ikatlah ilmu dengan menuliskannya"sanitomichie"

Friday, July 13, 2007


Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Memelihara Perut
HAi orangorang yang beriman,makanlah diantara rezeki yang baik baik yang kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah jika benara benar ahanya kepada-Nya kamu menyembah. ( QS al-Baqarah [2]:172)

Aktifitas makan aternyata bisa menjadi jalan seseorang untuk mengenal dan lebih akrab dengna Allah Azza Wa Jalla,namun bisa juga menjadi jalan baginya dekat pada hawa nafsu,BAgi amba Allah yang telah memahami hakikat makan ,tatkala makana telahmasuk kedalam perutnya ,ia akan memperleh dua keintungan yakniterpenuhinya hak tubuhnya sekaligus dapat melunakan hawa nafsunya. Dengan demikian maka baginya telah menjadi ladang amal shaleh.

Sebaliknya bagi siapa saja yang tidak mengerti arti hidup ini ,maka baginya makan tak lebih dari sekedar memuaskan hawa nafsu belaka dengan demikian,makan ,tidak bisa tidak telah menjadi virus yang tanpa disadari akan menggerogotinya sehingga menjada hancur sehancur hancurnya.Jelas bagi orang semacam ini aktifitas makan hanya akan semakin menjauhkan dirinya dari karunia Allah.

Barang siapa yang ingin memiliki hati yang sehat dan senantiasa memelihara kebeningannya,hendaknya senantiasa menjaga kehati-hatiannya ketika menghadapi suatu hidangan ,ia tahu persisi makna suatu perintah Allah Azza Wa Jalla"Hai orag orang yang beriman,makanlah diantara rizki yang baik baik yang kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah jika benar benar hanya kepada-Nya kamu menyembah-Nya"( QS al-Baqarah[2]:172) Karenanya ia hanya mau makan bila hal itu bisa menjadi alat taqarrub kepada Allah .


Betapa ia menyadari ,bhawa aktifitas makan itu ternyata bukanlah sekedar untuk mengenyangkan perut ,lalu berdampak pulihnya kembali tenaga didalam tubuh .Makan pun bukan sekedar mengucap kenikmatan karena nikmatnya makan itu hanya "sepanjang telunjuk"

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Setiap ucapan Bani Adam itu membahayakan dirainya ( bukan memberi manfaat ),kecuali kata kata berupa amar ,a'ruf nahyi munkar (memerintahkan kebaikan,melarang kemungkaran ) dan dzikrullaah Azza Wa Jalla ( mengungat Allah Azza Wa Jalla )
" HR,Tirmidzi"

Mengapakah saat saat beribadah kepada Allah kita sering tidak merasakan kekhusyukan apalagi sampai dapat menitikan air mata,sehingga hampir tidak pernah terasakan lagi lezatnya dan nikmtanya menghadap Allah..? ternyata semua itu berpangkal dari hati yang kotor. Didalam hati yang demikian memang tak akan pernah akan bersemayam nuur ( cahaya ) iman yang sesungguhnya.

Akibat lain dari memiliki hati yang busuk,kusammkesat da kotor adalah tidak akan pernah mampunya kita melahirkan kalimat kalimat lisan yang bernas dan bermutu.tiap tiap kalimat yang keluar dari lisan,kata Syeikh Ubnu Atha'Illah pastilah membawa corak bentuk hati yang meangeluarkannya,betapa tidak ...?hati itu bisa didibaratkan dengan teko ,teko hanya mengeluarkan isinya bila ia berisi air kopi maka yang keluarpun pastilah air kopi begitupun bila yang keluarnya air bening maka yang keluarnyapun pastilah air bening.

Terjadinya lisan seseorang menghamburkan kata kata kasar menyakitkan jorok da sia sia,semua itu ,tidak bisa tidak bersumber dari hati yang tidak beres. Seseorang yang hatinya tidak selamat akan sangat sulit mengendalikan lisannya,apa saja yang terihat didepan matanya niscaya akan membuat lidahnya gatal untuk segera berkomentar,terlepas dari komentarnya itu bermut atau tidak ,bermanfaat bagi dirinya atau tidak ada yang mendeangarkan dirinya atau tidak.jelas tak akan pernah disadari bahwa perkataanya mungin bisa sia sia.

Bahkan tidak jarang pada akhirnya sang lisan jadi tergelincir kedalam perbuatan ghibah karena hanya gemar menyelisik kekurangan dan aib orang lain.Bilapun perkataanya didengar oleh orang yang dinilainya,maka jadilah ia perkataan yang menganiaya dan menyakit perasaanya..bahkam tidak jarang pula ia lebih meningkat lagi daripada itu,yakni fitnah...! padahal.sungguh pandangan manusia itu amat terbatas untuk menilai kebaikan atau keburukan seseorang.

Perkataan yang kurang bermutu dan hampa makna bisa juga keluar dari lisan seseorang yang ddasari oleh hati yang tidak ikhlas,ini bisa terjadi pada siapa saja,adakah ia seorang sahabat,guru,atasan bahkan mubaligh sekalipun,mengapa ada seseorang yang habis habisan yang dinasehati oleh orang tua atau gurunya,tetapi tetap saja berkelakuan buruk ..? jawabnya ,mungkin mereka tidak menasehatinya dengan ikhlas dengan hati yang benar benar tulus semata mata ingn membimbing sang anak kejalan yang benar,mungkin nasehat itu kaluar dari lisannya seraya hatinya penuh diselimuti nafsu amarah.

Mengapa pula seseoarang mubaligh telah habis habisan berceramah menyampaikan kebenaran ,tetapi toh tak membekas sama sekali dihati para jemaahnya...? Kemungkinan yang demukian itu dari engkau sendiri" kata Muhammad Bin Wasi seorang ulama ahli ma'rifat,sebab,kata Wasi.. bila nasehat itu berkata dari hati yang ikhlas,pastilah masuk kedalam hati,sebaliknya,nasehat yang hanya berupa gubahan lidah dan rekan rekaan belaka,ia akan masuk dari telinga kana dan keluar dari telinga kiri,Sebagus apapun kata kata yang terucap,bila keluar dari hati yang riya.sum'ah ( sekedar mencari popularitas ) ujub,atau takabur,maka ia tak akan pernah mampu menghujam kedalam libuk hati pendengarnya.

Lidah memang tak bertulang,mengeluarkan kata kata yang bagaimanapun dari llisan sungguh teramat mudahnya,akan tetapi apa dampaknya,,,? dan bagaimana dampaknya dan bagaimana akibatnya itulah yang sering tidak terpikirkan.Sepatah kata yang terucap sama sekali tidak akan membuat tubuh seseoarang terluka,namun siapa yang tah kalau justru hatinya yang tersayat sayat atau sebaliknya sepatah kata yang terucap ,justru malah menjadai penyebab si pengucapnya mendapat celaka ataupun selamat,baik ketika didunia ataupun di akhirat kelak,Rasulallah bersabda,"Setiap ucapan Bani Adam itu membahayakan dirinya ( bukan mewmberi manfaat ) kecualai kat akata berupa amar ma'ruf nahyi munkar dan dzikrullah'Azza Wa Jalla!' ( HR.Tirmidzi)

Karenanya,jangan heran kalau hanya disebabkan sepatah dua patah kata saja yang terlontar dari mulut bisa terjadi perkelahian,dua orang saudara bisa bermusuhan,bahkan membuat seseorang mendekam dibalik terali besi,atau sebaliknya tidak perlu heran pula bila berkat satu dua patah kata seseorang bisa selamat dari malap[etaka yang akan meanimpanya.

Apalagi balasan yang akan menimpa kita diakhirat kelak sebagai akibat terpelihara atau tidaknya lisan"Barang siapa yang memellihara apa yang ada diantara janggutnya ( yakni lisannya) dan apa yang ada diantara kedua pahanya ( yakni farjinya ) karena aku " sabda Rasulallah" maka akan kujamin dia masuk surga " ( HR. Bukhari).Sesungguhnyalah yang paling banyak memasukan manusia kedalam neraka adalah dua lubang yaitu mulut dan farji" HR tirmidzi.

Dengan demikian hendaknya kita selalu berhati hati dengan lisan .Setiap kata yang hendak diucapkan hendaknya terlebih dahulu dipikirkan masak masak.sekiranya kata kata yang akan terucap itu tidak ada manfaatnya sebaiknya kita memilih diam Rasulallah saw bersabda" Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir ,hendaklah in mengucapkan kata kata yang baik atau diam" HR Bukhari-Muslim.

Lidah ,tanpa tenaga dan tanpa biaya bisa kita gerfakan setiap[ saat,barang siapa diantara kita terlampau banyak bicara,akan sangat cepat mengeraskan hati.Orang yang paling beruntung didunia ini adalah" Fal yaqul khairan atau liyasmut"Orang yang sangat bisa memperhitungkan setiap kat katanya,barang siapa yang berpikirnya lebih banyak daripada bicaranya,insyaAllah ,kata katanya akan membersihkan hati.

Hati yang selamat,subhanallah siapapun pasti merindukannya,Hati yang selamat tidak hanya akan menyelamatkannya didunia,tetapi juga di yaumil hisab nanti , yakni Yauma laa yanfa'u maalun walaa banuun,illa man atallaaha bi qalbin salim" ( QS asy Syu'ara[26]:88-89 ) Pada hari keatika harta dan anak anak tidak lagi bermanfaat,kecuali hati yang selamat.***

myspace codes
Myspace Codes: MyNiceSpace.com

By ikhsan sanitomichie

Thursday, July 12, 2007

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Undangan Allah
Oleh K.H. ABDULLAH GYMNASTIAR

