ikatlah ilmu dengan menuliskannya"sanitomichie"

Sunday, July 22, 2007

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Menikah Mengapa Harus Dipersulit

Rumah tangga merupakan anugerah yang diberikan Allah kepada manusia agar dapat hidup berdampingan ( berpasangan ) menuju ridha Allah SWT.Namun pelaminan tidajk hanya identik dengan hanya sebatas mencari pasangan atau calon pendamping. Begitu dengan pembuktian diri dari kedua insan tersebut yang menyatakan perasaan saling menyukai dan merasa sudah dapat saling melengkapi dianatara keduanya.Perjuangan seseorang untuk menuju gerbang pernikahan akan dihadapi dengan duri duri yang siap menghadangnya. Permasalahan yang kerap muncul dalam proses pembentukan rumah tanggga diantaranya..: Pertama....Calon pasangan ( pihak laki laki ) belom memiliki pekerjaan tetap atau belom mempunyai penghasilan yang sesuai .Seorang laki laki yang sudah siap menikah ,kadanga harus menundanya karena banyak pihak khawatir ia tidak mampu memberi nafkah kepada istrinya,jangan kan untuk anak istri iapun masih menumpang kepada orang tuanya. Penundaan sering terjadi dengan waktu yang cukuplama ,pada saat angt bersamaan ,kedua calon mempelei makin akrab,lamanya waktu menunda makin riskan ,hal ini bisa menimbulkan fitnah,dengan maksud ingin mencari kemaslahatan ,penundaan waktu pernikahan tanpa alasan yang sesuai syariat dapat menimbulkan masalah yang lebih besar. Padahal Allah SWT telah memerintahkan kita untuk mempermudah dallam proses pernikahan,Alla SWT berfirman " Dan nikahkanlah orang orang yang masih membujang diantara kamu dan juga orang orang yang layak ( menikah ) dari hamba hamba sahayamu yang laki laki dan perempuan ,jika mereka miskin,Allah akan memberi kemampuan dengan karunia-Nya dan Allah maha luas ( pemberian-Nya)." QS an-Nuur : 32 ). Jika ayat itu diyakini dengan sepenuh hati maka insya Allah akan datang pertolongan Allah untuk kita. Kedua....biaya pernikahan yang begitu sabgat mahal dan tuntutan mahar yang begitu sangat memberatkan bagi mempelai pria.dengan beranggapan bahwa pernikahan adalah suatu pesta besar yang harus diadakan leh keluarga. .Pernikahan adalah suatu hal yang sangat istimewa dalam hidup,sehingga pernikahan itu harus dirayakan semeriah mungkin dengan persyaratan mahar tinggi. Itu mendjadi suatu beban bagi mempelai pria dan keluarganya,sehingga akhirnya pernikahannyapun tak kunjung terlaksana. Islam sesungguhnya tidak memberatkan pihak manapun dalam sutu pernikahan ,yang terpentinmg rukun dalam suatu pernikahan terpenuhi,Jika sudah ada kedua calon mempelei orang tua wali dari pihak wanita,saksi minimal dua orang ( laki laki ) atau empat orang ( wanita ),ijab kabul dan mahar tidak harus sesuatu yang mahal .Apapun yang halal yang pihak kealuarga wanita dapat menerimanya dengan ikhlas kalau syarat rukun itu terpenuhi maka pernikahan itu sah hukumnya. Ketiga tuntutan keluarga yang boleh mendahului kaka yang beluj menikah ,seorang adik tidak boleh menikah sebelum kakanya menikah terlebih dahulu,walaupun adik dah siap menikah dan calonnya sudah ada biasanya dilarang.kakak dan segenap anggta keluarga seharusnya menyikapi masalah ini dengan arif.jangan dianggap adik yang mendahului menikah merupakan suatu tindakan yang tidak terpuji. Padahal kita lahir didunia ini tidak memesan menjadi adik sama halnya dengan rezeki atau kesuksesan .tidak ada sebuah pernyataan bahwa yang sukses atau banyak rezeki itu anak pertama atau anak bungsu,orang sukses pun bisa saja didapatkan oleh anak ke-1 dan adik nya biasa biasa saja.adapula yang biasanya biasa biasa saja dan adiknya yang meraih kesuksesan ,begitu pula mengenai tanggapan bahwa menikah harus berurutan sebagaimana lahir kedunia,kalau gotu kita beranggapan bahwa meninggalpun punakan berurutan,jadi kita lahir ,meninggal, bukan kita yang memesan atau keinginan kita tetapi ketentuan Allah. SWT. Sebenarnya ,biaya menikah tidaklah mahal untuk biaya pengurusan ke KUA ( Kantor Urusan Agama )saja hanya 300 ribu rupiah.bandingkan dengan harga pesawat handphone untuk gaya gayaan yang harganya diatas 500 ribu rupiah,biaya pernikahan menjadi sangat mahal karena kita menganggap pernikahan identik dengan pesta meriah,bila kita ingin mengikutisunnah Rasulullah SAW mempermudah suatu amal pernikahan adalah sebuah amal saleh. Dengan demikian dan keyakinan yang kuat pernikahan merupakan suatu yang sangat mudah,pasti Allah SWT akan memberikan kemudahan kepada umatnya yang akan melaksanakan perintahnya,jadi menikah kenapa harus dipersulit...****

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Belajar Hak Siapa
Bila kita amati,sebagian besar nefgara muslim atau negara yang penduduknya mayoritas muslimmhidup dalam kemiskinan yang dialami negara muslim menyebabkan rakyatnya tidak dapat menikmati pendidikan dengan sebaik baiknya,Ini terjadi karena anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk mendidik rakyatnya sangat kecil,dinegara kita anggaran untuk pendidikan sangat kecil dibandingkan dengan anggaran untuk mensubsidi koruptor BLBI ( Bantua Likuiditas Bank Indonesia ) beberapa tahun lalu.. Padahal pendidikan sangat penting bagi suatu.Kemajuan suatu bangsa berbanding lurus dengan kualitas pendidikan bangsa itu sendiri,makin bermutu pendidika disuatu negara,akan makin maju juga bangsa tersebut. Belajar atau menuntut ilmu adalah suatu kewajiban setiap orang,undang undang dasar dinegara kita telah menegaskan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak,negara dalam hal ini pemerintah harus membantu warganya yasng ingin belajar,mereka yang tak memiliki biaya yang tak mampu harus dibiayai fasilitasnya,bahkan bila perlu dibebaskan dari segala pungutan. Selama ini yang menikmati pendidikan hingga perguruan tinggi sebagian besar berasal dari kalangan berduit,orang miskin,mohon maaf tak ada tempat,cukuplah sampai SD atau SMP,meski ada beberapa anak dari keluarga kurang mampu dapat menikmatipendidikan hingga perguruan tinggi,namun jumlahnya sangat sedikit.itupun bagi mereka yang berotak encer.bagi yang kurang cerdas tak ada jatah beasiswa. Ajaran menegaskan bahwa menuntut ilmu wajib hukumnya bahkan dalam sebuah hadistnya Rasulullah SAW menegaskan kita untuk menuntut ilmu meski ilmu itu ada dinegeri cina,meskipun menurut beberapa ulama hadits ini termasuk hadits yang dhoif,namun tidak menjadi masalah bila diamalkan,asalkan dapat memberikan manfaat bagi kita dan kemajuan umat islam. Allah SWT dalam al quran surat al-Alaq ayat 1-5 berfirman..." Bacalah dengan nama Tuhanmu yang Menciptakan,Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah,bacdalah,dan Tuhanmulah yang maha Pemurah,yang mengajarkan keoada manusia dengan perantraan kalam,dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya."
Firman Allah itu menjadi sebuah penegas bahwa membaca ( iqra ) wajib hukumnya membaca merupakan satu diantara aktifitas dalam belajar,Bila Allah telah menyuruh kita untuk belajar,maka setiap kita seharusnya dapat melaksanakannya,dan dapat pula membantu orang lain untuk melakukannya.***
http://www.pemkotbatu.go.id/ina/images/galerifoto/36-FS%20Sekolah.jpgby Sanitomichie email -AbuBa_@yahoo.co.id
Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Meniti Hari Dengan Ilmu

Hampir dipastikan tidak ada seorangpun yang mengharapkan dirinya terbelakang,baik ilmu ,keahlian,maupun penampilan seiring dengan itu sarana pun turut memenuhinya,kini banya k bermunculan buku buku terbitan baru,menjamurnya tempat kurusus dan pelatihan,juga semaraknya model pakaian,tas,sepatu baru,namun sayang tidak banyak yang menyadari akan pentingnya hal tersebut. itu bisa terjadi karena kesadaran yang kurang akan pentingnya ilmu sehingga lebih tertarik pada penampilan raga, maka tak sedikit yang menganggarkan membeli sepatu dari pada buku,ada empat hal yang harus dilalui agar ilmu menjadi landasan dalam meniti hari. Pertama menelisik diri kenapa harus banyak membaca kenapa harus ikut pelatihan pelatihan.jika bukan untuk menjadikan diri lebih baik,apalagi yang akan diperoleh,dan jika tidak melakukan hal tersebut apa yang akan didapat,dari sana kita akan mendapat kesadaran. Kedua,menindaklanjuti skap sadara pada aplikasi,dengan menyadari bahwa ilmu yang akan menjadikan kita kaya ,tidak terbelakang,bisa bertahan dengan serta merta kita akan mencarinya. Ketiga meyakini bahwa ilmu itu harus dibelli maka selagi ada uang jangan pelit mengeluarkannya. Tung Desem Waringin.seorang penguaha no.1 di Indonesia harus mengeluarfkan milyaran rupiah untuk pelatihan dalam hitungan hari,ditakninya untuk mendapatkan ilmu yang baik maka dapatkan dari orang yang baik pula.walaupun harus mengeluarka uang besar dan jauh tempat yang dituju tak menjadaikannya rugi,karena itu nilaitambah baginya.namun jangan serta merta kita menganggap ilmu hanya bisa dibeli oleh orang yang berduit saja sehingga kita yang diberi rizki pas pasan tidak berhak,banyak hal yang dapat kita lakukan tanpa uang, tapi jangan disalahkan bila hasilnya juga pas asan. Keempat ilmu yang diraih serta dengan berlatih,sangat disayang kan jika seabrek buku harus dibaca,hadir disemiar seminar ,dan berbagai pelatihan digeluti jika tidak ditindak lanjuti dengan latihan. Dengan demikian ,saudaraku ilmu menjadi keniscayaan,awali dengan proses penyadaran akan pentingnya ilmu,tindak lanjuti dengan belajar dan berlatih,dan jangan pelit menganggarkan dana.yakini dengan berbuat lebih ,maka kita pun akan mendapatkan yang lebih,wallahu a'lam.
http://www.pnm.my/new/CIP-webpages/bkt/bground/buku.jpgBy Sanitomichie email- AbuBa_8@yahoo.co.id

