
Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.
Saling Mengisi Dan Saling Berbagi Dalam Menuju Ridho Illahi,........

Di Manakah Allah? DI manakah Allah SWT? Sebagian orang tidak pernah mengakui bahwa sepanjang hidupnya tidak pernah mengenal agama, namun tidak pernah menyadari bahwa Allah SWT yang Maha Melihat senantiasa menyaksikan apa pun yang digerakkan anggota badan, yang dipendam dalam lubuk hatinya. Sebagian manusia lainnya baru teringat kepada Allah hanya apabila musibah datang menimpa atau kesengsaraan terus mendera, sehingga sangat merindukan Allah segera mengeluarkannya dari musibah dan kesengsaraan itu. Sementara sebagian lagi begitu rajin berdoa, sangat merindukan Allah mengabulkan segala keinginannya, namun ternyata pertolongan Allah SWT itu tak kunjung tiba. Sehingga iapun bertanya-tanya, apakah Allah SWT tidak mendengarkan doa-doanya? Kapankah pertolongan-Mu datang, Yaa, Rabb? Bukankah Engkau telah berjanji akan mengabulkan segala doa? Akan tetapi, Subhanallah, ternyata ada juga sebagian manusia mungkin sedikit saja jumlahnya, yang begitu istiqamah melakukan amalan saleh, salat di awal waktu dengan penuh khusyuk, membaca Alquran dengan air mata bercucuran, tangannya tak lekang dari berderma, ikhlas melakukan amalan-amalan sunah; semua itu ia lakukan bukan karena merindukan agar keinginan Allah senantiasa sesuai dengan keinginannya, yang mungkin tanpa sadar diliputi hawa nafsu, melainkan semata-mata ingin selalu menghambakan diri kepada Allah Azza wa Jalla. Dari lisannya sesungguhnya keluarnya ucapan; di manakah Allah? Itu karena ia siang malam begitu sangat merindukan pertemuan dengan Allah, sehingga kemana pun matanya memandang, yang terlihat hanyalah kemahabesaran Allah SWT, Dzat yang tiada Tuhan selain Dia. Ia merasakan selalu kehadiran Allah SWT, sehingga hari-harinya sangat dipenuhi oleh kehati-hatian agar tidak sampai tergelincir berbuat sesuatu yang dapat mengundang murka-Nya. Hari-harinya pun merupakan hari-hari yang penuh perjuangan yang disukai Allah SWT, yang belum dilakukannya. Segera ditepisnya segala sesuatu yang bisa memalingkan dari cinta dan rida Allah SWT. Segera dibuang sejauh-jauhnya segala benda, segala hal yang dapat membuatnya merasa tergantung, kendati sekecil apa pun kepadaNya selain Allah SWT. Ia pun sampailah pada suatu tingkat kearifan, bahwa adanya segenap makhluk di jagat raya alam semesta ini tak ubahnya bayangan pohon di permukaan air. Bayangan pohon itu sama sekali tidak akan menghalangi lajunya sebuah perahu. Demikianlah adanya hakikat makhluk atau benda di dunia ini. Keberadaan makhluk sama sekali tidak mampu menghijab seorang hamba dari Allah SWT. Kalaupun seseorang merasa terhijab, itu sesungguhnya karena ia mengira "bayangan pohon di permukaan air" itu memang ada. Padahal itu hanyalah bayangan belaka. Persis seperti seorang musafir yang bermalam di sebuah gubuk di pinggir hutan. Saat tengah malam tiba, ketika hendak buang hadas kecil di belakang gubuk, tiba-tiba mendengar suara yang menyeramkan dari balik semak-semak, persis seperti harimau. Karuan saja ia ketakutan sehingga urung melaksanakan hajatnya. Esok paginya ia memeriksa semak tempat asal suara itu. Ternyata itu hanya desiran angin yang cukup kuat, yang masuk ke sebuah lubang sehingga menghasilkan suara menggeram layaknya harimau. Dengan begitu akal pikiriannya telah salah menyimpulkan, sehingga ia tertahan bukan karena harimau, melainkan karena tertipu oleh prasangkanya sendiri. Nah, seperti