ikatlah ilmu dengan menuliskannya"sanitomichie"

Saturday, August 11, 2007

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi

Meraih Kasih Sayang
Oleh K.H. ABDULLAH GYMNASTIAR

ANDAI kata kita merindukan hidup ini indah, bermakna, mulia, dan bermartabat, maka tak bisa tidak kita harus berjuang keras menghidupkan hati kita, yaitu menghidupkan kasih sayang yang menjadi fitrah kita semua dengan beberapa cara sederhana.

Merasa bersaudara

Sungguh berbeda perasaan dan sikap kita andai kata kita merasa bersaudara. Kecendrungan ingin menolong, membela, berkorban, dan memaafkan lebih besar dibanding bila kita tidak merasa bersaudara dengan orang lain. Kini, saatnya kita gelorakan semangat bersaudara seiman - bagi yang seakidah - saudara sesuku, saudara sebangsa bahkan saudara seketurunan Nabi Adam dan Hawa.

Jika perasaan ini berusaha kita tanamkan dan menghujam di hati kita, maka bila kita memandang orang lain niscaya akan ada perasaan kasih sayang. Ketika melihat anak jalanan kita merasa sebagai saudara yang kurang beruntung dan manakala melihat para preman kita akan merasa bahwa mereka saudara kita yang belum mendapat hidayah.

Begitu pula ketika melihat orang yang berbuat buruk kepada kita, maka kita beranggapan sebagai saudara yang sedang khilaf. Jika demikian, maka kita akan menyikapinya secara arif dan bijaksana; cenderung lebih memaklumi, memaafkan, dan lebih bersemangat membalas dengan kebaikan.

"Tidak beriman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri." (H.R. Bukhari-Muslim)

Tentu saja kebatilan tetap harus diberantas, namun hanya kepada kekejiannya bukan benci kepada manusia itu sendiri.

Mengenang budi baik

Entah mengapa jika kita teringat keburukan seseorang terhadap kita, maka sertamerta hati ini akan dongkol, marah, perasaan tak enak, gelisah, serta ingin membalasnya. Namun, bila kita mengenang jasa baik seseorang entah kenapa pula hati ini luluh. Kenanglah jasa baik orang tua yang sudah mengandung kita selama 9 bulan, melahirkan, menyusui, menjaga kita siang dan malam, dan seterusnya. Semakin terasa hutang budi kepada orang, semakin ingin membalas dengan segala kebaikan yang mampu kita lakukan. Demikian pula bila kita kenang jasa baik para guru-guru, teman-teman, aparat, atau siapa pun yang berbuat baik.

"Yang paling pandai bersyukur kepada Allah ialah orang yang paling pandai bersyukur kepada manusia." (H.R. Thabrani)

Melembutkan hati ini adalah dengan belajar meraba dan merasakan derita saudara kita lainnya, yang sedang ditimpa kemalangan. Cobalah hidupkan hati ini dengan memikirkan bagaimana anak yatim yang amat merindukan kasih sayang orang tuanya yang telah tiada. Bagaimana para pengemis dan keluarganya harus menahan lapar siang dan malam, bagaimana perasaan gelandangan yang sedang sakit dan berbaring di pinggir jalan atau kolong jembatan, tak ada selimut, tak ada yang memberi obat, dan tak ada yang menengok.

Lihat pula saudara kita yang berada di pengungsian yang harus menenangkan anak-anaknya yang menangis, karena lapar meminta makan sementara makanan tidak ada. Atau lihat pula orang yang sedang di penjara yang amat kesepian, rindu kepada anak-anaknya, atau bahkan yang tersiksa dan teraniaya. Bila kita melihat dan mendengar musibah yang menimpa seseorang lalu kita berusaha empati, meraba perasaan dan deritanya, Insya Allah akan tersentuh dan tergerak hati ini untuk berbuat sesuatu, minimal turut merasa pedih dan ingin berbuat sesuatu, atau paling tidak melayangkan sebait doa buat mereka.

Silaturahmi

Silaturahmi adalah menyambungkan kasih sayang. Percaya atau tidak, bila kita rajin sekali silaturahmi akan menimbulkan perasaan akrab, saling mengerti, saling memahami, komunikasi yang baik, dan bisa memupus kecurigaan atau prasangka. Di samping itu, akan timbul pula sinergi saling memberi ilmu, wawasan bahkan tak jarang terjalin kerja sama. Bisa juga menjadi jodoh jika silaturahmi itu dilakukan dengan tulus karena Allah semata. Ini semua akan berdampak besar sekali untuk menghidupkan fitrah kasih sayang kita.

Oleh karena itu, milikilah program bersilaturahmi dengan sungguh-sungguh sebagai aset untuk kebahagiaan dan kesuksesan kita. Tak hanya kepada saudara tapi juga kepada orang lain, tak hanya dengan atasan atau orang kaya atau orang yang kita segani, tapi juga kepada karyawan kecil dan orang papa. Tak hanya kepada orang yang berbuat baik, tapi juga kepada orang yang pernah menyakiti, yang kikir, yang menjauhi bahkan yang tak menyukai kita. Dari Abu Hurairah bahwa dia berkata, saya mendengar Rasulullah saw. bersabda, "Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya, maka hendaklah ia melakukan silaturahmi." (H.R. Bukhari - Muslim)

Berkirim hadiah

Bagaimana perasaan kita jika ada orang yang berbuat baik, menolong dan berkirim hadiah kepada kita, tentu saja sangat senang dan semakin menyayanginya. Rasullullah pun bersabda dalam hal ini. "Dari `Aisyah katanya: Rasulullah saw. sering menerima hadiah dan membalasnya."

Sepertinya, hal ini harus menjadi program kehidupan kita. Carilah terus kemampuan agar kita bisa membahagiakan orang lain baik berupa senyuman, wajah ceria, hadiah berupa ucapan yang baik, hadiah berupa barang yang bermanfaat, atau paling tidak hadiah berupa doa yang tulus kita panjatkan kepada Allah agar orang lain selalu mendapat perlindungan kasih sayang Allah. Wallahua'lam.***

myspace codes
http://www.istanasurgaku.blogspot.com

Ikhsan


Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi

Keajaiban di Bulan Rajab
Oleh HABIB ALWI ASSEGAF

FIRMAN Allah SWT, "Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas, dalam ketetapan Allah ketika Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah ketetapan agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya dirimu sendiri dalam bulan yang empat itu" (Q.S. At-Taubah: 36).

Bulan Haram pada ayat di atas ialah bulan yang dihormati dan dimuliakan oleh Alquran, mayoritas ahli tafsir mengemukakan bahwa keempat bulan haram (mulia) tersebut yaitu, Dzul Qa'dah, Dzul Hijjah, Muharram, dan Rajab. Setiap bulan ataupun hari-hari tertentu yang dimuliakan oleh Alquran pasti memunyai makna sejarah dan nilai filosofis yang sangat berarti bagi kita, demikian halnya dengan Rajab.

Banyak sekali peristiwa-peristiwa besar yang terjadi pada bulan ini, namun ada dua kejadian sangat penting, paling spektakuler dan paling menarik bagi orang-orang yang mau menggunakan akal sehat dan hati nuraninya. Kedua peristiwa yang merupakan keajaiban alam semesta itu adalah Isra Miraj Nabi Muhammad saw. dan kelahiran Sang Putera Kabah.

Cucu Nabi saw, al-Husein bin Ali bin Abi Thalib (Radhiyallaahu 'anhum) berkata, "Tidak termasuk umat kakekku Muhammad Rasulullah saw, orang yang tidak yakin akan 3 hal, peristiwa Isra Miraj, pertanyaan Munkar Nakir, serta keberadaan syafaat". Isra Miraj termasuk di antara mukjizat khusus yang Allah berikan hanya kepada Nabi Muhammad, tidak kepada nabi-nabi yang lain. Isra ialah perjalanan malam Rasulullah dari Masjidil Haram (Mekah) ke Masjidil Aqsha (Palestina). Miraj ialah dari Masjidil Aqsha, Rasulullah meneruskan perjalanannya ke alam langit.

Mulai langit pertama, kedua, ketiga sampai ke tujuh, sampai ke Sidratul Muntaha, bahkan sampai di satu tempat, Malaikat Jibril pun berhenti di situ dan tidak mampu lagi bergerak, akhirnya Rasulullah meneruskan perjalanan seorang diri menuju ke haribaan Allah SWT, Tuhan Penguasa alam semesta ini, setelah itu beliau kembali lagi ke Masjidil Haram. Semua rangkaian peristiwa yang luar biasa menakjubkan ini beliau tempuh hanya dalam waktu sepertiga malam, tanggal 27 Rajab tahun 10 Kenabian. Allah SWT berfirman, "Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat" (Q.S. Al-Isra: 1). Allah juga menjelaskan peristiwa Miraj ini lebih detil pada Q.S. An-Najm, ayat 1-18. Sesungguhnya dalam peristiwa Isra Miraj ini banyak sekali kejadian-kejadian hebat yang dialami Nabi Muhammad saw, demikian juga pemandangan-pemandangan sangat menakjubkan yang Allah perlihatkan kepada hamba tercintaNya ini.

(Untuk lebih detilnya tentang peristiwa ini, silakan merujuk kepada kitab-kitab tafsir tentang Q.S. Al-Isra: 1 dan Q.S. An-Najm: 1-18). Kita juga harus yakin bahwa Nabi Muhammad saw. melakukan Isra Miraj ini dengan ruh dan jasadnya, sebab jika hanya dialami oleh ruhnya saja tentu tidak akan menjadi satu mukjizat yang super spektakuler, karena manusia lain pun memiliki kemungkinan untuk mengalami peristiwa seperti itu, misalkan mimpi terbang ke langit ke tujuh, sebab kejadian mimpi hanya dialami oleh ruh seseorang.