Thursday, July 19, 2007

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Indahnya Cinta

Tak ada teman yang abadi untuk dibahas selain masalah cinta,tengok saja mulai dari lagu,prosa puisi,novel bahkan film semuanya didominasi dengan tema cinta ,wajar karena cinta adalah perasaan universal,dimana mana diseluruh dunia,orang membutuhkan dan menginginkan cinta.Bagi remaja ,masalah cinta itu ibarat nasi yang membuat orang mati lemas kelau tidak menyantapnya ,sayangnya cinta justru sering ternoda justru oleh mereka yang sedang jatuh cinta. Tidak jarang jatuh cinta malah menjadi ajang pelampiasan hawa nafsu cinta tidak lagi menjadi sesuatu yang suci dan indah,cinta sudah menjadi kubangan, lumpur kemaksiatan,lalu sebenarnya apa hakikat cinta itu...? The Power Of Love........Cinta tak terbatas feeling,tetapi memiliki kekuatan untuk mengubah dan menggugah. Orang yang merasakan cinta bisa mengubah dirinya demi orang yang dicintainya cinta bisa mengubah yang buruk menjadi baik,yang urakan menjadi sopan yang pendiam bisa menjadi periang,cinta juga bisa membuat orang menjadi kreatif,banyak pujangga dan musisi menghasilkan masterpiece,karya karya hebat karena dorongan cinta yang dirasakannya.
Imam Ibnu Qoyyim al-Jauziyah dalam bukunya RaudahAl-muhibbin wa Nuzhah Al-Musytaqin memberika komentar mengenai pengaruh cinta dalam kehidupan seseorang."Cinta itu bisa menyucikan akal,mengenyahkan kekawatiran,mendorong untuk berpakaian yang rapih,makan yang baik baik memellihara akhlak yang mulia,membangkitkan semangat,mengenakan wewangian ,memperhatikan pergaulan yang baik,serta memelihara adab dan kepribadian ,Tapi cinta juga merupakan ujian bagi orang orang yang shaleh dan cobaan bagi ahli ibadah."ujarnya.
Subhanallah ! Cinta memiliki kekuatan yang luar biasa pantaslah kalua cinta membutuhkan aturan. Tidak lain dan tidak bukan,agar cinta itu tidak berubah menjadi cinta yang membabi buta dapat menjerumuskan manusia pada keidupan hewani dan penuh kenistaan, Bila cinta dijaga kesuciannya,manusia akan selamat.Para pasangan yang saling mencintai tidak hanya akan dapat bertemu dengan kekasih yang dapat memupus kerinduan,tetapi mendapat juga ketenangan ,kasih sayang, cinta dan juga keridhaan dari zat yang menciptakan cinta yaitu Allah SWT.
Allah SWT berfirman,"Dan diantara tanda tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untuk istri isatri dari jenismu sendiri,supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya ,dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih sayang .Sesungguhnya yang demikian itu benar benar terdapat tanda tanada bagi kaum yang berpikir."( QS ar-Ruum[30]:21)
Antara Cinta Dan Pacaran.
Bagi sebagian besar orang ,cinta sangat identik dengan pacaran,orang orang yang pacaran pasti saling mencintai.dan orang yang saling mencintai pasti pacaran.sebenarnya apakah pacaran itu ..? benarkah pacaran itu wujud atau penjelmaan dari cinta...?
Dalam kamus islam,pasti kita tidak akan menemukan satupun rujukan tentang pacaran,sebab istilah pacaran tidak ada dalam sejarah dan tradisi islam pacaran bukan jalan untuk menuju pernikahan .salah satu cara untuk mengenal adalah khitbah,lalu kepada siapa cinta itu diberikan...?
  • Cintailah Allah SWT......Allah SWT sungguh sangat pencemburu Dia tidak mau cinta hambanya dibagi dengan cinta yang lain.kita sebagai hamba Allah harus benar benar mencintai Allah ,sebagaimana firman-Nya"Da diantara manusia ada orang orang yang menyembah tandingan tandingan selain Allah, mereka mencintainya seakan mencintai Allah,adapun orang orang yang beriman sangat mencintai Allah..."( QS al-Baqarah[2]:165),dalama ayat ini janganlah Allah tidak dicintai,yang mencintai Allah sama denga ,mahluknyapun Allah tidak suka,maka prioritaskan cinta kita yaang pertama dan utama hanya kepada Allah SWT.
  • Mencintai Rasullallah.......Sabda Rasul bagi yang ingin merasakan manisnya iman ( cinta) maka hendaklahia mencintai Allah Rasulallah"ada tiga golongan yang akan merasakan manisnya iman :
  1. mereka yang mencintai Allah dan Rasulnya lebih dari selain kepada keduanya
  2. orang yang saling cinta karena Allah dan Rasul
  3. seorang yang membenci kepada kekafiran sebagaimana dia benci dilemparkankedalam api neraka"( al-hadits)
  • Cinta kepada orang tua.......setelah Allah dan Rasul-Nya prioritas cinta kita kepada kedua orang tua kita karena merekalah orang yang paling berjasa dalam hidup kita. Kasih sayang kedua orang tua tidak pernah akan lekang oleh jaman,tidak akan hambar oleh waktu,teramat durhaka orang yang mengabaikan cinta kepada kedua orang tua padahala kasih sayang mereka sepanjang masa .firman Allah ( al-Isra 23-24)
  • Cintailah sesama.......manusia memang tidak bisa hidup sendiri ia memang mahluk sosial yang membutuhka orang lain bahkan Rasul menyampaikan bagi mereka yang berharap keridhaan Allah hendaklah ia mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri( al hadits). Suatu saat Rasulallah didatangi oleh sahabat yang menempatkan." : " Ya Rasulallah saya mencintainya karena Allah ,apakah engkau telah mengabarinya tanya Rasul. belum ya Rasulullah.maka Rasul berkata temuilah dan katakan padanya engkau mencintainya."
  • Cinta alam sekitar.......Kita hidup sebagai manusia memiliki tugas mengemban amanah khalifah( sebagai pemimpi dimuka bumi ) baik atau rusaknya alam ini disebabkan oleh tangan manusia,maka jika ia ingn hidupnya sejahtera,aman dan nyaman harus mencintai lingkungan sekitarnya,sehingga tidak terjadi bencana,polusi dan kerusakan kerusakan lainnya.wallahu a'lam bishshawab,.....

myspace codes
Myspace Codes: MyNiceSpace.com

By Sanitomichie

email-AbuBa_8@yahoo.co.id

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Modal Visi & Harapan
Oleh ARY GINANJAR AGUSTIAN

ANGKA bunuh diri di Indonesia makin memprihatinkan. Hanya gara-gara sepele misalnya alasan ekonomi seseorang nekat bunuh diri seperti alasan seorang ibu rumah tangga yang bunuh diri dengan anak-anaknya.
Padahal, sebagai umat yang diberi akal seharusnya memiliki pikiran dan rancangan jauh ke depan. Harus bersikap visioner, memandang jauh ke depan. Bukankah Allah SWT. memiliki sifat "Al-Akhir" yang menuntut kita untuk berpikir visioner?
Covey, dalam bukunya yang paling anyar pun mengakui bahkan menguatkan keberadaan visi sebagai wujud kecerdasan mental. Sedangkan disiplin dianggap Covey sebagai bentuk kecerdasan fisik, gairah sebagai pengejawantahan dari aspek EQ (Emotional Quotient), dan nurani atau suara hati sebagai hal konkret dari kecerdasan spiritual. Kita akan dibuat terenyak dan seketika menganggukkan kepala (anggukan universal) bahwa ungkapan Covey sebagai cerdas secara spiritual baik nurani maupun suara hati selaras dengan suara Illahiah.
Suara hati sejatinya telah memberi energi pendorong bagi fisik, mental, dan emosional untuk menjalani kehidupan dan menghadapi masa depan. Berpikir dan bertindak dengan menggunakan kerangka Vision Principle, secara otomatis akan mengarahkan jiwa-raga kita untuk terus-menerus memperkokoh diri sebagai abdi Yang Mahakuasa.
Laa ilaaha illallah sebagai kekuatan spiritual yang menjadi motor penggerak setiap jejak langkah kita. Ketika kekuatan "God Spot" mampu mengalir untuk menguatkan suara hati lewat Asmaul Husna, ia akan memberikan arus listriknya pada akal lewat visi, sang tubuh dengan perilaku disiplin, dan sang hati dengan kehangatan semangat penuh kegairahan. Energi positif tersebut akan mengubahnya menjadi tujuh kekuatan gerak yaitu perilaku jujur, tanggung jawab, disiplin, kerja sama, adil, visioner, dan peduli.
Modal inilah yang akan membimbing pribadi-pribadi penggenggamnya untuk menggebrak dunia. Dengan semangat kejujuran dan keadilan, ia hadapi kompetitor dengan fair, berkompetisi secara "menang-menang". Dengan semangat tanggung jawab dan kepedulian, terus-menerus menyadari kompetisi harus dihadapi, dan bukannya melarikan diri. Ia pun berdisiplin untuk mengejar ketinggalan serta terus-menerus kaizen dengan inovasi termasuk dengan bentuk "kerja sama" yang strategis.
Terakhir, ia mampu menjadi sosok pribadi visioner, yang selalu memulai aktivitas diri dan bisnisnya dengan visi dan harapan.
Modal inilah yang dibutuhkan oleh para manusia digital, ia tak sekadar bertindak defensif menghadapi masa depan.
Tak juga pasif takluk pada mata rantai sebab-akibat. Namun sejatinya ia selalu merujuk pada keberanian untuk menyodorkan jawaban yang sophisticated, solusi canggih yang positif.
Kemampuan melihat hambatan permasalahan sebagai challenge bagi terciptanya tataran nilai yang lebih baik itulah solusi yang sesungguhnya. Dengan bermodalkan suara hati, visi, komitmen, dan kerja keras yang penuh kedisiplinan serta semangat kepedulian dan tanggung jawab, ia akan selalu mampu seize the future, menghadapi kemajuan teknologi dunia dengan kemungkinan-kemungkinan bagi diri dan korporasinya untuk melakukan open-sourcing, out-sourcing, supply-chaining, in-sourcing, in-forming, dll.
Kebutuhan "kecepatan" di era 2000, di mana setiap negara telah Using IT to transform a business, tak menjadi kendala bagi pribadi-korporasi bermental unshakable. Selalu memulai aktivitas dengan sebuah doa, memiliki integritas makna yang teramat dalam. Sebab, memulai sesuatu dengan doa, berarti memulai sesuatu dengan otak kanan, yaitu visi dan harapan. Inilah syarat menuju tantangan dan kompetisi menuju Indonesia Emas 2020.***
Yanto SupriadiMerintis Korda ESQ Purwakarta
MEMULAI suatu yang baru terasa berat apalagi dilaksanakan seorang diri. Ini pula yang dialami Ketua Koordinator Daerah (Korda) Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ Kab. Purwakarta, Yanto Supriadi, yang ditemui di sela-sela ESQ Peduli Pendidikan, baru-baru ini.
"Saya ikut training ESQ Profesional angkatan 10 pada Agustus 2005. Karena saya berasal dari Purwakarta, setahun kemudian mendapat amanah merintis Korda ESQ," katanya memulai kisahnya.
Tanpa dibekali dengan nama-nama alumni ESQ asal Purwakarta, membuat Yanto harus bergerilya ke tiap-tiap instansi pemerintah maupun swasta guna mendata alumni ESQ. "Di ESQ Leadership Centre (LC) Bandung memang ada data alumni ESQ, tapi tidak boleh diakses karena takut disalahgunakan untuk kepentingan pemasaran berantai (MLM/multi level marketing)," katanya.
Ketika meminta data alumni ESQ di tiap instansi, Yanto mendapatkan pengalaman menarik karena tidak semua pejabat mau menerimanya. "Ada yang bersikap terbuka sehingga formulir alumni ESQ bisa terisi, tapi ada juga yang belum apa-apa sudah buang muka," katanya.
Selama sebulan bergerilya mencari data, akhirnya pada September 2006 mendapatkan 60 orang alumni ESQ. "Setelah kami membentuk Korda lalu mengadakan training ESQ yang dimulai pada Desember 2006 sebanyak 123 orang. Biaya training di daerah seperti Purwakarta hanya Rp 770.000,00 dan tak bisa dinaikkan karena daya belinya masih rendah," katanya. (Sarnapi/"PR")***
Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Karakter Baik dan Kuat
Oleh K.H. ABDULLAH GYMNASTIAR