IBADAH haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkarinya, maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam (QS. Ali Imran: 97).
Setiap orang yang berusaha taat menjalankan perintah Allah, pasti menginginkan bisa menunaikan ibadah haji ke Baitullah.
Siapapun dia, kaya atau miskin. Tetapi, tak jarang pula orang yang telah dicukupkan hartanya dan diberi nikmat sehat, sering menunda-nunda kewajiban tersebut dengan berbagai alasan. Sementara, sebagian orang belum mampu berangkat haji karena masalah uang. Sahabat, perkara haji sama sekali bukan perkara ada atau tidaknya uang.
Betapa banyak orang yang dititipi harta melimpah, tapi tetap saja ia tidak bisa berangkat haji. Tak sedikit di antara mereka pulang-pergi ke luar negeri, namun toh tetap tidak pernah sampai ke tanah suci. Mengapa demikian?
Seseorang bisa menunaikan ibadah haji apabila telah di "diundang" oleh Allah Yang Mahakaya. Allah mengundang hamba-Nya disebabkan dua hal. Ada yang diundang karena niatnya baik, dan ada pula yang diundang karena niatnya jelek. Ada yang membedakan antara dua kelompok orang ini yaitu setelah kepulangannya dari tanah suci. Yang pertama, akan menyandang gelar haji mabrur dan yang kedua menyandang gelar haji mardud. Apa yang menyebabkan haji seseorang itu mabrur atau mardud? Penyebab utamanya adalah faktor niat.
Bila seseorang pergi haji karena ingin mendapatkan titel haji agar terlihat lebih bonafide, misalnya, maka niat seperti ini hanya akan menjerumuskan diri pada kesia-siaan. Ibadah haji adalah panggilan hati dan kewajiban setiap Muslim. Bahkan, dapat dianggap hutang bila belum ditunaikan. Alangkah indahnya andai sebelum mati, kita bisa menyempurnakan keislaman kita, hingga Allah pun berkenan menyempurnakan karunia nikmatnya pada kita.
Motivasi kedua adalah ingin menghapus segala dosa. Sebesar apa pun dosa seseorang, insya Allah akan terhapuskan bila hajinya diterima. Bila kita sudah memiliki keyakinan seperti ini, sebesar apa pun biaya yang harus dikeluarkan untuk ibadah haji, maka akan terasa kecil nilainya dibandingkan dengan hikmah dan manfaat yang diperoleh.
Bukankah uang yang kita keluarkan itu hakikatnya milik Allah juga? Ketiga adalah jaminan dari Allah dan Rasul-Nya bahwa tiada balasan yang lebih pantas bagi haji mabrur, kecuali surga. Barangsiapa yakin dengan janji ini, niscaya nilai harta yang dikeluarkan terlalu murah bila dibandingkan dengan pahala yang akan didapat. Betapa tidak, sudah dosa diampuni, mendapat jaminan surga, semua biaya yang telah dikeluarkan pun akan diganti dengan berlipat ganda ketika di dunia ini juga.
Tidak ada orang yang pulang dari tanah suci dan diterima hajinya, lantas jatuh miskin. Sebaliknya, Allah SWT akan memudahkan ia dalam mendapatkan rezeki. Jadi, tidak ada yang paling merugi di dunia ini, kecuali orang yang tidak mau berhaji padahal ia mampu. Bagaimana caranya agar Allah SWT berkenan mengundang kita ke rumah-Nya?
Seseorang yang mencintai sahabatnya, pasti mau berbuat apa saja bagi sahabatnya tersebut. Jadilah orang yang dicintai-Nya. Bila kita sudah dicintai Allah, maka Allah-lah yang akan memudahkan kita agar dapat menghadap-Nya. Kuncinya, amalkan semua perbuatan yang disukai Allah. Ternyata amalan pertama yang paling disukai Allah adalah salat tepat waktu, salat tahajud, birul walidain, memuliakan orang tua dan mendidik anak-anak, serta sedekah.
Sebanyak apapun harta yang kita belanjakan di jalan Allah, pasti Ia akan mengganti harta yang kita belanjakan tersebut dengan yang lebih banyak dan berkah. Karena itu tak heran bila Rasulullah SAW selalu melepas orang yang berhaji dengan sebuah doa, "Semoga Allah menerima hajimu, mengampuni dosamu, dan mengganti biaya-biayamu" (HR. Ad-Dainuri). Jadi, apalagi yang kita cemaskan dari janji-janji Allah tersebut? Wallahu 'alam.***
Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Jagalah Perilaku,Hati pun Bening

Mengapa seorang anak yang telah habis habisan dinasehati oleh orang tua atau gurunya,namun tetap saja berkelakuan buruk...? Mengapa pula seorang mubaligh yantg talah habis habisan bercereamah menyampaikan kebenaran,tetapi tidak membekasa sama sekali dihati jemaahnya...?

"Kemungkinan yang demikian itu berpangkal dari engkau sendiri,..."Kata Muhammad Bin Wasi".Seorang ulama ahli ma'rifat."sebab,lanjut Wasi."bila nasehat itu keluar dari hati yang iklas pastilah masuk kedalam hati..."

Aneka perilaku yang kurang terjaga ternyata membuat hati kita kesat,kusam,dan kotor.Hati yang bening niscaya akan datang dari perilaku yang terjaga.

Menahan Pandangan

Dan janganlah kamu kamu mengikat apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya,Sesungguhnya pendengaran ,pendengaran dan hati semua itu akan dimintai pertanggungjawabannya.( QS al-Israa'[17]:36 )

Satu hal yang hendakmya dicamkan benar benar oleh setiap hamba Allah adalah bahwa Allah Azza wa Jalla itu Ghafuururrahiim.Dia adalah satu satunya Dzat yang mempunyai samudra ampunan dan kasih sayang yang sangta luas. Tak ada dosa sebesar apapun yang tak tenggelam dalam samudra ampunan dan rahmat kasih sayang-Nya sejauh tak menyekutukannya.

Pantaslah Syeikh Ibnu Atha'illah didalam kitabnya yang terkenal.Al Hikam,menasihatkan,"Jika terlanjur berbuat dosa,maka janganlah hal itu sampai menyebabkan patah hatimuuntu mendapatkan Istiqomah kepada Tuhanmu. Kemungkinan yang demikian itu sebagai dosa terakhir yang telah ditgakdirkan olehmu."

Hati yang sakit,atau bahka mati,disebabkan oleh noktah noktah dosa yang bertambah dari waktu ke waktu kareana amal perbuatan yang kurang terpelihara,sehingga menjadikannya hitam legam dan berkarat.Akan tetapi bagaimanapun kondisi hati kita saat ini,tak tertutup peluang untuk sembuh,sehingga menjadi hati yang sehat sekiranya kita berjuang sekuat tenaga untuk mengobatinya.

Ada empat virus perusak hati yang harus kita waspadai agar hati yang sakit atau mati dapat disembuhkan sementara hati yang sudah sehat dapat terawat dan terpelihara kebeningannya Mudah mudahan dengan mewaspadai keempat virus tersebut Allah Azza Wa Jalla menolong kita.

Salah satunya yag meambuat hati ini semakin membusuk, kotor dan kerasa membatu adalah tidak pandainya kita menahan pandangan.Barang siapa yang semasa didunia ini tidak mahir menahan pandangan,gemar melihat hal hal yang diharamkan oleh Allah ,maka jangan terlalu berharap dapat memiliki hati yang bersih.Umar Bi Khaththb pernah berkata"lebih baik aku berjalan dibelakang singa dari pada berjalan dibelakang wanita"Orang orang yang sengaja mengobral pandangannya terhadap hal hal yang tidak hak bagi dirinya,tidak usah heran kalau hatinya lambat laun akan semakin keras membatu dan nikmat imanpu akan semakin hilang manisnya.

Sebenarnya bukan hanya mengumbar pandangan terhadap lawan jenis,melainkan pula orang yang matanya selalu melihat aneka asesoris duniawi ini. Melihat sesuatau yang tidak ia miliki rumah orang lain yang lebih mewah,mobil orang lain yang lebih bagus,atau uang orang lain yang lebih banyak, Hatinya lebih bergejolak memikirkan hal hal yang tidakm dimilikinya dari pada menikmati apa apa yang dimilikinya.

Oleh sebab itu ,kunci bagi orang yang ingin memiliki hati yang bening adalah tundukan pandangan, karena tiada lain berawalnya maksiat itu tiada lain dari pandangan.

Kalau perakara duniawi,jangan lah sekali kali melihat keatas,Akan capek kita jadinya karena Rizki yang telah menjadi hak kita itu tidak akan kemana mana,Mati-matian kita menginginka sesuatu,kalu Allah tidak memberi ,maka tidak akan kita dapatkan. Lebih baik lihatlah kebawah Tengoklah orang yang lebih fakir dan lebih menderita dari pada kita. Lihatlah orang yang lebih sederhana hidupnya,semakin sering melihat kebawah,Subhanallah,hati ini akan semakin dipenuhi oleh rasa syukur dibanding orang yang suka menengadah keatas.

Kalaupunkita akan melihat keatas ,tancapkan pandangan kita ke yang maha atas sekaligs,yakni kepada Dzat Penguasa Alam semesta.Allahu Akbar...lihatlah kemaha kuasaan-Nya.Allah Maha kaya dan tak akan berkurang kekayaan-Nya walaupun selalu kita minta sampai akhir hayat.

Orang yang hanya melihat keatas dalam urusan duniawi,hatinya akan cepat kotor dan hancur,Sebaliknya kalau tunduk dalam melihat kemahaagngan serta kemahabesaran Allah,maka tidak bisa tidak,kita akan menjadi orang yang memiliki hati bersih dan selamat.

Buya Hamka ( alm) pernah berkata,mengapa manusia bersikap bodoh..? tidakah engkau tatap langit yang biru dengan awan berarak seputih kapas..? atau engkau turuni lembah,sehingga akan kaudapatkan air yang bening .atau engkau bangun dimalam hari,kau saksika bintang gemintang bertaburan dilangit biru dan rembulan yang tidak pernah bosan orang menatapnya,Atau engkau dengarkan suara jengkerik dean katak saling bersahutan,sekirany seseorang amat gemar memandang keindahan ,amat senang mendengar keindahan,niscaya hatinmya akan terbebas dari perbuatan keji,sesungguhnya keji itu buruk,sedangkan yang buruk itu tidak bersatu dengan keindahan."

Berbahagialah orang orang yang senang melihat kebaikan orang lain. Tat kala mendapati seseorang tidak baik kelakuannya,ia segera mafhum bahwa manusia itu bukanlah malaikat. Dibalik segala kekurangannya yang dimilikinya pasti ada kebaikannya,Perhatikanlah kebaikannya itu sehngga akan tumbuh rasa kasih sayang di hati. Mendengar seseorang selalu berbicara buruk dan menyakitkan,segera mafhum,Siapa tahu ia sekarang berbicara buruk namu besok lusa berubah menjadi berucap baik,Karenanya dengan mendengarkan kata kata yang baik baiknya saja niscaya akan tumbuh rasa kasih sayang dihati. Maulana jalaluddin Rumi pernah berkata,orang yang begitu senang dan nikmat melihat dan menyebut nyebut kebaikan orang lain bagaikan hidup disebuah taman yang indah.Kesini Angrek,kesana melati pokoknya kemana saja mata memandang ,yang tampak hanyalah bebungaan yang indah mekar dan harum mewangi.Dimana mana yang terlihat hanayalah keindahan.

Sebaliknya orang yang gemar melihat aib dan kejelekan orang,pikirannya hanya diselimuti, denga aneka keburuka sementara. hatinya hanya dikepung dengan prasangka,prasangka buruk,Karenanya kemanapun matanya melihat,yang tampak adalah ular,kalajengkina diri dan sebagainaya. Dimana saja ia bearada senantiasa tidak akan pernah dapat ternikmati indahnya hidup ini."

Sungguh berbahagialah orang yan pandai memelihara pansangan karena ia akan dapat merasakan nikmatnya bening hati.Allah AzzaWa Jalla adalah Dzat maha pembolak balik hati hamba hamb-Nya sama sekali tidak sulit baginya untuk menolong siapapun yang merinduan hati ayang bersih dan bening sekiranya ia berikhtiar yang bersungguh sungguh.Wallahu a'lam bishshawwab.***

Tuesday, July 10, 2007

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Hati Yang Selamat ( Qolbun Saliim)

Pada hari ketika harta dan anak anak tidak bermanfaat,kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat.( QS. asy-Syu'raa[26]:88-89)

Maha suci Allah Azza wa Jalla yang tealah menganugerahkan berbagai kelebihan pada diri manusia yang tidak dimiliki oleh mahluk mahluk Allah lainnya dijagat raya alam semesta ini. Allah tahu persis bahwa sebagai mahluk cipataan-Nya yang paling sempurna,manusia akan mampu menjadai khalifah dibumi ini.karenanya Dia mengkaruniakan segumpal daging barnama hati( Qolb),yang deangan itu manusia bisa menjadi terangkat daerajat kemuliaanya disisi Allah lebih tinggi dari pada malaikat,tetapi bisa juga menjadi jatuh sejatuh jatuhnya.

Orang orang yang aka diangkat derajat kemuliaanya ( bahkan ) melebihi malaikat,subhanallah,meraka adalah ynag berhasil memelihara,.merawat dan memperindah hatinya sehingga menjadi sehat.Sungguh teramat beruntung siapa saja yang memiliki Qolbunsahih ini,Sedangkan orang orang yang akan tergelincir jatuh derajat kemuliaannya kedalam jurang kehinaan sdalam dalamnya,meraekalah yang membiarkan hatinya kotor membusuk tak terawat,mereka adalah orang orang yang memiliki Qolbun Maridh,bahkan Qolbun Mayyit. Sungguh celaka siapapun yang memiliki hati semacam ini. Na'udzibillaahi mindzaalik.