Pada bulan ini juga telah terjadi peristiwa ajaib yang menggemparkan sejarah umat manusia. Sebab peristiwa ini tidak pernah terjadi sebelumnya dan tidak akan pernah terjadi sampai hari kiamat, demikian Nabi bersabda. Pada hari Jumat 13 Rajab, 23 tahun sebelum hijrah telah lahir seorang bayi suci di dalam Kabah. Singkat cerita: Fatimah binti Asad, ibunda Ali bin Abi Thalib yang merupakan seorang wanita salehah, mukminah dan pengikut agama tauhid, pada suatu hari ia memperoleh ilham dari Allah SWT supaya pergi ke Baitullah untuk bertawaf.

Ketika sedang mengelilingi Kabah, tiba-tia ia merasakan sakit akan melahirkan. Lalu Fatimah memegang kain penutup Kabah sambil bersimpuh ke dindingnya, kemudian berdoa: "Ya Allah, wahai Tuhan Pemilik rumah suci ini, sesungguhnya aku ini seorang wanita yang beriman kepada-Mu. Aku juga beriman kepada agama yang dibawa kakekku Ibrahim a.s., kepada para nabi yang telah Engkau utus serta kitab-kitab suci yang telah Kau turunkan. Ya Allah, demi kemuliaan rumah ini dan demi kesucian bayi yang sedang aku kandung ini, maka permudahlah proses kelahiran ini".

Tiba-tiba suatu keajaiban benar-benar terjadi, seketika terdengar suatu gemuruh karena dinding Kabah yang di hadapan Fatimah binti Asad terbelah. Fatimah masuk ke dalam Kabah, kemudian dinding Kabah yang retak itu tertutup kembali. Abbas bin Abdul Muthalib dan kawan-kawannya yang menyaksikan kejadian itu segera memberitahu suami Fatimah binti Asad, yaitu Abu Thalib. Mereka berusaha membuka pintu dan dinding Kabah, tetapi tidak berhasil. Akhirnya mereka hanya bisa menunggu, sambil berdoa dan berharap cemas.

Tiga hari kemudian dinding Kabah itu terbelah lagi, Fatimah binti Asad keluar dengan memangku bayi mungil Ali bin Abi Thalib yang telah lahir di dalam Kabah.

Nabi saw bersabda: "Ada yang aku miliki dan tidak dimiliki Ali, dan ada yang dimiliki Ali namun aku tidak memilikinya.

Yang aku miliki dan tidak dimiliki Ali adalah bahwa aku seorang nabi dan rasul terakhir yang diutus oleh Allah SWT, sedangkan yang dimiliki Ali namun aku tidak memilikinya ialah bahwa ia satu-satunya manusia yang lahir di dalam Kabah". Imam Ali bin Abi Thalib yang merupakan salah seorang Ahlul Bait Nabi yang telah disucikan oleh Allah sesuci-sucinya di dalam Alquran (Q.S. Al-Ahzab: 33), dia lahir di dalam rumah Allah yang suci, tumbuh besar dalam buaian dan pangkuan Nabi paling suci, pada malam Lailatul Qadr yang suci (19 Ramadan 40 H) ketika sedang melakukan sujud di Masjid Kufah ia dihantam oleh pedang si manusia paling terkutuk dan paling celaka yang bernama Ibnu Muljam, akhirnya pada malam Lailatul Qadr berikutnya (21 Ramadan 40 H) ruh manusia suci ini terbang menuju ke haribaan Ilahi. Kalimat terakhir yang keluar dari lisannya yang suci ialah: "Fuzhu wa rabbilka'bati. Sungguh aku telah meraih kemenangan, demi Tuhan pemilik Kabah".***
Penulis, Ketua Majelis Habib, Jln. Kembar VI No.8 Bandung

Saturday, August 4, 2007

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Kisah" Cinta Yang Berarti Birahi"

Kisah dibawah ini sebagai bukti,betapa pacaran sangat erat dengan birahi.siapapun yang mencoba menjadi budak nafsu akan terjerumus tak terkecuali mereka yang kelihatannya bersikap islami.walaupun santri tapi jika berteman dengan syetan pasti akan terjerumus,berikut kisahnya.."Sebenarnyaku malu mengungkapkan kisah ini,tapi sekedar ibrah untuk yang lain,aku ungkapkan apa adanya ,kisah ini bersifat pribadi bukan keumuman ,aku yakin hanya aku yang mengalami hal tragis semacam ini,wanita berjilbab lainnya insya Allah bisa menjaga diri.
Aku yakin dari keluarga taat beribadah sekalipun ibu dan ayah bukan dari keluarga mubaligh atau ustadzh,namun kehidupan keluarga selalu diliputi suasana keagamaan ,aku anak keetiga dari lima bersaudara.kakak pertama laki laki dan dan kedua perempuan serta adik semuanya laki laki.
Aku anak bandel dikeluarga ,jilbabku tidak layak disebut jilbab,ketat kadang transparan,entah pergaulan terbawa sejak SMP aku menjadi tomboy walaupun demikian aku anak penurut tak pernah membantah jika disuruh oleh orang tua,kewajiban lima waktu tak pernahterlewatkan setiap ada kegiatan positif tak pernah ketinggalan,aku pandai jaga diri ,sekalipun tomboy,aku bukan wanita murahan,presatai sekolah pun tak mengecewakan ,walaupun tak pernah ranking pertama aku selalu masuk enam besar.
Aku juga tampikan( tidak mudah menerima cinta laki laki).Banyak laki laki yang cintanya aku tolak ,aku sangat selektif,saat SMU kelas 3 aku baru resmi menjalin cinta sengan seorang teman seangkatan,namun beda kelas dia orangnya baik dan pintar,saat jalan berdua dia tak pernah berbuat macam macam. Namun keimanan seseorang ada batasnya,semula kami tidak berani pegangan tangan akhirnya terbiasa.awalnya merasa berdosa namun akhirnya tidak ,lambat laun aku sering jalan bergandengan ,awalnya memang takut dosa namun akhirnya aku terbiasa sedikit demi sedikit pergaulan kami kearah yang membahayakan ,namun saya masih bisa menjaga diri. Saat tidak ada seorangpun dirumah kadang aku berani digendong,awalnya aku berani menolak akhirnya aku terbiasa syetan terus menghembuskan nafsu birahi pada kami berdua sehingga kadang kami mengalamai cinta berat dan kerinduan yang mendalam ,saat bertemu selalu diawalai dengan dekapan, berdekapan pertama kali kami lakukan tidak sengaja ketika ditempat wisata dia mengucapkan slamat atas kelulusanku.
Tamat SMU aku mengambil D-1 PGTK sedangkan dia melanjutkan S-1 disalah satu PTN di Bandung .Pertemuan kami paling seminggu sekali,kadang juga seminggu dua kali,kerinduan yang memuncak menyebabkan kami saling melepas rindu,hal hal yang terlarang terbiasa kami lakukan. Akibat pacaran dan pertemuan rutin ,apalagi pertemuan umumnya,dilakukan berduaan tanpa sepengetahuan orang lain menyebabkan kami makin permisif.awalnya aku marah saat ia menciumku ,namun dia pandai merayu menyebabkan aku terbiasa dan terlena,lama kelamaan tak segan membuka kerudung dihadapan dia.Syetan telah menjadikan aku budajnya sehingga sedikit demi sedikit menjerumuskan aku tanpa aku sadari.Ironisnya menampakan aurat yang merupakan dosa besar bagiku menjadi hal biasa dilakukan didepan pacar ,maka benar apa kata ustadzh bahwa syetan menjerumuskan anak manusia sejengkal lagi pula pacaran memang tidak menguntungkan.
Pernah suatu waktu aku ingin segera bertunangan ,dia malah diam katanya terlalu dini,belum dapat kerja dan masih kuliah.kondisi kami saat itu bukan lagi anak remaja,tapi sudah sangat dewasa ,apalagi kami sudah hampir terjerumus kedalam lembah perzinahan,lulus D-1 pacaran terus berjalan bahkan pertemuannya lebih rutin kadang kami bertemu di mall atau ditempat wisata.sementara bertemu dirumah jika keadaan memungkinkan.
Hari minggu orag tua mengajak berwisata saya memilih tinggal dirumah,alasannya tidak berminat ,tempat wisata itu sering disinggahi,aku telepon dia agar menemaniku,tentu saja dia mau,aku berdua dirumah menumpahkan segala kerinduan,obrolan kami sangat romantis,saya bermanja manjaan kadang juga pengen digendong kami berdua terlelap dalam nafsu birahi,darah telah sampai ubun ubun saya seolah dialam surga yang sangat indah dan menikmati selaksa keindahan itu.Terjadilah kenistaan yang keluar dari batas kewajaran saya kehilangan harga diri sebagai seorang wanita ,saya sadar setelah semuanya selesai ,saya nangis dan meukul mukul dia ,berkali kali dan meminta maaf.
Saat itu dia bergegas pulang takut keluarga keburu pulang .saat aku buang air kecil merasakan sakit disekitar vagina,muncul perasaan takut yang sangat,saya telah melakukan dosa besar bagaimana jika hamil,bagaimana jika orang tua tahu..?dan seribu pertanyaan lainnya menghantuiku. Seminggu itu saya sering melamun muncul rasa benci pada apacarku yang telah menodaiku tapi aku sangat mencintainya,saat aku bingung dia nelpon,berkali kali dia minta maaf dan pasti jika terjadi sesuatu akan bertanggung jawab penuh.
Apap yang kutakutkan memang terjadi aku terlambat bulan bahkan sudah menginjak bulan kedua .aku suruh dia beli pengetes alat kehamilan,hasilnya menunjukan garis dua merah,menandakan positif hamil aku strees berat malam sulit tidur dia juga katanya begitu.
Sebelum semuanya benar benar gawat kami memberanikan diri untuk segera dinikahkan,sebenarnya orang tua kami berdua telah lama mendesak kami berdua agar segera menikah kami sepakat untuk merahasiakan bayi dalam kandungan,dua bulan dalam kandungan ,dua bulan kemudian kami menikah saat itu kandunganku sekitar 3 bulan.
Namun aneh akhir bulan ketiga aku keluar darah ,tepatnya lima hari setelah pernikahan darah yang keluar tidak seperti biasa kali ini sangat banyak ,mungkin aku keguguran ketika aku bilang pada orang tua bahwa aku berdarah,dia malah memandangku sambil tertawa,katanya iu biasa ibuku menyangka itu darah malam pertama.Akhirnya memang aku keguguran bulan berikutnya aku haidl,keguguran itu disebabkan aku sangat capek saat pernikahan siang malam menerima tamu,tapi kejadian ini membuat aku lega suamiku bahkan sujud syukur .dia lebih sayang lagi ketika tiga bulan setelah pernikahan aku hamil.
Walaupun masih numpang dirumah orang tua,tapi rumah tangga kami bahagia ,Cinta yang menyebabkan kami saling menyayangi dalam kondisi apapun,namun perasaan berdosa tidak pernah hilang dalam ingatan kami.