itulah gambaran orang yang menganggap adanya sesuatu yang layak ditakuti dan dijadikan tempat bergantung selain Allah. Sebenarnya ia tertipu oleh khayalan dan pikiran sendiri yang dangkal, sehingga mudah terjebak dan terpesona oleh penampakan-penampakan belaka. Pantaslah Ibnu Atho'illah dalam kitabnya yang terkenal Al-Hikam memberikan kesimpulan, "Tiada suatu benda pun yang menghijab engkau dari Allah karena sesungguhnya yang menghalangi (pandangan) mu itu adalah prasangkamu akan adanya sesuatu di samping Allah SWT. Padahal, segala sesuatu selain Allah itu pada hakikatnya tidak ada. Yang wajib ada hanyalah Allah semata, sedangkan yang lainnya terserah pada belas kasih Allah SWT untuk diadakan atau pun ditiadakan." Sayangnya, di sinilah justru letak kelemahan sebagian besar manusia. Kita hanya sampai sebatas duniawi, karena dunia memang penuh aneka warna yang indah-indah dan sesuai dengan selera hawa nafsu. Terus menerus pikiran kita melingkar-lingkar dan mereka-reka suatu keadaan yang lebih baik harta yang melimpah, isteri yang cantik atau suami yang tegap tampan, pangkat, dan kedudukan yang tinggi. Ke mana-mana dimuliakan dan dihormati, yang kesemuanya itu ujung-ujungnya hanya akan semakin jauh memerosokkan diri kedalam gelimang kenikmatan cinta dunia. Dan tentu saja, hijab kegelapan pun semakin pekat dan gulita, sehingga semakin lama semakin terjauhkanlah kita dari rahmat dan pertolongan Allah Azza wa Jalla. Begitukah pada akhirnya kita akan lebih merasa tenteram kalau uang tersimpan di dompet atau di bank ketimbang dibelanjakan di jalan Allah. Hari-hari yang dijalani pun akan diliputi oleh ambisi mengejar harta, gelar, pangkat, dan jabatan, dengan serta merta dicekam kecemasan dan kegelisahan, manakala apa yang dirindukan tiada didapat atau lepas dari genggaman. Padahal, kalau soal uang, bukanlah oleh pelacur atau perampok pun bisa didapatkan. Perkara pangkat dan kedudukan, tidakkah pimpinan gangster, raja kokain atau oleh Allah diberi kesempatan? Sekiranya demikian halnya, lantas apa bedanya kita dengan mereka? Memang, orang yang tidak pernah melatih akal pikirannya, hanya akan bisa melihat fenomena-fenomena lahira. Dan ini tidak cukup bisa untuk menikmati hidup dengan baik. Mulailah belajar berpikir banyak merenung dan tafakur. Lihatlah kedalam diri anda lihatlah pula keadaan di sekeliling kita. Kalau melihat suatu kejadian, janganlah teperdaya oleh fenomena kejadiannya saja. Akan tetapi, renungkanlah, mengapa semua itu terjadi dan kita ditakdirkan Allah; bisa menyaksikannya, mendengar kabarnya atau bahkan mengalaminya sendiri. Gunung meletus, banjir melanda, musibah penyakit mewabah, kapal karam di tengah lautan, genderang perang berdentam-dentam di berbagai belahan dunia, sehingga karena semua itu ratusan manusia tak berdosa menjadi korban. Pikirkan, apa hikmah di balik segala kejadian itu? Mudah-mudahan dengan kesungguhan kita ingin mengetahuinya, Allah menolong kita memahami hikmah di balik segala kejadian, sehingga setiap kejadian bisa meningkatkan wawasan, ilmu, dan juga kedekatan kita kepada Allah SWT. Insya Allah akan didapatkan jawaban yang lebih banyak dan lebih mengesankan, seperti berada di tengah lautan manusia. Kemudian kita bisa naik keatas, sehingga bisa melihat segalanya dengan lebih leluasa dan menemukan jalan keluar yang lebih sempurna. Kita akan bisa merasakan nikmatnya hidup ini sekiranya mempunyai kemampuan berpikir yang baik. Sungguh akan hidup ini tampak lebih menenteramkan, lebih