ikatlah ilmu dengan menuliskannya"sanitomichie"

Thursday, June 14, 2007

Mengefektifkan Waktu,Meraih Prestasi...Yu...

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.


Mengefektifkan Waktu, Meraih Prestasi
Oleh K.H. ABDULLAH GYMNASTIAR

Maka, apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.(Q.S Alam Nasyrah [94]: 7-8)

MAHAPERKASA Allah Azza wa Jalla, Dzat yang memiliki segala keagungan, kemuliaan, keunggulan, dan segala kelebihan lainnya. Dzat yang Mahasempurna sifat-sifat-Nya, tiada satu kejadian pun yang terbebas dari kekuasaan-Nya. Allah, Dzat yang Mahaadil meningkatkan derajat siapa saja yang Dia kehendaki dan menghinakan siapa saja yang dikehendaki-Nya.

Sahabat pembaca, sungguh betapa banyak orang yang cukup potensial, tetapi tidak bisa menjadi unggul. Salah satu sebabnya adalah karena ketidakmampuannya dalam mengelola waktu. Kita saksikan, betapa banyak orang yang mengeluh karena merasa tak pernah punya waktu, sedangkan beberapa orang yang lain selalu mencari jalan untuk membunuh waktu.

Padahal, salah satu kunci untuk menjadi pribadi unggul adalah kemampuan mengelola waktu. Secara syariat, waktu yang berjalan dalam sehari semalam itu adalah 24 jam. Masalahnya, seberapa besar seorang muslim mampu menggunakan waktu yang telah disediakan Allah tersebut? Dengan kata lain, seberapa mampu seorang muslim melakukan percepatan diri?

Mari kita ambil sebuah perumpamaan tentang lomba balap sepeda. Ketika pistol diletuskan, maka sekian banyak peserta pun mulai melajukan sepedanya dan adu cepat. Apa yang terjadi? Tampaknya peserta yang akan menjadi juara dalam balap sepeda tersebut adalah orang yang dalam detik yang sama bisa mengayuh sepedanya lebih kuat dan lebih cepat daripada yang dilakukan oleh peserta lain. Walhasil, dia pun akan melesat mendahului para pembalap yang lain. Betapa tidak! Ini dikarenakan energi yang dipergunakan dan ketepatan gerakannya lebih baik daripada detik yang sama yang dilakukan oleh peserta lain.

Dengan perumpamaan di atas, kita dapat menangkap makna, bahwa keunggulan itu pastilah akan sangat dekat dengan orang yang paling efektif dalam memanfaatkan waktunya. Waktu adalah modal kita, kehidupan kita. Maka, sungguh suatu kerugian yang sangat besar bila seorang hamba tidak dapat memanfaatkan waktunya dengan sangat baik dan optimal. Allah berfirman, "Demi waktu, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling nasehat-menasehati dalam menatapi kebenaran dan nasehat-menasihati dalam menetapi kesabaran" (Q.S al-Ashr: [103]: 1-3).

Allah pun telah mendisiplinkan kita agar ingat terhadap waktu minimal lima kali dalam sehari semalam, yakni waktu subuh, duhur, ashar, maghrib, dan isya. Belum lagi tahajud pada sepertiga akhir malam dan salat dhuha ketika matahari terbit sepenggalah. Allah mengingatkan hamba-hamba-Nya untuk selalu terkontrol dengan waktu yang ada.

Oleh sebab itu, bagi siapapun yang gemar menganggap remeh sang waktu, tampaknya tidaklah perlu bercita-cita setinggi langit. Ini karena kunci keunggulan seseorang itu justru terletak pada bagaimana dia mampu memanfaatkan waktu secara lebih baik daripada yang dimanfaatkan orang lain. Dua puluh empat jam adalah waktu sehari semalam yang sama diberikan kepada setiap orang. Dengan rentang waktu sepanjang itu sebagian orang ada yang mampu mengurus dunia. Sebagian yang lain malah bisa mengelola perusahaan raksasa dengan sukses. Bahkan, sebagian yang lainnya lagi sanggup mengurus berjuta-juta manusia.

Akan tetapi, ternyata ada juga sementara orang yang selama dua puluh empat jam tersebut mengurus diri sendiri saja tidak sanggup. Padahal, bukankah jatah waktu yang dimilikinya sama? Bila demikian halnya, maka jangan salahkan siapapun kalau kita tidak pernah merasakan gemilangnya hidup ini.

Hal pertama yang harus dicurigai adalah bagaimana komitmen kita terhadap waktu yang kita jalani ini. Hendaknya ikhtiar mengevaluasi diri menjadi bagian yang sangat dipentingkan di dalam kerangka agenda aktivitas hidup keseharian kita. Kalaulah kita termasuk orang yang sangat menganggap remeh atas berlalunya waktu, tidak merasa kecewa manakala episode pertambahan waktu itu tidak menjadi saat bagi peningkatan kemampuan diri, maka berarti kita memang akan sulit menjadi unggul dalam kancah pertarungan hidup ini.

Ingat, kita ini telah, sedang, dan akan senantiasa berpacu dengan waktu. Satu desah nafas adalah satu langkah menuju maut. Alangkah besarnya kerugian yang menimpa diri kita manakala bersamaan dengan banyaknya keinginan, melambungnya angan-angan dan cita-cita, serta berbuncah-buncahnya harapan untuk dapat menggapai sesuatu, namun tidak seraya meningkatkan kemampuan.

Padahal, setiap detik, menit, dan jam adalah peluang bagi peningkatan kemampuan dalam hal apapun yang secara sunnatullah kita berpeluang menggalinya. Adakah itu kemampuan dalam bidang keilmuan, kemampuan dalam hal pengembangan kepribadian diri, kemampuan dalam hal peningkatan kualitas ibadah, kemampuan mengelola kalbu, dan seterusnya. Barangsiapa yang dalam setiap waktu yang dilaluinya selalu berupaya meningkatkan kemampuan diri, niscaya tidak usah heran kalau Allah akan memberikan yang terbaik bagi si pelakunya. Insya Allah! Dialah Pemilik segala-galanya.

Sebaliknya, bagi siapapun yang di dalam dirinya tidak ada sedikit pun gejolak ingin peningkatan mutu hidup. Ibadah tidak semakin khusyuk dan ikhlas. Hati tidak semakin tertata baik. ilmu tidak semakin bertambah. Jangan heran, kalau yang tersisa hanyalah angan-angan belaka!

Waspadalah terhadap waktu! Setiap waktu yang dilalui harus kita perhitungkan dengan secermat-cermatnya. Harus membuahkan peningkatan kualitas diri. Pendek kata, kita harus berbuat lebih baik daripada yang dilakukan orang lain. Hendaknya kita tidak sekadar bekerja keras, tetapi yang jauh lebih baik adalah bahwa kita harus mampu bekerja keras dan cerdas sekaligus efektif!

Betapa banyak orang yang sibuk bekerja, namun seraya dengan itu dia pun sibuk dengan barang yang tertinggal, sibuk lupa, dan sibuk mencari sesuatu yang seharusnya tidak lagi dilakukan karena semuanya harus sudah siap. Tegasnya, banyak orang yang tampak sibuk, tetapi ternyata tidak efektif. Ada orang yang duduk di depan meja dengan maksud untuk belajar. Belum beberapa detik saja dia duduk, sudah disibukkan dengan mencari balpoin, sibuk mencari buku yang lupa meletakkannya, sibuk menjerang air untuk ngopi, dan lain sebagainya. Memang dia telah duduk selama dua jam menghadapi meja, tetapi ternyata tidak menghasilkan apa pun. Mengapa demikian? Semua ini karena dia tidak mampu mengefektifkan waktu.

Untuk menjadi seorang yang efektif dalam mengatur waktu, kita memang harus adil dalam membaginya. Ada hak untuk belajar, hak membantu orang tua, hak untuk beribadah, hak untuk peningkatan kemampuan diri, hak untuk melakukan evaluasi, hak untuk beristirahat, hak untuk melakukan rekreasi; semua harus dibagi secara adil. Sibuk dan hebatnya belajar, misalnya, tetapi tanpa dibarengi dengan istirahat, bahkan tanpa diiringi dengan mantapnya ibadah kepada Allah, semua itu hanya menunggu waktu yang suatu saat akan menjadi bumerang yang berbalik menyerang kita. Wallahua'lam.***

Myspace Extended Network Banners

Myspace Network Banners

Myspace Codes

"Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu kebahagiaan yg lain akan terbuka. tetapi acapkali kita hanya terpaku terutama pada pintu yg tertutup sehingga kita tidak melihat pintu lain yg dibukakan untuk kita".(Anonymous)

Rahasia Sebuah Nama

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.