MASALAH karakter adalah masalah inti yang menyebabkan umat Islam banyak tertinggal dalam menjalankan kewajibannya sebagai khalifah di muka bumi.
Karakter yang lemah, seperti sikap minder, kurang percaya diri, tidak mandiri, dan malas, biasanya menyebabkan potensi yang ada tidak tergali dan tidak berkembang. Padahal, itu semua merupakan suatu kekuatan nyata yang akan mengharumkan umat Islam. Begitupun karakter yang buruk, seperti sikap egois, serakah, licik, dan materialistis, akan membuat kekuatan dan kemampuan yang telah ada tidak membawa dampak dan manfaat yang luas bagi kepentingan maupun kemajuan umat.
Sekali lagi, inti dalam persoalan karakter adalah qalbu atau hati nurani. Oleh karena itu, kita perlu manajemen qalbu karena dengan upaya mengelola hati terbukti efektif dapat memenuhi dahaga kesejukan dan ketenteraman hati yang sangat langka dan mahal, menyehatkan dan membersihkan hati-hati yang kotor dan berpenyakit, menerangi hati yang gelap dan bersamaan dengan itu membakar semangat dan menggelorakan hati yang lemah dan lesu. Pada akhirnya perubahan suasana qalbu ini akan sangat berdampak pada perubahan perilaku seseorang.
Karakter itu terdiri dari empat hal. Pertama, ada karakter lemah; misalnya penakut, tidak berani mengambil risiko, pemalas, cepat kalah, belum apa-apa sudah menyerah, dan sebagainya. Kedua, karakter kuat; contohnya tangguh, ulet, mempunyai daya juang yang tinggi, atau pantang menyerah. Ketiga, karakter jelek; misalnya licik, egois, serakah, sombong, pamer, dan sebagainya. Keempat, karakter baik; seperti jujur, terpercaya, rendah hati, dan sebagainya.
Hari ini, yang kita rindukan adalah --meskipun secara lambat laun-- negeri ini akan bangkit kembali. Ini bisa terjadi bila dua karakter, yaitu karakter yang kuat dan baik bersinergi. Misalkan dia tangguh, ulet, tapi tetap rendah hati dan merupakan pekerja keras yang sangat gigih. Dia berprestasi gemilang tapi ikhlas. Inilah yang diharapkan dari setiap pertemuan kita. Yakni, mewujudkan manusia-manusia tangguh, berani, gigih, ulet, jujur, rendah hati, dapat dipercaya, dan sebagainya. Allahu Akbar!
Satu hal yang patut kita sayangkan kemudian adalah, karakter manusia Indonesia khususnya kaum Muslim, tidak terlalu sesuai dengan karakter yang diinginkan di atas. Ternyata, banyak manusia di Indonesia yang mempunyai kebiasaan korupsi, dari yang raksasa sampai yang kecil-kecilan. Hal ini disebabkan kita mempunyai jiwa miskin.
Pernah suatu ketika di Mekah, tepatnya di Masjid Al Haram, di saat buka saum ada beberapa orang pengemis membawa kain yang tampaknya penuh dan isinya terlihat berat. Mereka meminta-minta sampai kain bawaannya semakin banyak. Ternyata, dia melakukan itu karena merasa bahwa belum tentu besok hari akan mendapatkan kesempatan yang sama.
Orang yang miskin jiwa seperti itu terus tumbuh. Orang-orang yang licik, koruptor, yang mengambil harta orang lain tanpa hak, sebetulnya mereka adalah orang-orang miskin. Walaupun jabatannya tinggi, kedudukan, dan hartanya berlimpah, tetapi jiwanya tetap miskin. Dia akan terus mengambil apa saja yang ada di hadapannya meski itu bukan miliknya.
Saat pembagian beras untuk orang miskin (raskin), mereka menjadi orang pertama yang mengambil beras itu. Sebelum sampai kepada yang berhak sudah dimakan lebih dulu oleh oknum-oknum yang miskin jiwa tersebut. Atau kalau tidak, beras itu mereka timbun untuk kemudian dijual.
Orang yang miskin jiwa, bila naik jabatan akan sibuk mencari rampasan. Akibatnya, kewajibannya menjadi terbengkalai. Miskin jiwa, meski kaya harta; dia akan merusak. Oleh karena itu, jangan mencari pasangan yang kaya secara lahiriah. Carilah manusia yang kaya batin dengan penuh kemuliaan.
Kekayaan lahir itu hanyalah topeng. Orang yang hanya mempertontonkan topeng adalah kekanak-kanakan. Harta yang didapat dengan tidak halal tidak akan membuat bahagia. Bahkan akan jadi racun untuk keluarga. Di sinilah kiranya kita perlu melakukan pemetaan karakter agar kita dapat mengetahui tentang aspek positif dan negatif dari karakter-karakter yang cenderung ada dalam diri manusia. Dari kuadran karakter tersebut ada beberapa hal yang dapat kita perhatikan.
a. Karakter buruk bertemu dengan karakter lemah, ini tidak berbahaya. Karena orang yang berniat jahat, tetapi tidak mempunyai kemampuan untuk melakukannya.
b. Karakter baik bertemu dengan karakter lemah, ini yang banyak ada pada diri kita. Kebanyakan dari kita mempunyai sifat-sifat yang baik, tetapi tidak mempunyai etos yang tinggi untuk mengembangkan diri.
c. Karakter buruk bertemu dengan karakter kuat. Karakter ini yang sangat berbahaya karena dia mempunyai sifat yang buruk dan gigih serta ulet di dalam melakukan kejahatannya.
d. Karakter baik bertemu dengan karakter kuat, ini yang diharapkan akan mengubah negeri kita. Karena karakter ini yang mempunyai sifat baik dan etos yang tinggi untuk berkembang dan mengubah ke arah yang lebih baik.
Sebenarnya membangun karakter pribadi seorang Muslim ini dimulai sejak dini. Dalam hal ini pembangunan karakter pribadi Muslim membutuhkan dukungan berbagai pihak, berbagai aspek. Di atas semua itu adalah apa yang disebut oleh buku ini "sistem yang kondusif". Ini bisa saja bermula dari keluarga, entah itu dari orang tua sendiri, bapak dan ibu, paman dan bibi, dan kakak-kakak atau adik-adik; semuanya secara tidak langsung memberikan kontribusi tersendiri yang berpengaruh terhadap pertumbuhan karakter. Di lingkungan lainnya, yaitu lingkungan luar keluarga, seperti pergaulan teman sebaya, hubungan antartetangga, bahkan organisasi sekalipun pada dasarnya turut menumbuhkembangkan karakter pribadi seorang Muslim.
Oleh karena itu, tepat kiranya riwayat yang mengatakan, "Bergaul dengan tukang minyak wangi akan terciprat bau harumnya. Sementara bergaul dengan tukang pandai besi akan tersengat hawa panasnya." Riwayat ini jelas memperlihatkan kepada kita sejumlah pengaruh yang bisa muncul apabila kita ingin menumbuhkan karakter pribadi kita. Kalau kita ingin karakter pribadi kita tumbuh makin baik, makin sempurna, minimal kita perlu memilih pergaulan yang akan membuat kita terjaga, tentu saja terjaga dari pergaulan yang justru menumbuhkan kepribadian negatif.
Kita berdoa semoga generasi umat ini senantiasa tumbuh menjadi karakter pribadi Muslim yang positif. Positif tidak saja memahami makna-makna ajaran Islam, tetapi juga positif dalam memperlihatkan bagaimana ajaran Islam itu sebenarnya rahmatan lil 'alamin melalui diri kita tentu saja. Wallahualam.***

Tuesday, July 17, 2007

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Keunikan Orang Sunda
Oleh IIP D. YAHYA

ORANG Sunda itu unik. Mereka menerima pluralitas dan sangat terbuka. Orang Sunda termasuk masyarakat yang selalu siap menerima perubahan konstruktif. Jika demi kemajuan, tanpa ragu mereka akan melaksanakannya dengan disiplin. Ketika pemerintah Hindia Belanda pada pertengahan abad XIX menetapkan aksara Walanda (Latin) sebagai pengganti huruf Arab, masyarakat menerimanya tanpa protes yang berarti (Mikihiro Moriyama, 2005).

Dengan aksara itulah orang Sunda sekarang mengekspresikan olah pikirnya. Di luar itu komunitas pesantren sampai kini tetap mempertahankan huruf Arab dalam tradisi ngalogat-nya. Sementara upaya menghidupkan kembali aksara kaganga yang dianggap sebagai asli Sunda, melalui perangkat Perda Pemda Jabar, hingga kini justru belum menampakkan hasil memuaskan.