myspace codes
http://istanasurgaku.blogspot.com

IKhsan

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Pacaran Masa Kini

"Jangan Membeli Kucing Dalam Karung"Sebuah ungkapan membeli kucing dalam karung ,nampaknya menjadi sebuah alasan klasik untuk membenarkan pacaran ."Biarkan muda mudi menentukan nasib hidupnya dengan menentukan pasangan yang tepat. Biarkan mereka mengenali mengenali pasangan tanpa intervensi orang tua.Zaman kini sudah berubah bukan zaman batu lagi,anak anak tidak boleh dikekang,kinibukan zaman siti nurtbaya,jodoh itu harus ditangan anak sendiri,sudah menjadi tuntutan zaman bila muda mudi itu harus asyik bersenag senang."Ungkapan ungkapan itu menjadi trend diera modern ini,sungguh ungkapan yang tidak bertanggug jawab.
Zaman sudah menjadi kambing hitam,kebobrokan moral sudah dianggap zamannya,zina itu modern dan pacaran itu trend,orang tua masa kini membukakan pintu selebar lebarnya untuk kemaksiatan .akibatnya tak sedikit muda mudi mereka melakukan perzinahan justru dirumah orang tuanya sendiri.Jika hamil orang tua seolah bangga dan segera mempestakan anaknya dengan pesta yang meriah .sungguh perilaku yang tidak berorientasi ke akhirat.
Pacaran dianggapnya upaya mengenali pacar,padahal adalah saat saat paling munafik dalam kehidupan seseorang.Munafik karena masing masing akan menutupi kelemahannya dan dengan ponggahnya menampakan kelebihan masing masing bahkan haltak lebih pun ditonjol tonjolkan.
Itulah pacaran ,saat remaja mulai belajar menjadi penbohong besar ,rayuan gombal berkali kali dilontarkan,segudang janji menjadi hal yang teramat murah "bulan madu keawan biru "dalamnya lautan akan kuselami ,luasnya samudra akan kusebrangi,belahlah dadaku ,hidupku untukmu semuanya,dihatikku hanya ada kamu,cintaku tak akan lapuk,aku rela mati demi cintaku,dan lain lain," adalah ungkapan ungkapan yang sesungguhnya bohong,sekali lagi bohoooong.
Jadi perkenalan model apa jika keduanya menjadi pembohong ,padahal yang paling penting dalam hidup adalah bukan bicara yang manis manis melainkan siap menghadapi hidup yang paling buruk sekalipun.apalagi yang diungkapkan itu cenderung hanya kearah duniawi dan melupkan bekal diakhirat.
Jadi pacaran adalah bukan mengenal calon pasangan melainkan upaya menyalakan tungku birahi .biasanya muda mudi yang berpacaran berpakaian menantang ,parfum yang menusuk hidung ,dan susana dibikin seromantis mungkin,semuanya adadh api yang dapat memanaskan birahi bahkan menghanguskannya.melihat aurat sang pacar yang begitu menantang ,nafsu laki laki mana yang tidak bangkit,akhirnya tungku itu benar benar menyala dan perilaku nista ( Zina ) itu benar benar terjadi ,hanguslah kehormatan kedua insan itu dihadapan Allah SWT sementara syetan tertawa riang.
Jika zina telah terjadi sang pria itu kini telah benar benar mengenal si wanita nantinya ia ingin lebih mengenalnya lebih sering,asalnya malu malu namun akhirnya dengan alasan cinta sipria akhirnya minta lagi dan lagi secara terang terangan .sementara siwanita dengan alasan "demi bukti cinta"dia rela menyerahkan kehormatannya hingga tak terasa lagi madunya,rusak harga dirinya dan jadilah ia pelacur yang lambat laun akan dicampakan oleh pria pasangannya,atau hamil dan harus menaggung aib seumur hidup,dunia dan akhirat.
Itulah pacaran,racun yang berbalut madu ,tawa yang sesungguhnya adalah tangisan ,dan keindahan yang sesunggguhnya adalah fatamorgana,hindari atau anda akan menyesal.


myspace codes
http://www.istanasurgaku.blogspot.com

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Garam & Telaga

Suatu ketika hiduplah seorang tua yang yang bijak ,pada suatu pagi ,datanglah seorang pemuda yang sedang dirundung banyak masalah,langkahnya gontai dan air ,mukanya ruwet,tamu itu memang seperti orang yang tak bahagia.
Tanpa mambuang waktu orang itu menceritakan semua masalahnya ,pak tua yang bijak hanya mndengarkannya dengan seksama ia lalu mengambil segenggam garam dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air dimasukannya garam itu kedalam gelas lalu diaduknya perlahan coba minum ini dan katakanh apa rasanya ...?ujar pak tua itu ,pahit....pahit.......pahiiit sekali jawaban sang tamu sambil meludah kesamping.
Pak tua itu sedikit tersenyum ia lalu mengajak tamunya ini untuk berjalan ketepi telaga didalam hutan dekat tempat tinggalnya ,kedua orang itu berjalan berdampingan akhirnya sampailah mereka ketepi telaga yang sepi dan tenang itu.
Pak tua itu ,lalu kembali menaburkan segenggam garam ,kedalam telaga itu dengan sepotong kayu yang dibuatnya gelombang dan mengaduk ngaduk dan tercipta riak air,mengusik ketenangan telaga itu ..." coba ambilah air dari telaga ini ,dan minumlah ,saat tamu itu selesai mereguk air itu ,pak tua berkata lagi bagaimana asanya ..?.."segar...sahut tamunya ...apakah kamu merasakan garam didalam air itu..."tanya pak tua lagi tidak jawab sianak muda.
Dengan bijak pak tua itu menepuk nepuk punggung sianak muda ,ia lalu mengajaknya duduk berhadapan bersimpuh disamping telaga itu,anak muda dengarlah pahitnya kehidupan adalah layaknya segenggam garam tak lebih dan tak kurang jumlah dan rasa pahit itu adalah sama .dan akan tetap sama.....Tapi,kepahitan yang kita rasakan akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki ,kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakan segalanya.itu semua akan tergantung pada hati kita jadi saat kita merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup hanya ada satu hal yang dapat kita lakukan ,lapangkanlah dadamu menerima semuanya luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.
Pak tua itu lalu kembali memberikan nasehat"Hatimu adalah wadah itu "Perasaanmu adalah tempat itu'Kalbumu adalah tempat kamu manampung segalanya jadi jangan jadikan hatimu itu seperti gelas,buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadikan kesegaran dan kebahagiaan .Keduanya lalu beranjak pulang mereka sama sama belajar hari itu,dan pak tua siorang bijak itu kembali menyimpan segenggam garam"untuk anak muda yang lain ,yang sering datang kepadanya dengan membawa keresahan jiwa.
http://www.mpar-ugm.com/images/kur1-Telaga-Warna-02.jpgtelaga warna,by Ikhsan

Friday, August 3, 2007

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Pacaran Dengan Memakai Simbul Islam Adalah Pelecehan Seksual

Musuh dalam selimut itu lebih berbahaya dari pada musuh yang nampak jelas didepan mata .Musuh dalam selimut sulit untuk diidentifikasi sehingga memerlukan ketelitian ekstra.Begitu banyak umat yang mengaku islam tetapi perilakunya merusak islam,tetapi perampok ,penjamret atau pencuri,selalu berpakaian koko tao koruptor,titel haji tapi bandar judi dan masih banyak lagi semuanya adalah upaya pembusukan islam dari dalam.
"Dan apabila kamu melihat orang orang memperolok olokan ayat ayat kami ,maka tinggalkanlah mereka ,sehingga mereka meninggalkan pembicaraan yang lain ,Dan jika syetan menjadikan kamu lupa ( akan larangan ini) maka janganlah kamu duduk bersama orang orang yang jalim itu sesudah teringat akan larangan itu)."( QS.Al-An'am:68a).
Simbol simbol islam banyak yang disalah gunakan .Tak sedikit remaja masjid yang tampak berpakaian islami:wanita dengan jilbabnya atau lelaki dengan baju koko dan kopiahnya,namun mereka asyik mesum bergerombol dan bercengkrama tanpa ada batas ( IKhtilat),Atau tak sedikit yang mengatas namakan kegiatan masjid,namun mereka bercampur baur dalam satu kantor yang sempit tanpa hijab.
Tak sedikit pula santri santri yang sudah berani bepacaran dengan mengatasnamakan pacaran islami mereka mencoba mencampurkan yang hak dengan yang bathil,padahal sudah jelas pacaran bukan dari islam sehingga mustahil ada pacaran islami,hanya karena saat berkunjung memakai baju koko,masuk rumah pacar mengucapkan salam,mau pegangan tangan mengucapkan bismillah,saat selesai ciuman mengucapkan alhamdulillah dan selesai Zina cukup mengucapkan istighfar,sungguh perilaku yang melecehkan islam.
"Apakah kamu tidak memperlihatkan orang orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu..?mereka hendak menghakim kepada taghut,padahal mereka telah diperintah mengingkari taghut itu ,dan syetan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh jauhnya." ( QS An-Nisaa:60).Taghut yang dimaksud ayat diatas menurut Syeikh Abdurrahman Bin Alu Syeikh dalam kitab Tauhiid adalah segala sesuatu yang disembah selain Allah SWT ,atau syariat yang ada diluar islam .melakukan suatu ibadah yang tidak pernah diperintahkan islam bahkan mereka berani mengambil dari hukum luar islam padahal syetan mengetahui dirinya muslim,adalah pengikut taghut yang nyata.
Melegalisasi pacaran dengan dihiasi simbulsimbul islam merupakan perilaku biadab,sama dengan mengotori islam secara terang terangan dan pelecehan yang nyata .Akibatnya muncul image yang tidak baik terhadap islam dianggap mensahkan pacaran .Padahal sampai kapanpun hukum hukum islam akan senantiasa dipelihara Allah SWT .Tidak seperti hukum hukum dalam agama yahudi dan Nasrani yang dapat diubah sesuai selera pada pendetanya.

