa lagi, mulailah saya memakai uang modal. Hanya beberapa bulan saja, semuanya habis tak tersisa. Tetapi saya tetap ingin melihat suami sembuh lagi. Mulailah saya memberanikan diri meminjam uang. Didorong rasa cinta kepada suami, saya tidak berpikir panjang, berapa pun bunga yang dikenakan peminjam, saya ambil, asal suami sembuh. Tetapi akhirnya saya tak bisa lagi mendapatkan uang pinjaman untuknya cuci darah. Tadinya saya mau menjual salah satu organ tubuh. Tetapi bila melepas salah satu organ tubuh ini, apakah saya mungkin akan sehat ? Padahal saya harus berjuang keras demi kelangsungan hidup anak-anak. Akhirnya saya menyerah, dan ia semakin lemah, semakin lemah, terbaring tanpa berobat. Allah Swt memanggilnya, ia meninggal dunia, pertengahan tahun lalu."

Wulandari terus berusaha tegar, demi buah hatinya. Seseorang memberinya pinjaman modal untuk berdagang lagi. Untuk keperluan hidup anak-anak yatim saja, nyaris tak tercukupi bila mengandalkan hasil berjualan itu. Apalagi untuk membayar utang-utangnya. Kadang ia terpaksa meminjam dari orang lain, untuk membayar bunga. Jadilah gali lubang tutup lubang. Akibatnya, utangnya jadi bunga berbunga, hingga semakin menumpuk. Ia tak bisa apa-apa lagi.

"Ya Allah, tolonglah saya, segera lepaskan dari kemelut ini. Saya sering dirasuki perasaan takut. Bila tidur malam hari saya takut tak bangun lagi. Bagaimana nasib anak-anak saya? Bagaimana sekolah mereka, haruskah terputus? Kepada siapa mereka akan meminta tolong? Siapa yang akan menghidupi mereka? Perasaan takut itu, mungkin karena siangnya saya sering dimarahi penagih utang. Mereka tidak bisa disalahkan, karena meminta kembali uangnya. Semua salah saya. Saya hanya bisa menyisakan beberapa ratus ribu saja untuk membayar, sedangkan utang saya sudah mencapai jutaan rupiah. Andaikan ada Dermawan yang mau menalangi utang saya tanpa bunga, dan bersedia dibayar sebulan Rp 300.000, terlepaslah saya dari beban ketakutan ini. Artinya utang saya hanya kepada satu lubang, mungkin bisa tenang mencicilnya.

Saya masih berkabung, kehilangan suami yang begitu baik dan penuh tanggung jawab. Namun, saya hanya bisa menangisi kepergiannya setiap malam tiba. Siangnya saya sibuk harus membanting tulang. Ditambah lagi perasaan saya terus dihantui ketakutan dan ketegangan. Rasa malu dan takut bercampur menjadi satu, karena saya belum bisa melunasi utang saya kepada beberapa orang. Sepertinya saya ini orang tak tahu membalas guna. Sudah dipinjami uang, tak mau membayar. Padahal saya memang tak mampu.

Sejak suami meninggal, rasanya terputuslah tali tempat kami bergantung di dunia ini. Hanya kepada-Mu lah hamba memohon pertolongan, ya Allah. Saya kasihan pada anak-anak, batinnya sangat tertekan dengan keadaan ini. Kepergian ayah masih menyisakan kepedihan pada mereka, ditambah keadaan yang semakin sulit. Saya mohon kekuatan dari-Mu ya Allah, tolonglah hamba-Mu ini," katanya mengakhiri curahan hatinya. ***.

Dari Pengasuh.

*NONA Irena ( 27 tahun) gadis manis, mencoba mencari jodoh lewat rubrik ini. Sudah beberapa kali karyawati sebuah perusahaan swasta ini menjalin cinta, tetapi belum ada yang mulus sampai jenjang pernikahan. Dengan berbagai sebab, ia menerima kegagalan dalam bercinta dengan hati pasrah.

"Saya berharap seorang jejaka atau duda mati satu anak akan mendampingi saya. Saya inginkan pria yang sabar, baik, seagama, taat beribadah, bertanggung jawab, dan sudah mempunyai penghasilan tetap," ujarnya.

* PEMBACA yang ingin mencurahkan isi hati, melepaskan unek-unek atau memohon bantuan pada Pembaca, bisa langsung mengirimkannya kepada Pengasuh melalui surat. Isi surat di-tik, atau ditulis dengan jelas, mudah dibaca, tidak bolak balik, maksimal enam halaman tik folio. Lampiri curahan hati Anda dengan fotocopy KTP, Kartu Keluarga atau surat identitas lain yang masih berlaku. Tulis juga nama samaran yang Anda inginkan, lengkap dengan foto ukuran bebas dan nomor telepon atau HP yang bisa dihubungi. Khusus untuk yang memohon bantuan harus disertai bukti tertulis dan surat keterangan tidak mampu dari RT setempat. Kepada yang telah mengirimkan surat keluhannya tetapi belum dimuat, harap bersabar. Terima kasih.***


myspace codes
Myspace Codes: MyNiceSpace.com




Syair Lagu Cerminan Makna Hidup

Grup band asal Yogyakarta, Letto, merupakan salah satu band pendatang baru yang mengupayakan munculnya pemaknaan hidup yang lebih baik melalui lagu.

Simak saja lagu "Sandaran Hati" yang bila ditelisik lebih jauh menyiratkan hubungan antara manusia dan Tuhannya. Ada pula "Sampai Nanti", "Sampai Mati" yang memberi semangat bagi mereka yang depresi untuk bangkit lagi karena semua manusia toh pernah merasakan kejatuhan..