Di masa revolusi, ketika orang Sunda bersepakat untuk mendukung kemerdekaan, mereka paling depan membela nasionalisme Indonesia. Di bawah panji Siliwangi, mereka membakar Kota Bandung dan hijrah ke Yogyakarta, demi mempertahankan harga diri dan eksistensi negara baru Indonesia. Mereka lalu menghentikan upaya kudeta Muso di Madiun dan menaklukkan kegigihan Kahar Muzakkar di Sulawesi Selatan.

Ketika Kartosuwiryo mengobarkan perlawanan kepada NKRI, tanpa mendatangkan pasukan bantuan dari luar territorialnya, dengan pagar betis masyarakat, perlawanan DI/TII dapat dipatahkan. Tahun 1955, ketika kondisi masih sangat memprihatinkan, warga Bandung sukses menjadi tuan rumah Konferensi Asia Afrika. Itulah sebagian bukti kemampuan untuk berdisiplinan, kegigihan berjuang, dan kepercayaan diri yang sangat kuat dari masyarakat Sunda.

Pada era Orde Lama, orang Sunda banyak yang mendukung PNI. Ketika Orde Baru mereka banyak yang mendukung Golkar bahkan hingga sekarang. Saat reformasi bergulir, wacana partai lokal yang digagas akan dan bisa lebih nyunda, ternyata tinggal sekadar wacana. Jika dilihat dari fenomena partai politik itu, orang Sunda jelas-jelas selalu menolak hal-hal yang bersifat eksklusif.

Satu hal yang menarik dicatat, masyarakat Sunda ternyata tidak begitu memasalahkan dari mana asal pemimpinnya. Mereka menerima Dewawarman yang datang dari India sebagai raja pertama Salakanagara hingga Soekarno sebagai Presiden Indonesia pertama yang kelahiran Blora. Pituin atau bukan pituin Sunda. Asli atau pendatang.

Siapa pun, asal mengerti isi hati dan harapan massa Sunda, ia akan diterima. Nasution atau Kawilarang bisa memimpin Divisi Siliwangi. Soekarno bisa diterima massa 'marhaen'. Kartosuwiryo dapat memukau massa 'Islam'. Begitu pula Daeng Kanduruan Ardiwinata bisa menjadi Hoofd Bestuur Paguyuban Pasundan yang pertama. Soeharto, Habibie, Gus Dur, Megawati, dan SBY, masing-masing punya massa fanatiknya di kalangan orang Sunda.

Jadi bukanlah sesuatu yang aneh jika anggota DPRD Jawa Barat berasal dari berbagai etnik, sebab mereka pada realitasnya dianggap lebih mewakili isi hati dan harapan orang Sunda. Lalu mengapa yang terpilih bukan orang Sunda 'asli'? Kalau mau jujur melihat hasil Pemilu, tentu karena yang "asli" itu dianggap tidak atau kurang mewakili isi hati dan harapan orang Sunda sendiri. Siapapun, asal setia pada kepentingan massa Sunda, mereka akan berdisiplin mendukung kepemimpinannya.

Dalam dunia intelektual dan akademik juga berlaku hal seperti itu. Rektor perguruan tinggi di Bandung bisa datang dari etnik mana saja asal mumpuni dan diterima civitas academic-nya. Orang seperti almarhum Doddy Tisna Amidjaja saat menjadi Rektor ITB, pertama-tama karena ia mumpuni. Bahwa ia tokoh Sunda, hal itu menjadi nilai lebihnya. Buktinya, sebagai tanda cintanya kepada Sunda, ia mewakafkan warisan intelektualnya sebagai perpustakaan, salah satu di antara sedikit perpustakaan mengenai kesundaan di Bandung.

Sekarang setelah dunia ilmu sejarah Sunda kehilangan pakar sekelas Edi S. Ekadjati, banyak yang berpaling kepada Mikihiro Moriyama, intelektual dari Jepang. Sampai saat ini, sudah ada dua jurnal ilmiah dari dua perguruan tinggi ternama di Bandung, meminta Moriyama untuk menggantikan posisi almarhum Ekadjati sebagai redaktur ahli. Dan permintaan yang sejenis masih mengantre menunggu persetujuan. Bagi yang mengenal Moriyama, tak syak lagi akan menyebutnya sebagai orang yang sangat nyunda.

Maka kecintaan kepada Sunda itu bisa datang dari mana saja dan tidak mungkin dibendung. Begitu pula kemampuan untuk membuktikan kecintaan itu tak mungkin dihasilkan dari suatu kebohongan dan ketidakjujuran. Dan cinta selalu dibuktikan dengan pengorbanan. Demikianlah kita bisa memahami mengapa masyarakat Sunda begitu memimpikan munculnya kembali sosok Oto Iskandar di Nata (Otista), martir revolusi yang gugur di Mauk itu.

Ketika tampil di panggung volksraad, Otista bukanlah anggota yang ditunjuk Tuan Gubernur Jenderal. Ia anggota yang dipilih oleh dewan-dewan kota untuk mewakili Pasundan. Otista dinilai sebagai tokoh yang mengerti isi hati dan harapan urang Sunda dan kebetulan ia pituin Sunda kelahiran Bojongsoang. Karena itu ia bisa duduk di volksraad selama 10 tahun. Pada zaman pendudukan Jepang ia memimpin koran Tjahaja, satu-satunya koran di Bandung. Pada era kemerdekaan ia menjadi anggota PPKI dan BPUPKI, lalu menteri negara bidang pertahanan. Maka tak salah kalau kecintaan orang Sunda tamplok kepadanya. Ia telah berjuang dan berkorban.

Salah satu pendapat Otista yang sangat menarik ditelaah, diungkapkan oleh Barli Sasmitawinata dalam Nina H. Lubis (2003), "Saya ingin menyarankan (agar orang Sunda) menjadi bangsa yang jembar, luas pandangannya dan besar jasanya. Jangan dibatasi oleh (sekedar) totopong, tetapi (bagian dari) bangsa Indonesia yang bersedia bekerja sama dengan suku bangsa Indonesia lainnya untuk membangun Indonesia damai sejahtera."

Menurut alur pemikiran Otista, benda seperti totopong dan atribut sejenisnya, itu bukan jiwa Sunda melainkan ciri luar saja. Sunda bukanlah klaim atau cap yang sifatnya verbal dan artifisial belaka, melainkan kerja konkret yang dibangun dari wawasan yang luas dan selalu menjaga konsensus nasionalisme Indonesia. Gawe rahayu atau kerja nyata itu tidak berpijak pada atribut luar tetapi pada niat yang kuat dan bersih dari dalam hati.

Maka, kini pertanyaan penting dikembalikan kepada para pemimpin atau yang ingin jadi pemimpin Sunda, juga kepada tokoh atau yang merasa menjadi tokoh Sunda, sudahkah mereka memahami isi hati dan harapan orang Sunda itu? Banyak contoh dari tokoh-tokoh yang menjadi panineungan orang Sunda sepanjang sejarahnya. Dan bukan sesuatu yang nista jika kita bertanya kepada "orang lain", bagaimana sebenarnya cara memahami isi hati dan harapan serta keunikan masyarakat Sunda itu. Mari kita lihat buktinya.***

Penulis, penulis buku Ajengan Cipasung (2006), tinggal di Bandung.

Kujang kas jawa barat/ e-mail-AbuBa_8@yahoo.co.co.id

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Menguak Belenggu Waktu
Oleh ARY GINANJAR AGUSTIAN

WAKTU seakan berlari dengan tempo yang tinggi. Tak terasa, tahun 2006 berlalu dan kini kita melangkahkan kaki di tahun 2007. Semoga di tahun 2007 kita menjadi lebih baik dan lebih mendekat kepada Allah dari tahun-tahun sebelumnya.

Waktu bagaikan "gudang terbatas" yang hanya menyediakan kita 86.400 detik per hari untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya. Apabila kita gagal dalam menggunakannya, waktu yang telah berlalu itu tidak akan pernah kembali. Ia akan hangus, tanpa sempat termaknai apalagi untuk diinvestasi. Ada baiknya kita meluangkan waktu di tengah ketersempitan itu untuk sekadar sabbatical (isi baterai) sejenak. Mari kita renungkan perjalanan kita sebelumnya. Ke garis orbit manakah selama ini kita melangkah? Akankah kita kuat erat menggenggam orbit spiritual kita nantinya? Atau malah sebaliknya, akankah kita terlempar dan luluh lantak karenanya? Seperti kaum Tsamud yang terempas dari orbit karena menolak aturan ketetapan hukum konvergen milik-Nya.

Samakah kita dengan mereka (kaum Tsamud) yang begitu congkak menolak Grand Unified milik Sang Mahasempurna? Sahabatku, kejarlah cita-cita setinggi-tingginya! Yakinlah, karena Sifat Allah Yang Mahatinggi itu sedikitnya telah ada dalam "God spot" kita. Jangan pernah takut menghadapi kegagalan karena kita telah mengarahkan laras senapan kita ke matahari dengan mission statement berupa syahadat.

Walau tak terjangkau sang matahari, paling tidak peluru kita akan terbang jauh, lebih tinggi dibanding mengarahkan larasnya sejajar dengan bahu kita. Yakinlah, kita bisa melampauinya karena kita adalah pribadi yang transendental dan visioner. Pribadi visioner kita yang menembus dan mengatasi, sedangkan pribadi transendental yang senantiasa mencari dan selalu mendekati Zat Allah. Baik suka maupun tidak suka, sadar maupun tidak, menyadari akan entitas Allah yang sebenarnya ada dalam diri kita.

"Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari." (Q.S. Ar Ra'du: 15)

Manusia akan selalu mencari nur Allah. Ketika ia mencari rumah nan megah dan taman indah yang luas, sesungguhnya ia lupa bahwa ia tengah mencari sifat Allah Yang Mahaluas. Kala ia begitu haus akan kedudukan yang terhormat, sesungguhnya yang ia inginkan adalah sifat Allah Yang Mahatinggi dan Mahamulia.

Demikian pula saat ia begitu silau dengan berlian dan permata nan gemerlap, sesungguhnya ia terlena akan fatamorgana dunia. Bahwa sifat Allah Yang Maha Bercahaya yang hakiki itulah yang sedang didambakannya.

Sahabatku, di lembar waktu kekinian 2007 ini, alam semesta makro dan mikrokosmos kembali mengajak kita untuk bertawaf. Kita akan memulai sebuah langkah baru, sebuah perjalanan baru. Bertawaf bersama bumi, rembulan, matahari serta triliunan bintang.