mudah, lebih mengesankan, lebih indah. Semua kejadian ada hikmahnya. Suatu kejadian yang jelek menurut pandangan kita, apabila kita dalami hikmahnya, insya Allah bisa kita temukan hakikat sesungguhnya,jangan tergesa-gesa untuk kecewa karena siapa tahu di balik kejadian yang mengecewakan itu ada kebaikan kemudian hari. Sebaliknya, jangan tergesa-gesa bergembira karena siapa tahu ketergesa-gesaan untuk bergembira membuat kita tidak waspada terhadap ancaman yang berada di balik kegembiraan itu. Pendek kata, jangan tergesa-gesa untuk mengambil suatu tindakan, tetapi bertindaklah sesudah kita berpikir dengan baik.*** |

| PEREMPUAN (khususnya untuk para lelaki) |
| Dia yang diambil dari tulang rusuk. Jika Tuhan mempersatukan dua orang yang berlawanan sifatnya, maka itu akan menjadi saling melengkapi. Dialah penolongmu yang sepadan, bukan sparing partner yang sepadan. Ketika pertandingan dimulai, dia tidak berhadapan denganmu untuk melawanmu, tetapi dia akan berada bersamamu untuk berjaga-jaga di belakang saat engkau berada di depan atau segera mengembalikan bola ketika bola itu terlewat olehmu, dialah yang akan menutupi kekuranganmu. Dia ada untuk melengkapi yang tak ada dalam laki-laki : perasaan, emosi, kelemahlembutan, keluwesan, keindahan, kecantikan, rahim untuk melahirkan, mengurusi hal-hal sepele...� hingga ketika laki-laki tidak mengerti hal-hal itu, dialah yang akan menyelesaikan bagiannya...sehingga tanpa kau sadari ketika kau menjalankan sisa hidupmu... kau menjad! i lebih kuat karena kehadirannya di sisimu. Jika ada makhluk yang sangat bertolak belakang, kontras dengan lelaki, itulah perempuan. Jika ada makhluk yang sanggup menaklukkan hati hanya dengan sebuah senyuman, itulah perempuan. Ia tidak tertarik kepada fakta-fakta yang akurat, bahasa yang teliti dan logis yang bisa disampaikan secara detail dari seorang laki-laki, tetapi yang ia butuhkan adalah perhatiannya... kata-kata yang lembut... ungkapan-ungkapan sayang yang sepele... namun baginya sangat berarti... membuatnya aman di dekatmu.... Batu yang keras dapat terkikis habis oleh air yang luwes, sifat laki-laki yang keras ternetralisir oleh kelembutan perempuan. Rumput yang lembut tidak mudah tu! mbang oleh badai dibandingkan dengan pohon yang besar dan rindang... seperti juga di dalam kelembutannya di situlah terletak kekuatan dan ketahanan yang membuatnya bisa bertahan dalam situasi apapun. Ia lembut bukan untuk diinjak, rumput yang lembut akan dinaungi oleh pohon yang kokoh dan rindang. Jika lelaki berpikir tentang perasaan wanita, itu sepersekian dari hidupnya.... tetapi jika perempuan berpikir tentang perasaan lelaki, itu akan menyita seluruh hidupnya...Karena perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki- laki, karena perempuan adalah bagian dari laki-laki... apa yang menjadi bagian dari hidupnya, akan menjadi bagian dari hidupmu. Keluarganya akan menjadi keluarga barumu, keluargamu pun akan menjadi keluarganya juga. Sekalipun ia jauh dari keluarganya, namun ikatan emosi kepada keluarganya tetap ada karena ia lahir dan dibesarkan di sana.... karena mereka, ia menjadi seperti sekarang ini. Perasaannya terhadap keluarganya, akan menjadi bagian dari perasaanmu juga... karena kau dan dia adalah satu.... dia adalah dirimu yang tak ada sebelumnya. Ketika pertandingan dimulai, pastikan dia ada di bagian lapangan yang sama denganmu. (dari teh Sejuk )�Dudung.net |

| Karena Wanita Ingin Dimengerti |