Rahasia Sebuah Nama
Oleh : Eman Sulaiman
Beberapa waktu lalu, saya melihat seorang teman kantor yang sedang hamil membuka-buka internet (nge-browsing). Selama ini jarang sekali saya melihat dia bermain-main dengan internet. “Wah, tumben nih buka-buka internet, cari apaan?,” tanya saya. “Ini Kang, saya sedang cari nama-nama bayi untuk anak saya!,” jawabnya sambil tersenyum. “Udah dapat?,” tanya saya lagi. “Teu acan aya nu cocok, (belum ada yang cocok),” jawabnya. Setelah itu saya memberi tahu si Teteh teman saya tadi beberapa referensi tentang nama-nama anak!

Nama. Inilah satu kata yang selalu dimiliki setiap benda. Ia adalah simbol atau identitas di mana manusia dapat mengidentifikasikan objek-objek yang ada di sekitarnya. Dengan nama pula, seseorang dapat membedakan suatu benda dengan benda lainnya, atau antara dirinya dengan hal-hal yang bukan dirinya.

Dalam sebuah nama terkandung sekumpulan informasi tentang identitas orang yang memilikinya, entah itu jenis kelamin (gender), suku bangsa, kepribadian, agama, latar belakang keluarga, pandangan hidup, status sosial, budaya, dan lainnya. Walau tidak mencakup semua informasi ini, sebuah nama pasti mengandung minimal sebuah informasi tentang identitas diri. Nama Siti Yanuarti misalnya. Orang yang memiliki nama ini pasti seorang wanita, beragama Islam, orangtuanya mungkin taat beribadah, lahir bulan Januari, dan lainnya. Demikian pula dengan nama Alesandro Lucatelli, Mike Tyson, Jacky Chan, Abdullah bin Idrisi al-Maghribi, dan lainnya. Dalam nama tersebut pasti ada satu dua hal yang menginformasikan jati diri pemiliknya.

Karena itu, pertanyaan retoris dari Juliet: “What’s the meaning in a name? Apalah arti sebuah sebuah nama?”—seperti diungkapkan William Shakespeare dalam novelnya Romeo & Juliet—tidak lagi tepat untuk memberi kesan bahwa nama itu tidak atau kurang penting.

Kenyataannya, nama tidak saja sebagai identitas diri, lebih jauh lagi, nama bisa membentuk rasa percaya diri bahkan konsep diri seseorang. Ada orang yang tidak pede dalam bergaul, minder, atau menyalahkan orangtua mereka karena masalah nama. Mereka merasa kikuk dengan nama yang mereka sandang, walaupun nama tersebut memiliki makna yang baik, hanya karena “sedikit kampungan”. Saat memperkenalkan diri dalam seminar, saat dipanggil dokter di ruang tunggu, saat berkunjung ke rumah calon mertua, saat dipanggil teman di keramaian, biasanya menjadi momentum yang kurang mengenakkan. Bahkan tak jarang, ketika harus menyebutkan nama, biasanya nama tersebut sering disamarkan atau hanya disebutkan nama belakangnya saja (duh pengalaman!).

Biasanya orang seperti ini berasal dari desa atau daerah, yang karena satu dua hal “tersasar” ke kota, entah itu karena kuliah, bekerja, dsb. Ingin rasanya mereka mengganti namanya dengan yang lebih nge-trend dan lebih kosmopolitan. Sayangnya, nama tersebut sudah kadung tertera di ijasah, akta kelahiran, atau sebagai rasa penghormatan kepada orangtua yang telah memberikan nama, sehingga mereka menunda keinginan tersebut.

Menurut pandangan Islam, kita tidak layak menjadi minder, rendah diri, atau malu hanya karena sebuah nama. Kita layak malu kalau kelakuan kita menyebalkan orang lain. Meskipun demikian, Islam menekankan agar pemeluknya memiliki nama-nama yang indah. Rasulullah Saw menganjurkan para orangtua untuk memberikan nama yang baik lagi indah untuk anak-anaknya. Bukankah nama adalah sebuah doa juga ungkapan cinta? Di mana seseorang akan tertantang untuk berperilaku sesuai nama yang dimilikinya.

Dari sini, saya bisa memahami kebingungan si Teteh tadi dalam mencarikan nama yang cocok untuk calon bayinya. Memang, memberi nama anak gampang-gampang susah.

Ada beberapa kriteria dalam kita memberikan nama pada anak. Pertama, nama anak harus memiliki makna yang baik. Baiknya arti sebuah nama bisa disebabkan karena di dalamnya terkandung doa, pujian, dan harapan dari orangtua. Kedua, nama anak harus memiliki nilai bunyi yang manis, ritmis, estetis, merdu, sehingga enak didengar. Ketiga, nama harus mencerminkan aspek kemaskulinan dan kefemininan. Keempat, nama anak hendaknya mencerminkan sesuatu yang monumental. Sebagai cerminan cinta, nama anak bisa merupakan perpaduan antara nama kedua orangtuanya, setting ketika ia dilahirkan, atau peristiwa yang mengesankan.

Intinya, nama yang baik adalah nama yang memancarkan nilai-nilai kehidupan. Ia merupakan paduan harmonis makna yang dalam dan nilai sastra yang tinggi. Ia harus mengandung doa dan harapan suci, menggairahkan semangat juang yang melahirkan kecintaan pada kebenaran, memotivasi pemiliknya menjadi insan berakhlak mulia lagi berilmu.

Bagi yang sudah terlanjur memiliki nama yang kurang indah dan kurang bermakna, jangan bersedih, indahkan dan maknai namamu dengan akhlak mulia. Bagi yang memang namanya sudah indah, maka makin perindah ia dengan akhlak mulia pula. Setuju? ■

Keindahan Tobat.................................................................

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

"Cinta itu indah, karena ia bekerja dalam ruang kehidupan yg luas, dan inti pekerjaannya adalah memberi. Memberi apa saja yg diperlukan oleh org2 yg kita cintai utk tumbuh menjadi lebih baik dan berbahagia karenanya" (Anis Matta)

Keindahan Tobat
Oleh K.H. ABDULLAH GYMNASTIAR

SEMOGA Allah yang Mahatahu setiap aib (kejelekan, kekurangan, dan kemaksiatan yang kita lakukan), menolong diri kita untuk berani mengakuinya. Karena orang tidak akan selamat kecuali karena ampunan Allah. Bahkan, kalau mau digabung-gabungkan kebaikan kita, satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat, satu kejelekan balasannya sesuai dengan kejelekan itu.

Allah mengajarkan kita cara bertobat sebagaimana tercantum dalam Alquran, "Ya Tuhan kami, kami telahmenganiaya diri kami sendiri dan jika Engkau tidak mengampuni kami, niscaya, pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi." (Q.S. al A'raaf [7] :23).

Salah satu syarat tobat adalah menyesal. Akan tetapi, orang tidak akan pernah menyesal kalau dia tidak pernah tahu bahwa dia telah melakukan kesalahan. Oleh karena itu, beruntunglah orang-orang yang menyadari bahwa dirinya banyak dosa. Keadaan ini jauh lebih baik jika dibandingkan dengan orang yang merasa dirinya telah banyak beramal. Ketika orang merasa sedih dan pilu saat melihat kejelekan dirinya sendiri, itu lebih utama daripada orang yang sombong sehingga ia sangat optimis bisa menjadi ahli surga.

Rezeki terbesar dari Allah adalah ketika kita mulai berani jujur melihat kekurangan diri sendiri. Kehati-hatian untuk tidak mudah menilai orang lain, banyak memperbaiki diri, kemudian menangis dan bertobat, adalah sikap yang lebih baik dilakukan daripada menjadi ahli masjid, tetapi bersikap ujub dan takabur karena amalan-amalannya.

Kesungguhan kita bertobat insya Allah menjadi bagian dari rezeki yang besar dari Allah SWT. "Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga..." (Q.S. Ali Imran [3]:133).

Ciri-ciri tobat nasuha.

1. Menyesal.

Adanya penyesalan setelah melumuri diri dengan dosa dan kenistaan; adanya penyesalan setelah berbicara kotor; penyesalan ketika mata melihat kemaksiatan; penyesalan ketika menyakiti orang, adalah sikap-sikap yang menunjukkan adanya kecenderungan tobat nasuha. Orang yang tidak menyesal, tidak termasuk tobat. Orang yang bangga pada dosa-dosa yang pernah dilakukannya, menunjukkan bahwa dia belum sungguh-sungguh bertobat.

2. Memohon ampun kepada Allah.

Memohon ampun kepada Allah bisa dilakukan dengan cara mengucapkan istigfar sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Adam as dan Nabi Yunus as di dalam Alquran. Di samping itu, memohon ampun harus dilakukan secara sungguh-sungguh dari hati yang paling dalam. Inilah salah satu tanda orang yang bersungguh-sungguh dalam tobatnya. Begitu pula dengan ungkapan sedih, derai air mata, dan menggigilnya perasaan adalah ekspresi dari penyesalan yang mendalam.