Barangsiapa memiliki hati yang sehat,pada dasarnya ia memiliki hati yang selamat. Barang siapa yang memiliki hati yag selamat ,tidak bisa tidaka ia akan diselamatkan oleh Allah baik didunia maupun diakhirat kelak,Allah akan meolongnya dari dahsyatnya hari kiamat justru pada saat tak ada satupun yangn mampu memberikan pertolongan "Yauma Laa Yanfa'umaalun wa laa banuun,illa man atallaaha bi qalbin saliim"(QS asy-Syu'ara[26]:88-89) Pada hari ketika harta dan anak anak tidak bermanfaat,kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat.

QalbunSaliim ( hati yang selamat) adalah hati yang terbebas dari jeratan memperturutrkan hawa nafsu untu menyalahi perinyah Allah. Pemiliknya akan terselamatkan dari segala bentu keraguan yang dapat menggelincirkannya dari kebenaran,sehingga akan selamat pula dari menghamba kepada selain-Nya ( Syirik).Ia pun akan terbebas dari perbuatan menjadikan hakim selain Rasulallah saw,sehingga ,tidak bisa tidak,ia akan menjadi hamba Allah yang diridhai-Nya.

Siapapun yang Allah takdirkan memiliki hati yang selamat akan merasakan seakan akan telah meninggalkan dunia ini menuju alam akhirat. Disana tinggal menetap.adapun keberadaanya didunia ini tak lebih sebagai seorang asing yang singgah sejenak atau seorang pengembara yang duduk berteduh dibawah pohon rindang,menikmati keteduhan,semilir angin pelepas rasa penat,dan mengambil kebutuhan sekedarnya ntu kemudian kembali meneruska perjalanan pulang ke kampung halaman.Demikianlah perumpamaannya hidup didunia ini.***

Diantara ciri orang yang hatinya selamat adalah hidupnya diselimuti mahabbah( kecintaan) dan tawakal kepada Allah.Tidak usah heran manakala ia mncintai sesuatu kareana Allah.sehingga ia tidak akan berlebihan dalam menecintai sesama mahluk ,Demikian pula jika ia membenci sesuatau maka iapun akan membencinya karena Allah semata,sehingga perbuatannya itu tidak akan tergelincir kedalam perbuatan dosa dan aniaya.sebaliknya malah menjadi ladang pahala.

Dalam hal beribadah,orang yang hatinya selamat segenap cita cita dan perhatiannya hanya tertuju kepada satu hal,yakni harusa menjadi ladang ibadah dan amal shaleh,kareananya,umurnya dipelihara seefektif mungkin karena takut jangan jangan waktu yang ia miliki hilang dengan sia sia sedaghkan modal manusia adalah umur,dan waktu pastilah tidak akan pernah kembali.

Tat kala datang waktu sholat,ia segera bergegas segera meninggalkan segenap urusan duniawi dan mengosongkan hati dan pikirannya dari segala kekawatiran terhadap kemungkinan berkurangnya apa yang sedang dan akan dimilikinya.toh ia yakin dengan janji Allah,bahwa..Barang siapa yang bertakwa kepada Allah,niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan membeereinya rezeki dari arah yang tak disangka sangka.Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah,niscaya Allah akan mencukupkan(keperluan)nya"" (QS ath-Thalaaq[65]:6-7).

Dengan demikian ,tatkala mengucapkan takbiratul ihram,hilanglah dari pemikirannya dari segala tetek bengek urusan duniawi,Yang ia temui dalam sholatnya adalah kekhusyukan ,kedeamaian dan nikmatnya ibadah serta mengingay Allah Azza wa Jalla,Sekali kali hati dan pemikirannya tidakakan pernah lalai dari dzikrullah(mengingat Allah) Ia akan merasaan sedih gelisah dan kecewa jika tak sepat atau tertinggal dalam melakukan suatu ibadah. Pendek kata,ia akan teramat rindu untuk senantiasa dapat berkhidmat dan mengabdi kepada Allah,sebagaimana rindu dan penuh harapnya seseorang yang tengah ditimpa kelaparan akan sesuap nasi dan seteguk air.

Demikian pun dalam hal berikhtiar mencari kelebihan dari karunia Allah.Orang orang yang memiliki hati yang bersih dan selamat akan bersungguh sungguh merasakan lezatnya bersimbah peluh berkuah keringat dalam ikhtiarnya,Ia yakin bahwa ikhtiar dzahir dan kerja keras adalah ladang amal saleh juga sebagaimana halnya ikhtiar bathin bearupa dzikrullah dan beribadah sesuai yang diperintahkan-Nya.

Otak diputar seratus persen dan tubuh digerakan seratus persen ,namun subhanallah hatinya tidak pernah menderita sedikitpun karaena telah yakin akan jaminan Allah .Sekalikalitidaj akan pernah tertukar apa yang tela ditetapkan allah atas hamba-hamba-Nya. Kendatipun bergabung jin dan manusia akan mencelakakannya ,namun ma ashaaban minmushiibatin illa bi idznillaah. tidak pernah menimpa suatu musibah itu,tanpa ijin Allah,.

Oleh karena itu,orang yang memiliki hati yang selamat har harinya akan dihiasi sengan ikhtiar yang penuh semangat,tetapi hatinya tidak akan pernah sengsara oleh ikhtiarnya,semua itu ia yakin bahwa Allah tidak akan pernah lalai mengurus hamba hamba-Nya.Tubuh seratus persen ikhtiar,hati seratus persen tawakal,akal pikiran seratus persen diasah agar senantiasa beramal sesuai dengan ketentuan Allah dan Rasul-Nya,kesibukan deangan urusa duniawi tidak membuat hatinya resah.keyakinannya kepada Allah tidak pernah menghambat ikhtiarnya.

Tidak ada tidakmjujur,tidak ada licik,tidak ada jahat,tidak ada dzalim,karena orang orang yang mengenal Allah yakin bahwa cara apapun yang dipakai.toh tetaplah Allah juga yang memberi rezeki.Jadi,untu apa mencari rezeki...dengan cara yang tidak benar ..?adahal satu satunya pemberi rezeki adalah Allah yang maha kaya,yang tidak akan pernah berkurang kekayaannya.Semua perilaku tida benar dalam berikhtiar dimuka bumi ini hanyalah milik orang orang yang hatinya mati,Qalbun Mayyit...!
Subhanallah!Wahai Dzat Maha Pembolak balik hati,tetapkanlah hati kami dalam agama-Mu dan ketaatan atas segala perintah-Mu......***

myspace codesBy.ikhsan sanitomichie
Myspace Codes: MyNiceSpace.com

Monday, July 9, 2007

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Menghidupkan Hati Nurani


Dan berilah kabar gembira kepada orang orang yang tunduk patuh (kepada Allah),(yaitu)orang orang yang apabila disebut nama Allah,gemetarlah hati mereka,...(QS al-Hajj[22]:34-35)

Kalau adaa satu keberuntungn bagi manusia dibandingka dengan hewan,maka itu adalah bahwa manusia memilik kesempatan untuk ma'rifat(kesanggupan mengenal Allah).Kesanggupan ini dikaruniakan Allah karena manusia memiliki akal dan -terutama -sekalihati nurani.Ini adalah karunia Allah yang sangat besar bagi manusia.

Orang orang yang hatinya berfungsi akan berhasil mengenali dirinya dan pada akhirnya juga akan berhasil mengenali tuhannya.,Tidak adakenyataan terfmahal dalam hidup ini,kecuali keberhasilan mengenali diri Tuhannya. Karenanya ,siapapun yang tidak bersungguh sungguh menghdupkan hati nuranunya,ia akan jahil,akan bodoh,baik dalam mengenali dirinya sendiri.Lebih lebih dalam mengenali Allah Azza Wa Jalla,zat yan telah mnyempurnakan kejadiannya dan pla mengurus tubuhnya, lebih dari apa yang bisa ia lakuka terhadapa dirinya sendiri.

Orang orang yang sepanjang hidupnya tidak pernah mampu mengenal dirinya dengan baik,tidak tahu harus bagaimana menyikapi hidup ini,apalagi menyikapi indahnya hidup,apalagi merasakan indahnya hidup.. Demikian pun karena tridak mengenal Tuhannya,maka hampir dapat dipastikan kalau yang dikenalnya hanyalah dunia ini saja,dan itupun hanya sebagian kecil belaka.

Akibatnya,semua kalklasi perbuatannya,tidak bisa tidak,hanya diukur ileh aksesoris keduniaan belaka.Dia menghargai orang orang semata mata orang tersebut tingi pangfkat,jabatan dan keddudukannya ataupun banyak hartanya. Demikian pula dirinya sendiri merasa berharga dimata orang lain,itu karena ia merasa memiliki kelebiha duniawi dibandingkan dengan orang lain.Adapun dalam perkara harta,gelar ,pangkat ,dan kedudukan itu sendiri,ia tidak akan memperdulikan dari mana datangnya dan kemana perginya karena yang penting baginya ada dan tiadanya.***

Sebagian besar orang orang ternyata tidak mempuyai cukup waktu dan kesungguhan untuk bisa mengenali hati nuraninya sendiri.Akibatnya ,menjadi tidak sadar apa yang harus dilakukan dalam hidupnya didunia yang serba singkat ini.Sayang sekali,hati nuran itu-berbeda dengan dunia- tidak bisa dsiihat dan diraba.Kenadtipun demikian ,kita hendaknya sadar bahwa hatilah pusat segala kesejukan dan keindahan dalam hidup ini.

Seorang ibu yang tengah mengandung ternyata mampu menjalani hari harinya dengan sabar.padahala jelas secara duniawi tidak menguntungkan apapun.yang ada malah berat melangkah,sakit,lelah,dan mual,walaupaun demikian,senua itu tidak membuat sang ibu berbuat aniaya terhadap jabang bayi yang dikandungnya.

Datang saatnya melahirkan,apa yang bisa dirasakan oleh seorang ibu,selain rasa sakit yang tak terperikan,tubuh terluka dareah bersimbahbahkan tak jarang berjuang diujung maut ketika jabang bayi berhasil terlahir kedunia,subhanallah sang ibu malah tersenyum penuh bahagia. Sang bayi yang masih merah itupun dimomong siang dan malam dengan penuh kasih sayang.Padahal tangisnya ditengah malam buta membuat sang ibu kurang jatah istirahatnya.Siang malam ia dengan sabar mengganti popok yang sebentar sebentar basah dan sebentar sebentar belepotan e'e' baynya. Cucianpun malah menggunung karena tak jarang pakaian sang ibu harus sering diganti kareana terkena pipis sijantung hati.Akan tetapi masya Allah semua beban 'deriat' itu tih tidak membuat ia berlaku kasar atau mencampakan sang bayi.

Ketika tiba saatnya sibuah hati belajar berjalan,ibupun dengan sejksama membimbing dan menjaganya hatinya selalu cemas jangan jangan simungil yang kian lucu itu terjatuh atau menginjak duri.Saatnya sianak harus masuk sekolah ,tak berkurang menjadi beban orang tua.Demikian pula ketika memasuki dunia remaja,mulai tampak kenakalannya,milai sering membuat kesal orang tua ,sungguh menjadi beban btin yang tidak ringan.

Pendek kata,sewaktu kecil menjadi beban sudah besar pun tak berkurang kurang menyusahkan.Begitupun rentang waktu yang harus dijalani orang tua dalam menanggung segala beban,namun begitu sedkit balas jasa anak.Bahkan tak jarang sang anak malah membuat durhaka,menelantarkan dan mencampakan kedua orang tuanya begitu saja manakala saatnya mereka tua renata.