Letto mungkin bukan yang pertama. Lirik-lirik puitis yang mencerahkan pikiran sudah pernah kita dengar melalui karya grup sebelumnya, bahkan musisi folk sejak generasi 70-an. Namun, di saat banyak band muda yang kini menonjolkan lirik-lirik cinta dalam hubungan antarkekasih, Letto hadir cukup menyejukkan dengan lirik yang menyentuh hubungan horizontal maupun vertikal dalam kehidupan manusia.

Itu pun telah menjadi kekuatan tersendiri pada grup band itu sehingga lagu-lagunya banyak dipakai untuk theme song sinetron. Dan, pada album kedua yang rencananya dirilis Juli mendatang, Arian, Patub, Dedy, dan Noe akan tetap mempertahankan ciri itu.

"Cinta hanya menjadi salah satu wajah kita karena lagu-lagu kita juga ngomong masalah sosial, ketuhanan. Itu selalu kita jaga meski ada yang tersamar," kata Noe (vokal) yang lengkapnya Sabrang Mowo Damar Panuluh, saat acara "Indosat Community Festival" di Apartemen Majesty Ciumbuleuit Bandung, Sabtu (2/6).

Laki-laki yang 10 Juni ini berulang tahun ke -28 menambahkan, keragaman tema kehidupan itu dipertahankan pada album kedua.

Cord dasarnya pun dikatakannya masih sama dengan album pertama karena menganggap hal-hal itu menjadi kekuatan positif yang harus dipertahankan dan dikembangkan.

Noe memang masih berperan besar dalam penggarapan liriknya. Namun, musik tetap dibuat secara bersama sehingga mereka dengan tegas menyatakan kerja sama dalam pembuatan lagu telah dilakukan dengan demokratis. Orang-orang di sekitar mereka pun memberikan kontribusi dalam proses berkaryanya.

Dengan ciri khas yang menjadi kekuatan Letto, salah satu lagu dari album kedua itu pun sudah dipesan untuk menjadi theme song sebuah sinetron. Mengenai hal itu, Noe menyatakan bahwa kerja sama itu berbentuk simbiosis mutualisme seperti yang sudah terjadi sebelumnya.

"Ada yang bilang lagu mengangkat popularitas sinetron, ada juga yang mengatakan sinetron memopulerkan lagunya. Sama-sama menguntungkan," ucap lulusan Mathematics and Physics University of Alberta, Kanada itu.

Menjelang perilisan album kedua itu, Patub (gitar) yang bernama lengkap Agus Riyono menyatakan, mereka tidak merasa terbebani atau takut album kedua tidak sesukses album pertamanya.

Untuk jangka panjang pun mereka tidak terlalu memusingkannya. "Ya, kami nggak bisa jawab. Sekarang hanya sebaik-baiknya bekerja. Kalau (popularitas) naik, kami terima, kalau (popularitas) turun pun kami terima," ucap Noe . (Vebertina Manihuruk/"PR")***


myspace codes
Myspace Codes: MyNiceSpace.com

Meletakkan perhatian pada kelemahan-kelemahan dan kekurangan-kekurangan diri sendiri sama seperti berpegang erat pada tangkai berduri.




Friday, June 8, 2007

Bandung Zaman Baheula

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Bandung Zaman Belanda
Oleh T. BACHTIAR

SESUNGGUHNYA, untuk apa penjajah Belanda di Bandung repot-repot membangun taman-taman kota dengan baik? Sejak 1917, ketika dibentuk Komite Bagi Perlindungan Alam Bandung, Pemerintah Kolonial itu telah merancang Kota Bandung sebagai kota taman. Bahkan, mereka berambisi menjadikan Bandung ini sebagai kota yang ideal di daerah tropika.

Pada 1929 dibuatlah rencana besar pembangunan kota, yang sekarang disebut Plan Karsten. Dalam rencana itu disebutkan bahwa standar taman kota Bandung adalah 6,7 m2/orang. Empat tahun sebelum merdeka, jauh sebelum Malaysia menetapkan standar kebutuhan taman 1,9 m2 per orang dan Jepang minimal 5 m2 per orang, Thomas Nix sudah merencanakan bahwa kebutuhan taman untuk Bandung adalah 3,5 m2/orang.

Berapa luas sesungguhnya standar luas dari taman yang harus dibangun di sebuah kota? Ada yang berpendapat 7-11,5 m2 per orang, ada juga yang berdasar pada luas dan jarak jangkauan dari tempat tinggal. Ada taman kecil yang luasnya kurang dari 2 ha yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari lingkungan rumah. Taman menengah luasnya 20 ha yang terletak 1,5 km dari perumahan dan taman besar yang luasnya minimal 60 ha dengan jarak 8 km dari perumahan.

Pemerintah kolonial pengisap kekayaan bumi nusantara itu nyatanya masih membangun taman-taman kota Bandung dengan kesungguhan hati sehingga taman-taman kota berdiri di berbagai tempat, dari ukurannya yang luas hingga yang kecil-kecil. Tidak kurang dari 58 ha lahan dibangun menjadi taman-taman kota, yang sampai saat ini masih dapat dibanggakan, kecuali yang sudah dengan sengaja dialihfungsikan dengan restu pemerintah era kemerdekaan.

Apa yang terjadi setelah negeri ini merdeka? Dalam dokumen tertulis sudah ada. Taman kota mendapat perhatian dalam berbagai dokumen, seperti dapat dibaca dalam Master Plan 1971-1991, Rencana Induk Kota Bandung 1985-2005, Rencana Umum Tata Ruang Kota, atau Rencana Detail Tata Ruang Kota 1996-2003, atau dokumen lainnya. Sayangnya, rencana itu sekadar tertulis dalam perencanaan menjadi dokumen semata karena tak ada kesungguhan untuk mewujudkannya.