Di tengah kegelapan angkasa raya nan mahaluas, kita akan bersama-sama, bergandengan tangan dengan erat agar tak terempas, berjalan menembus ruang dan waktu, menempuh sebuah perjalanan yang panjang. Perjalanan mulia, menjalankan misi Ilahi. Selamat jalan menempuh ruang dan waktu, selamat bertawaf! ***

Monday, July 16, 2007

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Hikmah di Balik Musibah
Oleh ARY GINANJAR AGUSTIAN

AKHIR-AKHIR ini di tengah kegembiraan musim liburan sekolah, bencana kecelakaan terus melanda. Korbannya pun tidak hanya satu atau dua orang melainkan puluhan orang. Seperti jatuhnya bus pariwisata ke jurang di Cikundul Cianjur, meninggalnya pelajar akibat menghirup gas beracun, dan terakhir kecelakaan di Nagreg Kab. Bandung.

Situasi dilematis kerap dihadapi manusia. Jurang antara harapan dan kenyataan sering tak bisa dihindari. Manusia bersukacita hanya apabila yang terjadi sesuai dengan keinginan di dalam hati. Sebaliknya, hatinya menjadi marah dan berontak jika menerima ketentuan yang tidak diinginkan.

Kehidupan sesungguhnya menyimpan rahasia dan misteri ketetapan Ilahi yang kita tidak mampu memahaminya. Hal ini sebagaimana yang pernah dialami Ayahanda Azwar Anas. Menurut rencana, pada 10 November 1971 ia berangkat ke Padang. Namun, sesampainya di Bandara Kemayoran, Jakarta (Kini dipindah Ke Cengkareng), ternyata tempat duduknya di pesawat sudah diambil orang lain, padahal tiket sudah ada di tangan.

Rencana kepergiannya pun batal. Meskipun pada awalnya agak kecewa, ia pasrah. Selang beberapa waktu kemudian, Pak Azwar mendapat kabar pesawat yang seharusnya ditumpanginya itu ternyata jatuh di perairan Padang, Sumatra Barat.

Mungkin kita juga pernah mengalami peristiwa serupa. Kita merasa kecewa karena apa yang kita harapkan tidak terlaksana. Kita menyangka Allah tidak mengabulkan doa. Namun, setelah sekian lama, baru kita menyadari bahwa Allah mempunyai rencana yang lebih baik untuk kita.

Oleh karena itu, manusia harus senantiasa mensyukuri setiap ketentuan Allah SWT. Bukan saja karena pandangan manusia yang terbatas dalam menilai mana keputusan yang terbaik bagi dirinya, namun juga karena itu merupakan bukti tauhid atau kecintaan kepada Allah. Manusia diuji untuk senantiasa menerima apa pun kehendak Allah, suka atau tidak suka, senang atau tidak senang.

Teladan yang diberikan oleh peristiwa Idul Adha, di antaranya adalah bagaimana menerima setiap keputusan dari Allah Robbul Alamin, sepahit apa pun. Perayaan Idul Adha sesungguhnya menghidupkan kembali keteladanan insan-insan yang telah diuji oleh sebuah keputusan yang teramat berat untuk ditanggung oleh manusia di mana pun, sepanjang sejarah.

Tugas yang amat berat harus diterima oleh Nabi Ibrahim a.s. yang diperintahkan untuk menyembelih putranya sendiri, Ismail a.s., yang amat dicintainya. Siti Hajar, sang ibu yang telah berjuang keras menyelamatkan si buah hati dari keganasan gurun pasir, diuji keikhlasannya untuk melepas buah hatinya. Demikian juga Ismail dicoba dengan perintah untuk menyerahkan nyawanya.

Keputusan Allah sesungguhnya juga adalah ujian bagi manusia. Akankah kita menyerahkan diri, hidup dan mati kita untuk Allah, serta menerima setiap ketentuan-Nya? Orang yang senantiasa ikhlas menerima kepastian-Nya adalah manusia yang akan terbebas dari derita dunia. Merekalah yang akan merasakan kebahagiaan dunia dan akhirat selama-lamanya.

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui. (Q.S. Al Baqarah, 216). Wallahu-a'lam. ***dikutip dari PR 16 Juli 2007/e-mail-AbuBa_8@yahoo.co.id

Sunday, July 15, 2007

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Surat Cinta dari Manusia-Manusia yang Malamnya Penuh Cinta
Kami tujukan kepada : Insan yang tersia-sia malamnya


Wahai orang-orang yang terpejam matanya, Perkenankanlah kami, manusia-manusia malam menuliskan sebuah surat cinta kepadamu. Seperti halnya cinta kami pada waktu malam-malam yang kami rajut di sepertiga terakhir. Atau seperti cinta kami pada keagungan dan rahasianya yang penuh pesona. Kami tahu dirimu bersusah payah lepas tengah hari berharap intan dan mutiara dunia. Namun kami tak perlu bersusah payah, sebab malam-malam kami berhiaskan intan dan mutiara dari surga.

Wahai orang-orang yang terlelap, Sungguh nikmat malam-malammu. Gelapnya yang pekat membuat matamu tak mampu melihat energi cahaya yang tersembunyi di baliknya. Sunyi senyapnya membuat dirimu hanyut tak menghiraukan seruan cinta. Dinginnya yang merasuk semakin membuat dirimu terlena,menikmati tidurmu di atas pembaringan yang empuk, bermesraan dengan bantal dan gulingmu, bergeliat manja di balik selimutmu yang demikian hangatnya. Aduhai kau sangat menikmatinya.

Wahai orang-orang yang terlena, Ketahuilah, kami tidak seperti dirimu !! Yang setiap malam terpejam matanya, yang terlelap pulas tak terkira. Atau yang terlena oleh suasananya yang begitu menggoda. Kami tidak seperti dirimu !! Kami adalah para perindu kamar di surga. Tak pernahkah kau dengar Sang Insan Kamil, Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya di surga itu ada kamar yang sisi luarnya terlihat dari dalam dan sisi dalamnya terlihat dari luar. Disediakan untuk mereka yang memberi makan orang-orang yang memerlukannya, menyebarkan salam serta mendirikan sholat pada saat manusia terlelap dalam tidur malam." Sudahkah kau dengar tadi ? Ya, sebuah kamar yang menakjubkan untuk kami dan orang-orang yang mendirikan sholat pada saat manusia-manusia yang lain tertutup mata dan hatinya.

Wahai orang-orang yang keluarganya hampa cinta, Kau pasti pernah mendengar namaku disebut. Aku Abu Hurairah, Periwayat Hadist. Kerinduanku akan sepertiga malam adalah hal yang tak terperi. Penghujung malam adalah kenikmatanku terbesar. Tapi tahukah kau ? Kenikmatan itu tidak serta merta kukecap sendiri. Kubagi malam-malamku yang penuh syahdu itu menjadi tiga. Satu untukku, satu untuk istriku tercinta dan satu lagi untuk pelayan yang aku kasihi. Jika salah satu dari kami selesai mendirikan sholat, maka kami bersegera membangunkan yang lain untuk menikmati bagiannya. Subhanallah, tak tergerakkah dirimu ? Pedulikah kau pada keluargamu ? Adakah kebaikan yang kau inginkan dari mereka ? Sekedar untuk membangunkan orang-orang yang paling dekat denganmu, keluargamu ?

Lain lagi dengan aku, Nuruddin Mahmud Zanki. Sejarah mencatatku sebagai Sang Penakluk kesombongan pasukan salib. Suatu kali seorang ulama tersohor Ibnu Katsir mengomentari diriku, katanya, " Nuruddin itu kecanduan sholat malam, banyak berpuasa dan berjihad dengan akidah yang benar." Kemenangan demi kemenangan aku raih bersama pasukanku. Bahkan pasukan musuh itu terlibat dalam sebuah perbincangan seru. Kata mereka, " Nuruddin Mahmud Zanki menang bukan karena pasukannya yang banyak. Tetapi lebih karena dia mempunyai rahasia bersama Tuhan". Aku tersenyum, mereka memang benar. Kemenangan yang kuraih adalah karena do'a dan sholat-sholat malamku yang penuh kekhusyu'an. Tahukah kau dengan orang yang selalu setia mendampingiku ? Dialah Istriku tercinta, Khotun binti Atabik. Dia adalah istri shalehah di mataku, terlebih di mata Alloh. Malam-malam kami adalah malam penuh kemesraan dalam bingkai Tuhan.

Gemerisik dedaunan dan desahan angin seakan menjadi pernak-pernik kami saat mendung di mata kami jatuh berderai dalam sujud kami yang panjang. Kuceritakan padamu suatu hari ada kejadian yang membuat belahan jiwaku itu tampak murung. Kutanyakan padanya apa gerangan yang membuatnya resah. Ya Alloh, ternyata dia tertidur, tidak bangun pada malam itu, sehingga kehilangan kesempatan untuk beribadah. Astaghfirulloh, aku menyesal telah membuat dia kecewa. Segera setelah peristiwa itu kubayar saja penyesalanku dengan mengangkat seorang pegawai khusus untuknya. Pegawai itu kuperintahkan untuk menabuh genderang agar kami terbangun di sepertiga malamnya.

Wahai orang-orang yang terbuai, Kau pasti mengenalku dalam kisah pembebasan Al Aqso, rumah Allah yang diberkati. Akulah pengukir tinta emas itu, seorang Panglima Perang, Sholahuddin Al-Ayyubi. Orang-orang yang hidup di zamanku mengenalku tak lebih dari seorang Panglima yang selalu menjaga sholat berjama'ah. Kesenanganku adalah mendengarkan bacaan Alqur'an yang indah dan syahdu. Malam-malamku adalah saat yang paling kutunggu. Saat-saat dimana aku bercengkerama dengan Tuhanku. Sedangkan siang hariku adalah perjuangan-perjuangan nyata, pengejawantahan cintaku pada-Nya.

Wahai orang-orang yang masih saja terlena, Pernahkah kau mendengar kisah penaklukan Konstantinopel ? Akulah orang dibalik penaklukan itu, Sultan Muhammad Al Fatih. Aku sangat lihai dalam memimpin bala tentaraku. Namun tahukah kau bahwa sehari sebelum penaklukan itu, aku telah memerintahkan kepada pasukanku untuk berpuasa pada siang harinya. Dan saat malam tiba, kami laksanakan sholat malam dan munajat penuh harap akan pertolongan-Nya. Jika Alloh memberikan kematian kepada kami pada siang hari disaat kami berjuang, maka kesyahidan itulah harapan kami terbesar. Biarlah siang hari kami berada di ujung kematian, namun sebelum itu, di ujung malamnya Alloh temukan kami berada dalam kehidupan. Kehidupan dengan menghidupi malam kami.