Mengapa orang tua bisa demikian than untuk terus menerus berkorban bagi anak anaknya...? karena,keduanya mempunyai hati nurani,yang dari dalam terpancar kasih sayang yang tulus dan suci..Walaupun tidak ada imbalan langsung dari anak anaknya,namun nurani yang memiliki kasih sayang inilah yang membuat tahan terhadap segala kesulitan dan penderitaan.Bahkan sesuatu yang menyengsarakan pun terasa tidak menjadi beban.

Oleh karena itu,beruntunglah orang yang ditakdirkan memiliki kekayaan berupa harta yang banyak,Akan tetapi yang harus kita jaga dan merawat sesungguhnya adalah kekayaan batin kita berupa hat nurani ini,Hati nurani yang penuh cahaya kebenaran akan membuat pemiliknya merasakan indah dan lezatnya hidup ini karena akan selalu merasakan kedekatan dengan Allah Azza wa Jalla,sebaliknya waspadalaha bila hati cahaya hati nurani menjadi redup.kareana tidak bisa tidak,akan membuat pemiliknya selalu merasaka kesengsaraan lahir batin lantaran senantiasa merasa terjauhkan dari rahmat dan pertolongan-Nya.

Allah maha tahu akan segala lintasan hati,dia menciptakan dunia beserta segala isinya ini dariunsur tanah.dan itu berarti senyawa dengan tubuh kita karen sama sama rterbuat dari unsur tanah.Karenanya,untuk memenuhi kebutuhan kita tidaklah cukup denga berpikir tetapi harus dipenuhi dengan aneka erangkat dan makanan yang ternyata sumbrnya dari tanah pula.

Bila perut terasa lapar,maka kita santap aneka makanan yang ternyata sumbernya dari tanah.Bila tubuh kedingina kitapun mengenakan pakaian,yang bila ditelusuri unsur unsur nya terbuat dari tanah,da demikian pula bila suat ketika tubuh kita menderiata sakit,maka dicarilah obat obatan yang juga diolah dari komponen komponenyang berasal dari tanah pula,Pendek kata untuk segala kebutuhan tubuh kita mencari semua jawabannya dari tanah.

Akan tetapi ,kalau ini ternyata tidak senyawa dengan unsur unsur tanah,sehingga ia hanya akan terpuaskan lapar,dahaga,sakit serta kebersihannya semata mata dengan mengingat Allah."Alla bi dzikrillahi tathmainul quluub"(QS ar-Ra'd[13]:28) camkan hatimu hanya akan tenteram jukalau engkau hanya ingat kepada Allah.

Kita aka mempunyai banyak kebutuhan untuk fisik kita,tetapi kita pun memiliki kebutuhan untuk kolbu kita.Karenanya marilah kita mengarungi dunia ini sambil memenuhi kebutuhan fisik dengan unsur duniawi,tetapi kolbu atau hati nurani tetap tertambat kepada Dzat pemilik dunia .Dengan kata lain tubuh sibuk dengan urusan duniawi tetapi harus sibuk dengan Allah yang memiliki dunia inilah sebenarnya yang harus kita lakukan.

Sekali kita salah dalam mengolah hati-tubuh da hati sama sama sibuk dengan urusan dunia-kitapu akan strees jadinya.Hari haripun sdenantiasa akan dipenuhi dengan kecemasan.kita kan takut ada yang menghalangi,takut tidak kebagian ,takut terjegal dan seterusnya.Ini semua disebabkan oleh sibuknya seluruh jasmani dan ruhani kita dengan urusan dunia semata.

Inilah sebenarnya yang sangat potensial membuat redupnya hat nurani,kita sangat perlu meningkatkan kewaspadaan agar jangan sampai menaglami musibah semacam ini.***
Bagaimana caranya agar kita mampu senantiasa membuat hati nurani ini tetap bercahaya...?Secara umum solusinya adalah bagaimaa yang telah diugkapkan diatas,kita harus senantiasa berjuang sekuat kuatnya agar hati ini janga sampai terlalaikan dari mengingat Allah.Mulailah dengan mengenali apa yang ada pada diri kita ,sehingga mudah mudahan ikhtiar ini manjadai jalan bagi kita untuk dapat mengenal Allah,Dzat yang telah menciptakan dan mengurus kita.

Dialah satu satunya Dzat maha pembolak balik hati,yang sama sekali tidak sulit bagi-Nya untuk membalikan hati yang redup dan kusam menjadi terang bendearang dengan cahaya-Nya,Wallahu a'lam.***



myspace codes
Myspace Codes: MyNiceSpace.com

By Ikhsan sanitomichie

Sunday, July 8, 2007

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Indahnya Hidup Dengan Bening Hati


Betapa undah sekiranya Qita memiliki hati yang senantiasa tertata,terpelihara ,dan terpelihara dan terawat dengan sebaik baiknya.Pemiliknya akan senantiasa merasa lapang,tenang,tenteram,,sejuk dalam menukmati indahnya hidup di dunia ini. Semua itu akan tercermin dalam setiap gerak gerik,perilaku,tutur kata,sunggingan senyum,tatapan mata,riak air muka bahkan diamnya sekalipun.
Orang yang hatinya tertata denga rapih dan baik takkan pernah sedikitpun merasa gelisah,bermuram durja,ataupun gundah gulana.Kemanapun pergida dimanapun berada.ia senantiasa mengendalikan hatinya.Dirinya senantiasa berada dalam kondisi damai dan mendamaikan,tenang dan menenangkan,tenteram dan menentramkan,hatinya bagai embun yahng menggelayut didedaunan dipagi hari,jernih bersinar,sejuk dan menyegarkan.Hatinya tertambat bukan pada benda benda yang fana melainkan selalu ingat dan Merindukan zat yang mahaMemberi ketentraman:Allah Azza Wa Jalla. " By.Ikhsan Sanitomichie"
Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.
Memperindah Hati
Sesungguhnya beruntunglah 0rang yang menyucikan jiwa itu.Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya(QS asy syams [91]:9-10)


Setiap manusia tentulah sangat menyukai dan merindukan keindahan.Banyak orang menganggap keindahan adalah pangkal dari puji dan harga.Tidak usah heran kalau banyak orang yang memburunya.Ada orang yang pergi beratus bahkan berkilo meter semata mata untuk mencari pemandangan yang indah.Banyak orang rela membuang waktu untuk berlatih mengolah jasmanai setiap saat kareana sangat ingn memili tubuh yang indah.Tak sedikit juga orang berani membelanjakan uangnya berjuta bahkan bermilyaran rupiah karena sangat rindu memiliki rumah atau kendaraan mewah.

Akan tetapi ,apa yang terjadi...? Tak jarang kita menyaksikan betapa terfhadap orang orang yang memiliki pakaian dan penampilan yang mahal dan indah,yang datang terfnyata buka pengharagaan,melainkan justru penghinaan.Ada juga orang yang memiliki rumah meegah da mewah,tetapi bukannya mendapatkan pujian,melainkan bahkan cibiran dan cacian.Mengapa keindahan yang tadinya disangka akan mengangkat derajat kemuliaan malah sebaliknya ,menggelilncirkan pemiliknya kedalam jurang kehinaan..? jawabnya,karaena sebagian besar orang besar terpesona hanya terhadap keindahan lahir belaka.

Padahal ketahuilah,sesungguhnya ada satu keindahan yang kalau dimiliki meski sesederhana apapun harta yang digenggam dan serendah apapun kedudukan yang diemban,niscaya kita akan menjadi orang orang yang benar benar bermutu,berharga dan terpuji,banayak orang mengurus keindaha lahir,padahal kunci keindahan yang sesungguhnya adalah jika sesunggguhnya adalah jika seseorang merawat serta memperhatikan kecantikan dan keindahan hati.Inilah pangkal kemuliaan yang sesungguhnya.

Rasulallah saw pakaiannya tidak bertabur bintang penghargaan,tanda jasa dan pangkat akan tetapi demi Allah sampai saat ini tidak berkurang kemuliaanya.Rasulallah tidak menggunakan singgasana dari emas yang gemerlap ataupun memiliki rumah yang megah dan indah..Namun demikian sdampai detik ini sama sekali tidak pernah luntur pujian dan penghargaan terhadapnya,bahkan hingga kelak datang akhir jaman,Apakah rahasianya...? ternyata semua itu dikarenakan Rasulallah adalah orang yang sangat menjaga mutu keindahan dan kesucian hatinya.

Rasulallah saw bersabda "ingatlah,dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging,kalau segumpaldaging itu baik maka akan baiklah seluruh tubuhnya.Bila rusak maka akan rusaklah seluruh tubuhnya.segumapal daging itu dnamakan kalbu."( HR Bukhari dan Muslim )

Boleh saja kita memakai segala papun yang indah indah ,namun demikian kalau tidak memiliki hati yang indah demi Alloh tidak akan pernah ada keindahan yang sebenarnya,karaenaya ,hendaknya jangan terpedaya oleh keindahan dunia,lihatlah begitu banyak wanita malang yang tak mengenal moral dan harga diri,mereka pun tidak kalah indah dan molek wajahnya,tubuh ,ataupun penampilannya kendatipun begitu,mereka tetap diberi oleh Allah aneka asesoris duniai yang undah dan melimpah.

Ternyata segala asesories duniawi dan kemewahan itu bukanlah tanda kemuliaan yang sesungguhnya karena oarng orang yang rusak dan durjana sekalipun diberi aneka kemewahan yang melimpah ruah oleh Allah.Kunci bagi orang orang yang ingin sukses yang ingn benar benar merasakan leat dan mulianya hidup,adalah orang orang yang memelihara serta merawat keindahan dan kesucian kalbunya.***

Imam al-Ghazali menggolongkan hati kedalam tiga golongan,yakni hati yang sehat(Qolbun shahih),hati yang sakit (qolbun maridh),dan hati yang mati (qolbun mayyit). Seseorang yang memiliki tubuh yang sehat.Ia aka berfungsi optimal.Ia akan mampu memilh dan memilah setiap rencana atas suatu tindakan,sehngga setiap apa yang aka diperbuatnya benar benar sudah melewati perhitungan yang jitu berdasarkan hati nuraniyang bersih.

Orang yang paling beruntung karena memiliki hati yang sehat adalah orang yang dapat mengenal Allah Azza wa Jalla denga baik. Semakin cemerlang hatinya,maka akan semakin mengenal Dia,penguasa jagat raya alam semesta ini.Ia akan memiliki mutu pribadi yang begitu hebat dan mempesona.Tidak akan pernah menjadi ujub dan takabur ketika mendapatkan sesuatu,namu sebaliknya kan menjadi orang yang bersujud tersungkur bersujud,semakin tinggi pangkatnya,akan semakin membuatnya rendah hati.Kian melimpah hartanya,ia akan kian dermawan,itu dukarenakan ia menyadari,bahwa semua yang ada adalah titipan Allah semata.Tidak dinafkahkan dijalan Allah,pasti Allah akan mengambilnya kembali juka Dia kehendaki.

Semakin bersih hati,hidupnya selalu akan diselimuti rasa syukur,Dikaruniai apa saja ,kendati sedikit ,ia tidak akan habis habisnya meyakini bahwa semua ini adalah titipan Allah semata,sehingga amat jauh dari sikap ujub dan takabur,Persisi seperti ucapan yang terlontar dari lisan nabi Sulaiman'alihissalam tat kala dirinya dianugrahi Allah berbagai kelebihan"Haadzaa min fadhli Rabbi.liyabluwaniia-asyukru amakfuru" ( QS an Naml [27]:40).Ini termasuk karunia tuhanku,untumengujiku apakah aku mampu bersyukur atau malah kufur atas nikmat-Nya.

Suatu saat Allah akan menimpakan ujian dan bala,bagi orang yang hatinya bersih,semua itu tidak kalah terasa nikmatnya,ujian dan persoalan yang menimpa justru benar benar akan membuatnya kian merasakan indahnya hidup ini .karena orang yang mengenal Allah dengan baik berkat hati yang bersih,akan merasa yakin bahwa ujian adalah salah satu perangkat kasih sayang Allah,yang membuat seseorang semakin bermutu.