3. Gigih untuk tidak mengulangi.

Bukan sekadar tidak berbuat dosa, berpikir ke arah sana saja tidak boleh. Memang, kita dikaruniai kecenderungan untuk berbuat hal-hal yang negatif. Akan tetapi, bukan berarti harus dituruti. Namun, untuk dihindari, karena itulah yang akan membuat kita mendapatkan ganjaran dari Allah SWT.

Ciri tobat yang diterima.

Menurut Imam Al Ghazali dalam kitab "Muqasysyafatul Qulub", ada beberapa ciri yang menunjukkan tobat seseorang diterima, di antaranya.

1. Orang tersebut terlihat lebih bersih dan lebih terjaga dari perbuatan maksiat. Hal itu terjadi karena dia lebih bisa menahan diri. Dia seolah-olah mempunyai rem yang pakem. Rem ini seakan membuat dirinya terhalang dari perbuatan dosa.

2. Orang yang tobatnya diterima, hatinya selalu lapang dan gembira. Dia merasakannya baik dalam keadaan sendiri maupun ramai. Hati orang ini dihibur oleh Allah sehingga jernih dan lapang.

3. Dia selalu bergaul dengan orang-orang saleh dan mencari lingkungan yang baik pula. Orang yang sudah bertobat, namun masih kembali ke lingkungan yang tidak baik berarti dia belum sungguh-sungguh melakukan tobat. Lain halnya jika ia kembali ke lingkungan yang sama dengan niat untuk mengubah lingkungan itu. Mencari lingkungan yang baik adalah salah satu bagian yang akan membuat agama kita terpelihara.

4. Kualitas amalnya semakin meningkat. Selain menahan diri dari perbuatan maksiat, dia juga semakin meningkatkan kualitas salatnya, saumnya istikamah, malamnya dihidupkan dengan tahajud, dan sedekahnya terus meningkat. Inilah ciri orang yang tobatnya diterima.

5. Dia senantiasa menjaga lidahnya. Dia juga sangat serius dalam menata amal-amalnya. Semakin hari, kualitas amalnya semakin terus bergerak ke arah yang lebih baik. Dia memiliki kualitas pengendalian lisan dan pikiran dengan baik. Ingatannya selalu kembali kepada Allah. Hal itu dia lakukan secara maksimal sehingga cinta dan kerinduannya kepada Allah semakin menggebu.

Jadi, kalau saat ini kita masih senang melakukan maksiat; mulut kita sering menyakiti, tidak memilih pergaulan yang lebih terpelihara, hati selalu resah dan gelisah terhadap urusan dunia, jarang mengingat Allah, dan kualitas amal merosot, itu bisa jadi berarti, tobat kita baru sekadar tobat "sambal", artinya kita menyesal, tetapi hanya sekadar penyesalan yang emosional; belum sampai pada derajat takut kepada Allah. Na'udzubillahimindzalik. ***pikiran rakyat.

Ya.......Allah,Aku menyesal dan aku bertobat,tobatan nasuha.Amiin

Tuesday, June 12, 2007

4 Visi Rumah Tangga Sakinah Mawaddah Warahmah

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Rumah Tangga Sebagai Pusat Kemuliaan

Dan yang terakhir saudara saudaraku"Khairun nas anfauhun linnas"sebaik baik manusia adalah manusia yang banyka manfaatnya,maka demikian pula sebaik baik diantara keluarga adalah keluarga yang paling banyak manfaatnya. Oleh karena itu,bulatkan tekad mulai saat ini,pastikan kita menjadikan rumah tangga ini benar benar bagai cahaya matahari,ia menerangi kegelapan ,menumbuhkan bibit ,menyegarkan yang layu,selalu dinanti cahayanya ,dan membuat gembira yang terkena tebarfvan cahayanya. Pastikan pula rumah tangga kita ini menjadi rumah tangga yang menjadi rumah tangga kebahagiaan,khususnya kepada kedua orangtua kita. Sembilan bulan kita menghisap darfahnya didalam perut.keluar kita bersimbah darah berkuah air mata.dua tahun kita hisap air susunya,puluhan tahun sampai saat ini kita hisap tenaga,kerinagt ,air mata mereka,mereka sampai rela berkorban nyawa mempertaruhkan hidupnya hanya untuk kita. Kini kita reguk kebahagiaannya,adalah zalim jikalau kebahagiaan ini tidak menjadi kemuliaan bagi kedua orang tua kita,oleh karena itu berjuanglah sekuatnya agar rumah tangga ini menjadi kebanggaan bagi ibu bapak kita. Agar rumah tangga ini melahirkan keturunan yang dapat mengangkat derajat orang tua kita. Jadikan rumah tangga kita rumah tangga yang anggota keluarganya shaleh,yang doanya bisa menjadi cahaya bagi kubur menjadi safaat di akhirat kelak,hati hati jangan biarkan rumah tangga kita menjadi beban pikiran,beban perasaan orang lain atau mencoreng aib kedua orang tua kita,Na'udzubillahi min dzaliq.' Termasuk diantara bakti kita kepada kedua orang tua kita adalah bersungguh sungguh mendidik keturunan kita,menjadikan mereka orang orang yang mulia,sehingga doanya bisa sampai,insya Allah pada kita kita ini. Keluarga kita pun harus menjadi contoh kebaikan bagi kerabat kita,kita harus menjadi contoh ,sehingga tiada yang diucapkan tentang keluarga kita selain kebaikan ,tiada yang ditiru selain kemuliaan ,tiada yang diperbincangkan selain kehormatan,Subhanallah! Selalu jadikan rumah tangga kita menjadi contoh kalau kita belum bisa membagikan harta,kalu kita tidak bisa membaggikan kekayaan ,maka bagikanlah contoh kebaikan dari rumah tangga kita sehingga setiap orang yang habis bertamu kerumah kita mendapatkan ilmu,mendapatkan wawasan tentang bagaimana berumah tangga yang baik.
Tekadkan pula agar rumah tangga kita bisa menjadi jalan terkenyangkannya orang orang yang lapar sebanyak banyaknya,bisa menjadi jalan berpakaian nya oarang tak berbaju,menjadi tempat berteduh orang orang yang kepanasan dan kehujanan menjadi tempat penyejuk bagi oprang yang hidup dalam kegersangan. Oleh karena itu,carilah nafkah sebanyak-banyaknya carilah rezeki sebanyak-banyaknya dan tekadkanlah agar rezeki itu bertebaran dimana mana,Rezeki syriatnya dari kita hakikatnya dari Allah Subhanahuwa ta'ala, Alangkah beruntungnya jikalau rumah tangga kiota hidup bersahaja,karena dari sana begitu banyak orang orang yang akan merasa tercukupi,yang merasa terpenuhi,hutang hutang akan terlunasi.Allahu Akbar! cari terus dunia agar kita bisa menjadi jalan kemuliaan bagi mahluk mahluk Allah yang lain. Selanjutnya milikilah kedudukan yang setinggi tingginya agar kita bisa meneagakan yang hak memberantas yang batil,miliki pula kekuatan sekuat kuatnya agar kita bisa menjadi jalan perlindungan Allah baghi orang orang yang lemah.
Nah ,,,saudara saudaraku ,jadikanlah diri kita menjadi jalan limpahan kakrubnia Allah yang menyebar kepada mahluknya kalu kita mau menjalani ini dengan iklas ,kita akan dapat hidup bersahaja dengan melimpahnya karunia Allah kepada mahluk mahluk-Nya lewat diri kita,itulah sebaik baik manusia itulah sebaik baik keluarga. Percayalah ,kita tidak akan terjamin dengan harta yang kita kumpulkan,tapi kita akan terjamin dengan amal shaleh yang kita lakukan,insya Allah. Kita tidak akan terjamin dengan orang orang yang menjaga disekitar kita tetapi kita akan terjamin jikalau kita lebih mampu menjaga banyak orang. Semakin kita banyak menolong,semakin banyak kita deitolong oleh Allah,semakin kita melapangkan urusan orang lain
semakin kita dilapangkan oleh Allah. Memang tiodak ada yang pernah tertukar.seseorang tidak akan mendapatkan dari apa yang diharapkan,tapi orang akan mendapatkan lebih banyak dari kebaikan yang bisa ia lakukan."Fa man ya'mal mitsqala dzarratin khayranyarah,wa man ya'mal mitsqala dzarratin syrran yarah."( QS Al Zalzalah 99;7-8).barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun,niscaya dia akan melihat (* balasan)Nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun,niscaya dia akan (melihat)nya pula. Semoga Allah yang maha menatap dan memperhatikan menggolongkan rumah tangga kita ini menjadi rumah tangga yang penuh barokah,rumah tangga yang menjadi jalan kemuliaan di dunia dan jalan kesejahteraan di akhirat.Amiin ya Allah ya Rabbal aalamiin.