Taman kota, disadari atau tidak, telah membentuk dan membangun citra Kota Bandung. Pencitraan yang baik tentang sebuah kota, sesungguhnya itu hanya dampak dari keadaan yang sesungguhnya tentang lingkungan perkotaan yang nyaman. Taman-taman kota menjadi penting karena dapat berperan sebagai sarana pengembangan budaya kota, pendidikan, dan menjadi pusat-pusat kegiatan kemasyarakatan.

Pohon-pohon dalam taman kota juga memberikan manfaat keindahan, penangkal angin, dan penyaring cahaya matahari. Jalanan yang dinaungi pohon, suhunya 20 derajat C lebih rendah daripada jalan aspal yang tidak dinaungi pepohonan. Namun sayang, ada kecenderungan dari warga Kota Bandung, justru menebangi pohon pinggir jalan ketika memperbaharui rumahnya ketika berbagai factory outlet (FO) dan mal diresmikan sehingga lingkungannya benar-benar menjadi dibakar matahari.

Lihat saja kampus, supermarket, apartemen di Jln. Setiabudi, mal di Jln. Merdeka, di Jln. Gatot Subroto, Jln. Naripan, Jln. Kopo, Jln. Pelajar Pejuang, Jln. Ibrahim Aji, atau FO di Jln. Sukajadi, di Jln. Martadina, Jln. Cihampelas, pom bensin di Jln. Lembong, dan banyak lagi, adalah beberapa contoh bagaimana orang Bandung kini tidak paham akan manfaat pohon.

Pada era kemerdekaan, ketika ibu kota Kabupaten Bandung pindah ke Soreang, kita bisa saksikan, adakah taman kota yang dibangun anak negeri di zaman reformasi ini di ibu kota kabupaten yang sesuai dengan standar yang dibuat Thomas Nix, prakemerdekaan, misalnya?

Melihat ketidakmampuan anak negeri membangun taman-taman kota, seorang pewawancara di radio Mara beberapa waktu yang lalu menanyai narasumbernya, "Apakah menyesal merdeka?" itu pertanyaan berbahaya sekaligus menggambarkan bagaimana perasaan jengkelnya karena justru bangsa sendiri tak mampu membuat, bahkan memelihara taman yang sudah dibangun penjajah.

Pembangunan mal-mal di batas kota, pabrik, jalan tol, dan pusat perkantoran pemerintahan telah menaikkan suhu di kawasan itu karena pembangunannya tidak diimbangi dengan membuat taman, hutan kota, membuat situ, jalur hijau, menanami bahu jalan, menghijaukan sempadan sungai, dan kawasan terbuka lainnya. Akibatnya, terjadilah pulau-pulau panas yang semakin meluas di hampir seluruh kawas

Kita tahu bahwa dalam tubuh manusia terdapat organ hypothalamus yang mengatur mekanisme suhu tubuh agar tetap pada kisaran 37 derajat C. Tingginya suhu telah menyebabkan hypothalamus bekerja lebih keras dan merangsang pori-pori kulit membesar sehingga peredaran darah menjadi cepat, dan keringat akan deras ke luar, atau timbulnya reaksi tubuh yang berguna untuk mengurangi panas tubuh yang berlebih.

Bila hypothalamus sudah bekerja maksimal, tetapi suhu lingkungan tetap panas, akan terjadi gejala-gejala: gelisah, lelah, letih, lesu, sakit kepala, mual-mual, dan ingin muntah. Kemudian gejalanya meningkat menjadi mengigau, tidak sadar, dan bahkan bisa meninggal karena otak diserang panas yang berlebihan. Bisa juga berupa gejala jenuh, gelisah, sakit kepala, nafsu makan rendah, gampang tersinggung, insomnia, atau terjadi serangan jantung karena jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh untuk menurunkan suhu tubuh yang berlebih tadi.

Kalau selama ini warga Kota Bandung terkenal karena kreativitasnya, karena gagasannya, sangat mungkin itu karena tumbuh di lingkungannya yang nyaman. Lalu, bagaimana dengan lingkungan Kota Bandung dengan kenaikan suhu udaranya yang terus meningkat? Inilah hal yang harus mendapat perhatian agar generasi muda Bandung tidak semakin menurun prestasinya, tidak menurunkan kesehatan mentalnya, tidak muncul sifat-sifat beringasnya, yang belakang ini sudah terlihat dengan munculnya geng-geng ABG yang meresahkan warga kota.

Frances Kuo dari Landscape and Human Health Laboratory University of Illinois. Kuo menyimpulkan, "Tanpa akses ke rerumputan dan pepohonan, manusia adalah makhluk yang sangat berbeda. Mereka yang tinggal di gedung-gedung dekat areal hijau, memiliki rasa kemasyarakatan yang lebih kuat dan lebih baik dalam mengatasi tekanan dan kesulitan hidup." Frances Kuo yang mengadakan penelitian dampak ruang hijau bagi kesehatan warga kota di USA setelah mengadakan penelitian pada anak usia 5-18 tahun di 98 apartemen di berbagai negara bagian, Kuo sampai pada kesimpulan, "Anak-anak dengan gangguan konsentrasi memperlihatkan berkurangnya gejala-gejala gangguan saat mereka menghabiskan waktunya di lingkungan alami. Setelah bermain di ruang terbuka hijau, anak-anak itu dapat berkonsentrasi dan menyelesaikan tugas-tugas serta dapat mengikuti perintah dengan baik. Hasil penelitian lainnya adalah, semakin hijau lingkungan sekitar, semakin rendah kriminalitas terhadap manusia dan properti."

"Pepohonan dan rerumputan", begitu tulis Kuo, "dapat memengaruhi kesehatan mental warga kota karena memberikan tempat yang ramah dan nyaman untuk berkumpul."