Dengan persoalan akan menjadaikannya semakin bertambah ilmu.denga persoalan akan bertambah ganjaran.Dengan persoalan pula derajat kemuliaan seseorang hamba Allah akan bertambah naik,sehingga ia tidak akan pernah resah,kecewa dan berkeluh kesah karena menyadari bahwa persoalan merupakan bagian yang harus dinikmati dalam hidup ini.

Oleh karenanya,tidak usah heran orang yang hatinya bersih ditimpa apapun dalam hidup ini,sungguh bagaika air direlung lautan yang dalam.Tidak akan terguncang walaupun ombak badai saling menerjang,ibarat karang yang tegak tegar,dihantam ombak sedasyat mungkin tidak akan roboh terkapar.Tidak ada putus asa hanya kejernihan dan keindahan hati.Ia amat yakin deangan janji Allah" Laa Yukallifullahu nafsan illa wus 'ahaa"" ( QS al-Baqarah[2]:286) Allah tidak akan membebani seseorang kecuali dengan kesanggupannya,Pasti semua yang menimpa sudah diukur oleh-Nya.maha suci Allah dari perbuatan zalim kepada hamba-Nya.

Ia sangat yakin bahwa hujan pasti berhenti.badai pasti berlalu.malam pasti berganti menjadi siang.Tidak adasatupun ujian yang menimpa,kecualipasti akan ada titik akhirnya.Ia tidak berubah bagai intan yang akan tetap kemilau walaupun dihantam dengan apapun.

Memang luar biasa orang yang memiliki hati yang bersih. Nikmat datang tak pernah membuatnya lalai dari bersyukur,sementara sekalipun musibah yang menerjang,sama sekali tidak akan pernah mengurangi keyakinan akan curahan kasih sayang-Nya.Semua itu dukareanakan ia bisa menyelamati sesuatu secara lebih dalam atas musibah yang menimpa dirinya,sehingga tergapailah sang mutiara hikamah.

Subhanallah,sungguh teramat beruntung siapapun yang senantiasa berikhtiar dengan sekuat-kuatnya untuk memperindah kolbunya.***


myspace codes
Myspace Codes: MyNiceSpace.com

By Ikhsan sanitomichie

Friday, July 6, 2007

Hidup Proporsional

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Hidup Proporsional
Oleh K.H. ABDULLAH GYMNASTIAR

SAUDARAKU, salah satu hal yang harus kita waspadai saat ini adalah kegemaran sebagian orang terhadap kemewahan dan menggejalanya pola hidup konsumtif. Memang, tantangan untuk tampil lebih (konsumtif) sangat terbuka di sekitar kita. Tayangan televisi sering membuat standar hidup melampaui kemampuan yang kita miliki. Iklan-iklan tidak semuanya memberikan keinginan primer, tapi juga yang sekunder dan tertier yang tidak terlalu penting.

Lalu, apa kerugian hidup bermewah-mewah? Di zaman sekarang kemewahan bisa membawa bencana. Minimal dicurigai orang lain. Siksaan pertama dari kemewahan adalah ingin pamer, ingin diketahui orang lain. Siksaan kedua dari kemewahan adalah takut ada saingan. Pemuja kemewahan akan mudah iri dengkinya kepada yang punya lebih. Penyakit ketiga cemas, takut rusak, takut dicuri. Makin mahal barang yang dimiliki, kita akan semakin takut kehilangan.

Hidup mewah juga sesungguhnya membuat biaya hidup menjadi tinggi, apalagi orang yang hobi kepada merek karena kita bisa jadi seperti etalase. Bukan tidak boleh memakai barang bermerek, tetapi apa artinya merek bagus jika diri kita murahan. Apalah artinya memakai jam tangan mahal, tetapi untuk sedekah pelitnya luar biasa.

Bukan tidak boleh memakai yang bermerek, tetapi jangan sampai kualitas diri kita malah lebih buruk dari merek yang kita pakai. Apalagi, orang yang korban mode, maka dia akan lelah mengikuti mode karena mode itu tidak pernah berhenti. Persoalan sebenarnya adalah dia kehilangan jati dirinya. Apalagi, barang-barang mewah itu membutuhkan biaya perawatan yang tinggi dan harus dijaga dengan baik sehingga biaya pengamanannya juga tinggi.

Orang yang melihat kita pun bisa menjadi iri dan dengki atau mungkin juga menjadi curiga, terutama bila barang yang kita pakai harganya jauh melampaui penghasilan kita. Jadi hati-hati, karena sikap kita yang ingin kelihatan keren, malah bisa-bisa membuat orang menjadi curiga. Ditambah lagi dengan hisabnya yang amat berat di akhirat karena setiap barang yang kita miliki harus dipertanggungjawabkan di akhirat nanti.

Oleh karena itu, sejak sekarang mulailah merujuk kepada teladan kita Nabi Muhammad saw. Nabi Muhammad adalah puncak kemuliaan, puncaknya prestasi yang bagi kita umat Islam sudah tidak ada keraguan lagi ihwal kemuliaannya. Beliau adalah pemimpin sebuah negara, tetapi beliau tetap dikenal sebagai orang yang bersahaja, bahkan sampai sekarang tidak kurang kemuliaannya.

Kalau mau jujur, sebenarnya orang-orang yang bersahaja itu selalu mencuri hati kita. Kalau ada pejabat tinggi yang bersahaja, hati kita akan tercuri. Kalau ada artis kaya dan terkenal, tetapi bersahaja, kita kagum kepadanya.

Memang bersahaja itu membuat seseorang lebih berharga dari apa yang dimilikinya. Mungkin dia mempunyai mobil bagus, tetapi dirinya jauh lebih berharga daripada mobilnya. Hidup bersahaja itu hemat sebab kita tidak perlu merek-merek yang mahal. Orang yang hidup bersahaja tidak pusing dengan mode, yang penting dia berusaha berpenampilan yang disukai oleh Allah dan tidak menyusahkan orang lain sehingga memakai merek apa saja tidak masalah karena yang penting manfaatnya.

Orang yang bersahaja itu hidup tenteram dan tidak jadi bahan iri orang lain. Karena tidak ada yang membuat orang lain jadi iri, tidak membuat orang lain kotor hati, dan juga tidak membuat dirinya kotor hati.

Karena tabiatnya, kalau seseorang mempunyai barang yang bagus, biasanya dia ingin memperlihatkan atau memamerkan barang tersebut. Misalnya, ketika hendak memarkir mobil, dia selalu mencari tempat terdepan dan tempat strategis agar mobilnya terlihat orang lain.

Nah, bagi orang yang hidupnya bersahaja dia akan tenang-tenang saja karena dia tidak merasa perlu diistimewakan, tidak ingin dispesialkan, sehingga melangkah ke mana pun baginya teramat ringan tanpa beban. Seperti halnya Rasulullah SAW naik unta atau naik keledai, bagi beliau sama saja. Bahkan, rumah beliau juga begitu sederhana dan tidak dilengkapi perabotan yang mahal-mahal.

Oleh karena itu, hidup ini harus proporsional.

Lalu, apakah kita harus hidup miskin? Tidak! Namun, setidaknya kalau kita hidup bersahaja, selain hemat dan terhormat, insya Allah juga akan menjadi ladang ibadah bagi kita karena mengikuti sunah Rasulullah SAW dan kita tidak membuat orang lain sakit hati. Dari sana, kita juga bisa bergaul secara nyaman dengan siapa pun. Tidak apa-apa kita berpakaian bagus, yang penting proporsional. Misalnya, ketika pergi ke sebuah resepsi, tampaknya tidak layak jika kita berpakaian kumuh dan lusuh karena ingin dianggap bersahaja. Justru malah sebaliknya, orang akan mual melihat kita. Demikian halnya jika kita berangkat ke resepsi dengan memakai segala macam aksesori, tentu itu juga akan menjadikan kita bahan tontonan.

Di pihak lain, kita juga harus mendefinisikan dulu pengertian mewah agar kita tidak mudah menilai orang lain hidup mewah, sementara kita sendiri tidak mengerti maksudnya. Mewah itu adalah sesuatu yang melampaui keperluan dan melampaui kemampuan. Kalau kita di rumah punya sandal jepit sepuluh pasang, bisa jadi kita termasuk orang yang mewah karena kita tidak memerlukan sandal sebanyak itu.

Rumah besar juga belum tentu tergolong mewah kalau pemiliknya memang meniatkan untuk hal-hal positif, seperti menampung anak yatim atau karena keluarganya memang banyak sehingga memerlukan tempat yang luas. Jadi, dalam menilai sesuatu itu mewah atau tidak adalah dengan melihat apakah sesuai dengan keperluan dan kemampuan atau tidak. Yang paling penting adalah niat di dalam hati. Kalau kita terbiasa hidup bersahaja, hidup kita juga akan tenang dan tidak ada beban. Jadi, mulai sekarang latihlah untuk tidak rindu pujian orang dan tidak tamak dengan penilaian orang lain. Bersyukurlah apabila setiap barang yang kita miliki halal dan sesuai kemampuan. Terserah orang mau menganggap kita miskin, tidak apa-apa, karena kita tidak bisa hidup dengan penilaian orang lain terus-menerus.

Apa artinya kita dipuji orang lain, tetapi kita hidup tertekan. Apa artinya bila kita dipuji orang lain, tetapi kita menderita. Apakah seperti itu hidup yang kita inginkan? Mulai sekarang marilah kita evaluasi diri jika masih berminat untuk hidup bermewah-mewah, bersiaplah dengan segudang penderitaan. Akan tetapi, kalau kita hidup bersahaja, itulah yang akan selalu membuat orang menjadi terhormat.

Tampaknya, pola hidup sederhana harus dibudayakan kembali di masyarakat. Tak terkecuali di keluarga kita. Kalau orang tua memberikan contoh pada anak-anaknya tentang kesederhanaan, anak akan terjaga dari merasa diri lebih dari orang lain, tidak senang dengan kemewahan, dan mampu mengendalikan diri dari hidup bermewah-mewah.

Dalam Islam, kaya itu bukan hal yang hina, bahkan dianjurkan. Perintah zakat bisa dipenuhi kalau kita punya harta, demikian pula perintah haji. Yang dilarang itu adalah berlebih-lebihan. Dalam Q.S At-Takaatsur, Allah SWT dengan tegas mencela orang yang berlebih-lebihan. Memang kita harus kaya, tapi tidak harus bermegah-megah. Beli apa saja asal perlu, bukan karena ingin. Keinginan itu biasanya tidak ada ujungnya.

Semoga dengan hidup sederhana dan proporsional; tidak berlebihan, kita memiliki anggaran berlebih untuk ibadah untuk meningkatkan kemampuan kita, dan untuk beramal saleh menolong sesama. Amin. Wallahu 'alam bishshawab.***

myspace codes
Myspace Codes: MyNiceSpace.com

By.ikhsan

Selalu Menata Hati....

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Dan Jangan lah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya,Sesungguhnya pendengaran,penglihatan,dan hati semuanay itu akan diminta pertanggungjawabannya.


Betapa indahnya sekiranyakita memiliki kolbu yang senantiasa tertata,terpelihara dan terawat dengan sebaik-bauknya.Ibarat taman bunga yang pemiliknya mampu merawatnya dengan penuh kesabaran dan ketelatenan.Alur alur tanamannya tertata rapih.pengelompokan dan jenis bunganya terkombinasi secara artistic.Yang ditanam hanya tanama bunga yang memiliki warna warni yang indah atau bahkan yang menyemerbakkan keharuman yang menyegarkan.