myspace codes
Myspace Codes: MyNiceSpace.com


4 Visi Rumah Tangga Sakinah Mawaddah Warahmah

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Rumah Tangga Sebagai Pusat Nasihat

Kita harus tahu persisi bahwa semakin hari semakin banyak yang harus kita lakukan.Untu itulah kita butuh orang lain agar bisa melengkapi kekurangan kita guna memperbaiki kesalahan kita "Watawa shawbilhaqqi wa tawa shawbishshabr"( QS Al Ashr 103:3) inilah rahasia yang sangat penting.rumah tangga yang akan bahagia itu adalah rumah tangga yang dengan sadar menjadikan kekayaanya saling menasihati,saling memperbaiki,serta saling mengoreksi dalam kebenaran dan kesabaran. Suami yang paling baik adalah suami yang paling sanggup berkata pada istrinya " Duhai istriku saya hanyalah seorang manusia yang sedang belajar menemukan jalan hidup. Mungkin ada kelebihan karunia Allah yang harus kita syukuri,tapi pasti lebih banyak kekurangan yang mungkin dengan kehadiranmu saya akan lebih baik.Duhai istriku jikalau engkau mencintaiku,ingin menjadikan diriku pewaris surga,terus koreksilah suamimu ini agar bisa menjadi suami yang baik agar bisa menjadi suami yang bertanggung jawab."
Pada saat yang sama istrinyapun mengatakan " Wahai suamiku saya rindu menjadi istri yang mulia dalam pandangan Allah,teruslah koreksi dan nasihati saya." Begitupun kalau kita punya anak anak"Wahai anak anak bapak ibu khuatir jika kelak dituntut oleh kalian diakhirat hanya karena tidak sanggup mendidik.maka bantulah bapak bisa memperbaiki diri menjadi seorang ayah yang benar,menjadi seorfang ayah yang bertanggung jawab dan juga menjadi seorfang ibu yang arif dan bijak.
Apabila sebuah rumah tangga mulai saling menasihati maka rumah tangga akan bagaikan cermin,akan membuat anggota keluarganya berpenampilan lebih baik dan lebih baik lagi.karena tidak pernah ada koreksi yang paling aman selain korreksi dari keluarga kita,karena dia adalah darfah daging kita sendiri. Rumah tangga yang barokah itu dicirikan oleh rumah tangga yang selalu merasakan nikmat dan ringan dalam saling menasihati dengan tulus agar semakin hari semua anggotanya semakin mulia,semakin terperbaiki,dan semakin berkedudukan disisi Allah,inilah rumah tangga yang akan dijamin beruntung.


myspace codes
Myspace Codes: MyNiceSpace.com




4 Visi Rumah Tangga Sakinah Mawaddah wa Rahmah

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Rumah Tangga Sebagai Pusat Ilmu

Rumah tangga yang akan ditingkatkan derajatnya oleh Allah SWT,ternyata bukan rumah tangga yang memiliki kedudukan tinggi,tak jarang kedudukan yang tinggi itulah yang menghinakan.
Tidak jarang pula kekayaan yang banyak akan membuat sebuah rumah tangga "dimiskinkan" oleh keinginan keinginan,diperbudak dan dinistakan oleh apa yang dimiliki. Ingat "Yarfa 'illahul ladziina aamanu minkum,walladziina utul'ilma darajaat"( QS.Al mujaadilah 58:11).Ditinggikan oleh Allah orang orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat.Artinya sesudah memantapkan niat kita kepada Allah untuk berumah tangga ,maka kekayaan yang harus kita miliki dalam berkeluarga adalah ilmu..Barang siapa yang ingin didunia harus pakai ilmu ,ingin akhirat harus pakai ilmu,ingin dunia dan akhirat harus pakai ilmu.
Kegigihan sebuah rumah tangga dalam menuntut ilmu,kegigihan rumah tangga dalam memperkaya ilmu,kegigihan sebuah rumah tangga dalam meluaskan ilmu adalah kekayaan yang teramat berharga. Karena orang yang tidak mempunyai ilmu seperti orang main fim,main sinetron,tapi tidak mengenal sekenario.
Ibarat orang yang memasuki rimba belantara tetapi tidakmembawa peta,seperti orang yang memasukilorong gua tanpa mengenali jalan jalannya,Sepanjang harinya dipenuhi oleh rasa was was,sepanjang waktunya diselimuti oleh kegelisahan,musibah dan fitnah akhirnya menjadi akrab dengan rumah tangga tersebut.
Oleh karena itu,wahai sidang pembaca yang budiman,pastikankekayaan kita adalah ilmu.
Pupuk iman adalah ilmu.Memiliki harta tapi kurang ilmu,malah kita akan menjadi "Penjaga Harta"Kalau memiliki ilmu yang banyak maka ilmulah yang akan menjaga kita.Harta dinafkahkaj bisa habis ilmu bila kita nafkahkan bisa melimpah.Oleh karena itu,pastikan agar anggota keluarga kleuarga kita selalu sungguh sungguh mencari ilmu,baik ilmu tetang hidup didunia maupun ilmu akhirat. Allah menjanjikan jikalau Allah cinta pada sebuah keluarga cirinya ialah dibukakan hati mereka untuk belajar ilmu agama. Untuk itu carilah majelis talim(majelis ilmu ) datangi dengan sungguh sungguh beli buku buku agama jadikan perpustakaan menjadi bagian penting dari perhiasan rumah kita .Dengarkan radio beli kaset VCD atau apasaja yang membuat kita makin mengenal siapa Allah,bagaimana erjalanan menuju kepada-Nya,dan bagaiman amneyikapi hidup di jalan yang disukai oleh Allah.
Percayalah rumah tangga yang kurang ilmu adalah rumah tangga yang hanya akan akrab dengan sikap emosi,jauh dari kearifan dan hanya mengandalkan kekasaran,padahal rumah tangga semacam ini kian hari akan selalu bertambah masalahnya,kian hari bertambah kebutuhannya,dan bertambah potensi konfliknya,bagaiman amungkin segala yang bertambah disikapi dengan ilmu yang tidak bertambah pula. Maha suci Allah yang menjanjikan kemuliaan hanya bagi orang orangyang beriman dan berilmu.

myspace codes
Myspace Codes: MyNiceSpace.com

4 Visi Rumah Tangga Sakinah Mawadda wa Rahmah

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Rumah Tangga Sebagai Pusat Ketentraman Batin & Ketenangan Jiwa

Seharusnya rumah tangga itu dapat menjadi pangkalan ketentraman batin dan pangkalan ketenangan jiwa.Sehingga ketika suami sudah berlumur keringat,bersimbuh peluh,bekerja dengan keras ,ia akan selalu merindukan untuk pulang kerumah.Karena rumah tangga adalah sumber ketenangan dan ketentraman yang tidak akan diperoleh dalam hiruk pikuknya kehidupan sehari hari.Demikian pula sepatutnya seorang anak begitu merindu untuk pulang kerumah karena disana akan ia dapati ibu dan ayah yang bagaikan air pelepas haus dikala dahaga. Sepatutnya pula seorang istri selalu merasa aman ,nyaman dan tentram berada untukmenikmati perjumpaan dengan suami serta anak-anaknya,sehingga semua anggota keluarga sepakat menjadikan rumah sebagai pusat ketentraman batin dan ketenangan jiwa. Namun kenyataan yang dapat Qt saksikan dikiri kanan ,tidak sedikit suami yang enggan pulang kerumahnya,hanya karena setiap memasuki rumah yang dirasakannya adalah ketidaknyamanan lantaran sikap istri dan anak anaknya,bayangkan akan pulang kemana lagi seorang suami bila ia tidak mendapatkan ketentraman dirumahnya sendiri. Demikian pula dapat kita saksikan bagaiman anak anak yang banyak berkreluyuran ,enggan pulang kerumah hanya karena mereka tidak mendapatkan ketentraman berada dirumah.Bahkan ad juga istri istri yang lebih sibuk mengutamakan aktivitas luar ,disebabkan karena tidak bisa juga merasakan serta mendapatan kenyamanan dan ketentraman hati dirumah yang ia urus.
Mengapa semua otu dapat terjadi....? padahal kalu diperhatikan rumah sudah lapang ,hartanya sidah banyak,kedudukan penghuni rumahnya begitu tinggi ,mengapa ....?sebab ketentraman dan ketenangan jiwa itu hanya akan ditemui dengan satu satunya jalan"Alaa bi dzikrillahi tathmainnul quluub"( QS.Ar ra'd 13:28) camkan,hati hanya kan tenang tentetram jikalau ingat kepada Allah.
Dengan kata lain,rumah tangga yang dibangun tanpa mengingat Allah,tidak taat kepada Allah,tidak mengenal Allah,maka demi Allah sehebat apapun harta yang ada,setinggi apapun kekuatan anggota keluarganya,semelimpah apapun kekayaan mereka,sehebat apapun kekuasaanya,tidak akan pernah bisa membeli ketentraman jiwa.karena dunia berikut isinya tidak pernah cocok dengan hati,dia hanya cocok untuk kebutuhan lahiriah belaka.
Oleh karena itu,rumah tangga yang penuh barokah itu adalah rumah tangga yang tujuannya adalah Allah SWT. Yang sehari harinya diisi dengan kesungguhan mendekat kepada Allah dan dia nafkahkan dijalan Allah,yang rumahnya disukai oleh Allah yang isinya tidak membuat murka Allah,rumah tangga yang menjadikan Allah sebagai tujuan,pegangan pergantungan hidupnya dan dibuktikan dengan ketaatan,inilah rumah tangga yang benar benar akan merasakan ketentraman.
Maaf wahai saudara saudaraku,saya berani bersumpah,demi Allah,tidak akan pernah tenbang tentram siapapun termasuk yang berumah tangga ,yang tidak menjadikan anggota keluarganya untuk bersungguh sungguh taa dan mendekat kepada Allah SWT.
Ingat jangan sampai kita terkecoh,hidup ini milik Allah,Dialah yang menguasai semua jalan kebahagiaan dan semua jalan kebaikan,dunia itu tertutup kecuali bagi orang orang yang selalu berusaha mendekat dan taat pada-Nya.
Untuk itu,pastikan rumah tangga kita menjadi rumah tangga yang ahli sujud,rumah tangga yang ahli taat,rumah tangga yang menghiasi dirinya dengan dzikrullah,dan rumah tangga yang selalu rindu untuk mengutuhkan kemuliaan hidup didunia terutama mengutuhkan kemuliaan dihadapan Alloh SWT kelak disurga.Amin yaa Rabbal'alamiin.