Ini terjadi di USA tahun 2003, saat diadakan konferensi para Wali Kota se-Amerika Serikat. Mereka menandatangani resolusi hutan kota untuk meningkatkan dan pertumbuhan pepohonan dan hutan perkotaan. Dua tahun kemudian, di San Francisco, 50 pemimpin kota dari seluruh dunia menandatangani deklarasi kota hijau. Salah satu resolusinya adalah, "2015 di kota-kota itu telah dibangun taman-taman kota dan lahan terbuka hijau setiap setengah km dari rumah penduduk.

Taman-taman kota menjadi berarti bagi warganya bila taman kota itu dapat digunakan untuk berbagai kegiatan dan kepentingan, dapat digunakan oleh masyarakat umum dari berbagai latar belakang sosial, ekonomi, dan budaya serta nyaman bagi berbagai kondisi manusia, serta memiliki pertautan antara manusia, ruang, dunia luas, dan konteks sosial. Oleh karena itu, taman-taman kota dapat berfungsi sebagai tempat interaksi warga kota, dapat menjaga dan meningkatkan kualitas modal sosial warga kota.

Modal sosial itu merupakan kekuatan yang dapat menggerakkan warga kota yang merupakan bagian dari organisasi sosial, berupa hubungan sosial dan rasa saling percaya yang memfasilitasi koordinasi dan kerja sama untuk kepentingan bersama. Modal sosial ini dapat memengaruhi peningkatan perekonomian sampai terciptanya masyarakat madani yang kuat. Modal sosial mempunyai peranan yang penting dalam penciptaan pemerintahan kota yang responsif dan efisien, yang ditandai dengan adanya masyarakat madani yang kuat dan dinamis.

Mengakhiri tulisan ini, bahwa pohon yang sering dinilai tidak ekonomis di perkotaan, justru menjadi daya tarik yang luar biasa. Ini contohnya: apa yang diceritakan wisatawan sepulang dari Jln. Cihampelas? "Ada pohon besar yang rindang begitu memasuki pelataran C-Walk." Lainnya? "Sama saja, seragam bergaya dunia." Begitupun saat turis mengunjungi USA, mereka tertarik dengan adanya hutan kota di tengah Kota New York yang dinamai Central Park. Demikian juga Paris yang berhasil mengembalikan kota itu menjadi kota taman.

Bandung yang terkenal sebagai kota taman pada masa prakemerdekaan dapat ditata kembali dan dikembalikan menjadi kota yang ramah bagi warganya. Mengapa? Kalau kota ini masih bisa membangun dua tiga mal di perkotaan, itu sama artinya, kalau ada iktikad baik, juga dapat membangun dua tiga taman kota yang sesungguhnya. Masa kalah sama penjajah?***

Penulis, anggota Masyarakat Geografi Indonesia dan Kelompok Riset Cekungan Bandung.

Kau memilihnya....

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Kau Memilihnya

ku sangat sedih
ku sangat kecewa

sakit hatiku
perih yang kurasa

saat melihat kau bersamanya
saat ku tahu kau memilihnya

apa salahku
apa kurangku

sudah kukorbankan semua hanya dan demi mu
sudah kuturuti pintamu

kini hatiku terasa sedih
kini diriku menangis perih

kau tukar semua pengorbananku dengan sakit ini
kau tukar semua kebahagiaan ini dengan senyummu yang telah lukai
kadang kau memberi harapan yg membuat hatiku senang
tapi dalam waktu tak lama kau memberi harapan kosong

kenapa kau seperti itu
jika kau tak suka perglah dari hidupku
jauhi diriku untuk selamanya

jangan kau beri harapan dengan cepat kau ubah semua itu

sungguh kusangat mencintaimu
kusangat menyayangimu



myspace codes
Myspace Codes: MyNiceSpace.com










































Dunia Memang Tempat Memilih....

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Musuh yang memusuhimi dengan terang-terangan adalah lebih baik daripada kawanmu yang palsu. (Arif bijak)

Dunia Memang Tempat Memilih

Seberapa senang yang kau rasakan
Seberapa indah yang kau rasakan
Seberapa Enak yang kau rasakan di dunia ini
itu semua hanyalah fatamorgana, sesaat dan pasti ada akhirnya


Seberapa sakit yang kau rasakan
seberapa kelam hidup yang kau rasakan
Seberapa sunyi yang kau rasakan di dunia ini
itu semua hanya sementara,
kenapa masih bersedih memikirkan itu semua

Ingat kembali yuk, kemana kita akan pulang
disana tempat kita...
dan disanalah kita akan kekal, abadi…

kalo kita masih yakin dengan itu
kenapa ujian kesenangan itu melalaikan kita
kenapa ujian kesusahan membuat kita jauh dari bersyukur

di dunia adalah tempat memilih
kemana, apa yang kita pilih..
baik, buruk, susah, senang..
dan yang paling penting Surga atau Neraka
itulah pilihan kita…
semuanya terserah kita…

memang Dunia adalah tempat memilih…


myspace codes
Myspace Codes: MyNiceSpace.com





Sepenggal Doa Untukmu

Robb,...
Aku datang pada Mu dengan penuh kepasrahan
Ketika dihadapkan kepada pilihan terberat

Robb,...
Beri ketetapan hati untukku
Hati yang terbaik yang sama-sama kita lihat
Hati yang bukan saja menyejukkan dalam pandanganku
Tapi hati yang telah kau lihat sampai menembus relung kalbunya...

Alloh yang Maha Kuasa,
Maha melihat masa depan,
Maha mengetahui yang akan terjadi
Engkau jua yang mengetahui keinginan terdalam hatiku

Ya Alloh,...
Jika mendambanya adalah kesalahan
dan merindunya adalah kekeliruan
Tolong jangan biarkan hati ini terbuai dalam keindahan fatamorgana semu...