Tuesday, July 31, 2007

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Makna Pacaran
  • Arti Bahasa
Menurut kamus besar bahasa Indonesia (edisi ketiga.2002:807),Pacar adalah kekasih atau teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta kasih,berpacaran adalah percintaan,berkasih-kasihan ,memacari adalah mengencani,menjadikan dia sebagai pacar.
Kata pacar sendiri berasal dari nama jenistanaman hias yang cepat layu dan mudah disemaikan kembali,tanaman ini tidak bermilai ekonomis(murahan ) sehingga tidak mudah diperjual belikan. Hal ini sebagai simbul bahwa pacaran adalah perilaku yang tidak bernilai,jka suatu waktu puas dengan pacarnya ,maka dia akan mudah beralih kepada pacarnya yang baru. Pacaran seandiri kadang dapat diartikan sebagai ajang saling mengenal agar saling mengenalkarakter masing masing.kenyataanya jutru bukan saling mengenal tetapi uapaya saling melampiaskan hawa nafsu birahi. Seorang lelaki menemui pacarnya umumnya bukan untuk menyelidiki latar belakang si wanita itu tetapi ingin melihat kecantikan wajahnya dan kemolekan tubuhnya. Dari sudut bahasa sudah nampak bahwa pacaran adalah hubungan cinta kasih antara dua jenis diluar nikah,tidakbernilai dan mengandung unsure unsure yang membahayakan masa depan kedua pasangan tersebut baik dunia maupun akhirat.
  • Praktek sesungguhnya
Swebagaimaa disebutkan dalam kamus diatas memacari berarti mengencani,sementara kencan sendiri menurut kamus tersebut adalah berjanji untuk saling bertemu disuatu tempat dengan waktu yang telah ditetapkan bersama,jadi pacaran berarrti berkencan atau bercintaan berdua ditempat yangtelah disepaat berdua.
Dalam prakteknya ada transfer birahiantara kedua lawan jenis yang dilanda asmara.Mengugat landasan pertemuan keduanya adalah nafsu biarahi,maka jangan hera bila dalam prakteknya akan ditemukan unsur unsur yang mengarah pada pemuasan nafsu birahi.
Apalagi berdua ditempat sepi baik dirumah ataupun ditempat piknik mereka berdua akan semakin mudah melakukan hal hal yang melanggar hukum. Berdua ditempat sep menunjukan sika yang tidakbertanggung jawab karena keduanya sama sama menjerumuskan diri pada jurang kehancuran,apalagi setan sebagai pihak ketiga,akan terus memanas manasasi kedua insan yang sedang dilanda asmara itu untuk terus menuju pemuasan yang sesungguhnya itu adalah zina.Sabda Rasulullah saw :Siapa yang beriman kepada Allah kepada hari akhir jangan lah ia bersebunyi sepi berduaan dengan wanita yang tidak didampingi muhrimnya sebab bila demikian syetanlah yang menjadi pihak ketiganya.
Praktek pacaran pada saat ini merupakan pembenaran pada perilaku seksua,sebagaimana diungkapkan diatas,menurut survey perilaku remaja saat pacaran sudah menjerumuskan pada arah perzinahan yang dilegalkan oleh keluarga mereka.adahalnya khalwat haramnya sudah mendeakati zina yang dilarang islam.
Terbukti ehamlan ramaja saaat ini jumlahnya sudah diambang toleransi dulu jika ada yang ketahuan saja diara-karak keliling kampung sambil ditelanjangi,tapi saat ini tidak mungkin karena sudah banyaknya kehamilan diluar pernikahan.Dengan demikian praktek pacara kini sudah melanggar arti makna pacaran sendiri sebagai ajang perkenalan disebut khitbah yaitu pihak lai laki mengajuka lamara terhadap ihak wanita dalam khitbah boleh melihat wanita secara teliti.
  • Adakah pacaran yang islami ..?
Dari pemaparan diatas jelaslah pacaran bukan dari islam,melainkan budaya jahiliyah yang harus ditinggalkan oleh segenap remaja muda islam..Karena itu mustahil ada pacaran dalam islam atau mustahi ada pacaran yang islami,sepertinya mustahil ada judi yang islami,bankai islami,khalwat islami,dll,yang haram tetap haram dan tidak dapat dirubah oleh hukum sekalipun dikaitkan dengan simbul simbul islam.
"Katakanlah : Apakah kita akan menyeru selain dari pada Allah,sesuatu yan tidak dapat mendatangkan kemanfaatan kepada kita dan tidak pula mendatangkan kemudaratan kepada kita dan apakah kta akan dikembalikan kebelakang ,sesudah Allah memberi petunjuk kepada kita ,seperti orang yang telah disesatkan oleh syetan ditempat yang menakutkan,dalam keadaan bingung,dia mempunya kawan kawan yang memanggilnya kepada jalan yang lurus(dengan mengatakan ):"Marilah Ikuti Kami".Katakanlah "sesungguhnya petunjuk Allah itulah(yang sebenarnya)petunjuk;dan kita disuruh untuk menyerahkan diri kepada alam semesta alam."( QS al-An'am:71).
Namun bagi mereka yang masih mengikuti dan yang tetap berpjak pada langkah langkah jahiliyah ,Rasulullah memperingatkan..:
Barang siapa yang menyukai suatu kaum maka : ia termasuk dalam golongan kaum itu " ( HR Muslim)
Untuk itu seorang muslim harus efektif dalam melakukan suatu amalan,setiaperilaku yang bukan dariislam harus dibuang jauh jauh karena akan mendatangkan bencana dalama hidup ,sebaliknya apa yang datang dari islam harus disambut hangat karena akan mendatangkan berbagai kemaslahatan.Firman Allah SWT...:
" Hai orang orang yang beriman masuklah kamu kedalam islam secara keseluruhannya,dan janganlah kamu turuti langkah langkah syetan,sesungguhny syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu."( QS al-Baqarah : 208). sumber : Abu Alghifari"Pacaran yang Islami Adakah..?
The image “http://mtks.kotasantri.com/file/gudil/MTKS-Lingkar_Pena_Publishing_House-Taaruf,_Keren!_Pacaran,_Sorry_Men!.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.By IKhsan

Monday, July 30, 2007

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.


Bisnisdengan Tuhan
Oleh ARY GINANJAR AGUSTIAN

ORBIT alam semesta adalah teladan terindah konsep keteraturan. Ia adalah sistem yang dipelihara Yang Maha Kuasa, dalam kesatuan mekanisme yang tertata penuh keseimbangan. Rangkaian siklus kehidupan semesta raya usai proses penciptaan oleh-Nya. Ia yang secara sunatullah selalu terjaga dalam mekanisme kesempurnaan. Inilah Well Organized Principle, yaitu kemampuan untuk membuat sebuah mekanisme terpelihara dalam garis orbitnya.

Tanpa sadar, seringkali kekurangdisiplinan mengabaikan kebaikan-kebaikan yang telah kita lakukan. Saat keberhasilan mengupayakan kebaikan pada klien, kita alpa pada kebaikan selanjutnya, yang harusnya terus dipelihara dan ditingkatkan. Inilah alasan mengapa kunci Well Organized Principle adalah kedisiplinan. Kedisiplinan mampu memelihara siklus kebaikan meski ketika kita telah merasa letih pada nasabah, pelanggan dan konsumen.

Seperti Allah, yang selalu tak bosan menumbuhkembangkan dedaunan hijau, merontokkan helai daun dan kelopak bunga yang layu. Melahirkan yang tumbuh, mendatangkan kematian. Tiada lelah mengiringi sifat-Nya.

Dalam bisnis, membangun sebuah usaha adalah kemampuan memelihara sistem yang telah ada, dan senantiasa selalu meningkatkannya. Inilah beda antara sistem pengelolaan manusia yang harus selalu ditingkatkan, dengan sistem manajemen Allah yang maha sempurna. Merujuk ke Q.S. Ar Rahmaan ayat 1-13, maka pebisnis yang baik sejatinya harus menyimak makna yang terkandung di dalamnya. Yakni, pebisnis harus bersifat rahmaan (kasih sayang), memerhatikan hukum alam, menciptakan produk/jasa yang unggul, dan memiliki nilai yang sesuai dengan fitrah. Dibutuhkan pula keteraturan dan keseimbangan, tunduk patuh pada sistem perusahaan yang telah ditetapkan dan tingkatkan terus kualitas dengan berpegang pada hukum alam.