| Pernah-pernik kisah kehidupan berumah tangga kadang membuat saya sedih, tapi banyak juga yang membuat saja tersenyum ketika membaca atau mendengarnya. Seperti Ibu saya. Pernah suatu ketika ayah saya sedikit marah kepada Ibu saya. Ibu saya tak mau berkomentar atau membalas dengan kemarahan serupa. Hanya saja, langsung masuk ke kamar dan menangis sejadinya. Kalau sudah begitu, ayah saya luluh juga, kemudian minta maaf karena mungkin telah berlaku kasar atau marah yang kadang hanya karena persoalan sepele saja. Untuk mereka berdua, salam cinta, semoga dirumah baik-baik saja Ada cerita dari dosen dan juga “guru mengaji “ saya. Suatu ketika istrinya bepergian untuk urusan tertentu dan sang suaminya belum berkesempatan menemani karena alasan kesibukan. Perjalanan cukup jauh dan melelahkan. Dalam kondisi seperti itu, istrinya ingin sekali mendapatkan hiburan dari suaminya. Yah, sebuah SMS menanyakan kabarnya cukuplah. Tapi itu tidak dilakukan oleh suaminya. Dan tentu saja, istrinya bete. “Suamiku tega sekali, nggak khawatir apa dengan diriku” begitu kira-kira. Setelah urusan selesai, pulanglah sang istri ke rumah. Mengucapkan salam lantas masuk kerumahnya. Apa yang terjadi, ternyata suaminya biasa saja. Tak mengekspresikan rasa kangennya kepada istrinya. Dan bagi istrinya, ibarat sebuah pertandingan, itu merupakan pukulan telak, kecewa..kecewa. Awalnya suaminya cuek saja. Tapi pada akhirnya dia menyadari bahwa sikapnya kurang benar. Ya, setidaknya membukakan pintu dan tersenyum sambil basa-basi menanyakan apakah perjalanannya baik-baik saja itu cukup. Tapi sayang, hal itu tak dilakukannya. Dia baru sadar ketika melihat gelagat istrinya yang lagi benar-benar BT alias butuh tatih tayang…. Ada juga kisah imajinatif yang inspiratif….tentang ayam dan bebek. Suatu ketika sepasang pengantin baru berjalan-jalan menikmati indahnya perkampungan yang masih belum tersentuh bising dan aroma kota. Ketika mereka bercanda, tiba-tiba terdengar suara dari kejauhan “Kuek.kuek..kuek” “Dengar sayang, ada ayam” kata istrinya “bukan..bukan, itu suara bebek” kata suaminya. “nggak, itu suara ayam” istrinya bersikeras. “istriku..itu suara bebek, suara ayam itu bunyinya kukururyuuuuk, kalau bebek itu ya kuek..kuek..kuek, nah itu bebek sayang, bukan ayam “kata suaminya mencoba menjelaskan. “Nggak, aku yakin itu suara ayam” kata istrinya “Sayang, itu bebek, kamu ini..kamuuuuuuuu” suaminya agak kesal seketika itu basahlah pipi istrinya, dia menangis sambil tersendu tapi tetap berkata. “Aku yakin itu ayam, bukan bebek” masih kata istrinya. Kemudian sang suami sadar tak mau ribut lagi dan berkata. “Ya kamu benar sayang, itu suara ayam” kata suaminya bersamaan dengan suara dari kejauhan ..kuek..kuek..kuek.. Kadang seorang suami memang perlu bersikap demikian. Untuk sesuatu yang kecil dan sepele tak perlu terlalu diributkan. Yang terpenting adalah membangun keharmonisan rumah tangga. Pertikaian dan hancurnya rumah tangga seringkali terjadi karena kita meributkan hal-hal sepele. Maka dari itu, untuk mencegahnya kita perlu sesekali memahami isi hati seorang wanita yang kita cintai itu Dan pada akhirnya, untuk menghormati dia, seorang wanita yang kita cintai, kita perlu bersikap bijaksana. Itu semua perlu dilakukan, seperti syair dalam lagu pop… karena wanita ingin dimengerti. Itu saja. (yon’s revolta) Bersabarlah kepada setiap orang, tetapi lebih bersabarlah kepada dirimu sendiri. Janganlah gelisah karena ketidaksempurnaanmu, dan bangunlah selalu dengan perkasa dari suatu kejatuhan.