Jika kesempurnaannya bukan untukku...
Tolong bawa jauh dari relung hati...
Hapuskan khayalan keindahan tentangnya
dan jangan biarkan aku terlena dalam keindahannya...
Gantikan aku dengan kesempurnaan yang sebenarnya untuk dia

Tapi Tuhan,...
Jika kesempurnaanku adalah bersamanya
Beri aku kekuatan menentukan pilihan
Beri aku kesabaran dalam menjalani proses menggapainya
Jika dia memang untukku...
Jangan biarkan aku menyerah & terpuruk dalam belenggu masa lalu............

Smoga kau ridhoi kami untuk bersatu
Mengarungi sisa umur...
Menapaki jalan kearah Mu...
Dan melukis keindahan untuk dunia dan akhirat kami...

Tolong beri kesabaran yang penuh...
dalam melalui detik-detik waktu yang berjalan...

Amien......

Doa ini untuk seseorang yang telah mengingatkan tentang kekuasaan-Nya, menjadikan aku kembali merindukan cinta-Nya. Terimakasih atas semua yg pernah kita lalui.....
Smoga Alloh slalu membimbing & membahagiakan mu... Amien


myspace codes
Myspace Codes: MyNiceSpace.com








My Ghirah......yang kembali

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.:banana:banana:banana

:banana:banana:banana:banana:banana:banana:banana

GHIRAH

Ini adalah cerita baruku yang telah lama terkubur namun kini tergugah kembali
sewaktu dulu aku berjalan menapaki kerikil kerikil kecil
kerasnya batu yang kuinjak membuat aku goyah dalam melangkahkan kakiku
namun semuanya tak terasa lagi setelah lama kucoba untuk melaluinya
tiada yang besar ataupun kecil semua sama batu batu itulah yang menghadangku
terkadang kerasnya membuat aku ragu untuk melewatinya
Aku tetap berjalan dengan keyakinan batu batu itu bukanlah penghalang bagiku
mereka kelak akan menjadi sahabatku,sahabat perjalananku
mereka setia menemaiku berjalan melewati saat saat perjalananku
telah lama semua kulalui mereka kini menjadi sahabat kukembali
mereka trersenyum ketika aku kembali melewatinya
ada lamabayan yang hangat ,ada keakraban yang tersirat
dan kini aku yakin aku tak sendiri lagi dalam perjalananku
tak kan ada lagi keringat kelelahan yang selalu membasahiku
yang ku tau mereka sahabatku yang lama tlah kutinggalkan
Aku rindu padamu sahabat laluku
Aku mengharap semua takan berakhir begitu saja
seperti dulu...........
Ghirah yang pernah tertanam dalam jiwa kini bangkit kembali
melahirkan semangat yang baru
untuk menapaki jalan yang masih jauh
entah berapa lagi aku sanggup bertahan
aku tidak tau
sampai kapan
Girahku temanilah aku selalu

istanasurgaku.blogspot.com

Thursday, June 7, 2007

Selamat Tinggal 2006......

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

"manusia tanpa CINTA tiada indahnya

cinta tanpa NAFSU tiada nikmatnya

nafsu tanpa AKAL tiada jaminannya

akal tanpa IMAN penah segalanya!!



MADAH CINTA TAHUN 2006

Tahun 2006 sudah pun bermula dan aku masih tercari-cari sesuatu!
Aku sendiri menjadi bingung...

Masa berlalu begitu pantas.
Yang muda semakin tua ...
Dan yang tua semakin tua .... dan bakal menghadapi kematian!

Apakah erti sebenar kehidupan ini?!

Apakah yang dikejar2 olih ramai manusia didunia ini?
Kekayaan?
Kemewahan?
Kedamaian?
Ketenangan?
Kasih sayang?
Persahabatan?......
Kebenaran?
Atau....Apa?!

Dimana-mana kita dapat melihat berbagai2 kejadian.
Hari demi hari......
Suka dan duka.
Senyum dan tangis
Tenang dan gelisah
Air-mata dan pertumpahan darah
Jaya dan gagal
Kelahiran dan kematian!

Aku masih mengira-ngira tentang itu semua.
Yang aku pasti ialah....
Masa tetap akan bejalan terus tanpa belas kasihan dan tanpa menolih kebelakang!

Manusia Bodoh......apakah Aku....

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.


Dahulu terasa indah
Tak ingin lupakan
Bermesraan selalu jadi Satu kenangan manis

Tiada yang salah
Hanya aku manusia bodoh
Yang biarkan semua ini permainkanku
Berulang ulang kali

Reff :
Mencoba bertahan sekuat hati
Layaknya karang yang dihempas sang ombak
Jalani hidup dalam buai belaka
Serahkan cinta tulus di dalam takdir

Tak ayal tingkah lakumu
Buatku putus asa
Kadang akal sehat ini
Tak cukup membendungnya

Hanya kepedihan
Yang selalu datang menertawakanku
Engkau belahan jiwa
Tega menari indah di atas tangisanku

Bridge :
Semua kisah pasti ada akhir
Yang harus dilalui
Begitu juga akhir kisah ini
Yakinku indah

Tapi sampai kapankah kuharus
Menanggungnya kutukan cinta ini
Bersemayam dalam kalbu


myspace codes
Myspace Codes: MyNiceSpace.com







Terbang bersama karpetku...

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

arab man floatingKarpet Ajaib Ala Istanasurgaku yang akan membawa kejalan terang penuh nikmat yang kekal "surga"rindui aku berkunjung padamu bawa aku mengelilingi taman indahmu,ingin kurasa suasanamu,kemegahanmu,ingin rasanya ku kau peluk dengan kasih kekalmu yang akan memanjakanku"Surga"kuharap kau tau aku selalu merindumu.

Hiburlah Dirimu....