Selain itu, jangan pernah keluar, apalagi meruntuhkan keseimbangan, bersikap adil, jujur dan penuh perhitungan, menyiapkan bumi sebagai fasilitas pelayanan, dan tampilkan dengan indah produk & jasa Anda. Ingat, jangan pernah berhenti menampilkan keindahan dari produk/jasa Anda. Terakhir, nikmat mana kah dari Tuhanmu yang kau dustakan?

Demikianlah gambaran sebuah usaha/bisnis yang berbasis pada keseimbangan alam. Ia adalah rona keindahan sifat-sifat Ilahiah yang dipersonifikasikan sebagai kelopak mayang serta putik bunga inovasi dan ide kreatif yang menggayut teguh di tangkai batang sistem pengaturan alam semesta yang kokoh. Fa bi ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadzdzibaan.***PR Bandung

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Tips & Trik Memelihara dan Meningkatkan Iman

Sahabat cobalah tanyai hati kita,"..Apakah imanku saat ini leih baik dari kemarin..?Jika ragu kenapa tak belajar untuk tetap memelaihara bahkan meningkatka kwaliras iman kita dengan cara :....Read More..........
  • mengisi wakatu sebanyak mungkin dengan mengingat Allah
  • Bangun dimalam hari ,lalu berwudhu dan sholatlah sendirian
  • Bukalah Al-Quran ditengah malam .baca secara perlahan ,begitu juga terjemahannya .resapi maknanya .Al Quran disampaikan Allah
  • Bangunkan juga sahabat yang lain dengan lemah lembut untuk melakukan hal yang sama
  • Shlat subuh berjamaah ,sholat subuh dimasjid adalah wajib bagi laki laki,namun sealu saja ada alasan untuk menghindarinya,sedangkan bagi perempan,sholat berjamaah dirumah pun baik
  • Baca atau kirimkanlah ayat serta hadits kepada sahabat dan keluarga kita sbagai hadiah dipagi hari
  • Usahakan membaca satu dua halaman sirah Naabawiyah dipagi hari untk menambah kecintaan dan kesidiqkan kepada Rasulullah yang namanya selalu kita sebut dalam dua kalimat sahadat
  • Ucapkanlah Bismillaahittawakaltu'alallahi laa haula wallaa quwwata illa billahii,dengan nama Allah aku bertawakal(menggantungkan semua urusanku)hanya kepadaNya tidak ada tempat kemampuan kecuali dengan ijin Allah ,sebelum beraktifitas
  • Usahakan tetap mendengar lantunan alquran kemanapun kita pergi hari ini ,baik dari alat elektonik maupun dengan menyenandungkan hafalan dan bacaan kita
  • Tunaikan sholat tepat waktu,persiapkan dalam keadaan berwudhu minmal 15 menit sebelum adzan berkumandang rasakanlah setiap berkah yang dilimpahkan Allah kepada kita
  • Berwudhulah dengan sempurna,perhatikanlah air yang menetes dari kulit wajah dan bagian bagian tubuh kita saksikan dosa dosa anda bercucuran bersama tetesan air wudhu
  • Laksanakanlah sholat seakan akan adalah sholat kita yang terakhir hadapkan tubuh lurus kearah ka'bah baitullah,Tundukanlah jiwa kita dihadapan Allah sang pencipta dan pemelihara hidup kita,Ejalah satu persatu bacaan sholat dengan merendahan dan kehinaan diri dihadapa Allah
Dikutip sebab Cinta Tak kenal Waktu,D.H Devuta era muslim,21/10/2004 dengan pengubahan pada kata sahabat. dikutip ulang dari Buletin tahajud call Al-Fajr.

Saturday, July 28, 2007

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Yang Halal Dan Haram Sudah Jelas

Batasan batasan atau hukum hukum Allah SWT itu sudah jelas mana yang halal dan mana yang haram,pribadi muslim harus menerima keputusan Allah SWT dengan bulat dan tidak boleh melanggarnya.Sesuatu yang haram tidak bisa menadi halal jika Allah telah memutuskan haram.Apapun jalan atau rekayasa untuk menghalalkan yang haram tetap tidak akan mungkin bisa ,seandainya cara mencapai yang haram itu dengan cara yang benar,yang haram tetap saja haram.Umpamanya minuman yang memabukan atau khamr,walaupun dibeli dari hasil kerja halal,meminumnya memakai bismillah tetap saja haram,begitu pula babi,walaupun menyembelihnya memakai basmallah dan disembelih oleh orang yang baik,tetap saja haram.
begitu pula jangan pernah bermimpi untu menghalalkan zina sampai kapanpun zina akan tetap haram,walaupun saat bezina membaca basmallah atau dilakukan suka sama suka,bahkan jangankan zina,jalan menuju kearah zina pun sudah dilarang apalagi berzinanya.
Seerti apa yang menghantarkan seseorang menuju zina itu ..?diantaranya khalwat dan ikhtilat.Khalwat yaitu dua lawan jenis yang bukan muhrim menyepi berdua.ikhtilat adalah campur baurnya lawan jenis tanpa pemisah sehingga menimbulkan kontak fisik ,kedua hal itu jelas diharamkan dalam islam.karena tidak akan pernah seseorang berdua menyepi dengan lawan jenis kecuali syetan yang ketiganya.Keindahan dan keceriaan saat berduaan adalah ibarat racun berbalut madu.Sebuah keindahan dan keceriaan yang akan menjerumuskan mereka pada jurang kehinaan sengaja mencampakan harga dirinya sebagai manusia.


Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Andai Dunia Tanpa Hukum

Agar Manusia tidak terjerumus kedalam lembah binatang,maka islam membuat rambu rambu,batasan batasan atau hukum-hukum agar manusia tetap menjadi manusia,aturan aturan Allah SWT untuk mengekang tetapi untuk memuliakan manusia agar berbeda dari mahlluk Allah lainnya.Tdak ada atura Allah SWT yang didalamnya untuk membebani manusia aturan itu justru dibuat untuk kebahagiaan manusia.
Aturan aturan Allah ibarat pagar yang memagari komunitas manuisa agar tidak terperosok kedalam jurang kehinaan.diluar pagar terdapat berbagai duri yang akan menghancurkan kehidupannya,atau disana ada neraka yag dibenci oleh seluruh manusia.
Allah SWT,mensyariatkan nikah bukan untuk mengekang wanita agar terpenjara dalam rumah tangga ,melainkan untuk menjaga dan memelihara kehormatan wanita,jika atura nikah tidak ada,maka akan muncul generasi yang tidak jelas asal usul keuarganya,ini jelas sebuah bencana,hidup tanpa aturan nikah juga akan meandatangkan kerawanan sosial,ekonomi dan kesehatan ,berapa banyak mereka yang berprofesi sebagai pelacur atau terbiasa gonta ganti mitra seks mendapat cibiran atau terkene penyakit kelamin yang mematikan.
Allah Swt mewajibkan jilbab,dimaksudkan agar wanita terlindungi kehormatannya dari pelecehan seksual atau pemerkosaan mengingat seluruh tubuh wanita mengandung daya tarik(aurat),terbukti banyak wanita yang menjadi korban nafsu laki laki disebabkan tidak menutup aurat (berjilbab)begitu pula banyak yang dilecehkan dan auratnya menjadi tontonan gratis karena mereka tidak memakai jilbab.
Begitu pula Allah mengatur batas batas hubungan antara lawan jenis,dimaksudkan agar masing masing tidak terjerumus pada lembah zina.Larangan khalwat atau menyepi berdua dimaksudkan agar masing masing terhindar dari bisikan syetan yang akan menjerumuskannya pada lembah zina.
Setiap muslim harus mengakui dan mentaati hukum hukum Allah tanpa mempertanyakan lagi efektifitasnya karena Allah Maha Bijaksana dan Rahman Rahim terhadap hamba hambnya.
Firman Allah SWT :"Dan tidaklah patut bagi laki laki mu'min dan tidak pula bagi perempuan yang mu'min,apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan (hukum) akan ada bagi mereka pilihan (huku lain) tentang urusan mereka.Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah ia telah sesat .sesat yang nyata."(QS al-Ahzab:36). ayat diatas adalah penegasan bahwa hukum Allah sebagai harga mati (telah sempurna) iman terhadap hukum hukum Allah berarti keselamatan dunia akhirat,tidak mentaati berarti durhaka dan konsekwensinya siap menuju urang kehancuran. Firman Allah SWT :Sesunguhnya manusia itu benar benar berada dalam kerugian,kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan amal amal shaleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.( QS Al-Ashr 2-3)
"Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik baiknya kemudian kami mengembalikan mereka ketempat yang serendah rendahnya(neraka),kecuali orang orang yan beriman dan mengerjakan amal saleh,maka bagi mereka pahala yang tiada putus putusnya,maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah ( adanya keterangan keterangan ) itu..? bukankah Allah hakim yang seadil adilnya..?"( QS At-Tiin:4-8).
http://www.skylinknetworks.com/blog/images/image6.jpgBy Ikhsan sanotomichie