myspace codes
Myspace Codes: MyNiceSpace.com

Monday, June 11, 2007

tex 4 flowers


Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.


"Wahai anak manusia, setiap kali engkau meminta kepada-Ku dan mengharap dari-Ku, maka Aku akan ampunkan bagimu apa yang telah lalu dan Aku tidak peduli betapapun besar dan banyaknya dosamu. Wahai anak manusia, seandainya dosa-dosamu mencapai setinggi langit, kemudian engkau meminta ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak manusia, seandainya engkau datang kepada-Ku dengan membawa setumpuk dosa sebesar bumi, kemudian engkau berjumpa dengan-Ku tanpa menyekutukan Aku dengan sesuatu apapun, maka Aku akan memberikan ampunan sebesar bumi itu pula" (Hadits Qudsi Riwayat Turmudzi)

Di manakah Allah..........................."Aa Gym ".............................

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.


Di Manakah Allah?
Oleh K.H ABDULLAH GYMNASTIAR

DI manakah Allah SWT? Sebagian orang tidak pernah mengakui bahwa sepanjang hidupnya tidak pernah mengenal agama, namun tidak pernah menyadari bahwa Allah SWT yang Maha Melihat senantiasa menyaksikan apa pun yang digerakkan anggota badan, yang dipendam dalam lubuk hatinya.

Sebagian manusia lainnya baru teringat kepada Allah hanya apabila musibah datang menimpa atau kesengsaraan terus mendera, sehingga sangat merindukan Allah segera mengeluarkannya dari musibah dan kesengsaraan itu. Sementara sebagian lagi begitu rajin berdoa, sangat merindukan Allah mengabulkan segala keinginannya, namun ternyata pertolongan Allah SWT itu tak kunjung tiba. Sehingga iapun bertanya-tanya, apakah Allah SWT tidak mendengarkan doa-doanya? Kapankah pertolongan-Mu datang, Yaa, Rabb? Bukankah Engkau telah berjanji akan mengabulkan segala doa?

Akan tetapi, Subhanallah, ternyata ada juga sebagian manusia mungkin sedikit saja jumlahnya, yang begitu istiqamah melakukan amalan saleh, salat di awal waktu dengan penuh khusyuk, membaca Alquran dengan air mata bercucuran, tangannya tak lekang dari berderma, ikhlas melakukan amalan-amalan sunah; semua itu ia lakukan bukan karena merindukan agar keinginan Allah senantiasa sesuai dengan keinginannya, yang mungkin tanpa sadar diliputi hawa nafsu, melainkan semata-mata ingin selalu menghambakan diri kepada Allah Azza wa Jalla.

Dari lisannya sesungguhnya keluarnya ucapan; di manakah Allah? Itu karena ia siang malam begitu sangat merindukan pertemuan dengan Allah, sehingga kemana pun matanya memandang, yang terlihat hanyalah kemahabesaran Allah SWT, Dzat yang tiada Tuhan selain Dia. Ia merasakan selalu kehadiran Allah SWT, sehingga hari-harinya sangat dipenuhi oleh kehati-hatian agar tidak sampai tergelincir berbuat sesuatu yang dapat mengundang murka-Nya. Hari-harinya pun merupakan hari-hari yang penuh perjuangan yang disukai Allah SWT, yang belum dilakukannya.

Segera ditepisnya segala sesuatu yang bisa memalingkan dari cinta dan rida Allah SWT. Segera dibuang sejauh-jauhnya segala benda, segala hal yang dapat membuatnya merasa tergantung, kendati sekecil apa pun kepadaNya selain Allah SWT.

Ia pun sampailah pada suatu tingkat kearifan, bahwa adanya segenap makhluk di jagat raya alam semesta ini tak ubahnya bayangan pohon di permukaan air. Bayangan pohon itu sama sekali tidak akan menghalangi lajunya sebuah perahu. Demikianlah adanya hakikat makhluk atau benda di dunia ini. Keberadaan makhluk sama sekali tidak mampu menghijab seorang hamba dari Allah SWT. Kalaupun seseorang merasa terhijab, itu sesungguhnya karena ia mengira "bayangan pohon di permukaan air" itu memang ada. Padahal itu hanyalah bayangan belaka.

Persis seperti seorang musafir yang bermalam di sebuah gubuk di pinggir hutan. Saat tengah malam tiba, ketika hendak buang hadas kecil di belakang gubuk, tiba-tiba mendengar suara yang menyeramkan dari balik semak-semak, persis seperti harimau. Karuan saja ia ketakutan sehingga urung melaksanakan hajatnya.

Esok paginya ia memeriksa semak tempat asal suara itu. Ternyata itu hanya desiran angin yang cukup kuat, yang masuk ke sebuah lubang sehingga menghasilkan suara menggeram layaknya harimau. Dengan begitu akal pikiriannya telah salah menyimpulkan, sehingga ia tertahan bukan karena harimau, melainkan karena tertipu oleh prasangkanya sendiri.

Nah, seperti itulah gambaran orang yang menganggap adanya sesuatu yang layak ditakuti dan dijadikan tempat bergantung selain Allah. Sebenarnya ia tertipu oleh khayalan dan pikiran sendiri yang dangkal, sehingga mudah terjebak dan terpesona oleh penampakan-penampakan belaka.

Pantaslah Ibnu Atho'illah dalam kitabnya yang terkenal Al-Hikam memberikan kesimpulan, "Tiada suatu benda pun yang menghijab engkau dari Allah karena sesungguhnya yang menghalangi (pandangan) mu itu adalah prasangkamu akan adanya sesuatu di samping Allah SWT. Padahal, segala sesuatu selain Allah itu pada hakikatnya tidak ada. Yang wajib ada hanyalah Allah semata, sedangkan yang lainnya terserah pada belas kasih Allah SWT untuk diadakan atau pun ditiadakan."

Sayangnya, di sinilah justru letak kelemahan sebagian besar manusia. Kita hanya sampai sebatas duniawi, karena dunia memang penuh aneka warna yang indah-indah dan sesuai dengan selera hawa nafsu. Terus menerus pikiran kita melingkar-lingkar dan mereka-reka suatu keadaan yang lebih baik harta yang melimpah, isteri yang cantik atau suami yang tegap tampan, pangkat, dan kedudukan yang tinggi. Ke mana-mana dimuliakan dan dihormati, yang kesemuanya itu ujung-ujungnya hanya akan semakin jauh memerosokkan diri kedalam gelimang kenikmatan cinta dunia. Dan tentu saja, hijab kegelapan pun semakin pekat dan gulita, sehingga semakin lama semakin terjauhkanlah kita dari rahmat dan pertolongan Allah Azza wa Jalla.

Begitukah pada akhirnya kita akan lebih merasa tenteram kalau uang tersimpan di dompet atau di bank ketimbang dibelanjakan di jalan Allah. Hari-hari yang dijalani pun akan diliputi oleh ambisi mengejar harta, gelar, pangkat, dan jabatan, dengan serta merta dicekam kecemasan dan kegelisahan, manakala apa yang dirindukan tiada didapat atau lepas dari genggaman.