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

"Rasulullah senantiasa berwajah ceria, beliau pernah besabda, "Janganlah terlalu membebani jiwamu dengan segala kesungguhan hati. Hiburlah dirimu dengan hal-hal yang ringan dan lucu, sebab bila hati terus dipaksakan memikul beban-beban yang berat, ia akan menjadi buta"


Do'a dikala ragu akan dirinya...:)

Bagi yang sedang bimbang oleh sang kekasih, nih ada do'a yang bagus untuk diamalkan. Selamat Mengamalkan ya....:)

Ya Allah...
Seandainya telah Engkau catatkan
dia akan mejadi teman menapaki hidup
Satukanlah hatinya dengan hatiku
Titipkanlah kebahagiaan diantara kami
Agar kemesraan itu abadi
Dan ya Allah... ya Tuhanku yang Maha Mengasihi
Seiringkanlah kami melayari hidup ini
Ke tepian yang sejahtera dan abadi

Tetapi ya Allah...
Seandainya telah Engkau takdirkan...
...Dia bukan milikku
Bawalah ia jauh dari pandanganku
Luputkanlah ia dari ingatanku
Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku

Dan peliharalah aku dari kekecewaan
Serta ya Allah ya Tuhanku yang Maha Mengerti...
Berikanlah aku kekuatan
Melontar bayangannya jauh ke dada langit
Hilang bersama senja nan merah
Agarku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya

Dan ya Allah yang tercinta...
Gantikanlah yang telah hilang
Tumbuhkanlah kembali yang telah patah
Walaupun tidak sama dengan dirinya....

Ya Allah ya Tuhanku...
Pasrahkanlah aku dengan takdirMu
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan
Adalah yang terbaik buatku
Karena Engkau Maha Mengetahui
Segala yang terbaik buat hambaMu ini

Ya Allah...
Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku
Di dunia dan di akhirat
Dengarlah rintihan dari hambaMu yang daif ini

----------------------------------------
Jangan Engkau biarkan aku sendirian
Di dunia ini maupun di akhirat
----------------------------------------

Menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran
Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman
Supaya aku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup
Ke jalan yang Engkau ridhai
Dan kurniakanlah padaku keturunan yang soleh

Amin... Ya Rabbal 'Alamin

Dudung.net

Kerja Adalah Kehormatan.....

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Kemuliaan dalam kesederhanaan
Sobat, kalo kita nyadar bahwa potret masa depan telah kita bingkai sejak saat ini, tentu hidup sederhana dalam keseharian lebih keren dibanding terjebak dalam hingar-bingar kesenangan dunia belaka. Hidup sederhana yang kita maksud adalah membelanjakan harta dengan tidak berlebihan untuk memuaskan nafsunya serta nggak pelit dalam berbuat kebaikan. Allah Swt. berfirman:

“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan, dan janganlah kamu menghamburkan hartamu secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu saudaranya setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya”(QS al-Isrâ [17]: 26-27)

Jadi, kalo punya harta berapa pun, kita ikhlas membaginya untuk berbuat kebaikan, nggak semuanya dilalap untuk memenuh hasrat belanja kita yang nggak ketulungan. Oya, kalo pun mo beli barang untuk memenuhi keperluan, ya disesuaikan dengan kebutuhan kita. Bukan dipaksa memenuhi keinginan kita yang gampang tergoda oleh iklan yang bombastis. Tetep kalem, Bro! Nggak usah tergesa untuk tergoda.

Untuk itu, kita bisa menauladani kehidupan Rasulullah saw. Umar Ibnu Khattab bercerita: “Aku pernah minta izin menemui Rasulullah, aku mendapatkan beliau sedang berbaring di atas tikar yang sangat kasar, sebagian tubuh beliau berada di atas tanah, beliau hanya berbantal pelepah kurma yang keras. Aku ucapkan salam kepadanya dan duduk di dekatnya, aku tidak sanggup menahan tangisku.

“Mengapa engkau menangis, hai putra Khaththab?” Rasulullah bertanya. Aku berkata, “Bagaimana aku tidak menangis, tikar ini telah menimbulkan bekas pada tubuh engkau. Engkau ini nabi Allah, kekasihNya, kekayaanmu hanya yang aku lihat sekarang ini. Padahal di tempat sana, Kisra dan Kaisar duduk di atas kastil emas, berbantalkan sutra”.

Nabi yang mulia berkata, “Mereka telah menyegerakan kesenangannya sekarang juga, kesenangan yang akan cepat berakhir. Kita adalah kaum yang menangguhkan kesenangan kita untuk hari akhir kita. Perumpamaanku dengan dunia seperti seseorang yang bepergian pada musim panas, ia berlindung sejenak di bawah pohon, kemudian berangkat dan meninggalkannya”. (Hayat al- Shahabah 2: 352)

Untuk mewujudkan pola hidup sederhana dalam keseharian, bisa kita mulai dengan: Pertama, jinakkan perasaan tidak puas terhadap kenikmatan yang udah Allah kasih buat kita. Hidup kita bakal dibikin tekor dunia dan akhirat kalo pikiran selalu terfokus pada apa yang belum kita miliki, bukan mensyukuri apa yang sudah kita punya.

Kedua, lejitkan rasa percaya diri dalam diri kita. Orang psikologi bilang, Orang yang punya merasa rendah diri akan mudah terjebak dalam pola hidup yang tidak sederhana dengan cara menipu diri -self deception (Hamacheck: 1987). Dia takut memunculkan identitas aslinya sehingga menipu dirinya dengan menghadirkan jati diri orang lain yang dipercaya bisa diterima oleh lingkungan dibanding dirinya. Maka, sebagai remaja muslim, kudu tetep confident dengan kesederhanaan hidup kita yang terbalut ridho ilahi. Nggak mesti jadi bebek kan? Nggak usah semangat ikut yang salah.