Wahai orang-orang yang gelap mata dan hatinya, Pernahkah kau dengar kisah Penduduk Basrah yang kekeringan ? Mereka sangat merindukan air yang keluar dari celah-celah awan. Sebab terik matahari terasa sangat menyengat, padang pasir pun semakin kering dan tandus. Suatu hari mereka sepakat untuk mengadakan Sholat Istisqo yang langsung dipimpin oleh seorang ulama di masa itu. Ada wajah-wajah besar yang turut serta di sana, Malik bin Dinar, Atho' As-Sulami, Tsabit Al-Bunani. Sholat dimulai, dua rakaat pun usai. Harapan terbesar mereka adalah hujan-hujan yang penuh berkah. Namun waktu terus beranjak siang, matahari kian meninggi, tak ada tanda-tanda hujan akan turun. Mendung tak datang, langit membisu, tetap cerah dan biru. Dalam hati mereka bertanya-tanya, adakah dosa-dosa yang kami lakukan sehingga air hujan itu tertahan di langit ? Padahal kami semua adalah orang-orang terbaik di negeri ini ? Sholat demi sholat Istisqo didirikan, namun hujan tak kunjung datang.

Hingga suatu malam, Malik bin Dinar dan Tsabit Al Bunani terjaga di sebuah masjid. Saat malam itulah, aku, Maimun, seorang pelayan, berwajah kuyu, berkulit hitam dan berpakaian usang, datang ke masjid itu. Langkahku menuju mihrab, kuniatkan untuk sholat Istisqo sendirian, dua orang terpandang itu mengamati gerak gerikku. Setelah sholat, dengan penuh kekhusyu'an kutengadahkan tanganku ke langit, seraya berdo'a : "Tuhanku, betapa banyak hamba-hamba-Mu yang berkali-kali datang kepada-Mu memohon sesuatu yang sebenarnya tidak mengurangi sedikitpun kekuasaan-Mu. Apakah ini karena apa yang ada pada-Mu sudah habis ? Ataukah perbendaharaan kekuasaan-Mu telah hilang ? Tuhanku, aku bersumpah atas nama-Mu dengan kecintaan-Mu kepadaku agar Engkau berkenan memberi kami hujan secepatnya." Lalu apa gerangan yang terjadi ? Angin langsung datang bergemuruh dengan cepat, mendung tebal di atas langit. Langit seakan runtuh mendengar do'a seorang pelayan ini. Do'aku dikabulkan oleh Tuhan, hujan turun dengan derasnya, membasahi bumi yang tandus yang sudah lama merindukannya.

Malik bin Dinar dan Tsabit Al Bunani pun terheran-heran dan kau pasti juga heran bukan ? Aku, seorang budak miskin harta, yang hitam pekat, mungkin lebih pekat dari malam-malam yang kulalui. Hanya manusia biasa, tapi aku menjadi sangat luar biasa karena doaku yang makbul dan malam-malam yang kupenuhi dengan tangisan dan taqarrub pada-Nya.

Wahai orang-orang yang masih saja terpejam, Penghujung malam adalah detik-detik termahal bagiku, Imam Nawawi. Suatu hari muridku menanyakan kepadaku, bagaimana aku bisa menciptakan berbagai karya yang banyak ? Kapan aku beristirahat, bagaimana aku mengatur tidurku ? Lalu kujelaskan padanya, "Jika aku mengantuk, maka aku hentikan sholatku dan aku bersandar pada buku-bukuku sejenak. Selang beberapa waktu jika telah segar kembali, aku lanjutkan ibadahku." Aku tahu kau pasti berpikir bahwa hal ini sangat sulit dijangkau oleh akal sehatmu. Tapi lihatlah, aku telah melakukannya, dan sekarang kau bisa menikmati karya-karyaku.

Wahai orang-orang yang tergoda, Begitu kuatkah syetan mengikat tengkuk lehermu saat kau tertidur pulas ? Ya, sangat kuat, tiga ikatan di tengkuk lehermu !! Dia lalu menepuk setiap ikatan itu sambil berkata, "Hai manusia, Engkau masih punya malam panjang, karena itu tidurlah !!". Hei, Sadarlah, sadarlah, jangan kau dengarkan dia, itu tipu muslihatnya ! Syetan itu berbohong kepadamu. Maka bangunlah, bangkitlah, kerahkan kekuatanmu untuk menangkal godaannya. Sebutlah nama Alloh, maka akan lepas ikatan yang pertama. Kemudian, berwudhulah, maka akan lepas ikatan yang kedua. Dan yang terakhir, sholatlah, sholat seperti kami, maka akan lepaslah semua ikatan-ikatan itu.

Wahai orang-orang yang masih terlelap, Masihkah kau menikmati malam-malammu dengan kepulasan ? Masihkah ? Adakah tergerak hatimu untuk bangkit, bersegera, mendekat kepada-Nya, bercengkerama dengan-Nya, memohon keampunan-Nya, meski hanya 2 rakaat ? Tidakkah kau tahu, bahwa Alloh turun ke langit bumi pada 1/3 malam yang pertama telah berlalu. Tidakkah kau tahu, bahwa Dia berkata, "Akulah Raja, Akulah Raja, siapa yang memohon kepada-Ku akan Kukabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku akan Kuberi, dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku akan Ku ampuni. Dia terus berkata demikian, hingga fajar merekah.

Wahai orang-orang yang terbujuk rayu dunia, Bagi kami, manusia-manusia malam, dunia ini sungguh tak ada artinya. Malamlah yang memberi kami kehidupan sesungguhnya. Sebab malam bagi kami adalah malam-malam yang penuh cinta, sarat makna. Masihkah kau terlelap ? Apakah kau menginginkan kehidupan sesungguhnya ? Maka ikutilah jejak kami, manusia-manusia malam. Kelak kau akan temukan cahaya di sana, di waktu sepertiga malam. Namun jika kau masih ingin terlelap, menikmati tidurmu di atas pembaringan yang empuk, bermesraan dengan bantal dan gulingmu, bergeliat manja di balik selimutmu yang demikian hangatnya, maka surat cinta kami ini sungguh tak berarti apa-apa bagimu. Semoga Alloh mempertemukan kita di sana, di surga-Nya, mendapati dirimu dan diri kami dalam kamar-kamar yang sisi luarnya terlihat dari dalam dan sisi dalamnya terlihat dari luar. Semoga...

Wassalamu'alaykum warohmatulloohi wabarokaatuh,
(Manusia-Manusia Malam)

tary_a2n hasanah"
tary_a2nhasanah@yahoo.com / Dudung.net

Saturday, July 14, 2007


Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Memilih Pergaulan

Tidakkah kamu perhatikan orang orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman...? Orang orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan( pula ) dari golongan mereka.Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan,sedang mereka mengetahui.Allah telah menyediakan bagi mereka azab yang keras.Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan ( QS al-Mujaadilah[58]:14-15)

Allah Azza Wa Jalla telah tegas tegas melarang hamba hamba-Nya berteman denagn syetan.karena " Barang siapa yang mengambil syetan menjadai temannya,maka syetan itu adalah teman yang seburuk buruknya" ( QS an-nisaa'[4]:38). Seseorang bisa tergelincir bergaul atau berteman dengan syetan dalam arti sesungguhnya.Ia dengan sadar menjadikan syetan sebagai pelindung dan penolongnya serta menjadikannya sebagai pendamping dan pemberi kekuatan saat menolong orang lain yang datang membutuhkan pertolongan.

Selain itu,berteman dengan syetan bisa juga dalam wujud lain,yakni bergaul dengan mereka yang tenggelam memperturutkan hawa nafsunya,gemar berbuat maksiat,dan selama hidupnya hanya sibuk dengan urusan dunia semata.Mereka tidak tahu arti hidup dan ,tentu saja termasuk orang-orang yang paling merugi baik didunia maupun akhirat,Mereka sangata jauh dari karunia pertolongan Allah dan sangat dekat dengan murka-Nya.

Tidakkah kamu perhatikan orang orang yang menjadikan sutu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman..? Orang orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan ( pula) dari golongan mereka.Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan,sedang mereka mengetahui,Allah telah menyediakan bagi mereka azab yang keras.Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka telah kerjakan"( QS al- Mujaadilah[58]:14-15).

Dengan demikian ketidak hati hatian dalam memilih teman ,tidak bisa tidak,akan menimbulkan hal yang tidak sepele,betapa tidak~! seseorang itu ,demikian sabda Rasulallah saw,akan mengikuti pendirian( perilaku)sahabat karibnya,oleh karena itu hendaknya seseorvang memperhatikan siapakah yang harus dipergaulinya.Teman yang tidak baik adalah:Virus keempat" setelah kelalaian menjaga pandangan .lisan dan perut yang bisa metusakan hati,bahkan merusakan segalanya.

Barang siapa yang slingkungan pergaulannya orang orang yang tidak mengenal Allah ,maka hampir dapat dipastikan cita citanya,pembicaraanya,gerak geriknya,dan hobinya pasti tidak akan jauh berkisar dari hanya urusan duniawi saja dan urusan memuaskan hawa nafsu belaka.Ia akan senantiasa diliputi oleh ketamakan dan kedengkian terhadap apa yang dimiliki orang lain.kitapun memahami betul bahwa ahli dunia itu selalu dekat dengan segala sesuatu yang dapat membuat kerusakan.naik itu kerusakan akhlak,maupun-tentu semuanya ini intinya adalah-kerusakan hati.

Pembicaraan mereka hanya akan berkisar pada ujian,penghargaan,pangkat ataupun kedudukan,semua itu pasti akan membuat letih karena pembicaraan seperti itu tidak akan pernah terpuaskan,kecuali haus dan semakin haus. Lain halnya jika kita bertema dengan orang orang yang mengenal Allah denngan baik.Pembicaraan mengenai urusan duniawi sama sekali tidak akan mengotori hatinya,betapa tidak,Dunia bagi hamba Allah ini,terlamapau kecil dibandingkan dengan segala kebesaran dan keagungan Allah Azza Wa Jalla.walhasil apapun yang ada di dunia ini sekali kali tdak akan pernah membuat kotor hati,tamak ,dan rakus,karena orang orang yang mengenal Allah sangat yakij bahwa Dia yang Maha Kaya tidak akan pernah lalai mencukupi dan menjamin hamba-hamba-Nya.

Justru kalau berbicara tentang urusan dunia,mereka akan memperbincangkannya dengan lebih dalam lagi,yakni tentang seluk beluk hakikat dunia itu sendiri,Bagaimana agar dunia ini bisa menjadi ladang amal saleh dan ladang ilmu.Bagaimana agar dunia ini bisa menjadi alat untuk mengangkat kedudukan disisi Allah,disamping itu bagaimana pula agar dunia ini bisa dipakai berbekal sebanyak banyaknya untuk bertemu dengan-Nya.