Padahal, kalau soal uang, bukanlah oleh pelacur atau perampok pun bisa didapatkan. Perkara pangkat dan kedudukan, tidakkah pimpinan gangster, raja kokain atau oleh Allah diberi kesempatan? Sekiranya demikian halnya, lantas apa bedanya kita dengan mereka? Memang, orang yang tidak pernah melatih akal pikirannya, hanya akan bisa melihat fenomena-fenomena lahira. Dan ini tidak cukup bisa untuk menikmati hidup dengan baik.

Mulailah belajar berpikir banyak merenung dan tafakur. Lihatlah kedalam diri anda lihatlah pula keadaan di sekeliling kita. Kalau melihat suatu kejadian, janganlah teperdaya oleh fenomena kejadiannya saja. Akan tetapi, renungkanlah, mengapa semua itu terjadi dan kita ditakdirkan Allah; bisa menyaksikannya, mendengar kabarnya atau bahkan mengalaminya sendiri.

Gunung meletus, banjir melanda, musibah penyakit mewabah, kapal karam di tengah lautan, genderang perang berdentam-dentam di berbagai belahan dunia, sehingga karena semua itu ratusan manusia tak berdosa menjadi korban. Pikirkan, apa hikmah di balik segala kejadian itu?

Mudah-mudahan dengan kesungguhan kita ingin mengetahuinya, Allah menolong kita memahami hikmah di balik segala kejadian, sehingga setiap kejadian bisa meningkatkan wawasan, ilmu, dan juga kedekatan kita kepada Allah SWT.

Insya Allah akan didapatkan jawaban yang lebih banyak dan lebih mengesankan, seperti berada di tengah lautan manusia. Kemudian kita bisa naik keatas, sehingga bisa melihat segalanya dengan lebih leluasa dan menemukan jalan keluar yang lebih sempurna. Kita akan bisa merasakan nikmatnya hidup ini sekiranya mempunyai kemampuan berpikir yang baik. Sungguh akan hidup ini tampak lebih menenteramkan, lebih mudah, lebih mengesankan, lebih indah.

Semua kejadian ada hikmahnya. Suatu kejadian yang jelek menurut pandangan kita, apabila kita dalami hikmahnya, insya Allah bisa kita temukan hakikat sesungguhnya,jangan tergesa-gesa untuk kecewa karena siapa tahu di balik kejadian yang mengecewakan itu ada kebaikan kemudian hari. Sebaliknya, jangan tergesa-gesa bergembira karena siapa tahu ketergesa-gesaan untuk bergembira membuat kita tidak waspada terhadap ancaman yang berada di balik kegembiraan itu. Pendek kata, jangan tergesa-gesa untuk mengambil suatu tindakan, tetapi bertindaklah sesudah kita berpikir dengan baik.***


Perempuan ( khususnya Untuk Para Lelaki ).......



Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.



PEREMPUAN (khususnya untuk para lelaki)


Dia yang diambil dari tulang rusuk. Jika Tuhan mempersatukan dua orang yang berlawanan sifatnya, maka itu akan menjadi saling melengkapi. Dialah penolongmu yang sepadan, bukan sparing partner yang sepadan.

Ketika pertandingan dimulai, dia tidak berhadapan denganmu untuk melawanmu, tetapi dia akan berada bersamamu untuk berjaga-jaga di belakang saat engkau berada di depan atau segera mengembalikan bola ketika bola itu terlewat olehmu, dialah yang akan menutupi kekuranganmu.

Dia ada untuk melengkapi yang tak ada dalam laki-laki : perasaan, emosi, kelemahlembutan, keluwesan, keindahan, kecantikan, rahim untuk melahirkan, mengurusi hal-hal sepele...�ò ³¥ hingga ketika laki-laki tidak mengerti hal-hal itu, dialah yang akan menyelesaikan bagiannya...sehingga tanpa kau sadari ketika kau menjalankan sisa hidupmu... kau menjad! i lebih kuat karena kehadirannya di sisimu.

Jika ada makhluk yang sangat bertolak belakang, kontras dengan lelaki, itulah perempuan. Jika ada makhluk yang sanggup menaklukkan hati hanya dengan sebuah senyuman, itulah perempuan.
Ia tidak butuh argumentasi hebat dari seorang laki-laki... tetapi ia butuh jaminan rasa aman darinya karena ia ada untuk dilindungi.... tidak hanya secara fisik tetapi juga emosi.

Ia tidak tertarik kepada fakta-fakta yang akurat, bahasa yang teliti dan logis yang bisa disampaikan secara detail dari seorang laki-laki, tetapi yang ia butuhkan adalah perhatiannya... kata-kata yang lembut... ungkapan-ungkapan sayang yang sepele... namun baginya sangat berarti... membuatnya aman di dekatmu....

Batu yang keras dapat terkikis habis oleh air yang luwes, sifat laki-laki yang keras ternetralisir oleh kelembutan perempuan. Rumput yang lembut tidak mudah tu! mbang oleh badai dibandingkan dengan pohon yang besar dan rindang... seperti juga di dalam kelembutannya di situlah terletak kekuatan dan ketahanan yang membuatnya bisa bertahan dalam situasi apapun.

Ia lembut bukan untuk diinjak, rumput yang lembut akan dinaungi oleh pohon yang kokoh dan rindang. Jika lelaki berpikir tentang perasaan wanita, itu sepersekian dari hidupnya.... tetapi jika perempuan berpikir tentang perasaan lelaki, itu akan menyita seluruh hidupnya...Karena perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki- laki, karena perempuan adalah bagian dari laki-laki... apa yang menjadi bagian dari hidupnya, akan menjadi bagian dari hidupmu. Keluarganya akan menjadi keluarga barumu, keluargamu pun akan menjadi keluarganya juga. Sekalipun ia jauh dari keluarganya, namun ikatan emosi kepada keluarganya tetap ada karena ia lahir dan dibesarkan di sana.... karena mereka, ia menjadi seperti sekarang ini. Perasaannya terhadap keluarganya, akan menjadi bagian dari perasaanmu juga... karena kau dan dia adalah satu.... dia adalah dirimu yang tak ada sebelumnya. Ketika pertandingan dimulai, pastikan dia ada di bagian lapangan yang sama denganmu.

(dari teh Sejuk )�Dudung.net

myspace icons
Myspace Icons
Semangat tanpa pengetahuan sama dengan api tanpa cahaya.myspace icons
Myspace Icons

Bersabarlah.....( KarenaWanita INgin Dimengerti )


Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

"Semakin cinta kita terhadap sesuatu maka akan semakin memperbudak dan menyiksa diri kita. Semakin kita kaya, semakin takutlah berkurang kekayaan kita."(Aa Gym)



Karena Wanita Ingin Dimengerti


Pernah-pernik kisah kehidupan berumah tangga kadang membuat saya sedih, tapi banyak juga yang membuat saja tersenyum ketika membaca atau mendengarnya. Seperti Ibu saya. Pernah suatu ketika ayah saya sedikit marah kepada Ibu saya. Ibu saya tak mau berkomentar atau membalas dengan kemarahan serupa. Hanya saja, langsung masuk ke kamar dan menangis sejadinya. Kalau sudah begitu, ayah saya luluh juga, kemudian minta maaf karena mungkin telah berlaku kasar atau marah yang kadang hanya karena persoalan sepele saja. Untuk mereka berdua, salam cinta, semoga dirumah baik-baik saja

Ada cerita dari dosen dan juga “guru mengaji “ saya. Suatu ketika istrinya bepergian untuk urusan tertentu dan sang suaminya belum berkesempatan menemani karena alasan kesibukan. Perjalanan cukup jauh dan melelahkan. Dalam kondisi seperti itu, istrinya ingin sekali mendapatkan hiburan dari suaminya. Yah, sebuah SMS menanyakan kabarnya cukuplah. Tapi itu tidak dilakukan oleh suaminya. Dan tentu saja, istrinya bete. “Suamiku tega sekali, nggak khawatir apa dengan diriku” begitu kira-kira.

Setelah urusan selesai, pulanglah sang istri ke rumah. Mengucapkan salam lantas masuk kerumahnya. Apa yang terjadi, ternyata suaminya biasa saja. Tak mengekspresikan rasa kangennya kepada istrinya. Dan bagi istrinya, ibarat sebuah pertandingan, itu merupakan pukulan telak, kecewa..kecewa. Awalnya suaminya cuek saja. Tapi pada akhirnya dia menyadari bahwa sikapnya kurang benar. Ya, setidaknya membukakan pintu dan tersenyum sambil basa-basi menanyakan apakah perjalanannya baik-baik saja itu cukup. Tapi sayang, hal itu tak dilakukannya. Dia baru sadar ketika melihat gelagat istrinya yang lagi benar-benar BT alias butuh tatih tayang….