Nah sobat, alangkah indahnya jika kita bisa menghiasi hidup kita dengan kesederhanaan. Kita bisa ngasih nilai tambah pada momen perpisahan sekolah tanpa harus menyeretnya dalam budaya pesta berbalut maksiat. Kegiatan bakti sosial, foto bareng temen-temen sekelas di halaman sekolah, atau bikin buku angkatan yang berisi biodata singkat semua sohib satu angkatan dengan catatan dan harapan masing-masing, bisa jadi alternatif agenda di akhir tahun ajaran.

So, yang penting mari kita sama-sama belajar mencontoh kehidupan Rasulullah saw. maupun para sahabat yang sederhana dalam penampilan namun berlimpah dalam kebaikan serta memberikan manfaat bagi semua orang. Itu baru cool, calm, en confident as a moslem![hafidz: hafidz341@telkom.net]

"Sering terjadi pada umur yang panjang masanya, tapi sedikit manfaatnya. Ada pula umur yang pendek waktunya, tapi panjang manfaatnya." (Ibnu Athaillah, Al Hikam)




KERJA ADALAH KEHORMATAN

Oleh : Andrie Wongso*)

Seorang eksekutif muda sedang beristirahat siang di sebuah kafe terbuka. Sambil sibuk mengetik di laptopnya, saat itu seorang gadis kecil yang membawa beberapa tangkai bunga menghampirinya.

”Om beli bunga Om.”

”Tidak Dik, saya tidak butuh,” ujar eksekutif muda itu tetap sibuk dengan laptopnya.

”Satu saja Om, kan bunganya bisa untuk kekasih atau istri Om,” rayu si gadis kecil.

Setengah kesal dengan nada tinggi karena merasa terganggu keasikannya si pemuda berkata, ”Adik kecil tidak melihat Om sedang sibuk? Kapan-kapan ya kalo Om butuh Om akan beli bunga dari kamu.”

Mendengar ucapan si pemuda, gadis kecil itu pun kemudian beralih ke orang-orang yang lalu lalang di sekitar kafe itu. Setelah menyelesaikan istirahat siangnya, si pemuda segera beranjak dari kafe itu. Saat berjalan keluar ia berjumpa lagi dengan si gadis kecil penjual bunga yang kembali mendekatinya.


”Sudah selesai kerja Om, sekarang beli bunga ini dong Om, murah kok satu tangkai saja.” Bercampur antara jengkel dan kasihan si pemuda mengeluarkan sejumlah uang dari sakunya.

”Ini uang 2000 rupiah buat kamu. Om tidak mau bunganya, anggap saja ini sedekah untuk kamu,” ujar si pemuda sambil mengangsurkan uangnya kepada si gadis kecil. Uang itu diambilnya, tetapi bukan untuk disimpan, melainkan ia berikan kepada pengemis tua yang kebetulan lewat di sekitar sana.

Pemuda itu keheranan dan sedikit tersinggung. ”Kenapa uang tadi tidak kamu ambil, malah kamu berikan kepada pengemis?” Dengan keluguannya si gadis kecil menjawab, ”Maaf Om, saya sudah berjanji dengan ibu saya bahwa saya harus menjual bunga-bunga ini dan bukan mendapatkan uang dari meminta-minta. Ibu saya selalu berpesan walaupun tidak punya uang kita tidak bolah menjadi pengemis.”

Pemuda itu tertegun, betapa ia mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari seorang anak kecil bahwa kerja adalah sebuah kehormatan, meski hasil tidak seberapa tetapi keringat yang menetes dari hasil kerja keras adalah sebuah kebanggaan. Si pemuda itu pun akhirnya mengeluarkan dompetnya dan membeli semua bunga-bunga itu, bukan karena kasihan, tapi karena semangat kerja dan keyakinan si anak kecil yang memberinya pelajaran berharga hari itu.


Tidak jarang kita menghargai pekerjaan sebatas pada uang atau upah yang diterima. Kerja akan bernilai lebih jika itu menjadi kebanggaan bagi kita. Sekecil apapun peran dalam sebuah pekerjaan, jika kita kerjakan dengan sungguh-sungguh akan memberi nilai kepada manusia itu sendiri. Dengan begitu, setiap tetes keringat yang mengucur akan menjadi sebuah kehormatan yang pantas kita perjuangan.


Salam sukses luar biasa!
Andrie Wongso ( cyberMQ )


Bangkrutkah kita

Oleh : Amri Knowledge Entrepreneur

Suatu ketika saya berkesempatan mengisi acara di teman-teman kontraktor pengembang perumahan dengan materi “The Spiritual Financial”, yaitu bagaimana mengelola kehidupan keuangan kita secara spiritual.

Salah satu pertanyaan yang sangat mengejutkan kami adalah “Mengapa hampir 90 %, para pengembang diakhir hidupnya menjadi bangkrut secara keuangan dan kesehatan?”

Secara pribadi, saya sangat kesulitan untuk menjawab, disebabkan oleh rasa takut kalau jawaban akan menyinggung peserta. Namun karena didesak terus untuk menjawab, maka saya menjawab dengan salah satu sisi kehidupan saja.

Kalau sahabat-sahabat pernah membaca buku “The Power Of Water”, salah satu dari analisa tentang kedasyatan air adalah air yang dipuji kristalnya sangat bagus bila dipanding dengan air yang dimaki atau di cuekin. Bahkan dalam buku itu juga dibahas bahwa makanan yang dipuji akan jauh lebih lama membusuknya bila dibanding dengan makanan yang dimaki atau dicuekin saja.

Oleh karena itu, analisa tentang air yang dipuji dan air yang dimaki, berdampak dalam bentuk kristal yang berbeda dan itu akan mempengaruhi daya kesehatan air terhadap tubuh.