Rerumputan liar yang tumbuh dibawahnya senantiasa disiangi.parasit ataupun hama yang akan merusak batang dan daunnya dimusnahkan,tak lupa setiap hari disiraminya dengan merata dengan air yang bersih tak akan dibiarkan ada dahan yang patah atau ranting yang mengering.

Walhasil.tanahnya senantiasa gembur tanaman bungapun tumbuh subur,dedaunannya sehat menghijau.Subhanallah bila pagi tiba,manakala sang matahari naik sepenggalan,dan saat titik embun yang bergelayutan diujung dedauna menangkap kilatan cahayanya ,bunga bunga itu,dengan aneka warananya,mekar merekah,Wewangian harumnya semerbak keseantero taman,tak hanya tercium oleh pemiliknya,tetapi oleh siapapun juga yang kebetulan berlalu dekat taman.Sungguh alangkah indahnya dan mengesankan.

Begitupun kalbu yang senantiasa tertata rapih ,terpelihara serta terawat dengan sebaik baiknya
.Pemiliknya akan senantiasa merasakan lapang ,tenang ,tenteram,sejuk dan indahnya hidup didunia ini,Semua ini akan tersemburat pula dalam setap gerak geriknya,perilakunya,tutur katanya,sunggingan senyumnya,tatapan matanya,riak air mukanya,bahkan diamnya sekalipun.

Orang orang yang hatinya tertata rapih dengan baik tak pernah merasa resah gelisah,yak pernah bermuram durja,tak pernah gundah gulana.Kemanapun pergi dan dimanapun berada,ia senantiasa mampu mengeandalikan hatinya.dirinya senantiasa berada dalam kondis damai dan mendamaikan ,teang dan memnenangkan,tenteram dan menentramkan.Hatinya sebagai embun yang menggelayut didedaunan dipagi hari,jernih bersinar,sejuk dan menyegarkan.hatinya tertambat bukan pada barang barang yang fana melainkan selain ingat dan merindukan Dzat yang Maha Memberi ketentraman Allah Azza wa Jalla.

Ia yakin dengan keyakinan yang amat sangat bahwa hanya dengan mengingat dan merindukan Allah,hanya dengan menyebut nama nama-Nya setiap saat,meyakini dan mengamalkan ayat ayat-Nya,maka hatinya menjadi tenteram.Tantangan apapun yang dihadapinya,seberat apapun diterimanya dengan ikhlas.Dihadapinya dengan sunggingan senyum dan lapang dada.Baginya tak ada masalah yang tak dapat terselasaikan.Baginya tak ada masalah hanyalah caranya yang salah dalam menyikapi masalah.***

Adalah kebalikannya dengan orang yang brhati semrawut dan kusut masai ia bagaikan kamar mandi yang kumuh dan tak terpelihara,lantainya penuh dengan kotoran.lubang WCnya masih belepotan sisa kotoran,Dindingnya kotor dan kusam.gayungnya bocor kotor dan berlendir pintunya tak berselot,kerannya susah diputardan air un sulit mengalir.Tak ada gantungan .Baunya membuat setiap orang yang menghampirinya menutup hidung.Sudah pasti setiap orang enggan memasukinya,pastilah tak ada pilihan lain dan dalam keadaan yang sangat terdesak.itupun seraya menutup hidungnya dan menghindarkan pandangan sebisa bisanya.

Begitupun keadaanya yang berhati kusam,Ia tampak resah da gelisah,hatinya dikotori dengan buruk sangka dendam kesumat,licik tak mau kompromi,mudah tersinggung,tak senang melihat orang lain berbahagia,kikir dan lain lain,penyakit hati yang terus menerus menumpuk hingga sulit untuk dihilangkan.

sungguh orsang yang berhati busuk seperti itu akan mendapatkan kerugian yang berlipat lipat tidak saja hatinya yang selalu gelisah,namun juga rang lain yang melihatnya pun akan menaruh hormat sedikitpun jua,Ia akan diciibir dan dilecehkan orang,Ia akan tidak disukai,sehingga sangat mungkin akan tersisih dari pergaulan.terlepas siapa orangnya ,adakah ia orang berilmu ,berharta banyak pejabat atau siapapun .kalau berhati busuk,niscaya akan mendapat celaan dari masyarakat yan mengenalnya.Derajatnyapun mungkin akan sama atau bahkan lebih hina daripada apa yang dikeluarkan dari perutnya.

Bagi orang yang demikian,selain derajat kemuliaanya selain jatuh dihadapan manusia,juga dihadapan Allah.ini dikarenakan hari harinya selalu diwarnai dengan aneka perbuatan yang mengundang dosa.Allah tidak akan pernah berlaku aniaya terhadap mahluk mahluknya.Sesungguhnyalah apa yang didapatkan seseorang itu,tidak bisa tidak,merupakan buah dari apa yang diusahakannya.

"Dan bahwasannya manusia tidak akan memperoleh(sesuatu),selain dari apa yang telah diusahakannya.dan bahwasanya kelak akan diperlihatkan(kepadanya),keudian akan diberikan balasan yang paling sempurna"demikian firman Allah Azza wa Jalla dalam quran surat an Najm[53]:39-41

Kebaikan yang ditunaikan da kejahatan yang diperbuatseseorang pastilah akan kembali kepada pelakunya.Jika berbuat kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala sesuai takaran yang telah dijanjikan-Nya.Sebaliknya jika berbuat kejahatan ,niscaya ia akan mendapatkan balasan siksa sesuai dengan kadar kejahatan yang dilakukannya.sedangkan kebaikan dan kejahatan tidaklah bisa berhimpun dalam satu kesatuan.

Orang yang hatinya tertata rapih adalah orang yag telah berhasil merintis jalan kearah kebaikan,Ia tidak akan tergoyahkan dengan aneka rayuan duniawi yang tampak menggiurkan.Ia akan melangkah dalam jalan yang lurus dititinya tahapan jalan kebaikan itu hingga mencapai titk puncak.Sementara itu ia akan berusaha sekuat kuatnya untuk memelihara dirinya darisukap riya,ujub,dan perilaku reandah lainnya.

Oleh karenanya,surga sebagai sebaik baik tempat kembali,tentulah telah disediakan bagi kepulangannya ke yaumil akhir kelak,bahkan ketika hidup didunia yang sangat inipun ia akan menikmati buah dari segala amal baiknya.

Denagn demikian ,sungguh betapa beruntungnya orang yang senantiasa bersungguh sungguh manata hatinya karena berarti ia telah menabung aneka kebaikan yang aka segera dapat dipetik hasilnyadunia akhirat.Sebaliknya,alangkah malang orang yang selama hidupnya lalai da membiarkan hatinya kusut masai dan kotor jangan kan diakhirat kelak,bahkan ketika hidup diduniapun nyaris tidak akan pernah merasakan nikmtnya hidup tenteram,nyaman dan lapang.

Marilah kita senantiasa melatih diri untuk menyingkirkan segala penyebab yang potensial bisa menimbulkan ketidaknyamanan didalam hati.Dengan hati yang nyaman,indah dan lapang niscaya akan membuat hidup ini terasa damai karea keseliwerannya aneka masalah sama sekali tidak akan pernah membuat dirinya terjebak dalam kesulitan hidup karena selalu mampu menemukan jalan keluar terbaiknya.dengan ijin Allah.Insya Allah.***


myspace codes
Myspace Codes: MyNiceSpace.com

Ikhtiar Merawat Hati

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Seorang ibu yang tengah mengandung ternyata mampu menjalani hari harinya dengan tabah,padahal jelas secara duniawi tidak menguntungkan apapun,yang ada malah berat melangkah,sakit,lelah,mual....walaupun demikian,semua itu toh tidak membuat sang ibu berbuat aniaya terfhadap jabang bayi yang dikandungnya.

Demikianpun ketika sang jabang bayi yangyang terflahir kedunia,bahkan hingga ia tumbuh dewasa.apa yang dapat dirasakan sang ibu.selain beban berat dan tak jarang penderitaan lahir batin...?begitu panjangnya rentang waktu yang harus dijalaninya dalam menanggung segala beban,namun toh tidak membuat ia menagih upah pada anaknya,,,mengapa....? ini dikarenakan sang ibu memiliki hati nurani yang cemerlang,siapapun yang merindukannya,hendaknya senantiasa merawatnya dari debu debu iri,dengki ,riya,takabur dan sebagainya.

myspace codes
Myspace Codes: MyNiceSpace.com

by ican tea

Bila Hati Bercahaya

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Dialah yang telah menurunkan ketenangan kedalam hati orang orang mikmin supaya keimanan mereka bertambah disamping keimanan mereka.( QS al Fath [48]:4)

Adakah diantara kita yang merasa mencapai sukses hidup karena telah berhasil meraih segalanya : harta ,gelar,pangkat ,jabatan,dan kedudukan tinggi dan terhormat,atau bahkan telah menggenggam seluruh isi dunia ini?Marilah kita kaji ulang,seberapa besar sebenarnya nilai dari apa apa yang telah kita raih selama ini.

Disebuah harian ibu kota pernah diberitakan tentang penemuan baru berupa teropong yang diberi nama telescope Hubble,dengan teropong ini ternyata berhasil ditemukan sebanyak lima milyar gugusan galaksi,padahal yang telah kita ketahui selama ini adalah suatu gugusan bernama galaksi Bimasakti,yang didalamnya terdapat planet planet yang membuat takjub siapapun yang mencoba bersungguh sungguh mempelajarinya.Matahari saja merupakan salah satu planet yang sangat kecil yang berada dalam gugusan galaksi didalam tatasurya kita,Nah apalagi planet bumi ini yang besarnya hanya satu noktah,sungguh tidak ada apa apanya dibandingkan dengan lima milyar gugusan galaksi tersebut,Alangkah dahsyatnya,,,,,!

Sayangnya ,sering kali orang yang merasa telah merasa berhasil meraih segala apapun yang dirindukannya dibumi ini-dan dengan demikian merasa telah sukses-suka tergelincir hanya mempergauli perkara duniawinya saja.Akibatnya,keberadaanya membuat ia bangga dan pongah,tetapi ketiadaaanya serta merta membuata lahir batinnya sengsara dan tersiksa.Manakala berhasil mencapai apa yang diinginkannya,ia merasa semua itu hasil usaha dan kerja kerasnya semata ,sedangkan ketika gagal mendapatkannya,iapun merasa serta merta merasa diri sial,bahkan tidak jarang kesialannya itu ditimakan atau dicarikan kambing hitamnya pada orang lain.

Orang semacan itu tentu telah lupa bahwa apapun yang diinginkan dan diusahakan oleh manusia sangat tergantung pada izin Allah Azza wa Jalla,mati matian ia mengejar apa apa yang diinginkannya,pasti tidak akan dapat dicapai tanpa ijin-Nya Laa haula walaa quwwata illa billah! begitulah kalau orang hanya bergaul dengan segala asesories duniawi,yang ternyata tidak ada apa apanya ini.

Padahal seharusnya kita bergaul hanya dengan Allah Azza wa Jalla Dzat Yang Maha menguasai jagat raya,sehingga hati kita tidak galau oleh dunia yang kecil mungil ini.La khaufun'alaihim walaa hum yahzanuun!sama sekali tidak ada kecemasan dalam menghadapi urusan apapun didunia ini.Semua itu tidak lain karena hatinya selalu sibuk dengan Dia,Dzat pemilik alam semesta yang begitu hebat dan dahsyat.

Sikap inilah sesungguhnya yang harus senantiasa kita latih dalam mempergauli kehidupan didunia.Tubuh lekat dengan dunia ,tetapi jangan biarkan hati turut lekat dengannya.Ada dan tiadanya sebuah perkara duniawi disisi kita jangan sekali kali membuat hati goyah karena toh sama pahalanya disisi Allah SWT.sekali hati ini lekat dengan perkara duniawi maka adanya akan membuat bangga sedangkan tiadanya akan membuat terluka,ini berarti akan membuat kita sengsara karenanya lantaran ada dan tiada itu akan terus menerus terjadi.