Klaupun diberi aneka asesoris dunia oleh Allah,maka mereka justru akan sibuk membicarakan bagaimana mempertanggungjawabkannya dihadapan Allah,Bagaimana hisabnya diakhirat nanti.Tentu saja perkara duniawi itu tidak akan menjadi buah kekotoran hati,tetapi justru sebaliknya akan menambah kebersihan hati.Ternyata kunci dari semua iyu adalah bahwa orang orang yang membicarakannya merupakan orang orang yang mengenal Allah dan mengenal rahasia dunia.

Bergaul dengan orang orang yang mengenal Allah ,akan senantgiasa Tawashau bil haqqi wa tawashau bishshabr,Mereka akan senantiasa saling tolong menolong serta berkeinginan agar teman temannya menjadi baik da semakin baik. Mereka tidak saling memposisikan diri menjadi beban satu sama lain,tetapi justru ingin saling meringankan.Mereka akan selalu berusaha agar sahabatnya semakin mulia da semakin selamat disisi Allah .Berlainan halnya dengan para ahli dunia yang selalu ingin memanfaatkan dan menjadi beban bagi teman temannya.

Kesulitan demi kesulitan akan menjadi jalan penambaha keakraban dan dinikmati karea semua itu,tidak bisa tidak akan membuahkan pahala sabar,Hasil dari pergaulan yang benar benar diselimuti dengan kecintaan kepada allah dan ketaatan terhadap al-Islam akan tampak sangat indah dan sinergis,saling menguatkan dalam amal,ketaatan,dan juga kesucian dirinya masing masing.

Oleh karena itu berhati hatilah terhadap lingkungan pergaulan,Jika saaat ini telah berada dalam lingkungan pergaulan yang sangat kotor dan buruk,maka kita harus mempunyai keberanian untuk segera hijrah,bukan untuk meninggalkan segala galanya,melainkan karena kita harus mempunyai lingkungan yang terus menerus dapat membuahkan tenaga dan energi baru untuk menghadapi hidup ini denga baik,walhasil,bila kita bertemu dengan orang orang yang lalai,bukannya diri kita yang terbawa lalai,melainkan kitalah yang akan mengingatkan dan membantu mereka menjadi jalan keselamatan bagi dunia dan akhirat.

Berhati hatilah dalam memilih pergaulan,barang siapa bergaul dengan pandai besi maka niscaya akan ikut bau bakaran,bahkan bukan tidak mungkin ikut terbakar sekalian.Akan tetapi ,barang siapa bergaul dengan penjual minyak wangi,maka tidak bisa tidak ia akan terciprat oleh bau bauah yang harum,salah memilih pergaulan berarti kita siap menyiksa dan membinasakan diri .Adapun keuntungan bergaul dengan orang orang taat ,saleh berakhlak mulia dan jernih hatinya mau tidak mau akan membuat kita terbawa menjadi orang yang bersih hati,taat dan mulia dunia akhirat.

Semoga Allah Azza Wa Jalla senantiasa meitipkan sahabat sahabat dan lingkungan yang akan memelihara iman dan amal amal kita.***


myspace codes
Myspace Codes: MyNiceSpace.com


By Ikhsan sanitomichie
Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Rasul Panutan Umat
Salam sejahtera kepada penghulu segenap makhluk yang paling mulia, rakhmat bagi semesta alam, manusia paling sempurna, paling suci, dan penyempurna revolusi zaman, dialah Muhammad SAW. Dialah nabi paling pemurah, paling peramah, penuh kharisma dan kewibawaan, kesantunan, serta bergelar khatamul anbiya. Dialah jalan terang bagi gelapnya kehidupan dengan kesemarakan akhlaknya yang mulia, itulah puncak dari kebesaran dan kesempurnaannya sehingga beroleh gelar Al Amin (yang dipercaya).

Berkaitan dengan keagungan nabi ini, Sayyid Hussein Nasr seorang cendekiawan muslim terkemuka menulis, "Makhluk yang paling mulai ini (Muhammad SAW) juga dinamakan Ahmad, Musthafa, Abdullah, Abul-Qasim, dan juga bergelar Al Amin—yang terpercaya. Setiap nama dan gelar yang dimilikinya mengungkapkan suatu aspek wujud yang penuh berkah. Ia adalah, sebagaimana makna etimologis yang dikandung dalam kata Muhammad dan Ahmad, yang diagungkan dan dipuji; ia adalah musthafa (yang terpilih), abdullah (hamba ALLOH yang sempurna) dan terakhir, sebagai ayah Qasim. Ia bukan hanya Nabi dan utusan (rasul) ALLOH, tetapi juga kekasih ALLOH dan rahmat yang dikirimkan ke muka bumi, sebagaimana disebutkan di dalam Al Quran, "Dan tidaklah kami utus engkau (Muhammad) kecuali sebagai rahmat bagi sekalian alam." (Q.S. Al Anbia [21]:107).

Ungkapan keagungan ini tidaklah berlebihan karena ALLOH Azza wa Jalla pun memuji beliau, bahkan senantiasa bershalawat kepadanya, firman-Nya, "Sesungguhnya ALLOH dan para malaikat-Nya melimpahkan shalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, sampaikanlah shalawat dan salam kepadanya." (Q.S. Al Ahzab [33]:56). Demikianlah ALLOH dan para malaikat bershalawat kepadanya, seharusnya apatah lagi kita sebagai makhluk kecil yang tiada berdaya ini.

Disamping bershalawat ternyata penghormatan kepada Rasulullah SAW memiliki etika tersendiri. Tidak cukup hanya bershalawat saja, karena yang terpenting adalah kita harus yakin benar bahwa Rasulullah adalah suri tauladan sepanjang zaman. Jikalau kita ikut dalam tuntunan beliau insya ALLOH akan selamat dunia dan akhirat.

ALLOH SWT menjelaskan dalam firman-Nya, "Dan sesungguhnya Rasul ALLOH itu menjadi ikutan (tauladan) yang baik untuk kamu dan untuk orang yang mengharapkan menemui ALLOH di hari kemudian dan yang mengingati ALLOH sebanyak-banyaknya." (Q.S. Al Ahzab [33]: 21). Seakan ayat ini menyatakan bahwa tidak usah kita melakukan apapun kecuali ada contohnya dari Rasulullah.

Ketika misalnya, rumah tangga keluarga kita berantakan, maka solusi terbaiknya adalah dengan mencontoh Rasul dalam mengemudikan bahtera rumah tangganya. Subhanallah, siapapun yang mampunyai referensi Rasulullah dalam perilaku sehari-harinya, maka hidupnya seperti seorang yang punya katalog yang sangat mudah di akses, segalanya serba tertuntun.

Begitu pentingnya tauladan ini. Itulah sebabnya mengapa P4 gagal di Indonesia? Padahal dimana-mana dilakukan penataran, berbagai metode dan pola digunakan, biaya pun keluar miliaran rupiah, tapi mengapa tidak berhasil merubah pola pikir masyarakat? Jawabannya mudah saja, menurut yang saya pahami dari Dr. Ruslan Abdul Ghani yang menyatakan bahwa salah satu penyebab utamanya adalah karena tidak ada contohnya. Siapa sekarang orang Indonesia yang paling Pancasilais sehingga layak ditauladani perilakunya? Belum ada!

Karenanya berbahagialah umat Islam yang mempunyai tauladan Rasulullah SAW, dalam dirinya semua aspek kehidupan telah ada reperensinya. Mau duduk, bertemu dengan kawan, bertemu dengan orang kaya, bercakap dengan orang papa, berhubungan dengan pejabat, semua telah ada contohnya, termasuk bagaimana teknik menghadapi penjahat. Semuanya sudah jelas, bahkan sampai hal yang paling sederhana seperti di kamar kecil yang paling tersembunyi sekalipun, semua ada tuntunannya.

Sayangnya kita jarang menyempatkan diri untuk mempelajari bagaimana perilaku Rasulullah SAW yang sebenarnya. Karenanya jikalau Pesantren Daarut Tauhiid saat ini dianggap sedang "naik daun", maka sama sekali bukan karena ide cemerlang seseorang, hakikatnya karena pertolongan ALLOH Azza wa Jalla dengan syariat mengamalkan sebagian dari tuntunan Rasulullah SAW yang diaktualisasikan dan dikemas sedemikian rupa. Jadi, apatah lagi bagi orang-orang yang mampu mengaplikasikan semua yang telah Rasul tuntunkan, hasilnya tentu akan jauh lebih luar biasa lagi.

Oleh karena itu, bagi sahabat yang dikaruniai kesempatan menjadi guru dan mengharapkan dicintai dan dihormati muridnya, tidak membosankan murid ketika mengajar dikelas, proses belajar-mengajar menjadi efektif, serta para muridnya menjadi cerdas dan berpikiran maju, maka contohlah Rasul dalam mengajar. Bagaimana cara Rasul mengajar? Ternyata Rasulullah mengajar dengan penuh kelembutan, kasih-sayang, dan sangat ingin para sahabatnya menjadi maju.

Jikalau anda seorang manager perusahaan atau pejabat di sebuah instansi pemerintahan, maka yang harus dipikirkan adalah bagaimana agar bisa sukses dengan tetap mengikuti tuntunan Rasulullah? Ternyata Rasulullah SAW dalam berorganisasi itu rendah hati, lembut perangainya, senang bertukar pikiran, selalu meminta ide, saran, dan koreksi dalam bermusyawarah.

Adapun bagi pemuda yang ingin dicintai, disukai, penuh pesona, melimpah kharismanya, maka pelajari bagaimana pribadi Rasul. Para sahabat seperti halnya Imam Ali ternyata juga meneladani Rasulullah SAW. Nampaknya jikalau kita berat menghadapi hidup ini, maka pertanyaannya adalah sampai sejauh mana kita mampu meluangkan waktu untuk mempelajari pribadi Rasulullah SAW?

Demikian penting arti sebuah tauladan atau penuntun bagi kehidupan seseorang. Karenanya siapapun akan sengsara atau bahkan tersesat jikalau tidak pernah meluangkan waktu untuk mempelajari pribadi Rasulullah SAW. Dialah penuntun kita dari kesesatan dan gelapnya kehidupan.

Seperti halnya sebuah kejadian yang semoga dengan diungkapkannya di forum ini ada hikmah yang bisa diambil. Kejadiannya adalah dari penuturan seorang mubaligh asal Bandung. Ketika itu ia diundang bertabligh di suatu tempat di Tasikmalaya. Berangkatlah ia naik mobil bersama penjemputnya. Penjemput sebagai penunjuk arah di depan satu mobil dan sang mubaligh mengikuti di belakang dengan mobil lain.