![]() |
| |
| Berkirim Email Secara Menyenangkan |
| Manfaat email sejak ditemukannya internet sungguh-sungguh luar biasa. Kita bisa menghemat waktu, tenaga dan uang untuk bertukar informasi dengan rekan-rekan kita di bagian belahan dunia yang tidak bisa terjamah dengan mudah. Bahkan dengan surat elektronik ini kita bisa menggaet teman baru sebanyak-banyaknya, karena di internet kita bisa dengan mudah menemukan profile-profile baru yang kita kehendaki. Bagi yang sudah bertahun-tahun �mengabdikan� diri menghadapi layar monitor menatap dunia maya, pasti tidak heran kalau dia sering menerima email-email, yang berguna dan yang tidak berguna. Yang tidak berguna contohnya email iklan, bom email, email virus, email fishing (pemancing) dll. Malah terkadang kita menerima email dari orang yang kita kenal secara bertubi-tubi, padahal yang bersangkutan belum tentu mengirim email itu. Seperti berikirim surat lewat pos, berkirim email juga punya etika. Berikut TOP TEN etiket dalam berkirim email : Spamming adalah pengiriman email secara berulang-ulang dengan topik berbeda atau sama. Orang yang menerima spam ini akan jengkel, karena bisanya isinya menawarkan informasi, produk atau jasa yang sebenarnya tidak kita butuhkan. Sedang email bomb adalah pengiriman email dengan subject sama secara bertubi-tubi dengan maksud mailbox penerima cepat penuh. Termasuk spamming adalah mengirim email terlalu sering, kecuali diminta. Kenapa? Karena orang yang dikirimi email akan merasa jenuh. Memang kita kadang menyangka kalau orang yang kita kirimi email akan selalu merasa senang. Padahal belum tentu. Apalagi kalau isi emailnya itu-itu saja. Supaya tidak membosankan, kirimlah email lagi kalau anda sudah mendapat balasan. Tapi jangan juga terlalu lama tidak mengirim email. Teman anda bisa lupa. 2. Jangan memforward email tanpa diedit. Seringkali kita punya berita bagus yang perlu kita teruskan/forward ke orang lain. Kalau setting si penerima masih manual, pesan yang diforward itu setiap line akan dihiasi oleh tag seperti ini: > . Usahakan tag-tag ini dibuang dulu biar email kelihatan rapi. Kalau anda orang pertama yg memforward, baru satu tag saja setiap barisnya. Tapi kalau anda yang ke 2, 3, 4 dst, maka tagnya terus bertambah. Email jadi tidak menyenangkan. Dalam memforward ini, rule #1 juga harus digunakan yaitu, jangan terlalu sering. 3. Ganti judul email bila perlu. Biasanya ini musti dilakukan dalam sebuah forum atau mailing list. Saking asyiknya balas-balasan, topiknya jadi bergeser. Kalau subject pembicaraan sudah bergeser, gantilah subjeknya. Tentu ini ada alasanya, selain tidak membingungkan peserta lain, pencarian/pelacakan file-file topik diskusi yang sudah lewat jadi mudah. 4. Body reply jangan dikirim semua. Lama-lama email yang kita reply akan tertambah sizenya. Hal ini terjadi karena tiap kali kita membalas email, seluruh email yang akan kita balas kita kirimkan lagi. Untuk menghindarinya, hapuslah sebagian body email yang akan kita reply. Sisakan kalimat-kalimat yang perlu kita jawab saja. Anda mungkin pernah menerima email yang menyuruh anda untuk meneruskannya ke sejumlah orang, supaya bernasib baik. Kalau tidak diteruskan ke sekian orang, maka anda akan ketimpa sial. Email semacam ini jangan ditanggapi. Ini namanya email TBC (takhayul, bid'ah dan khurafat). Teruskan saja ke tong sampah. 6. Jaga account orang lain. Kalau anda mereply atau berkirim email, jangan sertakan email-email yang tidak anda kenal atau anda kenal dalam heading �To� nya. Kalau itu anda lakukan, sama saja anda memaksakan anak gadis anda berkenalan dengan lelaki yang bukan muhrimnya. Akibatnya accaount email-email orang yang muncul di email orang lain, bisa tersebar luas, dibajak, dan dispam. Kalau terpaksa mengirim email ke puluhan atau ratusan orang, gunakan header BCC (blind carbon copy), supaya alamat-alamat email yg banyak itu tidak muncul di halaman muka penerima email anda.
Supaya menarik perhatian pembaca, kadang kita menggunakan huruf besar alias capital word, yang di keyboard disebut caps lock. Menggunakan huruf besar secara full, akan mendapat image, bahwa anda sedang marah dan tidak tahu etika. Tampilan email pun jadi tidak menarik kalau penulisannya menggunakan huruf besar semua. Gunakan caps bila mana PERLU saja. Kalau tidak PERLU tidak perlu DIGUNAKAN. Misalkan teman anda panjang lebar menulis email, bercerita tentang keindahan alam Mesopotamia . Lalu anda membalasnya dengan kalimat singkat, �oh ya?� atau �enak ya�, �benarkah� dan semacamnya. Kalau belum punya konsep, mendingan tidak usah mereply emailnya. Sebab kalimat ungkapan begitu cuma bikin gregetan dan hanya pantas diketik di chating saja. 9. Cek ulang sebelum di �send�. Setelah email rapi ditulis, luangkan waktu untuk mengecek ulang ejaan, susunan kalimat dan kalau perlu tata bahasanya. Sebab sekali tombol �send� kita klik, tidak bisa dicancel atau dibatalkan. Semuanya langsung terkirim ke recipient dalam hitungan detik. 10. Bersabarlah menerima balasan. Kalau sudah dikirim, sabarlah menanti balasannya. Sebab tidak semua orang punya akses yang mudah untuk berinternet ria. Tidak semua orang punya waktu luang membaca email-email anda. Sambil menanti balasan, bagaimana kalau anda menyebar-luaskan email ini ke teman-teman anda? Barangsiapa memforward email ini maka hidupnya akan beruntung. He he he, bukan TBC lho. M.Abdullah http://istanasurgaku.blogspot.com |
| | |||||
| Bila Aku Jatuh Cinta | |||||
| Allahu Rabbi aku minta izin Allahu Rabbi Allahu Rabbi Allahu Rabbi Allahu Rabbi Amin !