Betapa tidak,tabiat itu senantiasa,dipergilirkan.datang ,tertahan,diambil,mudah,susah,sehat,sakit,dipuji,dicaci,dihormati,direndahkan,semuanya terus terjadi silih berganti .Nah,kalau hati kita hanya akrfab dengan kejadian kejadian seperti itutanpa akrab dengan Dzat penilik kejadiannya,maka akan letih terasa hidup kita,ini karena perubahan perubahan tabiat dunia tersebut akan membuat batin resah dan gelisah.

Lain halnya kalu hati kita selalu bersama Allah.Perubahan apa saja dalam episode kehidupan duniatidak akan ada satupun yang merugikan kita.Artinya kita harus terus menerus meningkatkan mutu pengenalan kita kepada Allah Azza wa Jalla.

Diantara yang penting diperhatikan sekiranya ingin dicintai Allah adalah bahwa kita harus zuhud terfhadap dunia ini,Rasulallah SAW pernah bersabda"barang siapa yang zuhud terhada dunia,niscaya Allah mncintainya,dan barang siapa yang zuhud terhadap apa yang ada ditangan manusia,niscaya nmanusia mencintainya".

Zuhud terfhadap dunia bukan berarti tidak mempunyai hal hal yang bersifat duniawi,melainkan kita lebiih yakin dengan apa yang ada disisi Allah daripada apa yang ada ditangan kita,bagi orang orang yang zuhud terhadap dunia sebanyak apapun yang dimiliki sama sekali tidak akan membuat hati merasa tenteram karena ketentraman itu hanyalah apa-apa yang ada disisiAllah.

Rasulallah SAW bersabda"melakukan zuhud dalam kehidupan didunia bukanlah dengan mengharamkan yang halal dan bukann pula memboroskan kekayaan.Zuhud terhadap kehidupan dunia itu ialah tidak menganggap apa yang ada didirimu lebih past dari apa yang ada pada Allah.Dan hendaknya engkau bergembira memperoleh bahaya musibah yang sedang menimpamu walaupun musibah itu akan tetap menimpamu"( HR Ahmad,Mauqufan).

Andai kata merasa lebih tenteram dengan sejumlah tabungan dibank,maka ini berarti kita belum zuhud,seberapa besar pun uang tabungan itu seharusnya kita lebih merasa tenteram dengan jaminan Allah.Ini dikarenakan apapun yang kita miliki belum tentu menjadi rezeki kita kalau tidak ada izin dari Allah.

Sekiranya kita memiliki orang tua ataupun sahabat yang memiliki kedudukan tertentu,hendaknya tidak sampai merasa tenteram dengan jaminan mereka atau siapapun,semua itu tidak akan datang kepada kita kecuali dengan ijin Allah.

Orang yang zuhud terhadap dunia melihat apapu yang dimilikinya tidak menjadi jaminan. Ia lebih suka dengan jaminan Allah karena walaupun tidak tampak dan tidak tertulis tetapi Dia maha tahu akan segala kebutuhan kita.

Ada dan tiadanya segala asesories duniawi disisi kita hendaknya jangan sampai menggoyahkan qolbu,milailah melihat apapun perkara duniawi ini dengan sangat biasa biasa saja,adanya jangan membuat bangga tiadanya jangan meambuat sengsara.

Janga ukur kemuliaan seseorang dengan adanya aneka asesories duniawi didalam genggamannya.Sebaliknya ,jangan pula meremehkan seseorang karena ia tidak memiliki apa apa.Kalau kita menghormati seseorang karena kekayaan dan kedudukannya,lalu meremehkan seseorang karena ia papa dan jelata,maka ini kita sudah mulai cinta dunia,akibatnya akan susah hati ini bercahaya disisi Allah.

Mengapa demikian...? alasannya tiada lain bahwa hati kita akan dihinggapi sifat sombong dan takabur dengan selalu mudah membeda-bedakan teman atau seseorang yang datang kepada kita.padahal siapa tahu Allah mendatangkan seseoarang yang sederhana itu sebaga isyarata bahwa Dia akan menurunkan pertolongan-Nya kepada kita.

Hendaknya dari sekarang mulai diubah sistem kalkulasi kita atas keuntungan keuntunga.Kita hendak membeli suatu barang,misalnya kita tahu harga barang tersebut disupermarket lebih murah ketimbang meambelinya pada seorang ibu tua yang berjualan dengan bakul sederhananya.karenanya kita pun lalu merasa perlu untuk menawarnya dengan harga serendahn mungkin,seja saat itu hendaknya dijauhkan tindakan seperti itu daari diri kita.Mulailah merasa beruntung kalau kita menguntungkan ibu tua itu ketimbangmendapatkan keuntungan darinya,artinya pilihan membeli tentu akan lebih baik jatuh padanya dan dengan haarga yang ditawarkannya daripada membelinya disupermarket.walhasil keuntungan bagi kita justru ketika bisa memberi sesuatukepada orang lain.

Lain halnya dengan keuntungan duniawi.Keuntungan semacan itu baru terasa ketika mendapatkan sesuatu dari oranglain.sedangkan arti keuntungan bagi kita adalah ketika kita bisa memberi lebih daripada yang diberikan orang lain .jelas akan sangat lain nilai kepuasan batinnya juga.

Bagi orang orang yang cinta dunia,tampak sekali bahwa keuntungan bagi dirinya adalah ketika ia dihormati,disegani,dipuji,,dan dimuliakan.Lain halnya bagi orang orang yang sangat merindukan disisi Allah.justru kelezatan menikmati keuntungan itu ketika berhasil dengan ikhlas menhargainya,memuliaka dan menolong orang lain.cukupini saja ,perkara berterima kasih atau tidak,membalas kebaikan atau tidak itu sama sekali bukan urusan kita.dapatnya kita menghargai ,memuliakan dan menolong oarnga lainpun sudah merupakan keberuntungan yang sangat luar biasa.

Sungguh sangat lain bagi ahli dunia,yang segalanya serba kalkulasi,balas membalas serta ada imbalan atau tidak ada imbalan.tidak usah heran kalau para ahli dunia itu akan banyak letih karena hari harinya penuh dengan tumtutan penghargaan,penghormatan ,pujian dan lain sebagainya,dari orang lain,Terkadang untuk mendapatkan itu ia merekayasa perkataan,penampilan dan banyak hal demi untuk meraih penghargaan.

Bagi ahli zuhud tidaklah denikian,yang penting kita buat tatanan kehidupan ini seproporsional mungkin,dengan menghargai,memuliakan,dan membantu orang lain tanpa mengharapkan imbalan apapun .inilah keuntungan-keuntungan bagi ahli ahli zuhud.lebih merasa aman dan menyukai apa apa yang terbaik disisi Allah dri pada apa yang didapatkan dari selain Dia.

Walhasil ,siapapun yang merindukan hatinya bercahaya karena senantiasa dicahayai oleh nuur dari sisi Allah.hendaknya dia berjuang sekuat kuatnya untuk mengubah diri,mengubah sikap hidup,menjadi orang yang tidak cinta dunia sehingga jadilah ia ahli zuhud.

Ada kalanya nuur Illahi itu uturuun kepadamu"tulis Syeikh Ibnu Atha'illah dalam kitabnya Al Hikam"tetapi ternyata hatimu penuh dengan keduniaan,sehingga kembalillah nuur itu ketempatnya semula.oleh sebab itu kosongkanlah hatimu dari segala sesuatu selain Allah,niscaya Allah akan memenuhinya dengan ma'rifat dan rahasia rahasia."

Subhanallah,sungguh akan merasakan hakikat kelezatan dunia ini yang sangat luar biasa,siapapun yang hatinya telah dipenuhi denga cahaya dari sisi Allah Azza wa Jalla."Cahaya diatas Cahaya,Allah membimbing (seorang hamba) kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki.........( QS an Nuur [24]:35 ) ***