Beberapa jam perjalanan lancar-lancar saja, sayangnya setelah beberapa saat sampai di wilayah Tasik, penunjuk arah memacu kendaraannya lebih cepat sehingga mobil sang mubaligh tertinggal jauh di belakang. Cerita selanjutnya mudah ditebak, sang mubaligh pun tersesat. Belok kiri tidak ketemu, belok kanan masuk pasar, waktu pun berlalu sia-sia, hatinya bahkan sudah mulai gelisah tidak menentu.

Nampaklah betapa sengsaranya orang yang tersesat, waktu dan tenaganya terbuang percuma, tujuan tidak menentu, perasaan pun tidak enak, bahkan sebentar-sebentar harus tanya sana-tanya sini, sungguh merepotkan. Demikianlah kegelisahan akan makin akrab dengan orang-orang yang kehilangan penuntun dalam hidupnya.

Bayangkan saja andaikata kita tidak punya penuntun, tidak punya penunjuk arah, lalu kita berjalan menuju suatu tempat yang belum diketahui sebelumnya, pastilah tidak akan menentramkan perjalanan tersebut. Tapi jikalau penuntun, arah, dan tujuannnya jelas, maka langkah kita akan mantap dan hati pun senantiasa disaputi ketentraman. Dan Rasulullah SAW adalah penuntun dan panutan kita sepanjang zaman.***
"Aa Gym"

myspace codes
Myspace Codes: MyNiceSpace.com


By Ikhsan sanitomichie

Friday, July 13, 2007


Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Memelihara Perut
HAi orangorang yang beriman,makanlah diantara rezeki yang baik baik yang kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah jika benara benar ahanya kepada-Nya kamu menyembah. ( QS al-Baqarah [2]:172)

Aktifitas makan aternyata bisa menjadi jalan seseorang untuk mengenal dan lebih akrab dengna Allah Azza Wa Jalla,namun bisa juga menjadi jalan baginya dekat pada hawa nafsu,BAgi amba Allah yang telah memahami hakikat makan ,tatkala makana telahmasuk kedalam perutnya ,ia akan memperleh dua keintungan yakniterpenuhinya hak tubuhnya sekaligus dapat melunakan hawa nafsunya. Dengan demikian maka baginya telah menjadi ladang amal shaleh.

Sebaliknya bagi siapa saja yang tidak mengerti arti hidup ini ,maka baginya makan tak lebih dari sekedar memuaskan hawa nafsu belaka dengan demikian,makan ,tidak bisa tidak telah menjadi virus yang tanpa disadari akan menggerogotinya sehingga menjada hancur sehancur hancurnya.Jelas bagi orang semacam ini aktifitas makan hanya akan semakin menjauhkan dirinya dari karunia Allah.

Barang siapa yang ingin memiliki hati yang sehat dan senantiasa memelihara kebeningannya,hendaknya senantiasa menjaga kehati-hatiannya ketika menghadapi suatu hidangan ,ia tahu persisi makna suatu perintah Allah Azza Wa Jalla"Hai orag orang yang beriman,makanlah diantara rizki yang baik baik yang kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah jika benar benar hanya kepada-Nya kamu menyembah-Nya"( QS al-Baqarah[2]:172) Karenanya ia hanya mau makan bila hal itu bisa menjadi alat taqarrub kepada Allah .


Betapa ia menyadari ,bhawa aktifitas makan itu ternyata bukanlah sekedar untuk mengenyangkan perut ,lalu berdampak pulihnya kembali tenaga didalam tubuh .Makan pun bukan sekedar mengucap kenikmatan karena nikmatnya makan itu hanya "sepanjang telunjuk"

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Setiap ucapan Bani Adam itu membahayakan dirainya ( bukan memberi manfaat ),kecuali kata kata berupa amar ,a'ruf nahyi munkar (memerintahkan kebaikan,melarang kemungkaran ) dan dzikrullaah Azza Wa Jalla ( mengungat Allah Azza Wa Jalla )
" HR,Tirmidzi"

Mengapakah saat saat beribadah kepada Allah kita sering tidak merasakan kekhusyukan apalagi sampai dapat menitikan air mata,sehingga hampir tidak pernah terasakan lagi lezatnya dan nikmtanya menghadap Allah..? ternyata semua itu berpangkal dari hati yang kotor. Didalam hati yang demikian memang tak akan pernah akan bersemayam nuur ( cahaya ) iman yang sesungguhnya.

Akibat lain dari memiliki hati yang busuk,kusammkesat da kotor adalah tidak akan pernah mampunya kita melahirkan kalimat kalimat lisan yang bernas dan bermutu.tiap tiap kalimat yang keluar dari lisan,kata Syeikh Ubnu Atha'Illah pastilah membawa corak bentuk hati yang meangeluarkannya,betapa tidak ...?hati itu bisa didibaratkan dengan teko ,teko hanya mengeluarkan isinya bila ia berisi air kopi maka yang keluarpun pastilah air kopi begitupun bila yang keluarnya air bening maka yang keluarnyapun pastilah air bening.

Terjadinya lisan seseorang menghamburkan kata kata kasar menyakitkan jorok da sia sia,semua itu ,tidak bisa tidak bersumber dari hati yang tidak beres. Seseorang yang hatinya tidak selamat akan sangat sulit mengendalikan lisannya,apa saja yang terihat didepan matanya niscaya akan membuat lidahnya gatal untuk segera berkomentar,terlepas dari komentarnya itu bermut atau tidak ,bermanfaat bagi dirinya atau tidak ada yang mendeangarkan dirinya atau tidak.jelas tak akan pernah disadari bahwa perkataanya mungin bisa sia sia.

Bahkan tidak jarang pada akhirnya sang lisan jadi tergelincir kedalam perbuatan ghibah karena hanya gemar menyelisik kekurangan dan aib orang lain.Bilapun perkataanya didengar oleh orang yang dinilainya,maka jadilah ia perkataan yang menganiaya dan menyakit perasaanya..bahkam tidak jarang pula ia lebih meningkat lagi daripada itu,yakni fitnah...! padahal.sungguh pandangan manusia itu amat terbatas untuk menilai kebaikan atau keburukan seseorang.

Perkataan yang kurang bermutu dan hampa makna bisa juga keluar dari lisan seseorang yang ddasari oleh hati yang tidak ikhlas,ini bisa terjadi pada siapa saja,adakah ia seorang sahabat,guru,atasan bahkan mubaligh sekalipun,mengapa ada seseorang yang habis habisan yang dinasehati oleh orang tua atau gurunya,tetapi tetap saja berkelakuan buruk ..? jawabnya ,mungkin mereka tidak menasehatinya dengan ikhlas dengan hati yang benar benar tulus semata mata ingn membimbing sang anak kejalan yang benar,mungkin nasehat itu kaluar dari lisannya seraya hatinya penuh diselimuti nafsu amarah.

Mengapa pula seseoarang mubaligh telah habis habisan berceramah menyampaikan kebenaran ,tetapi toh tak membekas sama sekali dihati para jemaahnya...? Kemungkinan yang demukian itu dari engkau sendiri" kata Muhammad Bin Wasi seorang ulama ahli ma'rifat,sebab,kata Wasi.. bila nasehat itu berkata dari hati yang ikhlas,pastilah masuk kedalam hati,sebaliknya,nasehat yang hanya berupa gubahan lidah dan rekan rekaan belaka,ia akan masuk dari telinga kana dan keluar dari telinga kiri,Sebagus apapun kata kata yang terucap,bila keluar dari hati yang riya.sum'ah ( sekedar mencari popularitas ) ujub,atau takabur,maka ia tak akan pernah mampu menghujam kedalam libuk hati pendengarnya.

Lidah memang tak bertulang,mengeluarkan kata kata yang bagaimanapun dari llisan sungguh teramat mudahnya,akan tetapi apa dampaknya,,,? dan bagaimana dampaknya dan bagaimana akibatnya itulah yang sering tidak terpikirkan.Sepatah kata yang terucap sama sekali tidak akan membuat tubuh seseoarang terluka,namun siapa yang tah kalau justru hatinya yang tersayat sayat atau sebaliknya sepatah kata yang terucap ,justru malah menjadai penyebab si pengucapnya mendapat celaka ataupun selamat,baik ketika didunia ataupun di akhirat kelak,Rasulallah bersabda,"Setiap ucapan Bani Adam itu membahayakan dirinya ( bukan mewmberi manfaat ) kecualai kat akata berupa amar ma'ruf nahyi munkar dan dzikrullah'Azza Wa Jalla!' ( HR.Tirmidzi)

Karenanya,jangan heran kalau hanya disebabkan sepatah dua patah kata saja yang terlontar dari mulut bisa terjadi perkelahian,dua orang saudara bisa bermusuhan,bahkan membuat seseorang mendekam dibalik terali besi,atau sebaliknya tidak perlu heran pula bila berkat satu dua patah kata seseorang bisa selamat dari malap[etaka yang akan meanimpanya.

Apalagi balasan yang akan menimpa kita diakhirat kelak sebagai akibat terpelihara atau tidaknya lisan"Barang siapa yang memellihara apa yang ada diantara janggutnya ( yakni lisannya) dan apa yang ada diantara kedua pahanya ( yakni farjinya ) karena aku " sabda Rasulallah" maka akan kujamin dia masuk surga " ( HR. Bukhari).Sesungguhnyalah yang paling banyak memasukan manusia kedalam neraka adalah dua lubang yaitu mulut dan farji" HR tirmidzi.

Dengan demikian hendaknya kita selalu berhati hati dengan lisan .Setiap kata yang hendak diucapkan hendaknya terlebih dahulu dipikirkan masak masak.sekiranya kata kata yang akan terucap itu tidak ada manfaatnya sebaiknya kita memilih diam Rasulallah saw bersabda" Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir ,hendaklah in mengucapkan kata kata yang baik atau diam" HR Bukhari-Muslim.

Lidah ,tanpa tenaga dan tanpa biaya bisa kita gerfakan setiap[ saat,barang siapa diantara kita terlampau banyak bicara,akan sangat cepat mengeraskan hati.Orang yang paling beruntung didunia ini adalah" Fal yaqul khairan atau liyasmut"Orang yang sangat bisa memperhitungkan setiap kat katanya,barang siapa yang berpikirnya lebih banyak daripada bicaranya,insyaAllah ,kata katanya akan membersihkan hati.

Hati yang selamat,subhanallah siapapun pasti merindukannya,Hati yang selamat tidak hanya akan menyelamatkannya didunia,tetapi juga di yaumil hisab nanti , yakni Yauma laa yanfa'u maalun walaa banuun,illa man atallaaha bi qalbin salim" ( QS asy Syu'ara[26]:88-89 ) Pada hari keatika harta dan anak anak tidak lagi bermanfaat,kecuali hati yang selamat.***

myspace codes
Myspace Codes: MyNiceSpace.com

By ikhsan sanitomichie

ilmu adalah investasi tiada henti