|
Teriakan Antiperang dari Tubuh Tony Broer
Tubuh-tubuh merangkai membentuk lingkaran. Dalam posisi tidur, kepala dan sebagian besar wajahnya dibalut kain. Cahaya lampu melingkari tepat sebesar lingkaran tubuh. Tak ada kata atau desah napas sedikit pun, semuanya terbujur kaku. Lewat tayangan foto-foto slide dan film dokumenter perang di layar putih, tubuh-tubuh korban perang tampak bergelimpangan di mana-mana. Besamaan dengan itu ilustrasi musik memperkuat dan mengantarkan aroma kegetiran, kehancuran, dan kematian. Tubuh-tubuh itu lahir, tubuh-tubuh itu bangkit, tubuh-tubuh itu mengerang, menggeliat penuh kewaspadaan dan protes.
Putus Tali Tempat Bergantung
** BAGI kaum wanita umumnya, kebaikan suami adalah sumber sebuah kebahagiaan. Apalah artinya harta yang menumpuk, bila batin disakiti. Cinta dan perhatian seorang suami yang bertanggung jawab adalah segala-galanya. Itulah yang dirasakan Nyonya Retni Wulandari ( 43 tahun). Walaupun hidupnya tidak kaya, ia merasa aman dan damai di tengah keluarganya. Hidup mereka terjamin dari hasil kerjanya sebagai buruh pabrik . "Walaupun belum punya rumah sendiri, saya merasa bahagia bersama anak-anak yang sehat dan lucu-lucu. Begitu bertemu, kami sudah merasa cocok satu sama lain. Oleh karenanya kami tidak berpacaran lama-lama, segera menikah saja. Kelahiran anak-anak yang berjarak dua tahun sekali, rasanya melengkapi kebahagiaan kami. Untuk mencoba peruntungan, kami pindah ke Kota kembang, meninggalkan kampung halaman yang telah membesarkan kami. Kebutuhan hidup yang semakin banyak sudah tidak mungkin terpenuhi oleh gaji kami sebagai pegawai pabrik," katanya memulai curahan hatinya. Kedua suami istri itu lalu usaha berjualan makanan di pinggir jalan. Ternyata usaha mereka laris manis. Dagangan yang dijajakan selalu habis dan mendatangkan uang. Satu-satu perabotan yang diperlukan bisa terbeli. Bahkan mereka bisa menabung. Dari hasil tabungan itu mereka bisa membeli sebuah motor bekas, untuk berbagai keperluan. Namun begitulah hidup manusia, tak pernah ada yang abadi. Begitu juga nasib Retni. "Suatu hari suami saya mengeluh pusing kepala, sakit perut dan mual-mual. Saya mengira ia masuk angin, karena kami berjualan di pinggir jalan. Ia membeli obat warung untuk menyembuhkannya. Tetapi, sampai sore sakitnya tak juga hilang, bahkan pusingnya semakin menjadi-jadi. Saya sarankan agar ia ke dokter. Tetapi suami saya tidak mau. Saya minta ia beristirahat saja, berbaring di rumah, tak usah ikut berjualan. Namun, kondisi suami saya ternyata malah semakin memburuk. Padahal ia sudah seminggu tidak ikut berjualan. Akhirnya ia mau juga memeriksakan dirinya ke dokter. Hasilnya sungguh membuat kami kaget. Ia dinyatakan gagal ginjal. Ia harus cuci darah, dua kali seminggu. Biayanya sangat mahal, hampir Rp. 400.000,00 sekali datang. Saya waktu itu tak berpikir apa-apa, yang penting suami bisa sembuh kembali. Karena suami sakit dan anak-anak tak ada yang menjaga, saya memutuskan berhenti dulu berjualan. Akibatnya tak ada uang yang masuk. Mulailah saya menjual barang yang bisa diuangkan demi kesembuhan suami. Bahkan motor pun akhirnya kami jual. Setelah semua barang yang bisa diuangkan tak tersisa lagi, mulailah saya memakai uang modal. Hanya beberapa bulan saja, semuanya habis tak tersisa. Tetapi saya tetap ingin melihat suami sembuh lagi. Mulailah saya memberanikan diri meminjam uang. Didorong rasa cinta kepada suami, saya tidak berpikir panjang, berapa pun bunga yang