Friday, July 27, 2007


Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Menelusuri Makna Pacaran

Cinta Itu Tidak Buta karena tidak bermata dan tidak tuli karena tidak bertelinga.Cinta itu pasif dan akan aktif bergantung cara manusia mengaktifkannya.Jika cinta hinggap dimata manusia yang tidak beriman ,akan merubah mata irtu menjadi mata keranjang ,Jika cinta hinggap dihati manusia yang bersahabat dengan syetan,maka cinta akan menjelma menjadi birahi,karenanya tidak sedikit manusia yang menjadi budak nafsu dan menjadi korban cinta.
Cinta yang hinggap dimanusia durjana akan merubah manusia menjadi medium zina.Akibatnya segala yang dilakukan atas nama cinta menjadi bentuk zina yang terang terangan ,maka berzina,telinga berzina,mata berzina,tangan berzina dan seluruh anggota tubuh lainnya berzina termasuk kemaluannya berzina yang merupakan zina yang paling besar dosanya.Diera modern kini,cinta yang berarti zina ini telah membudaya sehingga menjadi malapetaka yang mengancam eksistensi manusia sebagai mahluk beradab,Rasulullah bersabda."diriwayatkan daripada Abu Hurairoh ra katanya: katanya NabiSAW bersabda : Allah SWT telah mencatat bahwa anak adam cenderung terhadap perbuatan zina,keinginan tersebut tidak dapat dielakkan lagi,dimana ia akan melakukan zina mata dalam bnetuk pandangan ,zina mulut dalam bnetuk pertuturan,Zina perasaaan yaitu bercita cita dan berkeinginan mendapatkannya sehingga kemaluan ikut memastikan paerzinaan itu."( HR Bukhari,Muslim,Abu Daud & Ahmad).
Akibat cinta zina ini maka menjamurlah perilaku syetan yang menjadi kebanggaan,Ikhtilat da khalwat menjadi hal yang lumrah,media cetak dan elektronik berlomba memanas manasi agr manusia lebih mencintai nafsunya dibandng akal sehatnya.Dipampanglah paha wanita agar semua orang tahu bahwa disanalah ada cinta. Yang paling klasik adalah muncul budaya pacaran sesungguhnya bukan pacaran melainkan perzinaan yang disebutkan dalam hadits diatas jika pacaran yang asalnya hanya untuk mengenali dan saling mengenal,maka kini berubah menjadi upaya saling melampiaskan hawa nafsu hewani,jadilah manusia itu binatang ,nahkan lebih se sebagai tuhannya,maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami.mereka itu tidak lain hanyalah seperti binatang ternak,bahkan mereka lebih sesat dari pada binatang ternak."( QS Al Furqan: 43-44)




ADA BAND lyrics
By Sanitomichie

Thursday, July 26, 2007

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Hidup Ini Ibarat Mimpi
Oleh ARY GINANJAR AGUSTIAN

AKHIR-AKHIR ini Indonesia dilanda berbagai musibah baik di darat, laut, maupun udara. Media massa dengan gencar memberitakan kecelakaan menimpa kereta api (KA), tenggelamnya kapal laut, dan kecelakaan pesawat udara.

Belum hilang ingatan kita akan bencana-bencana tersebut, wilayah Jakarta dan sekitarnya seperti Bekasi dan Tangerang tergenang banjir. Kehidupan masyarakat dan perekonomian menjadi lumpuh dibuatnya.

Kita semua prihatin dan tentu saja harus mengadakan introspeksi dan evaluasi di balik semua musibah tersebut. Pada Rakernas dan Temu Alumni ke-2 di Bukittingi, Sumatra Barat, belum lama ini, para alumni ESQ mengumpulkan dana sehingga mencapai Rp 65 juta untuk musibah di Sumatra Barat.

Terlepas dari semua itu, kita sepatutnya mengenang kembali makna hidup di dunia ini. Patut disyukuri bahwa hari ini kita masih dapat berjumpa. Sebuah perjumpaan di alam mimpi. Karena, jika kita renungi, sesungguhnya hidup ini adalah mimpi.

Kehidupan saat ini ibarat bayang-bayang, tidak nyata. Hidup ini bagaikan tidur tadi siang, dan ketika terbangun itulah akhirat. Semoga kita senantiasa sadar bahwa sesungguhnya kita dalam impian.

Saya katakan demikian, karena dunia ini adalah tempat kehidupan yang belum ada konsekuensinya secara sempurna. Jadi, apabila kita berbuat baik, kebaikan itu tidak sepenuhnya berbalik jadi kebaikan saat ini. Ketika kita berbuat kemuliaan, kemuliaan itu belum tentu muncul di hadapan kita saat ini.

Begitu pula ketika kita berbuat kejahatan, keburukan, atau kemalasan, dampaknya hanya sebagian yang ditunjukkan saat ini, dan ada yang tersembunyi di belakang.

Oleh karena itu, kita patut bersyukur jika ujian atau hukuman itu datang. Ujian bisa berupa sakit, kehilangan harta benda, atau musibah lainnya. Semua itu dasarnya merupakan keseimbangan yang harus kita terima sebagai akibat logis dari keseimbangan alam semesta.

Dalam hal ini, kita dapat melihat teladan Nabi Muhammad sebelum mengembuskan napas terakhirnya. Menyadari usianya tak akan lama lagi, Nabi Muhammad bertanya, "Siapa yang dulu aku sakiti, maka berilah aku balasan seperti yang pernah aku lakukan."

Hal ini menyiratkan bahwa Nabi lebih senang mendapatkan balasan di dunia daripada nanti di akhirat. Oleh karena itu, kita tidak usah bersedih jika mendapat masalah, penderitaan, dan kekurangan. Itu semua adalah efek dari apa yang kita lakukan, sedangkan efek sisanya akan lunas di akhirat. Yang berbuat baik bunganya akan didapatkan di akhirat, di hari pembalasan.

Pikiran, kata, dan sikap akan berdampak pada alam. Dampak itu semuanya akan direspons oleh alam. Karena alam memiliki kesadarannya sendiri. Sesungguhnya alam itu adalah energi, yang dalam ilmu fisika disebut Fisika Quantum Vacuum.

Dari manakah semua itu? Siapakah yang menyeimbangkan? Dialah 99 energi, 99 kekuatan Kuantum Vacuum. Sesungguhnya, itu semua adalah energi Asmaul Husna. Kebaikan dibalas dengan kebaikan, keburukan dibalas dengan keburukan, demi menjaga keseimbangan.

OIeh karena itu, selama kita masih hidup di dunia, berlomba-lombalah dalam menciptakan balasan atau konsekuensi, yaitu surga. Berlomba-lombalah untuk menciptakan semua kebaikan yang tidak dilihat oleh manusia ataupun yang terlihat pandangan orang lain.

Sadarlah, kita semua masih mimpi, karena kita semua masih berada dalam bayang-bayang. Kita berada di alam fana, bukan di alam sesungguhnya. Percayalah, suatu hari ketika masuk di alam pembalasan, kita akan mengatakan benar bahwa saya dulu di dunia hanyalah mimpi, dan sekarang adalah nyata.***





PROTONEMA lyrics
Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Kembali kepada Tuhan
Oleh ASEP SALAHUDIN

KEMBALI bahasa Arabnya adalah taba. Bentuk kata bendanya taubat. Kata taubat (tobat) sudah menjadi bagian dari bahasa Indonesia.

Tobat merupakan konsep religius dikedepankan, karena manusia adalah makhluk yang sering alpa dan khilap. Tidak ada manusia yang tidak pernah melakukan dosa, hanya perbedaannya banyak sedikit, sering, dan tidaknya. Diandaikan dengan tobat mereka dapat kembali ke kediriannya yang fitri. Dengan tobat dosa terampunkan dan diri kembali menemukan asal-usulnya yang fitri.

Menjadi manusia yang fitri (suci), inilah yang menjadi obsesi kaum beriman. Kondisi ini hakikatnya merupakan fitrah manusia. Fitrah suci yang dalam perjalanannya kerap ternodai oleh perilaku manusia yang sering khilaf dan lupa diri itu.

Dalam ajaran Islam, manusia lahir sama sekali tidak dibebani dosa leluhurnya. Dosa ada karena kita yang berbuat. Dosa inilah yang apabila terus menumpuk dan tidak kita tobati tidak menutup kemungkinan akan menutupi hati dan menumpulkan kepekaan jiwa, sehingga cahaya Tuhan yang seharusnya memancar tertutup dedak dosa ini, sebagaimana dalam teori “Hati ibarat cerminnya” al-Ghazali yang terkenal itu.

Maha penerima tobat

Kesadaran diri untuk lekas kembali ini yang selalu diigatkan Alquran. Di titik ini Tuhan menyampaikan garansi untuk menerima setiap tobat hamba-Nya yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, malah Dia menahbiskan dirinya sebagai zat yang Maha Penerima tobat. al-Tawwab merupakan salah satu dari nama-nama Allah yang indah. ”Dialah yang menerima tobat dari hamba-hamba-Nya” (Q.S. al-Syura: 25). Dalam riwayat Ibnu Abbas dikatakan, Rasul bersabda: “Semua anak cucu Adam itu banyak melakukan kesalahan. Dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah orang-orang yang bertobat” (H.R. Tirmidzi).

Allah menyeru kepada kita agar jangan sampai putus asa, karena kesalahan yang telah kita perbuat. Pintu tobat selalu terbuka. Dengan penuh kasih sayang, Dia memanggil kita agar selekas mungkin menggunakan kesempatan untuk bertobat agar kita menjadi orang yang beruntung ”Bertobatlah kalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung” (Q.S. al-Nur: 31).

Sejarah merekam bagaimana orang-orang mulia setingkat para nabi, ketika mereka melakukan kesalahan dengan cepat mereka bertobat menjerit memohon ampunan sebagaimana yang dilakukan oleh Adam a.s. (Q.S. Taha: 120-122, al-Baqarah: 37) Ibrahim a.s. dan Musa a.s. (Q.S. al-Baqarah: 128, al-Araf: 143).

Logikanya, nabi saja bertobat dan beristigfar yang padahal tingkat kesalahannya sangat kecil, apalagi kita yang dijamin kesalahannya lebih besar dan sering dari pada para kekasih Allah itu. Adalah satu sikap yang sombong, apabila kita tidak pernah beristigfar dan bertaubat. Namun, justru yang terakhir inilah yang sering terjadi. Tahu banyak dosa, tapi tidak mau bertobat atau bertobat tapi sering kembali lagi melakukan kesalahan yang sama, berulang-ulang jatuh dalam lubang yang tidak jauh berbeda.