Ada juga kisah imajinatif yang inspiratif….tentang ayam dan bebek.

Suatu ketika sepasang pengantin baru berjalan-jalan menikmati indahnya perkampungan yang masih belum tersentuh bising dan aroma kota. Ketika mereka bercanda, tiba-tiba terdengar suara dari kejauhan “Kuek.kuek..kuek”

“Dengar sayang, ada ayam” kata istrinya

“bukan..bukan, itu suara bebek” kata suaminya.

“nggak, itu suara ayam” istrinya bersikeras.

“istriku..itu suara bebek, suara ayam itu bunyinya kukururyuuuuk, kalau bebek itu ya kuek..kuek..kuek, nah itu bebek sayang, bukan ayam “kata suaminya mencoba menjelaskan.

“Nggak, aku yakin itu suara ayam” kata istrinya

“Sayang, itu bebek, kamu ini..kamuuuuuuuu” suaminya agak kesal

seketika itu basahlah pipi istrinya, dia menangis sambil tersendu tapi tetap berkata.

“Aku yakin itu ayam, bukan bebek” masih kata istrinya.

Kemudian sang suami sadar tak mau ribut lagi dan berkata.

“Ya kamu benar sayang, itu suara ayam” kata suaminya bersamaan dengan suara dari kejauhan ..kuek..kuek..kuek..

Kadang seorang suami memang perlu bersikap demikian. Untuk sesuatu yang kecil dan sepele tak perlu terlalu diributkan. Yang terpenting adalah membangun keharmonisan rumah tangga. Pertikaian dan hancurnya rumah tangga seringkali terjadi karena kita meributkan hal-hal sepele. Maka dari itu, untuk mencegahnya kita perlu sesekali memahami isi hati seorang wanita yang kita cintai itu

Dan pada akhirnya, untuk menghormati dia, seorang wanita yang kita cintai, kita perlu bersikap bijaksana. Itu semua perlu dilakukan, seperti syair dalam lagu pop… karena wanita ingin dimengerti. Itu saja. (yon’s revolta)


Bersabarlah kepada setiap orang, tetapi lebih bersabarlah kepada dirimu sendiri. Janganlah gelisah karena ketidaksempurnaanmu, dan bangunlah selalu dengan perkasa dari suatu kejatuhan.



myspace codes
Myspace Codes: MyNiceSpace.com













Sunday, June 10, 2007

Berkirim Email Secara Menyenangkan

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

"Jiwa manusia, apabila telah terputus tali-tali ikatannya, kemudian tidak diikat dengan satu peraturan yang dapat mengatur segala macam urusan kehidupannya dan memusatkan kekuatannya, maka perasaan dan pikirannya akan sama seperti biji-bijian yang bercerai berai, tertumpah berserakan. Tidak ada kebaikan sama sekali padanya, serta tidak memiliki kekuatan sedikitpun". (Muhammad Al-Ghazali)



Berkirim Email Secara Menyenangkan

Manfaat email sejak ditemukannya internet sungguh-sungguh luar biasa. Kita bisa menghemat waktu, tenaga dan uang untuk bertukar informasi dengan rekan-rekan kita di bagian belahan dunia yang tidak bisa terjamah dengan mudah.

Bahkan dengan surat elektronik ini kita bisa menggaet teman baru sebanyak-banyaknya, karena di internet kita bisa dengan mudah menemukan profile-profile baru yang kita kehendaki.

Bagi yang sudah bertahun-tahun �mengabdikan� diri menghadapi layar monitor menatap dunia maya, pasti tidak heran kalau dia sering menerima email-email, yang berguna dan yang tidak berguna. Yang tidak berguna contohnya email iklan, bom email, email virus, email fishing (pemancing) dll. Malah terkadang kita menerima email dari orang yang kita kenal secara bertubi-tubi, padahal yang bersangkutan belum tentu mengirim email itu.

Sebelum kita membicarakan tentang seluk beluk manfaat dan madlarat email dan macam-macamnya, baik kita bicara mulai dari dasar dulu, bagaimana berkirim email secara menyenangkan.

Seperti berikirim surat lewat pos, berkirim email juga punya etika. Berikut TOP TEN etiket dalam berkirim email :

1. Hindari spam, bombing.

Spamming adalah pengiriman email secara berulang-ulang dengan topik berbeda atau sama. Orang yang menerima spam ini akan jengkel, karena bisanya isinya menawarkan informasi, produk atau jasa yang sebenarnya tidak kita butuhkan. Sedang email bomb adalah pengiriman email dengan subject sama secara bertubi-tubi dengan maksud mailbox penerima cepat penuh.

Termasuk spamming adalah mengirim email terlalu sering, kecuali diminta.

Kenapa? Karena orang yang dikirimi email akan merasa jenuh. Memang kita kadang menyangka kalau orang yang kita kirimi email akan selalu merasa senang. Padahal belum tentu. Apalagi kalau isi emailnya itu-itu saja. Supaya tidak membosankan, kirimlah email lagi kalau anda sudah mendapat balasan. Tapi jangan juga terlalu lama tidak mengirim email. Teman anda bisa lupa.

2. Jangan memforward email tanpa diedit.

Seringkali kita punya berita bagus yang perlu kita teruskan/forward ke orang lain. Kalau setting si penerima masih manual, pesan yang diforward itu setiap line akan dihiasi oleh tag seperti ini: > . Usahakan tag-tag ini dibuang dulu biar email kelihatan rapi. Kalau anda orang pertama yg memforward, baru satu tag saja setiap barisnya. Tapi kalau anda yang ke 2, 3, 4 dst, maka tagnya terus bertambah. Email jadi tidak menyenangkan.

Dalam memforward ini, rule #1 juga harus digunakan yaitu, jangan terlalu sering.

3. Ganti judul email bila perlu.

Biasanya ini musti dilakukan dalam sebuah forum atau mailing list. Saking asyiknya balas-balasan, topiknya jadi bergeser. Kalau subject pembicaraan sudah bergeser, gantilah subjeknya. Tentu ini ada alasanya, selain tidak membingungkan peserta lain, pencarian/pelacakan file-file topik diskusi yang sudah lewat jadi mudah.

4. Body reply jangan dikirim semua.

Lama-lama email yang kita reply akan tertambah sizenya. Hal ini terjadi karena tiap kali kita membalas email, seluruh email yang akan kita balas kita kirimkan lagi. Untuk menghindarinya, hapuslah sebagian body email yang akan kita reply. Sisakan kalimat-kalimat yang perlu kita jawab saja.

5. Jangan tanggapi emailTBC�.

Anda mungkin pernah menerima email yang menyuruh anda untuk meneruskannya ke sejumlah orang, supaya bernasib baik. Kalau tidak diteruskan ke sekian orang, maka anda akan ketimpa sial. Email semacam ini jangan ditanggapi. Ini namanya email TBC (takhayul, bid'ah dan khurafat). Teruskan saja ke tong sampah.

6. Jaga account orang lain.

Kalau anda mereply atau berkirim email, jangan sertakan email-email yang tidak anda kenal atau anda kenal dalam heading �To� nya. Kalau itu anda lakukan, sama saja anda memaksakan anak gadis anda berkenalan dengan lelaki yang bukan muhrimnya. Akibatnya accaount email-email orang yang muncul di email orang lain, bisa tersebar luas, dibajak, dan dispam. Kalau terpaksa mengirim email ke puluhan atau ratusan orang, gunakan header BCC (blind carbon copy), supaya alamat-alamat email yg banyak itu tidak muncul di halaman muka penerima email anda.


7. Hindari Full Caps Lock / huruf besar semua.

Supaya menarik perhatian pembaca, kadang kita menggunakan huruf besar alias capital word, yang di keyboard disebut caps lock. Menggunakan huruf besar secara full, akan mendapat image, bahwa anda sedang marah dan tidak tahu etika. Tampilan email pun jadi tidak menarik kalau penulisannya menggunakan huruf besar semua. Gunakan caps bila mana PERLU saja. Kalau tidak PERLU tidak perlu DIGUNAKAN.

8. Hindari kalimat singkat dalam mereply.

Misalkan teman anda panjang lebar menulis email, bercerita tentang keindahan alam Mesopotamia . Lalu anda membalasnya dengan kalimat singkat, �oh ya?� atau �enak ya�, �benarkah� dan semacamnya. Kalau belum punya konsep, mendingan tidak usah mereply emailnya. Sebab kalimat ungkapan begitu cuma bikin gregetan dan hanya pantas diketik di chating saja.

9. Cek ulang sebelum di �send�.

Setelah email rapi ditulis, luangkan waktu untuk mengecek ulang ejaan, susunan kalimat dan kalau perlu tata bahasanya. Sebab sekali tombol �send� kita klik, tidak bisa dicancel atau dibatalkan. Semuanya langsung terkirim ke recipient dalam hitungan detik.