Thursday, July 5, 2007

Ilmu Pembersih Hati

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Ada sebait doa yang pernah diajarkan Rasulullah SAW dan disunahkan untuk dipanjatkan kepada Allah Azza wa jalla sebelum seseorang hendak belajar,doa itu berbunyi Allahumanfa'nii bimaa'allamtanii wa'allimnii maa yanfa'unii wa zidni'ilman maa yanfaa'unii.dengan doa ini seseorang hamba berharap dikaruniai ilmu yang bermanfaat oleh Dia,Dzat maha pemberi ilmu..
Apakah hakikat ilmu yang bermanfaat itu...? secara syariat,suatu ilu itu dukatakan bermanfaat apabila mengandung maslahat-memiliki nilai nilai kebaikan bagi sesama manusia ataupun alam.akan tetapi,manfaat tersebut manjdi kecil artinya bila tidak membuat pemiliknya semakin merasa kedekatan kepada Allah.Dengan ilmuNya,ia mungkin meningkat derajat kemuliaannya dimata manusia tetapi belum tentu meningkat pula dihadapan-Nya.
Oleh karena itu,dalam kaca mata ma'rifat gambarfan ilu yang bermanfaat itu sebagaimana yang pernah diungkapkan oleh seorfang ahli hikmah"ilmu yang berguna."ungkapnya'ialah yang meluas dalam dada sinar cahayanya dan membuka penutup hati" seakan memperjelas ungkapanahli hikmah tersebut,Imam Malik bin Anas radhiyallahu'anhu berkata"yang bernama ilmu itu bukanlah kepandaian atau banyak meriwayatkan(sesuatu)melainkan hanyalah nuur yang diturunkan Allah kedalam hati manusia,adapun bergunanya ilmu itu adalah untuk mendekatkan manusia kepada Allah dan menjauhannya dari kesombongan diri."
Ilmu itu hakikatnya adalah kalimat kalimat Allah Azza wa jalla.Terhadap ilmu_Nya sungguh tak akan pernah ada satupun mahluk dijagat raya ini yang bisa mengujur kemahaluasannya. "Katakanlah,kalu seandainya lautan menjadi tinta untuk "(menuliskan )kalimat kalimat Tuhanku,sungguh habislah lautan itu sebelum habis ( dituliskan) kalimat kalmat tuhanku,meskipun kami datangkan sebanyak itu(pula).'demikian firman-Nya ( QS Al-Kahfi [18] ;109).
Firman_Nya pula"da seandainya pohon pohon dibumi menjadi pena dan laut ( menjadi tinta),ditambahka kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah(kering)nya niscaya tidak akan habis habisnya ditukiskan "kalimat "Allah,sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana" ( QS Lukman 31:27). Adapun ilmu yang dititikan kepada manusia mungkin tak lebih dari setitik air ditengah samudera luas.Kendatipun demikian barang siapa yang dikarunia ilmu oleh Allah,yang dengan ilmu tersebut semakin bertambah dekat dan kian takutlah ia Kepada-Nya niscaya Allah akan meninggika orang orang yang beriman diantaramu dan orang orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat" (QS Al Mujaadilah [58]:51) Sungguh janji Allah itu tidak akan meleset sedikitpun. Akan tetapi,ternyata walaupun hanya "setets" ilmu Allah yang dititikan kepada manusia,namun alangkah banyak ragamnya.Segala macam ilmu baik kita kaji sepanjangbisa membuat kita semakin takut kepada Allah,inilah ilmu yang aling barokah yang harus kita cari,sepanjang kita menuntut ilmu itu jelas ( benar) nat walaupun caranya,niscaya kita akan m,endapatkan manfaat darinya.
Hal berikutnya yang hendak kita kaji dengan seksama adalah bagaimana agar kita dapat memperoleh ilmu yang sinar cahanyanya dapat meluas dalam dada serta dapat membuka penutup hati..? Imam Syafi'i ketika masih menuntut ilmu yang sedang kukaji ini susah sekali memahaminya dan bahkan cepat lupa..?"sang guru menjawab"ilmu itu ibarat cahaya dapat menerangi gelas yag bening dan bersih "artinya Ilmu itu tidak tidak akan menerangi hati yang keruh dan banyak maksiatnya.
Karenanya jangan heran kalau kita dapati adaorang yang rajin dimajelis majelis ta'lim dan pengajian,tetapi ahlak dan perilakunya tetap buruk.mengapa demikian..?itu dikarenakan hatinya tidak dapat terterangi oleh ilmu,laksana air kopi yang kental dalam gelas yang kotor,kendati diterangi oleh cahaya sekuat apapun ,sinarnya tidak akan menembus dan menerangi isi gelas.begitulah kalau kita sudah tamak dan rakus terfhadap segala hal yang berbau duniawi serta gemar berbuat maksiat,maka sang ilmu tidak akan pernah mampu menerangi isi hati. Padahal kalu hati kita bersih,ia ibarat gelas yang bersih diisi oleh air yang bening,setiti cahayapun akan mampu menerangi seisi gelas,walhasil,bila kita menginginkan ilmu yang bisa menjadi amal shaleh,maka usahakanlah ketika menimbanya hati kita selalu dalam keadaa bersih.Hati yang bersih adalah hati yang terbebas dari ketamakan terhadap urusan duniawi dan tidak pernah digunakan untuk menzalimi sesama.
Semakin bersih hati akan semakin dipekakan pula oleh Allah untuk bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat dari manapun ilmu itu datangnya,disamping itu kitapun akan diberi kesanggupan untuk menolak segala sesuatu yang akan mendatangkan mudharat. Sebaik baik ilmu adalah yang isa membuat hati kita bercahaya,karenanya kita wajib mencari ilmu sekuat kuatnya yang membuat hati menjadi bersih,sehingga ilmu ilmu yang lain(yang telah ada dalam dada kita)menjadi bermanfaat.
Bila mendapati air yang kita tmban dari sumur tampak keruh,kita akan mencari tawas(kaporit)untuk menjernihkannya,demikianpun dalam mencari ilmu,kita harus bisa mencari ilmu yang bisa menjadi "tawas"-nya supaya kalau hati sudah bening ilmu ilmu yang lain yang kita kaji bisa diserap seraya membawa manfaat.
Mengapa demikian ...?alasannya adalah dalam mengkaji ilmu apapun,kalau kita sebagai penampungnya dalam keadaan kotor dan keruh,maka tidak bisa tidak,ilmu yang didapatkan hanya akan menjadi alat pemuas nafsubelaka,sibuk memngaji ilmu fikih,hanya akan membuat kita ingin menang sendiri,gemar menyalahkan pendapat orang lain sekaligus aniaya dan suka menyakiyi hati sesama demikian pula bila mendalami ilmu ma'rifat,misalnya.sekiranya dalam keadaan hati busuk,jangan heran kalau hanya membuat diri kita takabur,merasa diri paling shaleh,dan menganggaporang lain sesat. OLeh karena itu,tampaknya menjadi fardhu'ain hukumnya untuk mengkaji ilmu kesucian hati dalam rangka ma"rifat,mengenal Allah.datangilah majelis ilmu pengajian yang didalamnya kita dibimbing untuk beriyadhoh berlatih mengenal dan berdekat dekat dengan Allah Azza wa Jalla,kita selalu dibimbing untuk banya k berdzikir mengingat Allah,dan mengenal kebesaran-Nya,sehingga sadare akan betapa teramat kecilnya diri ii dihadapan-Nya.Kita lahir kedunia tidak membawa apa apa dan bila datang saat ajalpun pastilah tidak akan membawa apa apa.Mengapa lalu harus ujub,riya,sum'ah,dan takabur.merasa diri besar sedangkan yang lain kecil,merasa diri lebih pintar sedangkan ayang lain bodoh ,itu hanya sepersekian dari setets ilmu yang kita miliki pada hakekatnya adalah titipa Allah jua,yang sama sekali tidak sulit bagi-Nya untuk mengabil kembali dari diri kita..?
Subhanallah,mudah mudahan kita dimudahkan oleh-Nya untuk bisa mendapatkan ilmu yang menjadi penerang dalam kegelapan dan menjadi jalan untuk dapat lebih dapat ber-taqarrub kepada-Nya.

Monday, July 2, 2007

Peka terhadap Sesama

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Oleh K.H. ABDULLAH GYMNASTIAR

SIAPA pun yang sekolah pasti akan diuji untuk menaikkan tingkatnya. Lain halnya dengan yang tidak sekolah, mereka tidak akan diuji. Maka beruntunglah orang-orang yang diuji oleh Allah dan mereka mampu melewati ujian tersebut dengan baik.

Bagi orang taat, beragam kesulitan hidup, bencana alam, kelaparan, dan sebagainya adalah ujian untuk menaikkan derajat sekaligus penggugur dosa-dosanya. Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda, "Jika Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka diujinya ia dengan musibah". Dalam hadis lain disabdakan pula, "Tiada sesuatu yang mengenai seorang Mukmin berupa penderitaan atau kelelahan (penat) atau risau hati dan pikiran, melainkan kesemuanya itu akan menjadi penebus dosanya" (H.R. Bukhari Muslim).

Lain halnya bagi orang taat tetapi berlaku maksiat, musibah adalah peringatan agar ia kembali kepada Allah. Sedangkan bagi ahli maksiat, musibah adalah awal dari bencana yang lebih besar lagi (khususnya di akhirat).

Kita sering menganggap ujian hanya berbentuk kesulitan saja. Padahal, kemudahan dan kelapangan hidup pun hakikatnya adalah ujian. Ujian kesusahan biasanya memudahkan kita kembali kepada Allah. Sebaliknya, ujian kemudahan dan kelapangan tidak jarang malah menjauhkan kita dari Allah. Betapa banyak orang yang celaka dan lupa diri justru saat ia dalam kelapangan. Karena itu, andai kelapangan tidak membuat kita lebih taat dan dekat dengan Allah, maka kita termasuk yang tidak lulus ujian.

Saudaraku, kita harus prihatin dan ikut sedih dengan musibah gempa bumi yang menimpa saudara-saudara kita di Yogyakarta, Bantul, Sleman, dan sekitarnya. Namun, kita harus lebih prihatin dengan gempa yang mengguncang iman kita. Saudaraku, menurunnya kualitas ibadah adalah musibah. Tertinggal salat berjamaah di masjid, berlalunya malam tanpa tahajud, jarang sedekah, atau malas membaca Alquran adalah musibah.

Hilangnya kesempatan beramal adalah musibah. Apalagi bila kita sudah tahu ilmunya, namun tidak mau beramal, benar-benar satu musibah. Allah SWT berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan." (Q.S Ash Shaff [61]: 2-3).

Karena itu, berhati-hatilah saat kita diberi nikmat, kelapangan atau kemudahan, tetapi semua itu tidak membuat kita semakin dekat dengan Allah. Boleh jadi nikmat tersebut adalah istidjraj, di mana Allah menghinakan kita dengan segala nikmat-Nya.

Bisa saja kita memandang prihatin saudara-saudara kita yang terkena bencana alam. Padahal, diri kita sendiri yang paling layak dikasihani, seandainya kelapangan dan kemudahan itu tidak kita syukuri. Sedangkan mereka di tengah kesusahan hidup, kalau sabar, Allah pasti memuliakan dan mengangkat derajat mereka.

Sahabat, mungkin sesungguhnya ada satu penderitaan, satu kehinaan, satu bencana yang lebih besar daripada apa yang dialami saudara kita itu, yaitu hilangnya kepekaan terhadap penderitaan orang lain. Kita prihatin, sebagian orang masih senang tertawa terbahak-bahak, berhura-hura, di kala sebagian saudara kita benar-benar dalam keadaan sengsara dan nestapa. Kita masih melihat orang yang makan berlebihan, bermegah, bermewah, dan melimpah ruah, pada saat saudara kita untuk sekadar mencari sesuap nasi saja begitu sulit.

Kita saksikan juga orang masih gemar menampilkan kemegahan dan kemewahan, untuk sekadar bergaya. Sementara, di sisi lain sebagian saudara kita justru sedang dirundung papa dan kemalangan, karena tiada punya sesuatu apa pun jua. Saudara-saudaraku, bencana kurang peka terhadap penderitan orang lain itulah bencana matinya nurani. Na'udzubillahimindzalik.

Semoga kita termasuk ke dalam kategori orang-orang yang memiliki kepekaan. Karena, andaikata kita kehilangan kepekaan, maka yang akan kita hadapi adalah sejumlah kesulitan-kesulitan. Ibarat memegang sesuatu yang panas, tetapi tangan kita tidak peka, maka dapat dibayangkan, tangan kita akan melepuh tanpa kita sadari.

Musibah yang menimpa saudara-saudara kita seharusnya membuat kita semakin tawadu, semakin rendah hati, karena setiap orang tidaklah bisa menolak musibah yang Allah timpakan kepadanya.

Lalu apa hikmahnya untuk kita? Kita yang merasa aman tidak ditimpa bencana, sesungguhnya ini merupakan ujian, sepatutnya kita peka untuk berbuat sesuatu, segenggam beras bagi kita mungkin tidak berharga dibandingkan satu karung, tetapi segenggam beras bisa menjadi sarat dengan makna bagi orang yang teramat lapar dan dahaga. Pakaian bekas mungkin bagi kita tidak berarti, tetapi akan sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang kedinginan berhari-hari. Tidak punya penghangat sedikit pun jua.

Saudaraku sekalian, Allah Maha Menyaksikan apa yang kita lakukan, marilah kita singsingkan lengan baju kita, lakukan apa saja yang membuat saudara-saudara kita merasakan manfaat dari kehadiran kita di dunia ini. Insya Allah tidak ada sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan, kecuali kembali kepada pembuatnya. Mudah-mudahan kepekaan kita terhadap penderitaan orang itulah yang membuat kita tertolak dari penderitaan yang harus kita pikul. Mudah-mudahan keinginan kita meringankan kesulitan orang itulah yang akan membuat tercegahnya diri kita ditimpa bala dan bencana. Yang pasti, ujian ini tidak hanya kena kepada saudara kita yang ditimpa bencana, tetapi juga ujian bagi kita. Peka atau tidak diri kita atas derita dan nestapa orang-orang lain. Mudah-mudahan Allah memberi kemampuan bagi kita berbuat sesuatu.

Saudaraku, tiadalah menimpa suatu musibah melainkan dengan izin Allah. "Allah tiada membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya... (Q.S. al-Baqarah: 286). Allah pun menjanjikan, "Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan," (Q.S. al-Insyiraah: 5-6). Karena itu, kita jangan pernah takut dan panik menghadapi segawat apa pun kehidupan ini.

Semua ujian yang menimpa sudah diukur oleh Allah dan Ia tidak mungkin menyia-nyiakan kebaikan hamba-Nya yang beriman. Rasulullah saw mengatakan bahwa orang yang beriman itu tidak akan pernah rugi. Diberi nikmat dia bersyukur dan syukur adalah kebaikan bagi dirinya. Diberi ujian dia bersabar, dan sabar adalah kebaikan bagi dirinya. Kita tidak akan hancur oleh siapa pun juga, satu-satunya yang akan menghancurkan kita adalah perilaku kita sendiri. Oleh karena itu, tetaplah bersemangat mengarungi hidup ini hingga Allah melimpahkan kepada kita rahmat dan kasih-Nya. Wallahualam.***
ilmu adalah investasi tiada henti