Mumpung pintu tobat itu masih terbuka, kita gunakan kesempatan ini. Sebab, setelah ajal di tenggorokan, maka semua penyesalan sudah tidak ada lagi gunanya. Ketika ajal menjemput, Allah pun menutup pintu tobat dan kita pun tinggal dirasuki penyesalan yang sudah sangat terlambat (Q.S. al-Nisa: 18).

Kita pun mafhum, sejatinya yang menjadi penyebab utama merebaknya krisis yang menimpa jagat manusia hakikinya, adalah akibat tindakan tercela yang kita perbuat sendiri dan tidak pernah ditobati. Selalu berulang-ulang dan terus terulang. ”Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri ...” (Q.S. al-Syura: 30).

Kekerasan dan kekejian yang terus berputar dan tidak pernah terbersit rasa sesal untuk kemudian kembali kepada zat Yang Maha Pengampun. Kata Imam Ali, “Jauhilah melakukan dosa, tidak ada bencana, kekurangan rezeki kecuali dengan dosa,” Dalam riwayat lain “Ketahuilah bahwa tidak ada satu bau badan yang keluar, cacat, sakit kepala, dan penyakit yang lain hinggap pada manusia kecuali karena dosa yang dilakukannya”. Imam Ja’far al-Shadiq mengingatkan bahwa, “Orang yang mati karena dosanya adalah lebih banyak dibandingkan orang yang mati karena memang ajalnya sudah tiba.”

Alquran dengan sangat cermat menyodorkan pelajaran berharga dengan mendokumentasikan hikayat masa silam: bagaimana bangsa yang telah mencapai puncak kemakmuran tiba-tiba tersungkur mengenaskan dikepung berbagai bencana, akibat dari dosa-dosa yang terakumulasi dan tidak pernah bertobat bahkan dengan pongah mengolok-olok suara kebenaran yang direfresentasikan para nabi sebagaimana yang dialami kaum Saba (Q.S. Saba: 16-17), kaum Tsamud (al-Naml: 45-53), kaum ‘Ad (Q.S. al-Mu’minun: 41), kaum Luth (Q.S. al-’Ankabut/29: 31), kaum Syuaib (QS. Hud: 94), Fir’aun dan kaumnya (Q.S. al-Qashash/28: 40), dan kaum Sabat (Q.S. al-A’raf: 165).

Dan yang paling mutakhir, jangan jauh-jauh, diakui atau tidak, krisis berkepanjangan yang menimpa kita salah satu jawabannya karena tempo hari (sampai sekarang?) pembangunan yang kita selenggarakan terlampaui kerap mentoleransi tindakan-tindakan dosa. Pengertian Dosa itu dalam kamus kebangsaan kita, bisa bernama korupsi, kolusi, nepotisme, sogok, menipu, dusta, dst. Tatkala ada suara-suara yang mengingatkan kekejian, dengan serta merta suara itu dibungkam dan atau nasibnya hilang tergerus arus budaya massa yang memang sudah korup, belum lagi dosa individual dalam kaitan dengan Sang Kuasa. Masih banyak contoh lain, yang intinya, sekali lagi, meneguhkan satu hubungan antara dosa, petaka, dan keengganan untuk kembali ke jalan waras (benar).

Dalam satu riwayat, suatu hari Imam Ali pernah dimintai nasihat, “Wahai Amirul Mu’minin, mengapa doa-doa kita tidak dikabulkan oleh Allah padahal Dia telah berfirman, ‘hendaklah kalian berdoa kepada-Ku pasti akan Kukabulkan doa kalian?” Imam Ali menjawab, bahwa sesungguhnya hati kalian telah berkhianat dengan delapan sifat.

1. Kalian mengenal Allah namun kalian tidak mengindahkan hak-hak-Nya.
2. Kalian beriman kepada Rasul namun kalian redupkan syariatnya.
3. Kalian membaca kitab suci tapi kalian tidak mengamalkan kandungannya.
4. Kalian mengaku takut neraka tetapi setiap saat akrab dengan perbuatan yang akan mendorong ke arah sana.
5. Kalian mengaku ingin masuk surga namun kalian mengerjakan amal yang justru menjauhkan darinya.
6. Kalian banyak mamakan nikmat Allah, tetapi tidak pernah mensyukurinya.
7. Kalian memusuhi setan, tetapi kalian selalu mengikuti ajakannya tanpa membantah.
8. Kalian begitu cerdas menghitung aib orang lain, namun kalian tidak mempunyai keberanian untuk menghitung aib sendiri.

Demi tekad luhur untuk kembali kepada-Nya dalam keadaan suci, demi meraih kehidupan yang berharkat, maka tidak ada cara lain tatkala kita terjebak dalam kesalahan dan dosa kita selekas mungkin memohon ampunan-Nya dan bertobat dengan sungguh-sungguh, kita canangkan nawaitu yang kokoh untuk tidak jatuh dalam kesalahan yang sama untuk kedua kalinya. Selepas kita tobat, Allah menebarkan ampunan dan menjanjikan hidup yang terbebas dari keresahan dan yang kemudian muncul adalah damai dan lapang sebagaimana diisyaratkan Hadis Nabi saw: “Barangsiapa banyak beristigfar, niscaya Allah akan menghilangkan kesedihannya, memberikan jalan keluar bagi kesempitan (hidupnya) dan memberinya rezeki tanpa diduga-duga. *** "PR bdg"

http://www.3planesoft.com/img/nature_screen01.jpg

Monday, July 23, 2007

Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Singgah di Taman Surga Dunia
Oleh ADE SUDARYAT

RABI'AH bin Aslam, salah seorang sahabat Nabi saw. dari kelompok ahlu shuffah yang juga menjadi pembantu Nabi saw., pernah ditawari oleh Nabi saw., "Mintalah kamu kepadaku! Apa yang kau inginkan dariku?"

"Aku hanya menginginkan, kelak di akhirat dapat menyertaimu duduk di surga," kata Rabi'ah. "Ada permintaan yang lainnya?" lanjut Nabi saw. "Hanya itu saja, ya Rasulallah", jawab Rabi'ah.

"Kalau begitu, bantulah aku agar doa atas permintaanmu terkabul", demikian pinta Rasulullah saw. "Dengan apa membantumu ya Rasulallah?"

"Perbanyaklah melaksanakan salat sunat," jawab Rasul saw.

Itulah sebagian keinginan sahabat Rasulullah saw. Mereka begitu mendambakan menjadi ahli surga. Mereka menginginkan sekali mendapatkan kebahagiaan yang abadi. Untuk mencapainya mereka rela berjuang mengorbankan kesenangan dunia, demi kebahagiaan akhirat. Mereka rela tak memiliki apa-apa di dunia, asalkan mereka memiliki apa-apa di akhirat.

Banyak sekali ayat Alquran maupun Alhadis yang menerangkan tentang keindahan dan kenikmatan surga. Hal itu Allah dan Rasul-Nya terangkan agar kita merasa terdorong untuk berusaha menjadi salah seorang calon penghuninya. Tidaklah mudah untuk menjadi penghuni surga. Banyak rintangan terbentang yang menghadang untuk meraihnya. Lain halnya dengan jalan ke neraka. Hawa nafsu dan setan begitu kuat mendorongnya.

Namun demikian, janganlah putus asa berjuang untuk meraihnya. Kita harus senantiasa meningkatkan kesungguh-sungguhan kita dalam menaati perintah Allah dan Rasul-Nya. Dekatkanlah selalu diri kita terhadap-Nya. Mintalah selalu pertolongan-Nya agar kita senantiasa istiqamah di jalan-Nya. "Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik." (Q.S. 29:69).

Kebersihan hati merupakan kunci utama terbukanya pintu surga bagi kita. Hanya orang-orang yang hatinya bersih dari sifat riya, takabur, dendam dan bersih dari prasangka buruk, baik kepada Allah maupun kepada manusia, yang akan menjadi penghuni surga. Sebesar biji sesawi saja terdampar kesombongan di hati kita, pahala dari Allah dan pintu surga tertutup bagi kita. Demikian pula halnya bila sifat riya, dendam dan su'udzon masih terdampar di hati kita.

"Tiga golongan orang yang pertama akan mengisi neraka, ialah ulama, mujahidin dan para dermawan yang semuanya riya dengan amalnya." (Tafsir Ibnu Katsit, Juz I:496).

"Barangsiapa yang riya dalam beramal, tak ada bedanya dengan orang yang menggendong air untuk dipindahkan ke atas gunung. Ia hanya memperoleh rasa lelah dan capek. Amal perbuatannya tertolak sama sekali. Tatkala gunung itu telah menyatu dengan air, sedikit pun gunung itu tidak meleleh" (Imam Al-Ghazali dalam Al-Mawa'idz fil Ahadits Al-Qudsiyah).

Suatu ketika, tatkala Nabi saw. memberi nasihat kepada para sahabat sambil duduk berkeliling, beliau berkata, "Sebentar lagi akan datang melewati kita seorang laki-laki dari golongan ahli surga".

Para sahabat sangat heran dengan perkataan Nabi saw. tersebut. Tak lama kemudian lewatlah seorang laki-laki dengan penampilan yang sangat sederhana. Rasul pun menunjuk kepada orang tersebut, itulah dia dari golongan ahli surga. Abdullah bin Amru ibnu Ash, penasaran dengan perkataan Rasul saw. Beranjaklah ia untuk meneliti perilaku orang tersebut. Ia berpura-pura kemalaman dan memohon menumpang tidur di rumah orang tersebut.