Tubuh kita, lebih dari 85 % komponennya mengandung air. Apabila diri kita sebagai pengembang perumahan yang sering hanya bagus di iklan dan pamflet saja, sedangkan kenyataan lapangan sering merugikan konsumen dan bahkan banyak yang sudah membayar lunas, namun tetap tidak segera dibangun atau dibangun tidak sesuai dengan janji mutu rumah dan sekaligus mutu insfra struktur, maka siap-siap saja akan dimaki-maki oleh konsumen.

Kalau ratusan dan bahkan ribuan konsumen memaki-maki kia, sehingga mempengaruhi kristal kandungan air dalam tubuh kita, maka siap-siap saja kesehatan dan ketajaman dalam menganalisis bisnis tidak seakurat bila diri kita mendapatkan pujian dan doa dari para konsumen yang sebagian besar merasa puas karena kita memberikan lebih dibanding iklan yang dijanjikan.

Sayabat CyberMQ

Sebenarnya, tidak hanya menyangkut para pengembang perumahan saja, ini hanya merupakan studi kasus saja. Namun secara garis besar, kalau kita sering merugikan banyak orang, hasil pengamatan kami, diri kita maupun perusahaan kita lama kelamaan akan bangkrut, walaupun didalamnya terdiri dari para professional dibidangnya. Sebab kristal-kristas dalam tubuh kita mutunya sangat jelek karena mendapat makian dari banyak orang dan itu mempengaruhi kejernihan dalam berpikir dan bertindak.

Apalagi kalau kita menyadari betul dengan hadist Rasulullah Muhammad saw yang intinya adalah “Hati-hati dengan mulut orang, sebab kita tidak tahu dari mulut mana yang doanya terkabul”, atau hadist lain yang salah satu intinya adalah: “Doa orang yang terdhalimi sangat terkabul”.

Lompatan kesuksesan, salah satu faktor pentingnya adalah doa-doa dari konsumen kita, begitu juga lompatan kejatuhan, salah satu faktor utamanya adalah makian-makian dari konsumen kita.

Berani hadapi tetap menjadi pengusaha apapun namanya dan selalu bersungguh-sungguh menjadikan konsumen ceria, sehingga kita mendapat pujian dan bukan makian ??? Bagaimana pendapat sahabat.

Masrukhul Amri: Seorang Knowledge Entrepreneur-pengusaha gagasan, bertempat tinggal di hp. 0812-2329518, Aktivitas sehari-hari sebagai Konsultan Manajemen Stratejik-Alternatif dan Director The Life University; Reengineering Mindsets - Unlocking Potential Power, TIM Daarut Tauhiid Bandung, sampai sekarang mengasuh acara MQ Enlightenment di 102.7 MQ FM. Spesialis konsultasi alternatif di beberapa perusahaan nasional dan multi nasional MBA-Main Bersama Amri di CyberMQ dan dosen tamu di beberapa perguruan tinggi di Bandung dan luar Bandung. Mottonya adalah mari sama-sama belajar menjadi yang terbaik. e-mail : amri{at}mq{dot} co{dot}id



Disiplin, Harga Diri yang Hakiki

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

Saudaraku, terkadang kita tidak menyadari bahwa harga diri kita terletak pada sejauh mana sikap disiplin ada dalam diri. Namun tidak sedikit diantara kita yang menyadari sehingga menganggap harta, pangkat dan jabatan menjadi tolak penghargaan seseorang. Maka tak sedikit orang lebih hormat pada orang yang berpangkat tinggi tapi tidak disiplin dari pada karyawan yang disiplin.

Seseorang yang memiliki jiwa disiplin, kapan pun dimana pun berada senantiasa taat peraturan. Aturan ditempat kerja, misalnya. Di kala jam masuk kerja telah ditentukan, serta merta dia datang tepat waktu setidaknya sepuluh menit sebelum waktu kerja sudah berada di tempat kerja. Pun dia tidak akan pulang sebelum waktu yang telah ditentukan. Waktu kerjanya dimanfaatkan untuk waktu kerja, tidak untuk kepentingan pribadi.

Sesorang yang bersikap disiplin banyak orang yang kagum kepadanya. Walaupun begitu, tidak akan menyurutkan niat dan tekadnya dalam bekerja. Sehingga kerjanya betul-betul berkualitas. Yang ada dalam dirinya bagaimana caranya agar waktu dan kesemptan yang ada digunakan sebaik-baiknya. Dia menyadari betul bahwa disiplin adalah harga dirinya.

Dalam aturan adanya tuntutan kedisiplinan, jika melanggar ada resikonya. Di tempat kerja salah satunya. Jika tidak sesuai dengan aturan, waktu masuk seenaknya, kerjaan dikerjakan ogah-ogahan, dapat dipastikan dia akan menerima resikonya. Bisa jadi perusahaan tidak membutuhkannya. Sehingga disepak begitu saja. Bukan hanya itu, aturan dalam ibadah saja jelas hukumannya. Ketika kewajiban shalat tidak ditunaikaan, murka Allah menimpanya. Jika dikerjakan tidak tepat waktu pun akan berdampak juga. Nilainya akan berbeda dengan yang dikerjakan tepat waaktu apalagi disertai berjamaah.

Untuk itu, saudaraku marilah kita disiplin diri. Yakinlah bahwa disiplin merupakan harga diri yang hakiki yang tidak akan tergantikan dengan apapun. Yakini pula bahwa disiplin yang akan menyelamatkan hidup kita di dunia dan akhirat. Tentu, disertai keridhaan Allah SWT. Wallahu 'alam bishawab.


Myspace Contact Tables

Myspace Contact Tables

Myspace Codes

ilmu adalah investasi tiada henti