dikenakan peminjam, saya ambil, asal suami sembuh. Tetapi akhirnya saya tak bisa lagi mendapatkan uang pinjaman untuknya cuci darah. Tadinya saya mau menjual salah satu organ tubuh. Tetapi bila melepas salah satu organ tubuh ini, apakah saya mungkin akan sehat ? Padahal saya harus berjuang keras demi kelangsungan hidup anak-anak. Akhirnya saya menyerah, dan ia semakin lemah, semakin lemah, terbaring tanpa berobat. Allah Swt memanggilnya, ia meninggal dunia, pertengahan tahun lalu." Wulandari terus berusaha tegar, demi buah hatinya. Seseorang memberinya pinjaman modal untuk berdagang lagi. Untuk keperluan hidup anak-anak yatim saja, nyaris tak tercukupi bila mengandalkan hasil berjualan itu. Apalagi untuk membayar utang-utangnya. Kadang ia terpaksa meminjam dari orang lain, untuk membayar bunga. Jadilah gali lubang tutup lubang. Akibatnya, utangnya jadi bunga berbunga, hingga semakin menumpuk. Ia tak bisa apa-apa lagi. "Ya Allah, tolonglah saya, segera lepaskan dari kemelut ini. Saya sering dirasuki perasaan takut. Bila tidur malam hari saya takut tak bangun lagi. Bagaimana nasib anak-anak saya? Bagaimana sekolah mereka, haruskah terputus? Kepada siapa mereka akan meminta tolong? Siapa yang akan menghidupi mereka? Perasaan takut itu, mungkin karena siangnya saya sering dimarahi penagih utang. Mereka tidak bisa disalahkan, karena meminta kembali uangnya. Semua salah saya. Saya hanya bisa menyisakan beberapa ratus ribu saja untuk membayar, sedangkan utang saya sudah mencapai jutaan rupiah. Andaikan ada Dermawan yang mau menalangi utang saya tanpa bunga, dan bersedia dibayar sebulan Rp 300.000, terlepaslah saya dari beban ketakutan ini. Artinya utang saya hanya kepada satu lubang, mungkin bisa tenang mencicilnya. Saya masih berkabung, kehilangan suami yang begitu baik dan penuh tanggung jawab. Namun, saya hanya bisa menangisi kepergiannya setiap malam tiba. Siangnya saya sibuk harus membanting tulang. Ditambah lagi perasaan saya terus dihantui ketakutan dan ketegangan. Rasa malu dan takut bercampur menjadi satu, karena saya belum bisa melunasi utang saya kepada beberapa orang. Sepertinya saya ini orang tak tahu membalas guna. Sudah dipinjami uang, tak mau membayar. Padahal saya memang tak mampu. Sejak suami meninggal, rasanya terputuslah tali tempat kami bergantung di dunia ini. Hanya kepada-Mu lah hamba memohon pertolongan, ya Allah. Saya kasihan pada anak-anak, batinnya sangat tertekan dengan keadaan ini. Kepergian ayah masih menyisakan kepedihan pada mereka, ditambah keadaan yang semakin sulit. Saya mohon kekuatan dari-Mu ya Allah, tolonglah hamba-Mu ini," katanya mengakhiri curahan hatinya. ***. Dari Pengasuh. *NONA Irena ( 27 tahun) gadis manis, mencoba mencari jodoh lewat rubrik ini. Sudah beberapa kali karyawati sebuah perusahaan swasta ini menjalin cinta, tetapi belum ada yang mulus sampai jenjang pernikahan. Dengan berbagai sebab, ia menerima kegagalan dalam bercinta dengan hati pasrah. "Saya berharap seorang jejaka atau duda mati satu anak akan mendampingi saya. Saya inginkan pria yang sabar, baik, seagama, taat beribadah, bertanggung jawab, dan sudah mempunyai penghasilan tetap," ujarnya. * PEMBACA yang ingin mencurahkan isi hati, melepaskan unek-unek atau memohon bantuan pada Pembaca, bisa langsung mengirimkannya kepada Pengasuh melalui surat. Isi surat di-tik, atau ditulis dengan jelas, mudah dibaca, tidak bolak balik, maksimal enam halaman tik folio. Lampiri curahan hati Anda dengan fotocopy KTP, Kartu Keluarga atau surat identitas lain yang masih berlaku. Tulis juga nama samaran yang Anda inginkan, lengkap dengan foto ukuran bebas dan nomor telepon atau HP yang bisa dihubungi. Khusus untuk yang memohon bantuan harus disertai bukti tertulis dan surat keterangan tidak mampu dari RT setempat. Kepada yang telah mengirimkan surat keluhannya tetapi belum dimuat, harap bersabar. Terima kasih.