10. Bersabarlah menerima balasan.

Kalau sudah dikirim, sabarlah menanti balasannya. Sebab tidak semua orang punya akses yang mudah untuk berinternet ria. Tidak semua orang punya waktu luang membaca email-email anda.

Sambil menanti balasan, bagaimana kalau anda menyebar-luaskan email ini ke teman-teman anda? Barangsiapa memforward email ini maka hidupnya akan beruntung. He he he, bukan TBC lho.

M.Abdullah
emabdulah@yahoo.com
tommy_ikhsan@yahoo.com

http://istanasurgaku.blogspot.com

myspace icons
Myspace Icons



Kisah Cinta Manusia Manusia Langit

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Barangsiapa mengerjakan amal saleh, itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa mengerjakan kejahatan, itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan al-Jaatsiyah : 15




Bila Aku Jatuh Cinta

Allahu Rabbi aku minta izin
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
Hingga membuat lalai akan adanya Engkau

Allahu Rabbi
Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh

Allahu Rabbi
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan
kasih-Mu
dan membuatku semakin mengagumi-Mu

Allahu Rabbi
Bila suatu saat aku jatuh hati
Pertemukanlah kami
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu

Allahu Rabbi
Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu...
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu

Amin !


myspace codes
Myspace Codes: MyNiceSpace.com




Kisah Cinta Manusia-Manusia Langit
Author: Abu Saifulhaq Asaduddin

Cinta adalah karunia Allah. Bahkan Allah menciptakan alam semesta ini karena cintaNya. Karenanya ALAM DAN DUNIA INI ADALAH LAUTAN CINTA. Kekuatannya mampu meluluhlantahkan arogansi diri dan kerendahan materi. Maka bukan tanpa alasan seorang Saini KM menuliskan bait-bait terakhirnya dalam puisi Burung Hijau :

Saat kamu tengadah dan dengan tersipu berkata: / 'Memang, yang terbaik dari diri kita layak disatukan.' / Saya pun mabuk karena manis buah berkah, dan melihat: / Malaikat menghapus batas antara dunia dan akhirat.

Ibnu Qoyyim Al jauziyah pernah berkata tentang arti sebuah cinta : 'Tidak ada batasan cinta yang lebih jelas daripada kata cinta itu sendiri; membatasinya justru hanya akan menambah kabur dan kering maknanya. Maka batasan dan penjelasan cinta tersebut tidak bisa dilukiskan hakikatnya secara jelas, kecuali dengan kata cinta itu sendiri.'

Kenyataannya, SEJARAH ISLAM MENCATAT KISAH-KISAH CINTA MANUSIA-MANUSIA LANGIT DENGAN TINTA EMAS DALAM LEMBARAN-LEMBARAN SEJARAH PERADABAN. Sebuah sejarah yang mengartikan cinta bukanlah utopia dan angan-angan kosong belaka dalam sebuah potret realita.

  • Tak apalah meregang nyawa bagi seorang Hisyam bin �eAsh takkala mendengar seorang saudaranya merintih kehausan dalam peperangan Yarmuk, memberikan air miliknya sementara bibir bejana hampir menyentuh bibirnya.
  • Atau indahnya ungkapan yang diberikan seorang sahabat yang mencintai sahabatnya karena Rabb-Nya.
  • Atau seorang Rasul yang memanggil umatnya takkala sakaratul maut menyapa dirinya.
  • Teringat episode cantik dalam sejarah seorang wanita yang rela menukar cinta dan hatinya dengan Islam sebagai maharnya. Takkala Rumaisha binti Milhan dengan suara lantang menjawab pinangan Abu Tholhah, seorang terpandang, kaya raya, dermawan dan ksatria 'Kusaksikan kepada anda, hai Abu Tholhah, kusaksikan kepada Allah dan Rasul Nya, sesungguhnya jika engkau Islam, aku rela engkau menjadi suamiku tanpa emas dan perak. Cukuplah Islam itu menjadi mahar bagiku !' Akhirnya tinta emas sejarah mencatatnya sebagai seorang ummu Sulaim yang mendidik anaknya, Anas bin Malik dan dirinya sebagai perawi hadits Rasulullah sementara suaminya menjadi mujahid dalam sejarah Islam.
  • Melagu hati Sayyid Qutb dalam nada angan akan sebuah keinginan. Lompatan jiwanya melebihi energi yang ada. Baginya kehidupan dunia bukanlah segalanya. Ia belokkan gelora yang ada hanya pada pencipta-Nya yang dengannya syahid menjadi pilihan hidupnya. Tiada mengapa tanpa wanita.
  • Gejolak gelora percintaan Rabiah dengan Rabbnya mengajarkan keikhlasan akan sebuah arti penghambaan. Tak sanggup rasanya mengikutinya yang mengharap Ridho-Nya sekalipun neraka menjadi pilihan akhir tempat tinggalnya.
  • Lain pula kisah sang Kekasih Allah, Nabiyullah Ibrahim �eAlaihissalam. Sebuah kisah yang menggoreskan samudra hikmah kehidupan bagi manusia yang mengedepankan ketundukan dan kepasrahan yang terbalut cinta daripada darah daging sendiri untuk menjadi persembahan.

Adakah CINTA YANG MASIH ADA DI HATI KITA MENYAMAI ATAU BAHKAN MELEBIHI CINTA MEREKA TERHADAP APA YANG MEREKA CINTAI? Jika tidak, lantas APA YANG MEMBUAT KITA MEMBUSUNGKAN DADA DAN MENGKLAIM SEBAGAI PECINTA SEJATI HANYA LANTARAN BUNGA-BUNGA KATA TANPA MAKNA REALITA YANG KITA LONTARKAN?

Diri KITA SERINGKALI MENCARI PEMBENARAN (APOLOGI) ATAS KETIDAKMAMPUAN DAN KETIDAKBERDAYAAN DALAM MENGAKUI SEGALA KELEMAHAN YANG KITA MILIKI. Jika cinta yang mereka hadirkan dapat begitu mempesona bukan hanya karena mereka para sahabat dan shabiyah atau para Nabi dan Rasul. Perlu diingat, mereka juga adalah manusia yang mempunyai keinginan dan kecenderungan sebagaimana manusia biasa. Artinya kecintaan mereka dapat kita duplikasikan pada diri kita.

Lihatlah bagaimana SEJARAH MENCATAT KEMBALI ARTI SEBUAH CINTA ANAK MANUSIA DALAM AKHIR HAYATNYA, sebuah cinta yang dihadirkan oleh mujaddid akhir zaman, Hasan Al Banna yang mendahulukan iparnya Abdul Karim Mansur untuk diberi pertolongan justru pada saat tujuh peluru masih bersarang ditubuhnya...

Ibnu Taimiyah berkata, 'MENCINTAI APA YANG DICINTAI KEKASIH ADALAH KESEMPURNAAN DARI CINTA PADA KEKASIH.' Teori ini bukanlah teori belaka. Teori ini merupakan SEBUAH KONSEKUENSI LOGIS DARI SEBUAH CINTA. Segala daya dan upaya �ekan menjadi tak berharga jika ia dapat menjadi serupa. Hal ini berlaku kebalikannya. MEMBENCI APA SAJA YANG DIBENCI KEKASIH ADALAH KESEMPURNAAN DARI CINTA PADA KEKASIH. Amboi, indahnya jika semua itu dilandasi atas kecintaan kepada Rabb-Nya. Dan menundukkan kecintaan lainnya karena ia hanyalah kenikmatan sesaat.

Sesungguhnya siapakah kita ini kekasihku? / Hanya setitik debu melekat di bintang mati. / Menggeliat sejenak karena embun dan matahari: / Hanya sedetik dalam hitungan tahun cahaya. (Saini KM)

Jika saja Sapardi mengungkapkan kekuatan keinginan cintanya dengan bait-baitnya : Aku ingin, / Aku ingin mencintaimu dengan sederhana / dengan kata yang tak sempat diucapkan / kayu kepada api yang menjadikannya abu / Aku ingin mencintaimu dengan sederhana / dengan isyarat yang tak sempat disampaikan / awan kepada hujan yang menjadikannya tiada (Sapardi Dj. D), maka ISLAM MENGAJARKAN INDAHNYA CINTA DALAM UNTAIAN DO'A :

' Ya Alloh, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu. Telah berjumpa dalam taat pada-Mu. Telah bersatu dalam da'wah pada-Mu. Telah terpadu dalam membela syari'at-Mu. Kokohkanlah, Ya Allah ikatannya, kekalkan cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal pada-Mu. Nyalakanlah hati kami dengan ma'rifat kepada-Mu. Matikanlah ia dalam syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong...'

*IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA*
Al-Hubb Fillah wa Lillah,

Abu Aufa


myspace codes
Myspace Codes: MyNiceSpace.com



Dudung.net









































ilmu adalah investasi tiada henti