Sampai tiga malam ia meneliti dan mengikuti perilaku dan ibadah orang tersebut. Tak ada yang istimewa dari cara ibadahnya. Persis sama seperti yang dilakukan para sahabat lainnya. Akhirnya Abdullah bin Amru berterus terang tentang kedatangannya di rumah orang tersebut. Ia sampaikan apa yang dikatakan Nabi saw. sambil menanyakan apa keistimewaan dari orang tersebut.

Sang calon penghuni surga menjawab, "Seperti yang kamu lihat, aku tak melakukan apa pun kecuali seperti yang kamu lihat. Namun, aku tidak mendapatkan dalam diriku rasa curang terhadap seseorang dari saudara se-Islam dan juga aku berusaha untuk tidak iri dengki terhadap kebaikan yang Allah berikan kepada saudaraku se-Islam. Juga aku berusaha untuk tidak dendam terhadap orang-orang yang mengkhianatiku. Aku berusaha untuk tidak riya dengan amal-amalku".

Abdullah bin Amru mengambil kesimpulan. Selain kekhusyukan ibadahnya, kebersihan hatinyalah yang mengantarkan orang tersebut menjadi salah seorang dari golongan ahli surga. Subhanallah. "Dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang yang datang kemudian. Dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang memusakai surga yang penuh kenikmatan. Dan ampunilah bapakku, karena sesungguhnya ia adalah termasuk golongan orang-orang yang sesat. Dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, yaitu pada hari di mana harta dan anak-anak tidak berguna lagi, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih." (Q.S. 26:84 -89).

Menurut hadis Rasul saw., di dunia yang fana ini terdapat tiga taman surga. Jika kita mendapatkannya, sempatkanlah untuk menyinggahinya walaupun hanya sebentar. Dengan menyinggahinya setidak-tidaknya kita sedang benar-benar mencalonkan diri untuk menjadi penghuninya yang abadi kelak di akhirat. Ketiga taman surga tersebut adalah, pertama, menjenguk saudara se-Islam yang sedang sakit. "Seorang Muslim jika menjenguk saudaranya sesama Muslim yang sedang sakit tetap berada dalam taman surga hingga ia kembali" (H.R. Muslim).

"Tidaklah seorang Muslim yang menjenguk sesama Muslim yang sedang sakit pada pagi hari, melainkan didoakan oleh tujuh puluh ribu malaikat hingga sore hari. Dan jika menjenguknya pada sore hari, didoakan tujuh puluh ribu malaikat hingga pagi hari dan kelak di akhirat akan mendapat jaminan buah-buahan yang ada di taman surga" (H.R. At-Tirmidzy).

Kedua, majelis zikir. Yang dimaksud zikir di sini tidak saja hanya ingat kepada Allah secara lisan saja. Kebanyakan para ulama berpendapat, membahas halal dan haram, mencari ilmu yang manfaat, memberi nasihat yang baik dan mencegah kemunkaran termasuk zikir kepada Allah SWT.

"Apabila kamu melewati taman-taman surga, maka singgahilah dan nikmatilah sajiannya olehmu. Para sahabat bertanya, "Hai Rasulallah! Apakah taman surga itu?" Rasul menjawab, "Majelis-majelis zikir. Allah memiliki para malaikat yang selalu berkeliling mencari majelis-majelis zikir. Apabila mereka datang ke tempat itu, mereka duduk bersama orang-orang yang berzikir" (H.R. Muslim). Ketiga, salat di Masjid Nabawi. "Antara rumahku dan mimbarku ini merupakan salah satu dari taman-taman surga".

Sungguh berbahagia apabila kelak kita menjadi penghuni surga. Kita akan dapat merasakan kenikmatan yang luar biasa. Suatu ke-nikmatan yang belum pernah terdengar, terbayangkan dan belum pernah dirasakan selama kita hidup di dunia. Namun demikian, kita pun menyadari, betapa kotor dan hinanya diri kita. Kemaksiatan dan dosa selalu menghiasi perjalanan hidup kita.

Tapi seperti Allah SWT firmankan, kita tak boleh putus asa dari rahmat dan kasih sayang-Nya. Tobat dan pembersihan jiwa dengan akhlak mulia serta selalu mendekatkan diri kepada-Nya akan membuka peluang bagi kita untuk meraih kenikmatan surga.

Jika kamu memohon kepada Allah SWT, jangan tanggung-tanggung, memohonlah agar diperkenankan menjadi penghuni Surga Firdaus. Demikian sabda Rasul saw. Karenanya, jangan berhenti beramal saleh dan berharap ampunan, keridaan serta surga-Nya.

"Wahai manusia! Andaikan engkau takut pada api neraka sebagaimana engkau takut kepada kemiskinan, niscaya akan kucukupi kebutuhan hidupmu melalui cara-cara yang tak terjangkau oleh otakmu. Seandainya engkau tergila-gila kepada surga sebagaimana engkau tergila-gila kepada dunia, maka Aku akan memberikan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat" (Imam al Ghazali dalam Al-Mawa'idz fil Ahadits Al-Qudsiyah).***

Penulis Ketua DKM Nurul Hidayah Pasar Tengah Cisurupan Garut, anggota Klub Penulisan Hardim Bandung.

http://wiramandiri.files.wordpress.com/2007/05/surga.jpgBy Ikhsan Sanitomichie email-AbuBa_8@yahoo.com/http://istanasurgaku.blogspot.com
Melangkah dalam satu tujuan menuju ridho illahi.

Hijrah dari Musibah
Oleh ARY GINANJAR AGUSTIAN

WAKTU ibarat pedang, kata pepatah Arab. Waktu tak terasa sama sekali. Siang berganti malam dan malam pun bertukar siang. Rembulan terus mengitari bumi dan bumi senantiasa mengelilingi matahari.

Waktu terus berputar, musim demi musim berganti. Gerbang tahun baru berganti dan bergulir ke tahun baru. Berjuta impian dan harapan berpendar, memacu semangat untuk senantiasa berbuat lebih baik di esok hari.

Ada beberapa catatan kejadian yang lekat membekas dan terpatri sampai saat ini. Peristiwa-peristiwa tersebut seharusnya dapat dijadikan cermin untuk melangkah ke depan. Serangkaian peristiwa muram terjadi, tragedi-tragedi mengenaskan meronai hari-hari di negeri ini. Bencana seolah tidak ada henti.

Dalam beberapa tahun terakhir negeri tercinta ini dilanda banjir, tanah longsor, lumpur di Jawa Timur yang tak kunjung surut. Terakhir, musibah dan berbagai kecelakaan dialami beberapa alat transportasi baik darat, laut, maupun udara. Bahkan, penerbangan Indonesia dilarang mengunjungi negara-negara Eropa sehingga pemerintah Arab Saudi pun mempertanyakan kelaikan "Garuda" untuk mengangkut jemaah haji tahun ini.

Tak dapat dimungkiri, jumlah bencana alam terus mengalami peningkatan. Menurut sebuah sumber, jumlah bencana alam di tahun 1990-an meningkat tiga kali lipat dibandingkan jumlah bencana alam yang terjadi pada tahun 1970-an dan diperkirakan akan terus meningkat pada dekade yang akan datang.

Bandingkan 964 bencana alam di tahun 1970-an, menjadi 2.720 pada 1990-an, dan akan mencapai 4.650 bencana alam di tahun 2000-an. Ditinjau dari segi jumlah korban, setiap kejadian mengakibatkan sekitar 10 kematian dan bahkan lebih, dan setiap kematian akan memengaruhi 100 orang lainnya. Sebuah kenyataan yang tak seorang pun mengharapkannya.

Diakui atau tidak, berbagai bencana itu merupakan bukti bahwa manusia pada masa kini sudah semakin jauh dari garis orbit. Begitu banyak pelanggaran suara hati yang menimbulkan kekacauan di muka bumi ini. Hukum aksi-reaksi berlaku pada alam. Apa pun aksi yang dilakukan manusia pada alam, maka akan menimbulkan reaksi alam pada manusia.

Bencana, apa pun bentuknya, senantiasa menyadarkan kita betapa lemahnya manusia. Bahkan, teknologi canggih yang amat dibanggakan manusia pun kerap tak mampu melawan kehendak alam. Berbagai musibah pada dasarnya adalah sinyal sekaligus pesan. Alam adalah cermin perilaku manusia, sedangkan peristiwa dan berbagai gejala alam adalah bahasa dari Sang Pencipta kepada makhluk-Nya.

Saatnya kita melakukan introspeksi secara serius dan mendalam, atas apa yang telah kita lakukan. Hijrah adalah momen perubahan. Ada banyak pelajaran berharga dari hijrahnya Rasulullah saw yang bisa kita teladani. Hijrah bisa bermakna melangkah kembali ke garis orbit. Hijrah adalah segera kembali mengarah pada pusat orbit yang benar. Kembali ke fitrah.

Beberapa bulan lagi kita akan menjelang bulan suci Ramadan. Sebuah bulan teramat istimewa bagi umat Islam. Ramadan bukan hanya bermakna fisik yakni sebatas berpuasa, melainkan lebih dalam lagi, yaitu menuju ketundukan pada keteraturan dan ketetapan Sang Pencipta alam semesta.

"Demi matahari dan sinarnya di pagi hari. Demi bulan apabila mengiringi. Demi siang apabila menampakkan diri. Demi malam apabila menutupi. Demi langit dan seluruh binaannya. Demi bumi dan semua yang ada di permukaannya. Demi jiwa dan penyempurnaannya. Allah mengilhami sukma kebaikan dan keburukan. Beruntunglah siapa yang menyucikannya. Dan rugilah siapa yang mengotorinya". (Q.S. Asy Syams 1-10).

Wallahu-a'lam.***

http://i.cnn.net/cnn/SPECIALS/2004/tsunami.disaster/images/top.aceh.ap.jpgBy Ikhsan Sanitomichie email AbuBa_8@yahoo.com/http://istanasurgaku.blogspot.com
ilmu adalah investasi tiada henti