***
Syair Lagu Cerminan Makna Hidup Grup band asal Yogyakarta, Letto, merupakan salah satu band pendatang baru yang mengupayakan munculnya pemaknaan hidup yang lebih baik melalui lagu. Simak saja lagu "Sandaran Hati" yang bila ditelisik lebih jauh menyiratkan hubungan antara manusia dan Tuhannya. Ada pula "Sampai Nanti", "Sampai Mati" yang memberi semangat bagi mereka yang depresi untuk bangkit lagi karena semua manusia toh pernah merasakan kejatuhan.. Letto mungkin bukan yang pertama. Lirik-lirik puitis yang mencerahkan pikiran sudah pernah kita dengar melalui karya grup sebelumnya, bahkan musisi folk sejak generasi 70-an. Namun, di saat banyak band muda yang kini menonjolkan lirik-lirik cinta dalam hubungan antarkekasih, Letto hadir cukup menyejukkan dengan lirik yang menyentuh hubungan horizontal maupun vertikal dalam kehidupan manusia. Itu pun telah menjadi kekuatan tersendiri pada grup band itu sehingga lagu-lagunya banyak dipakai untuk theme song sinetron. Dan, pada album kedua yang rencananya dirilis Juli mendatang, Arian, Patub, Dedy, dan Noe akan tetap mempertahankan ciri itu. "Cinta hanya menjadi salah satu wajah kita karena lagu-lagu kita juga ngomong masalah sosial, ketuhanan. Itu selalu kita jaga meski ada yang tersamar," kata Noe (vokal) yang lengkapnya Sabrang Mowo Damar Panuluh, saat acara "Indosat Community Festival" di Apartemen Majesty Ciumbuleuit Bandung, Sabtu (2/6). Laki-laki yang 10 Juni ini berulang tahun ke -28 menambahkan, keragaman tema kehidupan itu dipertahankan pada album kedua. Cord dasarnya pun dikatakannya masih sama dengan album pertama karena menganggap hal-hal itu menjadi kekuatan positif yang harus dipertahankan dan dikembangkan. Noe memang masih berperan besar dalam penggarapan liriknya. Namun, musik tetap dibuat secara bersama sehingga mereka dengan tegas menyatakan kerja sama dalam pembuatan lagu telah dilakukan dengan demokratis. Orang-orang di sekitar mereka pun memberikan kontribusi dalam proses berkaryanya. Dengan ciri khas yang menjadi kekuatan Letto, salah satu lagu dari album kedua itu pun sudah dipesan untuk menjadi theme song sebuah sinetron. Mengenai hal itu, Noe menyatakan bahwa kerja sama itu berbentuk simbiosis mutualisme seperti yang sudah terjadi sebelumnya. "Ada yang bilang lagu mengangkat popularitas sinetron, ada juga yang mengatakan sinetron memopulerkan lagunya. Sama-sama menguntungkan," ucap lulusan Mathematics and Physics University of Alberta, Kanada itu. Menjelang perilisan album kedua itu, Patub (gitar) yang bernama lengkap Agus Riyono menyatakan, mereka tidak merasa terbebani atau takut album kedua tidak sesukses album pertamanya. Untuk jangka panjang pun mereka tidak terlalu memusingkannya. "Ya, kami nggak bisa jawab. Sekarang hanya sebaik-baiknya bekerja. Kalau (popularitas) naik, kami terima, kalau (popularitas) turun pun kami terima," ucap Noe . (Vebertina Manihuruk/"PR")***
Meletakkan perhatian pada kelemahan-kelemahan dan kekurangan-kekurangan diri sendiri sama seperti berpegang erat pada tangkai berduri. |